Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Bosan Mulai Mengikutimu



Chapter 9: Bosan Mulai Mengikutimu


[1]


Aika Hanya Tergeletak DiLantai Dapur Dengan Asap Yang Keluar Dari Kepalanya.


Kyouko, Akari, Dan Chinatsu Melewatinya Bagai Kucing Yang Sedang Tidur.


"Aika-san...Kau Baik Baik Saja?"


Akari Tidak Mendapatkan Jawaban Atas Pertanyaannya Lalu Pergi Ke Ruang Utama Dengan Muka Khawatir


Kyouko Membuka Pintu Utama Dengan Sedikit Suara *kreek Dan Melihat Yui Duduk Dikasurnya Sambil Sedikit Menunduk Ngantuk


Mendengar Suara Pintu, Yui Langsung Bereaksi


"Aika-san??"


Mengira Kalau Hanya Ada Dia Dan Tetangganya, Yui Melihat Teman Teman Sekolahnya Dengan Sedikit Kaget


"UWAHHHH!!!!!!YUI-SENPAI SUDAH DIPENGARUHI!!!!!!"


"Eh, Teman Teman...Kenapa Kalian Kesini??"


"Kami Niat Kesini Mau Ke Nonton Film Yang Kamu Katakan Tadi Malam, Kalo Sudah Seperti Ini Sih, Kalau Begitu Kami Akan Menjagamu, Hehe"


Kyouko Dengan Mata Bersinarnya Hanya Ingin Menjemput. Tapi, Melihat Kondisi Yui Yang Sedang Sakit, Tentu Saja Kesehatan Diutamakan. Karna, Kyouko Menjadi Sahabat Yui Bukan Karna Banyak Bermain Bersama, Tapi Selalu Bersama Suka Maupun Duka Dan Selalu Menghibur Yui, Walaupun Sebaliknya


"Maaf Ya, Aku Tidak Enak Badan Sejak Pagi"


Chinatsu Melompat Lalu Memeluk Meluk Yui Dengan Erat Tanpa Khawatir Akan Ikut Sakit


Dengan Ekspresi Muka Khawatir


"Yui-senpai, Chinatsu-chan Ini Akan Menjagamu Seharian Penuh, Jadi Jangan Khawatir Ya?"


"Eh, Tapi, Chinatsu-chan. Nanti Kamu Ikutan Sakit Lhoo"


"Tidak Apa Apa, Aku Rela Sakit Demi Yui-senpai Sembuh, Makanya, Peluklah Aku Seharian"


[2]


Aika Tersadar Dari Pingsannya....Dia Mendengar Suara Ribut Diruang Utama Ketika Berusaha Duduk


"Itteeeee, Salah Apa Aku Ini Sampai Dibuat Pingsan"


[Dia Kehilangan Kesadaran Untuk Beberapa Saat]


Aika Memegang Kepalanya Sambil Berusaha Berdiri


"Jadi Mereka Teman Funami-san ya, Biarlah Jika Mereka Benci Padaku, Aku Tidak Terlalu Peduli"


Aika Hanya Bergumam Sambil Membawa 3 Gelas Biasa Dari Rak Dan Menuangkan Air Jernih Ke 3 Gelas Itu, Lalu Menaruhnya DiNampan Dan Pergi Ke Ruangan Utama


Pintu Ruangan Utama dibuka Dengan Suara Kecil


4 Gadis Melihat KeSumber Suara Dan Melihat Seorang Pria Dengan Baju Lengan Panjang Hitam Dan Celana Olahraga Merah


"Yui-senpai, Siapa Orang Mesum Yang Ada Dikamarmu Ini??"


"............."


Aika Hanya Menatap Chinatsu Dengan Muka Datar Untuk Tanggapannya Soal Dirinya Yang Sudah Membantu Selama Ini....


