Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Awalan Cerita Yang Berbeda



*Awalan Dari Sebuah Cerita


Gadis Dengan Biodata…


Ia Bernama Funami Yui, Seorang Gadis Berumur 14 Tahun, Yang Sekolah Di SMP Nanamori Ditahun Kedua Sekolahnya, Ia Ada Dikelas 2 - 5 Dan Masuk Kesebuah Klub Yang Meminjam Bangunan Dari Klub Teh Yang Dibubarkan.


Di Saat Kecil, Lebih Tepatnya Disaat Sekolah Dasar, Ia Adalah Seorang Anak Yang Cukup Liar Karna Sikap Dan Perilakunya Yang Ekstrim. Sering Bermain Kotor Dan Tak Takut Apapun, Dengan Keliarannya Itu, Ia Tetap Mempunyai Teman, Toshinou Kyouko… Seorang Gadis Yang Seumuran Dengan Yui, Dengan Rambut Pirang Panjang. Dulunya, Dia Anak Yang Rajin Dan Cengeng, Namun Saat Ini, Dia Menjadi Tidak Berguna, Menghadapi Temannya Itu, Yui Memutuskan Berubah, Di Saat Masuk SMP Dan Meninggalkan Teman Baiknya Satu Lagi, Akaza Akari, Yang Cengeng Sampai Sekarang. Ia Memotong Rambutnya, Dan Membatasnya Hanya Sepanjang Sebahu. Memperbaiki Sifat Kasarnya Dan Menjadi Lebih Lembut, Namun Tetap Tegas Untuk Mengawasi Kyouko Yang Jadi Lebih Ribut Daripada Waktu Kecil.


Saat Dipertengahan Semester Kelas 2.


Setelah Berdiskusi Dengan Kedua Orang Tuanya, Ia Memutuskan Untuk Mulai Tinggal Sendiri Mulai Dari Musim Panas, Tepat Saat Akhir Liburan Musim Panas, Setelah Kamping Bersama Teman Temannya.


[Dari Yuru Yuri Nachuyachumi]


Dan…


Chapter 1: Sebuah Akhir Dari Sebuah Akhir Dan Awal Dari Sebuah Awal


[1]


Matahari Memancarkan Sinarnya Dengan Terang, Tepat Dibagian Atas Kepala Yui.


Karna Panasnya Ini. Ia Hanya Memakai Baju Hitam Pendek Dan Rok Biru Pendek Yang Sama Dengan Warna Langit Yang Saat Ini ia Lihat.


Yui Melihat Kiri Kanan, Dan Memeriksa Kertas Ditangan Kanannya, Dengan Badan Bagian Belakangnya Yang Lebih Panas Karna Udara Panasnya Tidak Keluar Karna Sebuah Tas Gendong Coklat Dipakai Oleh Yui. Di Saat Begini, Ia Mengeluarkan Sapu Tangan.


("Ibu Dan Ayah Sudah Mengatur Isi Kamarnya, Jadi Kamu Hanya Perlu Membawa Sedikit Barang Ketika Kesana" Aku Sih Dibilangin Begitu, Tapi Aku Malah Bingung Sendiri Karna Alamatnya Tidak Benar Benar Jelas… Ugh)


Yui Meneduhkan Dirinya Dibawah Pohon Disuatu Taman Yang Kosong, Dengan Beberapa Tempat Bermain Anak Kecil, Ia Me Lap Keringat Di Dahi Dan Pelipisnya, Rambut Pendek Menguntungkannya Karna Ia Jadi Tidak Terlalu Gerah.


"Aahhh…… (Aku Bingung… Di Mana Sebenarnya Alamatnya… Harusnya Aku Ikut Saat Ayah Meminta Pihak Pengirim Barang Mengirimkannya……)


Kebingungan, Iapun Melihat Kiri Kanan, Dibagian Dalam Taman Kosong, Ia Melihat Seorang Lelaki Dengan Baju Biru Gelap Dan Celana Jeans Coklat Pendek, Duduk Diam Membaca Buku Kecil.


(……… Yosh, Aku Akan Tanyakan Orang Itu…)


Yui Bangun Sambil Membawa Barang barangnya, Ia Mendekati Orang Yang Membaca Buku Sambil Meneduh Di Bawah Pohon Yang Terhembus Angin Tersebut.


Yui Perlahan Agak Membungkuk Dan Menahan Berat Badannya Dengan Memegang Lututnya Dengan Tangan Kirinya.


"ano…"


Seorang Lelaki, Yang Tadinya Fokus Ke Buku, Melihat Ke Depan Dan Melihat Yui Yang Memegang Sebuah Kertas.


"…… Butuh Bantuan?…"


"Ah, Hai^, Aku Mau Menanyakan Letak Alamat Apartemen Ini…"


"Bisa Aku Lihat?"


Yui Memberikan Kertasnya Kepada Lelaki Yang Duduk Santai Tersebut. Si Lelaki Membaca Dalan Diam, Lalu Menatap Yui Kembali.


"… Kalau Boleh Tau, Kau Mau Pindah Kan?"


"eh, Ha-haik…??"


"maksudku, Alamat Apartemen Ini Sama Dengan Apartemenku, Dan Juga Kemarin cukup Ribut Karna Ada Barang Barang Yang Dikirimkan Ke Kamar Sebelah"


Lelaki Ini Berbicara Dengan Suara Tenang, Banyak Kata Yang Ia Keluarkan, Namun Ia Tetap Santai Mengatakannya.


Ia Mengatakannya Sambil Menodorkan Kertas Barusan Ke Yui.


"Begitu ya… Jadi Kau Juga Tinggal Disana Ya…"


"Begitu Lah… Omong Omong… Namaku Aika Noru… Kalau Kau Sendiri?"


