Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Malam Yang Benar Benar Panjang Bagi Mereka Semua



Chapter 39: Malam Yang Benar Benar Panjang Bagi Mereka Semua


[1]


Kyouko Memimpin Jalan, Diikuti Oleh Ayano, Chitose Dan Yui.


"Yaah… Akhirnya Acara Utama Dari Liburan Kali Ini Dimulai…"


"Naa, Toshinou-san… Aku Harap Kamu Jangan Melakukan Hal Ekstrim Nanti Ya… Aku Sudah Agak Pusing Soalnya"


"Haik! Tapi Kenapa Chitose Meminta Itu?"


"Ntahlah, Aku Sakit Kepala Daritadi, Jadi Aku Tidak Ingin Anemia Saat Saat Begini"


"Haaiik! Walaupun Aku Tidak Mengerti Hal Ekstrim Yang Kau Maksud"


\*Setelah Melepas Baju Dan Membawa Handuk Putih.


Kyouko Membawa 2 Handuk, Satu Menutupi Bagian Bawah, Satunya Disimpan Di Kepala, Tanpa Menutupi Bagian Atas, Iapun Duduk Di Depan Shower.


Ayano Menutupi Bagian Bawah Dan Atasnya Dengan 2 Handuk Sambil Malu Malu Dan Duduk Didepan Shower Di Kiri Kyouko.


Chitose Melepas Kacamatanya, Dan Hanya Menutupi Bagian Bawahnya Dengan Handuk Dan Menutupi Bagian Atasnya Dengan Lengannya, Lalu Duduk Di Samping Ayano.


Yui Menutupinya Sama Seperti Chitose, Dan Duduk Di Samping Kyouko, Tapi Juga Memegang Handuk Lain Yang Di Lipat Ditangannya


Mereka Berkeramas, Ditengah Keramas Tersebut.


"Ah, Yui… Tadi Aku Melihatmu Seperti Sedang Melepas Kalung… Memangnya Kamu Punya Kalung…"


(uummm…… Aku Beritahu Nanti Saja Lah)


"uh? Benarkah? Mungkin Kamu Salah Lihat"


"Benarkah? Uuuummm… Aku Malah Bingung"


Kyouko Berpikir Keras… Dan Tidak Sanggup.



Ayano Bergumam.


"Uh, Kalung? (Tadi Aku Juga Sempat Melihatnya, Funami-san Seperti Melepas Kalung Silver Abu… Apa Benar Kami Salah Lihat?)"



Chitose Yang Sulit Melihat Ini Berusaha Mencari Shampo, Ia Melihat Warna Biru Gelap Kabur Dan Mengambilnya.


(Ah Ini Dia)



"Ah, Chitose… Mau Aku Ambilkan Kacamatamu?"


"Tolong Ya… Sepertinya Malah Lebih Ribet Kalau Aku Melepas Kacamataku…"



"Nih…"


"Makasih"


Ayano Baru Kembali Ke Ruang Ganti Dan Membawa Kacamata Bulat Chitose… Lalu Memberikannya.


Chitose Memakainya, Dan Lanjut Keramas.


"Ah, Waktu Sudah Selesai Membersihkan Rambut, Jangan Masuk Ke Pemandian Dulu Ya… Ikuti Aku Dulu"


"Uh? Memangnya Kenapa?"


"Maah Maah… Tunggu Saja"


Dengan Sedikit Uap Di Kamar Mandi Luas Dan Tepat Di Sebrang Suatu Pintu, Terdapat Sebuah Kolam Pemandian Air Panas, Tidak Panas Juga Sih Tapi Cukup Nyaman Bila Dipakai Mandi.


[2]


"Nah, Apa Disini Ada Pemandian Campurannya?"


"Kase, Jangan Cari Masalah Dengan Ngintip Ngintip"


Mizaki Hanya Melilitkan Handuk Panjang Di Pinggul Untuk Menutupinya, Lalu Pergi Ke Kamar Mandi Besar, Setelah Menceramahi Kase Yang Masih Melepas Bajunya.