"Bukan Begitu, Chinatsu-chan. Aika-san Sudah Merawatku Dari Pagi, Aku Ketiduran Di Dapir Pagi Tadi, Dan Dia.....Membantuku"


"Tidak Usah Dipikirkan, Funami-san. Omong Omong Kalian Semua, Bisakah Kalian Menjaga Funami-san, Aku Belum Makan Soalnya"


Aika Tersenyum Sambil Menaruh Nampan Berisi 3 Gelas Dimeja tengah Ketika Yui Berkata...


"Aika-san......Terimakasih Banyak (Hontou Ni Arigatou)"


"Kalau Ada Masalah, Kau Bisa Memanggilku Disebelah Dan..."


Aika Mendekati Yui Dan Mendekatkan Mulut Ke Telinga Yui (Walaupun Tidak Terlalu Dekat) Ketika Yui Sedang Di Kerumuni Oleh Teman Temannya Dan Berbisik....


"Aku Menaruh Kertas Catatan Dibawah Bantalmu Saat Kau Tidur, Jalan Lupa Dibaca Kalau Aman"


Aika Kemudian Berdiri Tegak Dan...


"Kalau Begitu Aku Duluan, Sampai Jumpa Semuanya"


Aika Pergi Dari Kamar Tetangganya Itu


"Kalian....Akrab Sekali Ya"


"eh, Ti-tidak, Kami Hanya Tetangga Biasa Dan Dia Kebetulan Melihatku...Ketiduran"


Chinatsu Hanya Diam Membeku Dengan Es DiSeluruh Badannya Seperti Hatinya Sudah Membeku Saja


Kyouko Pun Hanya Tersenyum Akrab Setelah Memberikan Pertanyaan Itu Pada Yui Dan Memeluk Yui


"Syukurlah Kau Baik Baik Saja, Aku Sempat Khawatir Saat Mendengar Kau Sakit Tadi"


"Akari Juga, Syukurlah, Yui-chan Udah Baikan"


Akari Berbicara Dengan Bahagia Dengan 2 Bola Merah Dirambutnya, Ntah Itu Rambut Atau Hanya Bola Pingpong Diberi Motif Rambut Merah...


".........."


"Terimakasih Semuanya"


[3]


Aika Keluar Dari Kamar Yui Dengan Sedikit Lemas Setelah Menjaga Tetangganya yang Memberi Makanan, Selama 3 Jam Dan Dia Belum Makan Dari Pagi


"Darurat, Mungkin Makan Mie Instan Aja Biar Gampang, Yang Penting Kenyang"


Aika Berjalan Sambil Memegang Perut Dan Masuk Ke Kamarnya


Aika Membuka Laci Di Bagian Atas Ruang Dapur Dan Memasaknya Dengan Segera


"Selamat Makan..."


Aika Memakan Mie Kuah Dengan Rasa Mirip Karinya Dengan Lahap


"Yang Penting Kenyang dulu"


Aika Memakan Mienya Seperti Kucing Meminum Susu,


"Terimakasih Makanannya..."


Muka Datar Aika Lagi Lagi Muncul, Ntah Apa Yang Dia Rasakan Ketika Memakan Mie Instan Terus Menerus


Sambil Membawa Mangkuk Ke Wastafel Dan Mencucinya, Aika Masuk Ke Kamar Mandi, Tentu Saja Untuk Mandi, Bukan Untuk......


________________________


Aika Keluar Dengan Segar Kedapur, Masuk Ke Ruang Utama Dan Membawa Baju Ganti Lalu Memakainya Di Jam 11 Ini


Aika Memakai Baju Kaos Putih Dengan Kemeja Hitam Dengan Garis Garis Biru Gelap Diagonal Dan Celana Hitam.


