ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 53, Menyiksa.



Di tempat Mega, wanita itu masih saja marah-marah saat mengingat Zanna menamparnya. Dia masih tidak menerima wajah cantiknya di tampar oleh seorang, "Argh! Aku tidak terima. Aku harus membunuh nya," teriak Mega dengan napas memburu.


Rubben yang bersama dengan nya hanya diam, melihat Mega yang berantakan, mengacak rambutnya karena marah dengan seorang wanita yang begitu berani kepadanya. Padahal selama ini tidak pernah ada yang berani kepada nya. Dan sekarang, satu wanita itu sungguh sangat berani membuat masalah dengan nya.


Mega mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya, meminta datang ke tempat nya untuk memberi pelajaran kepada Zanna. Ia tidak bisa menahan nya lagi. Sebelum dirinya menyiksa wanita itu, ia tidak akan pernah tenang.


"Tenangkan dirimu Baby," ucap Rubben dan langsung mendapatkan tatapan tajam Mega.


"Kau meminta ku untuk tenang? Apa kau seorang pria? Kau tahu apa yang di lakukan nya pada ku? dia mempermalukan ku, menampar ku. Aku tidak terima, akan ku robek wajah nya itu, wajah yang seolah menantang ku!" marah Mega dengan nada yang sangat-sangat kesal.


Rubben hanya menghela napas, ia tahu tidak bisa menahan Mega jika dia sudah berkehendak. Oleh sebab itu ia akan membiarkan Mega sesuka nya, membiarkan Mega melakukan apa yang di inginkan nya.


Satu jam kemudian, beberapa anak buah Mega datang. Dan kini berada di hadapannya. "Ayo kita pergi, bunuh wanita jala-ng itu," perintahnya dan di angguki mereka semua.


"Aku tidak ikut, ada urusan yang harus aku selesaikan," Rubben berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja, meninggalkan Mega bersama dengan anak buahnya. "Kalian jaga nona mu itu, jangan sampai dia terluka sedikit pun. Jika sampai dia terluka, nyawa kalian yang menjadi taruhannya," ancamnya sebelum pergi.


Setelah Rubben pergi, Mega dan beberapa anak buahnya pergi mencari keberadaan Zanna. Namun sepertinya langit meresetui nya, Mega melihat Zanna yang sedang berjalan sendirian sambil menenteng makanan di yang di beli nya barusan.


"Itu dia orang nya," tunjuk Mega pada anak buahnya. Anak buah Mega mengangguk, mengerti.


Mobil itu pun berhenti di damping Zanna. Zanna yang melihat mengerutkan kening, siapa pikirnya. Namun saat melihat Mega yang keluar dari mobil itu mata nya langsung berubah dengan pandangan marah.


"Tangkap wanita itu," perintah Mega pada anak buah nya.


Mendengar perintah itu, Zanna langsung berlari dan mengambil pinsyolnya yang berada di balik jaketnya.


Door...


Door...


Zanna menembakkan pistolnya ke arah beberapa yang mengejarnya sambil berlari.


"Kurang ajar! Dia memiliki senjata. Tembak gadis itu, bila perlu bunuh dia," perintah Mega yang ikut mengejar Zanna.


Zanna terus berlari menghindari tembakan yang mereka arah kan padanya.


Door....


Door....


Door....


Zanna terus menghindari tembakan itu. Berlari cukup jauh dari tempat semula. Saat setiap kali tembakan mereka Lesatkan ke arahnya, Zanna menghindar dengan melompat dan berguling, dan sesekali membalas tembakan itu. Saat sampai di sebuah bangunan yang tidak terpakai, Zanna masuk dan bersembunyi untuk menghindari mereka membunuhnya dengan cepat.


Door....


Argh!


Pekik seorang yang mendapatkan tembakan di bahu mereka. Mega yang melihat anak buahnya mendapatkan tembakan, mencari keberadaan Zanna yang saat ini entah bersembunyi dimana.


"Keluar kau wanita sialan! Hadapi aku, jangan bersembunyi seperti tikus," teriak Mega keras.


