
Chapter 58: Bagaikan Liburan
[1]
Pintu Dari Suatu Kamar Terbuka… Sepasang Mata Melihat Dari Celah Pintu Tersebut Bagaikan Penjahat Dengan Mata Merah…
Melihat Dua Orang Yang Sedang Duduk Di Kasur Disudut Ruangan…
(Fiuh… Aku Tidak Menyadarinya… Ternyata Chinatsu Sudah Besar Sekarang… Aku Jadi Agak Sedih)
Tomoko, Mengusap Sudut Matanya Yang Agak Berlinang Air Dan Menghembuskan Nafasnya Dengan Cepat, Lalu Tenang Kembali.
"Yosh! (Tidak Apa, Naru-kun Akan Menjaga Chinatsu Mulai Sekarang!! Aku Tidak Perlu Khawatir, Kan Naru-kun Seperti Adikku Juga!)
Tomoko Menyemangati Dirinya Sendiri…
"Ah, Nee-san"
"Uh? Aahh, Naru-kun, Mau Mandi?"
"Um^ Aku Dan Chinatsu Mau Makan Diluar, Apa Onee-san Mau Ikut?"
"Mmm, (Aku Takut Mengganggu… Tidak Perlu Lah) Nanti Saja, Sebenarnya Kakak Di Ajak Oleh Teman Kakak Untuk Ke Karaoke Hari Ini, Jadi Nikmati Saja Yaa"
"Begitu Yaa"
Naru Kemudian Pergi Ke Ruang Tengah Untuk Masuk Ke Kamar Mandi Di Dalamnya… Membawa Baju Ganti, Dan Masih Memakai Seragam Sekolah…
(Nikmati…… Moment Kalian Berdua……)
Tomoko Tersenyum Sambil Agak Bersembunyi Ntah Dari Apa.
\[2\]
"Waka-kun, Waktu Kupikir Pikir Kamu Itu Ternyata Tinggi Yaa"
"HOH HOH!! Akhirnya Kau Menyadari Keunggulanku Yang Lain"
"Eh? Memangnya Ada Ya? Keunggulanmu Yang Lain?"
"Ap!! Guh, Pacarku Sendiri Tidak Tau Keunggulanku Yang Lain, Persentaseku Untuk Bundir Semakin Tinggi"
"Jadi? Berapa Tinggimu Sekarang?"
"Mmm, Aku Agak Lupa Tapi Seingatku…… Mmmmm, 100…… 63? Mungkin Kurang Lebih 163, Anggap Aja 166"
"Geh!! Tinggi Sekali! Aku Terakhir Cek Sih, 156"
"Wooh, Aku Tidak Bisa Bilang Pendek Bila Kamu Setinggi Itu"
"Memangnya, Rata Rata Perempuan Yang Pendek Itu, Berapa?"
"Mmm, Mungkin Setinggi…… Tsurugi Atau Ikeda-san (Badan Mereka Agak Kecil… Padahal Tinggi Kyouko Dan Mereka Agak Sama Dimataku)"
"Hooh, Mereka Bisa Begitu Yaa"
"Ah, Dagingnya Udah Matang Tuh"
"Uwoh! Hup! Am, Nyam"
Kyouko, Mengambil Selembar Daging Tebal Yang Ada Di Atas Panggangan Dengan Sumpitnya Dan Menaruhnya Di Piring Kecil Didepannya, Lalu Melihat Pacarnya Yang Melakukan Hal Yang Sama…
Ia Memakai Baju Kuning Panjang Dengan Jahitan Bunga Hijau Di Atas Kiri Dadanya, Dan Celana Jeans Coklat Pendek…
Tawaka Sendiri Mengenakan Baju Kaos Biru Biasa Yang Terdapat Suatu Logo Hitam Di Tengahnya, Dan Celana Jeans Hitam Panjang…
Mereka Berada Di Suatu Tempat Makan, Yakiniku Tepatnya… Di Daerah Kota, Malam Malam… Jam 18:21.