Aika Berniat Pergi Keluar, Hanya Sekedar Jalan Jalan Dan Tidak Menghabiskan Uang DiToko Toko. Aika Membawa Buku Light Novel Lanjutan Dari Yang Sebelumnya Dan Meletakkannya Di Saku Dadanya Yang Cukup Besar Dengan Cara Membulatkan Buku A5 Tersebut, Omong omong, LN Yang Dibaca Aika Kemarin Adalah Volume 6 Dan Sekarang Dia Membaca Volume 7 Dan Baru 1/4


"Uang Ada 4000 yen, Dan di buku Masih Ada Banyak, Mungkin Kelas 3 Nanti Aku Harus Kerja Part Time, maah… itupun kalau Aku Tidak Dikirimin uang Lagi"


Aika Memakai Sepatu Casual Warna Hijau Dan Alas Samping Putih, Lalu Membuka Pintu Dan Menguncinya


Aika Berjalan Ke Luar Apart Dan Berjalan Jalan Santai


Dia Sampai Ditaman Yang Sering Dia Datangi Dihari Libur Dan Duduk Di Bagian Pojok Taman Di Bangku Taman Biasa


"Ternyata....Duduk Ditaman Dan Bertemu Seorang Gadis Itu, Bukan Cuma Rumor...."


Dia hanya Kebetulan Sering Duduk, Dia Tidak Ada Niatan Percaya Pada Kabar Burung Seperti Itu Yang Dulu Pernah Dia Dengar Dan Berharap Hidup Damai Tanpa Masalah.


Memang, Aika Masih Hidup Damai Sampai Sekarang, Tapi Dia Merasa ada perbedaan Dengan Kehidupannya Sekarang Dengan Tetangga yang Seumuran Dengannya


Aika Membaca Buku LNnya Dan Fokus, Sambil Mencari Tempat Teduh.


Ditaman Itu Terdapat Tempat Bermain Dan Anak Anak Sedang Bermain Disana Dengan Gembira


90 Menit Berlalu


Aika Sudah Mencapai Pertengahan Halaman Dari Bukunya Dan Seperti Biasa Menaruh Uang 1000 yen Yang Dibuat Tipis Dipertengahan Halaman Itu Dan Menutup Bukunya Karna bosan.


Aika Melihat Ke Atas Pohon Diatas Bangku Dan Dirinya Menyilangkan Kakinya


Anak Anak DiTaman Masih Bermain Tapi Jumlahnya berkurang


"Anu..."


Seorang Gadis Kecil Berbicara Pada Aika,


Gadis Ini Memakai Baju Putih Dengan Sedikit Kotor Tanah Dan Rok Panjang Warna Merah Solid


"An........"


Gadis Kecil Ini Hampir Menangis Dan Dia Mengambil Kertas Dari Saku Rok Panjangnya


"Kenapa Gadis Kecil (Ojou-chan)??, Kamu Tersesat?"


Aika Menundukkan Badannya Dan Menyesuainya Kepalanya Sejajar Dengan Gadis Kecil Ini Dan Berkata Dengan Lembut


"Iya,D-dan, Kata Kakakku (Onee-chan), Kalau Aku Tersesat, Aku Tinggal Memberikan Kertas Ini"


"Tersesat Ya, Coba Aku Lihat....Hhhmmm..Baiklah, Aku Akan Berusaha Mencari Alamatnya. Namaku Aika, Kalau Gadis Kecil Sendiri?...."


"Kaede"


"Kaede-chan Ya, Baiklah, Aku Akan Mengantarmu Kerumah, Ayo"


"Ba-baik"


Aika Bangun Dari Kursinya Dan Sedikit Meregangkan Badannya Lalu Berjalan Mencari Alamat Yang Diberi Oleh Kakak Dari Gadis Kecil Ini Jika Si Gadis Kecil Tersesat


Sigadis Kecil Memegang Kemeja Dibagian Bawah Samping Aika Agar Tidak Tersesat


"Tadi Kamu Bermain, Menyenangkan??"


"Uh, Uh-uh"


Kaede Mengangguk Ketika Orang Yang Mengantarnya menanyakan Hal Itu


"Begitu Ya, Bajumu Kotor Lho, Tidak Akan Dimarahi Kan?"


