
Chapter 60: Sekolah Yang Nyaman… (Atau Tidak)
[1]
Rabu 24 April 2019… Pagi Hari…
"Dadah"
"Dah"
Noru Dan Yui Berpisah… Yui Berbelok Ke Kanan Dan Yui Agak Tersenyum Ketika Berbalik Kembali Ke Arahnya Berjalan…
"Fuuh, Aku Jadi Senang Ntah Kenapa"
Suasana Hati Yui Tengah Senang Saat Ini…
"Pagi ^\_^"
"Selamat Pagi, Funami… San"
"Uh? Kenapa, Ayano?"
"Tidak~ , sepertinya… Kamu Sedang Senang Ya :)"
"Eheh^ ketahuan Ya, Aku Agak Senang Kemarin, Dan Sepertinya Perasaannya Masih Nyangkut"
"(Rasanya, Aku Jadi Ikut Senang Bila Melihat Funami-san Senyum Begitu ,haha, Yaah, Tadi Pagi Agak Ngeganggu Sih) Semoga Saja Dia Bisa Tutup Mulut"
"Uh? Tutup Mulut"
"Huff, Tidak Ada Apa Apa, Aku Hanya Bergumam"
"Begitu Ya"
"Selamat Paagii~~"
Pintu Dibuka Dengan Seman- Dengan Lemas, Dan Kyouko Yang Belum Memakai Pitanya Berjalan Dengan Lambat, Diperhatikan Oleh Hampir Seluruh Teman Sekelasnya…
"Uh? Kenapa Kyouko, Lemas Begitu"
"Guuh, Semalam… Aku Pergi Makan Okinomiyaki… Lalu Waktu Pulang Aku Tidak Bisa Tidur Dan Akhirnya Baca Novel Yang Disukai Watar-kun, Aku Jadi Tidak Tidur…"
"Ah, Seperti Biasa Ya (Aku Baru Tau Kalau Kyouko Juga Baca Novel Kesukaan Kano-san…)"
"Dasar, Kau Harus Mengurangi Kebiasaanmu Itu, Toshinou-san"
"Guah, Ternyata Rasanya Memang Agak Nanggung Bila Ayano Bilang Namaku Begitu"
"Tidak Apa Kaan, Aku Juga Ingin Lebih Akrab Dengan Semua Orang, Kalau Aku Pakai 'TOSHINOU KYOUKOO!' Terus, Mungkin Aku Dikira Penagih Hutang"
"Buhuk!! (A-ayano Jadi… Jujur Sekali, Ahahaha!!)
Yui Menahan Mulutnya Dan Menenangkan Dirinya…
"Ahaha, Benar Juga Ya, Kalau Begitu Panggil Saja Aku Kyouko"
"Weh? Tidak Apa Nih?"
"Tidak Apa, Aku Tidak Keberatan, Malahan Ringan Sekali"
"Hehe, Baiklah, Kyouko-san"
"Huooh!!! Rasanya Aku Jadi Seperti Orang Dewasa!! Hmph Hmph!!"
"Langsung Semangat Yaa, Rasa Kantuknya Sampai Kalah Begitu, Dasar Kyouko, Haha"
Tawa Kecil Dari Para Anak Kelas 3 Smp Nanamori Kelas 3 - 5
\[2\]
"Oh Ya Furutani-san"
"Uh? Ada Apa, Sugiura-senpai?"
"Aku Mau Bertanya Sedikit"
"Silahkan"
Himawari Menulis Suatu Berkas Di Meja, Dan Ayano Yang Duduk Dimeja Pribadinya Di Tengah, Bangun Dan Pindah Ke Tempat Duduknya Di Depan Himawari.
Hanya Ada Mereka Berdua…
"Ne, Kenapa Furutani-san Kenal Dengan Wakil Ketua Osis Waktu Kelas 1 Kemarin?"
"Eh? E-etto…"
"……… Ho~rah~, Aku Tunggu Lhoo"
"(Sugiura-senpai Seperti Berubah Kepribadiannya…) \*Fuhh… Aku… Secara Tiba Tiba Mengenalnya Saat Pulang Dari Restoran Tempat Dia Bekerja"
"!"
