
Chapter 14: Makan Malam Yang Merepotkan
[1]
Yui Pada Sore Hari, Tepatnya Pada Jam 5 Sore Di Hari Rabu, Berjalan Dengan Lelahnya Setelah Banyak *Bermain Di Klubnya.
"*Huuuufffft"
(Cuacanya Berubah Cepat Sekali Tahun Ini, Padahal Kemarin Kemarin Panas Sekali … Tapi Sekarang Jadi Cukup Dingin ……………Kalau Dipikir Pikir, Terakhir Kali Aku Masak… Bahan Bahan Makanan Dirumah Sudah Cukup Habis Ya… Mungkin Aku Harus Membelinya Nanti Setelah Pulang)
Setelah Berjalan Cukup Lama, Ia Sampai Di Apartnya Dan Segera Masuk Ke Kamarnya.
Setelah Menaruh Tasnya Diruang Utama, Ia Mengambil Baju Kemeja Hitam, Jaket Sweater Putih ,Rok Pendek Hitam Dan Kaos Kaki Hitam Panjang, Sekaligus Pakaian 'Dalam Hal Lain'
Yui Masuk Ke Kamar Mandi, Menaruh Bajunya Yang Ia Bawa Ke Dekat Pintu Kamar Mandi.
Melepas Baju Seragamnya… Langsung Mandi Dengan Air Yang Cukup Dingin..
"Hiiih!!!"
(Aku Jarang Mandi Dengan Air Dingin, Jadinya Kaget, Tapi Di Internet Bilang Kalau Manfaatnya Cukup Bagus…… Kan??)
Yui Kemudian Mencoba Memasukkan Kakinya Ke Bak Mandi, Secara Perlahan Dan Akhirnya Badannya Ikut Masuk, Lalu Ia Pun Bersandar
"Haaaaaahhhhh"
(Ternyata Cukup Nyaman Dan Segar, Mungkin Aku Akan Coba Lagi Nanti)
[2]
Yui Keluar Dari Kamar Mandi Dengan Pakaiannya Yang Cukup Hangat Dan … Terlihat Feminim
Ia Menggosok Gosokkan Handuk Dikepalanya Untuk Mengeringkan Rambutnya.
"Satte…… (Nah…) Mungkin Aku Harus Belanja Sekarang"
(Ternyata Enak Sekali Rasanya Memakai Pakaian Hangat Setelah Mandi Menggunakan Air Dingin)
Ia Mengambil Uang Dari Dompet Di Lemari Bajunya Dan Ponselnya Lalu Keluar Dari Kamarnya.
Saat Menutup Pintu, Ia Melihat Aika Yang Juga Bersiap Keluar dengan Baju Kemeja Lengan Panjang Berwarna Hitam Garis Garis Tanpa Kancing Yang Dipasang Dengan Dalaman Baju Putih , Dan Celana Biru Dongker Panjang.
Saat Mengunci Pintu, Ia Melirik Kiri Kanan Dan Melihat Yui Di Ujung Lorong.
Yui Cepat Cepat Mengunci Pintu Dan Menghampiri Aika
"Malam …… Aika-san"
"…… Malam, Mau Kemana Jam Segini?"
Aika Berdiri Cukup Tegak Dan Itu Membuat Yui Harus Sedikit Menengok Ke Atas Karna Aika Tinggi.
"Em… Aku Mau Belanja Bahan Makanan. Kalau Aika-san Sendiri?"
"Aku? Kebetulan Aku Juga, Setelah Dilihat Lihat Di Kulkas ,Ternyata Bahan Makanan Hampir Habis, Kalau Mau… Kita Bisa Pergi Bersama?"
"Eh… Tidak Apa Apa?"
"Tidak Apa Apa, Supermarket Yang Disana Kan…"
"Ah… Haik"
Yui Berlari Kecil Mendekati Aika Yang Jalan Duluan.
Yui Berjalan Disamping Aika Di Lorong Apartemennya.