"Wahh, Kaede Terlalu Senang Bermain Dengan Teman Teman, jadinya Tidak Terlalu Sadar....Gimana Nanti, Kaede Takut Onee-chan Memarahiku"


".......Aku Pikir Tidak Apa Apa, Yang Penting Kamu Senang Waktu Bermain"


"............ Uh"


Kaede Mengangguk Semangat Sementara Aika Menengok Kiri Kanan Untuk Mencari Jalan


................


.....................


.........................


"Lumayan Jauh Juga Ya"


"Kaede Tidak Sadar, Ternyata Kaede main Sejauh Itu"


"Etto... Perumahan xx......Perumahan xx.....Nah"


Aika menunjuk Ke Bangunan Dibelakang Pohon


"Rumah Kaede-chan Mirip Seperti Itukan"


"Wahhh, Haik(Iya)"


"Sebentar Lagi Sampai"


........Aika Memegang Tangan Kaede Dengan Lembut lalu Berjalan Perlahan Menuju Perumahan Xx Tersebut


[4]


"Ah, Itu…"


"Kenapa?"


"Itu Sakurako-nee-chan! Temannya Onee-chan!"


"Begitu Ya… Kalau Gitu, Sampai Sini?"


"Um! Terimakasih, Onii-san"


"Ah^"


"Membantu Anak Tersesat Ya?, Sesering Apa Aku Mengantar Anak Tersesat?"


Aika Kemudian Berbalik Lalu Berjalan Kembali Menuju Taman Di Jam 1 Siang Yang Panas Ini Dengan Keringat DiRambutnya


"Musim Panas Ya?....Ntah Itu Bagus Atau Tidak"


Anak SMP Ini Terus Terusan Bergumam Sepanjang Jalannya Menuju Taman Yang Agak Jauh Dari Apartnya Lalu Mendekati Mesin Penjual Minuman Otomatis Dan Membeli Kopi Moca Kalengan


"Mungkin Nanti Aku Harus Bersenang Senang Sambil Menghabiskan Uang Sisaku Didompet....Tapi Kira Kira Kemana??"


Aika duduk Dikursi Taman Dan Membuka Tutup Kaleng Lalu Meminumnya Dengan Lambat Agar Tidak Tersedak


Dia Dengan Santai Menempatkan Kaki Kanannya Dikaki Kirinya Lalu Menyandarkan Seluruh Tubuh Dan Kepalanya Di Bangku Taman Tersebut


(Hhhhmmm.... Mungkin Aku Harus Pergi Ke taman Bermain, Tapi… Haah…)


Dia Terus Memikirkan Kemana Dan Dengan Siapa Dia Akan Pergi Bersenang Senang Minggu Depan


Tiba Tiba, Handphonenya Bergetar Dari Saku Celananya Dan Bersuara Piano *Do, Aika Mengambil HPnya, Menyalakan Dan Melihat Layar Yang Menampilkan Mail Dari


"Funami Yui Pada Jam 1:30-an.


Aika Melihat Isi Dari Teks Yang Dikirim Tetangganya Itu...


*Padahal Kau Bisa Langsung Memintanya Padaku Saat Aku Sudah Bangun


Aika Melihat Teksnya Dengan Mata Lebar Namun Langsung Berusaha Menutupinya Dengan Muka Datar -_-


"Kalau Itu Sih...Maaf, Aku Tidak Nyaman Meminta sesuatu Dari Orang Yang Baru Sembuh"


Aika Hanya Bergumam Dan Kini Dia Mencoba mengetik Pesan Dengan Fokus, Dia mengetik


*Sudahlah, Yang Penting Aku Sudah Bisa menghubungimu, Kalau Ada masalah, Beritahu Aku Saja, Itupun Kalau Aku Bisa Dan Kau Mau


Aika memilih Tombol *Kirim Dan Pesan Dikirim Ke Seorang Gadis Bernama Funami Yui Yang Tinggal DiKamar Sebelah


Aika Bangun Dari Bangku Sambil Memasukkan Ponselnya Ke Saku Celananya Dan Berjalan Menjauhi Taman Untuk Pergi Jalan Jalan Tanpa Tujuan......


