
Chapter 40: Momen Berharga Di Musim Yang Dingin Ini
[1]
27 Desember Pagi Hari
Mizaki Perlahan Membuka Matanya, Melihat Ke Ruangan Bergaya Jepang Yang Diisi 4 Futon, 3 Orang Masih Tertidur, 1 Orang Lainnya… Adalah Dirinya.
Ia Bangun… Dengan Yukata Biru Tebalnya.
Ia Mengambil Baju Ganti Dari Tas Nya.
"\*Bbrr…… Dingin! Harusnya Tadi Aku Ke Pemandian… Tapi Belum Dibuka… "
Mizaki Keluar Dari Kamar Mandi Memakai Jaket Hitam Panjang Dengan Hoodie, Dan Celana Olahraga Biru Gelap
(mm… Rasanya Tadi Aku Seperti Mendengar Suara Di Bagian Kamar Mandi Yang Lain… Apa Ada Orang Lain Yang Mandi Ya?…)
Saat Berpikir, Ia Mendengar Suara Pintu Yang Terbuka Dari Dalam Kamar Mandi, Ia Berbalik Dan Melihat Chitose Yang Memakai Baju Putih Belang Abu Abu Panjang Dan Celana Hitam Panjang.
"…Uh……"
"\*Bbrr… Dingin Sekali Yaa… Mizaki-kun"
"Eh? Aahh… Ternyata Kau Melihatku Ya…"
"Tentu… Saat Aku Mau Keluar Sambil Telanjang, Aku Melihat Kamu Lagi Gosok Gosok Rambut Pake Handuk…"
"Tela- Ahh… Lebih Baik Tidak Dibicarakan……… Mau Pakai JaketKu? Biar Tidak Kedinginan Saja…"
"Ah Tidak Apa… Baju Ini Cukup Hangat Kok…"
"\*Huufff Ta-tapi, Kenapa Kamu Mandi Pagi Pagi Sekali?"
"Mmm… Ntahlah… Mungkin Hanya Ingin Saja"
"Eehh… Hanya Itu?…… Ya-yaah… Aku Juga Sih…"
"Haha… Ah… Apa Kamu Mau Jalan Jalan?… Udaranya Mungkin Cukup Sej- tidak Deh… Udaranya Sangat Dingin, Tapi Aku Ingin Coba Jalan Jalan…"
"Jalan Jalan Ya… Baiklah…"
"Ayo…"
Mereka Menyimpan Handuk Yang Mereka Gunakan Ke Gantungan Di dekat Kamar Mandi.
"*Hufft… Memang Cukup Dingin Ya…"
Chitose Berjalan Di Luar Dengan Mizaki Di Lingkungan Yang Dipenuhi Pohon, Dengan Beberapa Salju Putih Dibagian Atasnya, Dengan Kebun Kosong Dengan Warna Coklat Hijau Putih, Merrka Berjalan Di Jalan Kosong Hijau Putih. [Seperti Suatu Pemandangan Di Non Non Biyori]
"Sepertinya Daerah Sini Cukup Subur, Banyak Sekali Petak Petak Kebun"
"Waktu Aku lihat Lihat, Pedesaan Disini Cukup Nyaman Untuk Ditinggali, Itupun Kalau Kita Tidak Memikirkan Masalah Keuangan Sih"
"U-um^ (Kenapa Kamu Berpikir Sejauh Itu?) Keluarga Bahagia Di Desa… Aku Pernah Mendengarnya"
"Ahaha… Apaan Itu"
"Ahaha…"
Chitose Menunjuk Ke Arah Suatu Bukit Didekat Sini, Lebih Tepatnya Ke Arah Jalan Setapak Kecil Menuju Bukit, Yang Harus Melewati Suatu Sungai Kecil.
Mizaki Dan Chitose Berjalan Melewati Sebuah Jembatan Yang Terlihat Cukup Berumur, Mizaki Dengan Sikap Sok Jantannya, Berjalan Duluan Dengan Pelan, Lalu Mengulurkan Tangan Kanannya Pada Chitose Dibelakang, Chitose Menerima Uluran Tangannya Dan Berjalan Sambil Berpegangan Tangan Pada Mizaki Dan Jembatannya.
Melepas Pegangan Tangannya, Chitose Berjalan Duluan Menuju Jalan Setapak Yang Menanjak, Untungnya, Ada Tiang Pegangan Sepanjang Jalan Agar Orang Orang Tidak Terjatuh.