(Aku… Mungkin Bisa Berjalan Disampingnya Agar Tidak Jatuh Lagi)
Saat Ditangga, Yui Agak Berjalan Perlahan Untuk Menghindari Kejadian Seperti Dulu, Aika Juga Melambatkan Gerakannya Agar Seimbang Dengan Yui.
Saat Sudah Keluar Apart, Angin Sejuk Berhembus, Menerpa Wajah Mereka.
Aika Berjalan Disamping Jalan Yang Diisi Beberapa Mobil Dan Yui Berada Di Samping Kanannya.
"Ah Benar Juga. Selama Ini Aku Belum Menanyakannya, Funami-san Itu Kelas Berapa?"
"Huh? Aku… Kelas 2 Smp, Memangnya Kenapa Ya?……"
Yui Melihat Ke Kiri Ke Wajah Aika Dengan Sedikit Miring Dan Dengan Wajah Bingung.
"Heh……"
Aika Menutupi Wajahnya Dengan
Satu Tangannya Seperti Orang Mau Bersin.
"Tidak Apa Apa, Aku Terkejut Kamu Tinggal Sendiri Saat Masih Kelas 2 SMP"
Aika Melakukan Gerakan Tipu Tipunya Dengan Sempurna untuk Menutupi Rasa Malunya.
"Hhhmm……Bukannya Aika-san Juga sama? Aika-san Sudah Kelas 3 Kan?"
"… Aku Masih Kelas 2 Juga Lho"
"Eh, Benarkah, Aku Tidak Tahu Hal Itu… Ternyata Kita Seumuran Ya?"
"Sou Da (Itu Benar), Yaaah, Walaupun Aku Berkeinginan Mendapatkan Ketenangan Waktu Tinggal Sendiri, Ternyata Masih Sama Saja"
"Maksudnya?"
Yui Memasukkan Tangannya Ke Saku Sweaternya Dan Aika Berjalan Sambil Menendang Nendang Batu Kecil Sambil Memegang Pinggangnya Dengan Tangan Kiri.
"Ah…… Aku Berpikir Kalau Aku Tinggal Sendiri, Tawaka Akan Berhenti Datang Ke Rumah, Eh Ternyata Sama Saja, Malahan Sekarang Jadi Lebih Sering."
"…… Bukannya Itu Tidak Apa, Mungkin Aku Bisa Berkunjung Ke Rumahmu Kalau Boleh Untuk Menemanimu"
(Eh, Kenapa Aku Bilang Itu!!?… Ugh, Aku Harus Tetap Tenang!)
"Beneran? Uuh… Datanglah Kalau Ada Waktu… "
Senyum Kecil Terukir Di Wajah Aika, Saat Yui Menyadari Senyumannya Itu, Yui Membalasnya Dengan Suara Tertawa Kecil.
Aika Melihat Dan Mendengarnya, Tawa Yui Yang Terlihat Feminim Membuat Muka Aika Cukup Merah.
(Aaaahh, Mungkin Inilah Yang Aku Inginkan Saat Tinggal Sendiri… Tidak Ada Hubungannya Sih)
Obrolan Mereka Berlanjut Sampai Ke Supermarket.
[3]
Malam Hari, Ada 2 Gadis Dengan Seragam Smp Nanamori Yang Sedang Dalam Perjalanan Pulang Setelah Bermain Dengan Temannya,
[4]
"Kamu Beli Apa Saja?"
"Etto… Daging, Sayuran, Set Bumbu Masak, Cola Dan Tentunya… Mie Instan"
"La-Laki Laki Sekali Ya Pemilihan Kata Katanya"
Yui Dan Aika Sedang Di Antrian Kasir Setelah Memilih Milih Kebutuhan Di Supermarket
Masing Masing Dari Mereka Memakai Keranjang Toko Yang Dipenuhi Cukup Banyak Barang
"Totalnya 1~~~ Yen"
"Hhhhmmm, Haik"
Yui Memberikan Uang 2~~~ Yen Ke Wanita Yang Bekerja Sebagai Kasir.
