
Setelah sampai, Tom yang berada di kamar itu langsung pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
Nicko terus menatap Zanna yang mengabaikan nya. "Apakah seperti ini sikap seorang istri kepada suaminya?" tanya Nicko menaikkan alisnya sebelah.
"Apakah kamu berharap aku akan memanjakan mu, memeluk dan mencium mu?" tanya Zanna balik.
"Tentu saja, karena itu yang ku harapkan," jawab Nicko tersenyum penuh arti.
Zanna yang mendengar mendengus, "Huh, jangan harap. Dan jangan berpikir akan menyentuh ku lagi," jawab Zanna dan masuk kekamar mandi meninggalkan Nicko yang tersenyum menyeringai.
Zanna melepas semua pakaiannya dan berendam di dalam bathtub untuk menyegarkan tubuhnya yang nampak kaku. Saat memejamkan mata, dirinya teringat bagaimana dia menikmati ciuman serta cumbu-an Nicko di dalam mobil tadi. Saat sadar akan kemesumannya, Zanna memukul kepala nya sendiri. "Apa yang kau pikirkan? Kenapa memikirkan badjingan mesum itu. Rileks Zanna, rileks. Tenangkan pikiran mu."
Namun beberapa kali mencoba agar tidak mengingatnya, Zanna lagi-lagi teringat sentuhan lembut itu. "Ah, sialan!" kesal nya dan keluar dari bathub dan memakai handuk yang hanya menutupi bagian atas dan bawah nya.
Ia seakan lupa, jika di dalam kamar ada Nicko. Ia berjalan santai sambil mengusap rambutnya yang basah. Ia tidak menyadari jika sepasang mata sedari tadi memperhatikannya dengan pandangan minat.
"Sial! Apakah wanita itu berniat menggoda ku?" pikirnya dalam hati dengan otak yang memiliki pikiran mesum.
Zanna yang masih tidak menyadari, menghubungi Felix, masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya dengan menghadap ke arah jendela.
"Apakah kalian mengerjakan semuanya dengan baik?" tanya Zanna.
"Sudah bos. Oh ya bos, ada hal penting yang ingin ku sampaikan kepada anda," ucap Felix memberitahu.
"Hal penting? Apa itu?" tanya Zanna penasaran.
"Saya tidak bisa menyampaikan di telepon bos. Besok kita bertemu saja di markas. Saya akan mengatakan semuanya," jelas Felix.
"Baiklah, aku akan datang kesana," jawab Zanna.
Saat mereka asyik mengobrol, Zanna tidak menyadari jika pria di belakang nya sudah mengepalkan tangan. Matanya memancarkan api kecemburuan. Dengan perlahan dia berjalan menuju Zanna berdiri. Dan dengan cepat tangan itu langsung memeluk tubuh Zanna dengan erat dan mencium leher, serta mengendusnya secara perlahan.
Zanna yang saat itu sedang telponan dengan Felix menjerit, saat ada seseorang yang memeluknya dengan tiba-tiba.
Arh....
"Ada apa bos?" tanya Felix yang panik karena tiba tiba mendengar jeritan Zanna.
Namun sedetik kemudian, Felix langsung memutus panggilan saat tahu bos nya sedang apa. Ya, Felix mengetahui karena mendengar suara Zanna mende-sah saat Nicko mencum-bu nya.
Zanna yang mengetahui siapa pembuat ulah itu mendorong tubuh Nicko. Namun saat mereka berhadapan dan melihat Nicko berdiri di depannya, membuat Zanna sungguh terkejut.
"Ka...kau!" tunjuk nya
"Kenapa? Kamu terkejut karena aku bisa berdiri?" tanya Nicko yang mengungkap, bahwa dia telah bisa berjalan kembali.
Niatnya ingin menyembunyikan nya dari Zanna, tapi akhirnya tidak bisa, karena rasa cemburu nya yang besar saat melihat Zanna yang nampak asyik berbicara dengan pria lain di depan nya. Dan akhirnya terbongkar sudah semuanya.
"Kau membohongi ku?" tanya Zanna menatap, meminta jawaban.
"Tidak! Aku tidak berbohong kepada mu," Nicko perlahan mendekati Zanna kembali dan memeluk pinggang ramping itu.
Zanna yang mendapatkan pelukan itu nampak risih, ia mencoba melepas pelukan Nicko. "Lepas! Jangan peluk aku seperti ini."
