Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Pulang



Chapter 42: Kota Kita


[1]


"Aku Mau Duluan"


"Tidak Seperti Biasanya Kau, Tawaka… Padahal Biasanya Kau Yang Paling Lama Disini"


"Agak Males"


Tawaka Bangun Dari Pemandian Dan Pergi Ke Dalam… Meninggalkan Noru, Kase, Dan Mizaki Di Pemandian.


"…… Sepertinya Tawaka Jadi Mirip Tsurugi Dibagian Tenangnya"


"Dia Jadi Terkadang Ribut Seperti Biasa, Tapi Kadang Kadang Juga Di Terlihat Tenang…"


"Menurutku Itu Karna Dia Dekat Toshinou-san"


"Sebenarnya, Kenapa Kita Membicarakan Dia?"


Noru Melempar Tatapan Kosong pada Mizaki Dan Kase.


"bukannya Kau Sendiri Yang Pertama Membicarakannya Noru…"


Mizaki Menutup Mata…


"Ya, Aku Mengaku… Aku Yang Pertama Membicarakan Dan Yang Nanya…"


"Omong Omong… Bisakah Aku Menanyakan Sesuatu Soal Seorang Murid Disekolah Kita?"


Kase Memasukkan Bagian Mulutnya Ke Air.


"Soal Apa?……"


"Mori Dan Chio, Dari Kelas 2 - G, Apakah Mereka Menyembunyikan Sesuatu?"


"Bukannya Itu Cukup Mustahil Kalau Noru Tau?


"Aku Tau"


"Geh! Heh?! Kelasnya Jauh, Dan Juga Kau Hanya Beberapa Kali Melihat Mereka"


"Mereka Menyembunyikan Hubungan Mereka, Dan Mereka Juga Sering Tinggal Disatu Tempat"


"Hoohh… Kau Tau Banyak Ya"


"DARIMANA KAU TAU ITU?!?!?"


"Mengesampingkan Hal Ini, Aku Ingin Keluar Sekarang"


"Anggap Saja Aku Tidak Dengar"


"Aku Lupakan Saja Lah"


Mereka Juga Pergi Ke Dalam, Setelah Mandi…


[2]


*Besoknya


"Yaahhh…… Sepertinya Waktu Berjalan Dengan Cepat Ya"


Chitose Menggendong Tas Selendang Merahnya… Lalu Pergi Keluar Kamar…


"Benar Ya…"


"……Ayo Ayano-chan"


"Uh^"


Ayano Memasukkan Baju Ke Tas Jinjing Warna Kuning Langsatnya, Lalu Bangun, Baju Kuning Gelapnya Dengan Jaket Kancing Biru, Lalu Rok Merah Gelap Selutut Dikenakan Ayano, Ayano Berjalan Keluar Dari Kamar Perempuan, Mengikuti Chitose Dengan Rok Putihnya Yang Barusan Jalan Duluan.


"Yang Lain Sudah Diluar?"


"sepertinya Begitu"


"Fuh… Maaf Ya Karna Aku Lama"


"Tidak Lama Kok…"


"Omong Omong Chitose… Apa memang Kalau Kamu Bawa Jaket Hitam Ini? Perasaan, Kemarin Aku Tidak Melihatnya"


"Punyanya Mizaki-kun -^_^-"


"Begitu Ya…… E-eehh!!!!!!"


"Ahahaha"


Chitose Tertawa Kecil Saat Menuruni Tangga Dengan Ayano.


"Tidak Perlu Sekaget Itu, Ayano-chan, Kamu Lucu Deh"


"Ka-ka-kan, Ke-kenapa Kamu Memakainya?!?"


"Tenang Dulu, Ayano-chan"


Ayano Menundukkan Kepalanya, Lalu Menghembuskan Nafas Perlahan.


"…*Yosh…"


"Maah, Tidak Ada Alasan Khusus Sih… Aku Sendiri Yang Ingin Memakainya, Dan Dia Langsung Memberikannya Tanpa Berkata Apa apa"


"!!!!"


