ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 31, Kecelakaan



Zanna masuk kedalam mobil dan mengejar mobil Rebecca. Di dalam mobil wajah Zanna sungguh sangat mengerikan, ia seakan ingin menelan jiwa seseorang.


Sedangkan di dalam mobil hitam milik Sonia, Rebecca dan Sonia merasakan sakit di tubuh mereka masing masing. Sonia dengan sakit di lehernya karena cekikan kuat Zanna, dan Rebecca dengan luka tembakan di bahunya.


"Sialan! Dia sungguh sangat mengerikan. Dia sama sekali tidak ragu menembakkan senjatanya," kesal Rebecca sambil menahan rasa sakit.


Rebecca menoleh ke samping, melihat ke adaan mama nya, "Mama tidak apa-apa?" tanya Rebecca melohat wajah pucat Sonia.


"Uhuk...Uhuk...Mama tidak apa-apa. Hanya merasa sakit di leher mama," jawab Sonia lirih.


"Bagaimana luka mu? Luka mu harus segera di tangani," ucapnya sambil melihat bahu Rebecca yang terus mengeluarkan darah, walaupun sudah di ikat dengan kain untuk menghentikan darah yang keluar dari luka nya. "Kita harus segera ke rumah sakit," sambungnya lagi tidak tega melihat anak nya yang terluka.


"Ya, kita harus segera ke rumah sakit," jawab Rebecca fokus kejalanan.


"Hah, wanita itu mengerikan sekali. Ia begitu berani," ucap Sonia mengingat begitu mengerikan nya Zanna.


"Ya, dia begitu menakutkan," jawab Rebecca.


Zanna yang menyusul mobil Rebecca kini sudah berada di belakang mobil mereka. Senyum smirk muncul di bibirnya, "Akhirnya aku menemukan mu," gumam Zanna lirih, dan mengisi peluru di pistolnya.


Setelah itu___


Door.....


Door.....


Door.....


Prang.....


Tembakan yang Zanna lezatnya mengenai kaca mobil bagian belakang. Sonia dan Rebecca yang mendengar karena terkejut menjerit dengan kuat.


Mereka berdua menoleh ke arah mobil di belakang nya, betapa terkejutnya mereka saat mata mereka melihat Zanna dengan senyum mengerikannya.


"Na-na," gumam mereka terkejut


Sonia yang gidak ingin mati, tak sadar membentak Rebecca untuk segera menambah kecepatannya. "BECCA, CEPAT NGEBUT! DIA ADA DI BELAKANB KITA," perintahnya dengan panik.


Rebecca yang juga tidak ingin mati, menambah kecepatan nya agar bisa lepas dari kejaran Zanna. Namun Zanna yang melihat mereka menambahkan kecepatan nya, tersenyum senang. "Huh! Kalian pikir, kalian bisa kabur dari ku," gumam Zanna juga menambah kecepatannya menyusul mobil Rebecca.


Kedua nya kejar-kejaran. Rebecca terus menambah kecepatan. agar terhindar dari Zanna tanpa memperdulikan kendaraan lainnya. Ia menyalip banyak mobil, tidak memperdulikan Sonia yang wajahnya sudah pucat pasi karena ketakutan dengan kecepatan yang ia lakukan.


Zanna terus mengejar, dan sesekali ia menembakkan senjata nya ke arah mobil mereka.


Door....


Door....


Door....


"Heh, jangan harap kalian bisa lolos dari tangan ku," gumam nya dengan senyum bahagia. Sudah lama ia tidak bermain balap, dan hal ini membuatnya begitu senang.


Tidak seperti Zanna yang bahagia, Sonia dan Rebecca semakin takut karena Zanna menembakkan senjata nya lagi ke arah mereka. Mereka berulang kali menjerit dan berteriak. Mereka seakan sedang bermain dengan malaikat pencabut nyawa yang akan mengambil nyawa mereka dengan paksa.


Zanna yang senang karena mendapatkan hiburan, ia menambah kecepatan nya hingga sampai di samping mobil Rebecca.


"Be-becca," tunjuk Sonia pada mobil di sampingnya yang terlihat Zanna menatap nya sambil menodongkan senjata ke arahnya.


Door....


Argh!


Melihat wajah ketakutan mereka, Zanna rersenyum mengerikan. "Heh, sungguh menyenangkan. Ayo kita buat mereka takut," gumam Zanna lagi sambil melihat ke arah depan. Senyum terbit dibibirnya, saat akan melakukan rencananya.


