Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Angin Dingin Di Musim Dingin



Chapter 36: Angin Dingin Di Musim Dingin


[1]


*26 Desember, Jam 09:48.


"Um… Yosh… Sudah Semua Ya…"


Yui Memeriksa Tasnya, Satu Tas Gendong Kuning.


Baju Hijau Yang Menjadi Dalaman Dari Coat Biru Gelap Dengan kancing Hitam Besar.


Rok Hitam Pendek Dengan Stocking Sepaha…


Lalu… Sebuah Syal Hitam… Dengan Jahitan Nama Romawi "Noru" Dengan Ukuran Kecil Di Pinggir Dari Syal,Ia Membalikan Syalnya Agar Tulisan Nama "Noru" Tidak Terlihat.


Saat Melilitkannya, Yui Tersenyum Kecil Tanpa Sebab Dan Pipinya Pink.


Setelah Itu… Yui Menutup Semua Jendela, Lalu Pergi Di Pintu Depan, Ia Memakai Sepatu Sneakers Pendek Hitam Putih, Menutup Pintunya Dan Menguncinya


Setelah Memastika Kamarnya Aman, Ia Pergi Ke Tangga, Sebelum Itu, Ia Menekan Bel Dari Pintu Dengan Nomor 7 Diatasnya.


Ia Menunggu Respon, Dengan Berjinjit Jinjit, Tidak Seperti Biasanya.


Pintu Terbuka, Dan Noru Terlihat Menggunakan Jaket Parka Hijau Gelap Dengan Bulu Hitam, Baju Dalam Putih Dan Celana Jeans Hitam Panjang.


Sepatu Sneakers Hitam Merah Tinggi, Dan Hal Yang Baru Ia Terima… Syal Hitam Dengan Tulisan Kecil "Yui" Di Pinggir Syalnya, Ia Juga Membalikan Syalnya Agar Tulisan Nama "Yui" Tidak Terlihat.


Dan Tas Gendong Abu Abu Yang cukup Berisi.


"Ah, Kau Terlambat…"


"Perasaan Aku Yang Mendatangimu, Tapi Kenapa Malah Kamu Yang Menyalahkanku…"


"Mungkin Ini Yang Katanya Situasi Yang Terbalik"


"Tidak Tidak Tidak… Lupakan Dulu Hal Itu, Bukannya Kita Janjian Disana Jam 10 Pagi Ya?"


"Iya…"


"Sekarang Jam 09:55 Lho…"


"Yah… Gawat Ya……"


"Kalau Tau, Kenapa Masih Santai?"


"Ada Orang Yang Bilang "Hidup Harus Seperti Air, Biarkan Menga-"


"Sudah! Kita Berangkat Saja!"


Yui Menarik Lengan Noru Yang Sedang Mengunci Kamarnya.


"Nanti Malah Ketinggalan Kereta!"


"Ah, Haik… Jangan Menarikku, Kumohon"


"Ah, Maaf…"


Yui Melepas Tarikan Noru Dan Berjalan Menuruni Tangga.



\[2\]


'Kyouppi'


"Apa Kau Sudah Berangkat?" (09:44)



'Waka'


"Lagi Dijalan, Nanti Temukan Aku Di Stasiun" (09:45)



'Kyouppi'


"ya Iyalah Distasiun, Mana Mungkin Di Hutan…" (09:46)



Kyouko Tidak Mendapat Balasan, Namun Sesampainya Di Stasiun


"Ah, Waka-kyun"


"Yo, Ramuko Nishikyogoku-san…"


"Haah!!! Kenapa Kau Tau Nama Itu!!"


"Waktu sekolah Kemarin Kemarin, Seorabg Gadis Dari Suatu Kelompok Gadis Gadis Yang Isinya Gadis Gadis, Membawa Doujin Mirakurun. Katanya Ceritanya Bagus. Waktu Aku Tanya, Bagaimana Penampilan Pemimpinnya Yang Menjualnya Saat Comiket Kemarin… Dia Mengatakan Rambut Pirang Lurus, Pita (Tali) Merah Gelap Di Atas Rambutnya, Dan Ia Seperti Pernah Berkeliaran Di Kota Sini…"


"Kenapa Mereka Seperti Menganggapku Sebagai Hewan Liar… Tapi!"


