
Chapter 67: Keinginan
[1]
Sabtu 4 Mei.
Sore Hari…
"Naaah Kyouko-san, Rasanya Kita Jadi Sering Bersenang Senang… Bisakah Kau Fokus Pada Pelajaranmu Nanti… Nilaimu Ada Yang Kosong Lhoo"
"Maah Maah Ayano, Jangan Kepikiran Begitu Dulu, Sekarangkan Kita Lagi Di Traktir Yui Dan Watar-kun, Jadi Jangan Ngomongin Itu Dulu"
"Kelihatan Sekali Kalau Kau Menghindari Sekolah, Tapi… Benar Juga… Sesekali Kita Harus Melupakan Dulu Hal Hal Lain Ya"
"Nah Kaan~"
"(GAH!! Aku Malah Terhasut!) Sudahlah!"
Ayano Menyuapkan Selembar Daging Tebal Yang Sudah Di Panggang Ke Mulut Kyouko Yang Ada Disebrangnya Dengan Cepat, Membuat Kyouko Kaget Lalu Langsung Mengunyahnya Sambil Tersenyum Pada Ayano.
"Mooou. Funami-san, Aika-san Terimakasih Karna Sudah Mengajak Kami"
"Makasiihh!!"
"Makasih!"
Tawaka Dan Ranka Agak Bersuara Keras, Lalu, Tsurugi…
"Makasih, Noru, Funami-san"
Kyouko Dan Chitose Juga Ikut Berterimakasih.
"Ari Ari~" [Arigatou: Terimakasih]
"Makasih Yaa~ ^_^"
Di Bagian Pojok, Yui Dan Noru Tersenyum Kecil Pada Teman Temannya… Lalu…
"Maah, Sama Sama"
"Tapi Kita hanya Boleh Disini Selama Satu Setengah Jam, Jadi Jangan Lama Lama, Dan! Jangan Pesan Terlalu Banyak… Kyouko~"
"Ba-baik, Aku Tidak Serakus Itu Kok"
Yui Memberi Tatapan Yang Menakuti Kyouko, itu Hanya Peringatan Kecil, Lalu, Noru Berbicara.
"Kalau Kayak Begini Terus, Mungkin minuman Ini Nanti Akan Berubah Jadi Sake 5 Tahun Kemudian"
"Noru Kau Kebanyakan Ngelamun, Jangan Bilang Seperti Itu"
"Benar Noru"
Tsurugi Setuju Dengan Pernyataan Bapak Tawaka… Tawaka Melanjutkan.
"Padahal, Ranka Berniat Minum Sake, Satu Jam Sebelum Dia Berumur 20 Tahun"
"Hueh!? Melanggar Hukum Atau Tidak Tuh?"
Ayano Agak Terkejut, Karna Di Samping Kanannya Ada Ranka.
"Tidak Tidak, Asalkan Harinya Sudah Tepat Saat Ulang Tahun, Aku Tidak Akan Di Hukum"
"…………"
"Huh?"
"………"
"Eh? Kenapa? Kenapa!? Ayano-san!!??!
"HUEH!?! Ke-kenapa?"
"Kamu Kenapa!?"
Ayano Diguncangkan Bahu Pundaknya Oleh Ranka, Lalu Tersadar Barusan…
"Ti-tidak, A-aku Hanya melamun"
"(Cepat Sekali Sampai Bisa Melamun Begitu!) Memang Apa Yang Kamu Lamunkan?"
"A-aku… Hanya Membayangkan…"
Ayano Dan Ranka Memakai Pakaian Formal, Malam Hari Disuatu Gedung Dengan Bar Di Lantai Yang Cukup Tinggi, Mereka Memegang Gelas Anggur, Lalu Bersulang, Lalu Meminumnya Dengan Elegan, Berlanjut Ke Scene Selanjutnya, Ranka Memeluk Meluk Ayano Sambil Mendorongnya Menuju Kas-.
