Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Lepas Kendali



Chapter 18: Lepas Kendali


[1]


"Omong Omong, Aika-san, Mmmm… Maaf Kalau Tidak Sopan, Tapi, Kenapa Ekspresi Di Wajahmu Jarang Berubah?"


"Benar Benar Tidak Sopan!"


(Tadinya Aku Ingin Bilang Begitu, Tapi, Sebaiknya Jangan, Malah Aku Yang Tidak Sopan)


"…Kenapa Ekspresi Di Wajahmu Jarang Berubah?"


"Wajahku, Kah…… Itu Kar-"


"Itu Karna Onii-chan Tidak Punya Teman Dan Sering Dijahili Waktu SD"


"Oy, Masa Laluku Tidak Separah Itu"


Aika, Miki, Dan Yui Berjalan Di Trotoar Di Pagi Hari, Senin. 22 Oktober.


Miki Berada Di Antara Kedua Anak SMP Ini, Dan Menyela Perkataan Kakaknya Sendiri.


"Ahaha~(Gugup)"


"Itu Karna Dari Lahir Aku Memang Seperti Ini, Miki Juga Jarang Merubah Ekspresinya, Tapi Dia Tidak Sedatar Aku"


"Itu Karna Masa Sekolahku Lebih Menyenangkan Daripada Masa Sekolah Onii-chan"


"… Haik Haik"


Yui Menolehkan Kepalanya Ke Kiri Dan Sedikit Memiringkannya, Lalu…


"Uuumm…… Sou Ka?? (Benarkah?)"


"Uh-huh, Tentu~ Ah, Aku Pisah Disini, Sampai Jumpa!"


"Ah, Haik, Hati Hati, Aika-san"


"Yeah, Tenang Saja"


Aika Dengan Wajahnya Yang Sedikit Memerah, Berpisah Dan Melampaikan Tangannya 2 Kali Ke Yui Dan Miki.


"…… Kalian Cocok Sekali Ya…"


"Uuuh? Kenapa Miki-chan"


"Tidak Ada Apa apa………"


(Cocok…… Ugh, Aku Benar Benar Jadi Orang Yang Sengaja Tidak Mendengar Perkataan Jelas Seperti Itu…)


Muka Yui Sedikit Memerah.


~


Tinggi Miki Yang Sebahu Dengan Yui, Membuat Yui Berpikir Kalau Ia Akan Di Kejar Tingginya Saat Miki Sudah Masuk SMP Nanti.


"Oh Iya, Miki-chan Sekarang Kelas 6 Kan?"


"Uh, Uh-huh"


"Nanti Lanjut Ke Sekolah Mana??"


"eeemmm… Tidak Tau, Mungkin Seiri Chuugaku (SMP), Biar Sama Dengan Onii-chan"


"Hhhmm, Begitu Ya…"


(Yah, Aku Merasa Aman Juga Bila Miki-chan Sekolah Dengan Kakaknya, Walaupun Aku Inginnya Miki-chan Sekolah Di SMP Nanamori)


[2]


(Funami-san… Rasanya Jadi Begitu Dipikiranku, Kalau Ku Ungkapkan, Mungkin Dia Terlihat Lucu Untuk Dijahili…)


Aika Mencapai Gerbang Sekolahnya Setelah Lama Berjalan.


"Oh, Oy Aika!"


"…… Ah, Kase, Kah"


Seorang Laki laki Lain Dengan Seragam Yang Sama Dengan Aika, Datang Dari Belakang Dan Menghampiri Aika.


"Kenapa Aika, Mukamu Merah Lho"


"Ah, Santai Saja, Omong Omong, Aku Mau Menanyakan Hal Bodoh"


"Uh, Bodoh, Masa Orang Pintar Seperti Menanyakan Hal It-"


"Apa… Kau Mengalami Suatu Hal Akhir Akhir Ini?"


"Eh?"


"Tidak, Rasanya Mukamu Jadi Lebih Berseri Seri, Walaupun Tidak Se Terang Tawaka Yang Dapet Pacar"


"EHH!! Kashima Dapat Pacar!?!"


Teriakan Kase Membuat Para Murid Lain Melihat Ke Arahnya Yang Sedang Di Pinggir Gerbang.


"Eh, Sumpah!?"