Kyouko Bergaya Keren So So An Didepan Tawaka Yang Duduk Di Kursi Bagian Depan Stasiun Yang Berjajar.



Jaket Pink Dengan Dalaman Baju Belang Biru Putih Diagonal, Terumbai Umbai Karna Gerakan Gaya Gaya Berupa Ragam Dari Kyouko.


Celana Coklat Cerah Panjang Agak Ketat, Kaus Kaki Pendek Dan Sepatu Yang Mirip Dengan Sandal Rumah, Yang Memakai Perekat Agar Tidak Mudah Lepas Dengan Dominasi Warna Coklat Cerah.


Kyouko Membawa Barang Barangnya Dengan Sebuah Tas Gendong Coklat Gelap, Yang Berisi, Menyadari Beratnya, Kyouko Melepas Tasnya Dan Melemparkannya Pada Tawaka Ke Bagian Perut……


Tawaka Yang Memakai Jaket Mantel Hitam Tipis Merasa Mau Muntah Karna Lemparan Tas Kyouko Yang Cukup Berat, Ia Menahannya Agar Tidak Mengenai Celana Hijau Gelapnya



"Ah, Baru Ada Kalian Berdua Ya"


"Pagi, Toshinou-san… Kashima-san"


"Yo, Mizaki… Sepertinya Kau Sudah Cukup Enakan… (Perasaan Mizaki Seharusnya Datang Dari Kiri, Kenapa Dia Datang Dari Kanan Bersama Ikeda-san?)"


Mizaki Dan Chitose Datang, Tawaka Dan Kyouko Cukup Terkejut Karna Mizaki Tidak Menggunakan Penyangga, Dan Kakinya Juga Sudah Baik Baik Saja… Walaupun Belum Sepenuhnya


Penampilan Chitose Cukup Simpel, Sweater Merah Yang Terlihat Kebesaran Dengan Garis Hitam Horizontal Ditengahnya, Dan Saku Di Sampingnya Dan Rok Kuning Pendek Dan Kaus Kaki Yang Agak Panjang. Membawa Tas Selendang Besar Dengan Gradasi Merah. Ia Datang Dengan Mizaki Yang Memakai Jaket Putih Dengan Belang Hitam Merah Dibagian Lengan, Dan Celana Hitan Yang Agak Longgar, Agak Tidak Lebih Sakit, Ia Memakai Syal Bercorak Kotak Kotak Putih Oren


"Mungkin Di Sisi Kejam Hatiku, Aku Berkata 'Kenapa Mizaki Tidak Mati Saja'"


"………"


"*BHUK!"


Mizaki Langsung Berlari Cepat Dan Menghantam Tawaka Dengan Tangan Kanannya.


"Ke-KENAPA KAU BISA LARI!!!"


"SAYANG SEKALI!!! Kakiku sudah Sehat, Dasar Temen BANGS*T!!"


"Gaah!!!! Su-sugiura-san, Ki-kita pulang Saja!!! Tempat Ini Berbahaya!!!"


Mizaki, Tawaka Dan Chitose, Kyouko Yang Menbiarkan Mereka Bertengkar, Mendengar Suara Baru.


Terlihat Kase yang mengguncang guncang Dan Memegang Lengan Ayano Yang Terlihat Kesal.


"Le-LEPASKAN AKU!!!"


Pukulan Mendarat…


Ayano Yang Menggunakan Baju Putih Tebal Dengan Jubah Pendek Hitam Yang Mengelilingi Lehernya, Tas Jinjing Warna Kuning Langsat. Meninggalkan Kase Dibawah Dan Menaiki Tangga Ke Stasiun Lalu Duduk Di Kursi.



Kase Tersungkur Di Tanah Yang Dilapisi Beberapa Centi Salju, Untungnya, Baju Setengah Abu Abu Dan Setengah Silver Tebalnya Tidak Kotor, Syal Hitam Putih Kotak Kotaknya Terlepas, Saat Bangun, ia Memgambilnya Dan Memasangkannya.


