
Chapter 21: Perencanaan Dadakan
[1]
"Kamu Sampai Menemaniku Seharian… Apa Tidak Masalah?"
"Sudah Kubilang, Tidak Apa… Aku Juga Sudah Memberi Miki Kunci Cadangan"
"Sou Ka (Begitu Ya)"
"Yah, Pokoknya Kita Pulang Dulu Saja, Aku Cukup Lelah, Jarang Sekali Aku Banyak Bicara, Tapi Tak Apa Lah"
"Eheh^ Mau Ku Buatkan Sesuatu?, Seperti Makanan Atau Minuman Mungkin…"
"mmmm… Nanti Saja… Aah~ Memangnya Aku Boleh Mampir?"
"Tentu Saja"
Yui Tersenyum Hangat Pada Aika Yang Bermuka Tenang Di Malam Hari Dengan Salju Yang Perlahan Turun
Mereka Masuk ke Bangunan Besar Dan Berjalan Menaiki Tangga Ke Lantai Dua, Lalu Berpisah Di Suatu Lorong.
[2]
"Tadaima, Miki… (Aku Pulang)"
"Ah, Okaerinasai, Onii-san…(Selamat Datang Kembali) "
"Sepertinya Panggilanmu Padaku Pada Nantinya Akan Berubah Jadi Aniki (Abang)"
"Tentu Saja"
Aika Langsung Masuk Ke Ruang Utama, Menyapa Miki Dan Kembali Ke Kamar Mandi, Lalu Melepas Jaket Parkanya Dan Menaruhnya Di Keranjang.
"Huh… Aku Jadi Agak Pusing…"
Ia Kemudian Melepas Semua Bajunya Dan Masuk Ke Kamar Mandi Tanpa Menunggu Air Hangat
[3]
"Hiiihh… Dingin Sekali…"
"Ini… Pengering Rambut, Bajunya Juga Aku Taruh Disini"
"Uh, Makasih Miki"
Miki Memakai Baju Tidur Biru Cerah Dan Memberi Pengering Rambut Umum Yang Bisa Ditemukan Dimana Mana.
Lalu Miki Pergi Ke Ruang Utama Meninggalkan Aika Yang Masih Memakai Handuk Dibagian Bawah Tubuhnya.
Aika Kemudian Memakai Baju Merah Gelap Dan Celana Hitam Panjang.
Setelah Memakai Bajunya, Ia Menghidupkan dan Mengeringkan Rambut Dengan Suara Yang Tidak Terlalu Bising,
Aika Pergi Keruang Utama Dan Mendatangi Miki Yang Sedang Memakan Mie Cup Didepan TV Yang Menyala Dan Menayangkan Mirakurun.
"Kau Tidak apa Apa Tinggal Sendirian Barusan"
"Tidak Apa, Aku Tidak Mau Mengganggu Kencan Kalian"
"Memangnya Terlihat Seperti Itu Ya… Lagian, dimana Kau Melihatku"
"Waktu Di Restoran, Aku Sudah ada Disana, Malahan Dibelakang Onii-san, Dan Mendengar Percakapan Kalian… Yah, Aku Juga Meminta Yuichi Untuk Tidak Mengatakannya Padamu"
"Heeehh… Kalau Begitu, Apa Kau Ingin Pergi Ke Suatu Tempat, Miki? Aku Akan Menemanimu"
"Hhhmm…… Nanti Saja, Film Yang Ku Suka Belum Di Tayangkan Di Bioskop, jadinya Lebih Baik Nanti"
"Baiklah, Kalau Begitu Aku Mau Tidur Duluan, Aku Cukup Kelelahan"
"akan Ku Matikan Saat Aku Selesai"
"Uh-huh, Jaa… Oyasumi (Selamat Tidur)"
"Oyasumi"
Aika Kemudian Mengambil Futon Dari Lemari Dan Menaruhnya Dilantai, Lalu Masuk Ke Dalam Dan Menyelimuti Dirinya…
[4]
Aika Merasakan Rasa Sakit Di Kepalanya
"Bangun, Dasar Sapi!"
Mata Aika Terbuka, Dan Ia Melihat Adiknya, Berdiri Sambil Memegang Wajan Datar Dengan Memikulnya.
