Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Valentine Yang Sebenarnya Dan White Day Yang…



Chapter 62: Valentine Yang Sebenarnya


[1]


"Nih, Kase-kun"


"Uuuoh makasih! Nanti Akan Kubalas!"


Para Gerombolan Gadis Mendatangi Ranka, Tapi Ranka Hanya Diberi Sebatang Coklat Oleh Perwakilan Kelompok Tersebut.


"Tidak Perlu Khawatir, Kami Memberikan Semua Coklat Pertemanan Pada Kelas Ini, Gadis Gadis Dari Kelas Lain Juga Lhoo"


"Heeh, Baguslah, Berjuanglah, Siapa Tau… Dapat"


"Uh!^"


Gadis Di Kelompok Tersebut Menjawab Dengan Semangat Sambil Pergi Mendekati Lelaki Lain Yang ada Dalam Kelompok.


"GAAH! (AKU BENAR BENAR MENUNGGU COKLAT DARI AYANO-SAN!!!! Maah, Itupun Kalau Dia Ingat Sih…)"


Di Ujung Kelas Lain…


"Kase Juga Dapat Kaah, Huah… Rasanya Tidak Terlalu Spesial Jika Dapat Semua Dari Kelompok Gadis Gadis"


"A-ano!!"


"Huh?"


Mimoru, Keluar Dari Mejanya Yang Bersama Teman Temannya… Dan Dipanggil Ke Belakang Oleh Seorang Gadis Berkacamata Hitam…


"Kenapa? Tachiaki-san…"


"Uh! E-etto… Anu… I-ini!! Coklat Valentinenya!!"


"HUH!!!??"


Gadis Berkacanata Yang Dipanggil Tachiaki Ini Menyerahkan Bungkusan Balok Kecil Berwarna Merah Dan Pita Berwarna Pink, Pada Mimoru, Lalu…


"Se-Semoga Kamu Menyukainya!!"


"Huh!?!? Co-coklat? U-untukku?"


"U-um^"


Tachiaki Memegang Tangannya Di Depan Badan, Dan Menunduk Dengan Pidget Dan Geliat Kecil…


"Ma-makasih"


Mimoru Mulai Malu… dan Sadar Kalau Dia Sedang Diperhatikan Oleh Teman Temamnya Yang Tertawa Kecil Melihatnya.


"Ti-tidak Apa……"


"………Ka-kalau Mau, Maukah Kamu Ikut Denganku Ke Kota Saat Pulang Sekolah Nanti?… Ki-kita Bisa Makan"


"!!! Ba-Baik!"


"Usyooh! Mimoru Kayaknya Udah Tuh"


"Kase Bagaimana?"


"Aah, Aku Sudah Punya!! Masih Jadi Target Sih"


"Hooh Hooh, Ma! Aku Sih Tidak Apa Apa Yaa~"


[2]


"Aika-kun, Nih, Tawaka-kun Juga"


"HOOOHH!!!! Makasih Oooooosaka-san!!


"Hih Hih, Ini Adalah Rencana Pemberian Ke Seluruh Lelaki Di Kelas 2!!"


"Mana Mungkin, Sekitar Ada 60 Laki Laki Di Kelas 2, Dan Kau Mau Memberi Semua?"


"Tentu! Ah, Kalau Udah Punya Pacar, Kami Tidak Akan Memberikannya"


Lalu, Oosaka Mengambil Kembali Coklat Batangan Yang Di Pegang Tawaka…


"GAH!!"


"Ups Ups, Mana Mungkin Kashima-kun Dapat Pacar, Nih"


"Guh… {Padahal Aku Punya Pacar?}"


"Uh? Kau Bilang Sesuatu?"


"Aku Bilang, Noru Punya Pacar"


"Ah! Berikan Kembali Sini!"


"SIALAN KAU! Aku Belum Punya Pacar!! Sudahlah Jangan Ambil Lagi, Nanti Kau Akan Punya Jerawat Di Pantatmu"


"Uuh, Agak Menjijikan Jadi Ku Biarkan Saja, Ooi, Nih, Coklatnya!!"


Oosaka Bagai Menghambur Hamburkan Coklat Dari Kelompoknya Setelah Tarik Menarik Dengan Noru Yang Memegang Sebatang Coklat Pemberian Para Gadis Kelas 2 - D.


"……… (Aku… Agak Berharap Untuk Mendapat Coklat Dari Yui Hari Ini…) Fiuh…"


Noru Kemudian Membuka Bungkusan Kertas Tersebut Dan Melihat Coklat Yang Dilapisi Foil Yang Memantulkan Cahaya… Ia Merobeknya Dan Memakan Coklatnya…


"*Nyah *Nyah… Rasanya… *Nyah"


"Bagaimana Rasanya??"


"Rasanya… *Nyah, Biasa Saja, Tapi Hal Yang Membuatnya Enak Adalah…"


"ENAKNYA!?!?"


"Ini Didapatkan Tanpa Kerja Keras, Gratis, Makanya Enak"


"Jujur Sekali Kamu, Noru…"


"Ah, Akan Kubalas Mereka Nanti…


"Enak Sekali Yaa~ Aku Akan Menunggu Kyouko Hari Ini Ditaman… Aku Akan Diberi Atau Tidak Yaa~!"


"Kenapa Kau Mengkhawatirkan Itu?"


"Yaah, Rasanya Kyouko Terlihat Seperti Gadis Yang Kurang Bisa Masak, Aku Jadi Khawatir Kalau Aku Akan Diberi Coklat Yang ada Di Minimarket"


"Kalau Itu Sih Tidak Perlu Khawatir, Selama 2 Hari Ini, Aku Melihat Toshinou-san Sering Ke Kamar Yui… Mungkin Saja Toshinou-san Sedang Meminta Bantuan Untuk Membantunya Membuat Coklat, Selain Itu, Aku Ntah Kenapa Yakin Kalau Yui Bisa Membuat Coklat Dan Membantunya…"


"Fuuhh, Noru, Rasanya Kau Masih Sangat Perhatian Sama Funami-san, Nggak Di Gas Aja Tuh?"


"Nanti…"


"guh, Nanti Saja Terus, Tahu Tahu Kalian Sudah Berumur Setengah Abad"


[3]


"*Hachu! Adu, Maaf"


Bersin Kecil Dikeluarkan Oleh Yui, Lalu, Dia Mengeluarkan Sekantong Kecil Tisu Dari Dalaman Bajunya, Dan Melap Hidungnya Agar Tidak Kotor…


"Mmm, Lucu Sekali, Suara Bersinmu Benar Benar Imut, Yui"


"Acak Sekali Pikiranmu Itu…"


"(Benar Juga ya, Funami-san Terdengar Imut Tadi) Ahaha"


"^_^ (Kawaii…)


"Uh? Eh? A-ada Apa? Ayano, Chitose…"


"Ah, Tidak Kok, Aku Hanya Memperhatikan Saja, Hihi, Funami-san Kawaii"


"Uueeh? (Kenapa Banyak Yang Memanggilku Kawaii Akhir Akhir Ini, Padahal, Aku Ini Bukannya Terlihat Tomboy?)"