"Ugh, Kenapa… Apa Sugiura-san Masuk Ke Golongan Orang Sadis…"


"Apa Kau Bi- Ah Sudahlah… Aku Capek…"


Ayano Berniat Bangun, Namun Duduk Kembali Setelah Memikirkan Halnya Tidak Berguna.



"Tapi… Orang Yang Merencanakan Dan Mengundang Kita… Malah Belum Datang Ya…"


Semua Orang Duduk Di Kursi Berjajar Distasiun Yang Bisa Dibilang Kecil Tersebut.


Mereka Mengobrol Ngobrol Menunggu Yui Dan Noru Datang…



Beberapa Saat Setelahnya, Kyouko Mengeluarkan Ponsel Case Kremnya Setelah Merasakan Getaran Dan Suara Notif Darinya.


"Aku Dapat Chat Dari Yui Di grup…… Katanya 'Aku Dan Aika-san Mungkin Akan Terlambat Dan Ketinggalan Kereta, Jadi Kalian Berangkat Duluan Saja… Yaah, Tapi Kalau Tidak Mau Nyasar, Lebih Baik Tunggu Saja kami' Begitu"


"Mmmm… Mungkin Lebih Baik Kita Menunggu Mereka, Daripada Kita tersesat…"


Ayano Yang Juga Melihat Ponselnya, Mengusulkan, Sambil Membiarkan Kase Mengintip Intip, Padahal Kase Juga punya Ponselnya Sendiri.


"Aku Setuju… lebih Baik Menunggu 1 Jam Daripada Menunggu 2 Jam Tapi Tidak Sampai Ke Tujuan"


"Aku Ikut Ikut Saja…"


Tawaka Setuju Dan Chitose Hanya ikut Ikut…



"Kalau Begitu Kita Tunggu Saja Mereka, Harusnya Tidak Akan Lama"


"Ok"


Setelah Menerima Persetujuan. Semua Orang Yang Ikut, membalas Pesan Dari Yui Digrup Dengan Tulisan "Kami Akan Menunggu Kalian"



\[3\]


Yui Memasukkan Ponsel Case Putihnya Ke Saku Rok, Ia Berjalan Dengan Aika Di Pad- Di Jalan Dengan Salju Disekitar Yang Belum Terlalu Bersih.


"Tadi Kau Mengetik Nama Keluargaku… Kenapa Tidak Nama Panggilan Saja?"


"Eh… Umm… Aku Agak Malu Memakainya, Tapi Aku Akan Memakainya Saat Bertemu Dengan Yang Lain…"


"Heeh…"


"…… Ah! Omong Omong, Kapan Jadwal Keretanya Berangkat?"


"Jam 10:30 An, Seharusnya"


"Sekarang Jam?"


"Jam 10:10"


"……-\_-… Aku Lari Saja Lah…"


Yui Berlari Meninggalkan Noru Dibelakang, Lari Yang Tidak Terlalu Cepat Karna Bisa Saja Jatuh Karna Licinnya jalan Karna Salju.


Setelah Melihat Yui Cukup Jauh, Noru Ikut Berlari Menyusulnya Ke Stasiun.



Mereka Berdua sampai Distasiun, Tidak Ada Siapa siapa, Namun Kereta Dengan 3 Gerbong Penumpang Terlihat Baru Sampai Distasiun


Mereka Masuk Ke Gerbong Membawa Barang Barangnya,


Dan Melihat Teman Teman Yang Lainnya Sudah Duduk Ditempat, Kyouko Melambaikan Tangannya Dan Menunjuk Nunjuk Kursi Didepannya Pada Yui Dan Noru


"Maaf Kami Terlambat, Salahkan Saja Ka- Aika-san…"


"…~\_~"


Noru Yang Ada Dibelakang Yui Mencolek Bahu Yui Dengan Jari Telunjuknya, Dan Yui Membalikkan Kepalanya Dengan Wajah Ragu Dan Sedikit Jengkel, Lalu Noru Membalasnya dengan Wajah Pasrah, Dan Yui Berbalik Dengan Wajah Yang Cukup Tenang.