Zanna yang bersembunyi tersenyum kecil. "Ayo kita bermain," gumam Zanna mengisi puluru nya. Ia mengeluarkan dua pistolnya yang di selipkan di saku jaket dalam nya.


Zanna akan bermain dengan Mega, membuat wanita itu semakin marah dengan nya. Namun sebelum Zanna menembakkan senjatanya, ia mendengar suara tembakan beruntun. Zanna mengintipnya, keningnya mengerut saat melihat beberapa pria bertarung dengan anak buah Mega.


"Siapa mereka?" gumam Zanna tidak mengenal. Namun tiba-tiba terbesit nama suami nya. "Sialan! Mengganggu kesenangan ku saja." umpatnya dengan kekesalan.


Mega yang melihat beberapa pria asing melawan anak buahnya menjadi kesal. "Badjingan mana ini! Beraninya mengganggu urusan ku!" marahnya dan membantu anak buahnya melawan beberapa pria itu.


Door...


Door...


Beberapa pria itu membalas, menembakkan senjata itu, dan menghindari tembakan kelompok Mega. Saat melihat kesempatan, seorang pria itu menendang tangan Mega yang memegang senajta di tangannya.


Bugh,


Zanna yang melihat langsung keluar, menyilangkan tangan nya di dada, menonton perkelahian itu sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.


Bugh,


Bugh,


Bugh,


Perkelahian antar dua kelompok itu terus berlangsung. Dan dengan apa yang di lihat Zanna kelompok yang membantunya lah yang lebih unggul dalam pertarungan ini.


Bugh,


Pria yang berhadapan dengan Mega berhasil menjatuhkan nya. Dan kini pria itu menahan tangan Mega, agar tidak kabur.


Saat pria itu menahan Mega, Zanna datang dan menodongkan senjatanya ke kepala pria itu. "Siapa kau?" tanya Zanna dengan nada dinginnya. Ia ingin memastikan jika kelompok itu adalah suruhan suaminya. Dan jika di ketahui kelompok itu bukan anak buah suaminya, maka dia harus membunuh mereka semua.


Pria yang di tanya itu menatap Zanna. "Saya bawahan tuan nona. Di perintahkan oleh tuan untuk menjaga anda," jawab Zanna dan langsung menurunkan tangannya.


Mega yang mendengar jika beberapa pria itu adalah penagwal Zanna, ia sangat marah. "Lepaskan aku!" teriak Mega meronta, mencoba melepas diri dari tahanan pria itu.


Zanna yang mendengar langsung berjongkok, mengangkat dagu itu menghadapnya. "Kau ingin lepas? Tidak semudah itu wanita jala-ng."


Plak....


Zanna menampar pipi Mega dengan kuat hingga memerah. Mega yang merasakan pipinya kebas karena tamparan kuat itu menatap tajam. "Beraninya kau menampar ku wanita sialan!"


"Masih mampu mengumpat ternyata," Zanna menjambak rambut itu dengan kuat, sampai membuat Mega merintih sakit. Ia ingin sekali menyiksa Mega dengan tangannya.


"Argh! Lepaskan aku."


Bukannya melepas, Zanna lagi-lagi menampar wajah itu berulang kali, hingga membuat wajah yang semula cantik kini menjadi seperti babi.


"Sialan!" umpatnya lagi.


"Makasih mengumpat lagi."


Plak.....


"Dasar jala-ng!"


Plak...


Mega benar-benar di buat babak belur oleh Zanna. Zanna yang melihat wajah itu menjadi jelek tertawa keras.


"Hahahaha.......Kau sungguh sangat jelek. Aku suka melihat wajah mu ini. Wajah yang pantas kau miliki, jelek macam babi."


Mega yang mendengar ingin sekali mencekik leher wanita yang ada di depannya ini. Melihat mata penuh kebencian itu, Zanna menaikkan satu alisnya, "Kau membenci ku? Bencilah dan berusahalah untuk membunuh ku, akan ku tunggu setiap saat. Tapi, lebih baik aku membunuh mu sekarang agar semuanya selesai." Zanna menodongkan senjatanya di kening Mega.


Namun saat Zanna hendak menarik pelatuknya. Suara tembakan terdengar di telinganya.


Door....


.


.


.


Bersambung.