Yui Memberikan Pertanyaan Pada Dirinya…


"Aku Tidak Se Kawaii Itu, Dan, Itu Agak… Memalukan Jadi Tolong…"


"Baik Baik, Fuuh, (Sekarang… Valentine…… Se-sebenarnya Aku Sudah Menyiapkan Coklat Untuk Rakkun Nanti… Tapi Aku Bingung Menyerahkannya Kapan… Aku Malahan Membawanya Ke Sini)"


Didalam Tas Ayano, Ada Sebuah Kotak Berwarna Biru Dengan Pita Merah…


"Chitose Mau Ngasih Untuk Siapa? Mizaki-san?"


"Uh^_^, Katanya Dia Ingin Coklat Buatanku, Maah, Aku Dan Chizuru Juga Sudah Mencobanya Jadi Aku Tidak Khawatir Dengan Traumaku Yang Dulu"


(Trauma? Aah, Chizuru-san pernah Bilang Padaku Kalau, Jika Chitose Memakan Coklat, Dia Akan Jadi Lepas Kendali Dan Berdarah Darah, Jadi Dia Sudah Bisa Lepas Dari Trauma itu Ya)


(Sebenarnya, Alasan Kenapa Aku Tidak Berdarah Darah Saat Memakan Coklat Karna Seleraku Dalam Mode Fokus Jadi Berubah, Dan Saat Ini, Aku Akan Mimisan Bila Membayangkan Dengan Fokus, Kase-san Dan Ayano-chan Berciu- BUHUK!)


Darah Benar Benar Keluar Dari Hidung Chitose Yang Manis, Chitose Menadahinya Dengan Lipatan Tangannya.


"UWAAH! Chitose!"


~~


"Mou, Jangan Lepas Kendali Lagi Laah (Oh Ya Waktu Ku Ingat Ingat Lagi, Chitose Jadi Jarang Mimisan Akhir Akhir Ini, Sejak Dia Pergi Ke Onsen Juga… Kira Kira Ada Apa Yaa…)


"mmm…… (Aku Tidak Ada Niatan Memberitahu Mereka Semua Soal Ini… Maah, Biarlah Ini Menjadi Rahasia…… Hanya Kami Berdua Yang Tau……)


Guh, Chitose-san Ntah Kenapa Tidak Mau Mengatakan Rahasia Apa Itu Pada Authornya Sendiri… Apa Aku Sejahat Itu?


Itu Hanya Curhatan Author Di Beberapa Chapter Belakangan Ini…


[4]


Pintu Kelas 2 - 5 Terbuka Dan Seorang Berambut Putih Berkacamata Lah Yang Membukanya…


"Nee-san"


"Uh? Aah, Chizuru Kenapa?"


Chizuru Mendekati Chitose Yang Melihat Yui Dan Kyouko Didepan, Dan Ayano Yang Sekali Kali Merespon…


"Hari Ini Aku Akan Pulang Telat Jadi Tidak Usah Khawatirkan Aku Bila Saat Malam Aku Belum Pulang"


"Mm, Begitu Yaa… Baiklah, Tapi Jangan Sampai Besok Yaa, Aku Khawatir"


"Um^"


"Mau Kemana Memangnya?"


"Aku Mau Bertemu Temanku Dulu"


"………… (Ah, Dia Kah? Ntah Kenapa tapi Aku Yakin Begitu) Huuh, Baiklah, Nikmati Waktumu"


"……??"


Chizuru Memasang Wajah Bingung…


Saat Pulang Sekolah…


Chizuru Duduk Dibawah Pohon Tanpa Daun Di Sebuah Taman, Di Bangku Taman Yang Terbuat Dari Kayu Yang Kokoh, Dia Duduk Membaca Buku Dengan Kedua Tangannya, Dan Tas Kotak Di Samping Kanannya Yang Kosong Sedikit…


"Permisi Nona, Boleh Aku Duduk Disampingmu?"


"… \*Lirik Dikit… Boleh…"


Chizuru Langsung Menjawab Suara Laki Laki Tersebut, Suara Yang Begitu Dalam Dan Besar, Seperti Di Sengajakan Di Besarkan…Dan, Orang Tersebut Duduk Di Bangku Bagian Kiri Chizuru Yang Kosong, Saat Menunduk, Ia Melihat Celana Hitam Abu Abuan Yang Dipakai Pria tersebut…


"…… Jadi??"


"………"


Chizuru Mendengar Suara Yang Lebih Rendah Dari Barusan, Dan Terdengar Tidak Dipaksakan Dan Dibiarkan Suaranya Bsgitu


Tanpa Membalikkan Badan Dan Kepalanya Dari Bukunya, Chizuru Membuka Tasnya Dengan Tangan Kanannya Saja, Dan Mengeluarkan Sebuah Kantong Plastik Berukuran Kecil Yang Saat Dipegang Begitu Lembut Oleh Chizuru Sendiri, Warna Plastik Tersebut Hanya Hitam, Tapi Kantong Plastik Tersebut Masih Bisa Menunjukkan Isian Dari Kantongnya, Jadi Tidak Sepenuhnya Hitam…


Kantong Plastik Tersebut Diikat Dengan Tali Pita Putih… Sebuah Benda Dengan Bentuk Beragam, Terlihat Dari Siluet Yang Ada Di Dalam.


Chizuru Mengarahkannya Ke Kiri, Ke Pria Yang Duduk Disampingnya, Yang Terlihat Memakai jas Biru Gelap…


"Nih"


"……"


Chizuru Kemudian Memberikan Kantong Tersebut Dengan Menjatuhkannya Ke Bagian Paha Pria Tersebut, Dan Memegang Kembali Bukunya Dengan Kedua Tangannya…


"Ini… Valentine Choco"


"………"


"Begitu Yaa"


"Aku Belum Bilang Apa Apa, Anggap Saja Seperti Itu"


"……… Begitu Kah, Makasih, Chizuru…san"


"Uh^"


Karna Suatu Alasan, Pipi Chizuru Agak Sedikit Mempink, Mungkin Dia Tersinggung Akan Suatu Hal…


"Tunggu Saja Saat White Day Ti… Ba"


Pria Tersebut Langsung Menghilang Dalam Jeda Waktunya… Menghasilkan Angin Kecil Yang Agak Menghempaskan Rambut Chizuru, Chizuru Kemudian Membenarkan Kacamatanya Yang Tergeser Dari Tempat Asalnya Barusan…


Lalu, Lanjut Membaca Buku Dengan Tulisan 'Dataran Dunia' Di Sampulnya…


Kebanyakan Waktu Yang Dihabiskan Chizuru Hanya Membaca, Tapi Hal Itu Juga Di Selingi Dengan Makan Di Restoran Cepat Saji.



\[5\]


Di Klub Kesenangan, Chinatsu, Memegang Kotak Berisi 6 Bola Yang Di Lapisi Foil Ungu…


Chinatsu Menggesek Gesekkan Badannya Dengan Ragu, Lalu…


"Yu-yui-senpai!!"


"Uh? Kenapa?"


Yui Menanggapi Chinatsu Setelah Dia Meneguk Air Teh Dari Minuman Yang Dibuat Chinatsu…


"I-INI!!"


Chinatsu Kemudian Memperlihatkan Kotak Tersebut, Dan Menaruhnya Ditengah Depan Yui…


Yui Menaruh Gelasnya…


"A-AKU MEMBUAT!! Coklat Valentine Untuk Yui-senpai!"


