
Chapter 55: Mengingat Satu Hal
[1]
*Anggap Aja Jam 10 Pagi
20 April.
"Dan, *Hehe, Disamping Semua Itu… Aku, Menyukaimu Juga…"
"………"
Ranka Masih Menutup Wajahnya, Lalu Perlahan, Ia Membuka Wajah Merahnya Yang Seperti Menggigit Lidahnya, Memberanikan Diri.
"Guh!"
"……(A…AKU MENGATAKANNYA!!!!! HAAHH!!!! MEMALUKAAN!!!!!!!!)"
"……… *Huuffff…… *Haaahhh… J-jaa… A-ada Satu Hal Yang Ingin Ku Pastikan"
"A-apa Itu?"
"A-apa Jawaban Dari Pertanyaan Kedua?"
Muka Ayano Mulai Memerah Padam…
"Ja……Jawabannya…"
"……*Tutup Muka Lagi"
"A……"
"……"
"*Kesel"
Ayano Bangun Dengan Kesal Sambil Malu, Lalu Mendekati Ranka Yang Menutup Wajahnya Dari Depan…
Ranka Kemudian Membuka wajahnya, Melihat Badan Bagian Tengah Ke Bawah Ayano Yang Mengenakan Kemeja Putih Yang Dimasukkan Ke Rok Biru Gelap Pendek Dengan Celana Biru Gelap Ketat Yang Melapisi Kakinya.
Ia Mengangkat Kepalanya, Melihat Ayano Yang Pipinya Memerah.
Ranka Menggigit Lidahnya, Lalu Menarik Tangan Ayano Dan Membiarkan Badan Ayano Menimpa Badannya.
"Wah!"
Ranka Memeluknya Dengan Erat, Merasakan Tempelan Badan Ayano.
"Apakah…… Kamu Sudah Tenang… Sekarang?"
"………Uh^…… Aku…"
"Mencintaimu…"
"*Blush… Juga…"
Mereka Diam Beberapa Detik, Sampai Baju Yang Mereka Kenakan Terasa Hangat……
Ranka Melepas Pelukannya, Dan Ayano Bangun Dan Sadar, Bahwa Barusan, Ia Telah Berbaring Di Atas Badan Ranka Di Kasur.
"Ussooohh!!! Rasanya Kita Sangat Romantis Yaa~ Ayano-san!"
"Ahah ^_^, Iya Yah"
Keduanya Kemudian Sadar… Bahwa Apa Yang Mereka Lakukan, Membuat Mereka Merasa Malu.
"Ja-jaa, Aku Mau Mandi Dulu"
"U-Uh, Aku Tunggu Di Kamar Tengah"
"Baiklah"
Ranka Membawa Baju Dan Handuknya Di Pinggir Kasur Dan Pergi Dengan Ayano Ke Lorong…
***
"Benarkan, Um Hum, Aku Nanti Mau Melakukannya Lagi"
"Apa Maksudmu, Itu Memalukan"
"Mm, Mungkin Saja Ya, Ayano-san, Saat Umur Kita 18 Nanti, Kita Bisa Melakukan Hal Yang Lebih Eks-"
"Hentikan"
Ayano Menyuapi Pasta Ke Mulut Ranka Saat Berbicara.
"Ahaha, *Slurp… Tidak Laah, Kamu Imut Sekali, Ayano-san"
"Huuff…"
'Mereka Saling Goda Kan?'
'Uh^ Mereka Saling Goda'
Mizaki Dan Chitose Saling Bisik.
[2]
"Apa Kita Mau Meninggalkan Mereka Saja?"
"Maksudmu Membiarkan Mereka Jadi Anak Buangan?"
"Tidak Juga Sih, Contoh Utamanya, Kita Beri Mereka Uang 1 Juta Yen Lalu Meninggalkan Mereka Di Pulau Kosong Selama 1 Minggu"
"Idenya Mengerikan, Kita Bicarain Apa Daritadi"
"Pembicaraan Sambil Menunggu Para Petualang Itu Pulang"
"Boukensha… Maksudmu Petualang Manga?"
"Itu Sudah Jelas"
"KAMI PUULAAAANNNGGG!!!!"