"Iya Iya, Sumpah…… Sebenarnya Aku Belum Tahu Secara Pasti, Tapi Tinggal Tanyakan Saja, Dia Pasti Menjawab"


"OOOOYYY!!! KASHIMA!!!!"


Kase Berlari Menjauhi Sekolah Dan Menyeret Seorang Murid Laki Laki Di Bagian Belakang Leher.


"Ini Orangnya!!"


"A…Ah, Kejam Juga Kau Kase"


"Saa!! Kita Tanyakan!!"


"eh, Ada Apa Ini??"


Kase Memegang Kerah Kashima Dan Berteriak Cukup Keras


"Ke…… KENAPA KAU PUNYA PACAR DULUAN HAAAHHH!!!!!"


"Oy, Kase, Menurutku Kau Sudah Berlebihan…… Tidak Didengarkan Ya… Aku Duluan, Berjuanglah, Tawaka"


"OOY NORU!!! Teganya Kau Meninggalkanku Dengan Orang Gila Ini!"


Disaat Orang Orang Melihat Mereka, Aika Mengatakan Hal Santai Lalu Berbalik, Dan MeninggalKan Mereka Berdua.


(Sepertinya Kase Dapat Masalah, Ini Kedua Kalinya Aku Melihatnya Lepas Kendali Seperti Itu, Padahal Dia orangnya Tenang Tenang Saja)


Aika Mencapai Loker Sepatu, Melepas Sepatunya Dan Memakai Sepatu Untuk Gedung Sekolah.


"Ah, Aika, Apa kau Liat Ranka?"


"Uh? Ah, ya, Tadi Dia Lepas Kendali Di Gerbang, Mungkin Sekarang Sudah Reda"


"Begitu Yah, Makasih!"


"Uh-huh"


Aika Berbicara Dengan Tenang, Seperti Biasa. Dia Berbicara Pada Orang Berkacamata Tajam, Bermata Hijau Gelap Dan Tingginya Cukup Sama Dengan Aika.


Rambutnya Yang Cukup Rapi Membuatnya Terlihat Seperti Orang Pintar Sejati.


[3]


"Oha~~ Yo Yui!"


"Uh, Pagi Kyouko"


"Hhhmph Hmph, Hehe, Yui-sama, Silahkan Duduk"


"……………"


(Dia Pasti Ingin Meminta Sesuatu, Aku Yakin)


"Haik, haik, Terimakasih…"


"Karna Begitu Yui-sama, Bolehkan Aku Meli-"


"Ditolak"


"Eeehhh!! Sebegitunya Kau Memperlakukanku, Yui!!"


"*Hhuuft, Baiklah, Akan Ku-"


"Perlihatkan!! UGH!"


"akan Ku Bantu!"


Yui Memukul Kepala Kyouko Yang Tengah Berlutut Dengan Buku Tulis Yang Di Gulung.


"Ha-haik!"


"Selamat Pagi…"


Ayano Masuk Ke Kelas Dari Pintu Belakang Dengan Muka Lega Dan Lelah, Melihat Kyouko Yang Menulis Di Meja Yui, Dan Terlihat Seperti Sedang Di Ajari.


"Selamat Pagi, Ayano-chan"


Diikuti Oleh Chizuru Yang Berada Dibelakang Ayano.


"Kenapa? Ayano-chan?"


"E-eh, Ti-Tidak Apa Apa, ayo Duduk!"


Ayano Berjalan Dengan Kakunya Ke Tempat Duduknya Di Depan Tempat Duduk Chitose.


(Ayano, Ntah Kenapa Terlihat Gelisah… Kenapa Ya?)


"Ah, Dibagian Sini Agak Salah… Seharusnya Seperti………"


(Mungkin Aku Terlalu Khawatir, Tenang Saja, Yui, Tetaplah Seperti Biasa)


Kekhawatiran Yui Tidak Berlanjut Dan Dia Sekolah Seperti Biasa.


[4]


"*Huuuuft…"


(Lelahnya, Lagi Lagi, Kyouko Membuatku Kecapean, Padahal Kemarin Aku Santai Sekali)


Yui Berjalan Di Jalanan Kosong Yang Dilewati Beberapa Ibu Ibu Yang Menjaga Anaknya Di Taman Sambil Mengobrol.