"Ah, Ada Light Novel Yang Ingin Dibeli Noru Hari Ini, Jadi Mau Kesana Dulu Atau Langsung Pulang?"
"Mmm, Aku Ikut Saja Lah, Aku Juga Mau Lihat Lihat Novel, Penasaran Saja"
"Begitu Yaa"
"Waka-kun Punya Buku Apa Aja Dirumah?"
"Hmph! Aku Ini Hebat Lhoo, Aku Punya Manga!!"
"UWOOHH!!!"
"Hanya Manga…"
"………-\_-"
"Kalau Kyouko Sendiri?"
"Yaah, Kebanyakan Sih Manga, Ada Juga Buku Resep Masakan Rumah Yang Diberi Ibuku Tapi Aku Belum Membacanya"
"Belum Atau Tidak? Bacalaaah, Kyouko, Kamu Harus Bisa Masak Lhoo"
"Guh, Baiklah^ \*Uhum!!, Etto, Dagingmu Gosong"
"Gah!!!"
Bagaikan Mengalihkan Perhatian Dengan Menunjuk Daging Dengan Asap Kehitaman…
Tawaka Kemudian Dengan Panik Mengambil Daging Di Atas Pangganggan Yang Sudah Menghitam.
~
"Guh"
"Jangan Sedih Begitu, Nih, Aaam"
Kyouko Mengambil Daging Yang Ada Di Piring Kecil Miliknya, Dan Menodorkannya Ke Tawaka, Tawaka Membuka Mulutnya, daging Dimasukkan Ke Mulutnya, Ia Mengunyahnya…
"Huoh, Enak"
"Hihi! Aku Gitu Loh"
Rasanya, Mereka seperti Liburan Setiap Kali Bertemu…
"RUM RAISIN!!"
"OOOOOHHHH!!!!!"
Yap, Liburan…
[3]
"Nih, Kopinya"
"Aah, Terimakasih…"
('Kamu Repot Repot Membuatnya, Kan Bisa Beli' Aku Akan Terlihat Tidak Menghargai Kopi ini Bila Aku Bilang Begitu…… Sebenarnya, Aku Cukup Pegal Karna Kurang Gerak, Rasanya Aku Kurang Sesuatu……)
Kopi Ditaruh Di Meja Putih, Noru Membaca Sebuah Buku Dengan Judul 'KoukouFan'
Yui Duduk Di Sebrangnya.
"Aah, Tadi Disekolah, Chinatsu-chan Bilang Kalau Dia Di Ajak Pacaran Oleh Hagino-kun"
"Hagino? Hooh, Pantas Saja"
"Apanya?"
"Waktu Di Kantin Tadi, Hagino Seperti Memikirkan Sesuatu"
"Eh? Kamu Sefokus Itu Memperhatikannya"
"Begitulah…"
Noru Meminum Kopinya Perlahan…
"Hati Hati"
"Baik…"
~
"……… Ah! Aku, Kemarin Ulang Tahun"
"Eh?! Kenapa Baru Bilang Sekarang??"
"aku Baru Ingat Soal Aku Yang Menanyakan Hadiah Ulang Tahun Untuk Hagino-kun Padamu Kemarin"
"Hooh, Selamat Ulang Tahun"
"Um^ Makasih ^_^"
"Maaf, Aku Tidak Memberimu Had- ah"
Ini Adalah Hari Selasa, 23 April 2019…
Suatu Ide Terlintas DiPikiran Noru
"Uh? Kenapa?"
"Hari Ini, Aku Niatan Untuk Ke Tempat Panjat dinding"
"Panjat Dinding?"
"Uh^ Ini Bisa Menjadi Hadiah Ulang Tahunmu, Menjadi Sehat Juga Merupakan Hadiah"
"Aah, Benar Juga, Kamu Mau Pergi Kesana?"
"Ah^, Ikut?"
