
Chapter 25: Wisata Ini Hanya Milik Kita Berdua [4]
[1]
"Ano, Boleh Minta Brosurnya?"
"Ah, Tentu Saja Funami-san"
Yui Meminta Brosur Ke Seseorang Di Kursi Sebrang Didalam Bus.
"Makasih…… Etto……"
(Ah, Ini Dia)
Yui Membuka Dan Panel Brosurnya Yang Membicarakan Soal Kyoto.
(Kuil Kiyomizu Dera, Kalau Tidak Salah, Baru Direnovasi Ya… Sepertinya Kuil Ini Luas Sekali, Petanya Saja Membuatku Cukup Pusing……… Ntah Kenapa Rasanya Sunyi Kalau Kyouko Tenang Seperti Ini, Tapi Baguslah)
Yui Sedikit Mengintip Ke Kyouko Yang Sedang Mengetik Dengan 2 Jempolnya.
Yui Kembali Fokus Ke Brosurnya.
(Rasanya Ke Kyotoan Sekali Kalau Melihat Kuil Kiyomizu, Ntah Kenapa Rasanya Seperti Itu…… Selanjutnya… Kinkaku-ji, Aahh, Bangunan Yang Mirip Emas Itu Ya… Aku Jadi Tidak Sabar)
Rasa Sabar Yui Akhirnya Selesai.
~~
"Kau Baik Baik Saja Kah?"
"Ueueueue…………"
Yui Mengikuti Kyouko Yang Turun Dari Mobil Sambil Sempoyongan, Saat Kyouko Melihat Kiri Kanan, Ia Melihat Chizuru.
"WAHH!! Ada Chizuru!!!"
"Sudah Jangan Diganggu"
"………… Baiklah"
(Kenapa Dia Jadi Penurut? Dan… Kupikir Kalau Dia Akan Lari Ke Chizuru-san Dan Dihajar)
Yui Berjalan Menuju Kerumunan Perempuan Yang Memakai Seragam Sekolah Nanamori Dan Diberi Pengumuman.
Yui Memakai Seragam Sekolah Nanamori Musim Dingin Dan Tas Gendong Putih Cerah.
[2]
"Kita Sudah Sampai Di Kiyomizu!!!"
[Sebuah Kuil Di Kyoto]
"Rasanya Ke- Kyotoan Sekali Ya"
"Toshinou Kyouko, Jangan Terlalu Menarik Perhatian"
Ayano Mendatangi Kyouko Dan Yui Yang Berada Di Tangga Bawah Di Kiyomizu. Bersama Chitose Yang Memasang Wajah Bingung Ragu
"Ayano-chan Juga, Jangan Terlalu Liar Seperti Itu"
Yui Melihat Kesamping Chitose Dan Ayano Terlihat Melihat Kiri Kanan Seperti Kucing Kelaparan
"Tapi Karna Sudah Lama Tidak Kesini, Aku Juga Jadi Lebih Bersemangat"
"Begitu ya, Chitose Kan Dari Kansai Ya"
"Bagitu La-"
"Um?"
Chitose Melamun Sekejap Dan Tidak Memperhatikan Yui.
"Chitose?"
"Ah, Tidak Apa"
"Ha-haa…… Eh, Kyouko Kemana Kaauu!!!"
Yui Langsung Melihat Sekitar Dan Tidak Melihat Ayano Dan Kyouko.
"Maaf Chitose, Aku Mau Mencari Kyouko Dulu"
"Uum, A-aku Juga"
Yui Meninggalkan Chitose Sendirian Di Bawah Tangga Kiyomizu Dengan Banyaknya Orang Disekeliling.
"Ugh, Kemana Perginya Dia, Dan Juga Kenapa Ayano Ikut Menghilang"
Yui Melihat Sekitaran Dari bagian Depan Gerbang Kiyomizu, Iapun Pergi Bagian Kanan Gerbang.
