
[Ekstra]
[Bisa Dilewat Atau Dibaca, Apartemen Yui Berada Di Sebuah Daerah Bernama Takaoka,
Dicerita Ini, Pemilik Apartemen Bukanlah Kerabat Yui, Melainkan Orang Asing. Apartemen Yang Ruangannya Cukup Luas, Saat Membuka Pintu Kamar, Kita Bisa Melihat Dapur Dibagian Kanan Dan Laci Laci Menempel Di Dinding Sebelah Kiri, Di Ujung Dari Bagian Kanan, Ada Pintu Menuju Kamar Mandi Dan Toilet, Dan Beberapa Meter Dari Pintu Depan, Di Tengah Ada Pintu Menuju Ruang Utama. Saat Dibuka, Kita Bisa Melihat Ruangan Luas Dengan Satu Jendela Kecil Di Dinding Kiri Dan Pintu Kaca Dengan Balkon Di Bagian Depan, Tepat Di Kiri Dari Pintu Utama, Ada Tangga Menuju Bagian Atas, Du Cerita Ini, Yui Memakainya Untuk Menaruh Beberapa Barang Dan Mirip Seperti Gudang Walaupun Cukup Berbahaya. Di Bagian Dinding Kanan Pintu Utama, Ada Sebuah Layar kecil Yang Menampilkan Video Dari Pintu Depan. Disebelah Layar Tersebut, Ada Lemari Dimana Yui Menyimpan Baju Bajunya Dan Laci Panjang Untuk Menyimpan Banyak Hal.
Dari Pintu Utama, Laci TV Ada Di Ujung Kiri Dan Dibagian Kiri Dinding Ada Meja Yang Dibuat Berdiri, Di Ujung Kanan, Ada Kasur Yang Menghadap Membelakangi Pintu Kaca Dan Laci Kecil Di Bagian Samping Paling Ujung. Di Samping Set Kasur, Ada Rak Buku Dan Meja Belajar Yui, Dengan Komputer Yang Biasa ia Gunakan Di Meja Yang Cukup Luas itu, Satu Hal Lagi, Ada Lubang Yang Ditutupi Kaca Bening Di Langit Langit Ruang Utama Agar Jika Futon Di Pakai, *Yui Bisa Melihat Langit Dengan Bintang.
Terserah Pada Kalian Untuk Membayangkan Tata Letak Ruangan Yui, Atau Kalian Bisa Melihatnya Di Animenya, Untuk Saya Sendiri, Saya Memilih Tata Letak Dari
Yuru Yuri San Hai, Tapi Imajinasi Seseorang Pasti Berbeda Beda, Tergantung Pada Orangnya, Terima Kasih!]
Chapter 12: Biskuit
[1]
"Huuuuhhh"
Kyouko Menggeliat Di Ruang Klub Kesenangan Sambil Menaruh Buku Komik Dengan Tulisan Vol. 98 Di Meja Kotak.
"Yaaahhh, Seru Sekali Yaaaaa, Aku Jadi Ingin Kesana Lagi!!"
"Benar Juga, Akari Jadi Ingin Kesana Lagi! Walaupun Akari Ketakutan"
"Hahaha, Kau Masih Kurang Dewasa, Akari!"
"Heeeeehhhh!!!"
Yui Dan Chinatsu Hanya Melihat, Yui Dengan Santai Membaca Buku Novel Horrornya Dan Chinatsu Meminum Teh Buatannya Sendiri.
"hhhhmmmm... Soudayo Ne, Mungkin Kita Harus Kesana Lagi Nanti (Benar Juga Ya)"
"Ikou Ikou! (Ayo Ayo!)"
Rencana Yui Untuk Pergi Kesana Lagi Langsung Diterima Oleh Kyouko
"Hhhhmmmm"
(Kashima-kun Bilang Aku Tidak Boleh Mengatakannya Langsung, Tapi Boleh Mengatakannya Bila Ada orang Yang Menanyakannya.... YOSH!!)
"yosh!. Akari! Coba Tanya Padaku, 'Apa Kau Punya Pacar?' Begitu!"
"Eh, Tapi Untuk Apa??"