"Uangnya 2~ Yen, Etto… Kembaliannya 1 Yen"
"Terimakasih"
"Silahkan Datang Lagi!"
Setelah Mengambil Kantong Belanjaannya dan Uangnya, Yui Langsung Pergi Keluar Toko Dan Melihat Aika Yang Menunggu Diluar.
"Maaf Membuatmu Menunggu"
"Uh, Tidak Apa Apa, Uh? Sini Biar Aku Bawakan?"
"Eh, Tidak Perlu, Aku Masih Bisa Kok."
"Tapi Tanganmu Gemetar Lho"
Yui Berbicara Dengan Muka Normal, Tapi Tangannya gemetar Karna Berat Dari Kantong Yang Ia Bawa
"Sudahlah, Biar Aku Saja"
"Ma-maaf Merepotkan"
Aika Kemudian Mengambil Kantong Belanjaan Yui Dari Tangannya Dan Membawa 2 Kantong Berisi Bahan Makanan
"Uaah, Jaa (Kalau Begitu) Ayo Pulang"
"Haik"
(Ehe)
"…………"
[5]
"Kita Istirahat Saja Dulu Aika-san Disana, Ada Mesin Penjual Minuman Juga, Kamu Mau Apa? Aku Traktir!"
"Uummm, Kopi Hitam Saja"
"Haik"
Aika Duduk Di Bangku Di Dekat Taman Kecil Yang Beberapa Meter DiSampingnya, Ada mesin Minuman.
Aika Menatap Yui Yang Berada Didepan Mesin Minuman, Ia Melamun Sambil Melihat Yui Yang Memakai Sweater Putih Dan Rok Pendek Dengan Kaos Kaki Panjang Selutut,
(Rasanya… Funami-san Terlihat Imut Kali Ini…… Maah, Apa Yang Kupikirkan……)
"Haik (Nih)"
"ouh, Terimakasih"
Aika Menerima Kopi Hitam Kaleng Dingin Dari Yui, Saat Aika Sedang Melihat Yui Duduk Di Kirinya, Ia melihat Kaleng Yang Dipegang Yui.
"Hm Hm, Naru Hodo (Begitu Ya)"
"Uh, Doushita No? (Ada Apa?)"
"Iya (Tidak), Aku Sedikit Terkejut Kalau Kamu Ternyata Minum Kopi Hitam Juga."
"Ah, Aku… hanya Terkadang Meminumnya"
"………"
Mereka membuka Tutup Kaleng Dengan Tenaga, Sesaat Sebelum Kaleng Menyentuh Mulut mereka, Mereka Menutup Mata Sebentar, Dan Langsung Meminumnya Perlahan.
Zat zat Dari Kopi Tersebut Membuat Mata Mereka Sedikit Terbuka Lebih Lebar, Aika Meminum Kopinya Dengan Jumlah Banyak Tiap Tegukannya, Saat Merasa Isinya Tinggal 1/4, Ia Mengurangi Volume Dari Air Yang Di Teguknya.
Aika Menyandarkan Badannya ke Bangku Dekat Taman Itu, Menatap Langit Malam Yang Di Isi Warna Biru Gelap Dengan Beberapa Titik Titik Kecil Di Langit.
Yui Hanya Sekali Kali Melirik Ke Aika Untuk Bisa Mengobrol Dengannya Walaupun Hanya Sebentar.
"Santai Sekali Aku Sekarang………"
"………"
Yui Hanya Melihat Aika Yang Menatap Langit Dengan Lesunya Dan Muka Lega, Serta Senyum Kecil Terukir Di Wajahnya Yang Terlihat Agak Sedih Tanpa Alasan.
Yui Meminum Kopi Di Kalengnya Cukup Perlahan, Sambil Melihat Beberapa Mobil Dijalan Melewatinya, Ia Merasakan Getaran Di Bagian Pahanya.
