Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Membiasakan Diri



Chapter 28: Membiasakan Diri


[1]


"Untuk Berapa Orang?"


"Dua Orang"


"Jaa… Silahkan Ikuti Saya"


Ishii Yuichi, Pria Berkacamata Tajam (Seperti Yan (Love Lab)) Yang Sedang Memakai Baju Hitam Putih Ala Pelayan Di Suatu Restoran Bernama COCOdeS.


*****


Ishii Yuichi [15]


Kelas: 2 - A


Tanggal Lahir: 5 Juli 200X


*Tinggal Dgn Kakak Perempuannya Berdua Di Suatu Rumah Karna Orang Tua Bekerja


Tinggi: 163 CM


Gol. Darah: AB


Mata: Hijau Gelap (Kacamata min)


Rambut: Hitam Ke Hijauan.


Referensi: Referensi: Char Yang Pekerja Keras Dengan Kacamata Tajamnya (Min 5)


*****


Ia Mengantar Seorang Gadis Dengan Rambut


Biru Gelap Yang Diikat 2 Kuncir Kecil Ke depan Bahunya, Ke Suatu Meja Di Restoran.


"Silahkan Disini"


"Terimakasih Banyak"


Gadis Tersebut Duduk Di Meja Bagian Tengah Dan Membuka Buku Menu.


(Gadis Itu Sepertinya Makin Sering Kesini… Apa Karna Tidak Ada Pekerjaan Sekali Ya… Aku Juga Pernah Melihatnya Memakai Seragam Nanamori…… Jadi Dia Anak SMP Ya… Yah, Aku Juga Sih)


Ishii Kemudian Pergi Ke Ruang Staff Untuk Beristirahat


~~


"Huuft, Mungkin Aku Memesan Dulu Saja…"


Furutani Himawari, Mengambil Buku Menu Di Tengah Meja Dan Membukanya, Dengan Baju Terusan Putih Dan Mantel Hijau, Dan Kaus Kaki Panjang.


"Uhhh… Cuacanya Sekarang Jadi Lebih Dingin…… Lebih Baik Aku Beli Yang Panas"


Himawari Menekan Bel Ditengah Meja Dan Seorang Wanita Pelayan Mendatanginya.


"Haaiik, Apa Pesanannya Sudah Ditentukan?"


"Haik, Etto, Satu Porsi Salad Buah Dan Teh Lemon Panas"


"Dimengerti, Mohon Ditunggu"


"Terimakasih"


Pelayan Menundukkan Badannya Lalu Berjalan Ke Dapur Restoran


"Ah, Ishii, Kau Sudah Boleh Pulang"


"Haik, Otsukaresama, Aku Akan Pulang Sekarang"


"Uh^ Otsukaresama"


Ishii Mengganti Bajunya Ke Kemeja Merah Panjang Dan Celana Hitam, Lalu Membawa Tas Selendangnya Dan Pergi Keluar Meninggalkan Manajer Wanitanya Lewat Pintu Belakang.


Ia Memutari Restoran Dan Pergi Keluar Dari Daerah Restoran Dari Bagian Depan Dan Bertemu Gadis Yang Terakhir Ia Layani.


Secara Santainya, Ishii Berjalan Dikanannya Lalu Berbicara Pelan.


"Bolehkah Aku Mengetahui Namamu?"


"Eh? A-aku…… \*Uhum, Furutani…… Himawari Desu (Aku)"


"Heh~"


Mereka Berjalan Dengan Memandang Ke Depan Tanpa Mengalihkan Pandangan.


Tanpa Saling Melihat.


"Aku Ishii Yuichi, Terimakasih Karna Telah Datang Kesini… Itu Saja, Salam Kenal"


"Haik, Salam Kenal"


"…… Mungkin Kita Akan Bertemu Ditempat Lain"


"Haik"


Orang Yang Cukup Aneh, Tapi Kalau Aku Mengatakannya, itu Sangat Tidak Sopan)


Himawari Membiarkan Pikiran Tentang Si Pelayan Tersebut Dan Pulang Ke Rumah Pada Jam 6.



\[2\]


"Ah, Sugiura-san!!"


"Uh, Ara~h, Kase-kun, Selamat Pagi"


Pada Tanggal 25 November, Minggu Di Pagi Hari, Kase Menyapa Ayano Yang Bersiap Ke Luar.