"Ayolah Ayolah, Katakan Saja"
Kata Kata Kyouko Dengan Nada Menggoda Membuat Akari Heran, Tiba Tiba Diminta Hal Seperti Itu, Karna Bingung, Akari Melakukannya
"uuummm... Kyouko-chan, Apa Kau Punya Pacar?"
"Uh-huh, Aku Punya."
"……"
"……"
"……"
Ruangan Menjadi Lebih Hening
"Kyouko-senpai Hanya Bercanda Akari-chan, Tidak Perlu Serius"
"Sou! Jadi Tenang Saja Akari! (benar)"
"Kenapa Aku Malah Dikasihani!!"
Chinatsu Dan Yui Segera Melupakan Apa Yang Dikatakan Kyouko. Yui Yang Tadinya Fokusnya Teralihkan Oleh Kyouko, Sekarang Lebih Fokus Pada Novelnya.
Namun, Dipikiran Chinatsu, Terlintas...…
(Tunggu Dulu. Kalau Kyouko-senpai Punya Pacar, Berarti Aku Bisa Mendekati Yui-senpai Dengan LELUASA TANPA KHAWATIR!!!)
"Selamat Kyouko-senpai!!!!"
Chinatsu Melompat Dan Menjabat Tangan Syukur Kepada Kyouko Dengan Mata berbinar
"Eehh... Ah... Yeah, Terima Kasih"
"Katanya Tadi Tidak Perlu Di Anggap Serius!!!"
"Aku Benar Benar Bersyukur Kau Punya Pacar! MAMA BANGGA PADAMU NAK!!"
"Memangnya Kau Ibuku Hah!!"
[2]
Setelah Chinatsu Tenang Dan Duduk Kembali Dengan Santai.
"Tapi Apa Itu Beneran, Kyouko-senpai?"
"Huh? Yah Beneran..."
"………"
"…… eh... Apa??"
"Kyouko-senpai, Sepertinya Kau Harus Istirahat"
"Eeeeehhhh!!! Beneran! Aku Sungguh Punya Pacar!!"
"Eeehhh Beneran Ya, Hebat Hebat"
Chinatsu Memuji.... Dengan Nada Datar Dan Tidak Niat Memuji, Yui Hanya Diam Melihat Karna Fokus Ke Novelnya. Lagian, Yui Sudah Sering Mendengar Kegaduhan Di Tempat Ini
"Ky-Kyouko-chan, Aku Percaya Kalo Kamu Punya Pacar Kok!"
"Eeehhh!!! Terima Kasih Akari!! Kau Memang Sahabatku!"
"Ehehe, Haik, Aku Akan Percaya Apapun Agar Kita Tetap Dekat..."
"Akari~..... Kalau Begitu, Belikan Aku 10 Rum Raisin Kalau Tidak, Rumahmu Akan Ku Bakar!"
"Itu Berlebihan!!!!"
[3]
"Ahhh Biarlah Kalian Tidak Percaya, Kalau Begitu Jangan Bicarakan Topik Itu!"
"Lagian Kyouko-senpai Sendiri Yang Memulainya..."
"Yaaaahhhh, Maaf Maaf, Aku Terlalu Kepikiran"
Dengan Muka tehe nya Yang Membuat Orang Kesal Dan Sebagiannya Lagi Bilang Imut, Akari Teringat...
"Apa Jangan Jangan Kyouko-chan Memang Punya Pacar?"
"Memang Hey!!! Sudahlah kalian Juga Tidak Akan Percaya, Kalau Begitu, Untuk Melupakan Topik Ini, Ayo Main Raja Rajaan"
[4]
Setelah Bermain Raja Rajaan Yang Membuat Chinatsu Menjadi Seperti Ratu Tapi Tidak Pernah Mendapatkan Giliran Menjadi Raja Dengan Perintah Mutlaknya, 5 Hari Kemudian
Yui Sedang Melipat Baju Bajunya Di Hari Sabtu Pada Pagi Hari.
Saat Menaruh Baju Rapi Di Tumpukan Baju Dan Celana Lainnya, Yui Melihat…… Laba laba Di Atasnya, Setelah Diam Beberapa Saat, Yui Mundur Dengan Cepat Ke Ujung Ruangan Dan Menempel Ke Lemari Bajunya
(Iiiiihhhh!!!! A-aku Harus Memberi Tahu Kyou- Ah Tidak, Dia pasti Akan Mengejekku)
"Oh Benar Juga"
Yui Mengeluarkan Ponsel Pintar Warna Putih.