Yui Melihat Kiri Kana Depan Belakang, Seperti Bermain Perang. Setelah Beberapa Menit Mencari, Ia Memutuskan Untuk Berhenti Sekejap Sambil Minum.
Yui Mendekati Mesin Minuman. Memasukkan Kertas Dengan Tulisan 1000 Yen Dan Memilih Kaleng Coklat Tanah.
Kaleng Tersebut Jatuh Ke Bawah Setelah Yui Menekan Tombol, Dan Yui Mengambil Kaleng Dengan Tulisan KOPI hitam Yang Tulisan Kopinya Lebih Besar Dari Hitamnya.
(Aku Jadi Ragu Kalau Minuman Ini Mengandung Lebih Banyak Kafein, Semoga Saja Aku Bisa Tidur Nyenyak)
Yui Mendekati Pinggiran Pagar Bata Di Bagian Atas Kiyomizu Dan Menyandarkan Badannya Lalu Membuka Tutup Kalengnya.
Dengan Beberapa Orang Yang Melakukan Hal Sama Di Sampingnya, Laki Laki Maupun Perempuan.
Saat Meminumnya Beberapa Kali Teguk, Yui Mendengar Suara Yang Akrab Di Telinganya, Yang Seharusnya Tidak Ia Dengar Saat ini
"Funami……… San?"
"Eh?……"
Yui Menengok Ke Kanan, Dan Melihat Seorang Lelaki Yang Juga menyandarkan Badannya, Lelaki Dengan Jas Biru Gelap Dan Celana Hitam Abu.
"Eh? Kenapa… Aika-san Ada…… Disini?"
"*Uhum"
Lelaki Yang Yui Panggil Aika-san Ini Membersihkan Tenggorokannya Dan Mendekati Yui.
"Eeemmm………"
"Eh, A-apa Yang Kamu Lakukan"
"Ini…… Beneran Funami-san Kan?"
Aika Mendekatkan Wajahnya Ke Wajah Yui Dengan Ekspresi Tenang, Tanpa Rasa Malu.
"Ah, Beneran Ya?"
"Ya Iyalah!"
"…………"
"…… Ja-jadi Kenapa Kamu Ada Disini?"
"(Darma) Wisata, Seperti Mempelajari Sesuatu, Tapi Aku Juga Bingung Mempelajari Apa Dari Wisata Yang Mirip Liburan Dengan Teman Seangkatan"
"Seperti Biasa, Memberi Jawaban Yang Rinci Ya, Sebenarnya aku Juga…… Tapi Kenapa Bisa Barengan?"
"Ntahlah, Aku Kurang Tau Jelas, Pertama Tama Mungkin……… Jalan Jalan?"
"…… Baiklah, Mumpung Ada Teman Juga"
(Tidak Ku Sangka Aku Bertemu Aika-san Ditempat Ini…… Aku Jadi Mulai Memikirkan Kalau Aika-san Punya Semacam Alat Teleportasi Dan Langsung Bertemu Dengaku…… Ugh… Tapi…… Disisi Lain Mungkin Aku Senang Bertemu Dengannya Disini)
Yui Dan Aika Berjalan Berdampingan Sambil Keduanya Memegang Kaleng Dengan Warna Yang Berbeda.
[3]
Yui Dan Aika Sampai Disuatu Tempat Luas Yang Lantainya Terbuat Dari Kayu Kokoh Dan Pemandangan Luas Di Pinggir Pagar Dengan Pohon Pohon Warna Merah
[Abaikan Saja Kyouko]
"Ini…… Kiyomizu No Butainya Ya?"
[Tempat Utama Atau Hall Dari Kuil Kiyomizu]
"Um, Kamu Tau Banyak Ya? Funami-san"
"Yaah… Aku Baca Baca Sedikit Waktu Diperjalanan…… Tapi, Aku Masih Bingung Kenapa Kita Bisa Bertemu Disini, Dan Juga Alasan Sekolah Kita (Darma) Wisata Pada Tanggal Yang Sama, Menurutku Bukan Kebetulan"
"Buat Apa Juga Dipikirkan… Palingan Setelah Kita Tau, Kita Hanya Akan Berbicara 'Oh'"
Aika Yang Tadinya Menghadap Ke Depan, Ia Berbalik Ke Yui Dan Menatap Matanya dengan Tajam Tapi Dengan Suara Lembut.