"(Sebenarnya Aku Tahu Sedikit Tentang Hal Ini… Kalau Dataran Tinggi Di Musim Dingin Itu Sangat Sangat Dingin… Tapi Daerah Sekitar Sini Masuk Ke Bagian Rendah Daripada Takaoka, Jadi Seharusnya Puncak Bukit Ini Sama Dengan Ketinggian Daerah Takaoka… Semoga Saja Benar…)… Hati Hati"
"Haik… Ah!"
Baru Saja Diberitahu, Ketika Chitose Menaiki Tangga Dengan Hati Hati Sampai Memegang Pegangan Tangga. Kaki Kirinya Terpleset Dan, Karna Syok, Tangannya Melepas Pegangan, Badan Bagian Atasnya Terbawa Ke Belakang Dan Gerakan Kakinya Ke Atas.
Saat Itulah, Mizaki Merasa Waspada Lalu Mengulurkan Tangannya Ke kanan, Menangkap Badan Chitose Dengan Badannya, Dan Tangan Kirinya Memegang Pegangan Besi Dengan Erat.
"*Eet!"
Rasa Sakit Terasa Melilit Di Tangannya.
Karna Dengan Menahan Berat Badannya Dan Berat Badan Seorang Gadis Yang Beratnya Terasa Lebih Ringan Ini, Juga Mengeluarkan Tenaga, Dengan Otot Lengan Dan Kakinya, Momentum Jatuh Chitose Berhenti Dan Chitose Memegang Kembali Pegangan Besi Di Kirinya.
"Uh"
Chitose Menutup Matanya, Syok, Perlahan Membuka Dan Melihat Mizaki Yang Seperti Menahan Sakit Dan Menahan Badan Chitose Agar Tak Jatuh Dari Ketinggian.
Mizaki Berbicara Pelan.
"Ka-kamu Baik Baik Saja?"
"U-um^ Ma-makasih…"
Chitose Berdiri Tegak Dan Berbalik Ke Mizaki Yang Juga Perlahan Berdiri Tegak.
"Ma…… Maaf-"
"Tidak Apa…"
Chitose Menunduk Malu… Saat Itulah Mizaki Perlahan Mengangkat Tangannya, Lalu Mengelus Rambut Putih Chitose Ke Kiri Kanan.
"Uh…"
"Tidak Apa Ikeda-san… Kalau Segini Sih, Tidak Ada Apa Apanya… (ADUHH!!! Sakitnya Kambuh… Ta-tapi! Aku Harus Menjaga Ikeda-san! Sok Keren Saja Sih…)"
"Ka-kalau Begitu… Kita Kembali Saja Ke Penginapan…"
"Uh^ kita Pulang Dulu…"
Setelah Beberapa Saat, Mereka Berjalan Menuruni Bukit Yang Sudah Setengah Jalan Tersebut.
"Fuh, Kami Pulang…"
"Kami Pulang"
Mizaki Dan Chitose Sampai Di Penginapan Pemandian, Dengan Suara Biasa.
(Sepertinya, Ikeda-san Sudah Tenang Seperti Biasa)
Mizaki Menggeser Pintu, Saat Melepas Sandal Dengan Chitose, Ia Melihat ke Tangga, Melihat Noru Dan Ayano Menuruni Tangga.
"Ah, Chitose, Mizaki-san, Selamat Datang Kembali"
"Yo… Darimana Saja Kalian Berdua?"
"Ah… Kami Hanya Jalan Jalan Saja… Melihat Lihat Daerah Sini"
Mizaki Dan Chitose Naik Ke Lantai Kayu, Mendekati Noru Dan Ayano Yang Ntah Kenapa Bersama.
***
Beberapa Saat Lalu.
Jam 06:02
Noru Keluar Dari Kamar Laki Laki Sambil Membawa Kantong Kain Berisi Baju Ganti, Saat Turun.
"Uh… Aika-san"
"Uh?… Sugiura-san…"
"Selamat Pagi"
"Pagi"
"Apa Kau Mau Mandi? Sepagi Ini??"
"Yah, Sekali Kali Saja……"
"…………"
"…………"
"(Ca-canggung… Tapi Berdasarkan Game yang Aku Mainkan, Bila Lawan Bicaranya itu Canggung, Aku Harusnya So Akrab… Ayo Coba!) A-An-"
"…… Aku Duluan…"
"Aahh……"
Noru Menuruni Tangga, Meninggalkan Ayano Yang Masih Didepan Pintu Kamar Perempuan……
"Kami Mau Kembali Ke Atas Dulu… Kalian?"