"Maaf, Semuanya… Aku Tidak Memperhatikan Waktu…"


"Tidak Apa Noru… Orang Orang Juga Tidak Ada Yang Marah, Mereka Berterimakasih Karna Kau Sudah Mengajak Kami…"


"Oy Kashima, Aku Tidak Bilang Makasih Ke Aika Padahal… Makasih Aika, Karna Sudah Memgundang Kita Semua"


Kase Mewakilkan Semua Orang Yang Diajak Dan Berterimakasih.


"^\_^"


"Tidak Apa, Terimakasih Juga Karna Sudah Datang…"


Kereta Mulai Maju Perlahan. Keseimbangan Noru Dan Yui Tergoyah Lalu Kokoh Kembali. Menyadarinya, Noru Mengambil Tas Yui Dan Menaikannya ke Bagian Atas Lalu Mereka Duduk.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1617348065025.jpg)



"Ah… Apa Kalian Sudah Menunggu Lama…"


"Tidak Juga Sih…"


"Ahh… Aku Jadi Cukup Lelah Karna lari Barusan…"


"Yui Tadi Lari Lari? Apa Memang Mepet Sekali Ya?"


"Ya Cukup Lah… Selain Itu, Sepertinya Ka- A-Aika-san Cukup Hebat Dalam Berlari… Kamu Sepertinya Tidak Kelelahan"


Yui Bertopang Dagu Dimeja dengan Tangan Kanannya Dan Melihat Ke Noru.


"Benarkah… Kamu Juga, Tapi DiBagian Pernafasannya Ada Sedikit Kesalahan"


Noru Berbicara Sambil Melepas Syal Hitamnya Dan Memasukkannya Ke Tas Di Bagian Atas.


Saat Memegang Ujungnya, Bagian Ujung Lainnya terjatuh, Tawaka Dan Kyouko Memperhatikan Syal Yang Noru Masukkan, Dibagian Bawah Yang Tergoyang Goyang, Mereka melihat Nama "Yui" Terjahit Dan Menyatu Dengan Syal.


Kyouko Berbisik Pada Tawaka Setelah Menarik Baju Lengannya.


"Apa Tadi Kamu Melihatnya…"


"Iyah… Aku Melihatnya… Tapi Apa Maksudnya?"


"Kamu Tanya Padaku? Apa Harus Kutanyakan Pada Yui?"


"Janganlah, Bodoh"


"Bod- Hanya Orang Bodoh Yang Memanggil Oranglain Bodoh"


"Aku Mengaku Kalau Aku Bodoh…"


Mereka Bertengkar Dalam Bisikan.


Dipikiran Semua Orang.


(Apa Yang Mereka Lakukan)



Noru Duduk Kembali, Dan Berbicara Dengan Yui.


"Apa Kamu Ikut Suatu Klub?"


"Eh, A-aku Ikut, Kyouko Juga"


"Heehh……"


"Kalau Kamu Sendiri?"


"Aku Ikut, Tawaka, Tsurugi Dan Kase Juga Ikut"


"Wooh… Klub Apa?"


"PKR…"


"PKR?"


Selagi Yui Kebingungan, Noru Memajukan Dagunya Pada Tawaka, Mizaki Dan Kase.


Mulai Dari Noru, Tawaka, Ke Mizaki, dan Berakhir Ke Kase.


"Klub"


"Pulang"


"Ke"


"Rumah"


Mereka Berempat…


"WOOHH!!!!!"


Mereka Mengangkat Tangannya Dengan Semangat, Begitu Juga Dengan Noru Yang Biasanya Tenang. Dan Semua Gadis Di Kelompok Itu Langsung Bingung Dan Menahan Tawa.



"Kalau Yui Dan Toshinou-san Sendiri?"


Saat Mendengarnya, Tawaka Dan Kyouko Berpikir Sekilat.


(Noru Memanggil Funami-san Dengan Nama Belakangnya!!!!)


(Wajah Datar-san Memanggil Yui Dengan Nama YUI!!!!)