"Mmmmmm… Yah, Benar Juga Ya"
"Kita Nikmati Saja Waktu Kita Berdua"
"……… Iya Yah"
Yui Tersenyum Manis Pada Aika Yang Menyandarkan Tangannya Di Pinggiran,
Aika Hanya Membawa Tas Selendang Hitam Kotak Shinobuemon.
Yui Berdiri Disampingnya Sambil Sesekali Melirik Ke Aika.
(Aika-san Itu……… Sungguh Orang Yang Tenang… Persis Seperti Aliran Air Di Pedataran… Yah, Walaupun Kadang Sikapnya Acak Sekali.
"Uumm… Kalau Kita Lompat, Kita Bisa Mati Nggak Ya?"
"Eh, Kenapa Kamu Menanyakan Seperti Itu?"
"Um, Penasaran Saja"
"Mungkin Tergantung Cara Mendaratnya"
"Uumm……"
Aika Merogok Saku Celananya Dan Mengeluarkan Ponsel Putihnya, Lalu Memencet Mencetnya Lalu Menempatkannya Dia Depan.
"Sini Foto…"
"Eh? Be-berdua?"
"Um, Ayo…"
Aika Memegang Ponselnya Dengan Tangan Kiri Dan Mengangkatnya Ke depan Atas Sedikit, Lalu Memberi Gerakan Kesini Ke Yui.
Yui Mendekatinya Aika, Saat Makin Dekat Dan Pundaknya bersentuhan, Yui Menghembuskan Nafasnya, Berusaha Untuk Tenang… Lalu Mengukir Senyum Kecil Di Wajahnya sambil Melihat Layar.
Aika Masih Memasang Wajah Membosankannya, Lalu Saat Melihat Yui Tersenyum, Dia Menutup Matanya, Lalu Ikut Tersenyum Kecil Melihat Layar.
"Jaa… Aku Foto"
"Yeah"
Aika dan Yui Mempertahankan Wajah Mereka Dan Suara Foto Di Ambil, Terdengar Dari Ponsel Aika.
"Yosh…Kita lihat……"
"Uum… Aika-san…… Tampak Senang"
(Fotoku Dan Aika-san…… Hanya… Kita berdua…)
"Benarkah…… Funami-san Juga…… (Aku Tidak Yakin Bisa Mendeskripsikannya)"
"*Ehem… Hehe ^_^ Terimakasih"
"~_~" [Anggap aja Ini Wajah Datar Aika yang Membosankan]
"Nanti Kirimkan Ya"
"Baiklah"
Aika Memasukkan Ponselnya Ke Saku Dan Berbalik
(Sepertinya, Ini Akan Menjadi… Salah Satu Foto Yang Kuambil Dan Anggap Berharga… Tapi Bisa Kukatakan… Funami-san Bisa Feminim Kapan Saja Ya)
(Sepertinya Aku Baru Kali Ini Melihat Aika-san Memasang Wajah Senang Dan Tersenyum Seperti Itu, Yah, Kalau Blak Blakan, Dia Punya Mata Yang Membosankan, Kalau Dianya Males Sih)
"Uh, Mau Kemana?"
Aika Berbalik Dan Pergi Ke Suatu Tempat Yang Dekat Dengan Tempat Ini.
Yui Mengikutinya, Dan Aika Mendekati Sebuah Patung Berwarna Emas Di Dekat Bangunan Kuil.
"Ah… Ini Tuh………"
"Katanya Kalau Bagian Yang Kita Disentuh Akan Diberkahi, Aku Cukup Heran Sih"
"Aahh, Jadi Patung Ini Ya…… Aku Mau Coba"
Yui Mendekati Patung Buddha Dan Menyentuh Bagian Dadanya Sambil Mengelusnya Dengan Pelan.