"Ah, Yui Nee-chan"


"Uh?"


Seseorang Memanggil Yui Dari Taman Bermain Kecil Di Sebelah Kanan Yui.


"Ah, Miki-chan"


Yui Mendekati Miki Yang Memakai Baju Biru Langit Panjang Dan Rok Kuning, Yang Cukup Kotor Karna Miki Bermain Di Taman.


"Mau Pulang?"


"Uh-huh, Kamu Masih Mau Bermain?"


Yui Agak Menunduk Saat Berbicara pada Miki, Selagi 2 Orang Gadis Kecil Mendekati Miki Dan Yui.


"Uumm… Tidak, Aku Pulang Saja, Takutnya Onii-chan Malah Tidak Bisa Masuk Ke Rumah"


"Uh? Kenapa?"


"Onii-chan Memberikan Kunci Rumah Kepadaku, Katanya Dia Akan Pulang Telat"


"Begitu Ya…, Kalau Begitu Ayo, Bareng…"


"Uh-huh……… Ogawa-san, Kondou-san, Aku Pulang Duluab"


"Sip!"


"Ah^!"


Miki Pun Mendekati Yui Yang Berjalan Duluan.


[5]


"Onee-chan"


"Uh? Kenapa Miki-chan?"


(A-aku Dipanggil Onee-chan (Kakak) Secara Langsung?)


"Maukah Onee-chan Menemaniku Di Rumah, Karna Cukup Bosan Bila Sendirian"


"Uh…… Baiklah, Tapi Aku Mau Mandi Dulu Ya!"


"Wakatta (Baiklah)"


Yui Dan Miki Mengobrol Di Depan Pintu Dengan Nomor 7, Setelah Mengobrol, Yui Pergi Ke Ujung Lorong Dan Membuka Pintu Dengan Nomor 8 Dan Memasukinya.


(Huuuh… Menemani Ya… Yah, Tidak Apa Lah, Aku Juga Tidak Ada Kerjaan)


Yui Menaruh Tasnya Diruang Utama Dan Mengambil Baju Panjang Belang Belang Putih Biru, Dan Celana Hitam Panjang Yang Cukup Ketat.


Ia Kemudian Membawanya Ke Kamar Mandi Dan Melepas Bajunya ………


[6]


Yui Menekan Bell Di Sebelah Pintu Nomor 7,


Lalu Beberapa Saat Kemudian, Pintu Terbuka Ke Dalam Dan Seorang Gadis Dengan Baju One piece Putih Terlihat.


"Maaf Menunggu……"


"Iyeh (Tidak kok)"


Yui Kemudian Masuk Ke Dalam Dan Melepas Sandalnya.


Yui Kemudian Mengikuti Miki Yang Sedang Menuju Ke Ruang Utama.


Miki Masuk Ke Ruang Utama Dan Berlari Kecil Menuju Meja Pendek Persegi.


Yui Mengikutinya.


"…………"


"…………"


"Ternyata Benar, Seharusnya Tadi Aku Mengajak Nee-chan Mandi Bareng"


"Eh? Se-sebaiknya Jangan Sekarang, Miki-chan… Aku Terkadang Pake Air Dingin Untuk Mandi"


"Eh? Apa Onee-chan Tidak Kedinginan?"


"Yaah…… Kedinginan Sih, tapi Katanya Ada Banyak………"


Yui Melanjutkan Obrolannya Dengan Miki, Tentunya Soal Obrolan Perempuan Lainnya Yang Tidak Boleh Diberitahu Kepada Laki Laki.


[7]


"*Huuuuuuhhhft"


(Aku Kira Bisa Lebih Cepat, Eh Ternyata Malah Lebih Lama Dari Dugaanku, Aku Jadi Kasihan Miki Sendirian)


Aika, Sedang Berada di Depan Pintu Lantai Satu Dari Apartemen Yang Ia Tinggali.


Ia membukanya Dan Berjalan 3 meter, lalu Berbelok Ke Kanan, Lalu Menaiki Tangga Ke Lantai 2.


(Yaah… Seharusnya Dia Baik Baik Saja, Dia Juga Sudah Cukup Dewasa……)


Aika Terus Berjalan Dan Sampai Didepan Pintu Nomor 7, Lalu Langsung Membukanya.


