
Chapter 17: Merelakan
[1]
"Uuummm, Toshinou Kyouko Mengatakan Secara Tidak Langsung, Kalau Ini Baju Cosplay Kan?"
Ayano Sedang Berada DiKamarnya, Melihat Ke Cermin Full Badan Dengan Baju Putih Pendek Dan Rok Ungu-Pink.
"Uugh, Lebih Baik Aku Simpan Saja"
Ayano Melepas Bajunya, Kemudian Dia Memakai Baju Kuning Panjang Dan Celana Pendek Lalu Tidur Dikasurnya
[2]
"Aku Berangkat"
"Haik, Hati Hati Dijalan"
Ayano Berangkat Di Pagi Hari, Jum'at Tanggal 19 Oktober, Untuk Memulai Harinya Disekolah.
Dia Membawa Tas Kotak Berwarna Biru,
Dengan Baju Seragam SMP Nanamori Di Musim Dingin, Dengan Bagian Lengan Yang Panjang, Ayano Juga Memakai Stocking, 'Setiap Saat'.
(Uumm, Pelajaran Pertama Itu… Sains Ya… Mungkin Aku Akan Mengulang Sebentar)
Ayano Sampai Di Persimpangan Yang Mobilnya Masih Melaju, Ia Harus Menunggu beberapa Saat Dan Lampu Untuk Pejalan Kaki, Menyala.
Ayano Dan Orang Orang Lainnya Seperti Pekerja Yang Menggunakan Jas, Gadis Gadis Boing Dengan Baju SMA, Dan Beberapa Anak Kecil, Berjalan Menuju Sebrang.
[3]
Ayano Membuka Pintu Kelas, Ia Melihat Para gadis Dikelasnya, Ada Yang Sedang Mengobrol, Dan Yang Mengerjakan Dan Menulis Sesuatu Di Buku.
Ayano Pun Masuk Ke Kelas Dan Duduk Di Kursinya.
"Uuhh"
"Kenapa, Ayano-chan?"
"Waaah!! Uh, Chitose Kah"
Chitose Tiba Tiba Muncul Ntah Dari Mana Dan Berbicara Pada Ayano Yang Berdiam Diri.
"Selamat Pagi Ayano-chan"
"Fiuh, Selamat Pagi Chitose, Kamu Sepertinya Segar Sekali"
"Benarkah? Ehehehe, Sebenarnya Ada Hal Tidak Biasa Yang Terjadi~"
"Katakanlah Chitose, Aku Ingin Dengar"
Chitose Berdiri Disamping Ayano Yang Duduk Tegap Sambil Chitose Menaruh Tangannya Dibelakang Seperti Orang Yang Di Ikat.
"Jadi, Kemarin Waktu Pulang Kerumah……
[3.5]
*Kemarin
"Uuumm, Sepertinya Khayalanku Jadi Terlalu Berlebihan Akhir Akhir Ini"
Chitose Bergumam Sambil Membawa Tas Kotak Dan Memakai Seragam SMP Nanamori Musim Dingin.
(Chizuru Bilang Kalau Dia Akan Terlambat Pulang Ya……)
Chitose Berada Di Suatu Jalan Dengan Banyaknya Pohon Dan Beberapa Rumah Dilatar, Dan Satu Bangku Panjang Per Beberapa Puluh Meter.
Chitose Menghadap Kedepan, Dan Di Suatu Bangku Panjang, Dia Melihat Seorang Lelaki, Duduk Dengan Menyandarkan Bahunya Dan Memandang Ke Atas Pohon Warna Ke Orenan Karna Musim,
(Uuum… Sepertinya Aku Pernah Melihatnya…… Dimana Ya?)
Pikiran Chitose Hanya Berusaha Mengingat, Siapa Lelaki Tersebut, Hingga Tidak Sadar Sudah Melewati Lelaki Yang Duduk Itu,
Beberapa Meter Terlewati, Tiba Tiba.
"Ano……"
"Uh?"
Laki Laki Tadi, Memanggil Chitose Dan Dia Memegang Sekaligus Memperlihatkan Sebuah Sapu Tangan…
"Uum… Apa Ini Punya Mu?"
"Eh?"
(Ini…… Sapu Tangan Yang Aku Hilangkan Minggu Lalu…)
"Eh, Ano, Bolehkah Aku Melihatnya?"