(Aku Ingin…… Hatiku Dan Perasaanku Padanya, Bisa Lebih Dikeluarkan…… Dan… Aku ingin Ukuranku Cocok Dengan Seleranya…… Aku Cukup Ngawur Juga Ya)
"Tenang Saja Funami-san, Tulang Rusuk Tidak Akan Hancur Semudah Itu"
"Aku Tidak Minta hal Begitu!!"
"Kalau Begitu Giliranku"
Yui Melepas Dan Mundur Ke Belakang Dengan Muka Merah.
Aika Mendekati Patungnya Dan Menyentuh Bagian Lutut Patung Buddha.
(Lututku Sering Kesakitan Akhir Akhir ini, Bukan Karna Membuang Hal Aneh Tapi Karna Pegal, Aku Berharap Saja)
"Memangnya Lututmu Kenapa Aika-san?"
"Mmmm… Aku Rasa Aku Tidak Perlu Mengatakannya"
"Begitu Ya……… Ba-bagaimana Kalau Kita Lanjut Ke Tempat Lain?"
"Um, Ayo"
Aika Mendekati Yui Dan Berjalan Pergi Meninggalkan Kiyomizu No Butai.
[4]
"Uh, Itu…… Chitose Ya"
"Uh, Chitose?"
"Ah, Dulu Kamu Pernah Bertemu Dengannya, Yang Menggunakan Kacamata Bulat Namanya Ikeda Chitose… Dia Bersama… Siapa Itu?"
"Ah, Ikeda Ya… umm… Dari Postur Badannya Sih Bisa Kukatakan Itu Tsurugi, Mizaki Tsurugi"
"Mizaki…… Ah, Chitose Pernah Membicarakannya, Jadi Mereka Bertemu Ya… Um? Mereka Habis Dari Air Terjun Kecil Itu Kan?"
"Sepertinya Begitu… Mau Coba Juga?"
"uumm…… Sepertinya Nanti Saja, Ayo kita kunjungi tempat Itu Nanti"
"Ok"
Aika Dan Yui Berada Dibagian Atas Dan Melihat Ke Bawah Tempat Orang Orang Mengantri Untuk Meminum Air Dari Air Terjun Kecil Otowa.
Mereka Berbalik Dan Menaiki Tangga Yang Dihitung Tingginya 3 Meter. Dan Sampai Di Atas Disamping Orang Oranv Menaruh Ema
"Apa Itu…… Tainai Megu-"
Tepat Sebelum Aika Membaca Pelang Dari Jauh, Suara Orang Lain Terdengar.
"Ah! Yui! Dan Wajah Datar-san!"
"Ah, Kyouko-san…… Bisa tidak Kamu Mengingat Nama Temanmu Ini"
"Tidak Apa Tawaka, Aku Sudah Sering Mengatakannya, tapi Tetap Tidak Didengarkan"
Kyouko Dan Kashima Bertemu Aika Dan Yui Di Tangga Didekat Orang Orang Menaruh Permohonan Mereka Di Ema
"Kenapa Sampai Ada Kashima-san Juga Disini?"
"Aah! Funami-san Belum Tau Ya… Noru Juga Belum Tahu… Jadinya Akan Kukatakan Saja Langsung…"
"Um^"
"Uh-huh"
(Agak Aneh, Kenapa Tawaka Tidak Memberi Tahuku? Sepertinya Otaknya Mulai Bekerja Setelah Dekat Dengan Toshinou-san Yang Dalam Kondisi Yang Sama)
Pikiran Ngawur Aika Terbaca Dari Mukanya yang Terlihat Penasaran.
"Apa kalian Berdua pacaran?!?"