Muka Mereka Biasa Saja, lalu Mereka Mengobrol Tentang Hal Tidak Jelas


*Hal Sebenarnya


"Kalau Yui Dan Toshinou-san Sendiri… Masuk Klub Apa?"


"A-aku Masuk… *Aah… Klub Hiburan…"


"……… Ah, Aku Mengerti, Pasti Bermalas malasan Dan Bermain Ya?"


"Enak Sa- Ah, Benar…"


"*Huh *Huh, Tapi Itu Lebih Baik Daripada Masuk Ke Klub PKR"


"Aahh…… Benar Juga, Ahaha…"


Yui Tertawa Gugup, Karna Obrolan Anehnya Dengan Noru.


"Omong Omong… Ka-kase-kun"


"Uh?"


Ayano Berbisik Pada Kase Setelah Menarik Lengan Baju Kase.


"Ga-game Yang Kupinjam Kemarin Cukup Sulit… Ja-jadi Bi-bisakah Kamu Nanti Membantuku?"


"Alah… Itu Hal Mudah, Apa Kamu Mau Mencoba Versi Ponselnya?"


"eh? Ada?"


"Tentu!"


"Ke-KENAPA KAU TIDAK BILANG DARI DULU!!!!!"


Pukulan Mendarat


"Aku Pinjam Dulu Sini…"


Kase Menerima Ponsel Ungu Dari Ayano Dan Menekan Nekannya


Setelah Beberapa Menit Dengan Wajah Ragu Ayano, Dan Obrolan Dari Depan Yaitu Suara Chitose yang Khawatir Pada Mizaki.


Kase Menaruh Ponsel Ayano Ditengah Meja Dengan posisi Landscape Dan Game LoveBe? Dimulai.


"Wooh, Beneran Ternyata, Kase-kun Hebat…"


"Hm Hm… Puji Aku Lagi, Puji Aku Lagi, Sugiura Ayano Yang Sedang Dalam Masa Remaja"


"tidak Perlu Serinci Ini Juga"


Ayano Melihat Kebagian Tengah Dengan Mendekatkan Badannya Kebagian Tengah, Kebagian Badan Kase Dan Agak Merapat.


Kase Yang Pikirannya Selalu Aneh Aneh, Mencium Bau Harum Dari Rambut Ayano Yang Dekat Dengan Dirinya.


(Gah… Harum… Beruntungnya Aku Bisa Duduk Dengan Gadis Manis…)


Ayano Mengambil Ponselnya Dari Tangan Kase Yang Lemas, Lalu Saat Ayano Melihat ke Kase, Ia Melihat Kase Yang Tertidur, Atau Lebih Bisa Disebut Pingsan.


"…………"


"…………"


"Biarin Lah…"


Ayano Membiarkannya.



"Apa Kamu Mau Tuker Tempat?"


"Uh…… Boleh?"


"Tentu…"


"Makasih…"


Chitose Bangun Dan Membiarkan Mizaki Menuju Kebagian Pinggir.


Chitose Melepas Sweater Merahnya Dan Memakai Baju Putih Pendek.


~~


"Bisakah Kamu Mencoba Menggerakkannya?"


"Uh?"


Mizaki Menggerak Gerakan Tangan Kirinya, Keatas Kebawah.


"Cukup Enak… Ah, Aku Ingat Sesuatu"


"Apa?"


"Ikeda-san… Bisa Lepas Kacamatamu Dulu?"


"Uh? Bisa Saja…"


Chitose Melepas Kacamata Bulatnya Dan Mata Besar Dengan Warna Nila Gelap Terlihat Jelas.


"Aku biasanya Jarang melepasnya Karna Bisa


Membuatku Anemia…"


"Anemia… Tapi Matamu Menurutku Indah… Terimakasih Karna Sudah Memperlihatkannya"


"Maah… Terimakasih Banyak Pujiannya, Kalau Hanya Begitu… Aku Bisa Melepaskannya Seharian Untukmu, Yah Nantinya Aku Pusing Sih"


"Utamakan Dulu Kenyamananmu… aku Tidak Mau Seperti Itu Kalau Kaunya sakit…"


"Uh, Makasih…"


Chitose Tersenyum Hangat Pada Mizaki.