"Valentine Choco? Mm, Makasih, Senang Menerimanya"


"Be-begitukah!?!!"


"U-uh^ (Se-semoga Saja Coklat Buatan Chinatsu-chan Tid- Eh?)


"Eh!?"


"uh!?"


Yui, Kyouko Dan Akari Terkejut…


Mereka Baru Melihat Chinatsu, Membuka Foil Ungu Dari Benda bulatnya dan Terlihat Bola Coklat Dengan Bintik Bintik Putih Menyebar…


"nih, Yui-senpai, Aaaaa~"


"(I-ini Terlihat Normal, Dan… Te-terlihat Enak, Aku Coba Lah) A-aaaammm, Uh!!"


Bola coklat Tersebut Mencapai Bibir Dan Masuk Ke Mulut Yui, Lidah Yui Menyentuh Permukaan Bulatnya Dan Langsung… Merasakan Manis Yang Pas Dan Rasa Geli Di Beberapa Sisi.


"E-enak Sekali!"


"Be-begitu Kah!! Syukurlaah!!"


"E-enak!!??, A-aku Juga Maau!!"


"ah, silahkan, Aku Bawa Sekotak Yang Lain"


Chinatsu Kemudian Mengeluarkan Kotak Coklat Dan Membukanya, 6 Bola Bulat Kecil Yang Sama persis Dan Menaruhnya Didepan Kyouko Dan Akari.


Akari Dan Kyouko Kemudian Mengambil Satu, Merobek Foilnya Dan Memakannya Bulat Bulat, Ya karna Coklat Ini Memamg Bulat…


"Huumm!!!! ENAK!!!"


"Enak, Chinatsu-chan"


"Bagus lah, Fiuh, Huf, Lupakan Saja Lah Soal Valentinenya, Kita Makan Bersama Saja"


"Yeeeyy!!!!"


Kyouko Begitu Semangat…


Valentine Mereka Tahun Ini Di Isi Kebersamaan Yang Benar Benar Setara…



~~


"Permisi ^\_^"


"uh? Ah, Chitose"


"CISS!"


"Ikeda-senpai Da! (itu)"


"Ikeda-senpai, Mau Coklat?"


"Huh~ coklat Yaa, Boleh?"


"boleh, Silahkan"


Chitose Membuka Pintu Dan Menutupnya Kembali Dan Mendekati Meja Tengah Ruangan…


IA melihat 4 Bola Di Tiap Kotak… Lalu, Mengambil Satu Dari Kotak Yang Paling Dekat Dengannya…


"… {Selamat Makan}, Aam…"


Chitose Mulai Mengemut Coklat Dengan Tiktik Putih Yang Menyebar…


"Maah, Enak Sekali, Seperti Buatan Toko, Tapi Ini Buat Sendiri Kan?


"Hai^ Aku Yang Buat"


"Wah, Kamu Hebat Yaa Yoshikawa-san"


"Uh^ Terimakasih"


"Ah, Aku Kesini Mau Meminta Bukuku Kembali"


"Ah! Maaf, Chitose"


Kyouko Terkejut Sendiri… Lalu, Memasukkan Tangan Dan Mencari Buku Di Tasnya di Kiri…


Kyouko Mengeluarkan Buku Krem Dengan Nama Ikeda Chitose Tertulis Lalu Menyodorkannya Ke chitose.


"Ini, Makasih Ya"


"Tidak Apa, Maka-"


"Permisi!"


Pintu Dibuka Lagi!


Kali Ini, Sakurako Membukanya Dengan Semangat, Di Belakangnya Ada Himawari.


Ke Lima Orang Yang Sedang Duduk, Agak Terkejut Dan Melihat Ke Pintu.


"Oomuro-san, Ada Apa?"


"Aku Mau Memberitahu Sesuatu Pada Toshinou-senpai"


"Kyouko, rasanya Kau Terlibat Banyak Hal Ya"


"Apaan Sih!!!"


Ungkapan Yui Ditentang Oleh Kyouko…



~


"Toshinou-senpai! Guru Meminta Catatan IPA!"


"Guh, Rasanya Bukuku Sepertinya Sedang Di Habisi Satu Persatu, Lihat! BUKUKU MENANGIS!!"


'Uwaahh, Mama!! Aku Mau Ke Mama!!'


"AH! Buku Ipa ini Beneran Menangi- Aduh!"


"Jangan ikut Ikutan, Maaf Semuanya, Kalau Begitu Kami Dulu-"


"Himawari-chan, mau Coklat Dulu??"


"Uh? Coklat…… Mmmm^, Terimakasih, Selamat Makan"


Himawari Mendekati Meja dan Membawa Bola Kecil…


"Gah!! A-AKU JUGA MAU!!"


"Silahkan, Sakurako-chan"


"YAATAA!!"


Mereka akhirnya Memakan Coklat Disini… Sayangnya, Ayano Ada di Ruang Osis…


\*


"Fuuh, Yang Lain Lama~"


"Benar Yaa, Kemana Para senpai Kita Pergi…"


Ayano Dan Kyotaka-san Mengeluh Ketika Semua Anggota Menghilang Ntah Kemana…



Mengesampingkan Itu…



\[6\]


Pulang Sekolah Ayano… Jam 3 Sore…


Ayano Berjalan Di Daerah Perumahan Rumahnya, Melihat Sekeliling Tempat Ini… Tempat Yang Sangat Akrab Dengannya Sejak Kecil… Sebut saja Perumahan A.


Ayano Kemudian… Melihat Rumahnya Di Kanan, lalu… Melewatinya…


Setelah Melewati Rumahnya Yang Diberi Dinding Pendek… Ayano Mengeluarkan SeBuah Kotak Berwarna Biru Dengan Pita Merah…


~


"(Yosh, Sudah Kuputuskan, Aku Tidak Perlu Ragu, lagi Pula Ini Hanya Coklat, Tapi…… Ini… Termasuk Ke Coklat Pertemanan… Atau… Coklat Ci-cinta?) Wah!"


Tanpa Ayano Sadari, Dia Sudah Sampai Di Depan Rumah Keluarga Kase… Ia Agak Terkejut, Tapi Kemudian, Ia Mendekati Pintu Depan Rumah 2 Lantai Ini…


"mmm… (Ah, Terserahlah… Tidak Apa… Tidak Perlu Gugup, Ayano) Yosh"


Ayano Kemudian Menekan Bell Di Kiri Pintu…


2 Kali…


Dan, Pintu Terbuka…


"Uh? Aah, Ayano-chan"


"ah! Selamat Sore, Apa Rakkun Ada?"


"Ranka Yaa, Ada, Mau Kupanggilkan"


Seorang Wanita Langsing Memakai Baju Putih Dan Rok Panjang Hijau Membuka Pintu, Dia Adalah Ibu Kase… Wajahnya Terlihat Cantik Di Satu Sisi Mengesampingkan Soal Umurnya Yang Sudah Cukup… Rambutnya Panjang Di Ikat Bulat Dibelakang Dan Suaranya begitu Tenang.


"Mmm, Bolehkah Kalau Saya Yang mendatanginya?"


"(Aah, Ayano-chan Sopan Sekali) Boleh, Silahkan Masuk"


"M^ Permisi"


Ayano Masuk Ke Rumah Ini Dan Pergi Ke Kanan, Pergi Ke Tangga Menuju Lantai Dua…


~


"Rakkun!"