Ayano Berasap.


[3]


Kyouko Melingkarkan Tangannya Di Leher Tawaka Dari Belakang, Menempelkan Jaket Pinknya Di Tas Gendong Hitam Tawaka.


Tawaka Sendiri Mengenakan Jaket Kuning Gelap Dengan Dalaman Abu abu Dan Celana Hitam Panjang Biasa…


"Buuh, Stasiunnya Masih Lama Kah…"


"Bus Daerah Sini Jarang Lewat, Dan Juga Sekarang Sudah Jam 12 Siang, Jangan Mencekikku"


"Saat Beginilah Aku Ingin Jadi Pemilik Bus"


Kyouko Geram Sendiri


"Oy, Jangan Mencekikku"


"Kalau Saja Ada Bus Online!"


"Hey, Jangan Mencekikku!"


"KALAU SAJAA!!!-"


"LEPASKAN AKU!!!!!!"


Menyadari Geraman Tawaka, Kyouko Melepas Pegangannya Dari Leher Tawaka, Namun Sekarang Memegang pundaknya Dari Belakang.


"Kalau Mau Begitu, Mendingan Dari Depan"


"Benarkah? Baiklah!"


"HUH?!"


Kyouko Kemudian Pindah Ke Depan, Lalu Melompat Ke Bagian Depan Tawaka. Tawaka Langsung Berusaha Menangkapnya Dan Menahan kyouko Dengan Memegang Pahanya Yang Masuk Ke Bagian Lengannya, Membiarkan Rok Kuning Pendek Kyouko… Lalu Menahan Pegangan Kyouko Di Bagian Leher.


Ayano, Chitose, Kase, Mizaki, Noru Dan Yui Yang Berjalan Sekelompok Bersama Mereka Di Jalan Bersalju, Memperhatikan Mereka. Lalu Mengomentari…


"Apa Yang Mereka Lakukan?"


"Ahaha ^_^"


"Nah Sugiura-san, Kamu Jangan Sampai Berakhir Begitu Y-"


Kase Didorong Jatuh Ke Salju Dengan Pelannya.


"Aku Bingung Mau Bilang Apa"


"………"


"(Rasanya Kyouko Memang Sudah Terasa Jauh Dariku, Yaahh…… Aku… Ikut Senang Melihatnya…) Horra Kalian, Niatnya Ngapain Sih?"


"Kata Waka-kun, Aku Jangan Digendong Dibelakang, Makanya Aku Kedepan"


"Tidak Apa, Funami-san… Ini Juga Tidak Akan Selamanya"


Yui Kemudian Berjalan Kembali Dengan Noru, Membiarkan Mereka.


"omong Omong Soal Selamanya…… Apakah Kau Akan Bersamaku… Se-… Selamanya?"


"…… Kalau Itu… Ntahlah… Mungkin Ada Kemungkinan Aku Berpisah Denganmu…"


***


Kenyataannya, 6 Tahun Kemudian…


"Waka-kun Mau Berangkat Sekarang?"


"Ya, Kamu Mau Berangkat Jam Berapa?"


"Hmph!! Jangan Remehkan Istrimu Ini!! Aku Akan Berangkat Jam 1 Siang!! Jadi Kamu Duluan Saja"


"Hoh Hoh… Mentang Mentang Aku Ada Kuliah Pagi Dan Kau Kuliah Siang, Kau Jadi Sombong HUUH!!!! Lupakan Saja Itu…(Kenapa Kau Seperti Menantang Sih…) Kalau Begitu Aku Berangkat"


"Haaik, Hati Hati Dijalan"


Kyouko Berdiri Dipintu Depan, Memakai Apron Di Baju Kuningnya…


Melihat Ke Tawaka Yang Mengenakan Baju Putih Dengan Kemeja Abu Abu Gelap, Membawa Tas gendong Hitam… Pergi Keluar membuka Pintu


"*Fuh… Ternyata… Kita Bisa Bersama Sampai Sejauh Ini… Aku Seperti Masih Tidak Percaya Saja…"


Dengan Pita Merah Gelapnya, Dan Suatu Barang… Yang Selalu Bersamanya Selama 6 Tahun Terakhir… Kyouko Tersenyum Senang Kembali Ke Dapur Dari sebuah Rumah


***


"Benar Ya… Siapa Tahu…… Aku Boleh Nempel Begini?"