"Uh?"
Ia Kemudian Mengeluarkan Ponselnya Dan Melihat Layarnya Dengan Tulisan
'Kyouko - New Message'
Ia Menekan Layar Dengan Tulisan Nama Temannya Dan Masuk Ke Mailnya.
Kosong, Ia Tidak Mendapat Kata Apapun, Tapi Dia Mendapat Suatu Gambar.
Gambar……
"Eeehhh, Kyouko Dasar!"
"Um? Doushita? (Ada apa?)"
"Haaaaahhhh, Kyouko Hanya Mengerjaiku"
Yui Kemudian Berdiri Dengan Engapannya.
"Gah, Aku Lanjut, Aku Bawa Satu Sini"
"Tidak Apa, ini Pekerjaan Laki Laki"
"Begitu Ya…"
Mereka Melanjutkan Perjalanan Pulang Mereka.
(Funami-san Rasanya Jadi Sering Senyum Saat Aku Sadar)
Yui Meraba Saku Roknya dan Mengeluarkan Ponselnya.
"Uhh, Sudah Jam 7 Malam Ya"
"Uum? Ouh, Sudah Jam 7 Ya"
"Aika-san Sudah Makan?"
"Belum, Makanya Aku Beli Bahan Dulu"
"Kalau Begitu…… Maukah Kamu Datang Ke Kamarku, Aku Akan Buat Makanan… Karna aku Juga belum…"
"… Tidak Perlu Lah, Aku Ada mie Instan Kok"
"Dame Da Yo Aika-san (Tidak Boleh Seperti Itu Aika-san), Kamu Juga harus Makan Yang Lain Lho"
Meskipun Kata Kata Yui Seperti Wanita Tsundere, Namun Suara yang Ia Keluarkan cukup Sama dengan Suaranya Saat Mengobrol.
"Uuumm, Baiklah, Setelah Aku Menyimpan Ini Di kulkas, Aku Mungkin Akan Datang"
"Haik"
(Eh, Ini Adalah Timbal Balik Saja, Memang Sih Kita Terlalu Banyak Saling Memberi Tapi Itu Normal… Aika-san Juga Pernah Merawatku Saat Sakit…)
"Kamu Kenapa Funami-san?"
"Eh, Tidak, Aku Hanya Melamun… Nah Kita Sudah Sampai"
"Uh-huh"
Yui Dan Aika Masuk Dan Langsung Naik Ke Lantai Dua.
\[**6**\]
"Terimakasih Banyak Aika-san, Aku Bisa Sendiri Sekarang"
"Yeah, Aku Akan Datang Kesana Nanti"
"Ha-Haik, Akan Ku Tunggu"
Aika Masuk Ke kamarnya Dengan Kantong Yang Cukup Besar Dan Berat
"\*Huuuuuhhh, Capek Juga Ternyata"
(Sampai Mengajakku Segala.…… Kira kira ada Apa?)
Setelah Aika Berpikir Cukup Lama, Aika Memasukkan Barang Belanjaannya Ke Kulkasnya Dan Melepas baju Kemejanya, Sekarang Ia hanya memakai Baju Kaos Putih Pendek Dengan Celana biru Dongker Panjang.
(Kalau Dipikir pikir, aku Ini Terlalu Banyak Memasang Poker Face, Hhhhmmm, Mungkin Di Hadapannya , Aku Harus Lebih Banyak Berekspresi)
Aika memakai Sandalnya Dan Membuka Pintunya.
\[**7**\]
"Huuuuh, Aku Kaget, Aika-san Hebat Sekali Mengangkat Kantong Seberat Ini, Aku Membuat Dia kerepotan Dengan Membawa ini"
Yui Meninggalkan Barang Belanjaannya di Depan Dapur dan Masuk Ke Kamar Mandi, Sesaat Kemudian, Dia Keluar Tanpa Sweaternya dan Memakai Baju Kemeja Hitam Pendek Dan Roknya.
