ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 71, Membuat Takut Rebecca



Leon Menatap tajam Zanna yang berani menendang nya, ia berlari ke arah Zanna sambil membawa tongkat besinya.


Bug,


Leon memukul lengan itu saat zanna menangkis pukulan itu.


Sst….Zanna menahan sakit saat lengan nya terpukul benda keras itu. Pertarungan pun terjadi, mereka berdua bertarung cukup sengit. Pukulan dan tendangan selalu mereka layangkan untuk menjatuhkan satu sama lain.


Nicko yang sepenuhnya sudah sadar, melihat ke arah Zanna. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras, saat tahu Zanna bertarung dengan pria yang membawa besi di tangannya.


"Sialan!" Umpat Nicko. Ia melihat sekeliling, mencari sesuatu untuk ia gunakan melawan Leon. Matanya melihat sesuatu, sebuah rantai panjang, ia pun mengambilnya, melilitkannya di tangannya. Dan setelah itu berlari meninju Leon saat Leon hendak memukul Zanna 


Bug,


Pukulan kuat Nicko layangan hingga membuat Leon mundur beberapa langkah. 


"Badjingan!" Umpat Leon saat Nicko menyerangnya. 


Leon pun maju, menyerang Nicko, memukulnya menggunakan besi panjang nya. Nicko menghalau dengan rantai yang diikatkan di tangannya. Sesekali rantai itu di panjang kan kembali dan di cambukkan nya ke tubuh Leon.


Bug,


Bug,


Argh….


Hah….hah….hah….


Dengan nafas terengah-engah Leon kembali menyerang Nicko, tidak ingin kalah dengan pria itu. Pertarungan keduanya pun terbilang sengit, mereka sama-sama memiliki kekuatan besar untuk bisa menjatuhkan satu sama lain.


Sedangkan Zanna melihat ke arah lain, senyum seringai terbit di bibirnya. Ia berjalan ke arah Rebecca yang berdiri melihat pertarungan Nicko dan Leon.


Saat Zanna mendekat ke arah Rebecca, Rebecca menoleh. Di lihatnya Zanna berjalan ke arahnya sambil melemaskan kepalan tangannya.


Rebecca yang melihat Zanna berjalan ke arahnya, terkejut. Buru-buru ia pergi, berlari menjauh dari Zanna. Zanna yang melihat Rebecca berlari menghindari nya langsung mengejar wanita yang menjadi target nya itu. Saat cukup dekat. Zanna melompat, menendang punggung Rebecca hingga tersungkur di lantai.


Zanna yang melihat Rebecca tersungkur di lantai, dengan cepat ia menginjak punggung itu. "Mau kemana kau?" tekannya di punggung indah itu.


"Lepaskan aku! Dan singkirkan kakimu dari tubuhku," Rebecca mencoba bangun, namun Zanna malah masih menekan hingga membuat Rebecca merintih kesakitan.


"Dasar jala-ng sialan! Lepaskan aku!" Rebecca terus meronta berharap bisa lepas dari injakan kaki Zanna.


Zanna tersenyum remeh. Ia berjongkok masih dengan kaki menginjak punggung Rebecca. Zanna menarik kuat rambut Rebecca hingga membuat Rebecca mendongak menatapnya.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu sialan! Tidak akan," jawabnya menarik dengan lebih kuat.


Argh!!! Teriak nya kesakitan sambil tangannya menahan tangan Zanna agar tidak terlalu kuat menarik rambut nya.


"Katakan, dimana Dena sekarang?" Tanyanya masih dengan menjambak rambut panjang itu.


"Tidak akan ku katakan," jawabnya dan langsung mendapatkan tamparan di wajahnya 


Plak,


Argh!!


Lagi-lagi Rebecca hanya bisa berteriak dan menjerit saat mendapatkan siksaan kecil Zanna.


Kesal karena tidak mendapatkan jawaban, Zanna menarik paksa rambut itu, membawanya ke suatu ruangan agar mempermudahkan nya untuk menyiksa. Namun saat sampai di ruangan itu, dirinya di buat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Dena," Gumam Zanna.


Melihat keadaan adiknya yang sangat mengenaskan, penuh dengan luka di tubuhnya, Zanna mengepalkan tangannya, marah dengan apa yang di lihat oleh kedua matanya.


Zanna menoleh, menatap Rebecca dengan pemandangan tajam. "Beraninya kau membuat adikku seperti itu!" Marahnya dan menampar pipi Rebecca dengan kuat.


Plak,


Argh!


