ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 34, Jomblo Ngenes.



Nicko mendorong kursi rodanya mendekati Zanna, dan memegang tangan itu. Zanna yang melihat Nicko begitu berani pada nya langsung menepis tangan itu dengan kasar. "Apa yang kau lakukan? Jangan berani mencoba menyentuh ku!"


"Kenapa? Kamu kan istri ku Baby. Wajarkan jika aku menyentuh mu. Coba kau tanya Boy, pasti dia jawab iya," tunjuk ya pada Boy yang ada di belakangnya. 


Zanna menatap Boy, dan Boy mau tidak mau mengangguk. Tapi memang itu lah kenyataan, seorang suami istri memang tidak masalah jika saling berpegangan tangan.


"Menurut saya itu memang hal yang wajar nona, jika tuan menyentuh anda. Bahkan lebih dari menyentuh, itu adalah hal yang wajar karena anda adalah istri tuan," jawab Boy dengan kata ambigu.


Nicko yang mendengar itu mengacungkan jempolnya. "Kau akan mendapatkan bonus untuk bulan ini," ucap nya dan membuat Boy senang setengah mati.


Sedangkan Zanna yang mendengar mengartikan jika Nicko berhak menyentuh dan menjamah tubuhnya. Mengkhayalkan itu, ia bergidik ngeri. "Tidak, tidak! Itu tidak akan terjadi," batinnya sambil menggelengkan kepala. 


Nicko dan Boy yang melihat hanya saling pandang, melihat Zanna yang berungkali menggelengkan kepala. "Aku yakin dia memikirkan hal mesum," batin nya dan tersenyum kecil.


"Baby jangan memikirkan hal mesum disini. Setelah kita pulang, aku akan memuaskan mu di ranjang," ucap Nicko tanpa rasa malu. 


Wajah Zanna langsung memerah, 


Bugh,


"Pergi saja kau ke neraka!" kesal nya menendang kaki Nicko dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Nicko yang melihat Zanna pergi, mengelus kakinya yang sedikit sakit karena tendangan istri nakal nya itu. "Benar-benar wanita bar-bar," gumamnya. Dan setelah itu meminta Boy untuk membawa nya menyusul wanita nya. 


Zanna yang sudah berada di dalam mobil bersedekap dada dengan wajah bersungut-sungut. "Dasar pria sialan! Berani nya mengatakan hal memalukan itu. Mulutnya benar-benar membuat ku kesal. Apalagi wajah nya yang sok ganteng itu. Eh, tapi dia memang ganteng sih," Gumam nya menyadari jika suami nya memang lah tampan.


"Apa yang kau pikirkan Zanna! Jangan pernah terpesona dengan wajah iblis sialan itu," Zanna mengacak rambutnya sendiri, saat mengingat dia mengagumi ketampanan suami nya itu.


Tak lama, Nicko dan Boy sampai. Supir dan Boy membantu tuan nya untuk masuk kedalam mobil.


Sebenarnya Nicko bisa sendiri. Tapi dia akan menyembunyikan semuanya tentang dirinya yang sudah berjalan kepada semua nya. Demi mengetahui siapa sebenarnya istri nya itu. Selama berbulan-bulan dia memerintahkan anak buahnya menyelidiki siapa Zanna, mereka hanya menemukan Nana adalah gadis biasa tanpa bakat apa pun.


Dan untuk mencari informasi itu, Nicko menyembunyikan kesembuhan nya agar tidak membuat Zanna curiga jika dia akan di awasi oleh suaminya itu.


Nicko duduk di samping Zanna yang memasang wajah dingin dan kesal nya. Nicko benar-benar di buat tidak tahan dengan gadis cantik di sampingnya. "Kenapa, masih marah dengan ku?" Tanya Nicko menatap Zanna.


Zanna diam, tidak menjawab pertanyaan itu. Dia malah meminta supir untuk melajukan mobil nya, mengacungkan pertanyaan suaminya. "Jalan pak."


"Baik nona," jawabnya dan melajukan mobilnya.


"Aku bertanya kepada mu, kenapa tidak menjawab nya?" tanya Nicko lagi memegang bahu Zanna agar menghadap nya.


"Lepas! Apa-apaan sih," Zanna meronta, mencoba melepas tangan Nicko yang ada di bahunya.