"Tadaima……(Aku Pulang)"


"Oh, Okaeri………(Selamat Datang Kembali)"


"…………"


Saat Membuka Pintu, Ia Melihat Ke Dapur Dan Melihat Seorang Gadis Berambut pendek Sebahu, Memakai Apron Dan Sedang Memasak Sesuatu.


(Tadi………… Tadi…… Satu Impianku…… Sudah Terwujud……)


Aika Menjatuhkan Tas Kotaknya, Dia Yang Memakai Seragam Dan blazer Biru Gelap Ini, Tiba tiba Berlutut Dan Diam…


"Eh, Maaf Mengganggu Aika-san, aku Pinjam Dapurnya Dulu"


"……………"


"…… Eh? …… Ano… Aika……-San?"


*Beberapa Saat Sebelum Aika Datang


"…… Apa Kamu Lapar? Miki-chan?"


"…Uh-huh, Cukup Lapar"


"Kalau Begitu, Bolehkah Aku Meminjam Dapurnya? Aku Akan Membuat Sesuatu Untuk Dimakan…"


"Eh, Benarkah? Tentu Saja Boleh Dipakai, Malahan, Habiskan Saja Semua Bahannya!"


"Eh, itu Mah Terlalu……, Kalau Begitu Aku Ke Dapur Dulu Ya. Miki-chan Bisa Nonton TV Dulu…"


"Hai^, Terimakasih"


"Tidak Apa"


Yui Bangun Dan Pergi Ke Dapur, Dia Melihat Lihat Dapurnya Dan Memakai Apron Yang Ia Ambil Dari Laci Di Bagian Atas.


Ia Mengencangkan Tali Dibagian Belakangnya Dan Mulai Memasak Sesuatu.


*Saat Ini!


"Aika-san~"


Yui Sedang Melihat Aika Yang Berlutut, ntah Karna Alasan apa.


Aika Kemudian Bangun, Mendekati Yui Yang Memakai Apron, Dan……… Memeluk Yui…


"…Eh……"


"…………"


(Eehhh…… Kenapa?!?, Kenapa!?! Kenapa Aika-san Memelukku!!!?!!?)


"…………"


"…………"


Yui Hanya Bisa Terdiam Malu Sambil Menerima Pelukan Hangat Dari Aika Yang Baru Kembali.


Yui Mendengar Detak Jantung Aika yang Cukup Cepat, Dan Merasa Dagu Aika Menekan Ke kepala Yui, Karna Masih Panik, Tangan Yui Menyelinap Ke Bagian Depan Badannya Yang Menempel Ke Aika, Dan Ia Menaruh Tangannya Di Dada Aika. Aika Hanya Terdiam Sambil Memeluk Yui, Dibagian Kepala.


Beberapa Saat Kemudian, Aika Melepas Pelukan Yang Memeluk Kepala Yui Secara Perlahan, Ia Kemudian Berjalan Dengan Kakunya Ke Kamar Mandi, Pergi Ke Wastafel Dan Mencuci Mukanya.


Ia Mengeringkan Mukanya……


"WWAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!"


Aika Berteriak Dengan Kencang, Suara Teriakannya Mungkin Bisa Mengganggu Tetangga Lain, Walaupun Beberapa Masih Ada yang Bekerja.


[8]


Muka Yui Sepenuhnya Merah, Ia Tidak Menyangka Tiba Tiba Akan Terjadi Hal Seperti Itu.


(Ke-kenapa?…… Waaahh!! Malu Sekali……… Kenapa Aika-san Melakukan Hal Itu!!)


"Uum? Ada Apa? Onee-ch-"


"WWAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!"


Miki Yang Baru Datang Dari Ruang Utama, Dan Yui. Terkejut Oleh Teriakan Dari Kamar Mandi.


"Eh, Itu Onii-chan?"