"A-aduhh, Ayano-san, Kita masih Terlalu Cepat Untuk Itu Lhoo, Ayoo Lah. Tapi…"
Ranka Kemudian Berwajah Tenang, Berbalik Ke Arah Ayano Lalu Memegang Dagu Ayano Dengan Romantisnya
"Tapi Kalau Mau Sekarang Juga, Tidak apa Ko-"
"Mana Mau!!!!"
Ranka Ditonjok Di Bagian Samping Perutnya.
Maah, Orang Yang Lainnya Hanya Tertawa Gugup Melihat Kelakuan Mereka Berdua…
"Mmm, Ayano Ternyata Punya Khayalan Yang Bagus… Waka-kun, Mau Nyewa Kamar Sekarang?"
"Umm… Aku Belum Punya Uang Seka-"
"Tidak Akan!"
Bantahan Dari Yui Tentang Rencana Bodoh Mereka Berdua.
Noru Yang Ada Disamping Yui Sedang Makan Dagingnya… Apa Yang sedang Ia Pikirkan… Siapa Yang Ta-
(aku… Ingin Makan Ditambah Nasi…)
"(Kano-san… Jadi Banyak Diam Begitu… A-apa Karna Waktu Aku Mengurusnya Saat Sakit Ya!? Guh… Aku Juga Terus Malu Bila Mengingat… Sentuhan Dahi Itu, Itu Benar Benar…… Mmm Mmm)
Yui Menggeleng Gelengkan Kepalanya Ketika Dia Membalikkan Daging Di Panggangan.
"(Tidak Enak Bila Aku Bilang Begitu… Walaupun Agak Memalukan… Tapi Dalam Hatiku Yang Paling Dalam… Mungkin Itulah Yang Orang Lain sebut……) Romantis"
"Huh? Romantis?"
"Uh-huh<, Bukan Apa Apa Kok… GAH!! Gosong!"
"Yah… Rasain Lah"
"Nnngg… *Pukul!"
"duh"
Yui Memukul Mukul Pundak Noru, Chitose Dan Tsurugi Yang Ada Didepannya Tertawa Kecil Melihatnya.
'Mereka Jadi Seperti Anak Kecil Ya'
'Ah^ Rasanya Lucu'
'Padahal Kukira Mereka Sangatlah Dewasa, Tapi Mereka Juga Manusia Ya'
'Memangnya Kamu Pikir Mereka Itu Apa Sebelumnya, Chitose-chan…"
"Aku Bercanda Laah, Mou, Tsuru-kun Dasar"
"Uhh… Uh? A-aam"
"(Hehe, Kamu Juga begitu…) Haai^"
Tsurugi Yang agak Ragu, Kemudian Di Suapi Daging Oleh Chitose, Chitose Sendiri Tidak Memikirkan Selembar Daging Tersebut, Malahan, Dia Cukup Senang Melihat Senyum Dari (Hubungan Rahasia) Tsurugi Yang Memakannya.
Ke Empat Orang Lainnya, Tawaka Dan Kyouko, Lalu Ranka Dan Ayano…
(Me-mereka Mesra Sekali!!)
Lalu, Mereka saling Melihat Satu Sama Lain…
Mereka kemudian Membakar 8 Lembar Daging Lalu Menunggu, 4 Orang Yang Barusan Mereka Lihat, Memperhatikan Mereka Dan Melihat Mereka Yang…
"Yosh! Ini Yang Namanya Marathon!"
"Yosh, Kalian Berempat Tidak Boleh Ikut!!"
Mereka Berempat Yang Sedang Memperhatikan 4 Orang Lainnya, Diam, Lalu Mengangguk Dengan Ragu.
Setelah Cukup matang, Mereka Memulai Marathonnya
Mulai Dari Kyouko Yang Menyuapi Tawaka, Lalu Tawaka Menyuapi Ranka Didepannya, Kemudian…
"Aduh!"