"Kau Berat"


"KEJAM!!!"


Mereka SampaiDi Stasiun, Menaiki Suatu Gerbong Dari Barisan Gerbong Penumpang, Menaikkan Tas Tas Kebagian Atas, Dan Duduk Perkelompok.


Yui Dengan Kyouko, Didepannya Ada Noru Dan Tawaka, Di Samping Kirinya, Ada Kase Dan Mizaki, Lalu Didepannya Ada Ayano Dan Chitose…


"Kalian Bisa Tidur, Sekitar 3-4 Jam, Nanti Aku Bangunkan Kalau Sudah Sampai"


"Tidak Perlu Memaksakan Diri, Kano-san… Kita Bisa Gantia- Malah Sudah Tidur Toh"


Yui Berniat Baik pada Noru, Tapi Niatnya Ditahan Karna Kyouko Yang Sudah Melipat Tangan Dimeja Lalu Menidurinya.


"…Uh, Nanti Kita Gantian"


"Terimakasih"


Noru Melepas Syal Hitamnya, Lalu Bangun, Berniat Memasukkannya Ke Tas, Tapi Ia Melihat Yui Yang Juga Melepas Syal Hitamnya, lalu Noru Menggerakkan Tangannya Ke Yui Seperti 'Mau Juga?'


Yui Mengangguk, Lalu Memberikan Syal Hitam Bertuliskan Noru Ke Norunya Sendiri.


Noru Memasukkan Kedua Syal Ke Tasnya Masing Masing.


"Fuh… Makasih"


"…~\_~"


(Haha, Lagi Lagi Muka Itu… Kano-san Bingung Merespon Ya? Hehe)


Yui Menahan Tawa Kecil Dengan Tangan Yang Menutup Mulutnya.


Coat Biru Yui Terlipat Karna Yui Duduk Di Kursi, Yui Juga Memakai Baju Putih Polos Sebagai Dalaman, Dibagian Bawahnya, Yui Mengenakan Rok Abu Abu Pendek Lalu Stocking Hitam.


Dikarnakan Melepas Syalnya, Bagian Atas Dari Kalung Silver Abu Dengan Bulan Sabit Terlihat.


Tawaka Melihatnya Dan Memperhatikannya…


(Itu…… Kalung… Kelihatannya Mahal…… Aku Jadi Kepikiran Soal Kapan Ulang Tahun Kyouko Agar Aku Bisa Punya Alasan Untuk Memberinya Hadiah Seperti Itu…)


"Oy, Otak Udang… Lihat Apa Kau?"


"Uh? GEEH!!!"


Tawaka Berbalik Ke Kiri, Ke Arah Noru Dengan Wajah Kejam, Karna Memperhatikan Bagian Leher Ke Bawah Yui.


"Ma… Maafkan Aku"



(Aku Tanya Funami-san Saja Lah…)


Menyadari Fungsi Otaknya Berfungsi, Tawaka Mengeluarkan Ponsel Hitam Dengan Gantungan Lebah, Dan Mencoba Mengirim Pesan Pribadi Ke Yui.


'Waka'


"Funami-san, Aku Mau Bertanya…"


Suara Notifikasi Terdengar Dari Saku Jaket Coatnya, Yui Mengeluarkan Ponsel Putih Dengan Gantungan Kelelawar, Lalu Menyalakannya Dan Melihat Nama 'Waka'


(Uh? Kenapa Dia Mengirimku Pesan, Padahal Aku Ada Didepannya……Uh?)