"…U-Uh-huh"


"Uuumm… Begitu Ya"


"A-apa Dia pernah Begini? Miki-chan"


(Po-pokoknya Aku Harus Menangkan Diriku, Walaupun Hal Itu Terjadi, Aku Tidak Perlu Memberitahu Miki-chan, Tenanglah, Yui……)


"Yeah, Dia Pernah Seperti Ini, Biasanya Dia Menjadi Seperti Ini Saat Ada sesuatu Yang Membuatnya Terkejut Sekali, Tapi Perasaan, Dulu Tidak Separah Ini"


"He-heeehh, Begitu Ya"


"Biarkanlah Dulu, Nanti Juga , Dia Akan Tenang Setelah Mencuci Mukanya Beberapa Kali"


Miki Kembali Ke Ruang Utama Dan Menutup Pintu Ruang Utama.


Saat Masih Terkejut Dan Malu… Yui Melihat Pintu Kamar Mandi Terbuka Perlahan Lalu Aika Muncul Dan Sudah Melepas Blazer Biru Gelapnya, Sekarang Ia hanya Terlihat Santai…


"*Haaaahh…"


"……"


"Ugh… Em… Maaf Membuatmu Terkejut…… Funami-san, Dan Maaf Juga Karna…… Tiba Tiba… Memelukmu…"


"Ti-tidak Apa Apa , Aku……"


Muka Aika Dan Yui Sama Sama Merah, Aika Memalingkan Wajahnya dari Yui Yang Masih Berdiri Tertegun Di Depan Dapur. Lalu Perlahan, Aika Mendekati Yui, Lalu Berbisik Dengan Cara bicara Normal.


"Terimakasih"


"……!"


Yui Yang Tadinya Sedikit Menunduk, Perlahan Mulai Melihat Ke Arah Aika, Walaupun Harus Sedikit Menengok Ke Atas.


"Hu-hum…"


Yui Mengangguk Kecil, Dan Aika Tiba Tiba Mengelus Kepala Yui Perlahan, Sebentar, Lalu …


"Lagi Buat Apa?"


"Ah, Uhhm… Rahasia, Pokoknya bantu Dulu Sebentar, Habis Itu Kamu Boleh Mandi"


"Uh, baiklah"


Mereka Kemudian Memasak Makanan Yang Tidak Diketahui. Sedangkan…


"Mereka Benar Benar Cocok… Yah, Apa Yang Bisa aku Lakukan, Lagian Onii-chan Sendiri Yang Melakukannya"


Miki Tengah Mengintip Dari Pintu Utama ke Dapur Dan Melihat Aika Dan Yui Yang Sedang Memasak, Setelah Berbicara Pada dirinya sendiri, Miki Kembali Duduk Di Dekat Meja dan lanjut Menonton TV


[9]


"Apa aku Boleh Mandi Dulu?"


"Uh-huh, Boleh, Sebentar Lagi Juga Selesai"


"Makasih"


Aika Keluar Dari Dapur Dan Pergi Keruang Utama, mengambil Sepasang Baju Dan Pergi Lagi Ke dapur lalu Ke kamar Mandi.


(*Huuuft, aku Bisa Tetap Bersikap Tenang Kali Ini… Sepertinya Aku Harus Membiasakan Diri…)


Aika Melepas Kemeja Putihnya Di Depan Cermin Wastafel, Dan Aika Melihat Dirinya Sendiri Yang Pipinya cukup Merah.


(Aaah…… Sialan…)


Aika Kemudian Masuk Ke Kamar Mandi dan Mandi Dengan Air Dingin Secara Cepat.


[10]


(Uuuuhhh… Hhhmm…… Sepertinya, Begini Juga… Tidak Apa apa…)


Beberapa Menit Setelah Aika Masuk Ke Kamar Mandi, pintu Kamar Mandi Terbuka, Dan Aika Keluar Dengan Baju Abu Abu Polos Pendek Dan Celana Olahraga Hitam Panjang.


Ia sedang Mengeringkan Rambut Pendeknya Didepan Pintu Kamar Mandi.


"Huuuh, Segar Sekali Rasanya…"


"…………"


Yui Melepas Tali Apronnya Dan Menaruhnya Di Keramik Dapur.


Yui Memperhatikan Aika Yang Menggosok Kepalanya Sambil Menutup Mata yang Dilewati Beberapa Aliran Air.


Yui Hanya Melihatnya dari Bagian dapur.


Lalu…


Yui Menerpa Aika Dari Depan Disaat Aika masih Mengeringkan Rambutnya.


Dan Memeluk Aika dari Depan.


"Funami…… san…"


"Tidak Adil… Aika-san, Curang……"


"Eh?"


