ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 64, Pertarungan Nicko Dan Tom



Setelah mendengar kabar itu, Mattew langsung menghubungi Nicko yang berada di perjalanan.


Nicko yang melihat ponselnya berbunyi dan di lihatnya papanya memanggil, Nicko mengacuhkan, terlalu malas berbicara dengan papanya itu.


Mattew yang melihat panggilannya tidak di jawab oleh Nicko mengumpat kesal. "Sialan anak ini!" Mattew kembali menghubungi Nicko. Namun lagi-lagi tidak di Jawab. Mattew semakin kesal, tapi saat mengingat Zanna yang dalam bahaya, Mattew membuang kekesalan itu. Dan kini dia beralih menghubungi Tom.


Tom yang melihat tuan besarnya menghubungi langsung mengangkatnya. "Hallo tuan besar. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Tom masih menyetir mobil.


"Dimana tuan mu?" Tanya Mattew tidak menjawab pertanyaan Tom.


'Tuan muda bersama dengan saya tuan. Apakah anda ingin berbicara dengannya?"


"Ya, serahkan ponsel mu padanya. Ada hal penting yang ingin ku sampaikan," perintahnya dan Tom pun langsung menyerahkan ponselnya pada Nicko.


Nicko yang tahu jika itu papanya, mengambilnya dengan malas. "Ada apa?" Tanya Nicko dengan nada datar.


"Apakah begini sikapmu pada papa mu?" Kesal Mattew saat mendengar suara Nicko yang malas berbicara dengannya.


"Aku malas berdebat. Katakan, ada apa menghubungi ku?" 


"Benar-benar anak menyebalkan!" Gerutunya kesal. "Aku menghubungi mu ini menyangkut tentang istri mu," jelas Mattew membuat Nicko mengerutkan kening.


"Istri? Ada apa dengan istri ku? Pikir Nicko bertanya-tanya. "Memang apa yang terjadi dengan istri ku?" Tanya Nicko penasaran.


"Bersikaplah baik dengan ku, maka aku akan memberitahu mu," ucap Mattew licik berharap Nicko berbicara dengan benar padanya.


"Katakan! Aku tidak ada waktu untuk mendengarmu."


"Dasar anak kurang ajar!" Kesalnya dan menghela napas, lelah berbicara dengan anak laki-lakinya itu. Mattew menyerah dan akhirnya mengatakan apa yang terjadi dengan Zanna. "Istri mu dalam masalah. Ada beberapa orang mengejarnya saat ini," jelas Mattew dan langsung membuat Nicko terkejut.


"Apa!! Siapa mereka?"


"Mana aku tahu. Aku hanya di beri tahu oleh penjaga rumah yang mengikuti istri mu."


"Sial! Siapa mereka?" Kesalnya dan memutus panggilan menyerahkan ponsel itu kembali ke asistennya. "Kita kembali lagi. Istri ku dalam masalah," perintah Nicko pada Tom.


"Kembali? Memang apa yang terjadi dengan nona tuan?" Tanya Tom penasaran.


"Ada beberapa orang ingin membunuh istri ku. Kita putar balik, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya."


"Baik tuan," jawab Tom langsung memutar mobilnya kembali. Membatalkan pergi ke kediaman Tuan Abimanyu.


.


.


Di lain tempat, seorang pria menerima telepon dari anak buahnya, mengatakan jika Nicko William memutar arah, dan tidak melanjutkan perjalanan. Pria yang mendapatkan informasi itu langsung memerintahkan anak buah yang dia siapkan untuk menghadang perjalanan Nicko agar tidak sampai di tempat Zanna berada.


"Perintahkan anak buah kita untuk menghalangi perjalanannya."


"Baik tuan," jawab orang itu dan langsung memerintahkan kelompoknya untuk menghalangi perjalan Nicko.


Beberapa orang itu, berhenti di sebuah tempat sepi. Menghadang mobil Nicko yang akan lewat di jalan itu. Cukup lama mereka menunggu, mereka pun melihat mobil Nicko semakin mendekat. Sedangkan Tom yang sedang menyetir, mengerutkan kening saat melihat banyak orang berhenti di tengah tengan jalan, dengan membawa sebuah senjata di tangannya.


"Tuan, sepertinya ada yang mencari masalah dengan kita," ucap Tom memelankan mobilnya.