(Mungkin…… Bersikap Normal Sudah Cukup Ya, Aku Tidak Boleh Membeda Bedakan Oranglain)
"Huuuuffft, Yosh"
Yui Mulai Memasukkan Bahan Makanan Yang Dibelinya Ke Dalam Kulkas, Saat Sudah Selesai, Ia Memakai Apron (Celemek) Dari Laci Di Atas dapur.
"Yosh, Aku Buat Apa Ya? Yang Cepat Saja lah…"
(Omurice……… Nasi Goreng…… Nasi Goreng Saja deh, Dan Juga …… Salad? Mungkin Bisa, Aika-san Katanya Jarang Masak Dan Sering Makan Mie Instan, Uh-huh, Baiklah)
Sesaat Ketika Yui Sedang Memotong Wortel Dan Sudah Menyiapkan Hal lain, Bel Rumahnya Berbunyi.
"Uh, sudah Datang Ya…… Haaaaiiiik!!"
Yui Mendekati Pintu Dan Membukanya
"Haik"
"Malam"
(Funami-san Memakai Apron…)
"Tidak Perlu Seperti Itu, Aika-san, Silahkan Masuk, Aku Masih Membuatnya"
"Maaf ya Merepotkan"
"Tidak Apa Apa, Aku Yang Mengajakmu kok"
"Jaa…… Permisi"
Aika masuk Perlahan Ke Kamar Tetangganya Itu Dan Yui Mengantarnya keruang Utama.
"Tunggu Saja disana"
"Hhhhmmmm"
(Aku Terlalu Merepotkannya, Setidaknya aku Harus membantunya Memasak Walaupun Aku Kurang Biasa melakukannya)
"Tidak, Aku Akan Membantu, Aku Jadi Tidak Enak Kalau Hanya ikut makan"
"Eh, Tidak per-"
"Sudahlah, Ayo"
Aika mendorong Yui Dan Membawanya ke dapur Dengan Tangannya Dan Menggenggamnya.
"Yosh… Kita Mau Buat Apa??"
"E-eh, Aku Sedang Membuat Nasi Goreng, Tapi Aku Menambah Agak Banyak Sayuran, Tidak Apa Apa kan?"
"uh-huh, Tidak Apa Apa, Aku Tidak Terlalu Benci Sayur"
\[**8**\]
"Sini Biar Aku Saja"
Aika Menawarkan Bantuannya pada Yui Yang Sedang Mengaduk Aduk Nasi Yang Sedang Digoreng
"Jaa. Onegai (Kalau Begitu, tolong Ya)"
"Uh-huh"
Aika Memegang Ujung Wajan Dengan Suatu Lap Agar Panasnya Tidak Terlalu Terasa.
"Yosh……"
(Aika-san Ntah Kenapa Terlihat Sangat Tenang Begitu…)
Selagi Menunggu Aika Mengaduk Ngaduk Nasinya Hingga pas, Yui Mempersiapkan Hal lain Yaitu Saladnya.
Yui Menaruh Cukup Beragam Sayuran Hijau Dan buah Kecil Lain, Lalu Di Ujung Piringnya Ia memberi Saus.
"\*Huuuffft, Sudah Selesai Nih"
"Haik, Terimakasih, Kamu Bisa Ke Ruang Tengah Duluan, Aku Akan Menyiapkannya"
"Haik"
Aika Mengusap Dahinya Yang Agak Basah Karna Panas Dari Pegangan Wajan, Ketika Pergi Ke Ruang Tengah.
Aika kemudian Duduk Dilantai Dan Bertopang Dagu Di Meja.
"Haaaaaaahhhhhh, Sepertinya Rasa santaiku Berkurang Kalau Aku Bersama Perempuan"
"Uh, Kamu Bilang Apa?? (Aku Mendengarnya Sih…)"
yui Tersenyum Ragu…
"Eh? Tidak, lupakan Saja"
"Uuuummm, He, Haik, Nasi Goreng Dan Selada"
Yui Yang Sudah Melepas Apronnya membawa Nampan Dengan 3 Piring Dengan 2 Nasi Goreng Dan 1 Selada Dan Menaruhnya Ditengah Meja.
