
Chapter 46: Keseharian Biasa (2)
[1]
Semua Orang Di Kamar Noru… Menatap Layar TV Dengan Wajah Terkejut…
Momoharu, Dan Tawaka Sedang Bertarung Di Game Fighting, Dengan KeLincahan Dan Kehandalannya, Suara Controller Yang Dipencet Dan Analog Yang Diputar Dengan Cepat, Terdengar Cukup Keras Dari Sang Ibu Rumah Tangga Ini… Untung saja Tidak Rusak.
Lalu,
Layar TV Menampilkan Tulisan Dengan Karakter Yang Digunakan Momoharu Dan Tawaka.
'Player 1, Win!!"
Tawaka Terpingsan…
"Yeeeyyy, Aku Menang Lagi…"
Semuanya Terdiam, Kecuali Kyouko Yang Tengah Menampar Nampar Wajah Tawaka Agar Dia Bangun Dari Kekalahannya.
"Kano-san… Siapa Ibumu…"
"Ntahlah, Aku Yang Sudah 14 Tahun Lebih Bersamanya, Masih Bingung… Siapa Dia Ini"
"Hum Hum!! Yaa, Karna Ibu Sudah Puas, Ibu Mau Kembali Ke Bawah, Ibu Lupa Mencuci Piring…"
"Ah, Aku Akan Membantu…"
Yui Bangun Dari Duduknya Dilantai Dan Mendekati Momoharu Yang Meregangkan Badannya Didepan Pintu…
"Ara… Aku Senang Sekali, Terimakasih, Calon Menantu~"
"Eh? Calon?"
"Uh? Aku Bilang Begitu ya? Kalau Begitu Ayo~"
Yui Pergi Dengan Momoharu Ke Lantai Bawah…
"…………"
" *Plak *Plak *Plak *Plak"
"Oy, Takutnya Dia Mati Lho, Beri Saja Dia Bantal Pahamu, Nanti Juga Sadar"
"Ah, Begitu Ya…"
Kyouko Dibantu Noru, Membawa Tawaka Ke Kasur, Dan Menaruh Kepala Tawaka ke atas Paha…
"Uah, Waka-kun Berat!!"
"APAA!!!!"
Tawaka Langsung Bangun… Dia Hanya Pura Pura Tidur Saat Sadar Kalau Dia Akan Diberi Bantal Paha…
Noru Mengabaikannya Dan Mengotak Atik Pengaturan Dari Game Yang Barusan Dimainkan.
"Oh Ya Waka-kun, Apa Kamu Pernah Memainkan Seri Game Ini?"
"Aku Sudah Mentamatkannya Beberapa Kali, Aku Cukup Handal Lhoo… Tapi, Momo-san Sepertinya Lebih Jago Lagi, Apa Jangan Jangan, Momo-san Itu Gamer Ya?"
"………"
"Bagaimana, Noru?"
"Ada Kemungkinannya…"
"Ah, Aku Baru Ingat! Kita Bertanding Di Game Barusan, Dan Aku Menang 2 Kali Lebih Banyak Darimu"
"GAahh!! Gawat!! Watar-san! Buat Dia Pingsan Lagi"
Noru Memasukkan Sesuatu Ke Mulut Tawaka Dan Ia Menelannya, Iapun Tertidur Kembali…
"Fuuh, Apa Yang Kau Berikan?"
"Obat Tidur Cepat"
"Hooh, Reaksi Obatnya Sangat Cepat, Bahkan, Mungkin Saja Kalau Obatnya Berkeja Sebelum Diminum"
"Tidak, Itu Mah Mustahil Lah…"
(Aku Sebenarnya Kepikiran, Kenapa Mereka Malah Main Disini……)
Noru Kemudian Mematikan Console Dan TVnya, Lalu Mencabut Colokan Console Dan Terlihat Membawanya…
"Aku Mau Membawa Ini Dulu, Kalian Mesra Mesra An Saja"
"Hai^!"
"(Sepertinya Aku Salah Bilang… Biarlah)"
Noru Pergi Keluar… Saat Menutup Pintu, Noru Mendengar *Plak *Plak Tamparan Di Dalam Kamar, Dan Membiarkannya.