Noru Yang Sedang Mengobrol Dengan Yui, Diam Sejenak Dan Melihat Ke Pintu Masuk Ruang Tengah Yang Dibuka Cepat Oleh Kyouko Dan Tawaka.
"Selamat Datang Kembali"
"Ok, Sehabis Ini, kalian Bawa Barang Barang Kalian Berdua, dan Pergilah Darisini"
"APAA!!!"
"APAA!!! Baru Datang Langsung Diusir"
"Tidak Apa Lah, Kano-san"
"……… Ya Sudahlah"
"Tapi Kami Mau Pulang Sekarang Sih, Jadi Tidak Apa Apa"
"Ah^ Kami Kesini Hanya Untuk Membawa Barang Barang, Jadinya Kami Mau Pamit Sekarang!!"
"Jaa Sampai Jumpa Noru, Yui-san"
"Buai Buai"

Tawaka Dan Kyouko Pergi Dari Apartemen Noru, Meninggalkannya Bersama Yui.
"Sudah Pulang Yaa…"
"………"
"Uah, Aku Juga, Mau Kembali Sekarang"
"Ah^"
"Jaa, Mata Ashita (Sampai Jumpa Besok)"
"Uh^ Mata Ashi- Ah, Yui!"
"Uh? Kenapa?"
"Nih"
"Wott- to"
Yui Berbalik, Dan Melihat, Noru Yang Membuka Laci Dekat Kasurnya, Lalu Melempar Sesuatu Pada Yui.
"Uh? Kunci?"
"Ini Kunci Cadangan Kamar Ini, Aku Ingin Kamu Memegangnya"
"Tapi Kan…"
"Hanya Untuk Jaga Jaga, Takutnya Kunci Utamaku Hilang, Tentu Kamu Bisa Bebas Keluar Masuk Kamar Ini Sesukamu, Yang Penting, Pegang Saja Atau Simpan Dikamarmu"
"Mmmm, *Huff, Baiklah, Akan Ku Jaga, Tapi Yaah, Jangan Menghilangkan Kunci Utamamu Ya"
"Ah^ Jaa, Mata Ashita"
"Uh^ *Lambaian Tangan"
Yui Pergi Ke Pintu Masuk Dan Pergi Meninggalkan Noru.
*Cklak.
Noru Yang Tadi Duduk, Langsung Bangun Dan Pergi Ke Kasur.
"Gaahh~ Rasanya Aku Kelelahan Sekarang…… (Tapi, Waktu Ke Mall Tadi, Aku Merasa Mengingat Sesuatu……)
[3]
Yui Kemudian Masuk Ke Kamarnya Di Nomor 8 Dan Menaruh, Kunci Barusan Ke Laci Kasurnya Di Bagian Sudut.
(Fuh… Aku Jadi Agak Heran Dengan Alasan Kano-san Yang Memberikan Kunci Cadangannya Padaku, Padahal Masih Ada Kemungkinan Aku Akan Mencuri Dikamar Itu Yaah, Aku Tidak Akan Melakukannya Sih, Kriminal)
Yui Kemudian Membuka Lemari Baju Dan Bersiap Mandi…
"!! (Aku Baru Ingat… Waktu Aku Beli Baju Dan 'Itu' Saat Akhir Musim Gugur, Aku Pernah Dinilai Oleh Kano-san Soal Pakaian Yang Ku Pilih, Aku Belum Memakainya Lagi Sejak Membelinya…… Apa Aku Pakai Saja Ya Nanti?)"
Yui Membawa Keranjang Berisi Baju Baju Miliknya, Dan 1 2 Baju Kyouko Yang Juga Ia Bersihkan. Dengan Baju Bersih Yang Ditumpukkan Di Atas Untuk Dia Mandi.