"Waktu Itu, Ishii-san Langsung Mengajakku Bicara Dan Mulai Dari Situ, Aku Cukup Sadar Ternyata Aku Dan Ishii-san Itu Sering Bertemu Di Kafe Sekitar, Seperti Itu Mungkin"
"Heeh, Jadi Masuk Ke Kategori 'Kebetulan' Yaa, Sepertinya Bagus"
"Uh… Kalau Boleh Kubilang… Ntah Kenapa Saat Bersamanya, Aku Merasa Lebih Tenang Tentram Dari Biasanya, Tidak Seperti Saat Aku Sendirian, Rasanya Sepi Dan Membosankan, Tapi Punya Teman Ngobrol Itu… Memang Enak Ya"
"^\_^……"
"ah, Dan Juga… Dia Sekarang Sudah Jadi Ketua Osis"
Ayano, Menopang Dagunya Dengan Kedua Tangannya Sambil Tersenyum Ke Furutani Himawari…
"^\_^, Furutani-san, Kamu Terlihat Senang… (Rasanya Semua Orang Terlihat Senang Hari Ini, Kebetulan Yang Aneh Tapi Membahagiakanku Juga… Haahh, Aku… Juga Senang Sih)"
"Eh? A-apa Benar Terlihat Seperti Itu?!"
Muka Himawari Agak Memerah, Sosok Dirinya Yang Sering Tenang agak Memudar DiPandangan Ayano Terhadap Dirinya…
"Maah, Furutani-san Juga Pasti Berubah Ya"
"Uh? \*\_\*?"
"Tidak Kok, Saah, Aku Akan Melanjutkan Ini… Omong Omong Mana Yang Lainnya?"
"Uh? Aku Tidak Tau, Sakurako Juga Menghilang Ntah Kemana"
"Huuh, Gawat Nih, Aku Khawatir Sama 2 Anak Baru Itu"
"Maksud Senpai Itu Kyotaka-san Dan Edajima-san? Sepertinya Mereka Ada Urusan Di Kelasnya Jadi Tidak Bisa Datang Sekarang"
"Huuhh, Begitu Yaa"
(Sugiura-senpai Terlihat Lebih Rileks Dan Untuk Sikapnya, Dia Jadi Lebih Mengikuti Alur…, Rasanya Dia Jadi Orang Yang Sangat Akrab Dan Hangat…)
Pandangan Himawari Pada Ayano Juga Berubah
\[3\]
"Huaah!!! Sudah Kuduga Memalukan Untukku Mengatakannya!!"
"Tenang Saja Chinatsu-chan, Hanya 4 Orang Kok Yang Kamu Pilih Untuk Tau Itu"
"Guuh…"
"Oyah, Chinatsu-chan, Akari!!!!"
Kyouko Ada Di Lorong Bersama Dengan Yui, Melihat Ke Chinatsu Dan Akari Lalu Langsung Berlari Memeluk Meluk Chinatsu…
"Jadi! Bagaimana?"
"Humph! \*Mmppss… A-Aku…… Sudah…"
Bagaikan Ada Asap Yang Keluar Dari Kepala Chinatsu, Ia Malah Melamun Dan Terdiam Menahan Malu Sambil Menutup Wajahnya Ketika dipeluk.
"Begitu Yaa, Anak Baik Anak Baik"
"TIDAK ADA HUBUNGANNYA!!!"
"Langsung Ditolak Mentah Mentah NJIR!!"
Wajah Seram Chinatsu Keluar Sekejap Ketika Menanggapi Reaksi Kyouko Soal Dirinya Yang Dielus…
"Tapi… \*Huff ……… Aku, Sudah Jadi Pacarnya ^\_^"
"……Hihih, Begitu Ya!"
"Selamat… Chinatsu-chan"
"Ah! Yui-senpai…… Aku Benar Benar Minta Maaf Yui-senpai, Aku Tidak Bisa Menerima Lamaranmu"
"(Sejak Kapan Aku Melamar……) Aha-ha… Fuh, Kalau Chinatsu-chan Senang, Kami Juga Akan Senang Kok"
"oohh, Ahaha, Makasih, Semuanya"
Senyuman Anggota Klub Kesenangan Ini Begitu Memancarkan Aura Kebahagiaan…
\[4\]
"aku Kembali~"
"Ah, Chitose, Mou Darimana Saja Sih"
"Ahaha, Aku Baru Membantu Anak Kelas 1 Di Ruang Guru"
"Buh, Kami Kembali"
"Maaf Kami Merepotkan"
Chitose Datang Dengan 2 Orang Gadis Dibelakangnya… Satu Gadis Yang Tingginya Sama Dengan Chitose Berambut Biru Gelap Pendek… Ia Memakai Jepit Rambut Dan Membuat Keningnya Terlihat. Satunya Lagi Yang Agak Lebih Tinggi Dengan Rambut Hitam Panjang Lurus… Dengan Poni Menutup Keningnya…
……
"Tidak Apa Kok, Omong Omong Sebentar Lagi Masuk Lho, Mari Kita Kembali"
Ayano, Himawari Dan 2 Gadis Tersebut Membereskan Kertas Ke Meja Dan Pergi Ke Luar Ruangan Osis.