[2]
"Jaa, Aku Berangkat…"
"Um^ Hati Hati"
"Um^! "
Akari, Pergi Ke Luar Dari Rumahnya…
(Aku Baru Pulang Kemarin Sih, Tapi Hatsumode Di Hari Ketiga, Sepertinya Cukup…… Uuhh, Tapi Ntah Kenapa Waktu Aku Mengajak Teman Temanku, Mereka Tidak Menjawab Mailku, Ini Cobaan Apaa……)
Syal Kuning Belang Hitam Akari Terbawa Gerakan, Ia Mengenakan Baju Hitam, Dan Baju Merah Polkadot Putih Sebagai Luaran, Yang Juga Menutupi Pahanya, Lalu Celana Hitam Ketat Menutupi Kakinya… Dan Tas Kuning Dengan Pegangan Panjang…
Ia Membuka Pagar Besi Rumahnya dan Pergi Ke Kuil…
[3]
Sepasang Mata Terbuka Perlahan, Mata Tersebut Melihat Sebuah TV Persegi Panjang Dan Meja Dibawahnya, Saat Mata Tersebut Berbalik Ke Kiri Bawah, Ia Melihat Wajah Seorang Gadis Berambut Pirang Bergelombang, Tertidur…
"Ahh……"
"Ah, Tarou-kun, Sudah Bangun Ya?…"
"Uah, Nadeshiko-san…… Maaf, Aku Ketiduran…"
"Tidak Apa, Kau Juga Sepertinya Kecapean"
"Ugh, Kalau Begitu, Aku Mau Pulang"
"Uh? Mau Pulang, Minimal Cuci Muka Dulu Sana"
"Ah, Baiklah…"
Jam 7 Pagi, Tanggal 1 Januari, Tarou Diantar Nadeshiko Ke Wastafel Di Kamar Mandi…
Saat Sudah Memcuci Mukanya Dan Berniat Pergi Lewat Pintu Depan, Saat Melewati Ruang Tengah, Melewati Sofa…
"Ah, Sarou-kun…"
"\*Ch"
Tarou Melihat Sakurako, Yang Baru Bangun Tidur, Dengan Tatapan Keji.
Sakurako, Mengucek Matanya, Dan Melihat Ke Tarou.
"Aahh, Sarou, Bisa Tolong Ambilkan Jus Jeruk Di Kulkas"
"\*\_\*"
Tatapan Keji… Lalu, Tarou Pergi Ke Pintu Depan Dan Pergi Dari Rumah Keluarga Oomuro
3 Januari, Siang…
"Aahh!! Saroouu! Ooiii!!"
"………"
Sakurako Mendekati Tarou Yang Ada Didepan Minimarket, Mau Membuka pintu…
"Ooi, Dingin Sekali Yaa Kau Ini, Kau Galau Kenapa?"
"Bacot…"
Tarou Masuk Ke Minimarket Setelah Berbicara Dengan Kesal.
"Apaa!!!! (Kurang Ajar!!)"
Sakurako Ikut Masuk…
[4]
3 Januari
"…… Ya kan?"
"ugh, Rasanya… Aku Selalu Merasakan Kebetulan Yang Aneh…"
"…… Ntahlah, Aku Tidak Yakin Kalau Aku Merasakan Hal Itu…"
"Uh, Kau Itu, Harusnya Memikirkan Sesuatu Soal Ini…"
"Memangnya Kau Pikir Aku Tau? Sayang Sekali, Aku Tidak Tau"
"Aku Jadi Mulai Bingung…… Kita Membicarakan Apa?"
"Kau Pikir Aku Tau? Sayang Seka-"
"Stop. Kau Mulai Mengatakan Hal Tidak Penting"
"padahal, Daritadi Obrolan Kita Memang Tidak Penting"
"Ugh… Benar Juga…Kita Hanya Basa Basi Disini…"
"Dan Juga, Kalau Tadi Kita Hanya Basa Basi, Harusnya Ada Inti Percakapannya Kan?"