[5]


Keadaan Yui Sudah Lebih Baik.Saat Ini, Yui Sedang Mengobrol (Dengan baju Piyama putih )Dan Bermain Main Bersama teman Temannya Di Apartnya,


"Jam 2 Nanti Aku Akan Memasak Makanan, Kalian mau Makan Siang Disini??"


"Benarkah Yui?, Padahal Kau Tidak Perlu Memaksakan Diri Lho, Kan Kau Baru Sembuh!


"Tidak Apa Apa, Tubuhku Sudah Seperti Biasanya, Aku Yakin Aku Mampu..."


"Baguslah....Yosh, karna Masih ada waktu 30 Menit, kita main 1 Game Saja Sampe Tamat"


Kyouko Berdiri Dan Berteriak Seperti Berada Di Hutan Rimba Yang Luas, Sedangkan Akari, Chinatsu, Dan Yui Sendiri Hanya Duduk Dan Melihat Kyouko.....


"Kyouko-chan, Kayaknya mustahil Deh"


"Ehh, Kita Lawan Boss Saja, Kita Level 5, Dia Level 90"


"Kyouko, tolong Bersikap Logis....."


[6]


"Terimakasih Makanannya"


"Terimakasih Makanannya"


"Terimakasih Makanannya"


"Terimakasih Makanannya"


"Iyaaaahhhhhh........Kare Buatan Yui Enak Seperti Biasa, Kalo Udah Tua nanti, Rasanya jangan Berubahlah"


"Pasti Berubah, Tapi.......Semo-"


"Ada Apa yui??Muka Mu Merah Lho"


Yui Hanya Teringat Dan Bertanya tanya Kenapa Tetangganya itu Seperti Sering Memggodanya Bila ada Kesempatan, Padahal Aika hanya Bicara Normal Namun Hanya Berbisik


"eh, Ti-tidak, Mu-mungkin Itu Ha-hanya perasaan mu"


"hhhhmmmm.....Maa, Ikah (Yah, biarlah)"


Yui Teringat Sesuatu Dan Mengambil Ponsel Di Atas Laci Dekat Kasurnya...


"Aku Ke Toilet, Sekaligus mandi"


Yui Berdiri Perlahan Agar Sakit Dikepalanya Tidak Keluar, Membuka Lemari Baju Dan Dia masuk Ke Toilet.


Dia Membuka Ponsel Lipatnya, menyalakannya Dan Masuk Ke Aplikasi Pesan, Yui Melihat Kertas Catatan Kecil Yang Berisi Alamat Email Tetangganya, Yui Memasukkan Alamat Email Aika Kedaftar Teman Dan Mencoba Mengetik Pesan


(Kira Kira... Aku Harus Ngetik Apa Kalau Pertama kali Nge-Mail??)


Mata Yui Berkedut Dan Yui Mulai Mengetik Dengan santai.....


"Yosh, Kirim..."


Yui Menutup Ponselnya Dan Masuk Ke Toilet Lalu Mandi


[7]


Yui Keluar Memakai Baju Kemeja Merah Dan Rok Hitam Pendek Sambil Mengeringkan Rambutnya dengan Handuk Kering


"Maaf Lama....Are, Kemana Chinatsu-chan Dan Akari??"


"Ohh, Mereka Beli Jajan Ke Toko"


"Begitu Ya..."


Yui Duduk Lali Merogok Ponselnya disaku Roknya Dan Melihat Mail Baru Beberapa Menit Lalu Dilayarnya Dan Mencoba Melihat Isinya


From: Aika Noru


Subjek:---


*Sudahlah, Yang Penting Aku Sudah Bisa menghubungimu, Kalau Ada masalah, Beritahu Aku Saja, Itupun Kalau Aku Bisa Dan Kamu Mau!