Yui Merangkul Aika Sampai ke penggungnya. Merasakan Detak Jantungnya yang Mulai Menjadi Cepat.


Setelah Berdiam Diri Dan Membiarkan Handuknya Tergantung Dilehernya, Aika, Perlahan Menjalarkan Tangannya Ke Pundak Yui, Dan Menariknya Untuk Merapat.


"Aika-san…… Aku…… Aku……"


"Aku Tau Hal Itu……"


"……!"


Yui Menengok Ke Atas, Melihat Mata Aika Yang Begitu Tepat Didepannya.


Aika Menatap Yui Dengan Fokus, Yui Yang Terlalu Malu Mulai Menutup Matanya Perlahan, Dan Suatu Kehangatan Mencapai Bibirnya.


Kira kira Begitulah Hal Yang Sedang Dibayangkan Yui Saat Ini Ketika Ia melihat Aika dari Bagian Dapur, Yui Masih Berdiri Di Sisi Dapur Dan Belum Melepas Apronnya.


Dengan Tenangnya, Yui Melepas Tali Apronnya, Dan Menaruhnya Di Keramik Dapur.


Muka Yui Memerah Seketika dan Langsung Berbalik Membelakangi Aika Yang Masih Mengeringkan Rambutnya Di Depan Pintu Kamar Mandi.


"Uh? Ada apa Funami-san?"


"Eh??!, Ti-tidak, Um… Bisakah Kamu Membantuku Membawa Ini?"


"Uh, baiklah"


Aika Membuka pintu Kamar Mandi Dan Melempar Handuk Di Rambutnya Ke Dalam.


Lalu Mengambil Nampan Yang Sudah disiapkan Yui, Dengan 1 Piring Yang Diisi Lapisan Daging Dari SuperMarket, Dan Yui Membawa 3 Mangkuk , Dan 3 Pasang Sumpit, Dan Satu Piring Dengan Lapisan Daging Yang Dibuat Renyah.


(Heee…… Sugoi Na… (Hebat) Aku Jadi Ingin Belajar Masak Kalau Begini)


"Maaf Ya kalau Lama, Miki-chan!"


"Ah, Tidak kok. Terimakasih, Onee-chan, Onii-chan"


(Ugh!!!)


(Ugh!!!)


Aika dan Yui Datang Dari Dapur Dan Membawa 1 Nampan Di Tangan Mereka.


"*kuh *Kuh *Kuh, Baunya Enak Sekali, Ini Daging Kan?"


"Uh-huh, Yaah, Maaf Karna Memakai Bahannya Sembarangan"


"Tidak Apa, Onee-chan, Onii-chan Memang Tidak Bisa Masak, Dia Payah"


"Enak Saja Kau Bilang Begitu…"


"Huuu………"


Miki Yang Tadinya Tengah Asik Menonton TV, Langsung Bersiap Di Meja.


"Tidak Perlu Dipikirkan, Funami-san, Maaf Juga Karna Merepotkanmu Untuk Masakannya"


"Uhh… Baiklah, Pokoknya kita Makan Saja dulu…"


(Hal Yang Ku Bayangkan Tadi Benar Benar Berbahaya, Ini Harus Segera Di Tindak, Takutnya Nanti Aku Malah Panik Sendiri Dan Malu Tiba tiba)


"Uh-huh"


Mereka Menaruh Nasinya ke Mangkuk Masing Masing, Lalu Memakan Makanan Yang Dibuat Oleh Yui


[11]


"Gochisousama"


"Gochisousama Deshita"


"Gochisousama Deshita"


Aika, Miki Dan Yui. Piring Yang Tadinya Berisi Daging Dengan Banyak Bumbu Dan Kerenyahan Dan Banyak Lapisan, Kini Hanya Tersisa Satu Lapisan Lagi.


"…………"


"…………"


"…………, Uum…… Apa Kalian Berdua Tidak Akan Memakannya? Kalau Begini, Ini Punya K-"


"Tunggu Dulu, Miki"


Si Adik Menghancurkan Keheningan Setelah Bersyukur Atas Makanan Yang Mereka Nikmati, Tapi Perkataannya Dipotong Oleh Sang Kakak Yang Menghalangi Piring Dengan 1 lapisan Daging Tersebut Dengan Tangannya.