"Pagi, Mau Kemana?"


"Mau Kesekolah, Barangku Ada Yang Tertinggal, Dan Besok Harus Dikumpulkan"


"Woh, Cukup Mepet… Kalau Begitu Akan Aku Antar"


"Eh! Ti-Tidak Perlu, Aku Bisa Sendiri Kok"


"Tidak Apa, Aku Juga Masih Banyak Waktu, Lebih Tepatnya Tidak Kerjaan Sih"


"Me-Mengaku Ya… Uhh… Baiklah, Jaa Ikou"


Ayano Memakai Baju Turtleneck Hitam Dan Rok Pendek Putih Dengan Stocking Yang Sering Ia Pakai.


Dan Kase Memakai Jaket Abu Abu Gelap Dan Celana Biru Gelap Panjang.


Mereka Berjalan Di Suatu Jalan Kecil Yang Hanya Bisa Dilewati Oleh 1 Mobil, Dengan Tumpukan Salju Kecil Dan Daun Daun Berkumpulan Oren, Menyatu Dengan Sedikit Salju.


"……… Apa Tidak Dingin?"


"Kalau Segini Masih Tidak Terlalu Dingin, Dan Kemungkinan Akhir Minggu Depan Baru Dingin"


"Heehh… Aku Masih Kepikiran, Kenapa Perempuan Masih Pakai Rok Pendek Padahal Sudah Tau Dingin…… Menggoda?"


"Ha-Haaahh!!! Apa Apaan Itu!! Tentu Saja Tidak!"


"Uh… \*Jiwa Gamerku Berteriak Kencang Karna Itu!!"


"Jiwa Gamer??"


Ayano Memasang Wajah Bingung Setelah Mendengar Kase Yang Bergumam, Lalu Memarahi Kase Sekejap.


"Ugh, Tidak, \*Ehem, Aku Main Game Galge Akhir Akhir Ini"


"Galge?"


"Aku Juga Bingung Menjelaskannya, Pokoknya Gamenya Seperti Simulasi Kencan! Seperti Itulah!"


"Heehh… AH! Ke-Kenapa Kau Malah Membicarakan Hal Itu!!"


"Kan Kau Sendiri Yang Nanya"


"Uh……… Jaa…… Apa… Ada Untuk… Perempuan?"


"Perempuan? Tentu Saja Ada, Pembuatnya Sama Tapi Ceritanya Berfokus Ke Karakter Perempuan, Jadi Mirip Mirip, Nanti Akan Aku Pinjamkan Consolenya"


"U-Um^"


(Ini Adalah Kesempatan!! Untuk Mengetahui Tipe Laki Laki Yang Disukai Sugiura-san! Tadinya Aku Berpikir Begitu, Tapi Karakter Di Gamenya Terlalu Tampan, Aku Tidak Sanggup)


(Aku Juga Tidak Ada Pekerjaan Ketika Urusan Osis Selesai… Bu-Bukan Berarti Aku Ingin Memainkan Gamenya Kok!!)


Ayano Memasang Muka Merah Sambil Tetap Berjalan Dengan Gerakan Marah Marah Unyu, Meninggalkan Kase Dibelakang.


"Eh, Tunggu"


"Mou!! Lambat Sekali Kau Jalan!!"


Begitulah Pagi Kase Terhabiskan Oleh Marahan Ayano Dengan Muka Merahnya.



\[3\]


Malam Minggu, Tanggal 24, Bulan November, Jam 20:17.



'Apa kamu Mau Jalan Jalan Besok? Kita bisa Pergi Ke Tempat Karaage Yang Pernah Kukatakan Kemarin'



'Boleh Juga, Kita Mungkin Bisa Kesana Sekitar Jam 10, Yah, Telat Juga Tidak Apa apa sih'



'Maksudmu Tinggal Dobrak Pintu Saja Kan?'



'Haha, Ya, Itu!. Jaa, Sampai Jumpa Besok, Aku Menantikannya'



'Baiklah'



(Jalan Jalan Berdua Dengan Aika-san Ya…… Bagaimana Jadinya Nanti, Aku Juga Harus Pake Baju Apa Ya…… Eh? Kenapa Aku Jadi Kepikiran Hal Seperti Itu!?!)