"Uh-hum"
Chitose Mengambil Sapu Tangannya Dan Membukanya Dari Lipatan
'Sugiura Ayano'
Di Ujung Sapu Tangan, Terlulis.
(Ini Beneran Punyaku)
"Umm, Kalau Boleh Tau… Kapan Anda Mengambilnya"
"Eh, Se-sekitar 1 Mingguan Yang Lalu, Apa Itu Memang Punyamu??"
"Uumm…… Haik, Terimakasih Banyak Karna Sudah Mengembalikannya"
Chitose Sedikit Menundukkan Kepalanya Kepada Lelaki Yang Tingginya Mirip Dengan Chitose Ini, Yang Memakai Blazer Biru Gelap Dan Celana Hitam Ke Abu Abuan.
"Aku Akan Membalasnya Dengan Sesuatu…"
"Eh, Sebenarnya Tidak Perlu Tapi……"
"Tapi…?"
"Bolehkah…… Aku Minta Email Mu?"
[4]
……Begitulah Ceritanya"
"Ye-yeah, Cu-cukup Menarik Menurutku"
(A-aku Jadi Tidak Punya Banyak Waktu Untuk Mengulang Pelajaran)
"Benarkah! Namanya Mizaki Tsurugi-kun, Dia Sekolah Di SMP Seiri Kelas 2, Katanya"
Chitose Menempatkan Dagunya Di Meja Ayano Dan Sedikit Berjongkok
"Uum? SMP Seiri?"
"Uh?"
"Uh?"
Tiba Tiba, Ada Seseorang Yang Masuk Ke Pembicaraan Dengan Mengatakan Nama Sekolah Dari Kenalan Barunya Chitose.
"Ah, Selamat Pagi"
"Uh, Selamat Pagi, Funami-san"
"Pagi, Funami-san"
Yui Baru Saja Datang 15 Menit sebelum Kelas Masuk.
"Funami-san, Aku Jadi sering Melihatmu Hampir Telat… Ada apa?"
"Yaah, Aku Ada Urusan Tiap Pagi, Omong Omong, Tadi Chitose Mengatakan SMP Seiri Kan? Apa Kamu Punya Kenalan Disana?"
[4.5]
*Hari Selasa Tanggal 16 Oktober Lalu
"Pagi Yui Onee-chan"
"Uh, Pagi, Miki-chan, Selamat Pagi, Aika-san"
"Pagi"
Aika, Miki, Dan Yui Bertemu Di Depan Pintu Kamarnya, Yui Mendekati Aika Dan Miki, Lalu Berjalan Bersama Sambil Sedikit Mengobrol Soal Semalam.
Saat Didepan Pintu Utama Apartemen Ini.
"ah, Miki, Apa Kamu Ingat Jalan Ke Sekolah?"
"Mana Mungkin Aku Lupa, Onii-chan"
"………"
Aika Hanya Melihat Miki Dengan Tatapan 'Apa Boleh Buat' Walaupun Omongan Aika Cukup Datar Dibagian Suara.
Miki Memakai Rok Pendek Kuning Dengan Baju Tebal Biru Langit, Dan Tas Selendang Hitamnya Yang Isinya Buku.
"Aku Baru Ingat, Funami-san Jalan Ke Sekolahnya Kanan Kan?"
"Eh, uh-huh"
"Bisakah Aku Minta Tolong, Untuk Berangkat Bersama Miki Saat Kita Berpisah, Aku Tetap Saja Khawatir"
"Miki-chan Sekolah Di SD Itu Ya, Baiklah, Tidak Masalah"
"Terimakasih Funami-san, Aku Cukup Tenang Kalau ada Funami-san Bersamanya"
"Uh-huh"
(Aku…… Malah Malu Sendiri)
\*Setelah Berjalan Bertiga
"Kalau Begitu Kita Pisah Disini Dulu, Sampai Jumpa, Miki, Jangan Merepotkan Funami-san Ya!"
"Haik!"
"Sampai Jumpa Aika-san"
Aika Berbelok Ke Kiri Dan Menunggu Lampu Penyebrangan Menyala Hijau.
"Jaa… Ikou Kah?! (Kalau Begitu…Ayo!)"