"Uh?"


Pintu Kamar Ranka Dibuka tanpa Diketuk, Dan Ayano Langsung Masuk… Melihat Ranka Yang Berbaring Di Kasurnya, Memainkan Ponselnya secara Landscape…


Ayano Perlahan Mendekati Kasur Ranka…


"KYAAHH!!! CABUL!! Ayano-san cab-"


"Diam!"


Ia Melempar Bantal Putih tepat Ke wajah Ranka Dan Membuatnya Diam.


~


Bantal Tersebut Jatuh Dan Wajah Datar Ranka sekilas Muncul…


"Huff, ada Apa Sampai Kemari? (WAAH, Rasanya Senang Bila Tiba Tiba Dikunjungi Begini, Masih Pake seragam… Apa Dia Tidak Pulang Dulu Ya?)


"Aku Ada Urusan Sebentar, Jadi Tidak Lama kok"


"Begitu Ya, Hm Hm! Ini Pasti Karna Rasa Rindumu Padaku Kan!!"


"!!, Bu-bukan Begitu, A-aku"


Ranka kemudian sekilas Melihat Kotak Yang Di Bawa Ayano, Tapi Tidak Bertanya.



"Umbuf, Ayano-san Tidak Mau mengakui, Kalau Dirinya Cabul"


Ranka Malah Memonyongkan Mulutnya Dengan wajah Menyebalkan.


Kemudian…


"Bisa Diam Tidak, Nih, Coklat Valentine"


"COKLAT VALENTINE!! Hooohh, Akhirnya aku Dapat Darimu, Ayano-saann!!"


"^\_^, Tidak Perlu Seheboh Itu"


Ayano Memberikan Kotaknya, Dan Ranka Membukanya, Melihat Coklat Dengan Bentuk Bintang…


"…… Heheh, Terimakasih Banyak, Ayano-san"


"Mm^, Ahaha, Jangan Menangis Juga, Kamu Seperti Anak Kecil Saja"


Air Mengalir Dalam Volume Kecil, Lalu, Ayano Mengelus Elus Rambut Coklat Gelap Ranka Dan Ntah Kenapa Pada Akhirnya…



(dia Malah Tidur…)


Ayano Duduk Di Kasur, dan… di Pahanya, Ada Ranka Yang Tertidur Dengan Tenang…


(Bagaimana Ini, Dia Tidur Dengan Sendirinya, Itu Juga Karna Salahku Karna Tiba Tiba membiarkan Dirinya Tidur Di Pahaku…)


Lalu… Karna Takut Mengganggu Tidurnya, Ayano Perlahan Mengangkat Kepala Ranka Dan Bangun, berpindah Tempat…


Lalu, Agak Mendorong Geser Badannya Agak Lebih Masuk Ke tengah kasur…


Dan Kemudian Mengangkat Kepalanya Lagi Untuk Memasukkan Bantal Diantaranya…


Dan Yang terakhir…


Ayano Memberi Kecupan Kening Pada Ranka… tanpa Seorang Pun Tau…


Ayano Kemudian Pergi Tanpa memikirkan Hal Singkat Namun Berharga Itu…



\[7\]


Di sekitar Jam 6 Malam…


"WAKA-KYYUUUNNN!!!"


"WIIIIISSSS!!!!"


Highfive di Taman Di Tengah Kota…


Siapa Lagi Kalau bukan Kyouwaka


Mereka Berdua Menepuk Tangan Dengan Semangat, Sampai sampai Menarik Perhatian. oleh Para Orang Di Taman Yang Diisi Banyak Kalangan…


"Jadi! Kita mau Kemana Sekarang?!"


"Ah! Ke Tempat Makan Disana!"


Tawaka malah Menunjuk Ke Restoran Bernama COCOdeS.


~


Setelah agak Tenang Sambil Berjalan Ke Restoran.


"apa Kamu Membawa Buku Materimu?"


"Aku Bawa"


"Bagus, Aku Akan memberitahumu Soal soal Ujian Besok"


"…………"


"…………"


"MANTAP!"


"MANTAP!"


Keduanya sama sama Licik.



~~


"Hamburger"


"Kentang"


"Baiklah, Jangan Ribut Disini, Kalian Berdua"


"Maaf"


Ishii Berjalan Dengan Tenangnya Ke Bagian Dapur.


"Dia masih Bekerja saat Begini?"


"Mah, karna Ujian Kami Selesai Lebih Cepat, ishii Bilang Dia Akan Kerja lebih Banyak, Dia Hebat Ya"


"Hebaat, Apa Kamu Mau Seperti Dia Nanti?"


"Mmm, Mungkin, Aku Ini Pekerja keras lhoo"


"Him Him! Kalau Kamu Akan Bekerja Keras, Aku Memberimu Ini!"


Kyouko Mengeluarkan Kantong Plastik Berisi Coklat Putih.


"Coklat Putih? A-Apa ini!!?"


"Huh Huh!"


Kyouko Berbicara dengan Sombongnya.


"ini Adalah… White"


"Clover… Giilaa~ Bagus Sekali"


"Hehe, Aku Juga Hebat Kan!"


Kyouko Kemudian pergi ke Sofa Sebelah Tawaka Dan memeluk Lengan Tawaka dengan Senang…


"Hebat Hebat… Tapi… Bisa tidak kamu Pilih Yang Daunnya 4, Bukannya Kalau daunnya 5 Itu Artinya Ada Iblis didalamnya?"


"Ah……"



Mengesampingkan Iblis yang sedang Berteriak Dengan ganasnya Didalam coklat, mereka Sangat Senang Akan kebersamaan Mereka Selama ini…


Hari Ini Di Akhiri Dengan Kata Lembut…


"Aku Mencintaimu" Dari Kyouko…


Dan senyum Lebarnya…



Bagaimanapun Juga, Mereka Terlalu Banyak Melakukan hal Menyenangkan… Dan Punya Terlalu Banyak Waktu Luang.



\[8\]


Disatu Tempat… Chitose Memberikannya…



\*\*\*


(HUAAHH!!! Senangnya! Padahal 2 Bulan Yang Lalu, Kami Hanya Teman)


Dan… Tsurugi Agak Sedih…



\[9: Yui\]



Pada Saat Itu… Ketika Kyouko Dan Akari Berada Di Rumah Yui… Membuat Coklat…


Yui Terpikirkan Sesuatu…


Ia Melihat Kyouko Yang Membuat White Clover Dan Akari Yang Membuat Brown Heart…


(Warna Coklat… Dan Putih… Aku Niatnya Mau Buat Yang Coklat Biasa… Tapi Kalau Biasa… Agak Sederhana… Yosh, Aku Sudah Memutuskan Ini… Aku Akan Membuat Coklat Bulan Sabit Warna Coklat, Dengan Ujungnya Yang Warna Putih, Agak Ribet Tapi Menurutku Cukup Bagus)


Yui Membayangkannya, Sebuah Coklat (Coklat) Yang Di Buat Urutan Warna Putih Coklat Putih…


(Rasanya… Itu Cocok… Karna Masih Ada Mereka Berdua, Aku Akan Membuatnya Besok Saja Lah)


……


\*Besoknya…


12 Februari…


"Jaa Sampai Jumpa Besok"


"Terimakasih Karna Sudah Membantu, Yui-chan"


"Tidak Apa, Nanti Mampir Lagi"


"Tenang Saja Yui, 1 Jam Lagi Setelah Aku Mandi, Aku Akan Kesini La-"


"Tidak"


Kyouko Dan Akari Pergi Dari Kamar Yui…



Yui Kembali Masuk, Dan Mengunci Pintu, Lalu Melihat Dapur…


(Bahan Bahannya Masih Ada Untuk Bagianku, Dan Krim Kyouko Juga Masih Ada… Harusnya Ini Sudah Cukup… Baiklah, Mari Kita Buat Coklat Kita Sendiri…)


Yui Mengepalkan Tangannya Didepan Dada Dengan Semangat, Yaah, Sisi Dirinya Yang Ini Jarang Diperlihatkan Pada Orang Lain, Termasuk Kyouko.