"Menjijikan"
Menamparnya. Lanjut Ke Ranka Yang Menyuapi Ayano Dengan Wajah So Gantengnya, Ranka Kemudian…
"Aduh!"
"Hentikan"
Ditampar Lagi, Kemudian, Ranka Melihat Ayano Yang Memakannya Perlahan, Dengan Tatapan Kagum Dan Tergoda… Ranka Aktif…
(PIKIRAN BRENGSEEKK!!!!!!!)
*Punya Ranka Bangun… Lalu Tidur Kembali…
Ranka Kemudian Menampar Dirinya Sendiri Ketika Ayano Memakan Dagingnya Dan Melihat Ranka Dengan Bingung.
"Jaa… Selanjutnya… Chitose!"
Ayano Mengambil Satu Daging, Lalu Menyodorkannya Ke Chitose.
"Eh? Bukannya Aku Tidak Boleh Ikut?"
"Maah Maah, Kami Hanya Becanda Kok, Tentu Saja Kalian Juga"
"Begitu Ya ^_^, Jaa Aaam"
"Hehe, Aaaaam"
Ayano Menyuapi Chitose Dengan Lucunya…
"Mmm, Ntah Kenapa Kalau Disuapi Ayano-chan, Rasanya Seperti Lebih Enak"
"Hehe"
Ayano Kemudian Berbalik Lagi Lalu Memindahkan 4 Daging Lain Yang Ada di Pojok Panggangan Mereka Ke Tengah.
"Jaa… Selanjutnya…, Aika-san"
"GAAAH!!!!"
"Canda Canda Kok, Nih"
Chitose Kemudian Menyuapi Tsurugi… Lagi.
"Mmm, Rasanya Agak Gosong, Ya Sudahlah"
"Arama, Jujur Sekali"
"Karna Ada seseorang Yang Berkata 'Lidah Tidak Bisa Dibohongi"
"Hai Hai^"
Tsurugi Kemudian Mengambil Daging Lalu Menyodorkannya ke Noru Dengan Senyum, Noru Membalasnya Dengan Wajah Dat-datar.
Lalu Noru Memakannya, Kemudian Menampar Pelan Tsurugi.
Tsurugi Memegang Megang Pipinya, Walaupun Tidak Sakit…
Noru Mengambil Sumpit, Mengambil Dagingnya, Memilih Yang Belum Terlalu Gosong, Lalu Menyodorkannya Ke Yui.
Yui Agak Memundurkan Kepalanya Saat Berbalik Ke Noru Yang Mau Menyuapinya Daging, Kemudian Memakannya Dengan Mata Tertutup Lalu Menutup Mulutnya Dengan Tangan Ketika Mengunyahnya.
"(Rasanya… Guh, Aku Jadi agak Malu Mengatakannya) *Glek"
Senyum Kecil Dilihat Noru, Membuat Noru Agak Tersipu, Padahal Noru Orang Dalam Kategori Tahan Ban- Tahan Malu, Mungkin Karna Hatinya Memang Sudah Luluh Pada Yui…
"Nah, Sekarang…"
Yui Mengambil Satu Daging Terakhir, Lalu berbalik Ke Kyouko Dengan Mata berkilauan Dan Wajah Yang Sudah Tidak Tahan… Yui Berbalik Lagi Ke Noru.
"Kano-san, Aaaamm"
"GAH!! Yu-yui-nyaan~~"
Kyouko Langsung Memeluk Meluk Yui Yang Berwajah Datar Dari Belakang, Merayu Yui Agar Dia Disuapi.
5 Orang Lain Hanya Tertawa Melihatnya…
"Wuaah, Enak Sekali, Aku Kenyang!"
Kyouko Pergi Keluar Dengan Yang Lainnya, Kecuali Yui Dan Noru.