"… Hentikan"
"Hai^"
*10 Menit Yang Lalu
Lelaki Berkacamata Duduk Di Kursi Di Sebuah Kafe Yang Pernah Ia Datangi, Memakai Baju Putih Dengan Kemeja Merah Tak Dikancingkan, Celana Jeans Birunya Juga Terliihat Pas… Dindingnya Berwarna Coklat Gelap, Meja Kayu Coklat Cerah Mengkilap Dan Kursi Kayu Dengan Bantalan Yang Cukup Empuk Warna Coklat Dengan Sudut Sudut Putih
Suara Bel Dari Pintu Yang Terbuka, Terdengar Dan Seorang Gadis Dengan Coat Hitam, Syal Biru Gelap, Masuk Ke Kafe…
"Ah…"
"…(-)_(-)…"
Gadis itu Masuk Ke Kafe, Melihat Ishii…
Lalu Dengan Santai Dan Tenang, Duduk Di Sebrang Ishii Yang Melipat Tangannya Dimeja.
"Permisi…"
"(-)_(-)"
Himawari Menaruh Tas Kremnya Di Bawah Meja…
Dan Mengangkat Tangannya…
Pelayan Datang…
"Susu Coklat Panas"
"*Membungkuk Sebentar Lalu Pergi Ke Master"
Selama 3 Menit, Mereka Berdua Hanya Diam, Melihat Satu Sama Lain, Dan Obrolan Barusan Dimulai Tanpa Adanya Alasan…
**
"………"
"………"
Pelayan Wanita Datang Dan menaruh Gelas Kaca Dengan Nampan Ke Hadapan Himawari… Himawari Menggerakkan Kepalanya, Mengangguk, Pelayanpun Pergi…
~
"Kau Tidak Hatsumode?"
Ishii Meminum Susu Sodanya, Padahal Ini Masihlah Musim Dingin…
"Uh? Tidak Sekarang, Kau Sendiri?"
"Tidak Juga Sih…"
"Uhh, Kau Sendiri Juga Tidak"
Himawari Meminum Susunya, Membuat Bekas Di Bibir Atasnya, Himawari Menjilatnya…
"Ah, Terimakasih Untuk Saran Mengajarnya Waktu Itu…"
"Tidak Apa…… Bagaimana Hasilnya?"
"Mmm, Cukup Hasilnya, Bisa Kukatakan 70% Caramu Berhasil"
"Hoh… Mungkin Aku Terlalu Tegas………"
"………"
"…… Bolehkah Aku Menceritakan Sesuatu?"
"Boleh……"
"Teman Laki Lakiku Disekolah, Namanya Kase, Akhir Akhir Ini, Dia Sering Menghubungiku Untuk Bercerita Soal Teman Perempuannya Di Nanamori"
"Sekolahku?……"
"Eh^, Dia Sepertinya Menyukai Gadis Itu, Dan Dia Menceritakan Hubungannya, Seperti Sejauh Mana Dia Mendekatinya… Lalu, Di Minggu Ini, Ia Tidak Memberitahuku Progresnya, Aneh"
"Eh? Bukannya Itu Normal, Maksudnya, Orang Bernama Kase Ini, Memang Tidak Wajib Memberitahumu Kan?"
"Memang"
"Omong Omong……"
"Nama Gadisnya, Sugiura…"
"SUGIURA!?!?!?!?"
Para Pelanggan Lain Terkaget, Termasuk Ishii Sendiri, Master Dan 2 Pelayan Yang Duduk Tetap Tenang…
Himawari Sadar Kalau Ia Berisik, Iapun Menutup Mulutnya, dan Menundukkan Badannya Sebentar Ke Depan, Meminta maaf.
"Tidak Apa, Apa Kamu Mengenal Orang Bernama Sugiura Ini?"
"Di…Dia… Wakil Ketua Osis Nanamori, Karna Aku Juga Anggota Osis Disekolah……"
"Hooh, Aku Juga…"
"Eh? *Huff…… Lagi Lagi Kebetulan…"
"Ok, Aku Akan Beritahukan Satu Rahasia Yang Dirahasiakan Oleh Anak Kelas 2 Dari Seiri Dan Nanamori, Ini Resmi"
"*Glek, a-apa Itu?"