Yui Kembali Dari Kamar Mandi, Memakai Piyama Biru Gelap Dan Melihat Jam…
\*18:01
"Huuhh… Aku Coba Lihat…"
Yui Kemudian Pergi Ke Lemari Bajunya, Membuka Bagian Pintu Dan Mengeluarkan, Baju Turtleneck Putih Dengan Garis Vertikal Abu Cerah, Yang……
(Tunggu Sebentar… Kalau Tidak Salah, Kano-san Pernah Bilang 'Untuk Salah Ukurannya…… Menurutku Tidak perlu Diganti, Itu Sudah… Sempurna' Begitu Kan… Tapi Rasanya… Baju Ini…)
Karna Rasa Penasaran, Yui Mulai Melepas Kancing Piyamanya Dan Menaruh Baju Putihnya Di Kasur.
~~
"Eehh~ (Ternyata Benar, Baju Ini… Sekarang Malah Terasa Pas Dibadanku… Apa Aku Tumbuh Secepat Itu? Guh, Aku Jadi Khawatir Dengan Berat Badanku Nanti)"
Yui Memakai Baju Putihnya, Dan Baju Yang Dulunya Kebesaran Ini, Malah Pas Dibadan Yui Saat Ini.
Yui Meraba Raba Seluruh Bagian Bajunya.
(Enak Juga, ini Bisa Dipakai Untuk Jalan Jalan Kecil Atau Tidur… Mungkin? A-ahaha, Aku Jadi Bingung Soal Itu, Mungkin Aku Cuci Saja Nanti, Lalu Aku Akan Memakainya Saat Pergi Keluar Nanti)
Yui Kemudian Melepas Bajunya,Menariknya Keatas, Sebuah Kalung Terombang Ambing Ke Atas Kebawah Dan Akhirnya Tenang Kembali Setelah Yui Melepas Bajunya…
Baju Dalam Yui Terlihat…
\[4\]
"Jaa Mata Nee (Sampai Jumpa)"
"Ah^ Sampai Jumpa"
"Ranka, Jangan Nge Gas!"
"Ba-baik^"
Tsurugi Dan Chitose Pergi Meninggalkan Rumah Keluarga Kase…
"Aahh~ Itu Mengingatkanku, Ayano-san Tau Rumahnya Ikeda-san Kan?"
"Uh? Tau, Baru 2 Kali Kesana Sih"
"Nah, Bisa Beritahu Aku?"
"Guh, Buat Apa Kamu Tau Rumah Gadis Lain! Hmph!! Aku Mau Pulang"
"GAh!! Ayano-san!!~~"
Nada Tinggi Rendah Ranka Terdengar Ketika Ayano Pergi Meninggalkan Rumah Keluarga Kase.
dengan Gaya Dramatis, Ranka Bangun Perlahan, Dan melihat Ayano Yang Berbalik.
"Dadah!"
"(HOOHH!!!!!!!!! Ke-KEMENANGAN BESAR!!!!!!!!!!!!) Da-da-dah"
"(Hihi, Tidak Perlu Segugup Itu)"
Ayano Melambaikan Tangannya Kemudian Benar Benar Pergi Ke Jalan Ke Kiri Meninggalkannya.
(Aku… Merasa Bisa mati Sekarang… Gaahh, Senangnya~~ 'PRmu Kerjakan Bodoh!' DIAM DULU KAU TSURUGI!!!!!)
Ranka Malah Marah Sendiri Ketika Perkataan Tsurugi Muncul Dikepalanya.
\*\*\*
Di Langit Yang Mulai Gelap Ini…
"Menyenangkan Yaa~ Tsuru-kun"
"Ah^ Mungkin Nanti Kita Bisa Mengajak Teman Teman Yang Lain"
"Benar Yaa~…"
"Onee-chaaaann!!!!"
Ketika Chitose Dan Tsurugi Berjalan Di Jalan Yang Dilewati Beberapa Motor… Suara Kecil Memanggil Kata Kakak Dibelakang, menyadarinya, chitose Dan Tsurugi Berbalik.
Terlihat Seorang Gadis Kecil Pendek Berambut Biru Gelap Yang Diikat Kedepan… Membawa Tas Hijau Kecil… Mendekati Mereka.
"Ah!!"
"Uh? Ada Apa"
Si Gadis Kecil Berbalik Dan Melihat, Ke Seorang Gadis Kecil Pendek Lain Berambut Coklat Gelap Yang Membawa Tas Selendang Merah Gelap.
"Mari-chan, Apa Orang Itu, Berubah Secepat Itu?"