"Ini…"


"Eeehh…… Ayolah Onii-chan, Kamu Harus Mengalah, Aku Kan Adikmu"


"………"


"……??"


Yui Memperhatikan Keduanya Denga Bingung.


Miki Kemudian Mengambil Dagingnya Dengan Sumpit Dan Langsung Memakannya Bulat Bulat.


"*Nyam *Nyam *Nyam"


"…………"


"…………"


"Eeeem, etto… Ah, Sudah Jam 8, Aku Sepertinya Akan Pulang"


"Eeehh, Onee-chan Sudah Mau Pulang"


"Iyeah, Kan Sudah Malam"


Kata Kata yang Dikeluarkan Miki Cukup Seperti Seorang Yang Tidak Mau Di Tinggalkan. Tapi Suara yang Ia Keluarkan Cukup Tenang Dan Tidak Khawatir.


(Karna Onee-chan Cuman Pindah Beberapa Meter Dari Sini, Jadinya Aku Tidak Terlalu Takut)


Yui Mengelus Elus Rambut Miki, Dan Berdiri Sambil Membawa Nampan Dengan Piring Dan Mangkuk Kosong.


"Uah… Aika-san, Aku Taruh Ini Di Wastafel"


"eh, Aaahh…… Baiklah"


"Padahal Onee-chan Bisa Menginap Saja Disini"


"Eh?"


"Eh?"


"…………"


Yui Yang Hendak Ke dapur Membawa Nampan, Langsung Terdiam, Dan Melirik Ke Miki Yang Memasang Wajah Polos.


Aika Juga, Hendak Bangun Dan Masih Berlutut Satu Kaki, Juga Cukup Terkejut Dengan apa Yang Dikatakan Adiknya.


"Miki-chan, Kalau Menginap…… Mungkin Nanti, Tapi Aku Janji Aku Akan Menginap Nanti"


"Benarkah? Janji Ya, Onee-chan"


"Uh-huh, Janji!"


Yui Tersenyum Pada Miki, Lalu Mengalihkan Pandangannya Ke Aika Yang Memasang Wajah Pasrah.


"Tidak Apa?"


"Tidak Apa Apa Kok, Aku Akan Pulang"


"Begitu Ya"


Yui Kemudian Berjalan Ke Dapur, diikuti Oleh Aika Yang Mengikutinya.


Yui Lalu Menyimpan Nampan Berisi Piring Mangkuk Kotor Dan Memakai Sandalnya.


"Kalau Begitu… Selamat Malam"


"Yeah, Malam"


Sesaat Setelah Yui Mengatakan Selamat Malam, Yui Mengangkat Tangannya Dan Mengelus Kepala Aika Tanpa Sebab.


"^_^… Dewasa"


"……Terimakasih, Funami-san"


"Tidak Apa"


(Kenapa kesannya Malah Aku Yang Jadi Seperti Orang Yang Mau Menghilang!!?!)


Yui Memberikan Senyum Hangat Pada Aika Dan Berbalik, Lalu Membuka Pintu.


"Selamat Tidur"


"Yeah"


Yui Keluar Dan Menutup Pintu Sambil Sedikit Melambaikan Tangannya Ke Aika Yang Memasang Muka tenang Dan Senyum Kecil Yang Terukir Di Wajahnya.


*Cklak


[12]


(Waaaahh…… Malu Sekali Aku…… Uuuummm…… Tidak Apa! Yui! Ini Belum Seberapa!)


Yui Dengan Pikirannya Yang Berusaha Tenang, Masuk Ke Kamarnya, lalu Mengunci Pintunya.


(Hhhmm…… Kalau Tidak Salah, Ada PR Yang Harus dikumpulkan 3 Hari Lagi, Kaah? Mungkin Nanti Saja, Aku…… Sangat Kelelahan…… Saat Ini)


Yui Melewati Dapur Dan Masuk ke Ruang Utama, Lalu Berjalan Dengan Lemasnya, Ke Ujung Ruangan Dan Melempar Dirinya ke Kasur yang Cukup Empuk.


Dengan Pipi Yang Sedikit Memerah, Sambil Menyelimuti Dirinya Dengan Selimut Dan Meraba raba Sprei Kasurnya.


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]