Yui Mengusap Usap Layar Dan Menempelkan Ponselnya Ke Telinga kanannya,
"Ah, akari, Maaf Mengganggu Pagi Pagi"
"Tidak Apa Apa, Memangnya Ada apa??"
"Ano.... Etto.... Apa Kau Suka Laba Laba?"
"Awan?? Aku Suka Sekali, Dilihat Saja Sudah Bikin Tentram, Dan Juga Terlihat Lembut, Aku Sangat Ingin Menaikinya"
(Aku Tidak Menyangka Akari Menyukainya)
Pikiran Yui Membayangkan Hal Mengerikan Seperti Melihat Akari Menaiki Laba laba Raksasa.
"Ugh..... Kalau Begitu, Bisakah Kau Kerumahku?"
"Eh^, Bisa Saja"
"Aku Tunggu Ya!"
[5]
Akari Sampai Ke Rumah Yui Dengan Memakai Baju Kuning Pendek, Baju Dalam Merah Putih Belang Belang Tipis Dan Rok Pendek Hijau.
"Yui-chan!!"
"Ah Haik!"
Akari Membuka Pintu Dan Melihat Yui, Yang Memakai Baju Kemeja Biru Gelap Pendek Dan Celana Kuning Pendek
"Permisi...EEEEHHHH!!!! LABA LABA!!!"
Akari Berteriak Sekaligus Mundur Sampai Ke Dapur
"Eh Katanya Kau Suka Laba Laba"
"Jangan Bercanda Dong!!"
"Apa Boleh Buat, Aku Tidak Berharap Banyak Sih"
"Aku Senang Senpai Menelponku!!"
"Begitu Ya? Eeemmm, Apa Kau Nganggur?"
"Nganggur Banget, Nganggur Setengah Mati"
(Yaduh, Apakah Senpai Akan Mengajakku... KENCAN???!!!!)
"Kalo Begitu, Bisakah Kau Mampi-?"
"Baik Baik baik Aku Akan Segera Sampai"
"Ah, Aku Tunggu Ya."
"Maaf Menunggu Lama"
"Owwwh, Chinatsu-chan Kamu Hari Ini Berpakaian Rapi Sekali!"
Chinatsu Datang Karna Permintaan Yui, Ia Memakai Baju One Piece Dan Celana Panjang. Berharap Bisa Berduaan Dengan Yui, Ia melihat Akari Diruangan Bersama Dengan Yui, muka Menyesalnya Terlihat Jelas Dan Kecewa Sampai Seperti Orang Meleleh
"Jadi... Ada apa Ya Yui-senpai"
"em, Diruanganku Ada Laba Laba, Tapi Aku......"
[6]
Keadaan Rumah Yui Cukup Kacau, Dengan Akari Yang Pingsan Di Sudut Ruangan Dan Chinatsu Yang Terus Menempel Mencari Kesempatan… Lalu Yaaah…
"hehe Mwehehehehe"
"Sudahlah Cepat Keluarkan!!"
Pilihan Terakhir Yui Yang Terpaksa memanggil Kyouko, Walaupun Harus Diledek Dengan Tawa Menyebalkannya.
"Bagaimana Yaaaa?"
Kyouko Berjalan Ke Dapur Dan Membawa Barang.
"Kalau Begitu, Gelas Kecil Ini Dan Brosur Ini Aku Pinjam Dulu"
Kyouko Mendekati Laba Laba Yang Ada di Lantai Yang Tadinya Ada Di Atas Baju Lipatan, Laba Labanya berpindah Tempat Karna Chinatsu Ingin Bertingkah Keren Didepan Yui Dengan Membawa Laba labanya Langsung, Namun Saat Di Tutupi Oleh Tangan, Laba Labanya Berputar Didalam Tangan Chinatsu Dan Chinatsu Melempar Laba Labanya ke Akari Hingga Akari Berbaring Ssperti Sekarang
Kyouko Menutup Laba Labanya Dengan Gelas Dan Memasukkan Kertas Dibawahnya, Dan Laba labanya Berpindah Pijakan Ke Kertas brosur
"Ohh, Jago Juga"
Yui Dan Chinatsu Melihat Dari Sisi Lain
Kyouko Kemudian Membawa Brosur Dan Gelasnya nya ke Pintu Kaca Dan Membuka Pintu Kacanya Dengan Kaki. Lalu Melempar Laba Labanya
"Hup! Pengusiran Selesai!!"