"uh? Apa Maksudmu? Kaede-chan?"
"Uh?"
'Ada Apa Ini? Apa kamu Mengenalnya, Chitose-chan"
"Tidak, Tapi Kemungkinan, Gadis Kecil Ini Mengira Aku Adalah Chizuru, Karna Yaa'
"Chizuru Kan Adikku"
"Benar Juga ya,(Waktu Kupikir Lagi, aku Baru Bertemu Chizuru-san Itu 2 Kali Ya, Rasanya Aku Harus Minta Maaf Tanpa Alasan)"
"Ah! Chizuru Onee-chan"
"uh? Kamu Kenal Chizuru?"
Chitose Berjongkok, Menyamakan Ketinggiannya Dengan Si Gadis kecil Yang Disebut Kaede.
Gadis Kecil Yang Disebut Mari Mendekati Mereka.
"Um!"
"Begitu Ya~ Aku Kakaknya Chizuru, Aku Chitose"
"Chitose… Mirip Sekali!"
"Maah, Aku Kan Kakak Kembarnya, Omong Omong, Apa Yang Kalian Berdua Lakukan Disini? Sudah Mau Gelap Lhoo"
"Sebenarnya!- Ki-kita Mau Apa, Mari-chan!?"
Kaede Mendekati Mari Dan Bersembunyi Sambil Agak Gemetar
(Aduh, Rasanya Keberadaanku Langsung Menghilang Kalau Aku Tidak Ngomong Ngomong)
"Se-sebenarnya, Ka-kami Tersesat! Tapi Orang Orang Mengabaikan Kami!"
"Uh? Tersesat, Aduh, Kasihan, Apa Kalian Diberi Kertas Oleh Orang Tua Kalian?"
"Kertas…… Ah!!!"
Mari, Membuka Tasnya, Dan Mengeluarkan Selembar Kertas"
"Ada!!"
"Coba Ku Pinjam"
"UN!^ Kalo Kaede-chan?"
"Mmm, Ah!! Aku Juga Ada, I-ini, O-onii-san"
"Eh? Ahh, Baiklah"
Tsurugi Ikut Jongkok, Dan Mengambil Kertas Milik Kaede.
"Furutani… Kaede, Itu Namamu?"
"Um!^"
"Begitu Ya, Etto… Tolong Hubungi Nomor Ini Untuk Memberitahukan Rumah Keluarganya… Ah"
Tsurugi Kemudian mengeluarkan HPnya, Dan Mengetik Nomor Yang Ada Di Kertas Kaede.
Ia pun Menempelkan Hpnya Ke Telinga.
\*Sementara Itu.
"Haahh, Funami Yaa~ Funami Mari?"
"Um!"
"Hah Hah~, Etto, Apa Mari-chan Kenal Dengan Yui-Nee-san?"
"Hooh! Yui Onee-Chan! Aku Tau! (Onee-chan Yang Satu Ini Pasti Bisa Meramal!!)
"Begitu~ Kebetulan Sekali, Aku Ini Temannya Funami Yui"
"Heehh, Begitu Yaa, Jaa, Aku Mau Pulang Kerumah Yui Onee-chan Dulu!! Ah, Tapi Kata Ibu, aku Harus Memberitahunya Dulu…"
"Baiklah, Akan Aku Antar Ke Rumah Ya… Tsuru-kun"
"Aah, Hai^ Sa-saya, Menemukan Anak Bernama Kaede Di Jalan…… Nomor 8 \*\*\*\*"
'Saya Akan Kesana Secepatnya, Mohon Tunggu Sebentar'
"Ah, Hai^ Akan Kami Tunggu"
Tsurugi Mematikan Hpnya dan Memasukkannya Lagi Ke saku.
"huh? Furutani?… Ah, Apa Mungkin, Kaede-chan Punya Kakak Namanya Himawari?"
"heh? Kenapa Onee-chan Tau?"
"Yaah, Hanya Tau Saja… Katanya Nanti Dijemput Disini Kan?"
"Um^, (Aku Jadi Takut Dikira Penculik Karna Chitose-chan Bilang Kalau Dia Kenal) Tapi… Kita Harus Bagaimana Sekarang?"