Noru Menggosok Kepalanya Dalam Diam, Ntah Kenapa… Kase Dan Tawaka Dengan Cepat Membilas Rambut, Dan Masuk Ke Kolam Pemandian Air \*Panas


"Nah Tsurugi…"


"Uh? Napa?"


Mizaki Dan Noru Menggosok Rambut Busa Mereka.


"Apa Pendapatmu Soal Ikeda Chitose?"


"Uh? Pendapatku? Umm… Mungkin… Dia Orang Yang lembut, Suaranya Juga Enak Didengar, Mungkin Bisa Untuk ASMR Tidur, Lalu Aura Yang Ia Keluarkan Seperti Orang Tua, Nenekku Misalnya"


"Haahh……… Agak Mendalam Juga Ternyata… Ok, Kuis Selanjutnya"


"Kenapa Kau Malah Jadi Tawaka"


"Maksudku…\*Uhum, Aku Jadi Mulai Memikirkan… Apa Hubunganmu Dengan Ikeda-san?"


"Hubungan…… Teman?… Pacar Sih Tidak… Mungkin…… Ge-Gebetan"


"Sudah Jelas Sih… Maa, Aku Harap Kau Dengan Ikeda-san Bisa Berhasil"


"Tentu!! (Aku Bingung Kenapa Aika Bilang Begitu, Dia Malah Jadi Kayak Penyemangat Begitu)


Noru Bangun Dan Pergi Ke Kolam Air Panas. Saat Hendak Memasuki Kolamnya Dan Baru Menyentuhkan Jari Kakinya, Ia Melihat Pintu Di Ujung Kanan Didekat Kolam.


(Pintu Apa Itu……)


Dengan Pagar Bambu Yang Rapat Dan Tingginya Beragam.


Noru Pergi Mendekati Pintu Bambu Dikanan Yang Terhalangi Uap Dari Air Panas, Yang Sudah Di Masuki Tawaka Dan Kase.



\*\*\*


"Gaah…Badanku Jadi Makin Terasa Pegal Pegal Kalau Masuk Ke Sini…"


"Setauku Gunung Didekat Sini Ada Mata Airnya, Yah, Aku Tidak Terlalu Tau Sih"


"Kase…… Kau Hanya Sok Tahu Saja Kan?"


"Tentu Saja"


"Umm… Sepertinya Aku Harus Meminta Info Dari Funami-san Atau Noru… Oy No-"


Tawaka Melihat Noru, Di Ujung Tempat, Didekat Pintu Yang Ia Buka, Terdiam Dengan Wajah Terkejut.



\*\*\*


Noru Membuka Pintunya, Mendorongnya Dan Melihat Kolam Lain……


"Ah… Para Gadis Dari Kelompok Kita…"



\[3\]


"Sini Sini!!"


Kyouko Melambaikan Tangannya Pada Yui, Chitose Dan Ayano.


Kyouko Menutupi Bagian Atasnya Dan Bawahnya Dengan Handuk Yang Dibuka.


Mereka Berpikir.


(Kenapa Kyouko Menutup Seluruh Badannya… Aku Jadi Bingung, Aku Juga Deh)


(Kenapa Toshinou-san \[Ini Ayano\] Menutupi Badannya… Padahal Tadi Tidak)


(Kenapa Ya… Toshinou-san Rasanya Jadi Lebih Berhati Hati… mmmm… Kalau Begitu Aku Juga)


Kyouko Membuka Pintu Di Ujung Kiri Dan Masuk Ke Kolam Pemandian Air Panas Diikuti Oleh Yui, Chitose Dan Ayano.


"Kyouko… Apa Bedanya?"


"Uh? Ntahlah…" <--- \[Dia Lupa\]


"Kok Kau Tidak Tahu Sih. Yah, Seharusnya Ini Sama Saja"


Di Tengah kolam Tersebut, Terdapat Batu Pendek Lurus Di Tengah Kolam.