"Huft, Makasih"
"Bukannya Dulu Kamu Tidak Takut Serangga, Kau Membawanya Kemana mana"
"Itumah Dulu."
"Imut Sekali Ya, Enggak Suka Serangga"
"Ugh, B-Berisik!"
Wajah Merah Yui Ditutupi Dengan Sedikit Rasa Marah, Chinatsu Hanya tertawa Kecil Disamping Yui
"Mungkin Sekalian Saja, Kita main Saja!"
"Haiik!"
"Sekalian Bangunkan Akari Juga"
Akari Berbaring Tak Sadarkan Diri
"Aku Agak Lapar"
"Mau Bikin Pancake?"
"Akhirnya Waktu Untuk Menunjukkan Kemampuanku Telah Tiba"
Kyouko Meninggalkan Pintu Kaca Terbuka Dan Si Laba Laba Masuk Kemba-
"Eh TUTUP PINTUNYA!!!!"
[7]
Setelah Banyak Berkreasi Dengan Pancake,
"Ummmmm, aku Mungkin Ingin Membuat Biskuit"
"huh? Kenapa Tiba Tiba?"
"Yah, Aku Hanya ingin Belajar",
"hhhhmmm..... Baiklah, Ayo Buat Bersama Sama, Akari Dan Chinatsu-chan?"
"Uummm, kami Ikut Saja"
"Yosh, Kita harus Ke Dapur Kalau Seperti Ini!"
(Sebenarnya, Aku Juga Tertarik Membuatnya saat Ini)
<----Beberapa Saat Yang Lalu
"...……"
"Uwaaah, Yui-senpai, Apa Itu Hati?"
"Eh, Ah Begitulah"
(Aku Melamun Dan Tiba Tiba Membuat Ini)
Pancake Yang Yui Buat Berbentuk Hati, Pikiran Yui Kosong Saat Sedang Membuatnya, Tapi Hasil Dari Lamunannya Begitu Bagus Seperti Yui Sedang Fokus
"Kalau Mau, Aku akan Memberikannya Padamu"
"Eehhh, Nggak apa apa nih?!"
"Eheee"
_____________
Setelah Membuat Biskuit
"Yaaah, akhirnya Selesai Juga"
"Sou desu ne!? Tapi Sayangnya aku Kurang Bekerja Keras (Benar Ya)"
"Eh, Ah Itu Sudah Cukup Bagus Kok Chinatsu-chan, Tidak Perlu Terlalu Berusaha"
Kyouko Bersikap Seperti Pemimpin, Walaupun Mereka Melihatnya Dari Buku Masak, Dan Seperti Akan Bertanggung Jawab Akan Masakan Chinatsu Yang …
"Kamu Buat Cukup Banyak Ya, Kyouko"
"Uh-huh, Aku Mau Memberikannya Satu"
"Ke Siapa??"
"Itu Ra-ha-si-a"
Kyouko Memasukkan Kuenya Ke Dua wadah Plastik Transparan Yang Berbeda Lalu Mengikatnya Satu Dengan Tali Merah Dan Satunya Tali Hitam
'Yosh'
Dengan Suara Kecil, Setelah Mereka Selesai Membersihkan Dapur Mereka Pun Pulang
[8]
Kyouko Keluar Dari Sebuah Toko
"Volume Terbaru Mirakurun Kah, Apa Yang Akan Terjadi Sekarang Yaaahh!!"
Dia Mengeluarkan Sebuah Komik Terbaru Mirakurun, Mungkin Karna banyak Waktu Luang Dan Satu Lagi Komik Three Piece Volume 99.
Saat Ini, Kyouko Memakai Baju Biru Pendek Dengan Kerah Putih Dan Rok Pendek Hitam, Sekaligus Tas Kecil Warna Coklat Muda Yang Cukup Cerah
Ketika dalam Perjalanan Pulang, di Suatu Pertigaan, Ia Melihat Ayano Memakai Baju Yang Ia Kenal
"Oh Ayano!"