Wajah Merah Mizaki Tidak Terhindari, Dan Mizaki Berusaha Menutupinya Dengan Lengan Kanannya.


(Ah… Hentikanlah Senyum Itu… Aku Tidak Sanggup…)


Darah Dari Hidung, Mengalir.


~~


"mou, Jangan Tiba tiba Begitu"


Chitose Melap Hidung Berdarah Mizaki Dengan Beberapa lapis Tisu.


"Ma-maaf, Aku Bisa Sendiri… Terimakasih…"


(Jujur Saja… Aku Ini… Menyukaimu… Ikeda Chitose…)



\[4\]


Noru Melihat Pemandangan Yang Berlalu Lalang dari Jendela, Membiarkan Yang Lainnya Tertidur… Ia Mengeluarkan Ponsel Case Hitam Dengan Gantungan Kelelawarnya Dan Melihat Jam.


Jam diponselnya Menunjukkan Pukul 13:27.


Ia memasukkannya Lagi Ke Celana.


"Uh… Ah, Kano-san…"


"…… Selamat Sore…"


"Ah, Sore~"


Yui Terbangun Dari Tidurnya Yang Baru 2 Jam.


Yui Meregangkan Tangannya Ke Atas, Noru Memperhatikan Bagian Lengan Sampai Ke bagian Pinggul Yui Dengan Wajah Datar.


(Ah Sialan… Pikiranku Mulai Aneh…)


Noru Terus Memalingkan pandangannya ke Jendela.


"Uwah~… Apa Kamu Sudah Tidur?"


"…… Sudah (Belum Sih…)"


"Benarkah? Kalau Sudah Mungkin Aku Bisa Menemanimu…"


"Temani Aku… Aku Juga Cukup Bosan Melihat Wajah Tidur Kalian…"


"……Kamu Melihat Wajah Tidurku?… Maah… Itu Hal Wajar Sepertinya"


"Terlalu Wajar Untuk Orang Yang Ketiduran Karna mabuk"


"Ugh… Aku Harap Kamu Tidak Membicarakan Itu…"


"Haik…"


Obrolan Santai Dan Nyaman Menurut Mereka Ini Masih Berlangsung…



"Paha…"


"Uh? Apa Kamu Bilang Sesuatu?"


"Uh? Tidak Juga………"


Yui Perlahan Melihat Jendela Dan Mendekatkan dirinya dengan Noru Agar Lebih Dekat, Menyadari Kalau Yui Merapatkan diri, Noru Menggeserkan Dirinya Ke kiri Lalu Membiarkan Yui Rapat Dengan Dirinya, Ia Bertopang Dagu Dengan Tangan Kiri, Dengan Wajah Pinknya yang Tergambar Karna Badannya Bersentuhan Dengan Badan Yui.


"Saljunya Banyak Sekali Didaerah Sini…"


"Gunung Salju… Ya……"


Gunung Gunung Berwarna Hijau Putih, Dan atap Dari Rumah Kayu Yang Tertutup Salju.


Yui Masihlah Memakai Jaket Coatnya, Karna Mulai Kegerahan, Ia Bangun Dan Melepaskannya Dan Baju Hijau Terlihat, ia Memegang Jaketnya Ditangan Kirinya, Melipatnya Dan Menaruhnya Di Meja Dengan Pola kotak.


Noru Melihat Ke Yui, Melihat Bayangan Dibagian Bawah Dadanya Karna Lampu Diatas.


(Mata Sialan…)


Ia Melihat Ke Wajah Yui, Yang Juga Melihat Kewajahnya lalu Tersenyum Kecil, Saling Tersenyum. Dengan Syal Hitam Di Leher Yui, Syalnya ia Lepaskan, Melipatnya Lalu Menaruhnya Di Meja dengan Coatnya.


Noru Dan Yui, Melihat Ke Atas dada Yui, Ke Sebuah Kalung Dengan Bentuk Bulan Sabit Diujungnya.