"Tidak"
"Ti-tidak"
"Hhmm… Jawaban Kalian Selaras Ya……… Ya Sudahlah… Omong Omong…… Perhatikan Pemirsa semua, Ini Adalah Fakta Dari 'Kenapa kita semua Bisa berkumpul Saat Ini' Silahkan Ditonton Acaranya setelah Yang Sa-"
"Sudahlah Cepat Katakan"
Aika Dengan Tenang Memberikan Sesuatu Ke Mulut Kashima dan Kashima Langsung Diam Sesaat.
"Kamu Memberikannya Apa Aika-san?"
"Obat Penghapus Omong Kosong"
"Memangnya ada Ya?"
"Yosh! Alasan Kita Semua Bisa berkumpul Adalah……… Jeng Jeng Jeng Jeng…… Haik, Giliran Kyouko-san!"
Kashima Masih Berlagak Seperti Orang Yang Menjadi Host Diacara Rumpi Di TV Dan Mengalihkannya ke Kyouko Yang Diam Sambil Memegang Jaket Pink Yang Dilipat Ditangan Kanannya.
"Karna Guru Sekolah Kita bekerja Sama Di Suatu Hal Dan Merahasiakannya Dari Semua Murid Di Dua sekolah, Alasan Kami Mengetahui Hal Ini Karna Tawaka-kun Meny-"
"Haik!! Sudah Sampai Disitu!"
Kyouko Diberi Makan Sesuatu Oleh Kashima Dan Itu Membuatnya Diam Beberapa Saat.
"A-apa Yang Kau Berikan Pada kyouko, Kashima-san?"
"Obat Pengunci Mulut"
"Kalian Kenapa Sih?…… Heehh… Jadi Guru Kita Bekerja sama Ya…… Tapi…… Menurutku… Cukup Bagus"
Yui Yang Tadinya Kebingunan Atas Apa Yang Temannya lakukan, Mengatakan Hal Lainnya sambil Mengintip Ke Aika Yang Tetap Tenang.
Kyouko Mendekati Tempat Ema Digantung.
"Wwoohh Emanya banyak Sekali!!"
"Benar Ya
*Di Belakang Mereka
"Kenapa Kau Tidak Memberitahuku?"
"Aku Hanya merasa kalau Hal Itu Patut Dirahasiakan, ITTE!"
"Begitu…"
Kyouko Dan Yui Tidak Melihat Aika Yang Memukul Kepala Kashima Dari Atas.
*Kembali
"Ah, Apa Nanti Kita Juga Mau Buat?"
"Buat Buat!!!"
Kyouko Dengan Semangatnya Melihat Lihat Beberapa Ema Yang Sudah Digantung.
"… Aku Ingin Berteman Dengannya…… Aku Ingin Anjingku Sehat… Aku Ingin Beli Kamera… Semoga Operasiku Lancar……………"
"Apa Yang Kau Lakukan?"
"Ah Tidak…… Ah!! Apa Itu?!?"
Kyouko Berlari Melewati Aika Dan Yui Dan Menarik Kashima yang Tadi Mengobrol Dengan Aika,
"TaiNai Meguri?"
Kyouko Dan Kashima yang Ditarik Mendatangi Sebuah Bangunan Besar Kayu. Dengan Pelang Bertuliskan 'Tainai Meguri'.
Aika Mendekati Pelangnya Tempatnya Diikuti Oleh Yui.
"Ah, Ini Kalau Tidak Salah Artinya……… Jalan Jalan DiLorong Gelap"
"Heh, Aika-san Tau?"
"Tidak, Hanya Di Beritahu Teman Saat Di Jalan"
~
"Aika-san Mau Masuk?"
"Aku Ikut Ikut saja, Ayo Ikuti Mereka"
*10 Detik Yang Lalu.
"Heehh! Aku Kurang Ngerti Sih, Tapi Ayo Kita Coba!!! Tawaka-kun! Bayarin!"
"Se-seenaknya Sekali!"
Mereka Pun Memasuki Tainai Meguri, Di Awali Oleh Kyouko Dan Kashima.