(Rasanya Dia Seenaknya Saja....Biarlah, Semoga Aku Akrab Dengannya)


Yui Tersenyum Saat Melihat Layar Ponselnya Dan Membuat Kyouko Bingung


"Ada Apa Yui?, Senyam-Senyum Begitu?"


"eh, Tidak Ada Apa Apa Kok, Omong-omong, Akari Dan Chinatsu-chan Udah Dari Tadi, Ya?


Rasanya Mereka Bakalan Lama


"Ntahlah...Kalau Begitu Kita maen Game Lagi!YUI!! AYO BERTANDING!!"


".......Yosh!!...Aku Akan Melayanimu Sampai Kau Menyerah!!!"


Yui Dengan Semangat Menjawab Tantangan Dari Sahabatnya Tersebut Dan Bermain Game Sampai Akari Dan Chinatsu Pulang


Sepertinya, Gadis Kita Sudah Sehat


[8]


Sementara itu, Chinatsu Dan Akari Sedang Berjalan Ditrotoar Kanan Sambil Membawa Kantong Yang Agak Besar Berisi Makanan Dan Minuman, Serta buah Buahan Untuk Temannya yang Baru Saja Sakit


"Semoga Saja Yui-senpai Menyukai Buah Buah Ini"


"uh, Yui-chan Kalau Sakit kadang Maksa maksa, Tapi Dia Pasti Akan Menyukainya Bila Sudah enakan"


Sembari Berjalan bersama, Chinatsu Melihat Sesosok Pria Dengan Muka Seperti Anak SMP Biasa Yang Pernah Dilihatnya beberapa Jam Lalu, Sedang Berjalan Didepan Mereka Sekitar 20 Meter.


Pria itu Berjalan Dengan Santai Lalu Berbelok ke Kiri, Dan Menunggu Lampu Merah Agar Bisa Penyebrangi Jalan


[9]


(Ini Adalah Saat Saat Paling Membosankan Dalam Hidupku, yaitu Saat Menunggu Lampu Merah Padahal Tidak Ada mobil Disekitar Sini)


Aika menghembuskan Nafasnya Dengan Lemas


Disepanjang Jalan Yang Dia Lewati, Aika Terus Menerus Memikirkan Tentang 'Kemana aku Akan Pergi Bersenang Senang'


Dan Masih Belum Mendapatkan Jawaban


(Mungkin Aku Harus Punya Hobi Baru,Tapi Ntah Kenapa Aku Tidak Terlalu Tertarik Dengan Apapun Saat In- Tunggu. IDOL Mungkin Bagus Jug-......Ah,Sudahlah)


[anggap aja JKT48)


Aika Berhenti Memikirkan Hal itu Dan Mengambil Ponsel Dengan Tangan Kanannya yang Sedikit Besar di Saku Celananya lalu Membukanya, Dia Menekan Nekan Tombol Dan Layar Menampilkan Nama 'Kashima Tawaka', Aika Menempelkan Ponselnya ke Telinga kanannya


Suara *Beep Berbunyi Beberapa kali Dan Telpon Terangkat


"Moshi Moshi (Halo), Ada apa, Noru? Jarang Jarang Kau Menelponku, Yang Keberapa kali Ini?"


"Ini Pertama kalinya aku Menelponmu, Biarlah. Hey, Aku Mau Coba Bersenang Senang Ke Suatu Tempat, Ada saran Tidak?"


"Ap- Noru Bersenang Senang!!!, Kalau Dipikir Pikir, Noru Memang Orang Yang Membosankan, Benar Juga ya...tapi Aku Di ajak Atau Tidak??"