Mereka Masuk, Dan…… ada yang Melihat Pintu Disisi Lain.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1617695189174.jpg)



Yui Melihatnya, Melihat Pintu Yang Disisi Lain Yang Terbuka Perlahan Dan…


(Ka-KANO-SAANNN!!!!!!!!)


Yui Terkejut Dan Menutup Badannya Dengan Lengan Dan Menenggelamkan, Menatap Noru Yang Melihat Datar Para Gadis Yang Belum Sadar Akan Kehadiran Noru Di Ujung Tempat Ini…


Noru Melihat Semua Gadisnya Menutup Bagian Atasnya, Dan…


(Ah, Seharusnya Ini Aman… Jadi Disini Ada Pemandian Campurannya Ya… Aku Lupa Tidak Menanyakannya…)


Noru Melihat Bagian Kepala Yui Yang Menatapnya Sambil Malu.


Tatapan Yui Melihat Noru Dengan Kesal, Dan Noru Melihatnya Dengan Pipi Pink, Terdiam, Mereka Semua Terdiam Di Pemandian Campurannya.


(A-apa Aku Harus Memberi Tahu Yang Lain, Kalau Ka-kano-san Sedang Memperhatikan Kita)


"Nah, Kyouko… Ini Pemandian Campuran, Kan?"


"Ah… Aku Baru Ingat… Iya"


"ah, Pantas Saja… Ayano, Chitose, Rendamkan Diri Kalian…"


"Uh?"


"Baiklah"


Mereka Semua Merendamkan Diri Sampai Ke Leher.



Di Pikiran Noru Saat Melihat Para Gadis Merendamkan Dirinya.


(Ah, Mereka Sepertinya Sudah Mengetahuinya, Aku Masuk Saja Lah…)


Noru Berjalan Perlahan Dengan Biasanya Tapi Tidak Menimbulkan Suara, Ia Menuju Kolamnya Dan Memasukkan Dirinya.


(Uwaah… Nikmat Juga… Sudah Lama Aku Tidak Merileks Kan Diriku… Yah, Aku Lupa Sih)


"Gaahh……"



Para Gadis Mendengar Suara Dari Depannya, Dari Sebrang Yang Ditutupi Batu, Karna Penasaran, Kyouko, Maju Melewati Air Dan Mengintip Ke Samping Batunya.


"Ohh, Watar-san… Yahoo…"


"Ah, Yo…"


"Aku Belum Memberitahu Kalian Kalau Disini Ada Pemandian Campuran…"


"Yah, Aku Tidak Akan Mengintip… Tapi Aku Mungkin Bisa Mengobrol Dengan Kalian… Beritahulah Yang Lain"


"Haik! Yah, Aku Juga Malu Kalau Diliatin"


"Aku Tidak Melihatmu"


Kyouko Mengobrol Dengan Noru Bersampingan, Noru Menutup Matanya, Lalu Kyouko Pergi Ke Tempat Para Gadis Lain.


"Nah, Disana Ada Watar-san"


"HAAHHH!!!!!!!!! Ke-ke-ke-kenapa Aika-san Ada Disana!!!!"


"yah, Begini Ayano… Ini Kolam Campuran, Jadi Jangan Heran, Makanya Tadi Yui Meminta Kalian Untuk Merendamkan Diri Agar Tidak Diintip"


"Haahh…… Ja-jadi Ini Pemandian Campurannya, Kenaoa Kau Tidak Mengatakannya dari Awal?"


"Aku Lupa… Tehe"



\*\*\*


"Uh? Kemana Noru Pergi?"


"hah? Bukannya Tadi Dia Baru Keluar Ya? Coba tanya Kase, Matamu Mulai Rusak Tuh"


"ehh?"


Mizaki Memegang Tangan Kirinya Dan Berjalan Perlahan Ke Pinggir Kolam.


Saat Menyentuh Airnya…



Noru Bangun Dari Air, Para Gadis Di Sebrang Batunya Agak Terkejut, Noru Pergi Ke Pintu Masuknya.


"Oy, Kalian Semua, Pindahlah Kesini…"


Mereka Semua Bersandar Di Batu Tengah Kolam, Begitu Juga Dengan Para gadis.