"Aku Ikut, Sepertinya Seru"
"Yosh, Kalau Begitu Bawa Baju Ganti Sana, Pilih Yang Nyaman Dan Aman Dipakai Untuk Olahraga"
"Baik"
Yui Kemudian Bangun Dari Meja Dan Pergi Ke Luar…
"Aku Benar Benar Lupa Hari Ini Ulang Tahun Yui Yang Ke 15…, Yaah, Padahal Aku Menanyakannya Pada Kyouko-san Beberapa Minggu Yang Lalu…"
Kopi Diminum Sampai Habis… Dan Itu Membuat Noru Agak Mendingan Dari Ngantuknya…
***
"Olahraga…… (Menyehatkan Bad- Kata Kataku Jadi Aneh… Maksudku, Ternyata Kano-san Juga Melakukan Hal Ini, Kukira Dia Selama Ini Hanya Diam Dan Duduk Membaca Buku Dikamar)"
Yui Membuka Lemari Bajunya Dan Memilih Milih Baju Yang Menumpuk Di Dalamnya, Dengan Warna Warna Yang Terlihat Sederhana, Dan… Anehnya Dia Tidak Punya Baju Berwarna Ungu…
Yui Mengeluarkan Baju Lengan Panjang Merah Cerah Polos, Dan Celana Hitam Panjang Yang 'Pas' Di Bagian Kakinya
~
Ia Memasukkannya Ke Tas Serut Krem…
~
"Maaf Menunggu"
"Ah^"
Noru Didekati Oleh Yui Yang Memakai Kemeja Biru Gelap Dan Rok Hitam Merah Pendek…
Noru Memakai Kemeja Merah Gelap Dengan Dalaman Kaos Putih Pendek… Dan Celana Hitam Panjang Membawa Tas Selendang Hitam Di Pergelangan Bahunya…
"Jaa, Kita Berangkat"
"Uh^"
Mereka Berjalan Setelah Noru Mengunci Pintu Kamarnya…
"Mau Berapa Lama Kita Disana?"
"Mmm, Karna Ini Masih Jam 6 Malam… Kita Bisa Disana Sampai Jam 7 Saja"
"Tapi, Memang Tempatnya Buka Malam Malam Ya?"
"Buka… Sampai Jam 9 Malam, Malahan Kalau Di Sift Malam, Orang Lebih Banyak Mampir"
"Huuh, Kamu Terdengar Seperti Tau Semua Hal Yang Terjadi Disana, Sering Kesana?"
"Baru 3-5 Kali Saja, Apa Kamu Pernah Mencobanya?"
"Sayang Sekali Belum, Mungkin Akan Seru, Aku akan Berusaha"
"Berusahalah Menikmatinya, Kalau Versi Aku Mungkin, Aku Tidak Akan Berusaha"
"eh? Kenapa Begitu?"
"Karna Aku Menikmati Ketidakberusahaanku"
"A-aku Baru Pertama Kali Mendengar Kata kata itu… ,-\_-"
Yui Tersenyum Gugup Pada Noru Dan Memasukkan Tangannya ke Saku Kemejanya…
Malam Ini Cukup Dingin, Diantara Hubungan Hangat Mereka Berdua…
\[4\]
'Tsurui'
"Kamu Mau Aku Mampir?"
'Chitose'
"Iya, Maah Sekali Kali Mungkin Tidak Apa Apa, Chizuru Juga Tidak Akan Marah"
'Tsurui --\> Tsurugi'
'Tsurugi'
"Rasanya Terlalu Mendadak"
'Chitose'
"Mendadak Apanya, Sudah 3 Bulan Lebih Lhoo, Kamu Juga Sering Mengantarku Kedaerah Rumahku, Kamu Pasti Tau"
'Tsurugi'
"Iya Juga"
'Chitose'
"Jadi, Mampirlah Kapan Kapan, Aku Tunggu Kedatanganmu Nanti"
'Tsurugi'
"Baiklah, Aku Tidak Mungkin Menolak Hal Itu, nanti Aku Akan Datang"
'Chitose'
"Iya"
"Huuff, (Haahh, Aku Jadi Malu Karna Mengajaknya, Tapi Yah, Kalau Tsuru-kun Sih Tidak Apa Apa) Saa Te, Chizuru, Mau Makan Apa??"