Yui Melihat Tawaka Yang Melihat Ke Arahnya Dengan Memberi Tanda 'Ssttt' Ke Mulut Dengan Telunjuknya.


Yui Memahaminya, Artinya Jangan Berbicara…


'Yui'


"Boleh"


'Waka'


"Kapan Ulang Tahun Kyouko, Dan Juga Barang apa Yang Disukainya?"


(Aahh, Mau Ngasih Hadiah Ya… Yah, Sudah Jelas Sih)


Yui Mengetik Dengan Satu Ibu Jari Tangan Kanannya. Membuat Banyak Gerakan…


'Yui'


"28 Maret… Sepertinya Dia Suka Hal Hal Yang Ada Hubungannya Sama Anime, Mirakurun Tepatnya"


'Waka'


"Hooh, Begitu Ya… Apa ada Saran Barangnya? Mungkin Di Bawah 7500 Yen"


'Yui'


"kalau Kupikir Dan Ku Ingat, Dia Sepertinya Ingin Figur Mirakurun Dari Toko Di Bagian Selatan Mall Aino"


'Waka'


"Begitu Ya, Terimakasih Banyak Sekali!! Aku Akan Melakukan Apapun Yang Kau Mau!!! FUNAMI YUI-SAMA!!!"


Yui Tersenyum Ragugup, Melihat Tawaka Yang Membungkukkan Badannya Dengan Bahagia.


"Uh… U-Um^"


'Yui'


"Tapi Aku Rasa Jangan Terlalu Dijadikan Patokan Secara keseluruhan, Aku Sebenarnya Sudah Yakin Kalau Apapun Yang Kashima-san Berikan Pada Kyouko Pasti Membuatnya Senang"


"Ahaha, Aku Jadi Malu Rasanya, Terimakasih Funami-san"


"^"


Di Akhir Kalimatnya, Tawaka Mempelankan Suaranya, Yui Juga Hanya Mengangguk…


Noru Memperhatikan Mereka dengan Bingung, Tapi Juga Mengerti Kalau Ini Cukup Rahasia.


[4]


*Disisi Lain, Mizaki Dan Kase Duduk Bersebelahan, Mereka Melihat Layar Ponsel Yang Sama, Ponsel Milik Kase Dan Melihat Sebuah Video Dengan Animasi 3D.


Mizaki Melihatnya dengan Fokus, Bertopang Dagu Menutup Mulutnya, Dan Berbicara Pada kase.


"Tapi… Gameplaynya Cukup Sama Kan?"


"Perusahaan Pembuatnya Juga Sama… Tapi Divideo Ininya, Bukannya Ini Terlihat……"


"Huh… Designnya Seperti Karakter Moe… Imut…"


"Benar Kan!!! Gaahh… Aku Tidak Sabar saat Gamenya Keluar Nanti…"


"Saat Kau Bilang Begitu, Aku Jadi Ingin Beli Juga Nanti"


"Mau Aku Belikan? Mungkin Saja Kau Sibuk Nanti"


"Ku Hubungi Nanti Kalau Mau Dibelikan"


Sementara Itu…


2 Gadis Lainnya, Memperhatikan Mereka Karna Tidak Terlalu Paham Soal Apa Yang Dibicarakan…


"Chitose… Mereka Bicarain Game Kan?"


"sepertinya Begitu…"


"(Aduh… Aku Ingin Ikutan Ngobrol Game Itu… Aku Jadi Sering Main Game… Ini Gara Gara Kase-kun… Yah… A-aku Juga Jadi Suka Sama Gamenya Sih…)…Mmmm…"


"Oh Ya Ayano-chan, aku Teringat Soal Pekerjaan Osis Saat Sebelum Liburan Kemarin"


"Eh? Me-menangnya Kenapa?"