"Semuanya… Salahkan Saja Toshinou-san Yang Tidak Memberitahu Kita Dan Malah Lupa"


"Apa Boleh Buat Kan, Kano-san, Kita Juga Dari Awal Tidak Diberitahu"


"Omong Omong, Yui, Kenapa kau Memanggil Watar-san Dengan Nama Kano?"


"Eh? Yahh… Kalau Itu……"


"Rahasia…"


Noru Menjawab Pertanyaan Kyouko.


Suasana Hening Mengisi Onsen Ini, Kolam Yang diisi Air Yang Terombang Ambing Dalam skala Kecil Karna Gerakan Orang Orangnya.


Tentunya, Dengan Rasa Penasaran Dan Malu, Sama Sama Dirasakan Semua Orang Di Kolam Ini.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1617695189180.jpg)



\*Setelah Beberapa Menit


Mereka Mengobrol Satu Sama Lain, Tentang Bagaimana Hari Hari Yang Mereka Melewati.



\*


"Nah Kase-kun… Rumahmu Itu Sebenarnya Yang Mana Sih?"


Ayano Berbalik Ke Arah Batu Dan Memegang Pinggirnya, Melihat Kepala Para Laki Laki, Termasuk Kase.


Kase Juga Melihat Wajah Ayano Setelah Berbalik.


(Kita Berdua Telanjang……) <-\[Pikiran Ayano\]


"Kita Berdua Ngobrol Telanjang, Rasanya Malu Juga Ya"



Pukulan Mendarat…


"Ru-rumahku Sekitar 4 Rumah Disamping Kanan Rumahmu… Tapi Bisakah Kau Hentikan Pukulan Itu?"


"Kalau Soal Pukulanmah, Apa Boleh Buat, Kau Mengatakan Hal Aneh"


"Aneh Bagaimana? Bukannya Kita memang Telanj-"


Pukulan Mendarat.


**


"Oh Ya, Ikeda-san, Apa Kau Memakai Kacamatamu?"


Mereka Berdua Saling MemBelakangi.


"Aku Pakai…"


"Eh? Memangnya Penglihatanmu Tidak Terganggu Ya?"


"Tadinya Aku Berniat Melepaskannya, Tapi Takut Anemia Karna Mimisan… Tapi Setelah Ku Pikirkan Lagi, Aku Sekarang Jadi Jarang Mimisan Tidak Seperti Dulu…"


"Iya Tuh Chitose, Kenapa Kamu Tidak Mencoba Lensa Kontak?"


Ayano Ikut Mengobrol, Membiarkan Kase Mengapung Di Air.


"Benar Juga, Mungkin Aku Bisa Mengatasinya Nanti…"


"Itu Patut Dicoba Menurutku, Ikeda-san"


"Terimakasih, Ayano-chan, Mizaki-kun"


Sesi Saran Dari Tuan Mizaki Berakhir Disini.


"Tapi Apa Maksudnya Mimisan… Apa Ada pemicunya…"


"Memang Ada pemicunya, tapi… Aku Tidak Bisa Mengatakannya, Maaf…"


"Begitu Ya… Tidak Apa Apa Juga sih…"


(Aku Juga Penasaran, Apa Yang Sebenarnya Chitose Pikirkan Ketika Mimisan Dulu… Sekarang Dia Tidak Terlalu Sering Mimisan Semenjak Berkenalan Dengan Mizaki-san)


***


Kyouko Berada Di Ujung Batu, Bersama Tawaka.



Menghadap Ke Pagar Bambu Pendek Yang Menyediakan Pemandangan Gunung Dan Bukit Dengan Langit Malam Dibulan Desember.


Mereka berpegangan Tangan Didalam Air,


Sambil Menyandarkan Diri Ke Batu.