~
"Areee!! Kemana Perginya Semua Orang!!"
Sakurako Melihat Sekeliling Dari Ruang Osis, Dan Masuk Kedalam…
"Mmmm…"
Sakurako Memegang Dagunya, Berpikir Serius…
(Aku… Masih Mengingat Jelas Perkataan Sarou Soal Diriku, Waktu Aku Memikirkannya, Aku Jadi Malu, Sarou Sialan, Tapi Dia Bilang Kalau… Dia Ingin Aku Yang Seperti Itu Ya…… Hhhnnnggg……)
Sakurako Yang Masih Memegang Dagunya Dengan Serius, Berbalik Dan Menggeser Tutup Pintu Ruang Osis Lalu Pergi Kekelasnya…
"Fuh, Hampir Saja Aku Telat"
"Uh? Ara Sakurako"
"Uh? Kenapa?"
Sakurako Berbicara Cukup Sopan, Tidak Seperti Biasanya.
"Apa Kau Sudah Menyelesaikan Tugas Yang Diberikan Guru Tadi Pagi?"
"ah, Sudah, Padahal Kamu Tinggal Mengambilnya Saja Dari Tasku"
Sakurako Mendekati Tempat Duduknya, Membuka Tasnya…
"!! Sa-sakurako, Apa Kamu Demam?"
"Tidak Sopan Sekali, Nih"
Ia Memberikan Suatu Buku Pada Himawari Yang Membawa Buku Buku Lainnya.
(A-aku Tidak Menyangka Perubahan Sakurako Akan Sejauh Ini, Apa Sih Yang Sebenarnya Terjadi! Guh, Yaah, Baguslah, Dia Juga Tidak Terlalu Cerewer Seperti Biasa, Jadi itu Sangat Memudahkanku)
"*Fuuh… Baguslah"
"Huh??"
***
"Akaza-san"
"Ah, Hai^… Etto… Nih"
Akari Mengeluarkan Buku Dari Tasnya Dan Memberikannya pada Himawari
"Uh^,… Yoshikawa-san"
"Ah^ Ini, Himawari-chan"
Chinatsu Mengeluarkan Bukunya Juga Dari Tasnya dan Memberikannya Pada Himawari, Dengan Wajah Senang Seperti Biasa……
"Baguslah……"
"Uh??"
Chinatsu Memberi Wajah Bingung……
[5]
"Ikeda-san, A-ada Yang Mencarimu"
"Uh? Siapa Ya"
Chizuru… Yang Sedang Menulis Tugas Sambil Bertopang Dagu, Bangun Dari Mejanya Dan Mendekati Orang Yang Masuk Ke Kategori Temannya, Namanya Dezaki Takane… Mereka Berteman Sejak Musim Gugur Sehari Setelah Chizuru Bertemu Gadis Kecil Bernama Kaede Dan Berjanji, Agar Berusaha Untuk Lebih Sering Tersenyum… Termasuk Pertemuannya Dengan Souki Yang Mungkin Menjadi Teman Pertama Chizuru.
"Ntahlah, Tapi……"
"Uh? Kenapa?"
"Dia… Kadang Menghilang…"
"Menghi… LANG!!???!!!"
"HUEEH!!! Ke-kenapa? Ikeda-san"
Suara Chizuru Yang Tadinya Tenang, Berubah Jadi Teriakan Singkat…
"Uuhh… Maaf, Apa Orangnya Masih Ada?"
Dezaki Keluar Dari Kelas Dan Memeriksa lorong…
"Um, Anoo~, Ah, Di-Dia Tidak Ada?"
"Guh, Yasudahlah"
Chizuru Memegang Pelipis Kepalanya Lalu Berusaha Melupakan Hal Barusan…
"Uh? Memangnya Dia Siapa?"