"Terimakasih Karna Sudah Melayani Kami"
"Terimakasih"
Noru Membungkukkan Dirinya pada Penjaga Pintu Depan Dan Para Pelayan Lain Dari Kedai Yakiniku Ini…
"Tidak Apa, Silahkan Mampir Lagi Kemari"
"Hai^"
"Hai^, Jaa Ayo Pulang"
"Um- Ah!"
Yui Dan Noru Kemudian Pergi Keluar Setelah Berbicara Dengan Penjaga, Mendekati 6 Orang Lainnya.
"Aku Mau Beli Bahan Buat Pancake Dulu, Mmm… Mau Ikut?"
"Aku Tidak Keberatan, Mau Ke Supermarket?"
"Ah^"
"Oooii"
Ke 8 Orang Ini Ngobrol Didepan Kedai Yakiniku Didaerah Kota, Lalu, Kyouko Memanggil Mereka, Noru Dan Yui Berbalik Ke Mereka Ber Enam.
"Karna Ini Sudah Gelap Dan Kami Niatnya Mau Nyewa Kamar Dulu"
"Oi!"
Ayano Langsung Menentang!
"Setelah Ini Kalian Mau Kemana!!??!"
Kyouko Menunjuk Ke Arah 7 Temannya, Secara Berurutan.
"Kami Berdua Mau Belanja Sedikit Dulu, Kalian Sendiri?"
"Ore To Ayano-chan Wa Kaero!" (Aku Dan Ayano-chan Mau Pulang!)
"(Sejak Kapan Kamu Memanggilku Dengan 'Chan' \*Huff… Yasudahlah, Aku Mungkin Juga ingin Dibilang Begitu Suatu Saat Nanti Olehnya, Lebih Cepat Sedikit Tidak Apa lah…) Eh^, Takutnya Ibuku Marah"
"Ore Mo" (Aku Juga)
"Mmm, Aku Sebenernya Mau Ikut Ke Apartemen Yui, Tapi Aku Belum Izin, Jadi Aku Pulang Saja"
"Aku Juga Sebenernya Mau Mampir Ke Rumah Kyouko Tapi Ini Sudah Malam Jadi Yasudahlah"
Ke 6 Pasang Mata Menatap Tawaka Dengan Dingin, Kyouko Malah Bingung.
~
"Jaa Sampai Jumpa"
"Pai Jumpa"
"Dadah"
Mereka Berenam, Lebih Tepatnya Ayano, Ranka, Kyouko, Tawaka, Chitose Dan Tsurugi Pergi Di Suatu Persimpangan Jalan…
~
"Jaa, Ayo"
"Ah^"
Noru Dan Yui Mulai Berjalan Di Trotoar Jalan, Di Malam Hari Dengan Santainya.
Sekilas Noru Memperhatikan Baju Yang Dikenakan Yui… Sebuah Baju Tebal Turtleneck Putih Dengan garis Garis Abu Abu vertikal Yang Masuk Ke Dalam… Seperti…
"Aah~ Itu Baju Yang Waktu Belanja di Mall Ya…"
"Eh? U-um^ Aku Baru 2 Kali Memakainya, Dan Sejujurnya Ini Nyaman Dipakai Untuk Tidur (Ba-baju Ini Dulunya Agak Longgar, Tapi sekarang Malah Pas Dibadanku… Ini Karna Kano-san Dulu Bilang kalau Ukuran Ini Sudah Pas…)"
"Sou… Baguslah…"
Di Bulan Mei Ini, Noru Memakai Kemeja Putih Dengan Garis Garis Hitam Acak Di Tiap Sisinya, Lalu Celana Jeans Krem Panjang Dengan Sepatu Hitam…
Yui Memakai Celana Merah Cerah Panjang, Yang Agak Sedikit Longgar Di Bagian Paha Kebawah, Ia Memakai Setelan Yang Terlihat Feminim, Tidak Seperti Biasanya Yang Cukup Seperti Laki Laki dari Kejauhan Karna Rambut Pendeknya.