[5]
"Semangat Sekali Mereka berdua… Sepertinya aku Harus Pelan…"
"Ayo Funami-san"
"uhm^"
Yui Menuruni Tangga Mendatangi Aika Yang menunggunya Didasar.
Aika Dan Yui Berada di Tempat Gelap Tanpa Cahaya Dan Hanya Mendengar Keributan Kyouko Dan Kashima Yang Ketakutan.
"Yap, Semangat Mereka Lenyap"
"Ahaha~^, Ah, Kita Pelan Pelan Saja Mungkin"
"Baiklah, Tapi…… Ini Kita Tidak Salah Jalan Kan?"
"Tenang Saja Aika-san, Hanya Ada Satu Jalur Yang Berbelok, bukan labirin"
"Heeehh… Begitu Ya"
"………… Aku Pegangan Ya?"
"Ah, Tentu"
Aika dan Yui Berbicara Dalam Gelap, Dengan Pandangan Gelap Tanpa Cahaya Ini, Yui Memegang Baju Bagian Lengan Aika Agar tidak Tertinggal.
(Ah…… Rasanya Cukup Nanggung… Aku Gas Saja mungkin)
Aika Dengan Paksa Menggerakkan tangannya Untuk Melepas pegangan Yui Padanya
"Eh? A-Aika-san?"
"…………"
Aika Dan Yui Diam Ditempat, Mereka terdiam Sebentar, Lalu Aika , Lalu Melemaskan Tangannya lagi, Terus Mencari lalu Memegang Tangan Yui Cukup Erat.
"Aika-san…"
"………"
"……"
[Nggak Ada Pict Lain, Males Nyari, Dan Juga Ini Gaya Paling Pas]
Yui Dengan Pipi Merahnya, Yang Tadinya Agak Dibelakang, Maju Dan Menyamakan Posisinya dengan Aika.
Aika Masih Seperti Biasa, Muka Tenang Tapi Dengan Pipi Merah Dan Mulut Yang Giginya Sedang Menggigit Lidahnya Agar Tetap Tenang.
(Langsung Melakukannya, ternyata Sesakit Ini)
"Um? Bukannya lantainya Terasa agak Aneh?"
"Uh? Mmmm… Benar Juga, Seperti Melangkahi Benda lengket, Dan Juga Rambutku Tadi Mengenai Jaring Laba laba"
"Eh-La-laba Laba?"
"Um^, Laba-laba"
Yui MeRasakan Malunya yang Bertanding Dengan Rasa Takutnya.
Sesaat Sedang Bertarung Sambil Tetap Berjalan Dan berpegangan Tangan.
Sesuatu Jatuh Di Pundak Yui, Secara Tidak Disadari.
Yui Masih Khawatir, Oleh Tangannya dan Laba laba, Ia Kemudian Merasakan Hal Geli Berjalan Melewati Lehernya, Dengan Banyaknya rasa Geli Yang muncul Tiba Tiba, Yui Terkaget.
"WAAAHHH!!!!!!"
"WAAH!!"
Aika Yang Tadinya Berjalan Tenang, Ikutan kaget Karna teriakan Yui.
"La-Laba laba, A-AMBILKAN!! AIKA-SAAAAANNN!!"
"*Huft, Ternyata Hanya Laba Laba"
Yui Berdiri Dengan Tegangnya, Lalu Membiarkan Tangan Aika Mengusap pipinya dengan Cepat, Rasa Gelinyapun Hilang.
"*Fiuh…… Ma-maaf Aika-san, Aku Mengagetkanmu"
"Tidak Apa, Heehh… Jadi Funami-san Takut La-"
"Jangan Katakan!"
Yui Melepas Pegangannya lalu Menutup Mulut Aika dengan Tangannya.
Setelah Melepasnya, Ia Kemudian Menuruni Badan Aika dan mencari Lengan kirinya, Lalu Memegangnya kembali Dengan Tangan Kanannya.