"Eh!!! To-toshinou Kyouko!! Kenapa kau Disini"
"Habis Dari Rumah Yui, Sekalian Beli Komik Juga... Are.... Itu Bajuku..."
"Heeeehhh!!!!"
"Hhm Hhm, Tidak Salah Lagi, Soalnya Aku Yang Membuat Pita ini...…
"Begitu Ya, Jadi Temannya ibuku Itu Ibunya Ayano Yah……"
"Sudahlah, aku Akan Pergi Menggantinya!"
Ayano Berlari Menjauhi Kyouko, Tapi Kyouko Mengejar Dan Menahan Tangannya
"Tunggu!! Itu Cocok Sekali Denganmu!
"Be-beneran?"
"uh-huh, Sungguh Imut, Jadi Tidak Perlu Buru Buru, Kita ke Taman Disana Dulu Saja!"
"A-apa Boleh Buat...."
[8]
"Hup, Cocok Juga kamu Berpakaian Seperti Itu, Dan Aku Jadi Teringat Waktu Ke Taman Hiburan"
Kyouko Duduk Di Ayunan Disebuah Taman Dengan beberapa Anak Kecil Sedang Bermain
"Toshinou Kyouko, Kamu Membeli Baju Ini Untuk Apa?"
"Hhhmmm, Karna Mirip Dengan suatu Komik, aku Berniat Memakainya Di Suatu Acara"
"(Ini Baju Cosplay!!??)Ugh… uuhh, Omong Omong, Kamu Beli Komik Apa?"
"Ohh"
Kyouko Membuka Kantong Kecil Tipisnya Dan Mengeluarkan Sebuah Buku
"Komik Mirakurun Yang Terbaru, Dan Three Piece Juga"
"Eeeehh, Kamu Suka yang Seperti Itu Ya"
"Kalau Ayano Suka baca komik Apa??"
Kyouko Mengatakannya sambil Memasukkan Komiknya ke Kantongnya
"Jarang Baca sih, Seperti Komik 4 Panel Di Koran"
"E-Eh, Yang Itu?"
"Dan Juga Komik Shoujou"
"Wah!. Mirakurun Juga Komik Shoujo, Nanti Mau Aku Pinjami??"
"Benarkah, Terimakasih"
"Hehe"
Kata Kyouko Dengan Semangat Setelah Mengetahui Bahwa Ayano Suka Komik Shoujo Yang Biasanya Berfokus Pada Sudut pandang Si Heroine.
"Aku Jadi Agak Haus, Kamu Mau Rasa Apa? Aku Traktir"
" Yakin? Kalau Begitu Teh Lemon"
"Kacang Merah Ya, Baiklah"
"Jauh Banget!!"
"Baiklah Baiklah Teh Lemon Kan"
Kyouko Kemudian Berlari Menuju Mesin Penjual Minuman Otomatis Dan Membeli Teh Lemon Dan Kopi Susu Kaleng.
"Maaf Menunggu"
Setelah Membeli, Kyouko Kembali Dengan 2 Kaleng Ditangannya, Satu Warna Coklat Dan Satu Warna kuning
"Nih"
"Te-terimakasih"
Mereka Dengan Diam duduk Di Ayunan Dan Membuka Penutup Kalengnya, Setelah 2 Kali Tegukan, Mereka Akhirnya Mengeluarkan Suara
"Ano"
"Ano…"
"A-apa?"
"Ah, Bukan Hal Penting Kok, Ayano Duluan Saja"
"Toshinou Kyouko Tuh, Selain Suka Komik, Kau Menyukai Apa?"
"Hhmmm… Ntahlah, Aku Hanya Melakukan Apa yang Ku Pikirkan, Dan......."
Sebuah Jeda Di Antara Kata, Membuat Ayano Menunggu
"…… Aku Juga Sedang Menyukai Seseorang …… Oh Iya, Tadi Aku Membuat Pancake di Rumah Yui"
Suara Yang, Tenang, Yang Jarang Dikeluarkan Oleh Kyouko Yang Berisik Ini, Membuat Ayano Memikirkan Apa Yang Kyouko Katakan Di Awal.