"Nah… Waka-kun…"


"Uh?…"


"Kamu Lebih Suka Yang Mana, Kyouko Versi Santai Atau Kyouko Versi Semangat"


"Kalau Disuruh Pilih Sih… Semangat…"


"Semangat Ya… Tapi Aku Bolehkan… Untuk Jadi Orang Santai Sesekali…"


"Jangan Tanyakan Padaku…… Tanyakanlah Pada Dirimu Sendiri…"


"Um^……"


Karna Bagian Ujung Batu Yang Semakin Kecil, Kyouko Perlahan Mendekatkan Dirinya ke Ujung, dan Pada Akhirnya Menyandarkan Kepalanya ke Tawaka.


"Nah… Kyouko…"


"Um?"


"Ntah Kenapa… Omongan Kita Tadi… Rasanya Menjijikan…"


"Benar Juga…"


Ntah Apa Yang Mereka Bicarakan.


****


"Jadi Mau Dirahasiakan Saja?"


"Mungkin Lebih Baik Bila Diceritakan Nanti…"


"Aku Sepertinya Setuju…"


"…………"


"…………"


"Nah, Yui"


"Um?…"


Noru Menundukkan Dirinya Ke Air.


"……… Bagaimana Pendapatmu Soal Hubungan Tawaka Dan Toshinou-san?……"


Yui Dan Noru Melihat Ke Pasangan Diujung Batu Yang Sedang Mengobrol Dan MemBelakangi Batu.


"Hubungan KyouWaka Ya… Aku Merasa Meraka Pasangan Yang Cocok… Dan Kyouko Juga Sepertinya Jadi Tidak Terlalu Tidak Berguna… Ah, aku Salah Omong, Maksudnya Dia Jadi Lebih Sedikit Rajin Sejak Berhubungan Dengan Kashima-san"


"Yah, Kamu Memang Salah Omong (Tuh, Yui Terkadang Kata Kata Hatinya Langsung Keluar, Uh…) Begitu Ya… Aku Juga Berpikiran Begitu…… Tawaka Jadi Lebih Mandiri (Setahuku) Dan Terlihat Lebih Tenang Dari Biasanya… Mungkin Tingkatan Ketenangannya Mirip Dengan Tsurugi…


***


"Kenapa Kau MemBicarakanku, Aika…"


***


…Tapi Itu Termasuk Jarang…"


"Ahaha… Sepertinya… Teman Teman Kita Juga Jadi Semakin Dekat…"


Mereka Berdua Melihat Ke 4 Orang Di Ujung Batu Lainnya. Ayano, Kase, Chitose Dan Mizaki, Yang Sedang Mengobrol Ber Empat…


"(Aku Jadi Mulai Memikirkan… Bagaimana Hubunganku Dengan Yui Saat Ini…) Aku Mau Keluar Lah… Sudah Lama Juga…"


"Aku Juga… (Aku Juga…… Aku Mulai Memikirkan Apa Hubunganku Dengan Kano-san Saat Ini) … Teman Teman, aku Mau Keluar Sekarang…"


Noru Dan Yui Bangun, Sambil Berusaha Untuk Tidak Melihat Di Kolam Bagian Perempuan, Perjuangan Noru Berhasil Setelah Ia pergi Ke Kolam Khusus Laki Laki.


[4]


Noru Keluar Dengan Yukata Biru Gelap Tebal, Karna Salju Dan Udara Dingin Di Daerah Sini Belum Terasa Sepenuhnya, Ia Memakainya.


Ia Duduk Di Kursi Tepat Disamping Jalan Menuju Pemandian Laki Laki, Yang Tepat Ditengahnya Terdapat Mesin Minuman…


(Uangku Ada Di Atas Ya…)



Ia Juga Membawa Sebuah Kantong Coklat Yang Isinya Baju Yang Ia pakai Sebelumnya.


Bosan Tidak Ada Kerjaan Sambil Menunggu Teman temannya Selesai, Ia pun Pergi Ke Lantai Atas, Masuk Ke Kamar Laki Laki Dan Mengambil Sedikit Uang.


Di Sisi Lain, Yui Keluar Dari Pemandian Perempuan, Dengan Kantong Yang Isinya baju, Melihat Mesin Minuman, Ia Mengambil Sesuatu Dari Kantong Dan Memasukkan Beberapa Koin Ke Mesin Tersebut.