"Mmm, Aku Sebenarnya Tau Rumah Funami-san, Tapi Disini Hanya Tertulis Alamat Rumah Keluarganya Mari-chan…… Mmm, Bagaimana Begini… Aku Akan Mengantar Mari-chan Pulang Kerumahnya, Dan Tsuru-kun Bisa Menunggu Jemputannya"
"Boleh Saja, Maa, Yang Penting Mereka Bisa Pulang (Keselamatan Orang Lain Diutamakan, Begitu Lah, Yaah, Kebersamaanku Dengan Chitose-chan Juga Bisa dilakukan Nanti, Jadi Tidak perlu Buru Buru)"
"Jaa, Kaede-chan, Sampai Jumpa!!"
"Sampai Jumpaa~"
Kaede Dan Mari Melambaikan Tangan, Juga Chitose Yang Melambaikan Tangannya pada Tsurugi.
"Haah… Apa… Onii-chan Orang Jahat?"
"Heh?! Ke-kenapa Kaede-chan Bilang Begitu?"
"Himawari Nee-chan Bilang, Kalau Jangan Mengikuti Orang Asing"
"*Huuffff… Tenang Saja, Barusan , kaede-chan Dengar Suara Kakaknya kaede-chan Kan tadi? Sebentar Lagi, Kakakmu Akan Datang"
"Benarkah?"
"Um^"
Tsurugi Mengelus Rambut Kaede, Lalu…
(GAWAT!! Takutnya Ada Polisi!!)
Melepas elusannya…
"Kaedeee!!!"
"Haah!! HIMAWARI ONEE-CHAAN!!!"
Kaede Berbalik Ke Himawari Dan Langsung Berlari Mendekatinya Dan Memeluknya.
~
"Ano, Terimakasih Karna Telah Menelpon Nomornya"
"Aah, Tidak Apa, Saya Merasa Bersyukur Karna Telah Membantu"
"Hai^ Kalau Begitu, Kami Permisi"
"Um^ Tanyakanlah Pada Chitose-chan, Dia pasti Tau Mengenai Hal Ini"
"Eh?"
Saat Himawari Dan Kaede Berbalik Membelakangi Tsurugi, Ia mengatakannya, Dan saat Berbalik Lagi, Tsurugi Telah Menghilang…
(Chitose……Chan? Apa Jangan Jangan Ikeda Chitose-senpai?!)
\*
(Rasanya Kesan Misteri Yang Kutimbulkan Jadi Bertambah, Huff, Sepertinya Aku Harus Banyak Berterimakasih Pada Souki Soal Gerakan Cepat Itu… Haha)
Tsurugi Berjalan Dengan Senyum Lega~
\[5\]
"Pertama, Angkat Semua Telepon Yang Masuk"
"Um^"
"kedua, Cek Suara, Kalau Suaranya Hanya 'Plok Plok Plok' Langsung Tutup Telponnya Dan block Nomornya…"
"………"
"Kalau Ada Yang Bilang 'Moshi Moshi' Jawab Balik"
"huuh…"
"Ketiga, Identifikasi Namanya Dan Apa Tujuannya"
"Hooh Hooh"
"Ke Empat, Lakukan Dengan Natural"
"Penjelasanmu Kurang Jelas…"
"Aku Bilang Yang Sebenarnya, Nyatanya, Ada 2 Sikap, Curiga Dan Langsung Menutup Panggilannya, Atau Curiga tapi Ingin Tau Semua, apa Tipemu?"
"Curiga Langsung Tutup"
"Itu Bagus, Tidak Mau Mencari Masalah Itu Bagus… Tapi Mencampuri Urusan Orang Lain Terkadang Juga Bagus, bagaimana Bila Orang Tersebut Berniat Menaklukan Dunia?"
"Kau Tidak Jelas, Lagian, Orang Orang Seperti Itu Hanya Berdelusi, Nyatanya, mereka bahkan Tidak Bisa Menaklukan Lingkungan Sekitar Dalam Luas 100 Meter"
"Obrolan Kita Makin Dalam Ya…"
"Kau Yang Memulainya, Aku Hanya Bertanya Soal Reaksi Apa yang Harus kuberikan Pada nomor Asing Yang Menelpon"
"Maa Maa, ini Hanya Obrolan, Bawa yang Penting Dan Buang Bagian Tidak Bergunanya. Kau Sendiri Bukannya ada Urusan Ke Rumah Senpaimu, Kenapa Kau malah Santai Santai Dan Bermalas Malasan Disini?"