Chitose Bangun Dari Kasurnya Dan Bicara Pada Chizuru Yang Ada Di Kasur sampingnya
Chizuru Sedang Memainkan Hpnya Sambil Menyandarkan Diri Ke Dinding Dibelakang Kasur, Dan… Dimata Chitose, Ia Terlihat Tersenyum Kecil, Mengetik Dengan Cepat…
(Ahh, Sepertinya Dia Sedang Senang, Syukurlah~ Kamu Cantik Sekali Kalau Kamu Tersenyum, Chizuru)
Chitose Pun Pergi Ke Luar Kamar Ke Dapur Menyiapkan Makanan…
\*\*\*
Sementara Itu…
'Reji'
"jadi, Kau Pasti Merasa Tersinggung Yaa, Sayang Sekali, Aku Tidak Akan Minta Maaf"
'Chizuru'
"Iya, Aku Paham Apa Yang Kau Maksud"
(Sudah 4 Hari Sejak Aku Menanyakan Hal Itu… Sepertinya Dia Tidak Marah, Atau… Dia Sengaja Tidak Membalas Dan Menjawab Chatku, Yah, Ini Salahku Sendiri, Aku Tidak Bisa Marah Padanya)
'Reji'
"Hmph Hmph! Karna Ini Pertama Kalinya Aku Membalas Chatmu Lagi, Mari Kita Pergi Keluar! Tentu Saja Berdua!"
'Chizuru'
"Kakakku Sedang Membuat Makan Malam, Jadi Tidak Sekarang…"
(Mungkin… Nanti…)
\*\*\*
"GAHH!!! (Chi-chizuru-san Bilang 'Tidak Sekarang'!!! Berarti Besok BISA!!!!) Yo-Yosha!!"
'Reji'
"Baiklah!! Kalau Begitu Besok Saja!- (Tidak Tidak, Kalau Aku Bilang Begitu, Chizuru-san Akan Langsung Menolaknya)
Souki Menghapus Tulisannya… lalu Mengetik Lagi…
'Reji'
'Chizuru'
"Baiklah"
Disinilah Saat Ketika Chizuru Agak Tersenyum……
\[5\]
Yui Dan Noru Berdiri Didepan Bangunan Silver Dengan Tampilan Yang Terlihat Modern…
"Heeh, Jadi Ini Tempatnya yaa, (Lampunya Banyak, Sepertinya Akan Terasa Masih Siang Kalau Aku Ada Didalam)"
"Ah^ Tempatnya Cukup Luas Dibagian Dalam… Jaa Ayo Masuk"
"Uh^"
Mereka Berdua Masuk Dengan Mendorong Pintu Kaca…
~
"Aku Mau Mengurus Pembayarannya Dulu, Kamu Ganti Baju Saja Dulu"
"Aa! Berapa Harga Satu Jamnya"
"Tidak Perlu, Ini Untuk Ulang Tahunmu, Akan Kubayar"
"(Guh, Kano-san Pasti Membawa Uang Dari Bukunya, Rasanya Jadi Sayang Saja Bila Dia Memakainya…) Uuh Begitu Yaa… Baiklah, Aku Kesana dulu"
"Uh^"
Yui Pergi Ke Suatu Lorong Tanpa Pintu Di Sisi Ruangan, Bertuliskan Ruang Ganti Digantung Diatasnya…
"Ooh! Aika-saan, Lama Tak Jumpa!"
"Hai^ Lama Tak Jumpa"
"Aduduh, Rasanya Sepi Kalau Tidak Ada Aika-san Disini"
"Sepi Apanya, Disini Selalu Ramai, Sudahlah Mas, Jangan Mengada Ngada……"
"Ahahahaha!"