Ishii Menutup Mulutnya, Menempatkan Sikunya Di Meja, Dan Berwajah Serius…
"Di Wisata Sekolah Kemarin, Seiri Dan Nanamori Melakukan Kerja Sama, Ntah Apa Hubungannya Tapi, Dipastikan Kalau Kau Akan Bertemu Dengan Murid Smp Seiri Bila Wisata Nanti…"
"Heehh??!!?? Aku Baru Tau Itu!, Padahal Aku Merasa Kalau Aku Cukup Dipercaya Oleh Senpaiku Di Osis"
"Mungkin Kau Bisa Menanyakannya, Bilang Saja kalau Wakil Ketua osis Seiri Lah yang Memberitahumu"
"Heh?! Kau Wakil Ketua Osis?!"
"Sudahlah"
Himawari Mengeluarkan Ponselnya Dengan Ragu Dan Masuk Ke Email…
Mail Tersebut Di Tujukan Untuk Sugiura Ayano, Himawari Mengirim Pertanyaan Sambil Memberi Alasan Soal Mengapa Ia Bisa Tau Hal Yang Bersangkutan.
'Selamat Siang, Sugiura-senpai. Aku Mau Menanyakan Sesuatu Soal Wisata Sekolah. Apakah Benar Saat Senpai Wisata, Smp Nanamori Dan Seiri Bekerja Sama Dalam Suatu Hal? Aku Tau Itu Dari Wakil Ketua osis Seiri, Namanya Ishii"
Beberapa Menit Kemudian…
'Sugiura Ayano'
"Agak Mengejutkan Kamu Bisa Mengetahuinya. Iya, Seiri Dan Nanamori Kemarin Melakukan Kerja Sama, Aku Tidak Tahu Detailnya tapi Bisa Dipastikan Kalau Saat Furutani-san Kelas 2 Nanti, Kamu Akan Bertemu Dengan Murid Dari SMP Seiri"
'Furutani Himawari'
'Sugiura Ayano'
"Tidak Apa Apa Kok, Tapi Tolong Rahasiakan Hal Ini Dari Murid Nanamori Lain, Karna Hanya Beberapa Anak Kelas 2 Saja Yang Tau Hal Ini"
'Furutani Himawari'
"Baik!"
"Jadi, Ini Hanya Rahasia Di Antara para Murid Kelas 2 Saja Ya?"
"Eh^ Omong Omong, Apa Kau Mengenal Gadis Bernama Toshinou?"
"Eh? Ke-kenal^"
"Pacarnya Toshinou-san Lah Yang Meminta (Menyuap Sih) Guru Untuk Memberitahunya Soal Rapat"
"Pa-Pacarnya Toshinou-Senpai?!?"
"Eh^"
"A-aku Tidak Menyangka, Ternyata Toshinou-senpai Punya Hubungan Semacam Itu……"
"Omong Omong Aku Ini Kelas 2, Jadi Kita Tidak Bisa Bertemu Di Wisata Sekolah Nanti"
"ah, Aku Tidak Berharap Bertemu Denganmu Di Wisata Sekolah Kok"
Hati Ishii Yang Tenang, Tertusuk.
Minuman Mereka Telah Habis, Dengan Banyaknya Informasi Yang Di Dapatkan Himawari Tentang Sekolah Dan Murid Muridnya, Mereka Mengakhiri Obrolan Dan Berniat Pulang…
"Terimakasih Banyak"
"Uh^ (Aku Bingung, Dia Berterimakasih Untuk Apa……)"
Ishii, Dengan Kakunya Melambaikan Tangannya Pada Himawari Yang Jauhnya 3 Meter Darinya, Lalu, Himawari Dengan Malu, Melambaikan Tangannya Dibawah…
Mereka Berpisah…
[5]
"Nah Sarou, Kau lebih Pilih Yang Mana? Yang Bonus 20% Daging Atau 120% Daging?"
"Itu Sama Saja, Bodoh"
"Apaa!!!"
"Berisik!"
Tarou Menggetok Sakurako Yang Tadi Sedang Memilih Milih Kari Instan.