"Ah, itu dia"
Yui Melihat bagian depan dari Supermarket Yang Mereka Berdua Tuju, Lalu berlari kecil mendekatinya, Masuk Ke Daerah tempat parkir.
Noru Melihat Yui Yang Agak berlari, Melihat Ayunan Rambutnya Yang Mulai Mencapai Pundaknya…
Sebaliknya, Saat Yui Berbalik, Yui Melihat Wajah Tenang Noru, Matanya… Alis nya Sudah Tertutupi Rambut Hitamnya, Rambutnya Juga Mulai Menutupi Matanya ketika ada gerakan Yang Membuat Rambutnya jatuh ke Bawah.
Lalu, Noru Mendekati Yui Dengan Berjalan.
"Kano-san, Rambutmu Sudah Panjang Ya"
"Maah, Sepertinya Begitu, Yui Juga, Tapi Aku Tidak Bisa bilang Kalau Itu Sudah panjang, Karna itu Masih Tergolong Pendek Untuk Perempuan"
"Mmm, Aku Rasa Benar, aku Mau Tetap Mempendekkan Rambutku, Tapi Ntah Sampai Kapan Akan Terus Begini"
"Kalau menurutku Sih…"
"??"
"Kamu Tetap Cantik, Mau itu Panjang Atau Pendek"
"!!, Uh…"
Pipi Yui Agak Memerah, Lalu…
"……, Fuh (Itu Sangat Wajar, Yui. Mendapatkan Pujian dari Orang yang Kusukai itu benar Benar Membuatku Tidak Tahan… Huff… Aku benar Benar Malu Mendengarnya, Tapi… aku Juga senang Mendengarnya…) Huf, Makasih Banyak, Kano-san Sendiri, Aku agak Merasa Kalau Kamu Terlihat Keren Bila Rambutmu Panjang Begitu"
"……, Ah^ Makasih, Senang Mendengarnya… Tapi Aku Minimal Harus Merapihkannya Agar Tidak Dimarahi Ibuku"
"Uh? Ibumu Tidak mau Rambutmu Panjang?"
"Ah^, Ibuku Cukup Khawatir Kalau Aku Mirip Berandalan, Karna Sikapku Sendiri"
"Heehh"
Mereka Lanjut Berjalan sambil Mengobrol, Masuk Ke Super Market.
Membicarakan Bahan Bahan Untuk Membuat Pancake yang Hanya butuh waktu 10 Menit kurang, Malah Menjadi 30 Menit Lebih.
~
"Maaf aku malah Lama, Aku Juga Beli Bahan yang Serasanya Sudah Kurang Di Apart"
"Tidak Apa"
Noru Dan Yui Berjalan Ke Pintu Otomatis yang Terbuka Sendiri, Dan Berada Di Tempat Parkir Lagi.
"Jaa Ayo Pulang"
"Ah^…"
Noru Dan Yui Membawa Kantung Putih Ukuran 'Sedang' Ditangannya Masing Masing, Namun Saat Berada di Belokan…
"Ah! Yui"
"Uh? A, Okaa-san"
"Sedang Apa Malam Malam Diluar?"
Seorang Wanita Yang Di panggil 'Ibu' Oleh Yui Terlihat, Noru Yang Ada Disamping Yui, Agak Terkejut, Namun Ia Masih Bisa Mengendalikan Keterkejutannya Dan Tetap Tenang.
"Selamat Sore" \[Konbanwa\]
Noru Membungkukkan Dirinya Pada Ibu Yui.
Ibu Yui Agak Terkejut, Lalu Berbicara…
"Selamat Sore (Siapa Ini… Yui Tidak Pernah Membicarakannya… Apakah Ini… Watar-kun Yang Dibicarakan Kyouko-chan? Sopan Sekali)"
Yui Tersenyum Kecil…
"Tadi Sore, Aku Dan Teman Temanku Pergi Makan Makan, Dan Barusan Aku Belanja Sedikit"
"Begitu Yaa… Ini Siapa?"