"…… Jaa… Untuk Dua Orang"
"Oya? Aika-san Sama Teman Yaa, Bagus Bagus, Sebarkanlah Kegiatan Ini"
"Hai^, Ini Uangnya"
Noru Mendekati Meja Resepsionis Dan Langsung Disapa Oleh Seorang Pria Yang Tingginya Sama Dengannya, Memakai Baju Biru Gelap Seperti Seragam Dari Pelayan Di Tempat Ini…
Noru Duduk Di Suatu Kursi Panjang Di Sisi Ruangan, Memakai Baju Kaos Putih Pendek Dan Celana Hitam Pendek Dengan Kaus Kaki Panjang…
Ia bertopang Dagu Dengan Tangan Kanan Di Tumpuan Lututnya…
"Maaf Nunggu"
"Ah^ Tidak Apa"
Yui Datang Dari Ujung Ruangan Memakai
Baju Lengan Panjang Merah Cerah Polos, Dan Celana Hitam Panjang Yang 'Pas' Di Bagian Kakinya, Dengan Sepatu Hijau Yang Dipinjamkan Oleh Tempat Ini…
"Kawaii Naa"
"Ahaha, Lagi Lagi, Mm? Aku Cukup Terkejut, Kano-san, Kamu…… (Ti-tidak Lembek)"
"Uh? Kenapa?"
"Ti-tidak Jadi Deh"
Yui Menghembuskan Nafas Berat Ketika Melihat Lengan Noru, Lalu, Yui Menyentuh Perut Dan Lengannya Sendiri…
"Guh…"
"……… Sah, Ini Dia"
"Uh? Hoohh, Cukup Banyak Juga"
Noru Dan Yui Yang Tadi Berjalan, Sampai Di Ruangan Besar Dengan Batu Batu Berwarna Warni Di Dinding Dindingnya Dan Suatu Lantai Empuk Di Bawahnya…
Terlihat Orang Orang, Laki Laki Atau Perempuan Memegang Batu Batu Tersebut Dan Menaikinya Perlahan, Ada Juga Yang Menaikinya Dengan Cepat Layaknya Gravitasi Ada Pada dinding Tersebut…
Ketika Masih Kagum, Seorang Wanita Berseragam Biru Gelap Mendekati Mereka Berdua…
"Kalian Yang Baru Datang, Silahkan Kesini Untuk Memakai Pengamannya"
"Hai^"
"ah! Hai^"
Yui Ntah Kenapa Malah Gugup…
"Oh, Apa Kalian Berdua Mau Diberi Contoh Caranya?"
"Tidak, Terimakasih"
"Begitu Yaa, Berusahalah, Kalian Berdua"
"Te-terimakasih Banyak"
Wanita pelayan Pergi Setelah Mendengar Kata Terimakasih dari Yui Yang Agak Gugup…
"Kenapa Malah Gugup?"
"Eh? Ti-tidak Kok"
"……, Kalau Begitu, Perhatikan Aku Terlebih Dahulu, Dan Dengarkan Penjelasan Dari Gurumu Ini"
"Eh? Guru? Hai……^"
~
"Kita akan Memulainya Dari Yang 'Sedang' Dulu"
"Uh? Kenapa Sedang? Bukan Yang Mudah? Dan Juga Apa Perbedaannya"
"Sedang Karna Menyesuaikan Tingkat Pengalaman, Kamu Memang Belum Pernah Mencobanya Tapi Kamu Itu Termasuk Gadis Yang Tinggi Untuk Anak Smp. Omong Omong, Berapa Tinggimu?"
"Uh? Aku… Kalau Tidak Salah Sih… 100… 64… 164 Centi"
"Hooh"
"Kano-san?"