"Kami Mau Mandi…"
"GAH!! Ka-kalian Mau Mandi Berdua?!?"
"A-APA!!!!"
Chitose Dan Mizaki Mendramatisir Keadaan, Noru Hanya Diam, Lalu Pergi Ke Arah Pemandian Air Panas, Ayano Hanya Kaget Dan Menolak Nolak Apa Yang Dibicarakan Mizaki Dan Chitose.
Ayano Pun Langsung Berjalan Dengan Sebal Ke Pemandian Air Panas, Meninggalkan Chitose Dan Mizaki.
"Ahahaha"
"Ahaha… Sepertinya, Sekali Kali Bercanda Tidak Ada Salahnya Ya?"
"Haha, Tentu Saja Ikeda-san"
Ntah Kenapa, Mereka Tertawa Kecil Di Pintu Depan.
(Sepertinya… Mizaki-kun Sengaja Membuat Lelucon Itu… Agar Aku Tidak Canggung Dan Tidak Murung Karna Hal Tadi… Terimakasih…)
\[2\]
Noru Menaruh Handuknya Di Kepala Sambil Menutup Matanya.
"…………"
(Rasanya…… Benar Benar Nyaman… Gelombang Air Yang Tenang, Uap Yang Keluar Dari Air, Suara Kodok… Aahh… ASMR Nikmat Dipagi Hari, Memang Terbaik……)
Ia Dengan Tenangnya Menghembuskan Nafasnya perlahan, Menikmati Ketenangan Onsen.
Saat Tenang, Ia Mendengar Suara Pintu Digeser, Noru Membuka matanya Perlahan, Dan Melihat Ke Arah Pintu Di Atasnya.
"Yo… No-chan"
"Apa Apaan Nama Panggilan Menjijikan Itu…"
"Ayolah, Mari Kita budayakan Nama Panggilan Untuk Teman Baik Kita"
"Haik Haik, Aku Terima… Jangan Ribut Pagi Pagi, Aku Ingin Tempat Tenang Kali Ini"
"Haaiik"
Tawaka… Perlahan Masuk Ke Pemandian, Dan Diam Di Samping Noru, JAUH!.
"………"
"………\*Fuah…"
"………"
"………"
Suasana Tenang Hening Ini Berlangsung Selama 30 Menit, Saat Itulah Noru Bangun Dari Pergi Keluar Pemandian Karna Sudah Cukup Lama.
Beberapa Saat Setelah Noru Bangun. Tawaka Bangun Dari Pemandian Dan Mengganti Bajunya Ke Baju Santainya.
07:05
*Semua Orang Sudah Mandi…
Saat Kembali Ke Kamarnya, Jaket Hijau Gelap Panjang Dengan Suatu Logo Di Tengahnya. Dan Rok Pendek Kuning Cerah Dikenakan Seorang Gadis, Gadis Tersebut Melihat Ke Ruangan Berkumpul Dilantai 2, Dan Membuka Pintu, Lalu, Ia Melihat Seorang Lelaki Dengan Baju Kemeja Hitam Dan Celana Coklat Panjang Yang Duduk Di Sofa Memegang Ponsel Case Hitamnya, Dengan Sebuah Kelelawar Kecil Tergantung.
"Alah… Watar-san"
"Napa… Sepertinya Kau Malas Bertemu Denganku…"
"Buuh… Itu Karna Waka-kun Menghilang Ntah Kemana…"
*Sementara Itu.
"Ah, Yakisobanya satu Bungkus!"
Tawaka Berjalan Jalan Jauh Ke Pedesaan.
"Haah… Jadi Itu Alasanmu Jalan Jalan Disini… Yui Mana?"
Noru Memainkan Ponselnya, Tanpa Berbalik Sekalipun Ketika Mengobrol Dengan Kyouko Yang Duduk Di Sofa yang Ada Disisi Lain, Sambil Mengambil Air.
"Yui Lagi Mandi… Mau Ngintip?!"
"Kata Hatiku Berkata 'Aku Ingin Ngintip' Tapi Harga Diriku Menolaknya, Jadinya Aku Tidak Mau"
"Buuh… Berbelit Belit Sekali…… Satu Hal Yang Ingin Ku Ketahui…"
"Apa Itu?……"
"……"
"……(Kenapa Anak Ini Jadi Tenang Sekali… Ini Pasti Bukan Toshinou Kyouko Yang Ku Tau…)"
"…Watar-san Itu… Suka' Kan, sama Yui?"