(Dia……… Yang Memegangnya Sendiri…)
"*Huft, Ya maaf Lah, kalau Begitu Ayo Keluar Dari Sini"
"*Huft… *Fiuh… Um^"
Mereka Melanjutkan Melewati Lorong Gelap Ini Sambil Tetap Berpegangan Tangan.
"Fuah! Akhirnya sampai Juga"
"Um? Sepertinya Tawaka Dan Toshinou-san langsung Pergi Setelah Keluar"
"Eh, Uumm…… Yah, Sudahlah, Mereka Pasti Baik Baik Saja"
"Um^"
Aika dan Yui Membuka Tirai Hitam Dan Akhirnya Melihat Cahaya, Mereka Menaiki Tangganya Sambil Melihat Sekeliling, Mencari Teman Mereka.
"Uh, Jaa…… Masih Mau Jalan? Atau Istirahat Dulu? Funami-san?"
"Uum, Mungkin Kita Bisa beli Sesuatu Dulu Untuk Dimakan"
"Benar Ya"
Mereka berdua, Perlahan Melepas Pegangan Pada Tangannya, Tetapi Mereka Masih Berjalan Berdampingan.
\[6\]
"Oohh, Cukup Banyak Juga Jajanan Disini"
"Aku Baru Tau, Sepertinya Ada Tempat Khusus Untuk Para pedagang Membuka kios Disini"
Aika dan Yui Sampai di Satu Tempat Dengan Kios Makanan Minuman Yang Berjejeran, Memang Tidak Terlalu Banyak karna Ini Bukan Festival.
"Aika-san Mau Beli Apa?"
"Uum… Karaage Mungkin"
"Eh, Bukannya……"
"Tidak, Aku Mencari Yang Bisa dimakan Sambil Dibawa Dengan Wadahnya, Mana mungkin Aku Membawa Sepiring Karaage Kemana Mana"
"Aahh, Karaage yang seperti Itu Ya……… Mungkin Aku Juga"
"Jaa… Ayok"
"Um"
Aika dan Yui Mulai Mencari Kios Karaage Yang Bisa dibawa.
"Uumm, Ah, Ada Tuh"
"Um…… Ada Ternyata"
Mereka Menemukannya dan Mendekatinya.
"Woh, Di Masak Langsung Ya"
"Makanan Berminyak… Kamu Tidak Apa?"
"Ehe~^ Tenang saja Aika-san, Aku Selalu Menjaga Kesehatanku"
"Begitu Ya……"
Mereka Berdua Pun Melihat Lihat Menu Dengan Berbagai Rasa dan Porsi Karaage Kecil.
"Etto… Aku Karaage Dengan Pedas, 5 Di Satu Wadah"
"Dimengerti, Kalau Nona Mau Apa?"
"Um… Aku Karaage Dengan Mayones, 4 Di Satu Wadah"
"Baiklah, tungguLah!"
Seorang Bapak Dengan Otot Yang Berisi Melayani Mereka Dengan Sopan, Memang, Jangan Menilai Orang Dari Penampilan.
"Uumm… Baunya Enak"
"Iya Ya, Mungkin Saja ada Mici-"
"Jangan Bicara Begitu Aika-san"
"Ya… Maaf"
Yui Menampar mulut Aika karna berniat Bicara Sembarangan.
Aika Hanya pasrah Dengan Suaranya yang Masih Santai.
"Silahkan!!"
"Terimakasih"
"Makasih"
Setelah Menunggu Sambil Membayar, Mereka menerima Wadah Putih Dari Kertas Dengan penutup Dan Membukanya, Mereka Pun Melihat Karaage Ayam dengan Warna Coklat Dan Topping Yang Mereka inginnya.
"Uah, Kelihatannya Enak Sekali"
"……"
"… Jaa…"
"Tu, Wa, Hamp"
"Tu, Wa, Hamp"
Mereka Mengambil Potongan karaage Dari Wadah Mereka Dan Memakannya Bersamaan.
"HHHHMMMM…… Enak Sekali!!"