Yui Berguling Satu Dua Kali Dikasurnya Ketika Menyimpan Dan Mencolokkan Charger Ke Ponselnya.



(Dari Pemilihan Kata nya, Dia sepertinya Tidak Keberatan Dengan Ajakanku, Yaahh… Aku Harus Istirahat, Dan Mengabari Miki Yang Aku Lupa Beritahu Kalau Aku Sudah Pulang)


Aika Mengusap Usap Ponselnya Lalu Menempelkannya ke Telinga, Lalu Berbicara.


"Ah, Miki"


"Ah… Onii-san"


"Aku Sudah Pulang, Jadinya Kalau Mau Kesini, Aku Tidak Keberatan"


"Um^, Tapi Aku Mungkin Akan Kembali Saat Awal Desember, Karna Aku Juga Tidak Mau Mengganggu Rencana Kalian Besok"


"Aku Tidak Peduli Darimana Kau Dapat Tahu Hal Yang Baru Saja Kubicarakan Dengan Funami-san, Tapi Kau Bisa Pulang Kapan Saja, Sampai Jumpa"


"Um^ Sampai Jumpa"


Aika Menutup Panggilan Dan Menaruh Ponselnya Di Laci Kecil Di Bagian Bawah Kasur Dan Menchargenya.


*Pagi Hari, Minggu 25 November


"Selamat Pagi, Aika-san"


"Pagi"


"Um… Omong Omong, Kapan Miki-chan Pulang?"


"Ah, Katanya Sih Awal Desember, Sudahlah. Ayo……"


"Um^"


Dengan Langit Pagi Hari Yang Cukup Terang Dan Suhu Yang Adem Nyaman, Mereka Keluar Dari Apartemennya.


Yui Dengan Sweater Putih Dan Rok Diatas Lututnya, Dan Aika Dengan Jaket Coat Coklatnya Dan Celana Hitamnya Berjalan Di Trotoar.


"Humm… Ternyata Tidak Sedingin Yang Ku Kira"


"Um? Bukankah Ini Sudah Cukup Dingin?"


"Ah, Sepertinya Tubuhmu Lebih Normal Soal Dingin"


"Maksudnya?"


"Aku Percaya Kalau Aku Cukup Tahan Terhadap Dingin, Jadi Kalau Segini Mungkin Aku Masih Bisa Bertahan Kalaupun Aku Melepas Bajuku"


"*Buhuk!!"


"………?"


Aika melihat Yui Yang Menahan Mulutnya Dikiri Dan Mengabaikannya.


"A-ah, Omong omong, Kita Mau Yang Ke Selatan Ya?"


"Ah^, Aku Cuman Pernah Membelinya Sekali, Dan Terakhir Kali Aku Melihat Menunya, Cukup Banyak"


"Heehh, Begitu Ya… Semoga saja Sudah Buka"


"Yah, Semoga"


(Mungkin Aku Bisa menyimpulkan Semuanya Setelah Cukup Lama Mengenalnya, Aika-san…… Orangnya Baik, Dewasa Dan Tidak Basa Basi, To The Point?, Yah, Ntah Kenapa…… Aku Merasa Nyaman Saat Bersama Dengannya)


Yui Tersenyum Kecil Saat Tidak Dilihat Oleh Aika, Menyembunyikan Rasa Malu Kecilnya Dan Tetap Bersikap Dewasa Satu Sama Lain.


"…………"


"…………"


"Sepertinya Keinginan Kita, Tidak Terkabulkan ya?"


"Iya yah, Maa… Mungkin Kita Bisa Mendatanginya Lagi Nanti"


"Ah^"


Mereka Berdua Berdiri Di Depan Toko Yang Bertuliskan Tutup Dan Berbalik Lalu Kembali Ke Belakang.


"Mau Bagaimana? Ini Sudah Jam 12 Sih… Atau Mau Pulang"


"Mmmm……… Bisakah Kita Jalan Jalan Lebih Lama??"


"Uh-huh, Tentu…"


"^\_^"


"~\_~"


Mereka Berjalan Menjauhi Toko Yang Tutup Tersebut Dan Berjalan Tanpa Tujuan.