"Uh, Mimpi Ya…"
"……… Bantalnya Jadi Kotor"
"Yah, Maaf, Nanti Aku Akan Membawanya Ke Laundry, Omong Omong, Katanya Memukul Orang Dengan Penggorengan Bisa Membuat Orang Itu Mati, Jadi Hentikanlah Hal Itu"
"Bagus Kalau Begitu…… Onii-san Harus Cuci Muka Dulu, Aku Sudah Siapkan Makan"
"Terimakasih"
Miki Berjalan Ke Dapur Dan Menaruh Wajan Datar Yang Digunakan Untuk Memukul Kakaknya Dan Kembali Ke Ruang Utama Dengan Makanan Di Atas Meja Sambil Menunggu Kakaknya.
[5]
"Sekolah Yaa…"
"Kakak Hanya Ingin Bolos Ya?"
"Yah, Ada Lah, Uh… Kalau Begitu Aku Berangkat"
"Uh-huh"
Aika Membuka Pintu Dan Pergi Keluar Meninggalkan Adiknya Di Rumah.
Aika Berangkat Dengan Seragam Lengkapnya Dan Syal Merah Gelap Tambahan, Walaupun Dirinya Cukup Kuat Terhadap Dingin.
Aika Langsung Turun Ke lantai 1, Lalu Pergi Ke luar, Berangkat Ke sekolah Dengan Santainya Karna ini Masih Jam 08:30 An.
[6]
"Sepertinya Saljunya Belum Terlalu Banyak, yaah, Ini Masih Tanggal 15 Sih, Omong Omong Kyouko, Sebenarnya …………"
Yui Melihat Ke Jendela Luar Di Lorong Lantai Atas Sekolahnya.
"uuh? Kenapa?"
"Euh, Ah, Tidak Jadi Lah…"
"Hmmmm…… Ada Apa Ini Yui~ Apa Kau Kesepian Dirumah Sendirian~~?"
"Ng-Nggak Lah, Aku Tidak Merasa kesepian"
"Yah, Benar Juga ya, Wajah Datar-san Pasti Ada!"
Kyouko Dengan Suara Eroinya Menggoda Yui Dan Mencoba Seperti Menggelitiki Badan Yui.
"Bisa Tidak, Coba Ingat Namanya"
"Aaah… Baiklah, Etto… Muka Datar-san!!"
"Salah. Dan Juga Itu Bukan Nama Orang"
"hhhmm… Etto, Datar-san!!"
"bisa Tidak Jangan Pake 'Datar', Dia Juga Punya ekspresi Lain"
"Eeehhh… Kenapa Yui Jadi Bersikeras Soal Watar-san Begini!!??"
"(Malah Makin Jauh)……………"
Yui Dengan Wajah Datarnya Meninggalkan Kyouko Dan Masuk Ke Kelas.
"Ciiih… Ah, Chizuru!!!!"
"Ggeeh!!! Kenapa Lo Ada disini Sih!!!"
Kyouko Mendekati Chizuru Dengan Cepat Dan Dipukul Kemudian Chizuru Meninggalkan Dan Melewati Kyouko
Di Saat Chizuru Sudah Tenang, dia Masuk Ke Kelasnya Dan Duduk Di Tempat.
(Hhhmm…… Sebenarnya Aku Tadi Kesana Ingin Menanyakan Sesuatu Ke Kakak (Onee-san) Tapi Mungkin Nanti Saja)
[7]
(Akhir Akhir Ini, Onee-san Sering Memainkan Ponselnya, Tapi Saat Ku Tanya, Dia Selalu Bilang Bukan Siapa Siapa, Aku Jadi Curiga, Sebenarnya Sih Tidak Apa Apa, Aku Juga Tidak Ingin Onee-san Merasa Tidak Bebas Karna Diriku, Tapi Aku Hanya Ingin Tau, Siapa Yang Kakakku Hubungi Setiap Malamnya)
"Onee-san, Kamar Mandinya Sudah Siap"
"Uh-huh, Baiklah"
Chitose Yang Sedari Tadi Berbaring Di Kasur Memainkan Ponselnya, Langsung Mematikan Dan Menaruhnya Di Atas Laci Lalu Pergi Mandi.
