ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 55, Memulai Perang



Di markas Mega. Felix berdiri dengan semua anggota lainnnya. Sedangkan Rubben duduk di kursi kebesarannya, menghadap semua bawahannya dengan menopang kepalanya.


Rubben menatap semuanya dengan diam, dan dengan wajah dinginnya. Semua anak buahnya yang berdiri di depannya bertanya-tanya, kenapa bos mereka mengumpulkan semuanya, begitu pun Felix.


"Kalian tahu, kenapa aku mengumpulkan kalian semua?" tanya Rubben dengan suara berat nya.


"Tidak bos," jawab mereka bersama.


"Aku akan mengatakan kepada kalian. Aku mengumpulkan kalian disini untuk menghancurkan seseorang," jelas Rubben dengan senyum seringai nya menatap seorang yang berbaris di depannya.


Rubben tahu jika ada penghianat di kelompok itu. Beberapa hari lalu saat dirinya di kota Zanna berada, ia melihat seseorang berkeliaran di tempat itu tanpa ada nya tugas dari markas nya.


Setelah ia menyelidiki, ternyata seseorang itu bekerjasama dengan seseorang untuk menghancurkan Mega dan dirinya. Tentu saja, dirinya tidak akan membiarkan begundal itu menghancurkan nya. Maka sebab itu ia akan memulai duluan perang ini. Entah siapa yang di ajak kerja sama oleh penghianat itu, tapi intinya dirinya harus menghancurkan mereka semuanya terlebih dahulu, agar kelak tidak menyusahkan dirinya dan Mega.


Felix dan yang lainnya, anak buah Zanna mengerutkan kening. Entah kenapa, Mereke berpikir bahwa penghianat itu adalah mereka. Jika itu benar-benar di ketahui oleh Rubben, maka semuanya akan berakhir.


Felix dan rekannya yang masih setia terhadap Zanna hanya diam. Tiba-tiba terdengar perintah untuk menangkap penghianat itu. "Tangkap penghianat itu dan bawa kehadapan ku," perintah Rubben dengan berteriak.


Semua anak buah Ruben langsung mengeluarkan senjatanya dan menodongkan ke arah Felix dan lainnya. Felix dan rekannya juga mengeluarkan pistolnya, menodongkan nya ke arah mereka.


Prok.... Prok.... Prok....


"Wah, wah, wah....Berani juga ternyata kalian. Aku tidak menyangka jika kalian menghianati kami dan masih setia dengannya," ucap Rubben berjalan menuju Felix berada.


Felix dengan sikap tenangnya menatap Rubben yang mulai mendekati nya. Saat Rubben sampai di depannya, Rubben langsung memukul wajah itu dengan keras. "Dasar badjingan tidak tahu diri! Beruntung kami masih mengampuni nyawamu waktu itu, tapi sekarang kau mencoba membunuh kami secara diam-diam, tidak akan ku biarkan. Apa kau pikir kau bisa dengan mudah membunuh kami? Tidak! Karena aku sudah tahu semua rencana mu!"


Bugh,


Bugh,


Bugh,


Rubben memukul Felix dengan terus menerus. Teman Felix yang melihat, mencoba melawan. Namun banyak dari anak buah Rubben menodongkan pistolnya, mengancam agar tidak ikut campur urusan bos mereka.


Felix menyeka darah nya yang terdapat di sudut bibirnya, "Cuih," Felix meludah membuang darah dari mulut nya. Felix berdiri sambil menggelengkan kepala, mengusir pusing karena pukulan terus menerus yang di berikan oleh Rubben.


Felix berdiri menatap Rubben dengan senyum mengejek, "Kau takut kan kami memberontak dan menghancurkan kalian? Hahaha.....aku yakin kau takut. Asal kau tahu Rubben sialan! Walaupun hari ini kau membunuh kami semua, kau tetap tidak akan bisa kabur dari orang yang ingin membunuh mu itu. Tunggulah dia datang menjemput ajal mu," ucap Felix membuat Rubben mengerutkan kening. Apa maksudnya, pikirnya.


Wajah Rubben memerah, rahang nya mengeras dan tangannya mengepal, marah dengan ucapan Felix dan sedetik kemudian dia langsung memukul perut itu dengan kuat membuat Felix terpental dan menabrak tembok.