"uh-huh"
(Kalau Dipikir Pikir, Cara Bicaranya Miki-chan Dan Aika-san Cukup Mirip, Yaah, Mereka Kan Saudara, Semoga Aku Bisa Akrab Dengan Miki-chan, Tentu Aika-san Juga……)
Begitulah.
\[4.9\]
"Miki-chan, Sampai Sini Tidak Apa Apa??"
"Uh-huh, Aku Bisa Sendiri"
Miki Dan Yui Berada Di Persimpangan Jalan, Dengan Beberapa Anak Kecil Dengan Baju Yang Sama Dengan Miki.
"Bye Bye, Yui Nee-chan"
"Uh-huh, Bye Bye"
Miki Berbelok Dan Mendekati Anak Anak Dengan Baju Yang Sama, Yui Melihatnya Dari Kejauhan Dan Berangkat Ke sekolahnya.
\[5\]
(Aku Diminta Untuk Berangkat Bersama Miki-chan, Aku Tidak Tega Membiarkannya Sendiri Jadi Aku Sering Mengantarnya Sampai Gerbang Sekolahnya……)
……Apa Kamu Punya Kenalan Disana?"
"Eh, Uh-huh, Aku Punya, Seorang Laki Laki…"
"Huuum… Begitu Ya. Eh, Hanya Memberitahu Saja, Aika-san, Tetanggaku Itu Sekolahnya Juga Disana, Mungkin Dia Kenal Dengan Temanmu Itu"
"Baiklah, Nanti Aku Akan Menanyakannya"
"Uh-huh"
Yui Dan Chitose Mengobrol Secara Asiknya, Disisi Lain, Ayano Hanya Diam Duduk Dikursinya Selagi Teman Temannya Membicarakan Seorang Lelaki.
(Aku…… Apa Aku Terlalu Ketinggalan Tren, Tapi…… Aku…… Toshinou Kyouko……
Uumm…………… Mungkin Ini……… Saatnya Aku…… Merelakan……… Toshinou Kyouko, Aku Harus……… Aku Harus Apa??)
"Ayano-chan, Kamu Kenapa?"
"Heh'!? Ah, Aku Tidak Kenapa Napa, Aku Hanya Melamun"
\*Pintu Digeser
"Haaik, Pelajaran Akan Dimulai Lho"
"Haaaaaiiik"
(Pada akhirnya Aku Tidak Mengulang Pelajaran!)
Guru Datang Dan Pelajaran Dimulai
\[6\]
(Uuuhh… Aku Mulai Merasakan Ketertinggalan Karna Funami-san Dan Chitose)
"\*Huft……"
"Ano, Ayano-san"
"Huh?"
Seseorang Memanggil Ayano Dari Belakang, dan Ayano Berbalik.
"Apa Kau Lihat Kakakku?"
"Ah, Chizuru-san Ya, Aku Tidak Melihatnya, Maaf"
"Begitu Ya… Permisi"
"Yeah"
Chizuru Berbalik Dan Menjauhi Ayano.
(Oh ,Iya, Kemana Chitose……?)
Bel Masuk Setelah Istirahat, Berbunyi Dengan Nyaring Ke Seluruh Penjuru Seoolah Ini.
"Uh, Yosh!! Aku Tidak Boleh Murung!"
"Um? Kamu Kenapa Ayano?"
"Uh, Waaahh!! To-toshinou Kyouko!…… Horrah, Sekarang Sudah Masuk Kelas, Ikou!! (Ayo)"
"Haaaaiik"
Ayano Menyeret Kyouko Di Lorong Dan Membawanya Ke Kelas.
\[7\]
(Aku Benar Benar Merasa Tertinggal……)
"ah, Otsukaresama Desu (Kerja Bagus)"
"Haik, Kalau Begitu Kami Pulang Duluan, Permisi, Hoy Sakurako, Pulang!"
Himawari Menarik Tangan Sakurako Dan Keluar Dari Ruangan Osis.
"Ketua, Aku Juga Mau Pulang"
"……\*Mur mur…"
Ayano Menaruh Kunci Ruangan Osis Dan Pergi Meninggalkan Matsumoto, Ketua osis Sendirian Di Ruangannya
(Uhhm, Chitose Tadi Bilang Pulang Duluan Karna Ada Janji…… Kira kira…… Haah!! APA JANGAN JANGAN DENGAN LELAKI YANG BARU IA KENAL ITU!!!)