"…… Yah^… Aku Menyukainya (Apa Inti Pembicaraan Ini??)"
"…… JANGAN BERANI BERANINYA KAU MENDEKATI YUI!!!!!"
Kyouko Berbicara dengan Nada Rendah Dan Suara Keras, dan Memberi Tanda Peringatan Pada Noru Dengan Jari Telunjuknya.
"…………"
"GGRRRR!!!"
"…………"
"Mah, Sepertinya Percuma Aku Bilang Begitu… Aku Mohon, Jagalah Yui"
"……… Memangnya kau Ibunya Ya…"
Kyouko Duduk Duduk Di Ujung Sofa, Lalu Bangun Setelah Mengatakannya, Dan Pergi Ke luar.
"………… (Percakapan Apa Tadi Itu……… Dan Juga… Aku Main Game Apa Ini?)"
Noru Memainkan Ponselnya, Sedari Tadi, Ia Memainkan Sebuah Game Yang Tidak Dapat Dijelaskan.
"Ah, Kano-san, Selamat Pagi"
"Pagi…"
Yui Masuk Ke Ruang Berkumpul Dengan Noru Yang Memainkan Ponselnya Dengan Tangan Kanannya Dan Bertopang Dagu Bosan Dengan Tangan Kirinya.
Noru Duduk Di Sudut Seperti Tadi Malam, Lalu Yui Duduk Disampingnya.
Yui Mengenakan Kemeja merah Panjang Dan Celana Jeans Abu abu.
Yui Melihat Ke layar Yang Juga Dilihat Noru.
"……"
"…… Ini Game…"
"eh? Ini Beneran Game? Tapi Tanganmu Diam?"
"Aku Juga Heran… Game Apa Ini…"
"Lalu Kenapa Kanu Memainkannya?"
"Aku Juga Bingung Kenapa Aku Memainkan Game Ini"
Yui Memberi Tatapan Datar Pada Noru, Noru Hanya Terdiam Ragu Lalu Mematikan Ponselnya Dan Memasukkannya Ke saku Celana.
"Sebenarnya, aku Bingung Tentang Rencana Hari Ini…"
"Benar Juga, Kita Tidak Merencanakan Kegiatan Hari Ini… Apa kamu Kepikiran Sesuatu?"
"Baru Saja Aku Kepikiran Untuk Menanyakan Hal Yang Sama padamu"
"Uuuhh"
"Uuuhh"
Mereka Berpikir Keras.
'Waka'
"Nah, Hari Ini Kita Mau Melakukan Apa?"
(07:26)
'Noru'
"Aku Daritadi Sedang Memikirkannya, Omong Omong, Kau Ada dimana?" (07:27)
'Waka'
"Di Dekat Desa, Aku Juga Bertanya Soal Tempat Jalan Jalan Disini Pada Orang Orang Sekitar" (07:29)
'Noru'
"apa Kau Menemukan Sesuatu?" (07:29)
'Waka'
"Ada Danau Yang Sudah Beku Di Arah Selatan Dari Penginapan, Mungkin Kita bisa Kesana" (07:30)
'Noru'
"Bagaimana Pendapat Yang Lain? Setuju?" (07:31)
"Aku Setuju… Daripada tidak Ada Kegiatan…"
"Memang Benar… Kalau Tau Begini, Lebih Baik Aku Tidur Dirumah…"
"Mou Kano-san, Jangan Kebanyakan Tidur…"
"Tidur Adalah Ha-"
"Ok, Cukup Disana…"
Kebetulannya, Semua Orang Sedang Melihat Chat Grupnya, Dan Setuju.
'Noru'
(07:36)
Sementara Itu
'Kyouppi'
"Kenapa Kau Tidak Bilang Bilang?!"
'Waka'
"Aku Hanya Sekedar Jalan Jalan… Dan Juga Tadi Kau Lagi Mandi, Makanya Aku Tidak Dapat Mengajakmu"
'Kyouppi'
"Buh…"
Balik Ke Grup.
'Noru'
"Kalau Soal Danau Beku, Seharusnya Bisa Mancing Kan?"
\[3\]
Jam 10:07
"Aku Tadi Meminjam Ke Penjaga Pemandian Untuk Alat Pancingnya"
"(Kano-san Kalau Sudah Tau Jadwal, Seperti Bisa Segala Hal Ya…) Ember Dan Umpannya Juga…"
"Omong Omong, Mana Waka-kun?"