"Bukan Siapa Siapa, Hanya Hantu"
"HAN-!!!!"
Dezaki Menahan Suara Teriakannya, Dan Ada Yang Kaget Di Kelas 3 - 1 Ini…
(Kenapa Dia Malah Kesini, Padahal Jarak Dari Sini Ke Seiri Itu 700 Meter)
"Ah! Chizuru-san, Ha-hantu Tadi Juga Menitipkan Sesuatu"
"Uh? Dia? Menitipkan Apa?"
"'Berikan Ini Pada Chizuru-san, Mungkin Saja Dia Akan Kangen Padaku' Be-begitu Katanya (A-aku Tidak Menyangka Kalau Chizuru-san Punya Hubungan Dengan Hantu Itu!!)
Dezaki Berpikiran Aneh Ketika Memberikan Suatu Kertas Bermotif Kayu Kecil Persegi Panjang, Dengan Tali…
"(Jimat… Keberuntungan…)"
Chizuru Kemudian Mengambil Jimat Tersebut Dari Tangan Dezaki, Dan Memperhatikannya…
Kertas Coklat Dengan Suatu Tulisan Coklat Cerah Diatasnya…
'Ini Jimat Lhoo -Reji'
"(Aku Sudah Tau Lah, Hal Hal Seperti Ini…) Terimakasih, Karna Sudah Memberikannya Padaku"
"ah, Tidak Apa, Itu Memang Untuk Chizuru-San Kok ^_^"
"………"
Chizuru Memberikan Senyum Kecil Pada Dezaki, Tentu… Ada Suatu Aura Yang Seperti Keluar Dari Chizuru Yang Bisa Memikat Beberapa Orang Dalam 'Suatu' Hal.
[6]
"Okazaki-san, Bisa tolong Bereskan Berkas Ini?"
"Ah, Hai^"
"Padahal Kamu Tidak Perlu Ikut………"
"(AKTIFLAH, SKILL KU!!)"
"………" {Masuk Ke Osis Juga}
"(Aku Ternyata Memang Punya Skill Untuk Mengerti Perkataan Matsumoto-san!) Tidak Kok, Aku Memang Ada Niatan Masuk Osis"
Di Ruangan Osis Di SMA Seiri, Rise Dan Okazaki Duduk Di Bagian Pinggir Ruangan Yang Agak Luas Ini…
Mereka hanya Berdua Ketika Rise Memberikab Selembar Kertas Pada Okazaki…
Rise Kemudian Bangun, Berbalik Ke belakang Dan Mengambil Sebotol Air Di Meja Di Pojok, Dan Meminumnya Sambil Duduk Kembali Di Sebrang Okazaki…
"*Glup Glup… Baguslah Kalau Begitu"
"Tapi…"
Rise Menaruh Botol Tanpa warna tersebut Di Meja…
"Apa Kamu Tidak Kesulitan? Kamu Ikut Klub Seni Juga kan?"
"Aah, Aku Tidak Jadi Masuk, Rasanya, Aku Ingin Fokus Bersenang Senang Saja Di SMA, yaah… Mungkin Minimal Aku Harus punya Pacar Dulu Agar Bisa Melakukannya…"
"(Pacar…… Pacarku Itu…… Kei-kun) ^_^, Aku Akan Membantu Bila Bisa"
"Hehe, makasih, ^_^ (Kaah!! Matsumoto-san Ternyata Memang Bagus Yaa, Suaranya Imut Begitu… Kiih, Jadi Gemess!!)"
Okazaki Mengeluarkan Suara Kiiihh! Tanpa Sebab… Dan Seperti Menahan Tangannya Untuk Tetap Di Depan Dadanya, Dan Menutuo Matanya dengan Semangat…
Itulah Yang Dilihat Rise…
"!, Okazaki-san, Apa Kamu Masih Ingat Nishigaki Nana-sensei?"
"uh? Yah, Tentu Saja Ingat, mana Mungkin Aku Tidak Mengingat Guru Ledakan Tersebut! Haha"
"Nishigaki-sensei… Sebentar Lagi Mau Menikah"
"Eh?"