Ayano Kaget Sendiri, Dan Itu Membuat Para Murid Lain Kaget Karna Gerakan Ayano Yang Tiba tiba.
\[8\]
Ayano Sedang Dalam Perjalanannya Untuk Pulang Di Jam 4 Sore Ini, Dia Berjalan Cukup Cepat, Tapi Bisa Dibilang Normal.
"\*Huuuft"
(Uh… Aku Tidak Boleh Memikirkan Hal Seperti Itu, Takutnya Nanti Aku Tidak Fokus Pada apapun…)
Ayano Berjalan Dengan Mobil Mobil Dibagian Kanannya dan Tumbuhan Dengan Ukuran Bulat Di Kirinya.
(Ah, Resletingnya Belum Ku Tutup)
Saat Melambatkan Kecepatan Jalannya,
Bahu Kanan Ayano Tertabrak Oleh Seoseorang Yang Sedang Berlari
"Kyah!!"
"Waah!!"
Ayano Tidak Melihatnya Karna Dia berada di Belokan Dan Sedang Menutup Resleting Tasnya.
Hal Itu Membuat Tas Yang Di Pegang Ayano Terjatuh Ke Tanah, Orang Yang Menabrak Ayano Berhenti Saat Ayano Mengeluarkan Suara Dan Memegang Bahu Kanannya, Orang Itupun Berbalik.
"Ah, Uum… Aku Tidak Melihatmu"
Saat Ayano Masih Melihat Tasnya Dan Hanya Melihat Kaki Seseorang Dengan Sepatu Hitam Putih Dan Celana. Ayano Mendengar Suara Lelaki, Lalu Dia Melihat Ke Depan Dan Melihat Seorang Lelaki Tinggi Dengan Rambut Coklat Gelap, Berjongkok Dan Mengambil Tas Ayano.
"Haik"
Lelaki Itu Memberikan Tas Ayano Ke Pemiliknya Yang Sedang Melamun
"Umm… Ano…??"
"Eh, Yah, Maaf… Etto…… Te-terimakasih Banyak!!"
Ayano Mengambil Tasnya (Seperti Merebut) Dari Tangan Si Lelaki Dan Berlari Menjauhinya
(Kenapa Aku Malah Lari!!)
Ayano Pulang Dengan Rasa Penyesalan Dibenaknya.
\[9\]
"Ah, Maaf! Aku Ada Urusan, Jadi Kau Bisa Pulang Duluan!"
"Uh, Baiklah"
Di Suatu Lorong Sekolah, Satu Orang Berlari, Dan Satunya Masih Diam Didepan Pintu Ruangan.
Lelaki Yang Berdiri Didepan Pintu Ini Diam Sambil Perlahan Menunduk Lalu Tiba tiba Seperti Kaget Karna Sesuatu Dan Berlari Ke Ujung Ruangan.
Lelaki Ini Pergi Keluar Sekolah Dan Melewati Gerbang Dengan Tulisan 'SMP Seiri', Dia Tetap Berlari, Di Trotoar Jalan Dan Dengan Muka Panik, Melewati Para Pejalan Kaki Lain.
(KOMIK DI SUPERMARKET HANYA ADA SAMPAI JAM 5!!!!)
~
Sampai Disuatu Belokan Ke Kanan, Dia Agak Melambatkan Kecepatannya, tapi Tetap Berlari, Sehingga Tiba tiba, Dia Menabrak Bahu Seseorang.
"Kyah!!"
"Waah!!"
Lelaki Ini Mendengar Suara Benda jatuh, Lalu Ia Berbalik.
Saat Berbalik, Ia melihat Seorang Gadis Tinggi Dengan Rambut Pony Tail, Sedang Memegang Bahunya.
"Ah, Uum… Aku Tidak Melihatmu"
Lelaki Ini Sedikit Berjongkok Dan Mengambil Tas Si Gadis, Lalu Mengulurkannya.
"Haik (Nih)"
(Uumm…… Kenapa Gadis Ini Melamun… Dan Juga…… Sepertinya Aku Pernah Melihatnya…)
"Umm… Ano…"
"Eh, Yah, Maaf… Etto…… Te-terimakasih Banyak!!"
Lelaki Yang Menunggu Respon Ini Kaget Karna reaksi Yang Diberikan Si Gadis, Setelah Si Gadis Mengatakan Maaf, Ia Langsung Mengambil Tasnya dan Berlari… Lalu Hilang Di Belokan.