"Aku 170 Centi"
"Heeh, Aku Baru Tau Kalau Kano-san Setinggi Itu"
"Normal. Jaa, Mari Kita Mulai"
"Hai^"
Yui Memegang Tangannya Dibelakang Dengan Lugu, Tidak Seperti Dirinya Saja…
Memperhatikan Noru Yang Ada Di Sisi Dinding Dengan Batu Batu Warna Warni, dengan Angka Di Batunya…
~
Yui Memperhatikan, Setiap Gerakan Noru, Posisi Kaki Yang Memijak Pada Batu Dengan Nomor Dan Kedua Tangannya Yang Meraih Batu, Lalu, Noru Akhirnya Sampai Di Puncak…
Sambil Memegang Dan Menahan Badannya Ke batu, Noru Melihat Ke Bawah…
"Begitu, Jaa, Mari Coba"
"Hooh"
"Etto… (Pertama Tama, Pegang Batu Bertuliskan 'Mulai' Dengan Kedua Tangan, Lalu Tempatkan Kaki Di Batu Dibawah Sini…)"
Yui Memegang Batu Dengan pegangan Di Dinding Dan Menginjakkan kakinya Di Batu Di Samping Bawah Yang Besar Kecil…
"……… (Tetaplah Tenang, Noru… Aku Tidak Boleh Terangsang Hanya Karna Celana Yang Ketat)"
Noru Memperhatikan Yui Yang Berusaha, Menaiki Bebatuan Perlahan, Mencapai Posisi Tinggi.
"Hooh, Rasanya Kamu Hebat, Yui"
"Begitu Kah!! Hehe!"
Yui Agak Berbicara Keras…
~
90 Detik Kemudian…
Setengah Jalan, Yui Berada di Tengah Tengah, Melihat Ke atas, Mencari Batu Yang Tepat…
(Dimana Batunya……)
"Yui!! Lantainya Empuk Jadi Tidak Usah Khawatir Sakit Dibokong"
"Hai^! (Jangan Bilang Itunya juga Lah…)
Kalung Silver Yui Terombang Ambing Karna Gerakannya, Bulan Sabit Tersebut Masih Berada Di Daerah Atas Dada Yui Yang Ditutupi Baju Merah Cerah…
~~
30 Detik…
(Lalu, Pegang Bagian Puncaknya Dengan… Kedua Tangan!)
"Hup! Woohh!"
"(Ah, dia Berhasil) *Plok Plok"
Yui Sampai Dipuncak, Melihat Ke Bawah Sambil Memutar Kepalanya… Ia tidak Melihatnya.
"Eh? Kano-saan!! Dimana Kamu!!??"
"Aku Disini"
"Uh? WAH!!"
Tau Tau, Noru Sudah Ada Di Samping Kiri Yui, Memegang Puncaknya dengan Satu tangan… Dan Satunya lagi Menepuk Pahanya Agar terdengar Seperti Tepuk Tangan Tapi Ini Tepuk Paha
"Fuuh, Mengagetkan Saja"
"Bagaimana?"
"Ah, Seru Sekali! Ntah kenapa Aku Jadi Semangat"
"Baguslah Kalau Begitu, Jaa Kita Pindah Ke Tingkat Yang Agak Sulit"
"Ah!^"
Noru Dan Yui Kemudian Turun Dengan Cepat
Setelah 2-3 Kali Mencobanya, Yui Dan Noru Pindah Tempat…
"Ini Memang Tingkat Sulit, Tapi Masih Bisa Dilalui Oleh Orang Tinggi Sepertimu"
"Heehh, Kamu Pernah Mencobanya?"
"Belum"
"Guuh, Yasudahlah, Berarti Ini Pertama kalinya, Jaa Mari Kita Mulai, Kano-san!"
"Kamu Semangat Sekali Ya"
"Ah~ Maa begitulah"
Yui Berpipi Merah, Mungkin Karna Semangat, Lalu Ia memulai Duluan, Diikuti Oleh Noru Yang Naik Disampingnya…
(ini… Menyenangkan!!)
Semangat Yui Meningkat Bagaikan Naik Level…
1 Jam Kemudian…
"Yosh… Huff Haah"
"Fuaahh! Seru Sekali"
"Benarkan, Nanti Kita Bisa Mampir lagi"
"Iya yah, Nanti Kita Ajak Teman teman Yang Lain"
"Ah^ Sebenarnya Aku Ada Pernah Mengajak Souki Kesini, Tapi Dia Terlalu Gila"
"Maksudnya? NNgggg!"
Yui Dan Noru Memakai Setelan Saat Mereka Berangkat, keluar Dari Gedung Ini Dengan menarik Pintu Kaca…
Yui Meregangkan Tangannya Ke Atas, Melepas Desahan Nyaman (?).