"(Pertama… Aku Harus Membuat Coklatnya Dengan 2 Warna Dulu… Berarti Aku Harus Memakai Bowl Yang Berbeda…… Lalu… Ah, Yang Coklat Biasa, Aku Akan Taruh……)


Semua Pemikiran Yui Terfokus Pada Pembuatannya, Urutannya, Dan Pengukuran Batas Pada Cetakan Nanti.


Lalu…


Yui Berhasil Membuat Pembatas Tipis Di Cetakan Bulan Sabitnya, Yaitu Selembar Madu Yang Di Keraskan Dan Dipotong Begitu Rapi, Jadi… Coklat Putih Dan Coklat Normal Tidak Akan Menyatu Dan Dipisahkan Oleh Dinding Madu…


(Fiuh… Yang Paling Susahnya Sih Waktu Pemotongan Madunya… Aku tidak Menyangka Akan Sesulit Itu…… Nah, Coklat Putihnya Sudah Begitu Saja… Sekarang… Bagian Coklat Normalnya…)


30 Menit Terlewati… Lalu…


Yui Masuk Ke Tahap Pencetakan… Ia Meletakan 4 Cetakan Bulan Sabit Yang Sudah Diberi Dinding Madu Di Tiap Ujungnya, Ia Menjajarnya Di Pinggir Bagian Dapur… Dan…



~


(Selesai! Huuh… Ini Melelahkan, Padahal Aku Kira Akan Cepat Ternyata Akan Memakan Waktu Selama Ini… Fuuh… Coklat Putihnya Masih Sisa Banyak, Mungkin Aku Akan Membuat Yang Kotak Batangan Saja Dengan Yang Itu, Aku Tidak Seberjuang itu Untuk Membuat 10 Putih Coklat Putih, Susah Sih, Jadi Normal saja Tidak Apa lah, Semoga Saja Dia Akan Menyukainya…)


Senyum Kecil Terukir Di Wajah Yui Ketika Ia Melepas Apron Kremnya…



14 Februari…


(Mmm, Chinatsu-chan Ternyata Sudah Bisa Membuat Coklat Yaa, Rasanya Aku Sepertinya Melihat Pertumbuhan Seorang Anak, Cepat Sekali)


Yui Berjalan Di Trotoar Jalan Dengan Semak Yang Dipotong Rapi Di Samping Jalan Yang Dilewati Mobil… Mungkin Tujuannya Sebagai Pengganti Pagar Yang Kurang Enak Dilihat…


Langit Oren Menunjukkan Sore Hari, Matahari Berada Di Belakang Yui…





Yui Melewati Hutan Kecil Dan Pergi Ke Pintu Depan Yang Ada Di Depan Sana, Ia Membuka Pintu Gedung Ini Dan Melihat Penghuni Lain Yang Pernah Berkenalan Dengannya… Terlihat Seperti Gadis Yang Memakai Seragam SMA Melewati Yui Dan Pergi Keluar…


Membiarkan Itu, Yui Pergi Ke Lantai Atas, Dan Pergi Ke Ujung Lorong Di Kamar Nomor 8…



(fuah, Sekarang Saja Lah Aku Memberinya…)


Yui Memutuskannya Ketika Ia Sedang Mandi… Berendam Dan Menenggelamkan Kepalanya…


~


Yui Membawa Kotak Berisi Coklat Bulan Sabitnya, Kotak Hitam Yang Diikat Dengan Pita Putih… Lalu… Di Depan Kamar Nomor 7…


(Aku Mengiranya Ini Cukup Datar… Tapi, Datar Juga Tidak Ada Salahnya Ya)


Ia Kemudian Menekan Bel Di Kanan Pintu…


5 Detik Kemudian, Pintu Dibuka Dan Yui Melihat Noru, Memakai Baju Hijau Dan Celana Hitam Pendek…


"Ah, Malam, Panda-san"


Ada Panda.


"Slamat Malam"


"……, Masuklah"


Noru Membuka Pintunya Lebih Lebar…


"Uh… Um^"


~


(Uh, Aku Malah Masuk, Padahal Aku Hanya Ingin Memberikan Ini…)


"Uh? Napa Yui, Ngelamun Begitu"


"Ah, Tidak, Aku Mau Memberikan ini, Coklat Valentine"


"Uh?"


Saat Yui Diam Didapur Menghadap Pintu Tengah, Noru Yang Tengah Membuka Pintu, Berbalik… Dan Melihat Yui Yang Menodorkan Kotak Hitam Persegi, Dengan Pita Tali Putih…


Noru Mengambilnya…


"Bukalah"


"…… *Angguk"


Noru Menarik Pitanya Dan Ikatannya Terlepas…, Ia Kemudian Menarik Bagian Atas Kotak Dan Melihat 4 Bulan Sabit Di Tiap Sudut Dan Satu Ditengah, Di Sebuah Lubang…


"!, Sugoi, Ada Putih Diujungnya… Dan Lagi, Putih Ini…"


Noru Mengambil Satu Coklat Di Kiri Atas, Dan Melihatnya Dari Dekat.


"Kepisah"


"Ahaha, Aku Cukup Kesulitan Menaruh Penghalangnya"


"Penghalang Kaah, Jaa Kita Makan Di Ruang Tengah Saja, Boleh?"


"………, aku Ada Cucian Yang Belum Dibersihkan, Jadi Maaf, Kamu Makan Sendiri Saja"


Yui Tersenyum Kecil…


"……, Baiklah, Jaa Sampai Jumpa Besok"


"Uh^, Mata ashita"


"Makasih"


"…… Uh^, Makasih Kembali"


Yui Kemudian Berbalik, Dan Pergi Dari Kamar Nomor 7…


"Nanti Mampir lagi Yaa, Panda-san"


"Baaik!"


Hanya Basa Basi Dari Noru.



"(Semudah Itu, Horrah Yui, Kamu Tidak Perlu Khawatirkan? Untuk Apa Aku Harus Gugup Memberikannya, Sekarang… Aku Serahkan Pada Coklatku)


"!"


Yui Tersadar Akan Sesuatu…


***


Noru… Duduk Di Kasur, Menyandarkan Dirinya Ke Dinding, lalu… Membawa Satu Coklat Bulan Sabit…


"Hebat Nih… (Katanya Ada Penghalangnya Agar Coklat (Coklatnya) Tidak Tercampur Dengan Coklat Putihnya, Kira Kira Apa Itu…)"


Noru Kemudian Menggigit Ujung Putihnya, Dan Mematahkan Satu Bagian Putihnya.