"Diamlah, Tidak Ada Salahnya, Lagian Aku Kerumah Senpaiku Itu Besok Waktu Sekolah, Bukan Sekarang, Ini Hari Minggu"
"ah, Aku Lupa"
"…… Ingatanmu Tertahan Sepertinya"
Seorang Perempuan Meminum Coklat Panas Dari Gelas Putih Di Suatu Kafe.
Satu Orangnya Lagi, Melipat Tangannya Di Meja, Dan Berwajah Serius…
"Jangan Pasang Muka Serius Begitu, Mukamu Terlihat Jelas"
"Ah, Aku Lupa Kalau Aku Tidak Pakai Kacamata Sekarang…"
"Tapi Bukannya Matamu Cukup Bermasalah, Memangnya Tidak Apa Ya Melepasnya?"
"Tidak Apa, Aku Sudah Melakukan Pengobatan Rutin Agar Minsku Hilang Dan Mulai Melepas Kacamataku, Dan Juga, Mungkin Saja Aku Terlihat Keren Bila Melepasnya"
"Jangan Kepedean, \*Slurp… \*Ahh, Mins Berapa?"
"5"
"Heehh, Sejak Kapan?"
"Kelas 4 SD…… Kau Mau Mengorek Informasi Dariku Ya?"
"Sayang Sekali, Tidak… \*Guh, Jangan Pasang Wajah Seram Begitu!"
"………"
Lelaki Yang Serius Barusan Menyandarkan Badannya Ke Kursi Coklat…
"Minus 5 Itu Hampir Parah, tapi Aku Berusaha Menguranginya"
"……… Parah Yaa… Berusahalah Untuk Menguranginya, Aku Akan Membantu Bila Bisa"
"Makasih…… Rasanya, Mengobrol Denganmu Benar Benar Mengurangi Bebanku"
"…Souh… Baguslah Kalau Begitu"
"Refresh Dari Pekerjaan Ketua Osis Dan Kerja Paruh Waktu… Aku Baru Menyadari Kalau Hidupku Sangat Sulit"
"………"
"Ah, Lupakanlah…"
"……… Hai^"
Mereka Duduk Bersebrangan Di Sebuah Kafe yang… Begitu Tenang, Dengan Gerimis Hujan Musim Semi…
\*\*\*
(Aku Mulai Memikirkan, Kenapa Kita langsung Berpisah Padahal Rumah Kita Katanya Berdekatan, Yaah, Beratuh Ratus Meter Sih…)
\[6\]
Senin, 22 April 2019.
"Guhu Naa~ Aku Malah Jadi sering Jalan!!"
"Apa Maksudmu?"
"Begini Nih, Chizuru-san Terkadang Seperti Tanpa Alasan Ingin Jalan Jalan Denganku, Huhuhu!! Pasti Akan Ada Pertanda Nantinya"
"Hati Hati Souki, Takutnya malah Ditinggalin"
"Berisik!!"
"Nggak Sadar Diri Napa"
Souki Duduk Memakai Seragam Smp Seiri Tanpa Jas Biru Gelap…
Di Sampingnya Ada Noru…
"Ada berapa Tipe Rute Pendekatan Yang Mepet?"
"Mmm, Mepet Trus Hilang Kendali, Lalu, Mepet Trus Menjauhi"
"Nah… Mungkin Saja Chizuru-san masuk Ke Tipe Kedua"
"Kau Diam Saja lah"
"Ah^ (aku Juga Sedang Malas Ngomong)"
"Oi, Kita pindah kelas!"
"Kau Sendiri…"
Tawaka Berbicara Di Kelas kosong Pada noru Yang Ada di Pintu Masuk Kelas…
"Ketiduran Juga jangan Seperti Itu, Bodoh"
"Aika-kun, Hari Ini Kita mau Ke tempat Karaoke Sama Yang Lain, Mau Ikut Tidak?"