"Seharusnya Kamu Agak paham, Bagaimana Jika Souki Tiba tiba Muncul Dibelakangmu"
"aahh, Begitu Ya…"
Yui Membayangkan, Noru Yang Sedang Menjelaskan, Bersama Dengan Souki, Yang Langsung Menghilang Dan Sampai Dipuncak Sekejap Mata…
"kamu Tidak Mengajak Tawaka-san, Bukannya Dia Teman Baikmu"
"Memang, Aku Pernah Mengajaknya Tapi Dia Menolaknya Karna Sedang Bad Mood Gara Gara Dia Kalah Game dariku"
"Aah, Itu Sama Saja salahmu, Nah, Nanti Kita Ajak Kyouko Juga"
"Ah^ Dan……"
"……… Dan?"
"Selamat Ulang Tahun… Yui"
Noru Berhenti Dan Mengatakannya Saat Yui Sudah Berbalik,
Muka Yui Agak Memerah, lalu Ia Agak Menggigit Lidahnya Dan Tersenyum kecil Ke Noru Yang Sedang 'Bermuka senang'
"ehe, Terimakasih… Tapi Minimal Pasang Muka Lain, Jangan Yang Itu"
"~\_~, Ah, Aku Salah Pilih Muka ^\_^"
Noru Berjalan Ke Yui, lalu Mengelus Kepala Yui Sebentar…
"^\_^, Jaa Kaero (Mari Pulang)"
Apartemen Menunggu Mereka Berdua Untuk Pulang…
"Sampai Jumpa Besok^_^"
"ah^ Jumpa Besok…"
Noru Membuka Kunci Pintu Nomor 7 Dan masuk Ke Dalam…
Yui Membuka Pintu Nomor 8 Dan Masuk…
(*Fuaah Seru Sekali, Aku Terkejut Kano-san Pernah melakukan Itu Sebelumnya… Bagaimana Bisa Dia Tau Itu)
***
'Kyouppi'
"kuingatkan Saja, Watar-kun!!"
'Noru'
"apanya?"
'Kyouppi'
"Yui Itu Jarang Tersenyum, Dan Sepertinya Sejak bertemu Denganmu, Dia Jadi Banyak Senyum, Jadi Jagalah Senyuman itu"
"(Bagian Mananya Kau Mengingatkanku, Kyouko-san……) Haahh"
Noru Menghembuskan Nafas Santai Di Malam Rabu Ini……
***
(Aku… Jadi Sering Memikirkan Satu Hal Akhir Akhir Ini… Aku Merasa…… Kano-san… Terlalu Perhatian Padaku…… Yaah, Kano-san Itu Orangnya Baik Jadi Dia Bisa Memperhatikan Semua Orang, Jangan Ge'er Dulu, Yui)
Yui Dengan Tenang Memikirkan Banyak Hal Ketika Genangan Air Mencapai Lehernya Di Ruangan Krem Keramik Ini, Yui Merendam dirinya Sampai Ke kepala…
Wajah Merahnya Terlihat Dari Permukaan…
Dan Suara Gelembung Yang Terbawa ke Atas Bermunculan Perlahan Ketika Yui Memgeluarkan Nafas…
Yui Berwajah Tenang kembali Setelah Mengeluarkan Kepalanya Dari Air…
Rambutnya Mengalirkan Air Melewati Kepalanya Dan Sampai Ke Wajahnya…
(Aku Merasa Jadi Seperti Ayano Dulu……)
[6]
Dirumahnya, Ayano Bersin…
"Aduh, Kamu Tidak Apa apa, Aya-chan?"
"Aah, Tidak Kok, Ada Debu Masuk"
"Begitu yaa… Ah! Benar Juga, Aya-chan, Selamat"
"Uh? Kenapa Bu? Tiba tiba Bilang Selamat?"
"Itu Karna, Haha, Kase-san Bilang Kalau Ranka-kun Sudah Pacaran Denganmu, Ibu Jadi Senang"
"Ap-!…
Teriakan??
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]