Ia Memilih Soda, Dengan Kaleng Biru Dan Mengambilnya Dari Bawah.



Saat Ini, Yui Dan Noru Duduk Di Kursi Yang Berada Di Lorong Dekat Tempat Masuk Pemandian laki Laki.


"………"


"………"


"… Aku Boleh Jujur?"


"Soal Apa…"


"A… Aku Baru Ingat, Kalau Beberapa Saat Yang Lalu…… A… Ah, Tidaklah…"


(Waktu Kupikir Lagi, Kata kata 'Barusan Aku Mengobrol Dengan Gadis Telanjang Yang Hanya Ditutupi Dengan Handuk' Terlalu Menyebalkan Kedengarannya… Dan Juga Yui pasti Tersinggung)


"Buh, Itu Bukan Jujur Namanya… Haha"


"Mmm… Yui… Coba katakan Apa Yang Kamu pikirkan Sekarang"


"…………"


"………"


"………"


(Kita lupakan Saja Percakapan Barusan)


(Mari Lupakan Percakapan Barusan)


Noru Bangun Dari Kursi Sambil Memasukkan Kaleng Jus Apel Ke Tong sampah, Lalu Pergi Ke tempat Berkumpul Dilantai Satu.


Karna Bingung… Yui Mengikutinya.


Noru Melihat Jam Dinding, Menunjukkan Pukul 7 Malam.


"Aku Jadi Takut Demam"


"Ternyata Kita Mandi Selama itu… Satu Jam Kan?"


"Yah^, Tapi Menurutku Itu Wajah"


Mereka Mengobrol DiLorong Pendek.


"Ahh… Ada Tenis meja Ternyata"


"Heehh… Aku Kira disini Akan Ada Tempat Balapan"


"\*Buhuk!"


Yui Sedikit Memuncratkan Air Sodanya Yang Masih Tersisa Dimulut, Menahan Tawa Karna Omongan Noru.


(Ternyata Pikiranku Dulu Benar… Yui Suka Tertawa Pada penggunaan Kata, Yah Aku Tidak Terlalu Bisa sih…)


Mereka Mendatangi Sebuah Ruangan Dengan Jendela Kaca Di 2 Sisi, Dan Meja Tenis Di Satu Sisi Lainnya


"Apa Kau Bisa Memainkannya, Yui?"


"Cukup Bisa Kalau Hanya Main Main"


"Begitu Kah… Aku Akan Menunjukkan Kemampuanku Dalam Bermain Tenis Meja"


"Heeh… Ayo"


Yui Memasang Wajah Menantang.


"Sejujurnya, Aku Baru 5 Kali Dalam Seumur hidup Memegang Bet Tenis Meja"


"Eehh… Jadi Belum Bisa?"


"Aku Sudah Bisa… Aku Memegangnya Baru 5 Kali, Tapi Setiap Kalinya Memegang, aku Bermain 30 Menitan, Jadinya Bisa Kukatakan, aku Cukup Bisa Mengalahkanmu"


"Fiuh… Boleh… Ayo!"


"Ayo!"



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1617695189172.jpg)



Mereka Bertanding, Sambil Menunggu Teman Teman Mereka Yang Lain.


\*\*\*


Ditengah Pertandingan.


Yui Dan Noru Menghembuskan Nafasnya Dengan Cepat.


Dan…


(\*Haah, Aku Baru Beberapa Kali, Melihat Wajah Semangat Kano-san…)


Dengan Kalung Abu Silver Dileher Yui Yang Terbawa Atas Bawah, Mereka Lebih Semangat, Walaupun Hanya Sebentar.


\*\*\*


"Hehe, Aku Menang"


"\*Huufff, \*Haahh… Bagi Orang Yang Tidak Mau Kalah… Pasti Mengatakan 'Kali Ini, Akan Kuberikan Kemenangan padamu, tapi Selanjutnya, Tidak Akan' Begitu, Tapi Aku Menerima Kekalahanku"


"Mou, Kano-san, Kamu Harus Berusaha lagi lho…"


"Haik^"


Dengan Keringat Yang Melewati Kepala Dan Leher, Lalu Terserap Ke Yukatanya, Mereka yang Cukup Memanaskan diri Bermain Tenis Meja Ini, Duduk Di Sofa. Noru Di Ujung Kiri Dan Yui Disudut Kiri.