"Barusan… Furutani-san Menghubungiku… Katanya Dia Mau Mengumpulkan Satu Berkas Sekolah yang Cukup Penting"


"La-Lalu?"


"Katanya Dia Menyimpannya di Pos Rumahmu"


"Sepertinya Aku Harus Mengingatnya, Terimakasih Chitose"


"Tidak Apa ^_^"


***


*Di Satu Tempat Yang Jauh.


Chizuru, Sedang Menjemur Baju Dan Celana, Pikirannya Terkaget Sendiri, Iapun Melepas Kacamatanya Dan Tiba Tiba Ngiler


***


"Uh…"


"………"


Chitose, diam Membaca Sebuah Buku Kecil, Dan Ntah Kenapa, Ayano Di-


"Aku Mau Ketoilet Dulu"


"Ah^ Hati Hati"


Ayano Bangun Dari Kursi Dan Pergi Ke Bagian Lain Gerbong.



Beberapa saat Setelah Ayano Pergi, Ia kembali Dengan Santainya…


"Fuh…"


"Met Datang Kembali…"


"ah^"


Ayano Duduk Di Samping Chitose yang Masih Membaca Buku, Melihatnya, Ayano Kemudian Melihat Bagian Depan Buku Dengan Sampul Biru Tersebut. Yang Berjudul 'Dalamnya Tanah Dunia'


(Woh… Judulnya Seperti Cerita Petualangan Menurutku…)


"Darimana Kamu Dapat Buku Ini?"


"Eh? Boleh?"


"Tentu Saja Boleh"


Chitose Menutup Bukunya Setelah Menaruh Sebuah Penanda Di Halaman Yang Ia Baca Barusan.


Lalu Memberikannya Pada Ayano.


[5]


"…Sekarang Sudah Jam 2 Siang. Kita Sampai Sekitar Jam 4 atau 5 Kan?"


"Sepertinya Begitu"


"(Aku Sebenarnya Agak Heran Dengan Jalur Kereta Ini…) Huuhh… Yang Lain Juga Masih Bangun, Kecuali Kyo- Deh, Sudah Bangun Ternyata"


"Aku Sudah Sehat!!!"


"Menangnya Kau Sakit Ya…"


"Aduh, Terimakasih Untuk Perhatiannya Yui-san, Aku Jadi Terharu Punya Sahabat Baik Sepertimu"


"Kau Kenapa Sih?"


Kyouko Sudah Bangun, Dan Sekarang Memeluk Meluk Yui Di Badan Bagian Kirinya.


Lalu… Kyouko Duduk Diam, Atau Mungkin Hanya So So An Diam.


"Huuh…"


"Kenapa Kali Ini…"


"Saya jadi Lapar, Oy! Pelayan! Ambilkan Aku Mak-"


"Tuh!"


Yui Menggetok Kepala Kyouko Dan Menunjuk Ke Ujung Gerbong.


"Mie Cup!!"


Kyouko Langsung Keluar Dari Sudut Melewati Yui Dan Pergi Membelinya.


Tawaka Tertidur, Bersandar Ke Kursi Di Sudut Kanan.


Dan Noru Memainkan Ponselnya Dengan Satu Tangan Di Meja, Menggulirnya.


Lalu, Noru Memutar Bagian Ponsel Dan Badannya Ke Tawaka Yang Tertidur, Lalu Ada Sinar Yang Berlewat, Cepat. Foto Di Ambil.


"(Sepertinya Laki Laki Juga Begitu Ya)…"


Yui Mengeluarkan Sebuah Botol Air Dari Tas Di Atasnya, Saat Duduk Kembali Dan Meminumnya, Ia Sedang Menutup Botolnya, Lalu Melihat Noru Yang Melihat Ke dirinya.


"Uh?"


"……~_~"


"(Ah…)"


Yui Kemudian Memegang Bagian Atas Botol Dan Menunjukkan Bagian Bawah Botolnya Ke Noru, Namun, Noru Memberi Tanda lambaiannya Kiri Kanan Yang Artinya Tidak.