~


"Rasanya Ini Jadi Saat Saat Nyaman Di Akhir Musim Gugur"


"Iya Yah, Tidak Terlalu Panas, Tidak Terlalu Dingin, Cocok Sekali Untuk Bercocok Tanam"


"Kenapa Malah Kesana?"


"Mungkin Karna Insting Bercandaku Sedang Menyala, Jarang Sih"


"Memangnya ada Ya, Insting Bercanda?"


"Jangan Di Anggap Serius, Funami-san, Kau Terlalu Berlebihan"


"Um^……… Yah, Aku Harap… Kita bisa Jalan Jalan Lagi Nanti, Aika-san"


"Um^, Aku Juga……"


"………"


~


"…… Ugh!, Ntah Kenapa, Tadi Aku Merasa Ada Hal Buruk Yang Sudah Terjadi"


"Eh? Maksudnya?"


"Aku Se- Ah, Lupakanlah, Hanya Perasaanku Saja"


"………"


Aika memegang Kepalanya, Berpikir Keras Dan Melepasnya, Lalu Melihat Yui Yang Sedang Memperhatikannya, Lalu Menutupi Wajahnya.


(Ah… Aku Juga Malu Kalau Diperhatikan Begitu)


Tiba tiba, Getaran Dan Suara terdengar Dari Saku Celananya, Aika Mengeluarkan Ponselnya, Lalu Melihat Layar Dengan Tulisan 'Mizaki Tsurugi'


"Siapa?"


"Mizaki…"


"Ah, Mizaki-san Ya, Yang Sama Chitose Kemarin Di Kyoto"


Aika Mengabaikan Gumaman Yui Dan Mengangkatnya.


"Yo, Ada apa?……… Ah, Maaf……… Haik……… Haik………………… Benarkah?!?………"


Yui Memperhatikan Aika Yang Berkata dengan Suara yang Agak Panik.


"Ah, Baiklah, Terimakasih Informasinya"


"Tidak…… Tadi Itu Seorang Suster Dari Rumah Sakit"


"Rumah Sakit? Apa Mizaki-san Sakit?"


"Ya, Dia… Kecelakaan"


"Ehh!!! Bu-bukannya Itu Gawat!?!"


"Tenanglah Funami-san, Aku Tetap Tenang Karna Ya Mau Bagaimana Lagi, Tsurugi Sudah Tertabrak"


"\*Ehem, Jadi… Mau Bagaimana?"


Yui Menenangkan Pikirannya.


"Kita Jenguk Saja… Kasihan Kalau Tidak ada Teman"


"Sou Da Ne (Iya Yah), Ah, Aku Beli Buah Dulu"


"Um^ Ah, Aku Ikut Juga"


Mereka Mendekati Dan Masuk ke Minimarket Lalu Membeli Buah Untuk Dibawa Ke Temannya.



\[4\]


"Kamar Mizaki-san Ada Di Kamar Nomor 132, Berada Dilantai 3"


"Terimakasih, Ayo Funami-san"


"Um^"


Yui Mendekati Aika Lalu Pergi Ke Lorong Untuk Menaiki Tangga Ke Lantai 3.


~~


"Kita Beli Apel dan Jeruk… Kalau Itu Saja Memangnya Tidak Apa Ya?"


"Tidak Apa, Dia Pasti Sudah Senang Diberi Sendal 500 Yen"


"Oy, Perbandingannya Berbeda"


(Rasanya Aku Punya Perasaan Kalau Chitose Sudah Ada didalam)



Aika Dan Yui Melewati Pintu Pintu Dengan Model Yang Sama Dan Berhenti Didepan Pintu Dengan Nomor 132 Di Atasnya.


"Disini… Kalau Tidah Salah, Dia Tertabrak Jam 11 Dan Sekarang Sudah Jam 13 Lebih, Jadi Seharusnya Dia Sudah Bangun"


Aika mengatakannya Sambil Membuka Pintu.


"…………"


"……"


Yui Ikut Mengintip Ke Dalam Pintu Ketika Pintunya baru Dibuka Sedikit Oleh Aika, Dan Melihat Mizaki Yang Sedang Duduk Dengan Perban Di Lengan Kirinya Dan Tangan Kanannya sedang Mengelus Elus Rambut Putih Dari Orang Yang Sedang Tertidur.