"Um Um, Kelihatan Enak"
"Yaah, Aku Tidak Terlalu Yakin Soal Rasanya"
"Ya Sudahlah, Itadakimasu (Selamat Makan)"
"…… Itadakimasu"
Setelah Piring Nasi Berada didepan Mereka, Mereka mulai Memegang Sendok Dan Menyuapkan Nasi Goreng Dimulut Mereka. Namun Yui Belum Memasukkan Sendoknya kemulut.
"Ah, aku Bawa Air Dulu"
Yui bangun Dan Pergi Ke Dapur.
Aika yang Sedang Melihat Yui Pergi Kedapur Sambil Mengunyah Nasi, Tiba tiba Merasa Adanya Getaran Pahanya.
Setelah Tau Kalau Itu Adalah Ponselnya, Ia Mengambilnya dari Saku Dan Menghidupkan Layarnya.
(Mail Dari…… Toshinou-san?)
Aika membuka mailnya, Ia Mengusap Layar Agar Bisa Melihat Keseluruhan Mailnya
'Hanya foto'
Itulah Kata yang Dia Lihat Dilayarnya, Saat Menggulir layarnya, ia menemukan Foto Seseorang Dengan baju Panda berpose Manja Dan Seksi
"\*Batuk \*Batuk \*Batuk"
Seketika Aika Batuk Karna kaget.
(APA APAAN INI!)
"Eh, Aika-san! Ini Eettoo… Haik, Minum Dulu"
"\*Uhuk"
Aika Menerima Segelas Air dari Yui Yang Baru Saja Kembali Membawa Air.
"Kamu Tidak apa Apa?"
"Ugh, Maaf Maaf, Aku Sudah Tidak Apa apa."
"Mou (Dasar)…… Makanya kalau Makan Itu Pelan Pelan"
"haik, Maafkan Aku"
(Ugh, Kenapa Toshinou-san Mengirimkan Foto Seperti Itu, Orangnya Ada Didepan Mataku Saat Ini)
Mungkin Saja… Foto Yang Dilihat Aika Adalah… Itu…
\*\*\*
Sekilat, Aika Langsung Menghapus Foto Yang Ia Terima Dari Toshinou-san Tersebut, Dan Berusaha Melupakannya.
\*\*\*
"Satte……"
Yui Duduk Dan Mencoba Sesuap Nasi Gorengnya.
"\*Nyam \*Nyam \*Nyam…… Uuuummmm… Rasanya Ada Yang Kurang"
"Benarkah??"
Aika Yang Sudah Tenang Duduk Seperti Biasa Dan Memegang Sendoknya.
"Padahal Menurutku Sudah Enak Sekali!"
"Sungguh? Nih Coba Dulu Punya ku……"
Yui Membawa Sesuap Nasi Goreng Di sendoknya, Ia Mengarahkannya ke Aika
"Um? Dore Dore (Mana Mana) \*Am"
Yui Menyuapi Aika Dengan Santainya, Ia Belum Menyadari Kalau Perbuatannya tersebut Bisa Mengundang Kesalahpahaman.
"Uuuummm, Ouh, Hontou Da (Benah Nih), Seperti Ada yang Kurang, Etto…"
"Aku Jadi Bingung Apa Yang Kurang, Coba Aku Rasakan Punyamu"
Yui Mendekatkan Tangan Dan Sendoknya ke arah Piring Nasi Goreng Aika, Lalu Mengangkutnya Ke Sendok.
Dia Kemudian Merasakan Masakannya Sendiri Di Piring Aika.
"Uuuummm, Menurutku Ini Cukup Bagus, Seperti Tidak Ada Yang Kurang"
"Mau Tukeran?"