"…Ah, Aku Funami Yui, Salam Kenal, Aika-san"


"Ah, Salam Kenal… Apa Kau Mau Kesana Sekarang?"


"Um^ Kalau Bisa, Sekarang"


"Baiklah, Ikuti Aku, Memang Agak Jauh Dari Sini, Tapi Kau Tidak Perlu Takut Seperti Itu, Aku Tidak Akan Menculikmu"


Yui Menatap Aika Dengan Tatapan Curiga Dari Jauh. Setelah Itu, Aika Memimpin Jalan Sambil Memegang Buku, Dan Yui Mengikutinya.


(Kenapa Dia Tahu Kalau Aku Berpikiran Seperti Itu…… Orang Yang Misterius……)


Yui Mencoba Percaya Pada Orang Baru Ini.



"Kita Sudah Sampai"


"Ah…"


Yui Melihat Ke Depan, Melihat Sebuah Bangunan 2 Tingkat Yang TerLihat Kokoh Didepannya. Mengetahui Hal Itu, Aika Maju Duluan Dan Masuk, Ditengah 2 Pintu Itu, Ia Berkata.


"Ah, Kalau Mau Ambil Kunci Kamar, Datanglah Ke Kamar Di Kiri Itu… Pemiliknya Akan Memberi Kunci Setelah Mengkonfirmasinya… Sampai Jumpa"


"Ah, Haik! Terimakasih, Sampai Jumpa^"


Aika Langsung Masuk Diikuti Oleh Yui, Tapi Yui Tidak Mengikutinya Ke Lantai Atas.


Ia Justru Berbalik Ke Kiri Dan Meminta Kunci Kamarnya.



\[2\]


(Kata ayah Dan Ibu Sih… Kamarnya Cukup Luas Untuk Kutinggali Sendiri, Yah, Walaupun Aku Agak Ragu Dengan Kata 'Sendiri' Itu……)


Yui Keluar Dari Kamar Di Kiri Tangga Dan Berjalan Ke Tangga Dibagian Kanan.


(Jadi Aku Diberi 2 Kunci Ya… Satu Utama Dan Satu Cadangan… Mungkin Kunci Cadangan Akan Aku Bawa Nanti… Itupun Kalau Aku Ingat)


Yui Berjalan Dilorong Lantai 2, Dengan Jendela Di Bagian Kiri Yang Berjajar, Dan Pintu Dengan Nomor Diatasnya Yang Berjajar Dikanan.


(Aku Kamar Nomor 8………)


Ia Melihat Ke Setiap Pintu Dari Pintu Nomor 4-7 Dan Akhirnya Ia Sampai Di Pintu Terakhir Dengan Nomor 8 Diatasnya.



Yui Mengeluarkan Kunci Utama Dan Memasukkannya Ke Lubang Kunci, Dan Memutarnya


\*Cklak.


Suaranya Terdengar Nyaring. Ia Mengeluarkan Kuncinya Dan Menarik Gagang Pintunya.


Pintunya Pun Terbuka Dan Udara Yang dingin Menerpa Wajahnya.



\[3\]


Malam Hari....


Matahari Tenggelam Dan Bintang Bintang Menaburi Langit, Tidak Juga, Bintang Hanya Ada 2-7 Dijarak Pandangan Yui Ketika Ia Melihat Ke Luar Dari Balkonnya, Ia Melihat Ke Kanan, Dan Melihat Balkon Dari Kamar Lain Yang Tidak Ditutupi.


Karna Tidak Merasa Aneh, Ia Kembali Ke Dalam, Saat Masuk, Ia Melihat Jam Yang Menunjukkan Pukul 19:08 Malam, Dan Ia Belum Makan Dari Siang, Ia Hanya Memakan Mie Cup Dari Laci Di Dapurnya Yang Sudah Disiapkan Ayah Ibunya Saat Barang Barang Dipindahkan.



(Umm… Aku Sepertinya Harus Membeli Bahan Bahan Dulu… Dikulkas Juga Masih Kosong……… Tapi Makan Apaaa……… Omurice?)


Setelah Memikirkannya, Iapun Membulatkan Pilihan Dan Memakai Sandalnya, Ia Membuka Pintu, Lalu Menguncinya.



Saat Berbalik, Ia Melihat Lelaki Pengantar, Aika Dengan Baju Putih Dan Jaket Ungu Gelap Dengan Celana Panjang, Yang Sepertinya hendak Keluar.


Yui Mendekatinya Sekaligus untuk Pergi Ke Tangga Di Ujung Lorong Lebar Ini.


"Selamat Malam, Aika-san…"


"Uh? Ah, Malam, Funami-san… Mau Kemana?"


"Ah, Aku Mau Pergi Belanja, Yaah, Namanya Juga Baru Pindah…"


"Aah, Begitu Ya… Omong Omong, Aku Sudah Cukup Lama Tinggal Disini, Kamarnya Luas Dan Tempatnya Nyaman, Asal Bisa Menjaganya, Ini Sudah Memenuhi Syarat Bisa Ditinggali…"


"(Eh… Apa Yang Ia Bicarakan?)…… Haah…^"


"Kalau Kau Ada Masalah, Kau Bisa Memanggilku, Itupun Kalau Aku Ada… Mohon Kerjasamanya"


"Yeah^ Makasih, Mohon Kerja Samanya, Aku Duluan…"


"Iyeah…"


Yui Berjalan Melewati Aika Sambil Agak Berlari.


(Umm… Rasanya Aku Jadi Cukup Gugup Bicara Dengannya, Dia Anak SMA Kah? Tinggi Sekali……)


Pikiran Yui Tertahan…



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama.Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]