(Uuuh… Dia Seperti Melarikan Diri Dariku………… HAH!!! Gawat! KOMIKNYA NANTI KEBURU DIBERESIN!!)
Lelaki Ini Terkejut Sendiri Dan Lanjut Berlari Di Sepanjang Jalan.
\[10\]
(Haaah…… Aku Harus Melupakannya, Itu Kan Hanya kecelakaan Kecil)
Ayano Dengan Baju Kuning Dan Rok Merah Gelap.Duduk Di Sofanya, Merapatkan Kakinya ke badan Dan Memeluknya.
Dia Mulai Membayangkan, Jikalau Ini Shoujo Manga, maka Itulah pertemuan Mereka yang Sangat Berarti.
(Bu-Bukan Berarti Aku Ingin Bertemu Dengannya lagi!!)
Ayano Dengan Kagetnya Marah Marah Sendiri Dan Menendang Meja Dengan Kakinya, hasilnya Ayano Langsung Memegang Ujung Jari Kakinya Yang Kesakitan Dan Berguling Guling Beberapa kali.
"Aya-chan… Kamu Kenapa?"
Suara pintu Terbuka Dan Ibu Ayano Muncul, memberikan Pertanyaan Atas keadaan Ayano Saat ini.
\[11\]
"Aya-chan!! Bisa Tolong Bantu Ibu!?"
"ah, Haik!"
Ayano Bangun Dari Sofanya Di Pagi Hari, Sabtu.
"Ini Catatannya, Dan Ini Uangnya, Bawa Juga uang Tambahan, Takutnya Kurang"
"Baiklah, Belinya di Supermarket Biasa?"
"Iyah"
Ayano Diberi Kertas (Catatan) Dan Kertas (Uang).
Ayano Kembali Ke kamarnya Di Lantai 2 Dan Menganti Bajunya.
Beberapa Saat Kemudian, Ia kembali Dengan Baju Biru Langit panjang Dengan Pinggiran Putih Dan Pita pink, Sekaligus dengan Rok Hitam Pendek, dan Stocking Ke paha.
Ia kemudian Turun, Dan…
"Aku Berangkat"
"Hati Hati Dijalan"
"Haaaaaiiik!"
Ayani Memakai Sepatu Hitamnya, Ia membuka pintu Dan Berlari Kecil Ke Super Market Yang Jaraknya Cukup Jauh.
\[12\]
"Etto…… Sisanya 2 Pak Telur, Telur Ada Di Ujung Kanan…… Seboros Apa Ibuku Sampai Beli 2 Pak Telur"
Ayano Bergumam Sendiri Sambil Membawa Wadah Belanjaan Yang Digantung Di Tangan Kirinya.
Ayano Kemudian Berjalan Ke ujung Ruangan Besar Dari Toko Ini.
Saat Melihat Slot Telur, Ia mendekati Dan Melihat Masih Banyak Telur.
Ia mengambil 2 Pak Telurnya Dan Menaruhnya Dibagian Atas Dari Wadah Belanjaannya Yang Diisi Banyak Barang.
(Yosh, sudah Semua…)
Ayano Berbalik Dan Pergi Ke kasir Yang Kosong.
Saat Dia Hampir Mencapai Kasir Selagi Memeriksa Barang Yang Ia beli Dan Menunduk, Ia melihat Sepasang Kaki Dengan Sepatu Hitam Putih.
(Sepatu Itu…… Ah, Mana Mungkin Aku Bertemu Dengan Orang Itu Lagi… haha… Musta………hil)
Saat Memikirkannya, Ia Mengangkat Pandangannya, Dan Melihat Wajah Yang Sama Dengan Wajah Orang Yang Menabrak Bahunya kemarin
"Ah, Silahkan"
"Eh………"
"Eh? Kau………"
"Ah, maaf, aku Duluan"
"eh! Ah, Silahkan Saja"
Ayano Maju Ke depan, Ke Wanita kasir Yang Memasang Senyum Dihari Sabtu Ini.
(Tak…… Tak Disangka, Aku Bisa Bertemu Dengannya Lagi…)
………
………
"Totalnya 2130 Yen"
"Eh! Ah, Haik… Etto… Ini…"
"Uangnya 2500 Yen"
Ayano Memberikan 2 Lembar Kertas Ke Kasir Dan Mengambil Kantong Belanjaan Putih dari Kasir.