"Aku tidak akan melepaskan mu," jawab Nicko dan menarik tengkuk Zanna dan mencium nya. Ia tidak peduli jika Zanna akan marah dengan nya. Yang saat ini ia inginkan adalah mencium wanita yang selalu membuat hati dan pikirannya kacau.


"Emh….," Zanna mencoba melepas ciuman itu, memukul dada pria yang menciumnya dengan paksa di depan dua orang yang duduk di depan nya. Siapa lagi jika bukan Boy dan sang supir yang tidak berani menoleh dan bersuara.


Kedua orang itu nampak kaku dan menelan ludah, takut kehadiran mereka mengganggu tuan nya yang seperti nya sedang di mabuk cinta itu. Mereka berdua seakan menahan napas, takut napas yang mereka keluarkan menganggu kenikmatan tuan mereka.


Sedangkan Zanna yang di cium terus memukul. "Sialan! Mesum. Apa dia tidak malu dengan mereka berdua," batin Zanna yang sesungguhnya malu, karena Nicko menciumnya di depan orang.


Ya, walaupun Zanna ketua Mafia dulunya. Ia tidak pernah dekat dengan seorang pria dan melakukan hal berlebihan seperti itu. Bahkan berciuman saja baru ia lakukan dengan Nicko saat itu.


Kedua nya pun akhirnya hanyut dalam kenikmatan tanpa memperdulikan dua manusia yang mereka anggap patung.


Boy dan supir itu ingin sekali menangis. Mereka seakan tidak kuat berada di dalam satu mobil dengan tuannya yang sedang bermesraan.


"Tuhan, aku juga ingin seperti tuan. Turunkan lah bidadari buat ku untuk merasakan cinta dan kenikmatan," batin boy jomblo abadi.


Sedangkan supirnya terbayang wajah istri yang berada di rumah. "Aku harus segera pulang dan meminta jatah pada istri tercinta ku."


Nicko yang berada di belakang mereka tidak bisa menghentikan kegiatan nya, ingin lebih dan lebih. Cukup puas dengan bibir manis istrinya. Nicko kini menjelajahi leher putih yang menggiurkan itu. Ingin sekali ia memberikan stempel kepemilikan di setiap inci kulit istrinya.


Ia mencium dan menji-lat kulit itu serta menggigitnya dengan pelan.


Arh….


De-sah Zanna lolos dari bibirnya. Boy dan supir itu yang mendengar, bulu kuduk mereka meremang, ikut terang-sang dengan suara merdu nona mudanya.


"Sialan! Kenapa tidak di rumah saja sih tuan. Aku ini jomblo, jomblo ngenes! Jangan buat aku main solo," kesal nya pada tuannya yang tidak tahu tempat bermesraan.


Nicko melirik ke arah dua manusia yang ia anggap batu. Saat melihat wajah merah mereka dari kaca, Nicko mengumpat kesal, "Sialan! Dia pasti mendengar suara merdu wanita ku." 


Nicko menghentikan nya dan memukul kursi mereka berdua. "Kalian mendengar nya?" Tanya Nicko dengan wajah mengeras.


Boy dan supir itu langsung menjawab dengan spontan. "Mendengar tuan," jawab nya tanpa sadar, bahwa jawaban itu membuat Nicko semakin kesal.


Tak…Tak…


Pukulnya pada kepala mereka. "Beraninya kau mendengar suara indah istri ku. Keluar kalian!" usir  nya dan membuat mereka bingung.


"Eh, kenapa kami harus keluar tuan?" Tanya Boy menoleh ke arah Nicko berharap bos nya tidak menurunkannya di tengah jalan.


"Aku bilang keluar ya keluar," perintahnya dengan nada tinggi.


"Tapi apa salah kami tuan?" Tanya Boy masih tidak tahu kesalahan nya karena ia berani mendengar suara de-sahan Zanna.


Sebenarnya itu bukanlah salah Boy dan supir. Tapi itu kesalahan Nicko yang mesum di saat ada mereka. Tapi bos, memanglah selalu benar. Jadi jika mereka salah, ya tetap salah.


Dan mau tidak mau mereka berdua pun turun dari mobil. Dan Nicko pun meminta Tom untuk menjemputnya. Kedua orang yang sama sekali tidak salah itu, akhirnya dengan terpaksa harus turun. Karena ia tidak mau melihat bosnya bertambah murka dan akhrinya memotong gajian bulanan nya. 


Sungguh malang sekali nasib kalian.


.


.


.


Bersambung.