(Heehh… Ternyata Perasaanku Benar)


(Tsurugi, Bukannya Kau Ingin Mengentuh Dada Perempuan Saat Dia Tidur Ya?)


Mereka Menatap Mizaki Yang Belum Menyadari Mereka Dengan Lubang Yang Terbuka Oleh Pintu Yang Dibuka Sedikit.



Lalu Tiba tiba, Aika Membukanya Secara Menyeluruh Dengan Cepat Tapi Tidak Berisik.


"Wah!!!!"


"…………"


"…… Pe-permisi"


Suara gugup Yui Makin Membuat Kesunyian Diantara mereka Terasa.


"Fiuh, KuKira Siapa, Ternyata Aika"


"Yo, Sepertinya Kau Baik Baik Saja"


"Yeah, Sudah Cukup Enak, Dan Juga… Ikeda-san Ada Disini Semenjak Diperbolehkan Mampir"


"Syukurlah, Aku Pikir Kau Mati"


"JANGAN BILANG BEGI-"


"Sshhh"


"sshhhh"


Mizaki Melihat Gadis Dengan Rambut Coklat Pendek Di Samping Aika yang Juga Meminta Untuk Tidak Berisik.


"\*Uhum, Jangan Bilang Begitu, Kalau Aku Mati, Bagaimana!?!"


"Aku Hanya Berkurang Satu Teman, Itu Saja"


(Yah, Aku Juga Pasti Sedih Kalau Tiba tiba Di Tinggalkan Temanku)


"Sialan… Aku Jadi Berpikir, Kenapa Aku Berteman Denganmu"


Mereka Berbicara Dengan Suara Pelan Agar Tidak Membangunkan Chitose yang Tertidur Di Kursi.



"Apa kau Sudah Mengenalnya, Tsurugi?"


(Aahh, Dia Yang Pernah Bersama Pacar Kashima saat Di Mall, Dia Itu…… Sasarannya Aika Ya… Tapi Kenapa Kalian Malah Bersama Sekarang?)


"Aku Funami Yui, Salam Kenal, Mizaki-san"


"Eh, Kau Tau Namaku?"


"Haik, Chitose Terkadang Menceritakanmu"


"Be-begitu Ya, Ah, Mizaki Tsurugi, Salam Kenal…… Tapi…… Kenapa Kau Tidak Bilang Kalau Kau Sudah Jadi Pacarnya, Aika!"


"Eh?! A-aku Dan Aika-san Tidak Pacaran"


"Benarkah? Ya Sudahlah, Aku Tidak Terlalu Memikirkannya, Tapi Terimakasih Karna Telah Menjengukku"


"Ah, \*Uhum Ini Ada Buah, Aku Taruh Disini"


"Terimakasih…… Apa Yang Kau Lakukan?"


Selagi Yui Yang Sedikit Malu Menaruh Kantong Kain Isi Buah Di Meja Kecil.


Aika Melihat Dan Menyentuh Nyentuh Perban Dari Tangan Kiri Mizaki.


"Yah, Aku Berpikir, Untung Saja Tangan Dominanmu Itu Tangan Kanan, Jadi Kau Masih Bisa Menulis catatan"


"Yah, Terimakasih Karna Telah Memikirkannya, Ak-"


"Ah, Funami-san"


Aika, Mizaki Dan Yui Melihat Chitose Yang Bangun Dan Membenarkan Kacamatanya.


"Waduh… Memalukan Sekali Rasanya Dilihat Saat Tidur"


"Ah…… Maaf"


"tidak Kok, Ikeda-san, Ka-kamu Kawaii Waktu Tidur"


Chitose Menutupi Melihat Tenang Aika Dan Mizaki. Aika Masih Tenang Seperti Biasa, Dan Mizaki Agak Panik Ketika Tau Kalau Dirinya Memperhatikan Orang Yang Sedang Tidur.


Dan Yui Memberi Lambaian


"Begitu…… Terimakasih, Mizaki-san"


"u-Um^, Tidak Apa"


Memperhatikan Keadaan, Aika memberi Gerakan 'Ayo Keluar' Pada Yui Dengan Kepalanya Dan Menyetujuinya.