"Ah, Tidak Perlu, Aku Cukup Puas Dengan Hasilnya, Silahkan Lanjut"
"Uh-Hum"
Mereka melanjutkan Makannya dengan Sedikit Mengobrol Sambil Sedikit Mengunyah Nasinya Dan Sedikit Sedikit Memakan Seladanya.
\[**9**\]
"Gochisousama Deshita (Terimakasih Untuk Makanannya)"
"Gochisousama Deshita"
3 Piring Sudah Cukup Bersih, Dengan Sedikit Bekas Saus Di Piring Selada Dan Beberapa Bulir Nasi Di Piringnya, Yui Menumpukkan Semuanya Dan Membawanya Ke Dapur.
"Rasanya Seperti Makan Makanan Ibuku"
Yui Yang Baru Saja Menutup Pintu, Mendengar Kata Kata Aika Yang Masih Duduk Dimeja Tengah Ruangan.
"Um? Masakan Ibumu"
"Rasanya…… Enak Sekali"
"…………!!"
Yui Yang Barusan Mendengar Perkataan Aika, Mulai Memerah Di Bagian Muka Dan Berbalik Ke Arah Pintu Dapur.
"………"
"………"
"Omong Omong Funami-san, Menurutku, Hal Yang Membuatmu Merasakan Adanya yang Kurang Dari Nasi Gorengnya, Itu Karna 'Hal Itu Adalah Milikmu"
"Uhh? Maksudnya?"
"Contohnya Ya, Aku Punya Minuman, Dan Temanku Juga Punya Minuman Yang Sama, Saat Aku Meminum Minumanku, Rasanya Biasa Saja, Tapi Saat Memintanya Dari Orang Lain, Kita akan Merasa Rasanya Lebih Enak Dari Pada Milik Kita sendiri, Itu Karna…………"
"Karna?……"
"Aku Tidak Tahu"
"\*Huuuh"
Yui Mengeluarkan Nafas besar Atas informasi Setengah Setengah Yang Diberikan Aika Kepadanya.
~~
"Etto…… Jam 9 Malam Ternyata"
Aika Bangun Dari Duduknya dan Suara Tulang Kaku Terdengar Beberapa Kali.
Setelah Sedikit Menggeliat Dan Meregangkan tangannya.
"Haah, Mungkin Aku Harus Kembali Segera, Tidak Baik Kalau Sampai Larut Malam"
Aika Berjalan Dan Membuka Pintu Dapur, Yui Mengantarnya Ke Pintu Depan.
"Uh-huh, Kapan Kapan Datang Lagi"
"Yaaahhh, Kapan Kapan… Terimakasih Untuk Makanannya, Maaf Ya Merepotkan. Sampai Jumpa"
"Iyeh (Tidak Kok) , Sampai Jumpa"
Aika Membuka Pintu Utama Dan Keluar Dari Kamar Ini.
"\*Haaaaaaaaah…………… \*Huuuuuuuuuuuuffft… Akhirnya Selesai, Makan Malam Berdua……"
Muka Yui Yang Tadinya tenang Tenang Saja, Tiba tiba Mulai Malu.
(Uugh, Kenapa Aku Melakukan Hal Memalukan Itu, Aku…… Malah Menyuapinya Dengan Santainya… Itu Benar Benar Memalukan…… Tapi Sepertinya Aika-san Santai Saja, Apa Karna Dia Seperti Selalu Memasang Poker Face Ya?)
Mengesampingkan Keadaannya, Yui Mengganti Bajunya ke Baju Piyama Biru Langit Dan Bersiap Tidur.
\[**10**\]
(Aku Kaget Funami-san Santai Sekali Menyuapiku… Apakah Karna Dia Belum Sadar? Ya Sudahlah, Tidak Usah Terlalu Dipikirkan, Harusnya PR Dipikirkan)
Perbuatan Aika Sulit Diprediksi, Aika Biasanya melakukan Hal Yang Menurutnya Menarik Atau Yang Menguntungkannya.
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama.Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]