"Se-sepertinya Menyenangkan"
"Oh Benar Juga. ……… Nih"
Kyouko Merogok Tasnya Dan Mengeluarkan 1 Bungkus Biskuit Dengan Plastik Transparan Dan Tali Hitam
"Itu??"
"Biskuit Yang Aku Buat Dirumah Yui, Aku Kasih!"
"Eeehh?"
"Kami Membuatnya Bersama!!"
"Boleh Nih"
"Uh-huh"
"Wah, Terimakasih!"
Ayano Menerima Bungkusan Biskuit Itu Dengan Senang Dan Muka Yang Sedikit Merah
"Eh, Tadi Kamu Mau Mengatakan Apa?"
"Sudahlah, Itu Tidak Penting Kok"
"Kamu Malah Membuatku Penasaran!"
"Huuuh, Aku Hanya Berpikir, kalau Awan Itu Mirip Akari Yang Menghadap Ke belakang"
Kyouko Menunjuk Ke Atas Awan Dengan Bentuk Seperti Badan Dan Kepala Dengan 2 Bulatan Di Bagian Kepala
"Benar Benar Tidak Penting Ya ……… Ah, Sudah Cukup Larut, Aku Mau Cepat Cepat Pulang"
"Uh, begitu Ya, Kalau Begitu Sampai Jumpa"
"Eh, Apa kamu Tidak pulang Sekarang??"
"Tidak, Aku Sedang Menunggu Seseorang"
"Begitu Ya, Sampai Jumpa, Terimakasih Karna telah Menemaniku"
"Ehe……"
Ayano Pergi Ke Luar Taman Dengan Baju Cosplaynya, Beberapa Saat Kemudian, Seorang Laki Laki Datang Ke taman Dan Mendekati Kyouko
"Aku Cukup Lama Memperhatikan Kalian Berdua Dari Jauh"
"TIDAAKKKK!!!! ADA PENGUNTIT!!!"
Kyouko Meneriakkan Hal Tersebut Dengan Suara Orang Tertindas
Para ibu Ibu Ditaman Yang Hendak Keluar taman Menjemput Anaknya Berbalik Dan Memberi Tatapan mengancam Pada Laki Laki Yang Dekat Dengan Kyouko Yang Duduk Di Ayunan.
"WOY!!! KAU YANG MEMINTAKU KESINI"
"Yah Becanda becanda, Maaf Membuatmu Kesini Jam Segini, Kashima-kun"
Jam 6 Malam Dengan Matahari Oranye Di Ujung Barat Dengan Cahayanya Yang Mulai Menghilang
"Jadi, Ada Apa Memanggilku, Bukan Cuman Untuk Berteriak Seperti Itu Kan?"
Kashima Datang Karna Panggilan Kyouko Saat Sedang Membeli Minuman tadi
"Ehehe, bukan Bukan, Aku Mau…"
Kyouko Membuka dan Merogok Sesuatu Dari Tasnya
"Nih, Untukmu, Aku… Cukup Berusaha Membuatnya"
Kyouko Berdiri Lalu Memberikan Bungkus Plastik Transparan Berisi Biskuit Dengan tali Merah Yang mirip Dengan Ayano, Namun, Penampilan Dari Biskuitnya Sendiri Berbeda dengan yang Ia Berikan Ke Ayano.
"Biskuit? Oooouuh, Hhmm Hmm, Hebat Juga. Sudah Lama Aku Tidak Makan Biskuit Buatan Tangan, Terimakasih…… Ky-Kyouko."
"Ah… So-sore wa chotto … Hazukashi…… Demo… Dou itashimashite"
(ah…… Itu… agak Sedikit Memalukan, Tapi… Sama-sama)
Keduanya tersenyum. Senyum Mereka berdua Merupakan Senyum Bahagia Dari Orang Yang Bersemi. Dengan Kedua tangan Kyouko Yang Berpegangan Di Belakang. Dan Muka Merah Kyouko Yang Tidak Menyangka Akan Dipanggil Dengan Nama Depannya.