"nngg…… Itu…"
Ayano Menunjuk Ke Arah Pinggir Danau Beku, Melihat Tawaka Yang Seperti Sedang Menghancurkan Es.
Mereka Saat Ini Berada Didekat Pohon, Dengan Danau Yang Agak Besar Di Sampingnya.
"Ah, WAKA-KUN!!!"
Kyouko Berlari ke Arah Tawaka Yang Berjongkok.
Jaket Hijau Kyouko Terbawa Angin Karna larinya.
Saat Melihat Kyouko, Tawaka malah Melihat Ke Baju Dalaman Yang Dipakai Kyouko.
"GAAH!!!! A-apa Apaan baju Itu!!!"
"Gaah!!! Apa Apaan Baju Bagus Itu!!!!!"
Kyouko Mengenakan Baju Dalam Putih, Dengan Tulisan. I AM AHO, Jaket Hijau Gelap Dan Rok Kuning Pendek, Ia juga Memakai Kaus Kaki Panjang.
Kyouko Melihat Ke Tawaka yang Berjongkok Dengan Jaket Merah Dan Baju Dalaman Hitam Dengan Tulisan I AM PRETTY SMART Yang Baru Ia Beli Online, Celana Hitam Panjang Biasa Saja Dan Tidak Menarik.
Setelah Melihat Baju Dalam Satu Sama lain.
Mereka Ntah Kenapa Langsung Merangkul Sambil Tertawa Tidak Jelas.
Disisi Lain.
Kase Dan Mizaki Duduk Di Pohon Dan Menyandarkan Diri, Pohon Tinggi Dengan Bagian Atasnya Yang Tertutup Salju.
"Nah Kase…"
"Huh?…"
"Sepertinya… Ini Moment Yang Cocok Untuk Foto Foto…"
"Ah!! Benar Juga!! Aku Ingin Foto Sugiura-san!!"
"Semangat Sekali Ya…"
Kase Dan Mizaki Sama Sama Mengenakan Celana Biru Gelap Tebal, Bedanya, Mizaki Mengenakan Jaket Hitam Dengan dalaman Baju Merah Tebal, Dan Kupluk Biru.
Kase Mengenakan Jaket Belang Biru Putih Dan Syal kotak Kotak Hitam putih, Ia Bangun Dan mendekati Ayano Yang Bersama Chitose, Yui, Dan Noru.
"Sugiura-san, Bisa Kesini Dulu Sebentar?"
"A-… Ma-mau Apa Kau!?"
"Ayolah… Jangan Seperti Kucing Ngambek Lah… Aku Belum Melakukan Apapun Lho Hari Ini"
Kase Memakai Suara Menggoda.
"U-uh… Ya- Yasudah… Aku Ikut Saja…"
"Yosh!"
Kase Menarik Tangan Ayano Dan Membawanya Ke depan Mizaki.
"geh, kenapa kau Kemari!?"
Kase Mengeluarkan Ponsel Merah Terang Miliknya, Mengatur Sesuatu Dan menodorkannya Ke Mizaki.
"Nih, Foto In"
"Ah, Itu Doang Ternyata"
Mizaki Mengambilnya, Lalu Ia bangun Dan Menjauhi Pohon, Kemudian, Kase Menarik Ayano Ke Dekat Pohon Dan Menghadap Ke Mizaki.
"Eh?! Tu-tunggu, Ki-ki-kita Mau Foto?!? Be-berdua?!?"
"Uh? Ayolah… Sugiura-san… Hanya Untuk Kenang Kenangan Selagi Disini"
"Uh…… (A-aku Sebenarnya Cukup Malu Bila Foto Berdua… Tapi Kalau Aku Menolaknya, Aku Takut Kase-kun Akan Marah Atau Sedih… Yah Walaupun Aku Tidak Bisa membayangkannya sih… A-apa Boleh Buat… Aku Terima saja Lah) A-apa Boleh Buat! Kalau Kau Memaksa, Aku Akan Berfoto Denganmu!"
"Uh? Kalau Kamunya Terpaksa, lebih Baik Tidak Perlu Saja…"
"Aah!!! (Di-dia Marah!!!) ba-baiklah!! A-a-aku Sebenarnya Ju-juga Ingin Berfoto Denganmu!!"