"Kami Kembali, Maaf Lama…"


"Uwoh, Ada Meja Tenis, Yo Kyouko! Kita Bertanding… Siapa Yang Menang, Dibelikan Jus Oleh Yang Kalah!!"


"Siapa Takut!!"


Kyouko Dan Tawaka Yang Baru Kembali, Bermain Tenis Meja.


Lalu Muncul Kase Dan Chitose.


Disusul Oleh Mizaki Yang Jalan Perlahan, Yang Dilihat Lihat Oleh Ayano Dibelakangnya.



"Sepertinya Cukup Seru, Mizaki, kau Sanggup?"


"Tidak, Tanganku Belum Sanggup"


"Ah, Begitu Ya… Jaa Ikeda-san!"


"Aku Takut Kena Kacamataku…"


"uh… Funami-san?"


"Aku Juga sudah"


"ugh, Sugiura Ayano…"


"Eh, Ke-kenapa?"


Kase Menggebrak Meja, Sambil Melihat Ke Ayano.


"Lawan aku"


"E-eh? *Uhum, heehh… Jadi Kau Berani Menantangku Ya, Hah!!"


"Eh^, Aku Menantangku, Dengan Taruhan Wilayah kekuasaanku Di Sekolah"


(Ayano-chan Bersikap Seperti Preman!)


Pikir Chitose.


(Mereka Kenapa Sih…)


Pikir Mizaki.


(Ternyata Ayano Bisa Mengikuti Alurnya Kase-san Ya!)


Pikir Yui.


(……………)


Pikir Noru.


"Jadi, Aku Hanya Perlu Melawanmu Ya… HUH! Jangan Remehkan Wakil Ketua Osis Nanamori! Sugiura Ayano!"


"Hmph! Kau Juga! Jangan Remehkan Kekuatan dari Anggota Klub PKR!!"


"Yah!!! Jangan Remehkan Anggota dari Kelompok Ku!!"


"Kano-san, Jangan Ikut Ikutan"


"ah… Maaf… Aku Terpancing Karna Klub PKR"


***


Saat Orang Orang Ribut Sendiri.


Mizaki, Chitose, Noru Dan Yui, Mengambil Manju Dari Meja Pendek Yang Bisa Dimakan Gratis Jika Ada Pelanggan.


"Sepertinya Cukup Beragam…"


"Da Yo Ne… (Benar Ya)"


Ucap Noru Dan Yui Yang Setuju.


***


"Yatta!! Aku Menang!!"


"Uh! Aku Kalah!"


Tawaka Bertekuk Lutut Meratapi Kekalahan,


"Kalau Begitu, Aku Ingin Jus Blueberry!"


"Ha-haik"


Tawaka Pun Membelikan Jus Blueberry Dari Mesin Minuman, Dan Ikut Duduk Bersama Dengan yang Lain.


"Ah, Tapi Jangan Terlalu Lama ya… Aku Tidak Mau Kelelahan lagi…"


"Ok! Dalam Waktu 5 Menit, kita Sudahi! Dan Hitung Poinnya!!"


kyouko Yang Meminum Jus, Menjadi Wasit Pertandingan Kase Dan Ayano.



"Poinnya 8-7, Pemenangnya Sugiura Ayano!"


"Hmph!"


"Aahh! Aku Padahal Hampir Menang, Batas Waktu Sialan!!"


Kase Menggebrak Lantai.


"Padahal Kau Sendiri Yang Mengatur Waktunya……"


"Teman Teman, Kita Pindah Ke atas!"


"Ah, Haaik! Ayo, Kase-kun"


Kase Bangun Dan Mengikuti Teman Teman Lainnya Yang Mau Pergi Ke lantai Atas.