Heh?? [KENAPA!!!! PADAHAL AKU YANG MEMBUAT CERITANYA, TAPI KENAPA AKU TIDAK TAU KALAU NISHIGAKI NANA AKAN MENIKAH!!!!- Yah, Mana Mungkin Aku Nulis begitu]
[7]
Pulang Sekolah… Rabu 24 April…
Di Klub Kesenangan…
"Aku Dan Chinatsu-chan Sudah Punya… AYOLAH!!!! Disini!! Masa Depan Dipertaruhkan!!"
"Apa Apaan Kau Ini, Jangan Bikin Ribut"
"Benar Lho Kyouko-senpai, Akari-chan Nanti Akan Tersakiti"
"Kenapa Hanya Aku!!?!"
Kyouko Menggebrak Meja Setelah Memeluk Chinatsu Dari Samping, Menunjuk Ke Akari Dan Yui Yang Saling Berhadapan Di Meja…
"Tapi Memang Benar kan, Bagaimana Bila Nanti Akari Malah Terisolasi Karna Keberadaan dan Keseksiannya Tidak Terasakan Oleh Para laki Laki"
"Kyouko-chan!!"
"Dan, Sebenarnya, Tinggal Menunggu Waktu Saja untuk Yui, Jadi Aku Tidak Khawatir, Masalahnya Adalah Akari!!"
"Kenapa Malah Aku Yang Jadi Akar Masalah!?!"
"mmm, Apa Kalian Berdua Pernah Berpikir, Kalau Akari Itu Terlalu Polos??"
"Aah, Kalau Itu aku Setuju"
"Aku Juga Setuju"
Pernyataan Kyouko Disetujui Yui Dan Chinatsu.
"Guh… (A-aku Akan Diam Dulu)"
Akari Menunduk… Hanya Menggunakan 4 Indranya…
"karna Hal Inilah, Kita Harus Memgeluarkan Pesona Dan Keunggulan Akari Untuk Menutupinya!!"
"Ah, Benar Juga…"
"Uh-huh"
"OK!!! Akari, Kemari!!"
Akari Bangun Dan Berjalan Memutari Chinatsu Dan Mendekati Kyouko Lalu Duduk…
"A-apa?"
"…………"
Kyouko Duduk Menghadap Ke Akari… Yui Hanya Bertopang Dagu Sambil Melihat Punggung Kyouko…
Chinatsu Memperhatikan Wajah Kyouko Yang Diam Menatap Tanpa Berkedip.
Kyouko Kemudian Bergerak. Karna Ragu, Akari Menutup Matanya
Kyouko Mencapai Rambut Akari Dengan Tangan Kanannya, Lalu, Perlahan, Melepas Ikatan Di Rambutnya Dan Membuatnya Terlepas Dari Kuncir Rambutnya (Odango), Kiri Kanan Dilepaskan dan Terlihatkan Sosok Akari Tanpa Odango…
"mmmm, Aku Sarankan Kamu Cari Pola Ikat Yang Lain Akari"
"uuh, I-itu Merupakan Pola Ikat Yang Diajarkan Onee-chan Waktu Aku Kecil"
Ketiganya Berpikir hal Serupa ketika Mendengar Pernyataan Akari…
(Kami Benar Benar Bingung Bagaimana Bisa Kau Membuatnya Jadi Bulat Sempurna Seperti Itu!!)
~
"Tapi, Akari, Menurutku Tidak Ada salahnya Kamu Membiarkan Rambutmu Seperti Ini, Cukup Cocok. Ya kan?"
"Um^ Akari-chan Kawaii ^_^"
"Uh-huh, Cocok Kok, Akari"
"Ueh!? Be-benarkah? Duh, Aku Jadi Malu"
"Tapi, Ada Kemungkinan, kalau Dari Kejauhan, Aku Tidak Bisa Mengena-"
Hantaman Dikepala Kyouko Terasa Sakit, Hanya Untuk membungkam…
Yui Kemudian Duduk Kembali Setelah Melakukan 'itu' Pada Kyouko
~
"Pokoknya, Akari, Kamu Harus Mulai Bersikap Dewasa, Yui Contohnya"
"Eh? Aku?"
"Uh! Nah yui, Apa Alasanmu Merubah Sikap Dari Asalnya Anak Kotor Jadi Anak Bersih?"