"Eh?"


"~_~"


Noru Terlihat Sedang Berpikir, Lalu…


Noru Bergaya Piece Di Samping Matanya Dengan Tangan Kanannya.


"Eeh?!"


"Horrah…"


"Uhhh…… Aahh Mou!"


"………"


"(Kano-san Lagi Malas sekali Ngomong, Ya Ampun…)"


Yui Kemudian Memberi Tanda 'Dua' Pada Noru Dan Noru Mengangguk.


Lalu, Yui Tersenyum Kecil, Piece Di Tangan Kanannya Yang Letaknya Ada Di Samping Pipinya Yang Pink, Dan Yui Juga Memiringkan Kepalanya ke Kanan, Karna Tau Satu Hal, Yui Sekaligus Menjatuhkan Tangan Kirinya Ke Kursi.


Noru Memotretnya, 2 Kali, Gaya yang Sama, Namun Ia Sendiri Tidak Keberatan.


Pipi Pinknya Menggambarkan, Bahwa Dia cukup Senang mendapatkannya.


Yui Kemudian Bangun Dari Duduknya Dan Maju Ke Atas Meja. Karna Sadar Kalau Yui Ingin Melihat Hasilnya, Noru Memperlihatkan Layar Ponselnya Pada Yui Dan Membiarkannya Melihat Fotonya Sendiri.


"Ugh, Rasanya Cukup Malu…"


"Tidak Tidak… Kamu Terlihat Menawan Bagiku"


"Uh… Yaah, Ma-makasih"


"Kenapa Harus Gugup Begitu, Santai Saja"


Yui Menutup Matanya, Malu Dan Gugup Dengan Pipi Pinknya.


"Uhh, Saat Kamu Bilang Begitulah, Aku Jadi Tidak Bisa Santai"


"Baiklah, aku Ubah Kata kataku, Kamu Harus Gugup, Saat Gugup, Otak Akan Banyak Berpikir Soal Jalan Keluar Dari Kegugupanmu"


"Maksudnya Apa Sih?"


"Tidak, Kata kata Yang Kamu Katakan Barusan Adalah Kata kata Penyegar Dan Terkadang Itu Membuatmu Lebih Ten-"


"Aku Kembali!!"


Kyouko Datang, memegang Sebuah Mie Cup Dan Langsung Masuk Ke Tempat Duduk Di Samping Kiri Yui di Sudut.


"Jadi?"


"Sejujurnya, Hal Yang Aku Katakan Barusan 99 % Tidak Berguna, Jadi Lupakan Saja"


"Geeh……"


Noru Menutup Mata, Berusaha Tenang. Dan Yui Menatap Ragu Noru…


"Oh Ya Yui, Semalam Chinatsu-chan Ngirim Mail Apa?"


"Ahh, Katanya Dia Ingin Berkunjung Ke Apart, Tapi Aku Sedang Disini, Jadinya Tidak Bisa"


"Buh, Mungkin Nanti Kita Bisa Mengajak Anak Kelas 1!"


"Semoga Saja"


Perjalanan Disini Tidak Sepi, Namun Juga Tidak Ramai, Banyak Hal yang Mereka Lewati Ketika Kereta Tetap Melaju.



\[6\]


\*Jam 16:09 Sore Hari.


Jum at 28 Desember


Mereka Semua, Turun Dari Gerbong Kereta Dan Saat Ini Ada Di Depan Stasiun.


"(Ah, aku Baru Ingat… Aku Harus Pulang Ke Rumah Dulu, Aku Langsung Saja Lah) Kano-san, Aku Mau Pulang Ke Rumah Keluargaku"


"Ah^, Kalau Begi-"


Semua…


"Terimakasih Banyak!!"


Membungkuk Kecil Ke Noru.