Lalu Mengemutnya…


(Rasanya Manis, Coklat Memang Harus Manis, Lalu, Ada… Rasa Manis Lain?… Ini… Madu… Apakah Yui Membuat Penghalangnya Dengan Madu? Kalau Demikian, Dia Kelewat Hebat…)


Pada Akhirnya, Satu Bagian Putih Sudah Dimakan, Lalu, Noru Mencoba Menggigit Dan Mematahkan Bagian Hitam, Lalu Merasakannya.


"!! (Apa apaan Ini, Enak Sekali! Mmm, Rasanya Seperti Segar Atau Apapun Itu, Ini Enak!, Apa Ini? Aku Seperti Kenal Rasanya… Mint… !! Chocomint!)"


Perasaan Noru Lebih Senang Dari Biasanya…


"…… Gila… (Aku Kaget Yui Bisa Mengetahui Kalau Aku Suka Chocomint)"


Padahal, Dulu Dia Pernah Bergumam Saat Bersama Yui, Kalau Dirinya ingin Coklat Chocomint…


~


Saat Sudah Menghabiskan Satu Batang Kecil Coklat Putih… Ia Melihat Penghalang Kertas Yang Menutupi Bagian Bawah Dari Tempat Coklat Yang Barusan Ia Makan…


Noru Membuka Kertas Hitam Tersebut Dan Melihat, Coklat Hitam Putih Hitam Lagi Dibawahnya.


(Berapa Lama Dia Membuat Detail Kecil Barusan, Aku Yakin Itu Cukup Susah, Maa, Aku Sudah Seharusnya Menghargai Perjuangan Yui Membuat Ini Untukku)


~


Lalu, Ketika Hanya Ada 5 Coklat Batangan Bulat Di Bagian Paling Bawah Dari 5 Lubang Dari Kotak, Noru Tersadar…


(Ini Coklat Valentine Dalam Bentuk Hubungan Apa?)


***


(Itu, Aku Membuat Coklat… Tapi Aku Masih Bingung Diantara Coklat Pertemanan Atau……)


Keduanya Cukup Bingung, Namum… Satu Hal Cukup Jelas Di Pandangan Noru…


(Saa Te, Aku Akan Menganggap Ini Sebagai Coklat Cinta Terlebih Dahulu, Aku Tidak Ge er Tapi Akulah Yang Menginginkannya Agar Jadi Begitu…)


[10]


Akari Menodorkan Sebatang Coklat Yang Dibungkus Dengan Foil, Pada Akane Yang Duduk Dimeja makan.


"Maah, Senang Sekali Rasanya, Terimakasih Banyak Akari!"


Akane langsung Bangun Melihatnya… Dan Memeluk Meluk Akari.


"Hehe, Onee-chan Daisuki!"


"*Super Seneng"


Akanelah Yang Bahagia…


[11]


"Naru-kun, Nih, Aku Sisakan Untuk Naru-kun Juga"


"Uwoh, Chinatsu Makasih!"


Naru Mengambil Bola Coklat kecil Dan Memakannya langsung.


"mmm, Rasanya Ada yang Beda!"


"Aku Buat Yang Lain lhoo Sendirian, Aku Hebatkan!"


"Um!^ HeBat hebat!"


Elusan di Atas Kepala Chinatsu begitu Nyaman bagi Dirinya…


"ma-makasih"


Keduanya Senang Tanpa Harus mengekspresikan Diri…


[12]


Coklat Batangan Di Luncurkan perlahan Di Meja Suatu Kafe…


Lalu Sebuah Tangan Mengambilnya, Dan Kepalanya Agak Menunduk Sedikit.


Kepala Lainnya Hanya menggelengkan Diri Dan Meminum suatu Air Putih Di Gelas Didepannya…


Masa lalu Yang Singkat Ini… Berakhir 1 Bulan Kemudian…


[13]


White Day Yang…


12 Maret…


"Sebentar Lagi White Day…"


"…… Trus Kenapa?"


"Apa Kalian Mengharapkan Coklat Dari Para Laki Laki Yang Kalian Kenal?"


"mmm, Aku Mungkin… Cukup Berharap (Maah, Itupun Kalau Kano-san Ingat)"


"aku… Tidak Memberi Ke Laki Laki Tapi Aku Berharap Dapat! ( Dari Yui-senpai!)"


"Mmm, Akari Baru Kenal 1 Laki Laki Yang Bukan Saudara"


Ketiga Lainnya Berpikir Serupa…


(Pasti Laki Laki Yang Waktu itu Di Restoran Dimarahin)


~


"Dan, Aku Juga Tidak Tahu Bisa Menghubunginya Atau Tidak"


(Eh? Jadi Mereka Berdua Tidak Punya Kontak Setelah Terlihat Dekat Begitu?)


Mereka Bertiga Berkomentar Dalam Hati Lagi…


"jadi! Ini Adalah Saatnya Bagi Kira Para Gadis Gadis, Menunggu Untuk Dihubungi!!"


"……… Ya Nggak Mungkin Dihubungi Lah"


"Eh? Kenapa?"


Kyouko Bertanya Dengan Polosnya


"Kitakan Lagi Di Sekolah, Jadi Bagaimana Bisa Mereka Menghubungi Kita"


"Ah, Benar Juga Ya, Yui Dasar"


"(Kok Malah Nyalahin Aku Sih)"


Yui Kemudian Meminum Tehnya, Tak Mempedulikan Kyouko…


"Mmmm, Berarti Kita hanya Bisa Dihubungi Saat Dirumah Yaa"


"Itu Sudah Jelas Lah, Kyouko-chan"


"………"


"Yosh, HARI INI!!! Aku Akan Mengakhiri Kegiatan Klub Kita!! SEKARANG!! Pulang!!"


"Sejak Kapan Kyouko-senpai Jadi Ketua Klub Ini?"


Karna Perintah Sang Ketua Klub, Mereka Langsung Pulang…



\[S\]


"mmm, Aku Jadi Ingin Coklat Nih"


"Beli Sana"


"Nah, Sebentar Lagi Akan White Day Kan? Jadi aku Bisa Dapat Coklat Dari Laki Laki Kan?"


"Memangnya Punya Kenalan?"


"Tentu! Aku Kenal Dengan Sarou! Akan Ku Tagih Padanya Nanti"


"(Akan Kuberitahu Sawamatsu-san Nanti, Aku Minta Maaf) Iyaa"


"Yosh!"


Sakurako Pergi Ke Luar Dari Kamarnya Sambil Berlari, Meninggalkan Himawari Yang Mencentang Dan Mengsilangkan Suatu Kotak Di Banyak Kertas…



14 Maret…


Pagi Hari Di Daerah Perumahan XxX.


Di Depan Rumah Keluarga Oomuro.


Sakurako Memakai Seragam, Dengan Semangatnya Melihat Ke Ujung Sebrang Jalan, Rumah Keluarga Sawamatsu.


Lalu, Ia Melihat Tarou Yang Memakan Sebuah Sandwich, Dan Perlahan Berjalan Menjauhi Rumahnya Ke Kanan…


Langsung! Sakurako Melesat!


