ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 70, Menyerang tempat Leon



Rebecca menatap wajah yang hampir sama dengan Zanna. Entah kenapa ia ingin memberikan penyiksaan terhadap Dena sebagai ganti pelampiasannya terhadap Zanna.


Rebecca berjalan menuju meja, di mana ada sebuah cambuk di meja itu. Dena yang melihat arah berjalan Rebecca dan melihat ke arah meja itu, terkejut saat matanya melihat sebuah cambuk tergulung. Dena yang tahu apa yang akan di lakukan kakaknya terhadapnya, menggelengkan kepala. "Kak, berhenti kak. Ku mohon jangan lakukan itu pada ku," mohon Dena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rebecca mengambilnya dan memukul-mukulkan nya di telapak tangan nya dengan pelan. Ia berjalan menghampiri Dena sambil membawa cambuk di tangannya. Dengan pandangan dingin, Rebecca menatap seolah ingin menelan Dena hidup-hidup.


"Kak!" Dena ketakutan saat melihat Rebecca mendekat ke arahnya. Sedangkan Rebecca tidak peduli melihat wajah ketakutan itu, ia tetap berjalan ke arah Dena.


Ctaar…


Suara cambuk memekikkan telinga saat cambuk itu di cambukkan ke lantai.


Dena yang mendengar ketakutan, tubuhnya bergetar. Ia berharap Rebecca tidak melakukan itu padanya.


Ctaar….


Keringat menetes di kening Dena. Rebecca yang melihat tertawa keras,


Hahahaha………..


Suara nya menggelegar di ruangan itu. Suara yang membuat Dena sangat ketakutan. Rebecca mengangkat cambuk nya ke atas dan mencambukkan nya ke arah ke arah Dena.


Ctaar….


Argh, teriak Dena dengan keras dan dengan mata tertutup rapat. "Eh, kenapa tidak sakit?" Batin Dena berpikir karena tubuhnya tidak merasakan sakit saat cambuk itu mencambuk nya. Namun karena penasarannya, Dena perlahan membuka matanya. Di lihatnya tangan yang memegang cambuk itu berada di sampingnya, ternyata Rebecca tidak melayangkan cambuk itu di tubuhnya, melainkan ke arah lantai.


Dena menatap kakaknya yang ada di depannya. "Kak, ku mohon jangan lakukan ini pada Dena," mohon Dena dengan wajah memelas nya.


"Apa kau takut?" Tanya Rebecca membuat Dena langsung mengangguk, karena dirinya memang benar-benar takut. Melihat Dena yang mengangguk, lagi-lagi Rebecca tertawa keras.


"Hahaha…..aku suka jika kamu memang takut. Tapi aku ingin melihatnya sendiri, apakah kamu takut atau tidak dengan cambuk ku."


Ctaar….


Rebecca mengayunkan cambuk itu di tubuh Dena dengan kuat, membuat Dena berteriak keras karena kesakitan.


Argh..!!!!


"Hahaha…..berteriak lah! Ayo berteriak."


Ctaar….


Ctaar….


Beberapa kali Dena di cambuk oleh Rebecca membuat baju sekolah yang di pake Dena, sobek. Teriakan Dena karena rasa sakit memenuhi ruangan itu, tapi tetap saja tidak membuat Rebecca berhenti. Ia seakan gila saat mendengar suara itu, membayangkan suara itu adalah milik Zanna. Hingga tangannya tak berhenti mengayunkan cambuknya ke arah tubuh Dena. Dan membuat Dena tak berdaya karena siksaan itu.


Namun saat sadar bahwa itu bukanlah Zanna, Rebecca membuang cambuknya. Kesal karena ternyata itu adalah Dena. Matanya melihat tubuh Dena yang penuh luka, namun sama sekali tak terbesit rasa penyesalan saat melihat tubuh gadis remaja itu terluka. Ia malah berdecih, seolah mengatakan jika Dena sangat lemah hanya terkena beberapa cambukan nya.


Rebecca memegang dagu itu, menganggap wajah itu agar menghadapnya. Wajah Dena begitu pucat, matanya sayu saat melihat wajah kakak tirinya.


"Kak," panggil Dena dengan lirih.


Rebecca hanya diam menatap Dena, setelah itu melepas kasar. Pergi beranjak dari tempatnya. "Jaga dia, jangan biarkan dia mati sebelum aku membunuh kakaknya," perintahnya pada anak buah kekasihnya.


"Baik nona," jawab mereka mematuhi.


.


.