"Ini Kembaliannya, 370 Yen, Terimakasih, Silahkan Datang Kembali"
Ayano Menerima Uangnya Dan Berjalan Ke Luar Toko, Tapi, dia Teringat Sesuatu.
(Uum… Mungkin Aku Beli Minuman Saja Ditoko Lain, Mumpung Ada Uang Sisa)
"A-Ano!"
Seseorang Tak Dikenal Memanggil Ayano Dari Dalam Toko, Cukup Keras, Tapi Tidak Menarik Perhatian.
Ayano Membalikkan Mukanya Dan Mengintip Ke Belakang,
(Dia… Laki Laki Kemarin)
"A-apa Kamu, Orang Yang Menabrakku Kemarin?"
"Ah, iyah… Etto…… Sono… Maafkan aku Sugiura-san, Aku Kemarin Buru Buru"
"Ah, Haik…… Eh? Kenapa kau Tau Namaku?"
"Eh? Kamu Sugiura Ayano Kan? Rumah Kita Deketan Lho"
"E-Eeehhh!!!!!"
(Ru-rumah Kita berdekatan!!!)
Reaksi Ayano Membuat Beberapa Orang Melihat Mereka, Begitulah, Ayanopun Menyeret Lelaki Tinggi Tersebut.
Lelaki Tersebut Memakai Baju Dalaman Merah Gelap Dan Kemeja Hijau Gelap, Celana Hitam, Dan Sepatu Hitam Putih.
"Ka-kau Kenal Denganku?"
"eh, Yaah, Aku Juga Baru Ingat Kalau Kita Tetanggaan Waktu Aku Tanya ibuku"
"He-Heeeh!!"
(O-orang Sekeren Ini… Adalah Tetanggaku!!)
Ayano Ber Reaksi Berlebihan, Ayano Memasang Muka Kaget Dan Malu Karna tidak terlalu mengenal Lingkungan Tempat Tinggalnya Sendiri.
"O-omong Omong… Si-siapa Namamu"
"Ah, Aku Kase… Kase Ranka, Yaah, Ibu Kita mungkin Saling Kenal"
"Be-begitu Ya… Salam Kenal……
(Aku Panggil Dia Kase-kun Saja… Mungkin) Kase-kun"
"Uh-huh, Salam Kenal, Sugiura-san, Ayo Pulang! Mumpung Searah, Yah, Kitakan tetangga"
"Ha-haik"
(Sepertinya Aku Bisa mempercayainya)
Ayano Dengan Sedikit Senyum Di Mulutnya, Mengikuti Kase Dari Belakang Sambil Membawa Kantong Belanjaannya Di Siang Hari Dengan Angin Sejuk Musim Gugur
\[Extra (12.5)\]
"Kira Kira Siapa ya, gadis Pony Tail Itu?"
"Uum? Ada apa, Ranka"
Seorang Ibu Ibu Sedang Membersihkan Piring Kotor Di Wastafel Dapur, Dan Seorang Anak Laki Laki Sedang Menonton TV Dengan Baju Santai.
"Uh, Aku Tadi Menabrak Bahu Seorang Gadis Tinggi Dengan Gaya Rambut Pony Tail, Tadi Dia pake baju…… Ah, iya, Seragam SMP Nanamori. Eem… Hanya Itu Yang Ku Ingat"
"Ara, Nanamori Chuugaku? …… Hhhmm, ibu Rasa…… Itu Ayano-chan."
"Ayano-chan? Siapa?"
Sugiura Ayano-chan, Rumahnya Sekitar Beda 4 Rumah Dari Kita, Bisa Dikatakan Tetangga jauh"
"Ooohhh, Sugiura Ayano, kah…"
\[Extra (12.8)\]
\*Besoknya
"…… aah, Aku Juga Baru Ingat Kalau Kita (Bisa Dikatakan) Tetanggaan Waktu Aku Tanya ibuku"
\[12.9\]
"Uh-huh, Salam Kenal, Sugiura-san, Ayo Pulang! Mumpung Searah, Yah, Kitakan tetangga (Walaupun Cukup Beda 4 Rumah Sih)"
Kase sadar Tentang Tetangganya.
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]