Di Pandangan Tarou, Ia Melihat Trotoar Yang Selalu Ia Lihat, Dan Ia Mendengar Suara Pijakan Kaki Yang Cepat, Dan Di Sudut Kanan Matanya, Ia Melihat, Sakurako Yang Membuka Tangannya, Meminta…


"Coklat!"


"……"


Tarou Langsung Diam, Di Tangan Kiri, Ia Memegang Sandwich Yang Baru Digigit Satu Kali Di Ujung.


"……"


"Coklat!!"


"………"


Kemudian, Tarou Memberikan Sandwichnya Ke Tangan Sakurako, Sakurako Memperhatikannya Dengan Bingung.


"Coklatnya?"


"Nggak Ada, Makan Saja itu"


"Buh, Pelit Bet"


Sakurako Langsung Berbalik Dan Pergi Meninggalkan Tarou, Sambil Membawa Sandwichnya…


(Pagi Pagi Sudah Di Palak…… Aku Malah Tidak Mengingat Perkataan Furutani-san Kemarin… Sialan)


Hasilnya, Tarou Kelaparan Lebih Cepat Saat Sekolah Setelah Ini…


[H]


Sore Hari Telah Terlihat… Matahari Memancarkan Sinar Oren Di Ujung Barat, Ditutupi Beberapa Pohon Yang Dekat Dengan Suatu Kafe…


Didalamnya, Terdapat Ruangan Yang Begitu Tenang Dengan Lagu Dari Biola Dan Piano Yang Di Putar Dan Berbunyi Dari Beberapa Titik Di Sudut Dan Tengah Ruangan…


Di Satu Meja…


Himawari Baru saja Duduk Dan Menyandarkan Dirinya Di Kursi Coklat Hitam…


"Fuh… Jadi? Mau Apa?"


"……… Jangan Terburu Buru Seperti Itu, Santai Saja"


"*Fiuh, Baiklah, Akan Ku Santaikan… Diriku Disini"


Himawari Kemudian Mengangkat Tangannya Rendah, Dan Seorang Pelayan Hitam Putih Datang…


"Lemon Tea"


"*Angguk"


"(Tempat Ini, Sangat Sopan Dan Tenang… Aku Tidak Boleh Berisik Seperti Sebelum Sebelumnya…) Huff…"


Selagi Itu Terjadi…


Pria Berkacamata Yang Duduk Di Sebrang Himawari… Ishii Yuichi……


"………"


Ia Membuka dan Mengambil Sesuatu Dari Tas Yang Ada Di Bawah Meja…


Lalu… Saat Himawari Membuka Dan Memainkan Ponselnya Sebentar Dari Tas…


Ishii Mendorong Sebuah Kotak Persegi Panjang Dengan Lebar Pendek…


Di Bungkus Dengan Kertas Oren Gelap Bertuliskan… 'ChocoTale'


"Nih"


"? Coklat?"


" *Angguk"


"…… *Kedip Kedip… Terimakasih, Aku Cukup Senang Kau Memberiku Coklat"


"Begitu Kah…"


"………"


"Omong Omong, Hari Ini White Day"


"Huuhh, Jadi Kau Mau Membalasnya Yaa"


Himawari Mengambil Coklat Tersebut Dan Melihat, Depan Belakang Kiri Kanan Bungkusannya.


"… Begitu Lah… Tapi…"


"Uh?"


"Mungkin Saja Ada Maksud Lain Soal Mengapa Aku Memberimu Itu"


"………"


"………"


Obrolan Sunyi Itu Begitu Tenang, Walaupun Terlihat Canggung Karna Himawari Yang Ntah Kenapa Agak Tersipu Karna Kata Kata Ishii Barusan.


[A]


"Akari, Nih, Coklat"


"Uwaai, Makasih, Onee-chan"


Akari Masih Belum …… Mah… Untuk Saat Ini Saja…


[C]


Sore Hari Di Rumah Keluarga Yoshikawa…


Chinatsu Sedang Melepas Sepatunya Sambil Berdiri, Lalu Menaruhnya Di Rak Di Pinggir…


Saat Masuk Ke Bagian Atas Lantainya…


Dari Kiri Atas, Ia Melihat Naru Yang Sedang Makan Eskrim Biru Cerah Memakai Baju Santainya…


"…Fuuh (Aku Tidak Dapat Coklat Dari Yui-senpai…)"


"Okaeri"


"Ah… Aku Pulang, Darimana Itu?"


"Ah,Aku Beli Tadi, Mau? Dan Juga…"


"…?"


"Aku Punya Sesuatu Yang Lain Di Kulkas"


"Kulkas?"


"Ah^ Ikuti Aku"


Naru Langsung Pergi Ke Ruang Tengah Dan Pergi Ke Bagian Dapur, Membuka Kulkas, Diikuti Oleh Chinatsu Yang Agak Kebingungan…


Naru Membuka Freezer, Dan Mengeluarkan Satu Wadah Dengan Banyaknya Bola Bola Bulat Coklat…


"Coklat"


"Ueh? Nggak Beku Banget Tuh?"


"Tidak Laah, Ayo, Ini Coklat White Day Dariku, Kamu Tidak Perlu Malu"


"mmm, Baiklah, Met Makan"


Chinatsu Mengambil Satu Coklat Yang Terdapat Beberapa Serbuk Putih Dari Es Freezer, Dan Memakannya Perlahan.


"HUH!!! E-enak Sekali, Naru-kun, Kapan Kamu Membuatnya!?"


"Malam Malam, Kemarin. Aku Membuatnya Sesudah Kamu Tidur"


"Heehh!! Ini, Seger Begitu, Seperti Pasta gigi Tapi Manis!"


"Maah Aku Memang Pake Pasta Gigi Sih"


"………"


"…^_^…"


"………"


"Chocomint Kok, Jangan Menatapku Seperti Itu"


"Aku Baru Tau Kalau Chocomint Itu Bukan Pasta Gigi"


Akhirnya, Chinatsu Memakan Hampir Semuanya, Karna Setelahnya, Chinatsu Malah Mengingat Kalau Dirinya Tidak Diberi Coklat Oleh Yui-senpainya.


"Makasih, Naru-kun"


"Tidak Tidak, Kalau ada Pesanan Lain, Silahkan Panggil Saya"


"………"


Tatapan Datar Chinatsu.


[A]


"AYANO-SAAN!!!!"


"Wah! Ah! Ranka-kun"


"Ah? Maaf, Aku Tiba tiba Datang"


"Ah, Fiuh (Aku Hampir Jantungan) Tidak Apa, Tapi Jangan Mengagetkanku Ya, Aya-chan Ada Di Atas"


"Baik, Aku Permisi"


Ranka Membawa Sebuah Kotak Dengan Gambar 3 Pedang Di Atasnya… Seperti Sampul Game… Dan Satu Hal Lagi Di Bawah Kotak Tersebut…… Ah, Dia Barusan Mengobrol Dengan Ibu Ayano…


~


*Tok Tok Tok.


"Haai^"


Ayano Bangun Dari Kasurnya, Tadinya Ia Sedang Membaca Buku…


"Kenapa? Padahal Tinggal Masuk Sa… Ja"


Ayano Membuka Pintunya, Dan Melihat Ranka Yang Menunggu Pintu Dibuka Dengan Mata Cerah Yang Semangat.