Chitose Dengan Muka Senangnya Berjalan Melewati Chizuru Dan Pergi Mandi.
(Apa Aku Harus Memeriksanya??)
Chizuru Menatap Ponsel Putih Kakaknya, Setelah Berdiam Diri, Iapun Menggelengkan Kepalanya Lalu Pergi Ke Kamar Mandi Dan Masuk Untuk Mandi Bersama Kakaknya.
"Onee-san, Aku Masuk"
"Uuhh… ii Yo (Tidak apa apa Kok)"
Chitose Sedang Berendam Dan Menggosok Gosok Badannya dengan Tangan.
Chizuru Yang Masih Menggunakan Handuk Diseluruh Badannya, Duduk Di Kursi Kecil Dengan Shower Di Hadapannya.
Iapun Memakai Sabun Lalu Menggosokkan Ke Seluruh Badannya Yang Bisa Ia Capai, Dan Mengkeramas, Rambutnya.
Saat Sedang Membilas Rambutnya, Kakaknya Bangun Dari Bak Mandi Lalu Memegang Lap Di Punggung Chizuru.
"Aku Bersihkan Yaa"
"Uumm… Terimakasih, Nee-san"
"ehum…"
"………"
"*Sok *Gosok *Gosok"
"Ano… Nee-san"
"Apa Aku Terlalu Keras?, Akan Aku Pelankan"
"Bukan, Tapi Ada Hal Yang Ingin Kubicarakan"
"Huuh??"
[8]
"Itu Hanya Kenalan, Dia Sekolah Di SMP Seiri Dan Juga Dia Temannya Tetangga Funami-san, Namanya Mizaki Tsurugi"
"A-apa Itu Pa-Pacarnya Nee-san!?!"
"Tidak Tidak, Kami Hanya Sering Mail-an"
"Begitu Ya,…… Apa Dia… Baik Pada Kakak (Nee-san)?"
"Baik Sekali, aku Mungkin Bisa jatuh Cin- Otto [Ups], Aku Mungkin Saja Menjadi Teman Baiknya"
"Heeeh… Aku… Akan Tetap Mendukung Nee-san, Pada siapapun Itu"
"Makasih, Chizuru^"
Saudara Kembar Yang Saling Gosok Punggung Ini Jadi Lebih Dekat Karna Pihak Ke tiga.
[9]
Seorang Lelaki Melihat Kiri Kanan Di Suatu Lorong Yang Dipenuhi Siswa Siswi.
"Aah… Aika-senpai"
"Uh?"
Lelaki Ini Berlari Masuk ke suatu Kelas Dan Mendekati Seorang Lelaki Lain Yang Sedang Membaca Buku Kecil.
"Ah, Sawamatsu… Ada apa?"
"Ano… Apa Senpai Lihat Kashima-senpai?"
"Tidak, Aku Jadi Jarang Melihatnya Belakangan Ini (Atau Mungkin Aku Memang Sedang Tidak Mau Melihatnya)"
"Eehm, Begitu Ya"
Aika-senpai Mengatakannya Dengan Muka Datar Sambil MemBalikkan Badannya Ke kiri Belakang, Melihat Meja kosong.
"Uumm… Kalau Mizaki-senpai?"
"Ah, Kalau Mizaki Ada Di Sana"
Aika-senpai Menunjuk Ke Ujung Ruangan Dan Menunjuk Ke seorang Lelaki Yang Sedang Tertawa Dengan Lelaki Lain
"Ah, Kashima-senpai Juga Ada Disana Ternyata"
"Aah, Maaf, Aku Tidak Melihatnya"
"Tidak Apa Senpai, Terimakasih"
"Yeah"
Anak Laki Laki Yang Dipanggil Sawamatsu Oleh Aika Ini Berjalan Mendekati Mizaki Yang Sedang Mengobrol Dengan Kashima
"Kashima-senpai"
"Um? Ouh! Tarou! Ada Urusan apa Sampai Kesini"
"Tidak, Aku Hanya ingin Bilang Kalau Guru Sains Mencari Mu"
"eh?"