[5]


Jam Menunjukkan Pukul 8…


"Nah… Mau Main kartu Sampai Malam?"


"Bukannya ini Sudah Malam Ya?"


"Tidak, Definisi Malam Menurut Kami Dan menurut Perempuan Itu Berbeda… Menurut Kami… Ini Masih Sore"


"Jauh Sekali Perbedaannya… Tapi!! Aku Akan melawanmu!! Waka-kun!!"


Mereka Langsung Dengan cepat Naik Ke lantai Dua Dan masuk Ke Ruang Berkumpul



Kyouko Mengambil Set Kartu Di Sofa Yang Mereka pakai Sebelumnya.


Kyouko Mengaduk Kartunya dan Membagikan Kartunya Pada yang Lain.



"Uh… Padahal Tadinya Aku Mau Tidur…"


"Ayolah, Kano-san, Sekali Kali Saja"


"Aku Mungkin Hanya sampai Jam 10"


"a-aku Juga Sama Seperti Chitose kalau Begitu"


"Tangan Kiriku Mungkin Sakit, tapi Akan kulawan Sampai kalian Puas"


"Hoohh… Mizaki So Soan Hah…"


Dimulai Dari Ujung Sofa sampai Ke ujung Sofa lainnya, mereka Mengoceh Membiarkan Tawaka Dan Kyouko Mengoceh soal Menang Dan Kalah.


2 Jam Kemudian.


Pukul 22:17.


Noru Masih Duduk Memegang Beberapa Kartu, Yui Tidak memegang Kartu Dan Sudah Menang, Chitose Sudah Tertidur di Sofa Dengan bafian Kepala Di Sudut Dengan Ayano, Yang Sama sama sudah tidur.


Mizaki Memegang Kartu Dengan Kedua Tangannya, Tangan Kosong Untuk Kase, Kyouko Dan tawaka memegang beberapa kartu.


"Nah, Sudah Berapa Kali Kita main Dan ganti Permainan?"


"Ntahlah… Aku Juga sudah Lelah"


"\*zzzzz"


"\*zzzzz"


"Aku Masih Kuat…"


"…………"


Kase Mulai Ketiduran, tapi Tetap Memaksakan diri.


Kyouko Memilih Kartu Daru Tangan Tawaka dengan serius



Semua Orang Sudah Tertidur, Kecuali Noru, Yui, Dan Kyouko.


"Nah, Kalian Berdua masih Sanggup?"


"Tidak… Kita Pindahkan yang Lain, Mereka Juga Sudah Tertidur"


"ah, Benar Juga"


Noru Diam Mendengarkan Yui Dan Kyouko.


"Kano-san Sudah lelah?"


Yui Berbalik Ke Sampingnya ke Noru Yang Diam.


"Sepertinya Watar-san Tidur Sambil Membuka matanya, Seperti Karakter Di Cerita yang Ku Lihat"


"Tidak… Aku Hanya sedang Berpikir, Saa… Kita Bangunkan mereka"


"Uh… Rasanya Ini Jadi Malam yang panjang ya… Kano-san"


"Aduh… Kata katanya Ambigu Sekali…"


"Be-berisik!"


Setelah Mengatai Kyouko, Yui Membangunkan Chitose Dan Ayano, Sementara Noru Menggotong Temannya satu Persatu Kekamar.


[6]


Chitose Membuka Matanya Perlahan, Melihat Ruangan Dengan Teman temannya Yang Masih Tertidur.


Ia Mencari Kacamatanya Di Sisi Ruangan Dan memakainya.


Ia Pergi Ke Sisi Ruangan dengan Jendela Dan Membuka Gordennya. Melihay Gunung Hijau Putih Yang Masih Berada di Sisi Gelap.


(Uah… Rasanya Dingin… Ini Sudah Masuk Akhir Tahun Sih… Tapi Agak aneh juga disini Tidak Sedingin Di Takaoka……… Sepertinya, Hari ini Juga Akan panjang Seperti Kemarin…)


Walaupun Ini Masih Pukul 5 Pagi…


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]