"Sepertinya Kami Hanya Mengganggu, Jadi Kami Mau Duluan"


"Ah, Terimakasih, Aika, Funami-san"


"Tidak Apa, Jaa… Sampai Jumpa"


Aika Dan Yui Keluar Dari Ruangan Meninggalkan Mizaki Dan Chitose Berdua di Kamar RS.



\[5\]


"Sudah Jam 13:30 Saja… Um? Jadi Mau Bagaimana Aika-san"


"Mungkin Kita makan Dulu, Gara Gara Toko Karaagenya Tutup, Kita Dari Tadi Tidak Makan"


"Benar Ya, jaa… Kita ke Restoran Disana Lagi Saja"


"Ouh, Benar Juga, Cukup Dekat Dari Sini"


Aika Dan Yui Tetap Bersama Dari Pagi, Dan Saat Ini Ingin Ke Restoran Keluarga Bernama COCOdeS.


"Fuah, Sepertinya Kita Pulang Saja, Sudah Makan Juga, Dan Sudah Sore"


(Tadi Aku Melihat Furutani-san Didalam, tidak Seperti Biasanya, Dia Sendirian Dan Tidak Bersama Oomuro-san)


"Aku Tidak Menyangka Kita Dari Pagi Jalan Jalan, Olahraga Ya"


"Sekali Kali, Tapi Anehnya, Selama Kita Jalan Jalan, Aku Tidak Melihat Ataupun Merasakan Kehadiran Tawaka Dan Toshinou-san"


"Kyouko Bilang Dia Seharian Ini Ingin Dirumah, Yaah, walaupun Aku Kepikiran Kalau Kashima-san Datang Ke Rumah Kyouko"


"Ugh, Ya Sudahlah, Kita Pulang"


"Um^"


Yui Melewati Harinya Dengan Aika Dan Perasaannya Yang Masih Terpendam Di Hatinya, Dalam Beberapa Saat, Perasaan Tersebut Dapat Meledak Dan Membuat Aika Dalam Masalah… Sewaktu Waktu.


(Aku… Mulai Memikirkan Soal Kapan Aku Akan Mengakui Perasaanku Kepada Funami-san Akhir akhir Ini…… Mungkin…)


Pikiran Aika, Buntu.


"Aika-san… Terimakasih Untuk Hari Ini, Aku Senang"


"Uh? Aku Juga, Aku… Senang Bisa Jalan Jalan Bersamamu, Mungkin Nanti Kita bisa lagi (Sebagai Sepasang Kekasih)"


"Um^ Aku Akan Menantikannya"


(Aku……)


Yui Tanpa Alasan… Mencubit Pipinya Sendiri Lalu Dengan Tenang Berjalan Kembali Mengikuti Aika.


[6]


*Si Tempat Lain Pada Hari Minggu Sore.


"YES!! HAHA!! Aku Menang!!"


"Cih, Aku Kalah Lagi!"


Kashima Tawaka, Berdiri Di Tengah Ruangan Dengan Perasaan Senang Dan Bersemangat. Sedangkan Toshinou Kyouko, Berlutut Menyikapi Kekalahannya.


"Ah, Kampret!!"


"Wah!!! CHOT- APA YANG KAU LAKUK-"


Kyouko Bangun Dan Dengan Cepat Menerpa Kashima Yang Berdecak Pinggang Dengan Sombongnya ke Kasur Putihnya.


*Bugh!


"Aw! Ah, Itu Sakit Lho……"


"……………"


Kyouko Terdiam, Sambil Menempelkan Wajahnya Ke Dada Kashima, Dia Memeluk Melingkari Badan Kashima Dengan Tangannya.


"Uh……"


"Nee…… Tawaka-kun…… Apa Kau…… Me-"


"Aku Mencintaimu…"


Kyouko Menghadap Ke Kashima Dengan Pipi Merahnya, Perlahan, Kyouko Seperti Mendaki Badan kashima dan Menyetarakan Posisi Kepalanya.


Kyouko Membiarkan Pipi Kanannya Bersentuhan dan Menempel Dengan Pipi Kiri Kashima.


"Aku Juga……… Mencintaimu"


"………"


(Tadinya Aku mau Bilang 'Kata katanya jadi Menjijikan Saat Kau Yang Mengatakannya, Hahahahaha' Tapi Itu Pasti Merusak Suasanaku Dengan Kyouko Saat Ini)


Kashima Perlahan Memeluk Badan Kyouko Dan Menempelkannya.