Tarou Pergi Meninggalkan Sakurako, Dan Memilih Daging Di Suatu Sisi Ruangan Mini Market.
"(Mmmm, Aku Beli Yang Banyak Atau Sedikit Harganya Sama Saja Ya, Yang Banyak Lah!) Mmm, Yang Ini Saja"
Tarou Memasukkan Daging Dalam Wadah Kertas Dan Plastik Ke Keranjang Merah Di Tangan Kanannya, Yang Cukup Penuh Dengan Bahan Masakan Dan Bumbu Pelengkap.
(Itu Saja Mungkin…… Uh? -_-)
Ia Melihat Sakurako Yang membawa Keranjang Berisi Kari Instan, Dan Memperhatikan Daging Dengan Wajah So Serius…
(Aku Tidak Kenal Dia…… Aku Tidak Kenal Dia……)
Tarou Pergi ke Sisi Lain, Lalu…
"Ah! Sawachi!"
"Uh? Ah, Selamat Siang"
"Selamat Siang, Kau Lagi Belanja?"
"Uh^… Senpai Sendiri?"
"Aku Hanya Jalan Jalan, Nyari Kenalan Baru"
"Seperti Biasa Ya, Jangan Kagetkan Orang Baru Dengan Trikmu Itu"
"Santai Saja…"
Orang Yang Mengobrol Dengan Tarou, Langsung Menghilang…
"…… Sudahlah (Bagaimana Ya, Cara Melakukan Teknik Dari Souki-senpai… Aku Jadi Penasaran)"
"Nah! Sarou-kun, Apa Kamu Ikut Klub Istirahat?"
"Olahraga, Bodoh (Jauh Sekali Typo Perkataanmu)"
"Ah Benar! Olahraga"
"Aku Ikut Sepak Bola, Kau?"
"Huh Huh!! Aku Ini Hebat Lhoo! Aku Ini Masuk Osis"
"Pasti Boong"
"Bukan Boong!"
"Jangan Banyak Bicara, Kau Berisik"
"Dasar! Tidak Percayaan Sekali"
"Cepat Bayar Sana (Aku Malah Repot Mengurusnya)"
"Pulang~ Pulang~"
"Berisik, Coba Kau Itu Jangan Banyak Bicara Selama 1 Jam"
"Eeh? Tidak Apa Lah, yang Penting Aku Senang"
"…… Geehh… Merepotkan…"
Tarou, Ntah Bagaimana, Membawa Dua Kantong Plastik Putih Yang Cukup Besar, Sedangkan Sakurako Dengan Santainya Bersenandung Dan Berlari Lari…
(Aku… Benar Benar Dimanfaatkan, Sialan)
Coat Merah Panjang Dikenakan Sakurako, Karna Masih Musim Dingin, Ia memakai Celana Hitam Panjang, Dan Rok Dengan Lapisan Lapisan Hitam Pendek.
"Aku Pulang!!"
"Selamat Datang Kembali… Eh? Kenapa Tarou-kun Disini?"
"Aku Jadi Babu, Permisi"
Tarou Menaruh Kantong Belanjaan Di Depan Pintu Dan langsung Pergi…
"Kau Itu, Jangan Merepotkan Tarou-kun, Kasihan Jadinya, Minimal Kalau Mau Merepotkan Dia, Berilah Dia Uang"
"Eehh? Dianya Sendiri Yang Membantuku, Sepertinya Dia Menyukaiku!"
Sakurako Membanggakan Dirinya Sendiri…
(Aku Yakin Tarou-kun Terpaksa Melakukan Sesuatu. Maaf, Nanti Aku Akan mentraktirmu Sesuatu, Tarou-kun)
***
"Aku Pulang……"
"Apa Kakak Beli Minuman Yang Ku Minta?"
"Eh^"
Tarou Mengambil Sebuah Botol Kecil Berwarna ungu, Lalu Melemparnya Ke Seorang Anak Lelaki Kecil yang Menjadi Adiknya.
"Makasih!"