"*Nyam *Nyam… *Glek… Pedas"
"Ahahaha~^"
"Ka-kalau Begitu, Ayo Kita *haah, Pindah Lagi"
"Benar juga ya, Tapi Sebelum Itu"
Yui Memegang Tusukan kayunya Dan Menusuk Sepotong Karaage Milik Aika Dan Memakannya.
"…… Funami-san…… Tolong Jangan jadi pencuri"
"Yah, mwaaf, Tuapi…… *Glek, Rasanya Enak Sekali, Jadi…… Nih"
(Sepertinya, melepaskan diri Sekali Kali, Tidak ada salahnya juga, Aku… Akan……)
"Um?"
Yui Menusuk Satu Karaage Miliknya, dan Menodongkannya ke Aika.
"Aaamm"
"…Terimakasih… aaam"
Karaage dengan Topping Mayones Masuk ke mulut Aika, Iapun Merasakan Kerenyahan Karaage milik Gadis Ini.
"*Glek, Enak Sekali… Aku Jadi Ingin Membeli Kios Itu"
"*Ehem, (Aku Harus menenangkan diri Dulu, Aku malah lepas Kendali) Jaa…… Ayo kita lanjut"
"Um^"
Mereka Meninggalkan Tempat Makanan Dan Pergi Ke Bagian Bawah.
[7]
"Ah, Hampir Jam 5 Ya"
"Um? Kamu Mau pergi Sekarang"
Yah, Mungkin Masih Ada waktu, ayo Kita ke Otowa No Taki Disana"
"…… Um^"
Aika menunjuk Ke Banguna dengan Air terjun Kecil, Hanya 3-5 Orang Yang Saat Ibi Mengantri.
Sesaat Ketika mereka sudah Berada Didepan Air Terjun Otowa Ini, Tidak ada Orang lain Lagi Yang mengantri.
Aika Mengambil Airnya Dengan Gayung Panjang kecil, Lalu Meminumnya Langsung.
"… Dingin, Tapi Segar, Rasanya pedasnya Cukup Hilang"
"Begitu Ya, Jaa… Aku Juga"
Aika Pergi Ke Pinggir bangunan, lalu Melihat Yui Yang Mengambil Dan Meminum Airnya Dengan Ujung Bibirnya.
Aika Memperhatikan Bibir Yui, Bibir Yang Terlihat Lembut, Yang Tanpa Aika Sadari, Ia sudah Melakukan Ciuman Tidak Langsung Dengan Bibir Tersebut.
"ah… bagaimana"
"Um^ Segar Sekali Rasanya…"
"…… Begitu Ya…… Ah, Waktu Bebasku Sudah habis, Aku Harus Kembali"
"Um^ Terimakasih Telah menemaniku Seharian"
"Tidak apa, Sampai Jumpa"
"sampai Jumpa"
Aika Berlari Santai Meninggalkan Yui Dengan Senyuman Dan Lambaian Tangan.
Sedangkan Yui, Ia menyentuh Bibirnya, Lalu Mukanya Memerah.
(Aika-san…… Aku……)
Yui Pergi Kembali ke hotelnya dengan perasaan Tenang Dan Senang
[8]
"Yui!! Kemana saja kamu ini!!"
"Yah, Aku Berkeliling Dengan Aika-san Sepanjang hari… Bukannya Kau Juga sama"
"Ya Sama sih… Ma-malahan, Ha-hal Itu Bisa dikatakan Be-Berlebihan"
"Um? Kau Kenapa kyouko?"
"Ti-tidak, aku Hanya mengingat Hal Yang Aku Rasa Penting Untuk masa Depanku"
"Ah, Sou, Aku Masuk Duluan"
"Silahkan"
Yui Di Hadang Oleh kyouko Di Depan Hotel Dan Bercakap, kemudian Kyouko Memerah dengan sendirinya Dan berjongkok Menatap Lantai Beberapa saat Lalu Langsung Mengikuti Yui Ke Dalam.
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]