Lampu Lalu Lintas Berubah Menjadi Warna merah Dan Tanda jalan Kaki Berwarna Hijau Lalu, Aika mulai Berjalan Sambil Menggerakan Tangan Yang Memegang Ponsel Tersebut Ke Bawah Tanpa Mematikan Panggilan Teleponnya


Aika sampai Di Sebrang Jalan Dekat Mini Market Dan Masuk Ke dalam Minimarket Tersebut Lalu Menempelkan Ponselnya ke telinga kanannya


"Oyy, Moshi Moshi....."


"Ah. Boleh Saja, mana mungkin Aku Bersenang Senang Hanya Sendirian, Itu Sama saja bohong"


"Baguslah Kalau begitu....Hhhmmm, Mungkin Kita bisa Ketaman Bermain Zawarashi"


"Zawarashi??.......... Zashiki Warashi?"


"Bukan!"


"Aah, Taman Bermain Yang DiBuka 2 Tahun Lalu Yaa"


"Uwo, Jarang Jarang Kau Tau Hal Seperti Itu!"


"Aku Mengetahuinya saat Sedang Dikelas Dan Mendengar Dari Miyami Dan Teman Temannya Membicarakannya...Kebetulan"


"Begitu Ya....Jadi, kapan Kita mainnya??"


"Aku Niatnya Minggu Depan. Tapi, aku Bingung Tentang Siapa saja orang Yang Akan ikut Nanti?"


Aika Berteleponan Sambil Berjalan Jalan Didalam Minimarket Untuk Mencari Makanan Ringan


"Aku Berencana Mengajak Kau, Trus Tsurugi, Itupun Kalau Tsurugi Bisa Dan Mau, Lalu Yuichi Dan Kase, Kalau mereka Ada dikelas"


"Ok, Nanti Aku Hubungi Lagi Bila sudah Mengajak mereka"


"Tenang Sekali Kau Saat Ini"


".........."


"Terlalu Tenang, Dahlah"


Aika Menekan Tombol Dan Panggilan Berhenti Lalu Memasukkan Ponselnya ke saku Celana


Aika Membawa Sekotak Makanan Manis dari Etalase Dan Minuman Sport Lalu Membawanya kekasir


.....


[10]-Ekstra


Jam Menunjukkan Pukul 7 Malam dan Aika Hanya berbaring dan berguling Di Kasurnya


(Bosannya....)


Aika Selalu Melakukan Pekerjaan Rumah Dimalam Hari Dan Makan Dengan Teratur Walaupun Hanya makan Mie Instan.


Aika sendiri Memang Terlalu Sering Menghabiskan Waktu Membaca Light Novel, Ntah itu Dirumah Atau Di Luar


Uang Bulanan dari Orang Tuanya Jarang Dia Pakai Dan Dia Hanya Menabungnya di Buku Yang Sudah Dia Baca.


Katakan Saja Aika adalah Anak Rajin Sok Males


Sesingkat Penjelasan Soal Aika yang Mungkin [Masih Dilupakan Beberapa Pembaca, malahan Korektor Saya sendiri Masih Belum Bisa bayangin] Membingungkan


Aika Adalah Anak Kelas 2 Smp Biasa Dengan Rambut Hitam Pendek Lurus Dan Mata hitam Seperti Manusia pada umumnya, Itu Karna Aika Memang Manusia.


Tinggi Aika Lumayan Tinggi Untuk Anak Berumur 14 Tahun, Kurang Lebih 166 Centimeteran.


Aika Sering Memasang Wajah Malas Bila Sendirian Karna Bosan, Jika Ada hal yang Membuatnya Tertarik, Muka Malas Itu biasanya Berubah Jadi Muka Datar Dan Muka Biasa, Ekspresi Aika Sendiri Sering Jadi Ramah Bila Dia Bertemu Orang Lain Kecuali Kashima


Dikelas, Aika Hanya Murid Biasa Yang Punya Banyak Teman Yang Akrab dengannya dan Sudah Terbiasa Dengan sikap Aika


Banyak Mengobrol, tapi Tidak Melanggar Aturan


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama.Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]