Setelah Beberapa saat
"Kalau Begitu Aku Pulang Dulu, matahari Juga Sudah Turun Dan Sekarang Cukup Gelap"
"Sudah Mau Pulang? Aku Akan Mengantarmu"
"Eeehhh, Tidak Perlu Lah, Takutnya Aku DiGosipin Dan Jadi Bahan Pembicaraan"
"Sudahlah Ayo Pulang, aku Akan Mengantar Mu"
"Ciiih, Baiklah, kamu Juga Memaksa"
Dan Begitulah Mereka Pulang
Namun, disisi Lain
"Gawat……… Aku Malah Memperhatikan Mereka, Aku Benar Benar Seperti Penguntit"
Diujung Taman, Ayano Bersembunyi Dibalik Semak Semak Dengan Banyak pohon, lebih Tepatnya dia memutari Taman Dan Sekarang Berada di Belakang Ayunan Yang Tadi Diduduki Kyouko
(Aku Tidak Menyangka Toshinou Kyouko Punya hubungan Seperti Itu Dengan Seorang Lelaki, Uwaaaahhhh Bagaimana ini, aku Jadi Bingung Kalau Menemuinya)
Ayano Kehabisan Tenaga Dan Asap Keluar Dari Kepalanya, Ia pun Segera Kerumah Untuk Menenangkan Diri Dan Berniat Melupakan Apa yang Ia lihat
[9]
(Hhhmmmm, Secara tidak Sadar, aku Ternyata membuat Biskuitnya Lumayan Banyak, Mungkin Aku Taruh Ditoples Saja nanti, Sisanya………… Mu-mungkin Aku Berikan saja ke Aika-san)
Yui Berpikir di Malam Hari Dan mukanya Memerah karna pikirannya Sendiri.
Yui pun Memasukkan Beberapa Biskuit Ke Suatu Bungkusan Plastik Lalu Mengikatnya Dengan Tali Putih Dengan Pola Pita.
Ia Membereskan Beberapa hal di Dapurnya dan Membawa Biskuitnya Ke luar Ruangan.
Yui saat Ini Memakai Piyama Biru Gelap Panjang Dan Mengancingkan Semuanya.
Ia keluar Dan Berjalan Ke Ruangan Sebelah, Setelah sampai Di Depan Pintu.
(Aku Hanya Harus Memencet Tombol Belnya Dan Memberikannya)
Setelah Mengumpulkan Keberanian, Ia menekan Tombol Bel Dan Melihat Ke Arah Kamera Kecil, Setelah Menunggu, Tombol Yang Ia tekan Menyala Dengan Warna Hijau.
"Funami-san ya"
"Uh Haik"
"Tunggu Sebentar"
Cahayanya menghilang Dan Itu Artinya kamera Juga mati, Kemudian Pintu Didepan Yui Terbuka Dan Seorang Laki Laki Dengan Celana Panjang Hitam Dan Jaket Hitam keluar.
"Ada apa Funami-san, Dan Juga, Lama Tak berjumpa, Kita jarang Bertemu Pagi Pagi Atau saat Pulang Sekolah"
"Eh! Ah Kalau Soal Itu, aku Sering Berangkat Agak Siang, dan Kalau Pulang Aku Ada Klub
(Walaupun Nganggur)"
"Hhm Begitu Ya"
"Ah, Aika-san Aku Mau Memberikan Ini, Aku Terlalu Banyak Membuatnya saat Bersama teman temanku, Jadi Aku Memberikannya"
"… Biskuit Ya, Sepertinya Enak, Aku Terima. Terimakasih Funami-san"
"Ah Tidak Apa apa, Kalau Begitu… Selamat Malam, Aika-san. Semoga kau Menyukainya"
"Uh-huh, Malam Funami-san"
Yui Kemudian Berbalik Menuju Kamarnya dan Masuk
(Ntah Kenapa aku Bicara terlalu Normal, Biarlah, Normal Juga cukup)
Sedikit warna merah di muka Yui Membuat Yui Seperti anak kecil.
Di Sisi Lain,
(Biskuit Ya… Sepertinya Ini Pertama Kalinya Aku Diberi Camilan Selain Dari Ibuku)
"Sepertinya nanti Aku Harus Membalasnya, aku Terlalu Merepotkan Funami-san *Huuuffft"
Begitulah Cara biskuit membuat hubungan Mereka bertambah Erat