"Sialan Kau Tarou, Ku Pikir Kau Membawa Kabar Baik"
"Aku Tidak Akan Minta Maaf, Se-n-Pa-i"
(Kenapa aku Punya Adik Kelas Sekejam ini…)
Kashima Menangis Tersedu Saat Sedang pergi Ke Ruang Guru, Padahal Nilainya cukup Baik
Aika Dan Sawamatsu Melihat Kashima Dibawa, Mizaki Mengatakan Kalau Dia mau Kekantin Beli Minuman, Tentu Saja Aika Nitip.
"Tidak Lah, Uumm… Apa Urusanmu Hanya bicara Begitu ke Tawaka?"
"iya, Kalau Begitu Aku Permisi"
"Yeah"
Sawamatsu Kemudian Berjalan Menjauhi Aika Yang Berada Di Depan Pintu Kelas, lalu Menuruni Tangga.
Aika Menanggapi Tindakan Sawamatsu Dengan Wajah Datar
\[10\]
Saat Terbuka, Sawamatsu Berjalan Masuk Dan.
"ah, Sawamatsu-kun Darimana saja?"
"Aku Baru Menyelesaikan Quest Dari Guru"
"Eh? (Ini Game Ya?) Disuruh Apa Memangnya?"
"ah, Tidak Perlu Dibicarakan, Omong Omong, Apa Kau ada Urusan Osis Waktu Pulang?"
"Mungkin Hanya Sebentar, Jadinya tenang Saja"
"Baiklah, aku Mau Ikut Belajar"
"Ok"
\[11\]
"Oy Aika, Apa Kau Lihat Ishii?"
"Uh, Ishii? Mungkin Dia Ada di Ruang Osis, Rasanya Dia Jadi Sibuk Sekali Akhir akhir ini"
"Begitu ya, makasih!"
Kase yang Sedari Tadi Mengintip Dari Pintu Geser, Langsung Menghilang Dari hadapan Aika.
(kenapa Aku Merasa banyak Ditanya? Dan Kenapa Tidak Ada Yang Menanyakan Kondisiku Ini?)
Aika Mengeluarkan Syal Merah gelap Dari Tasnya Dan Merasa memegang Sesuatu Selain Syal Nya.
"Ini……… Ah Sialan, Lembaran Yang Harus Dikumpulkan Malah Belum Kuberikan!!"
Aika memegang Selembar Kertas Dengan Isi Kosong Dengan Muka Menyesal Karna lupa.
"Apa boleh Buat"
Aika Mengambil Pen Dari Saku Dada Di Kemeja Dalamnya Dan Dengan Cepat Menulis jawaban.
"Yosh, jaa… Ke Osis Dah"
"Oh, Noru!"
"uh?"
Kashima Mendatangi Aika Dari Lorong Sambil Berlari Kecil.
"Mau Kemana?"
"Ruang Osis"
"Yaah~ Ku Kira mau Ke Kantin, Aku Mau Nitip"
"Kesana Saja Sendiri, dasar Pemalas"
"Nggak Sadar Diri Ya?"
Aika Berjalan Melewati Kashima Dan Mengabaikannya.
Setelah Lama Berjalan.
Aika Membuka Pintu Geser Dan Melihat Ruangan Luas Dengan Meja panjang Dan Beberapa Laki Laki Perempuan sedang Menulis Sesuatu.
"Permisi…… Maaf Mengganggu"
"Aika-kun, Ada apa??"
Seorang Gadis Datang Dari Ujung Ruangan Osis.
"Aku Mau Mengumpulkan Ini, Eem… Di Bagian Kelas 2 - D"
"Baiklah"
"Jaa… Maaf Mengganggu"
Setelah Memberikan Kertas Kerja tersebut, Aika Langsung Keluar Dan Menutup Pintu Lalu Pergi Ke kelasnya.
(Seperti Biasa, Dia Dari Kelas 2 - C Ya…… Tapi Aku Tetap Pada Pilihanku, jadinya aku Harus tetap Tenang Di Saat Seperti Ini)
Dirinya Tetap Pada Pilihannya.