Di Nicko berada. Zanna benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Dena. Ia berdoa semoga tidak terjadi sesuatu dengan adiknya itu.


"Apakah belum menemukannya?" Tanya Zanna pada Nicko 


"Sebentar lagi. Chris pasti akan mendapatkan siapa pelakunya?" Ucap Nicko mencoba menenangkan istrinya.


"Baiklah, aku akan menunggu. Tapi setelah tahu siapa orang nya, aku tidak akan segan untuk membunuh nya," Zanna mengepalkan tangan. Berharap orang itu tidak melukai adiknya. Jika sampai itu terjadi tamatlah riwayatnya.


Cukup lama mereka menunggu Chris meretas CCTV setiap jalan yang mungkin saja membawa Dena, kini akhirnya Chris menemukan keberadaan Dena berada. 


"Bos, kami sudah mengetahui dimana orang itu berada. Mereka membawa Nona Dena ke sebuah bangunan tua, sedikit jauh dari jalan raya. Akan saya kirim alamatnya kepada anda," jelas Chris di panggilan.


"Baiklah, bawa beberapa orang untuk menemani ku kesana. Untuk mu tetaplah mencari kepastian pria itu," perintahnya.


Zanna dan Nicko yang mengetahui dimana Dena berada langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sakit. Zanna tidak peduli dengan lukanya, yang saat ini ia pikirkan adalah keselamatan adik nya.


Mereka berdua bertemu dengan anggota nya di jalan, dengan membawakan senjata untuk mereka berdua. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya menuju bangunan tua itu.


Sesampainya di bangunan tua itu, mobil Nicko langsung menabrak pagar besi hingga membuat pagar itu rubuh dan mengagetkan penghuninya. Beberapa orang yang berjaga langsung siap siaga melihat seseorang yang menerobos masuk di tempatnya.


Mereka menembakkan senjatanya langsung ke arah mobil Nicko dan anak buahnya. 


Door…


Door…


Door…


Nicko dan yang lainnya yang mendapatkan tembakan itu langsung keluar dari mobil, membalas tembakan itu lebih sengit.


Door…


Door…


Door…


Argh……!!


Teriak beberapa orang itu saat mendapatkan tembakan kelompok Nicko.


Setelah membunuh penjaga yang menjaga di luar bangunan, Nicko dan Zanna serta yang lainnya langsung masuk ke dalam bangunan itu.  


Dengan sembunyi-sembunyi mereka mencari aman, dan sesekali akan menembak jika mereka melihat orang yang berjaga. 


"Sudah aman bos," ucap anak buah Nicko melihat jalan yang akan mereka lewati.


"Terus maju, cari keberadaan Dena," perintah Nicko 


"Baik bos," jawab anak buah Nicko berjalan lebih dulu. 


Saat mereka sampai di ruangan yang cukup luas, di lihatnya beberapa orang berdiri, berbaris menjaga sesuatu. Anak buah Nicko tidak membiarkan mereka hidup begitu saja. Mereka langsung menyerang orang-orang itu.


Door…


Door…


Door…


"Penyusup!!!" teriak anak buah Leon saat mengetahui ada penyusup yang masuk kedalam bangunan tua itu.


Perkelahian dan adu tembak pun kembali terjadi di ruangan itu. Leon dan Rebecca yang ada mendengar ada keributan langsung keluar dari ruangan nya, melihat apa yang sebenarnya terjadi. 


Saat mereka berdua di tempat perkelahian itu, mata keduanya melotot tidak percaya dengan apa yang terjadi, bahwa ada penyusup yang menyerang tempatnya.


Leon yang tidak ingin melihat banyak anak buah nya mati langsung mengambil besi yang ada di sampingnya, berjalan ke arah Nicko yang menghajar anak buahnya.


Bug,


Kepala Nicko di pukul dengan keras dengan besi itu, hingga membuat Nicko pusing. Nicko menggelengkan kepalanya untuk mengusir pusing di kepalanya. Leon yang melihat tidak memberikan kesempatan, ia kembali melayangkan pukulannya ke arah punggung itu. Namun dari arah samping, Zanna yang melihat menjadi marah, ia berlari dan menendang tubuh itu hingga tubuh Leon oleng. 


Bug,


"Sialan!" Umpat Leon kesal saat dirinya di tendang. Leon melihat siapa yang berani menendangnya, saat tahu siapa pelakunya, rahangnya mengeras karena itu adalah seorang wanita.


.


.


Bersambung


Maaf baru up, sinyal susah karena mati lampu.🙏🙏🙏