"Lalu kau meminta seperti apa sayang? Mengurung mu di bawah kukungan ku, begitu?" tanya Nicko dengan senyum manisnya.
"Belum lama," jawabnya mencoba mencum-bu tubuh Zanna kembali.
"Apakah kepergian mu karena ini?" tanya Zanna masih penasaran. Dan di jawab dengan anggukan.
Merasakan harum yang menyegarkan dari tubuh istrinya, Nicko benar-benar ingin lebih. Ia mendaratkan ciumannya di bibir Zanna dengan lembut, menekan tengkuk agar Zanna tidak memberontak.
"Ah, kenapa begini lagi? Dan lagi-lagi ciuman ini membuat ku tidak bisa menolak," batinnya menikmati ciuman lembut suaminya.
Entah setan apa yang merasuki Zanna, perlahan Zanna membalas ciuman itu dan malah mengalungkan tangan nya di leher. Nicko yang melihat Zanna membalasnya tersenyum senang.
Nicko pun semakin memperdalam ciuman nya, menye-sap, melu-mat bibir manis itu dengan tangan mengelus punggung yang berbalut handuk kecil itu.
Zanna yang merasakan desiran aneh di tubuhnya semakin memepet kan tubuhnya ke tubuh Nicko. Hingga Nicko merasakan benda kenyal itu menempel di dada, terasa lembut pikirnya.
"Aku ingin lebih," batin Nicko ingin sesuatu yang lebih dari tubuh Istri nya.
Nicko melepas ciuman nya dan turun ke leher dan memberikan kecupan-kecupan kecil yang berhasil membuat Zanna mende-sah berulang kali.
Merasa puas dengan stempel kepemilikan nya, perlahan Nicko membuka handuk yang melilit di dada istrinya. Dan kini handuk putih itu luruh ke lantai tanpa ada yang menahannya. Entah kenapa Zanna sendiri tidak menahan handuk itu lepas dari tubuhnya, ia malah membiarkan begitu saja. Dan membuat Nicko berhasil melihat tubuh indah nya tanpa busana.
Nicko yang melihat itu tentu saja menelan ludah, matanya berkabut penuh gairah, ingin menyentuh semua dan menjadikan miliknya seutuhnya.
Melihat dua gundukan lembut dengan cepat Nicko membungkuk dan mencium nya dengan lembut, serta memberikan jila-tan yang membuat Zanna melayang dan mende-sah terus menerus. Apalagi saat Nicko menyesap buah kecil di ujung benda kenyal itu.
Arh .....
Zanna mere-mas rambut Nicko, meminta untuk memperdalam hisa-pannya. Sedangkan Nicko tak menyia-nyiakan benda empuk satu nya, ia mere-masnya dengan lembut, membuat Zanna semakin melayang.
"Arh...Nic!" racau Zanna mere-mas rambut.
Merasa kurang puas karena berdiri, Nicko membopong tubuh itu ke atas ranjang. Menghempaskan nya dan menindih tubuh polos itu.
Mata Nicko sungguh di penuhi gairah. Ia melepas pakaian dan celananya dan membuangnya ke lantai, setelah itu mengukung tubuh Zanna, menciumnya kembali dengan kelembutan agar Zanna terbuai dengan sentuhannya.
Sentuhan demi sentuhan ia berikan di tubuh istri nakal nya itu, sehingga membuat wanita yang keras kepala itu luluh dan kini bergelinjang karena perbuatan nakal Nicko yang bermain di area inti nya.
"Arh... Nic! Apa yang kau lakukan! Ini membuat ku, Arg...." Tubuh Zanna bergelinjang merasakan sensasi sentuhan yang membuat nya gila. Bagaimana tidak! Nicko menye-sapnya sampai dalam hingga di bagian intinya.
Nicko senang melihat Zanna yang kacau, dan sedetik kemudian tubuh Zanna terangkat karena merasakan sesuatu yang keluar dari miliknya, mendapatkan pelepasan pertamanya.
Hah ....Hah .... Hah ....
Nafas Zanna terengah-engah.
Melihat Zanna yang sudah keluar, Nicko menye-sapnya dan setelah itu naik dan mencium bibir Zanna kembali dengan lembut untuk memulai permainan nya di sore hari.
.
.
Hahaha panas-panaslah kalian.🙈🙈 Autor jadi malu bikin nya🔥🔥🔥
Bersambung