"Terimakasih Karna Sudah Memakainya……"


"Aku Juga…"


"………"


"………"


"Ah, Yui, bisakah Kau Menggunakan Kacamata Ini?"


Tiba Tiba, Noru Mengeluarkan Sebuah Kacamata Bulat Seperti Punya Chitose Dengan Lensa transparan.


"Kano-san… Darimana Kamu Mengeluarkan Itu……"


"Aku Menemukannya Di bawah Kursi, Tadi Aku Menjatuhkan Sesuatu Dan Melihatnya Tergletak"


"Haah… Apa Ini Minus, Atau Plus?"


"Bukan, ini Hanya Untuk Gaya"


"Eehh…"


"… Aku Ingin Melihatnya"


"Uhhmm, Baiklah, Sebentar Saja"


Yui Memgambil Kacamata bulatnya Dan Memakainya.


"Be-begini…"


"………"


Yui Memegang Bagian Tangkai Kacamata Putih, Ia Memperlihatkannya Pada Noru Yang Diam Terbeku Melihat Yui.


"Uh, Lepaskan Dulu Itu, Kamu Terlalu Imut…"


"Ha(HAAAHH!!!!!!)…U-Uh^ Te-terimakasih"


Yui menunduk Kebawah, Tanpa Melepas Kacamatanya, dan Noru Memalingkan Wajahnya Kejendela.


Beberapa Saat Setelah Noru Memastikan waktu, Ia berbalik Ke Yui Dan Melihat Yui Yang Diam…


"………"


"………"


Mengikuti Instingnya, Tiba Tiba, Yui Mengulurkan Tangannya Dengan Cepat Dan Langsung Mendekatkan Wajahnya Dengan Wajah Noru Yang Terkejut. Jidat Mereka Bertabrakan Dengan Pelan, Dan Yui Melihat Wajah Noru Dari dekat, Momen Ini Berlangsung Bagaikan Beberapa Menit Bagi Mereka, Namun Sebenarnya Hanya berlangsung 2-5 Detik.


"Bisa Kamu Katakan Lagi?…"


"Kamu… Imut…… Memakainya"


"Kalau Kulepas?"


"Kamu Tetap Imut…"


"………\*Malu Sendiri"


"………\*Malu Berdua"


\*Cekrek


Wajah Mereka Memerah, Dan Yui Langsung Memundurkan Badannya Dari Badan Noru Setelah Mendengar Suara Cekret Dari Depan.


Saat Melihat Kiri Kanan Dan Depan, Ia masihlah Melihat Teman Temannya yang Lain Tidur.


(A-apa Yang Aku Lakukan Barusan?!?! Dan Aku Tadi Seperti Mendengar Suara Ponsel Memoto… Apa Hanya Pikiranku Saja ya……)


"…………"


"………"


"Nah Yui……"


"\*Uhum… Um?"


"…………… Ah, Aku Malah Lupa Apa Yang Mau Katakan…"


"Apa Apaan Itu… Haha…"


"…………"


"…………"


"Jangan lupakan Hal Itu…"


"Jangan lupakan Hal Itu"


"!!!"


"!!!"


Mereka Terkejut Satu Sama lain, Dan saling Bertatap Mata…


Dengan Laju Kereta Yang Tidak berubah Ubah, Mereka Terdiam…


"Uwah… Ah, Funami-san… Aika-san… Maaf Aku Tertidur…"


Lomba Tatap Ini Berakhir Ketika Mereka Mendengar Suara Ayano Yang Baru Bangun.


"Tidak Apa, Yui Juga Tadi Tertidur…"


"Um^ Tidak Usah Terlalu Dipikirkan…"


Ayano… Melihat Mereka Berdua Yang Tersenyum Kecil, Pada Dirinya, Dan Tersadar Karna hal kecil.


(Funami-san… Dipanggil Dengan Nama belakangnya… Bu-bu-bu-bukannya Itu Artinya Mereka Sudah Sangat Dekat!?!?!?)


Ayano Terkejut Didalam pikirannya.



Acara Ini, Masih Belum Dimulai



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama.Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]