Melihat Rubben ingin membunuh Felix, teman Felix langsung berontak. Mereka tidak peduli dengan nyawa mereka lagi. Mereka langsung menyerang anak buah Rubben, dan terjadi lah pertarungan di tempat itu.


Sedangkan Rubben sendiri berjalan menghampiri Felix yang perlahan bangun.


"Akan ku bunuh kau! Berani nya kau mencoba mencari bantuan untuk membunuh ku badjingan! Bersiaplah mati di tangan ku," marahnya dan memukul Felix.


Namun sebelum tangan itu mengenai tubuh nya, Felix menahan kepalan tangan itu dengan tenaga nya. "Tidak akan ku biarkan kau memukul ku lagi sialan!" Felix mencekal lengan itu dan membanting tubuh Rubben ke lantai.


Bugh,


Bugh,


Felix saat ini sangat marah, ia membuang jaketnya dan siap bertarung dengan Rubben. Dengan tubuh atletis nya, Felix melemaskan ototnya untuk memulai pertarungan.


Tanpa aba-aba, Felix langsung menyerang Rubben. Memukul, menendang dan meninju. Rubben pun sama, ia juga memukul, menendang dan meninju serta sesekali mereka berdua menghindar saat masing-masing dari mereka menyerang.


"Badjingan! Ku bunuh kau," teriak Rubben kesal karena Felix cukup kuat dalam mengimbangi kekuatannya.


Bugh,


Bugh,


Bugh,


Sedangkan di tempat lain, Glen yang mendapatkan notifikasi bahaya dari Felix langsung mengumpulkan anggotanya. Dan menyampaikan jika Felix dalam bahaya.


Glen juga mengirim pesan terhadap Zanna bahwa Felix saat ini dalam bahaya di markas Mega.


Zanna yang baru tiba di rumah sakit setelah di antar oleh Chris langsung pergi kembali menuju markasnya untuk menyelamatkan Felix. Dengan tergesa-gesa, Zanna masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu. Sebelum pergi, Zanna mengirimkan pesan kepada Nicko untuk memberikan pengawal agar menjaga Yuna dan Dena.


Dengan kecepatan penuh, Zanna melesat menuju markas nya. Hari ini juga Zanna akan memulai perang nya untuk menghancurkan kelompok penghianat itu. Ia tidak akan menunda lagi, karena mereka berani mengusik kembali orang-orang nya. Dan hari ini juga Zanna akan membunuh mereka semua.


Anak buah Nicko yang di perintahkan untuk menjaga Zanna langsung menghubungi Chris, mengatakan bahwa nona muda mereka pergi dengan wajah khawatir dan begitu terburu-buru.


Chris yang mendapatkan laporan itu langsung menghubungi Nicko.


"Tuan, nona muda pergi. Dan seperti nya itu sangat serius karena nona muda begitu sangat terburu-buru," jelas Chris.


Nicko yang mendengar langsung menyambar Jasnya, meminta Tom untuk membawa pasukan nya membantu Zanna. Ia tahu pasti Zanna akan memulai perangnya dengan Mega dan Rubben itu. Karena dari yang dia ketahui hanya itulah musuhnya. Jika bukan karena mereka pastinya tidak ada yang lain. Sedangkan adiknya sendiri aman ada di rumah sakit.


"Tempatkan beberapa orang di rumah sakit. Minta mereka menjaga Dena. Jangan biarkan ada orang yang menyakitinya. Dan perintahkan anak buah mu untuk berkumpul, kita akan berperang," perintah Nicko dan di angguki Tom.


Tom menghubungi anak buah nya untuk menjaga Dena dan Yuna. Tom pun juga memerintahkan anak buah nya untuk berkumpul dan membawa persenjataan lengkap untuk berperang, membantu nona mudanya.


Semua anak buah Tom yang mendengar perintah itu langsung menyiapkan diri, menyiapkan senjata mereka yang akan mereka bawa nantinya.


Sedangkan di markas ZANNALOA, Zanna dan lainnya langsung pergi menuju markas Mega di luar kota, mereka siap berperang sekuat tenaga untuk menghancurkan kelompok itu dan menyelamatkan Felix dan lainnya.


.


.


.


Bersambung