"Aah, Hentikan… Tidak Perlu Seperti Itu…"


"Uwuh… Noru Sekali"


"Aku Memang Noru… Perjalanan Menyenangkan ini Akan Menjadi Kenangan Pertama Kita… Aku Yakin Satu Hal Ini Akan sangat Berarti Di Lain Hari… Untuk Foto Yang Ingin Di Cetak… Aku Akan Mencetaknya Besok, Kirimkan Saja Fotonya Padaku… Kalau begitu Sampai Jumpa Lagi, Semuanya"


(AIKA NORU KEREENN!!!!)


"Sampai Jumpa!! Ohoi Kyouko"


"Ohoii!"


Noru Dan Tawaka Berjalan Duluan, dengan lambaian Tawaka ke Kyouko, mereka Meninggalkan Stasiun.


"Yui, Ayo Bareng"


"Uh^, Jaa, Ayano, Chitose, Kase-san Dan Mizaki-san Sampai Jumpa"


Yui Dan Kyouko Pergi.


"Ayo Sugiura-san!! Peganglah Tanga-"


"Sudahlah!! Sampai jumpa, Chitose, Mizaki-san"


Ayano Dan Kase Pergi, Bukan Bergandengan Tangan, Tapi Dorong Dorongan.


"………"


"………"


"…… Oh, jaketnya Simpan Saja, Tidak Perlu Di Kembalikan sekarang"


"U-Uh…"


Chitose Diam… Lalu Perlahan Mendekati Mizaki Dan Memeluknya Dari Depan, Mizaki Panik…


"Eh? (EEEHH!!!!!!!)"


"……"


"Ke-kenapa?"


"……Aku… Hanya Ingin… Mengingat Sensasinya… Tapi… Rasanya memang Nyaman ya?"



\[7\]


"Gaah!!! Aku Kalah"


Kase Tersungkur, ketika Ayano Masih Berjalan.


"Dorong Dorongan Begitu Bukan Pertandingan, Bahaya"


"Jaa, Kenapa Sugiura-san Mendorongku Sampai Jatuh"


"Untuk Menghentikan Momentumnya"


"Guh… Aku Tidak Punya Alasan!"


Rambut Coklat Gelap Kase Terbawa Gerakan Dari Hembusan Angin Ketika Bangun, Kase sendiri Menggunakan Jaket Biru Putih Belang, Dan Celana Biru Gelap…



~


Saat Ini, Kase Memegang Pundak Ayano dari Belakang Sambil Berjalan, Ayano Sendiri Tidak Keberatan Asalkan tidak Di Glitik Lehernya Yang Tertutupi Syal Abu Abu Gelap.


"Hum Hum Hum!"


"Uh… (Dia Malah Pegangan… Disaat Inilah Aku Selalu Berharap Kalau aku ini Bisa Belajar Teknik Beladiri Dan Mengangkatnya Ke atas dan Melemparnya kebawah…… Aku Coba saja Lah…)"


Ayano Kemudian Berbalik Dengan Cepat.


"EEH!!"


Lalu Memegang Tangan Kanan Kase Dan Bagian Sikunya, Lalu Mencoba mengangkatnya…


"………"


"………"


"(BODOOHH!!!! Aku Bodoh Sekali!!! Sudah Jelas Hal itu Tidak Bisa Dilakukan!!!!!!) Ha…"


Karna Terdiam, Kase kemudian Memegang Pundak Depan Ayano Dengan Tangan Kirinya, Dan Perlahan Melepas Pegangan Gugup Ayano Dari Tangan kanannya…


"Sugiura-san… Minimal… Kau Harus Mengerti Cara Penggunaannya"


"E… Eh?"


Kase Kemudian Membalikkan Badan Ayano Ke Depan, Dan Mendorongnya, Mereka berjalan, Kase Memegang Leher Belakang Ayano Sambil Berjalan.


"(A-apa aku Melakukan Hal Salah? Ka-kalau Soal Teknik Beladiri Tadisih Aku Mengaku Salah… Tapi… Apa maksudnya ini??)"