Dua orang yang berjaga di ruangan itu langsung berlari ke arah Zanna, menyerangnya karena telah melukai nona nya.


Zanna yang melihat dua orang datang menyerangnya langsung menangkis pukulan itu.


Bug,


Dua orang itu kembali menyerang dan Zanna pun sama. Kedua belah pihak pun bertarung untuk mengalahkan satu sama lain. Menendang, memukul serta menangkis. Pertarungan mereka cukup sengit dan Rebecca yang ada di tempat itu hanya melihat, berharap Zanna kalah oleh anak buah kekasihnya itu.


Bug,


Bug,


Bug,


Zanna menendang pria itu hingga terjatuh. Kesal karena ada yang mengganggu nya, Zanna mengeluarkan pisaunya yang ia ambil dari pahanya. Di pegangnya pisau itu dan berlari menyerang satu pria yang terjatuh itu.


Pria itu yang melihat menghindar, menggulingkan tubuhnya saat Zanna ingin menghunuskan pisau nya di tubuh. Zanna yang melihat tersenyum menyeringai. 


"Berani mengganggu ku, bersiaplah untuk mati!" Zanna tidak memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk mengalahkan nya. Zanna terus menyerang, mengayunkan pisau nya ke arah dua pria itu.


Cuus….


Cuus….


Zanna berhasil menancapkan pisaunya, melukai tubuh keduanya di lengan saat mereka ingin memukul Zanna.


"Argh, brengsek!" Ucapnya meringis karena sakit di lengannya.


Tidak terima karena Zanna berani melukai mereka, mereka berdua menyerang kembali. Namun bukannya dirinya bisa menyentuh Zanna, melainkan Zanna malah terus menancapkan pisaunya, melukai tubuh mereka. Dari punggung, paha dan pinggang.


Rasa sakit yang mereka rasakan membuat mereka merintih, darah keluar dari tubuhnya. Membuat wajah mereka berdua pucat. Melihat hal itu, Zanna berjalan bagaikan malaikat pencabut nyawa. Berjalan dengan pandangan dingin sambil memegang pisau di genggaman tangannya. 


"Jangan mendekat!" Pinta kedua pria itu. Namun Zanna tidak menghiraukan, ia terus berjalan dan setelah itu menendang tubuh mereka dengan kuat.


Bug,


Bug,


Ugh, lenguh mereka karena mereka terguling oleh tendangan itu.


Satu orang Zanna tekan menggunakan kakinya tepat di kepala, "Apakah kau tahu siapa yang melukai gadis itu?" tunjuknya pada Zanna. Pria itu mengangguk, tau siapa pelakunya. "Katakan!" Bentak nya.


"Nona, nona Rebecca pelakunya," jawab pria itu dan Zanna langsung menoleh, menatap Rebecca dengan pandangan membunuh.


"Beraninya dia," marahnya dengan rahang mengeras, hingga giginya gemerutuk.


"Jangan bunuh saya nona. Saya hanya diperintah untuk menjaga saja. Jadi ku mohon ampuni kami," mohonnya. Namun Zanna malah menaikkan sebelah alisnya, tanda tidak peduli.


Bug,


Zanna menendang tubuh itu dan membuat pria itu terlentang. Zanna menginjak perut itu dan setelah itu menancapkan pisaunya dan dada pria itu berulang kali hingga membuat pria itu tewas.


Satu pria yang melihat rekannya mati, mencoba kabur. Namun saat beberapa langkah pria itu berjalan, Zanna berlari dan menendang tubuh itu hingga tersungkur. 


"Mau lari kemana kau?" Zanna menendang pria itu terus menerus hingga membuat pria itu menjadi lemas tak bertenaga. Melihat itu Zanna menarik pria itu untuk berdiri. Tubuh pria itu yang sudah lemas hanya bisa pasrah, sempoyongan. Zanna memukul perut itu dengan kuat hingga membuat pria itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Bug,


Ugh,


Zanna menoleh ke arah Rebecca, senyum mengerikan muncul di bibirnya. Rebecca yang melihat menelan ludah. Tubuhnya gemetar apalagi saat melihat Zanna yang begitu mengerikan. Zanna menusukkan pisaunya berulang kali di perut pria itu, hingga darah melumuri tangannya.


Setelah membunuh pria itu. Zanna menatap Rebecca, berjalan dengan pelan dengan pisau yang ada di tangannya penuh dengan darah.


Glek,


Tubuh Rebecca benar-benar gemetar karena takut. Perlahan ia berjalan mundur. Melihat itu Zanna berjalan semakin cepat untuk menangkap Rebecca.


.


.


.


Bersambung