"Ini Kan- \*Uhum, Ini…"
Yui Memberi Gerakan Silahkan Pada Noru.
"Aika Noru Desu, Aku Tinggal Disebelah Kamar Yui, Tetangga, Tapi Juga Teman"
"(Teman ya…)
Aah, Jadi Kau Ya… Kyouko-chan Pernah Memberitahuku Soal Ini"
"Terimakasih karna Sudah Menjaga Yui."
"Tidak apa Apa"
Noru Tersenyum Kecil Pada Ibu Yui…Ketika Yui Agak Malu Mendengar Perkataan Ibunya Dan Noru Tentang Dirinya.
"Yui, Bisakah Ibu Pinjam Dulu Noru-kunnya? Ibu Mau Menanyakan Beberapa Hal"
"??"
Noru Sempat Bingung, Lalu Mendekati Ibu Yui… Ibu Yui Menjauh Dari Anaknya, Sejauh 8 Meter Dengan Noru…
Yui Melihatnya Dengan Bingung…
Lalu…
~
"Jaa Yui, Ibu Mau Pulang, Hati Hati Dijalan"
Ibu Yui Kemudian Pergi Dari Belokan Di Suatu Persimpangan jalan ini, Meninggalkan Mereka Berdua…
"Apa Yang Kalian Berdua Bicarakan Tadi?"
"…… Hanya Suatu Tanya jawab…"
"Tanya Jawab?( Kenapa Mereka Sampai Harus Menjauh Begitu)…… Haahh, Yasudahlah, Aku Tidak Akan Memaksa"
"Benarkah? Padahal Kalau Kamu Sendiri Yang Memaksaku, Mungkin Aku Akan Memberitahumu"
"Tidak Apa, Kalau Mau Kasih Tau Aku Yaa, Nanti Saja"
Mereka Berdua Kemudian Pulang, Yui Berusaha Agak Mengesampingkan Hal Barusan dan Mulai mengobrol Dengan Noru Disepanjang Jalan.
\[2\]
"Aku Berangkaaat"
"haai^ Hati Hati Dijalan…"
Di Pagi Hari Di Depan Rumahnya… Akari memakai Baju Kuning Cerah Dan Rok Kuning Gelap, Membawa Tas Hitam Kecil Dibelakangnya.
(Kemarin, Aku… Um, Di Ajak Oleh Haruka-kun Buat makan Makan Di Restoran, Itu Cukup Menyenangkan, Haruka-kun Juga Banyak Menceritakan Soal Sekolah, Teman Temannya Dan Para Senpainya, Tetangganya Yui-chan Juga, Aika-san Katanya Juga Akrab Dengan Haruka-kun, Lalu Sekarang Haruka-kun Mengajakku Belanja Baju… Sejujurnya Aku Kurang Ngerti Banyak Soal Baju, Jadinya Aku Meminta Kyouko-chan Untuk Memberitahuku Soal baju Baju Yang Cocok, Walaupun Aku Ragu, Tapi Katanya kyouko-chan Agak Sibuk Hari ini Jadinya Aku Bingung Lagi… Pada Akhirnya Aku Meminta Ikeda-senpai Untuk Menemaniku, Dan katanya Juga, Ikeda-senpai Sudah Kenal Dengan Haruka-kun Dari Kenalannya, Kebetulan Macam Apa ini…)
Akari Menggelengkan Kepalanya, Lalu Mengikuti Jalan Yang Diingatnya menuju Daerah Kota.
\*~~~\*
'Akari'
"Selamat Malam Ikeda-senpai"
'Chitose'
"Selamat Malam, Akaza-san, Ada apa?"
"Hueh!! Euh… Etto……"
'Akari'
"Bisakah Aku Meminta Tolong, Aku Ingin Ditemani Oleh Senpai Besok Untuk Beli Baju, Karna Aku Di Ajak Oleh Kenalanku"
'Chitose'
"Begitu Yaa, Maah Aku Juga Berniat Beli Baju Nanti, Lebih Cepat Tidak Apa lah… Omong omong Siapa Kenalanmu, Akaza-san?"