"Apa Maksudmu?… *Huff, Aku begini Karna Ingin Tegas Padamu, Karna Sekarang Kau Jadi Tidak Berguna"
"Duh, Jangan Begitu Lah Yui, Aku Jadi Malu Bila Diperhatiin Begitu"
"……… Mungkin Untuk Awalannya, Akari, Kamu Harus Mencari Suatu Alasan Untuk Membuat Dirimu Berubah"
"Suatu… Alasan……"
"Uh^"
"Aku Merasa Itu Juga Benar, Alasan Yaa (Aku Jadi Teringat… Waktu Aku Membuatkan Coklat Dengan Penuh Semangat Untuk Yui-senpai,Aku Meminta Naru-kun Mencobanya, Dia Hanya Mencobanya sekali dan Membuang Semuanya Ke Luar Rumah Ketika Aku Memperhatikannya Didepan Wajah, Lalu Dia Bilang 'Mari Buat Dari Awal, akan Kubantu'
Dia membantuku Membuat Coklatnya…
Aku Kurang Mengerti Tapi Setelah Itu Aku Jadi Malas Membuat Makanan Untuk Naru-kun Karna Dia membuang Coklatku, Lalu Saat Aku Memberinya Makanan Yang Kubuat Saat Sedang Kesal Tersebut, Dia Malah Memakannya Dengan Lahap… Dan…… Are? Itu Kan Tidak Ada Hubungannya Dengan Ini! Kenapa Aku Malah memikirkannya!!)"
Chinatsu Malah agak Tersenyum Setelah Berkata pada Akari Nondango.
"Akari…… Makan Juga Sayuran Dan Buah Buahan Agar Dadamu Tumbuh!!"
Kepala Akari Tak Mampu Menerima Informasi Yang Belum Dapat Dicerna Diusianya yang Sekarang, Itu Membuat Akari Bingung Dan Bertanya tanya.
"Kau……"
Ntah Karna Apa… Kyouko Kemudian bangun Dari Duduknya dan Mendekati Tasnya Yang Ada disamping Kiri Yui.
"Aku Bawa Alat Ukur"
Kyouko Mengangkat sebuah Tali Lebar Tipis…
"Untuk Apa kau Membawanya Kesekolah…"
"Mah Maah… Akari, Ayo Ikuti Aku, Chinatsu-chan Juga"
"Uh?"
"Huh? (Kami Mau Di Apakan Ya?)"
"Yu-yui…"
"uh? Apa?"
"Chi-Chinatsu-chan… Mengerikan"
"Tadi Kami Diukur Begitu, Memangnya Kenapa"
"Apa kita Mau Bikin Baju?"
Akari Dan Chinatsu Masuk Ke Ruang Tengah…
Omong Omong, Akari Belum Mengikat Rambutnya Lagi…
"Berapa Jadinya? (aku Yakin dia Mengukur 'Itu' Nya mereka, Untuk Apaan sih…)"
"Chi-chinatsu-chan… B… Rendah…"
Kyouko berkata Dengan Nada Agak Takut…
(Guh!! Chinatsu-chan Sama Denganku!!)
"B Yaa, Kalau Akari?"
"Akari Sih A"
"Begitu Ya"
Kedua Senpai ini Membicarakan Hal Aneh Ditelinga para Kouhainya…
"Apa kamu Juga Mau Diukur? Yui?"
"Aku Coba sendiri, Berikan Sini…"
"Hooh, Mana Mungkin Tumbuh Lagi Hanya Dalam Waktu 5 Ha-
-~-_-~-
"C"
"AAPAA!!!!!!!!"
~
kyouko Duduk Disamping Kiri Yui, Dan Didepan Yui ada Chinatsu Yang Duduk Disamping Kiri Akari Dengan Odangonya Lagi…
"omong Omong, Apa Yang Kita lakukan daritadi? Kita Mengukur Daerah Dada Kita?"
"Aah, Ini Hanya Untuk Mengetahuinya Saja, Dada Seseorang Tumbuh Karna Sikap Dewasa dari Orang Tersebut"
Perlahan, 3 Pasang Mata Dari 3 Orang Memperhatikan Dada Yui… dengan Agak menunduk
"Kalian Juga Berpikir begitu kan?"
"Yu-yui-chan… Da-dadamu"
"Yu-yui-senpai No Mune……"
"Guh, Jangan Diliatin"
Yui Menutupi Dadanya dengan Melipat Tangannya Dan Agak berbalik, Teman temannya yang Agak Menunduk, Duduk Seperti Biasa Lagi…
"Omong Omong, Punyanya Chinatsu-chan Itu Sama Ukurannya Dengan punyaku"
"HUEH!! (la-lalu Akari??)"