Saat Aika kembali Ke Kelasnya, Dan Baru Saja duduk, Wanita Yang Menjadi Wali Kelasnya Ini Datang Dan Memberikan Pengumuman
\[12\]
"Pulang Jam 3 Ya…… Yah Kasian Juga Miki Kalau Sendirian"
(Eemm… Jadi Nanti Wisata Di Kyoto Kan… Sepertinya Aku Harus Meminta Miki Pulang 1 Atau 2 Hari, Sekaligus Meminta Ayah Dan Ibuku Pulang Dulu)
Aika Berpikir Sambil Membuka Dan Menaiki Tangga apartemennya Ke Lantai 2.
Lalu Ia Masuk Ke Kamarnya Dan Masuk Ke ruang Utama dan Melihat Miki Yang Sedang Tidur.
"Kayak Kucing Saja"
"Ah, onii-san"
"Kukira kau Tidur"
Miki Membuka matanya, Dan Bersikap Seperti Tidak Tidur Dan Langsung Duduk Di Kasur.
"Ternyata lebih Cepat Dari Yang Ku Kira"
"Yah, Begitulah, Omong Omong Miki, Tanggal 17 Sabtu Nanti, Aku Ada Wisata Sekolah ke Kyoto, jadi Apa Kau Mau Pulang Dulu? Atau Tinggal Sendiri Di Sini 2 Hari?"
"Wisata……… Kalau Begitu Aku Pulang Dulu Saja, Ayah Dan Ibu Seharusnya Tidak Keberatan"
"Baguslah, Jaa… Silahkan, lanjut Tidur Saja"
"……………"
\[13\]
"Tadi Guru Bilang Apa?"
"Kau Tidak Mendengarkan Ya? Wisata kita Nanti Ke kyoto, Hari Sabtu Nanti"
"Aaahhh! Ke Kyoto, Memangnya Tidak Bersalju Ya?"
"Ntahlah, Seharusnya Sih Tidak, Karna Cukup Jauh Dan Masih Jarang Turun Salju"
"Yaahh… Oh Iya, Nee Yui, apa Kamu Tidak Akan Kesepian Tanpa Wajah data-"
\*Cklak BRUK!!
"Haik!!, Kita sudah Sampai Ke klub, Ayo Masuk"
"Mengalihkan Pembicaraan Ya"
Kyouko Mengikuti Yui Yang Seperti Sedang Mengamuk Dan Langsung Masuk Ke Ruang Klub Di Keadaan Dingin Musim Gugur
\[14\]
"Bukannya Nanti Bisa banyak Salju Yui-senpai?"
"ah, kata Guru sih Saljunya bakalan Banyak Di Awal Desember"
"Apa Ada kemungkinan kalau Tidak ada Wisata ya kelas 2 Kali Ini, mungkin Kalau sekarang Tidak ada, berarti Di Kelas 3 Bakalan bareng Dengan kelas 1 Sekarang Yaa"
"Tidak Tidak, Mana Mungkin"
~
"Heeeh, A-apa aku Bisa Minta Oleh Oleh?"
"Tentu, Yaahh, Aku Akan usahakan Cari Yang Khas kyoto, Kalau Akari Mau Yang Bagaimana"
"Mmmm… Akari Minta hal Yang Mirip Saja, Yaah… Walaupun Tidak Dapat Juga tidak Apa apa, Tahun Depan Masih Ada"
"Begitu Ya…… Apa yang Kau Lakukan…"
"Aku Sedang Membuat Kandang Anjing"
Akari, Chinatsu Dan Yui Melihat Yui Yang Membuat Rumah Anjing Yang Bisa kyouko Masuki Dengan Mudah
"Akari! Coba kesini"
"Eeeehhh!!!!!!"
"TOSHINOU KYOUKOOOOO!!!!! Senpai"
"Aaahhh, Sakucchan"
Pintu Di Geser Dengan Cepat Dan muncul Sakurako Yang Memakai Gaya rambut Pony Tail Dan Himawari Yang Terlihat Sedikit Kesal Pada Sakurako.
"Permisi, Toshinou-senpai, Kertas Kerjanya……"
"Aahhh, Baiklah, akan Segera Ku Isi"
Kyouko Keluar Dari Rumah Anjing Dan Membawa Selembaran Kertas Lalu Diisi.