"Uh-huh……"
[6]
Akari Merapatkan Tangannya Didepan Kuil, Berdoa Dan Bersyukur, Setelah Itu, Ia Pergi Ke Bagian Lain Dari Bangunan Kuil Dan Mencoba Keberuntungan…
~
'Sangat Beruntung'
"…………"
(APAAA!!!!! A-aku Benar Benar Tidak Percaya ini… TAPI!!… Syukurlah, Terimakasih, Dewa)
Akari Merapatkan Tangannya Lagi~
~~
Saat Mau Pulang, Menuruni Tangga Dari Bukit, Akari Merasakan Getaran Dan Suara Dari Tas Kecilnya, Iapun Mencari Sumbernya, Dan Mengeluarkan Ponsel Merahnya…
Mail dikirimkan Oleh Toshinou Kyouko Ke Akari…
Akari Membacanya…
'Halo Akari, Kamu Sehat? Maaf Kami Tidak Menghubungimu Karna kami Sibuk, Kami Sudah merindukanmu Lho, Jangan Pergi Lama Lama Ya, Salam Kenangan Dari Kyouko-chan'
(Ke… Kenapa Aku Diperlakukan Seperti Orang Yang Sudah Menghilang Selama beberapa bulan!?!)
***
"Coba kalau Kau Menggunakan Bahasa Yang Lebih Sopan"
"Woohh, Ide bagus, Waka-kun!"
"HMPH!"
***
Akari Membalas Mailnya…
'Aku Menghubungimu Dan Yui-chan, Tapi Kalian Tidak Membalas, Sepertinya Kalian Sibuk Sekali Ya…'
(Duh, aku Hampir saja Lupa)
'Aku Menghubungimu Dan Yui-chan, Tapi Kalian Tidak Membalas, Sepertinya Kalian Sibuk Sekali Ya… Selamat Tahun Baru'
Akari Mengirimnya…
***
"Uuhh? Benarkah? Yui! Apa Kamu Bisa Liat Mail Dulu, Katanya Akari Nge Email Kita"
"Uh? Eeh!! Benar, A-aku Jadi Merasa Bersalah……"
"Parah Sekali Kamu Yui, Akari Bisa Bisa Nangis Lhoo…"
Getokan Mendarat, Ketika Souki Dan Noru Bertanding…
"Sekaligus beritahu Chinatsu-chan"
\*\*\*
'Yui'
"Selamat Tahun Baru, Akari. Maaf Aku Tidak Membalas Mail Mu Kemarin Kemarin"
'Chinatsu'
"Selamat Tahun Baru Akari-chan."
'Kyouko'
"Selamat Tahun Baru Walaupun Sudah 3 Hari…"
Akari, Tersenyum Dan Merasa Tenang Ketika Diberi Ucapan…
\*\*\*
"Instal Lime dulu Gih, Akari"
"Baik!"
~
"Chinatsu-chan, Bisakah Kamu Instal Lime?"
"Hai^"
\[7\]
"Rasanya, Aku Jadi Kasihan Ke Akari-chan……"
"Uh, Bilang Apa?"
"Tidak, Omong Omong, Kamu Sekolah Senin Besok Kan?"
"Iya, Memangnya Kenapa?"
"Uuhh, Tidak Ada Apa Apa Sih… Tapi……"
(Ugh, Aku Benar Benar Tidak Percaya Hal Itu, Senpaiku Dan Senpainya Naru-kun Pergi Ke Onsen Bersama? Aku Harus Memastikannya!)
Chinatsu Mengeluarkan Dan Mengetik Di Ponselnya, Dengan Cepat, Mengirim Pesan Ke kyouko Lewat Lime.
'China'
"Kyouko-senpai! Bolehkah aku Menanyakan Sesuatu?" (14:23)
'Kyouppi'
"Tidak" (14:32)
"KYOUKO SENPAI SIALAN!!!!"
\*Percobaan Berikutnya
'Kyouppi'
"maaf Chinatsu-chan, Tadi Waka-kun Yang Menjawab"
'China'
"Apa Senpai Beneran Pergi Ke Onsen Dengan Murid Dari Seiri"
'Kyouppi'
"Benar…"
"GAAHH!!!!!!"
"Chinatsu Berisik!!"
Hagino Membentak…
Begitulah, Hari Inipun Selesai dengan Cepat
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]