Kase Yang Sudah Pasrah Dan berniat Mengambil Ponselnya kembali, Mendengar Kata 'Ingin' Dari Ayano.
Muka Ayano Memerah Karna Mengatakan Hal Yang Ia sebut memalukan.
"Maah!! Mau Bagaimana lagi, Sugiura-san Juga Ingin!"
Kase Kembali Ke Samping Ayano Dengan Muka Senang, Kase Berdiri Di Samping Kiri Ayano.
"\*Hufff… (Tenanglah, Wahai Sugiura Ayano… Diriku Sendiri! Ini Adalah Pertama Kalinya kamu Berfoto Dengan Laki Laki, Ini Harus Menjadi foto Yang Bagus!) Yosh"
Ayano Menghembuskan Nafas Tenang, lalu Melihat Ke Kamera dari Ponsel Yang Dipegang Mizaki, Beberapa Meter didepannya.
"Yooshh… Aku Foto Lho… 3… 2… 1!"
Ayano Tersenyum Kecil, Membuka Matanya Dan Agak Memiringkan Kepalanya Ke Kiri, Ke Kase Yang Memeluk Leher Ayano Dari Belakang dengan Tangan Kanannya, Dan Memberi Tanda Piece Di Tangan Kanannya Tepat Di Samping Pipi Ayano.
Sambil Menahan Rasa Malu Karna Dipeluk Dari Belakang, Ayano juga Memberi Tanda piece Dengan Tangan Kirinya Yang Dekat Dengan Badan Kase, Dengan Baju Putih Tebalnya Dan syal Hitam Yang Mengelilingi Leher Ayano, Fotopun Di Ambil Beberapa Kali Oleh Mizaki, Gambar Diambil Dengan Cukup Tiga Perempat Badan Terlihat Sampai Rok Merah Gelap Pendek Milik Ayano, Dan Pahanya yang Tertutupi Stocking Hitam.
Dipikirannya.
(Di-dia Terlalu Dekat!… Bi-bisa Cukup SAJA!!!! A-aku Sudah Tidak Sanggup!!!)
Setelah Beberapa kali Mendengar Cekrek Dari Depannya, Reflek. Ayano Sudah Tidak Tahan Dan Akhirnya Menghantam Kase Dibagian Perut Dan Itu Membuatnya Tersungkur Di Tanah Warna hijau putih.
"Guh…"
"Gah!! Ma-maaf!! Aku Tidak Tahan…"
Mizaki Yang Memoto… Hanya Diam Memperhatikan Pertengkaran Kecil Ini…
Saat Melihatnya, Chitose Mendekati Mizaki Dan mengintip Ponsel Kase Yang Dipakai Untuk Memotret.
"Mana Lihat?"
"Ah, Ini…"
"Uwaa, Cocok Sekali…… Bagaimana Kalau Kita Juga?"
"Ahh, Boleh Juga…"
Chitose Mendekati Samping Mizaki, Mengeluarkan Ponsel Putihnya, Dan Mengangkatnya Agak Keatas.
Reflek Melihat Kamera Depan, Mizaki Memasukkan Ponsel Kase Ke Sakunya, Dan Lambaian Ke Kamera.
(Apa… Tidak Ada Gaya lain? Mizaki-kun?)
"Ah, Ayano-chan, Bisa Bantu Fotokan?"
"ah, Boleh"
Ayano Mengambil Ponsel Chitose dan mundur 2 Langkah.
Mizaki Yang Tadinya Hanya Bergaya 5 Jari Dengan Tangan Kanannya, Menerima Pegangan Tangan Dari Chitose.
Tangan tanpa Sarung Tangan Ini Berpegangan.
Mizaki Memerah, Dan Chitose tersenyum.
Karna panik, Mizaki Menjatuhkan Kupluk Dari Kelapanya Dan Membiarkannya, Beberapa saat, Mizaki Menenangkan Diri, Lalu Dengan Tenangnya Memegang Kedua Tangan Chitose Dengan Kedua Tangannya.
"Woh"
"(Aku Harus Memajukan Progress Ini! Gas Saja!) Tidak Apa Kan?"