"Bunuh mereka semua. Beraninya mereka menghalangi jalan ku," kesalnya karena perjalanannya di ganggu oleh beberapa orang yang tidak di kenalnya.


"Baik tuan," jawab Tom langsung mengeluarkan senjata yang ia simpan di mobil itu. Dan memberikannya dua kepada tuannya. Nicko mengambilnya dan mengisi peluru di senjatanya. Ia akan mengurus mereka semua dengan tangannya sendiri.


"Bunuh semuanya, jangan sisakan satu pun," perintahnya dan di angguki Tom.


Mereka berdua membuka pintu mobil dan langsung menembakkan senjatanya ke arah mereka. 


Door…


Door…


Door…


Tanpa henti Tom dan Nicko menembakkan senjatanya, membuat mereka tidak siap dan tidak bisa menghindar. Dan akhirnya satu persatu dari mereka terluka terkena tembakan itu. Walaupun mereka terluka, mereka masih tetap melawan, menembakkan senjatanya juga ke arah Nicko dan Tom.


Door…


Door…


Door…


Door…


Door…


Door…


Argh…..teriak mereka satu persatu mendapatkan tembakan dari Nicko dan Tom. Nicko menggunakan dua senjatanya, memutar tubuh nya, menembak tepat ke tubuh musuh-musuhnya.


Hampir semua dari musuh itu mati karena tembakan Nicko. Tinggal 3 orang yang masih bertahan. Saat Nicko menodongkan senjatanya, pelurunya ternyata habis. Melihat itu, Nicko membuang senjatanya dan menendang tubuh itu.


Bug,...


Ugh, pria itu terjungkal ke tanah. Ia mencoba berdiri, tapi Nicko tak memberikan kesempatan. Ia kembali menendang dan memukul pria itu.


Bug,


Bug,


Bug,


Nicko menghajar pria itu hingga babak belur. "Katakan siapa yang memerintah mu?" Injak Nicko di kepala pria itu.


"Ti-dak a-kan ku-ka-ta-kan," jawab pria itu menahan sakit di kepalanya karena injakan kuat Nicko.


Bug, 


Kesal Nicko dan menendang kepala itu dengan keras.


Argh, rintihnya karena sakit.


"Lebih baik mati saja," ucap nya dan mengambil senjata tajam milik pria itu dan menggunakannya tepat di dada.


Cuus ..


Argh…..


Teriak pria itu saat Nicko menancapkan pisau itu di dadanya. Dan beberapa detik kemudian, pria itu pun mati di tangan Nicko.


Melihat pria itu mati, Nicko melihat ke arah pertarungan Tom dan dua orang musuhnya. Nicko berjalan ke arah mereka dan langsung menendang punggung itu saat pria itu hendak menyerang Tom dari belakang.


Bug,


Pria yang mendapatkan tendangan itu langsung menoleh ke arah Nicko. "Sialan!" Umpatnya dan langsung menyerang Nicko. Nicko dengan santai menepis setiap serangan yang di berikan pria itu.


Bug, 


Bug,


Bug,


Satu tendangan melayang ke arah perut pria itu dan satu pukulan tangan meninju wajah itu hingga membuat pria itu oleng dan jatuh.


Uhuk…Uhuk…


"Kurang ajar!" Pria itu mengusap bibirnya yang berdarah karena pukulan keras itu. Tanpa memberikan kesempatan kepada pria itu menyerangnya, Nicko kembali menyerangnya, hingga membuat pria itu kalah telak dan akhirnya lemas tak berdaya dengan tubuh penuh lebam karena pukulan dan tendangan yang di berikan Nicko.


Melihat pria itu sudah tidak berdaya, Nicko langsung menghunuskan pisaunya di perut berulangkali, membuat pria itu langsung mati seketika dengan bersimbah darah di tubuhnya.


Tom pun juga sama, ia juga sudah membunuh pria yang berhadapan dengannya. Setelah selesai membunuh musuhnya, Tom menghampiri tuan mudanya. 


"Apa kamu sudah membereskannya?" Tanya Nicko dan di angguki Tom.


"Sudah tuan," jawabnya.


"Baiklah. Kita tinggalkan tempat ini, dan pergi untuk menemui istri ku."


"Baik tuan," jawab Tom. Namun saat mereka hendak masuk kedalam mobil. Tom mendapatkan laporan bahwa markas mereka di serang oleh sekelompok orang bersenjata.


..


..


Bersambung