~
"Uuumm…… UGH!! SULIT SEKALI!!!! Yui Cara Mengisinya Bagaimana??!"
"Bukannya itu Lembar Kerja Masa Depan, Itu Bukan Menghitung, Kerjakan saja Sendiri"
Yui Memberi Jawabannya sambil Meminum Teh Jagung Dengan Tenang.
"Buuh… Baiklah, Etto…… Mahasiswa, Dan……… Yosh!!"
"Mana Mana?"
Yui Mengintip Dan melihat Jawaban kedua dari Bagian Kertas Kyouko Dan……
"Ibu Rumah Tangga?………"
"Ke-kenapa ini, Salah Ya"
"Ummm…… Tidak, tidak salah Kok"
Yui Duduk Kembali Dan Meminum Tehnya lagi Sambil Menutup Mata Menikmati Rasanya.
Sementara Dibelakang Mereka, Sakurako Sedang Terkejut Dan masuk Ke rumah Anjing Yang Dibuat Kyouko Menggunakan Kardus.
"Oowh! Sakucchan, tangan!!"
"wang!!""
"Dagu!!"
"Wang!"
Sakurako Masuk Ke Rumah Anjing Dan Duduk Meringkuk Sambil Menuruti Perkataan Kyouko Sebagai Pemilik.
"Eehh… Maaf Mengganggu Funami-senpai, Yoshikawa-san, akaza-san"
"Tidak Apa Furutani-san, Salah Kyouko Juga Sih"
"Ah, Ano Funami-senpai, Bolehkan Aku Menanyakan sesuatu Yang…… Agak Pribadi?"
"Uumm… Uh-hum, Boleh"
"Jaa…… Sebenarnya, Ini Kejadian Lama Tapi, Aku Melihat Funami-senpai Jalan Dengan Laki Laki Dimalam Hari… Laki Laki Itu…… Siapa?"
"Hhhhmm……… Aahh, Itu Tetanggaku, Aku Tinggal Di Apartemen Dan Dia Mengajakku Belanja, Jadinya Bareng Saja"
"Fiuh, Begitu Ya"
"Yaah…… Oy Kyouko, Cepat Isi Lembarannya"
"Haaaiiik"
\[15\]
"Sampai Sini Saja, tidak apa Kan? Aku Sudah Meminta Ayah Dan Ibu Kita Pulang Jadi Mereka Harusnya ada"
"Makasih Onii-san, Hhhmm… Sebenarnya aku Bingung, Ayah dan Ibu Kerja Apa? Kalau Kita Meminta mereka Pulang, Mereka selalu Tiba tiba muncul Dirumah"
"Ntahlah, Nah, Berangkat Sana"
"Baik, Da dah Onii-san"
"Yeah"
Aika Yang Menunggu Didepan Halte bis Dan Miki Yang Memakai Baju One Piece Putih, Berpisah Setelah Bis datang Dan miki Menaiki Bis tersebut.
Aika Yang Memakai Baju Kaos Putih Dan Celana Pendek Hitam Kembali Melewati Jalan dan pergi Ke apartemennya.
"Besok Aku Berangkat Ya… Padahal Bisa Dibuat Minggu Kemarin Tepat Sesudah Ulangan, kalo Minggu Ini Sudah Mulai terasa dinginnya"
(Untung Saja aku Kuat Dingin)
Gumaman Aika Mengeluarkan Hawa hangat Dari mulut padahal Masih Cukup Cerah, Di Hari Jumat, 16 November.
\[16\]
(Akhirnya Tiba ya…)
Yui Berangkat Dengan Tas Gendong Yang Cukup Besar Warna Hitam Merah Dan Baju Seragam Nanamori musim Dingin Dan Kaus kaki Panjang Lutut.
\[17\]
(Dari Pagi Ini Aku Selalu Merasa akan menerima keberuntungan Besar, Yah, semoga saja……)
Aika Memakai Seragam Seiri musim Dingin Dengan Biru Gelap Dan celana Hitam Abu Panjang, dengan Tas Gendong Hitam Yang Cukup Besar Dan hanya Satu Gendongan di Bahu Kanannya.
Mereka berdua membuka Pintu Diwaktu Yang Berbeda.
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]