"U…Um^"
Mereka Berpegangan Tangan Layaknya Mau Berdansa \[Walaupun Hanya pegangan Tangan, Bukan pegang Pundak\] Mizaki Di Kiri Dan Chitose Dikanan. Mereka melihat Ke Kamera, Ke ponsel Yang Dipegang Ayano Yang Memerah Malu Memperhatikan Mereka Sedari Tadi…
"Ka-ka-ka-kalau Begitu… Aku Foto…… Ti-tiga… Du-dua…… \*Uhum, 3… 2… 1… \*Ckrek"
~~
(tanpa Kusadari, Sepertinya Chitose… Mulai…… Ah Begitulah… Syukurlah…)
Saat Menyerahkan Ponsel Chitose Ke Pemiliknya, Ayano Yang Hendak Berbalik, Pundaknya Dipegang.
"Sugiura-san"
"Gaah!!!! A-ah… Kase-kun Ternyata… (Cepat Sekali Sadarnya…)"
"Nanti Aku Cetak Ya!"
"U-um^ Ja-jangan Terlalu Dekat!!!"
Kase Merangkul Ayano Dari Belakang, Untuk Pertama kalinya, Ayano Hanya Mendorong Kase…
"Apa Yang Mereka lakukan?"
"Uuhh… Sepertinya Mereka Foto Foto… Kamu mau Juga?"
"mmmm… Bagaimana Kalau Foto Sama Yang Lain, Semuanya Mungkin"
"Uuhhh… Sepertinya Cukup Bagus, Yosh… TEMAN TEMAN!!!!!!!"
"!!!! (Ka-kano-san Teriak!!!)"
Semuanya Terkejut, Kecuali Kyouko Dan Tawaka yang Tengah Membuat Lubang Di Pinggir Tengah danau Yang Jaraknya Berpuluh Meter Jauh Dari Yang Lain.
Kyouko Dan Tawaka Meninggalkan Pinggir Danau, dan Mendekati Kelompok.
Semuanya mendekati Noru Dan Yui.
"Sebagai Kenang Kenangan kita Disini, Aku Ingin Kita Berfoto Bersama"
"aahh, Foto Keluarga ya"
"Tidak Sih, Kita kan Bukan Keluarga. Mungkin Kita Bisa Foto Didekat Pohon Itu"
Yui Menunjuk Ke pohon Yang Barusan Berfoto Dengan Ayano Dan Kase.
"tapi Siapa Yang Mau Foto In?"
"………"
"………"
Semuanya Diam Ketika Noru Melontarkan Pertanyaan, Ketika semua Orang Sedang Menyesuaikan Posisi.
"Be-benar Juga… Ja-jaa…"
"Solusi Yang Ku Dapat… Suruh Tawaka Memfoto, Lalu Dia Foto Sendirian nanti… Nanti Aku Editin Biar Nyatu"
"AKU MENOLAK!!!"
Kyouko Berteriak Atas Solusi Yang Di Usulkan Noru.
Setelah Banyaknya Hal Yang Dipikirkan, Hal Sederhana Terpikirkan…
"Tumpuk Embernya Lalu Tahan HPnya Di Atas…"
Chitose Memecahkan Permasalahan.
"Ok! Sudah Siap… Aku Atur 15 Detik Dari…… Sekarang!"
Kase Berlari Ke Arah Orang Orang Yang Sudah Siap…
Mulai Dari Kiri Dari Layar Ponsel Noru Yang Tertutupi Salju.
Ada Chitose Yang Memberi Piece dengan Senyum Sambil Tangan Kanannya Memegang Pundak Mizaki Dan Didepannya Ada Mizaki Yang Jongkok Dan Lagi Lagi Lambai Tangan 5 Jari.
Kedua Dari Kiri, Ada Ayano Yang Juga Memberi Piece Dengan Tangan Kirinya, Tangan Kanannya Dipakai Untuk Menyangga Dan Menahan Berat Badannya Di Lutut. Di Depan Bawahnya, ada Kase Yang Tersenyum Lebar Dengan 2 Piece.
Di Kedua Dari Kanan, Ada Kyouko yang Mencubit Pipi Kiri Tawaka Dari Belakang Dan Menaruh Dagunya DiKepala Tawaka, Sementara Itu, Tawaka Mencubit Pipi Kiri Kyouko Dari Depan Tapi Keduanya Tetap Tersenyum ke Arah Kamera.
Lalu Di Ujung Kanan, Ada Yui Yang Memakai Coat biru Gelap Dengan dalaman Kemeja Merah Dan Celana Jeans Abu abu, Ia Memberi Senyum Kecil Dan Piece Di Tangan Kanannya, Lalu Tangan Kirinya Digunakan Untuk Mengelus Rambut Hitam Noru Yang Saat Ini, Hanya Berjongkok, ia Mengenakan Baju Kemeja Hitam Dan Celana Coklat Panjang, Tanpa Jaket Sambil Memegang Tangan Yui Yang mengelus Rambutnya, Dengan tangan Kanan. Dan Menutup Mata Kirinya, Ntah Kenapa.