Zanna memepet mengurangi kecepatannya hingga mobil nya berada di belakang mobil Rebecca. Rebecca yang melihat berpikir Mobil Zanna kehabisan bensin. Namun pemikiran mereka salah, tiba tiba mobil nya di serempet oleh mobil Zanna yang kini di pepet olehnya.


"DASAR GADIS GILA! MENYINGKIR KAU DARI MOBIL KU," teriak nya dengan keras.


Zanna tidak peduli, ia terus memepet mobil itu hingga membuat bagian samping nya peyot. Tiba di sebuah tikungan, yang terdapat jurang. Zanna melepas pepetan mobilnya dan membuat Rebecca lega. Namun sedetik kemudian, Zanna menghantam mobil itu dengan kuat, membuat mobil itu oleng karena tidak konsennya Rebecca mengemudi dan kemudian menabrak pembatas jalan, dan terjun ke jurang.


Argh! Teriak Sonia dan Rebecca keras saat tidak bisa mengendalikan mobilnya.


Zanna yang melihat mobil Rebecca terjun ke jurang, menghentikan mobilnya. Turun dari mobil dan melihat ke arah jurang dimana Rebecca dan Sonia berada.


Wajah nya nampak dingin, tanpa ekspresi. Dan tanpa mengatakan kata sedikitpun, ia kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Dan tak lama, tempat di mana Rebecca dan Sonia kecelakaan, petugas pemadam datang untuk menyelamatkan mereka.


Tak jauh dari itu, anak buah Nicko yang membuntuti Zanna menatap datar, ia seakan tidak percaya dengan apa yang di lakukan nona muda nya yang membunuh keluarga nya sendiri.


Pria di dalam mobil itu bukan Arzan, melainkan Chris, ketua kedua kelompok Geng Reaper. Penganti Nicko untuk mengurus kelompoknya.


Ia mengambil ponsel nya, menghubungi tuan nya.


"Ada apa Chris?" tanya Nicko penasaran, karena Chris jarang menghubungi nya jika itu tidaklah penting.


"Saya bertemu dengan Nona tuan," jawab Chris masih menatap ke depan di mana para petugas penyelamat mencoba menyelamatkan Sonia dan Rebecca.


"Kamu bertemu dengan Nana?"


"Benar tuan. Saat saya tak sengaja melihat nona muda mengejar mobil hitam. Dan mobil yang di kejar itu adalah milik Nyonya Sonia, mertua anda," jawab Chris dengan wajah tanpa ekspresi.


"Mengejar?" gumam Nicko tidak mengerti. "Kenapa dia mengejar mobil Nyonya Sonia?" tanya Nicko penasaran.


"Nona berniat membunuh Nyonya Sonia dan Nona Rebecca. Dan saat ini saya berada di tempat kejadian, dimana Nona membuat mereka kecelakaan, dan terjun ke jurang," jawab Chris.


"Apa??" Teriak Nicko tidak percaya, jika istrinya begitu mengerikan. Tega membunuh keluarganya sendiri. "Kau tidak salah dalam memberikan informasi kan Chris?" tanya Nicko tidak percaya dengan apa yang di katakan Chris.


"Saya mengatakan apa yang sebenarnya tuan. Saya tidak berani berbohong dengan anda."


"Hah," Nicko mengehela napas mendengar informasi itu. "Apakah istri ku terluka?" tanya Nicko yang malah mengkhawatirkan keadaan Zanna.


Chris yang mendengar mengerutkan kening. Pikirnya, kenapa tidak menanyakan keadaan Nyonya Sonia dan putri nya yang jelas jelas di buat mengenaskan oleh istrinya itu? Dan malah bertanya keadaan Nona nya yang jelas pasti baik-baik saja.


"Anda tidak bertanya bagaimana keadaan Nyonya Sonia tuan?"


"Buat apa bertanya tentang mereka. Jika istri ku ingin membunuh mereka, berarti istriku tidak menyukai nya. Dan itu juga membuat ku tidak menyukainya," jawab Nicko membuat Chris bingung. Menurutnya tuan nya sedikit aneh. Mungkinkan tuan nya sudah jatuh cinta dengan nona muda nya?


Bersambung.


Ayo jangan lupa like nya dan komen nya. Dukung karya Autor yang abal-abal ini.