Akari Kaget Sendiri.
"Aku Merasa Menang Dalam Hal ini"
"Maah, Kalau Kamunya senang, baguslah… selain Itu, Akari…"
"Uh?"
"Badanmu…… Ternyata bagus ya"
"Heeh!!??!!"
Mereka malah Membicarakan Badan…
Tentunya, Apabila mereka Tetap Akur Dan Senang, apa Pun Yang Mereka Bicarakan, itu Tidak terlalu Penting.
[8]
"Fiuh… Akhirnya Selesai Juga"
"Kerja Bagus, Ayano-chan"
"Kerja bagus, Semuanya"
Ayano Bangun Dari Kursinya, Lalu Mendekati Kulkas Kecil, Dan membukanya.
"Eh? Dimana Pudingku?"
"Ah, Sugiura-senpai, Aku Memakannya"
"AP-!!"
Sakurako Yang Baru Selesai Menulis Angkat Bicara…
"^_^ (Seperti biasa…)"
"Sakurako, Jangan Seperti Itu Lagi! Aku Kira kau Sudah Berubah"
"Himawari Diam Dulu, Disana Ada Puding Lain Dibagian Dalam, Itu Boleh Jadi Milik Senpai"
Ayano, Yang Sudah Bertekuk Lutut Didepan Kulkas Yang Terbuka… Mengangkat Kepalanya ketika Mendengar Lanjutan Perkataan Sakurako.
"Ah, Benar, Putih?"
Ayano Mengambil Sebuah Wadah Bulat Plastik Berwarna Putih, Lalu Melihat Label Diatasnya…
"Rasa Su… SUSU!!!??!!"
"^_^ (sepertinya Ini Tidak seperti biasanya… Apa Yang terjadi?)"
"Heh!? Ke-kenapa, Senpai, apa Senpai Tidak Menyukainya!?"
"A-AKU SANGAT SUUKAA!!!!!"
"Furutani-san, apa Kamu Tau Sesuatu Soal itu?"
"Sayang Sekali, Aku Juga Tidak Tau, Sakurako Tidak mau Membicarakannya"
"Mmm, Begitu Yaa, Yasudahlah"
"Aaamm! MMM, Enak Sekali!"
"Ahahaha, Syukurlah Kalau senpai Suka"
"Makasih Banyak Oomuro-san, Kalau Tau Begini, Aku Bisa Memperbolehkanmu Memakan semua Pudingku!!"
"Aku Tidak Serakus Itu!! Buh, Ah, aku Ada Urusan, Jadi Mau Pergi Duluan, Kerja Bagus!!"
Sakurako Membawa tasnya Dan Pergi Dari Ruang Osis…
"Itu Juga?"
"Hai^ Aku Juga Tidak Tau"
Yang penting Mereka Tetap Senang…
Hari Yang SANGAT MENYENANGKAN TIDAK BERAKHIR DISINI!!
\[9\]
"Be-benarkah!?!?!?"
"Uh^, Katanya… Akan Dilakukan di Gereja |~|~|?^€^ Saat Pertengahan Mei"
"Guh, omong Omong, siapa Calonnya?"
"Katanya, Temannya Waktu Di Universitas, Dan katanya Juga, Mereka Sudah Pacaran Setahun Dan Ingin Ke Jen………" {Jang Yang lebih Serius}
"Hueeh, Rasanya Aku Harus Melupakan Soal Sikapnya Yang MELEDAK, Aku Tak Menyangka dia Bisa serius Dalam hal percintaan"
Rise Meminum Airnya Lagi…
"\*Gluk… Aku Juga Kaget Waktu mendengarnya, Kalau tidak salah, 3 Hari Yang Lalu"
"Mmm, Mungkin Aku Akan Datang, Sekaligus Mengucapkan selamat!! Nanti Berangkat Bareng Ya!!"
"Yaah, masih Lama sih, Tapi Baiklah"
(Begitu Yaa, Nishigaki-sensei Ternyata Memikirkan masa Depannya Dan Ingin Berkeluarga Yaa, Wiihh!! Aku Benar Benar Tidak menyangkanya… Tapi, tadi Waktu Matsumoto-san bilang Kalau dia Kaget, Aku tidak Bisa membayangkan Wajah Kagetnya……)
Informasi Yang Cukup Mengejutkan, Lalu…
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Namori, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]