"Uh? (Kenapa Ikeda-senpai Bertanya……) Yasudahlah, Aku Beritahu Saja…"
'Akari'
"Namanya Shigasawa Haruka-kun, Saat Chattingan Tadi, Haruka-kun Mengajakku Untuk Belanja Di Mall"
\*\*\*
"Arama… (Haruka-kun Yaa… Mmm, Aku Pernah Bertemu Dengannya Dan Kenalan Dengannya Juga Sih Waktu Lagi Jalan Jalan Sama Tsuru-kun, Mungkin Ini Ada Pertanda Baik…)
"Kenapa? Biasanya Kalau Kamu senyum Senyum Gitu, Pasti Ada Sesuatu"
"Tidak apa Apa kok, Jaa Apa kamu Besok ada Waktu? Aku Diminta Menemani Adik Kelasku Untuk Belanja Baju, Katanya dia Diajak oleh Haruka-kun"
"Belanja baju…… BAGUS!! Huaah, Aku Mulai Bisa membayangkan, Diriku Memilihkan Baju Baju imut Untukmu Chitose-chan!"
"Ahaha, Kamu Berlebihan Ah, Jaa Ikut?"
"Tentu, Maah ada Haruka Juga, Jadi Tidak Apa"
Mereka berdua berjalan Di Trotoar Jalan Di Malam Hari…
~
'Chitose'
"Baiklah, akan Aku Temani, Tapi Bolehkah Aku Juga Mengajak Temannya Haruka-kun, Ia Kenalanku Soalnya" (Maah, lebih Dari Kenalan Sih…)
'Akari'
"Terimakasih Banyak, Tentu Saja Senpai Boleh Membawa Siapapun, Dan Juga Sepertinya Haruka-kun Juga Pasti Akan Membolehkannya!"
'Chitose'
"baiklah, Kalau Begitu Nanti Kita kumpul Di……"
~\*\*\*~
"Ah, Akaza-saan, Siniii~"
"Ah, Ikeda-senpai!"
Akari Berlari, Menuju Chitose Yang Duduk Disuatu Gubuk Keramik Yang Terdapat Disetiap Sisi Dari Taman Di Kota Yang Menjadi Tempat Berkumpul Awal.
Bersama dengan Lelaki Yang Pernah Ia lihat…
(Itu… Kalau Tidak salah Laki Laki yang Bersama Haruka-kun Saat Direstoran, Apakah Dia Kenalan Yang Ikeda-senpai Maksud? Kebetulan Lagi……)
"Maaf Aku Lama, ikeda-senpai"
Chitose duduk Di Pinggir, Disamping Penyangga Yang Dilapisi Kramik, Sedangkan Laki laki Yang Bersamanya ada Di Sisi Samping.
Si Lelaki Berbalik Ke Arah Chitose dan Akari ketika mendengar Perkataan akari.
"Ano, Apa kamu? Kenalan Yang Ikeda-senpai maksud?"
"Aku? Aah, Um^ aku, Mizaki Tsurugi, Kau Mungkin Sudah pernah bertemu Denganku Dulu, tapi Ini pertama Kalinya kita Bertemu Langsung begini"
"Akaza Akari Desu! Salam kenal, Mizaki-san"
"Ah^(Hooh, Akaza-san Ini Terlihat Polos sekali, Sebaiknya aku Tidak boleh Terlalu Menjailinya, Kasian Rasanya…… Tapi! Kemana Sebenarnya Haruka Yang Mengajak Akaza-san ini…)"
Tsurugi Menjabat Tangan Akari, Akari Tersenyum…
Tapi!!! Kemana Perginya Haruka, Semoga saja Dia Tidak sedang Bersembunyi Di Pojokan taman…