………
\*Ckrek…
Foto Berharga ini, Diambil Dengan Banyaknya Senyuman ditiap Wajah.
\[Extra\]
\*DiSuatu Tempat Di Kota Takaoka, Rumah Dari Nishigaki Nana.
"………" {Untung Saja sekarang Dia Tidak Mampir}
"Ah? Maksudmu Soal Kei? Dia Lagi Ada Urusan Klub Disekolahnya, Dasar, Padahal Lagi Akhir Tahun Begini…"
"………" {Kenapa Dia Ada Urusan Klub Saat Libur? Apa Ada Kompetisi?}
"Mana Ku Tahu, Dan Juga, kenapa Kau Tertarik Sekali Padanya? Kau Suka Padanya?"
"………" {Tidak… Aku Hanya Mencaritahu Ketidakhadirannya Disini}
"Inikan Bukan Rumahnya… Rumahnya Di Sebelah"
Matsumoto Rise, Yang Menjabat Sebagai Ketua Osis Di Nanamori… Saat Ini Ia Berada Dirumah Guru Yang Hubungannya cukup Dekat Dengannya, Nishigaki Nana.
Nishigaki Mengenakan Baju Lab Ipa Yang Sepertinya Tidak Pernah Dilepas, Rise Sendiri Mengenakan Sweater Putih Dan Rok Biru Panjang.
\*Gbrak
Saat Sedang Mengobrol Sambil Nonton TV, Pintu Depan Terdengar Langsung Dibuka, Tanpa Ketukan Atau Membunyikan Bell.
"…………" {Siapa Kira Kira?}
"Itu Pasti Dia, Bisa Urus Dulu? Aku Mau Buat Makan Malam"
"………" {Baik}
Rise Bangun Dari Sofa, Dan Pergi Ke Pintu Depan, Dan Melihat Seorang Lelaki Tinggi.
"Wo, Rise-chan, Kamu Ada Disini Ya…"
"………" {Mau Ngapain Kesini?}
"Yaahh… Aku Hanya Mampir, Ada Sayuran Pemberian Dari Saudaraku, Jadinya Aku Membaginya Kesini"
"………" {Kalau Begitu Silahkan Masuk} (Walaupun Dia Dari Tadi Sudah Menerobos)
\*\*\*
"Wo, Rise-chan, Kamu Ada disini Ya…
(Perkenalkan!! Namaku Okuro Kei! Aku Adalah Karakter Sampingan Dari Karakter Yang Sudah Jadi Sampingan!. Aku Kelas 1 SMA Di Seiri, Aku Ini Orangnya Cool, Bergaya… Dan Populer \[Bohong\] Dan Aku Masuk Klub Musik Di Bagian Piano, Hum Hum! Aku Ini Berbakat! Lam Kenal! \[Sepertinya Aku Tidak Memberi Batasan Barusan…\]
\*\*\*
Okuro Masuk Ke Rumah, Dan Rise Mengantarnya Ke Ruang Tengah Dengan Nishigaki Yang Sedang Masak.
"Geh! Nana-san, Kamu Jangan Masak, nanti Meledak"
"Tidak Sopan Sekali, Matsumoto Pun Tahu Kalau Aku Boleh Dan Bisa Memasak"
"………" {Itu Benar… Jangan Bilang Begitu}
"Buuh… 'Utamakan Keselamatan' Itulah Yang Orang Orang Pikirkan, Tapi Untuk Nana-san, Itu 'Utamakan Ledakan, Keselamatan, Itu Belakangan' Benarkan?"
"Geh Berisik Sekali… Pulang Sana"
"………" {…………}
"Buh… aku Diusir, Ini Sayurannya, Rise-chan"
"………" {Terimakasih…}
"Haaik, Sama Sama…"
Okuro Memberikan Kantong Plastik Putih kepada Rise Dan Segera pulang.
"………" {Sepertinya Dia Bersikap Agak Aneh Hari Ini…}
"Benarkah? Bukannya Dia Tiap Hari Juga Aneh?…"
"…… ………" {…… Itu Sepertinya Juga Benar…}
"Ahahaha, Huff, Kemarikan Sayurannya"
Ntah Kenapa, Rise Memasang Wajah Merah.