"Bukannya…… Dadamu Jadi Menempel?"


"Tidak Apa…… Kalau Itu Tawaka-kun… Aku Tak Apa"


Kyouko Memegang Pundak Kashima, Lalu Perlahan Menempelkan Hidung Mereka Di Ujung, Perlahan, Kyouko Menutup Matanya, Dan Agak Memiringkan Kepalanya.


(Dia Mau Melakukannya Lagi Ya…… Sepertinya Kali Ini, aku Harus santai)


Melihat Kyouko Yang Menutup Mata, Kashima Menodorkan Bibirnya dan Merasakan Kelembutannya, Kyouko Menerimanya Dengan Tulus, Tanpa Merasa Terpaksa Dari Rasa Cintanya.


2 Detik… 4 Detik… 6 Detik… Kyouko Memundurkan Kepalanya Dan Merasakan Udara dingin Terasa Kembali Di Bibirnya.


Dengan Sedikit Air Yang Berpisah, Dan


Dengan Wajah Merahnya, Kyouko Mendekatkannya lagi.


"Dingin"


"Hmph"


Kashima Menerimanya Kembali, Menenangkan Dirinya Dengan Terus Bernafas Melalui Hidung Dan Memeluk Erat Kyouko Dibagian Belakang Dada.


Kyouko Melepaskannya, Ia Mundur Lalu Berguling Ke Kanan Dengan Wajah Merahnya.


"………"


"………"


"Apa Kamu Puas…… Tawaka-kun?"


"Um^, Aku…… Puas Sekali"


"Um-?"


Kashima Dan Kyouko Metentangkan Setengah Tangannya, Kashima Dan Kyouko Pun Berpegangan Tangan Sembari Memperhatikan Langit Langit Dinding Putih Kamar Kyouko.


"Untung Saja Sedang Tidak Ada Orang Disini"


"Um^, Ibuku Sedang Belanja Ke Tempat Yang Cukup Jauh, Dan Ayahku Bekerja"


"Ini…… Sudah Cukup Kan?"


"Um^ Sudah Cukup… Hup!"


Kyouko Bangun Dari Baringannya Dan Berdecak Pinggang Semangat Ke Kyouko.


"SAAHH!! AYO LANJUTKAN PERTANDINGAN KITA!!! WAKA-KUN"


"YOSHHA!! AKU TIDAK AKAN KALAH"


Dengan Mantel Hitam Kashima dan Baju Kuning Kyouko, Mereka Mengatakan Kata Tersebut, Untuk Pertama kalinya.


[7]


Mizaki Berjalan Dengan Baju Rajutan Biru Tua


Dan Celana Hitam Panjang Dengan Kantong Putih Di Tangan kanannya, Di Depan Persimpangan, Ia Berjalan Karna Lampu Hijau Untuk Pejalan Kaki, Saat Dipertengahan.


"Ah, ikeda-san!!"


Ia Melihat Chitose Dari Kejauhan, Memanggilnya Tapi Tidak Terdengar.


"……… IKEDA-S-"


"AWASSSS!!!!!!!"


Seseorang Berteriak Pada Mizaki, Tepat Sesudahnya Benerapa mili Detik, Dia Merasakan Hantaman Di Bagian Kirinya Yang Membuat Dirinya Sedikit Terpental Dan Terbentur Dibagian Kepala, Dan Rasa Sakit Hebat Di Tangan Kirinya.


(Pa……… Panas…)


Pandangannya mulai Kabur, Suara samar Samar Kerumunan Terdengar seperti Lebah Yang Sedang Terbang, Pandangannya menggelap Dan Akhirnya Dia Pingsan.


~~


Mizaki Terbangun Di Kasur Putih Dengan Baju Biru Hijau Cerah Khas Pasien Rumah Sakit Dan Melihat Seorang Gadis Berambut Putih Di Kanannya Sedang Tertidur.


(I-i-i-IKEDA-SAAAAAAANNNNNN!!!!!!!!!)


Kaget Dari Dirinya Sendiri Membuat Dirinya Pingsan 5 Menit



"Sungguh, Ceroboh Sekali… Mizaki-san"


Chitose Berbicara Ketika Melihat Mizaki Pingsan Beberapa saat Setelahnya.



(Ini…… Adalah………)



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]