Lalu… Kase Melingkarkan Tangannya Ke Leher Yang Terbalut Syal Hitam Ayano, Dan Diam.


"Yaahhh, Jadi Begini Rasanya Memeluk Perempuan dari Belakang…"


"a…… KYYAAHHHH!!!!!!!!!!!"


Pukulan Mendarat!!



\[8\]


"Noru Sedih Karna Tidak Bersama Funami-san Waktu Pulang……"


"Aku Tidak Sedih, Lagian, Kau mau Ikut Sampai Mana, Rumahmu Sudah Terlewat Tuh"


"GAH!! GAWAT!!!"


Tawaka langsung Berlari Ke belakang…



\[9\]


"nanti Mau Buat Surat Tahun Baru Untuk Siapa saja?"


"RaHasia"


"Eehh… Mou…"


Kyouko Memegang dagunya, Dengan Wajah So Serius.


"Aku Mungkin Adik Kelas 1, Lalu Mereka Ber Enam Barusan…"


"Haik Haik…"


"Ayolah Yui, Jangan Malas Berpikir hanya karna kamu Tidak Pulang bersama watar-san!"


"Aku Tidak Begitu Tuh…"



Chapter 42.5


\[Extra\]


"Aku Coba Hubungi Deh……"


Chizuru Mengambil Kertas kecil Dari Atas Laci, Dan Melihatnya…


'Kode: Sourejima!'



'Apa Benar Ini Sourejima!?'



'Benar, Selamat malam, Chizuru-san'



'Ah… Sepertinya aku Hanya Ingin Menanyakan Sesuatu Soal Kau'



'Hoohh, Silahkan'



'Siapa Sebenarnya Kau ini? Dan Apa alasanmu Melakukan itu?'



'Huuhh… Aku Souki Rejima dari SMP Seiri Kelas 2 - D, Nilai Tiap Mata pelajaran Hanya Rata rata Dan Aku Punya banyak kenalan dikota'



''



'Kalau Mau Bertemu Lagi Denganku, Kau Hanya Perlu Berada Di Taman Barusan… Mungkin Saja aku Lewat Sana Lagi'



*beberapa hari Kemudian, Ketika Chizuru Sedang Mandi, Mail yang Dilihat Chitose adalah.


'Mungkin Kita Bisa Jalan Jalan berdua Nanti, Itupun Kalau kamunya Sendiri Ada Waktu'


"Arama… Adikku Ternyata Sudah…"


[Extra:2]


"Woo Rise-chan, Kamu Bawa Apa Kesini?"


"……… {Sup Daging}"


"Huuhh, Aku Jadi Terharu Punya Adik Sepertimu!!"


"……… {Aku Bukan Adikmu}"


"Ah^ Maa Maa, Masuk Saja Dulu, Kita Makan"


"……… {Boleh?}"


Rise Membawa Rantang 3 Tingkat Dan Memberikannya Pada Okuro, Iapun Masuk Ke Rumah Okuro Yang Ada Disamping Rumah Nishigaki-sensei…



"…………{Ibumu Mana?}"


"Ibuku Ada Urusan Diluar, Mungkin Hanya Ngobrolin Hoax Hoax Dengan Ibu Ibu Yang Lain"


"…………{Kei-kun Tidak Sopan Sekali}"


"Bukannya Tidak Sopan, Aku Hanya Membicarakan Hal Biasa… Nih… Sup Daging Dari Rumahmu!!!"


Okuro Menyiapkan Semangkuk Nasi Dengan Sendok, Dan Mangkuk Berisi Sup Daging.


"……{Makasih… Selamat Makan}"


"Haaik, Selamat Makan…"


"………"


"Kyah! Adikku Lucu Sekali Waktu Makan!!"


"……{Aku Bukan Adikmu}"


Lagi… Rise Memasang Wajah Pink, Kali Ini



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]