"Karaoke yaa~ Maaf, Lain Kali Saja"
"Begitu Yaa, Yasudahlah"
Seorang Gadis Berambut Pendek Merah Gelap Mendekati Lalu Menjauhi Noru Setelah menanyakannya, Dia mendekati Kelompok Gadis Gadis Yang lain.
"Aika-kun Tidak ikut"
"Yaah, Sudah Jelas Sih…"
"Jelas"
"Sudah Jelas, Karna Pacarnya!!"
(Sudah Kuduga, Rumornya Mulai… Apakah Kalian Langsung Menyimpulkannya Begitu Hanya Karna aku Separuh Jalan Bersama Yui Saat Berangkat)
"Humph! Jangan Berpikir Begitu, Aika-kun, Kami Menyimpulkannya Setelah Melihat Kalian berduaan! Mulai Dari Restora-"
"Hentikan Oosaka-san, Kau Hanya Mengumbar Umbar"
Seorang Gadis Berkacamata Merah Tiba Tiba Muncul Dan agak berteriak, Membuat Kelas Ini Mendengarnya, Tapi Yah, Mereka Tidak Terlalu Peduli Dan Tidak Memikirkannya, Tapi Juga, Ada Yang Mendengarkan.
"Huh Huh! Dingin Sekali Yaa~ Kau Jahat Sekali, aika-kun"
"Ah^ Aku Berniat Menjadi Musuh Seluruh Dunia Agar Aku Cepat Mati"
"Jangan Bilang begitu Lah, Hanya karna Aibmu Dibagikan"
"Hanya… Yasudahlah…"
"Oii!! Noru, Guru Mencarimuu!"
"Ah, Tawaka, Switch"
"Baik!!"
Noru Kemudian Pergi Ke Pintu Depan, Bertukar Tempat Dengan Tawaka Yang Barusan memberitahunya Kemudian duduk Di Tempat Noru.
"jadi, Ada Apa ini? Jarang Jarang Lhoo Noru Minta switch"
"Apa Itu?"
"Istilah Game Dalam Bertukar Tempat"
"Omong Omong, Apa Kashima-kun Beneran punya Pacar?"
"PUNYA LHOO!!!!"
"AAAPAAAA!!!!!"
Kelompok Laki Laki Di Bagian Belakang Menyadarinya Dan langsung Menyeringai, Lalu Diam Kembali, Dan terlihat Seperti Merencanakan sesuatu.
"Nga-nggak Papa tuh? Kashima-kun?"
"N-ntahlah, Aku Jadi Agak Khawatir…… (Aku Dapat Ide…) Aku Pergi Dulu!"
Tawaka langsung Berjalan Keluar Kelas, Dan Pergi Ke Kelas Lain…
\*\*\*
Tawaka Berjalan Mengendap Endap, Dan Mengintip Ke Kelas 2 - A.
'Yosh'
Pintu Yang Terbuka tersebut Memperlihatkan Kelompok Laki Laki Dan perempuan Bagai Kelas Biasanya…
"KASE RANKA PUNYA PACAAARR!!!!!!!"
"AAAPAAAA!!!!!!!"
Reaksi Yang Sama… Namun Kali Ini, Suara para Gadis Gadis Lah yang Terdengar, Setelah Mendengar Reaksinya, Tawaka langsung Pergi Kembali…
(Pasti Saat Ini, Ranka Sedang Diintrogasi Oleh para gadis gadis Karna Punya Pacar!!)
\*Nyatanya.
"Selamat, Kase-kun!!"
"aah, Makasihh"
"Hooh, Pangeran sekolah Kita Sudah dapat Pacar, Artinya, Gadis Gadis Disini Yang menyukai ranka, Bisa Datang Pada Kami!!"
Segerombol Anak laki laki Lain datang…
Para Gadis Menjawab.
"BAAIK!!"
"MANTAAPP!!!!!!!!!!"
Kelas Ini Terlalu Kokoh Untuk Dirobohkan.
"Sayang Sekali Tawaka, Rencana mu Tidak Berhasil"
"GUUH!!! Kenapa!!"
"GAHAHAHAHAHAHAHA!!!"
"Jahat Sekali Tawamu Itu"
"Mungkin Saja Ranka Memang ditakdirkan Jadi Antagonis Dan Jadi Musuh Seluruh Sekolah, aku Jadi iri"
"Diam saja kau Noru"
"ah^…"
Noru Benar benar Diam, Karna Tanpa Perintah Ranka pun, Ia Sedang Ingin Diam…
(Ah, Aku Jadi Teringat… Kemarin, ada Banyak Barang Dikirimkan Ke Kamar Nomor 6, Mungkin Akan ada Penghuni Baru…)
[7]
"Apakah Kaede-chan Baik baik saja? Furutani-san?"
"eh? A…Aah^"
"Begitu yaa~ Syukurlah, Untung Saja Tsuru-kun Tidak Macam Macam"
"A…Ano, ikeda-senpai, Si-siapa Laki laki Yang Bersama adikku Kemarin? Dan, kenapa Senpai Tau?"
"Kami Baru Menginap Bersama, Ayano-chan juga Ikut, Saat Pulang Kaede-chan mengira Aku Adalah Chizuru Dan Ternyata mereka……
~
"Begitu Yaa, Maaf Merepotkan"
"Tidak Apa"
"Kalau Boleh Tau, Siapa Laki laki Itu?"
"……… Rahasia Ah"
"Eeee~H, (I-ikeda-senpai Ternyata Juga Bisa Jahil, Aku Cukup Bingung, Tapi, laki Laki itu Memanggil Ikeda-senpai Dengan Nama Chitose-Chan Kan?)
Ia bingung
[8]
*Kemarin
"(Mmm, Kyouko Barusan Ngechat Kalau Nanti Klub Kesenangan akan Berkumpul Disini Dan Bersenang Senang, Haha, Mungkin Karna Sesuai Dengan Namanya, Aku Juga Merasa Kalau Aku Harus Membeli Bahan bahan Untuk Makanan Ringan, Roti Mungkin?) Fiuh, Yosh, Aku Sudah mengumpulkan Baju Dan Sekarang, mungkin Belanja Saja"
Yui Pergi Ke Lorong Apartemennya, Memakai Kemeja Putih Dan Rok Biru Gelap pendek…
(Aku Baru sadar, Ternyata Di Kamar Nomor 6 Ada Yang Sedang Pindahan, Akan ada Penghuni Baru Yaa)
"uh? Orang Itu…"
"Uh? Aahhh!!! Yang Kemarin, Selamat Siang"
Yui Didekati Oleh Seorang Gadis Berkulit Cerah Berambut Panjang Yang Di Cat Kuning Pirang Hanya Dibagian Ujung.
"Heeh, Jadi Kau Tinggal Disini Yaa, Ah, Maaf Untuk Yang Kemarin"
"Aah, Tidak Apa Apa, Temanku Juga Tidak Apa apa kok"
"Syukurlah, Ah, Namaku Minawa Napha! Panggil Saja aku Napha"
"Ahm, Napha-san Ya, Aku Funami Yui, Aku Tinggal Di Kamar Nomor 8"
"Hooh, Begitu Yaa, Yah, karna aku Baru Selesai pindahan, Aku Tidak ada Kerjaan, jadi aku Akan menemanimu!"
"Eh? Ti-tidak Perlu Kok, Aku Hanya Belanja"
"Maa Maa, sudahlah, akan kutemani"
(O-Orang Ini, Keras kepala!!, Guh, Apa Boleh Buat, Ku Terima saja)
~~
"begitu…"
"Napha……"
"Kamu Pernah membicarakannya kan? Akari?"
"Um!^ aku Tidak Menyangka Dia Akan ada Kesini!"
"Geh, Aku Pikir Kamu Tau, Apa kamu Tau sesuatu Soal Dia?"
"Mmm, Seingatku, Napha nee-san Pernah Bilang, kalau Umurnya masih 17 Tahun Dan masih Sma"
"HEH!! Benarkah?!"
\*Sementara itu…
"Minawa Napha Desu! Salam kenal Semuanya!!"
\*SALAM KENAL!!!
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]