"Kenapa Kamu Kesini"


"Iyaah, Aku Nemuin Game Lama Disini, Jadi Aku Mau Agar Kamu Memainkannya, Haha"


"……"


"Kawaii Naa Ayano-san, Pake Piyama Domba, Luucuu"


"Guh Ja-jangan Bilang! Sudahlah, Masuk Saja! Kau Membuatku Malu"


"Maah Apa Salahnya Ayano Sa-!!"


Tarikan Kuat Menarik Ranka Masuk Ke Kamar Ayano…


~


"Duh, Rasanya Ayano-san Jadi Lebih Agresif Yaaa"


"Diam"


"Aah, Aku Juga mau Memberikan Ini"


"Uh? Choco? (Aah, Sekarang Kan White day yaa, Pa-pantas Saja)"


"Ayano-san…… Mau Dimakan Seperti Biasa Atau… Dari Mulut Ke Mulut?"


"(Mu-mu-mulut Ke mulut!?!? A-apa Apaan Tindakan Mesum Itu!?!) bi-biasa Saja"


Ayano Menunduk, Sambil Duduk Menyandarkan Diri Ke Kasurnya…


"Yaah, Aku Jadi Agak Kecewa Mendengarnya… Padahal Dulu Kita Pernah Melakukannya Sekali"


"DIAM!!"


Ayano Melempar Bantalnya Ke Wajah Ranka Dan Membuatnya Diam.


~


"jaa, ini"


"ma-makasih, Aku Terima"


"Waktu Valentine Kemarin, Coklatmu Enak Sekali Lhoo Ayano-san, Makasih Banyak"


"Ti-tidak Apa Apa, Aku… Memang Membuatnya… Hanya… Un… (Hanya Untukmu)"


"(Nggak Kedengeran, Ayano-san Bicaranya Malah makin Pelan) Jaa, Coba Makan, Setelah Dicoba, Kita mainkan Game ini!!"


"huff, Baik Baik ^_^"


Ayano Memakannya, Dan Merasakan, Kehangatan Dari Suasananya Saat Ini Bersama Ranka… Maah, 1 Bulan Kemudian Mereka Pacaran Sih… Yasudahlah.


[C]


"nih, Chitose-chan"


"Makasih, ^_^, Jaa Mau Pesan Apa?"


Sebenarnya, Apa Yang Terjadi Dengan Tsurugi Dan Chitose… Bahkan, Sang Informan Kita, Aika noru Tidak Mengetahuinya dan Masih Memikirkan Hipotesisnya, Diantara Mereka Sudah Pacaran Atau Tidak, Aika Noru Masih Memikirkannya, Dengan Informan Kedua Bernama Spuki Ekspre- Maksudnya Souki Rejima.


[C2]


'SouReji'


"Yap, Hari Ini Sudah White Day, Tapi Sayang Sekali Chizuru-san, Hari Ini Aku Tidak Bisa Bertemu Denganmu"


'Chizuru'


"Aku Tidak Berharap Bertemu Denganmu, Aku Juga Tidak Mau Bertemu Denganmu"


'SouReji'


"Sakitnya… Tapi, Coba Cek Kotak Pos Di Rumahmu"


(Aku Yakin Dia Sudah Menaruh Sesuatu Disana)


Chizuru Bangun Dari Duduknya, Melempar Ponselnya Ke kasur dan Pergi ke Pintu Depan…


Melihat Ke Kanan Dinding…


Sebuah Laci Yang Terhubung Dengan Lubang Di Pinggir Pintu Dari Luar, Anggap Saja Tempat Pos, Chizuru Membukanya, Dan Melihat Coklat Batangan Kotak… Dengan Tulisan Kertas Di Pinggirnya…


'Aku Buat Sendiri Lhoo'


Coklat Kotak Yang Di Bungkus Bagian Pinggir Dan Bawahnya Dengan Foil Dan Kertas Putih, lalu Bagian Atasnya Di Bungkus Dengan Plastik Yang Rapi… Itulah…


(Aku… Tidak Boleh Membuangnya…)


~


Chizuru Memakan Satu… Dan…


(Kopi… Ada Rasa Kopinya…)


'Chizuru'


"Makasih"


'SouReji'


"Mm Mm, Baguslah, Sama Sama"


*


(Chizuru-san Jadi Kelihatan Lebih Lunak Sekarang… Kerja Bagus! Diriku!)


[K]


*Ting Tong.


"Haai^, Oh Yah"


"Selamat Sore"


"Ah, Temannya Yang Waktu Itu, mau Ke Kyouko?"


"Hai!"


"Silahkan"


"Permisi!!"


Tawaka Masuk Ke Rumah Dan Langsung Menaiki Tangga…


~


"YO!"


"Uh? Ah!! Waka-kuun!!"


Highfive didepan Pintu Kamar.


Di Rumah Keluarga Toshinou, Dan Dikamar Toshinou Kyouko, Tawaka Dan Kyouko Duduk Di Kasur, Mereka Melipat Tangannya… So Serius.


"Kyouko, Ini White Day Lhoo"


"Um^ aku Tau"


"Jaa… Aku Juga Punya Coklat Untukmu…"


"Mmm, Bagaimana Kalau Lebih Romantis?"


"Romantis? Yang Bagaimana contohnya?"


"Contohnya……"


Kyouko, Kemudian Berjalan Di Kasur… Merangkak Mendekati Tawaka Yang Perlahan Menaikan Kakinya ke Kasur, Dan Menyandarkan diri Di Dinding.


Kyouko Berada Di Atas Tawaka… Masih Merangkak, Wajahnya Saling Berhadapan…


"Rasanya Agak… Mesum"


"Tidak Tidak"


"Ah! Aku Kepikiran Ide nih"


"Apa Itu?"


Tawaka Mengambil Sesuatu Dari Tasnya, Mengeluarkan Sebungkus Pocky.


"kau Tau Kan?"


"Hmph! Ta-tau"


"Kenapa Kau Jadi Gugup Begitu, Kyouko, Tenang Saja"


"Fuuh, Ba-baiklah"


Kyouko Kemudian… Duduk Di Lutut Tawaka, Membuka Kakinya Ke Samping… Tentu Saja Tawaka Agak Terangsang.


Tawaka Kemudian Membuka Bungkusan Pockynya Dan Mengambil Satu… Lalu Mengigit Ujung Pocky Yang Tanpa Coklat…


Kyouko Kemudian Merapihkan Rambut Pirang Yang Menutupi Wajahnya, Memindahkannya Ke Belakang Telinga, Dan Memajukan Tempat Duduknya dan Ada di Paha Tawaka… Tawaka Lagi Lagi Makin Malu Merasakannya… Karna Kyouko Yang Memakai Rok Pendek Ini Menempel Padanya…


Kyouko Kemudian Mengigit Ujung Pocky Dengan Coklat… Dan… Wajah Mereka Begitu Berdekatan…



"Jaa Aku Pulang"


"Dadah, Nanti Kesini Lagi"


"Baiklah ^\_^"


":)"


Kyouko Melambaikan Tangannya, Pada tawaka Yang Membawa Tas kecil, Dan Pergi Meninggalkan Rumah Keluarga Toshinou.


(A-aku Sepertinya… Terlalu… Berlebihan)



\*


(Sialan… Ky-kyouko, Aku Benar Benar-!!!! Tapi Untung Saja Noru Mengajarkan Ini Padaku, Kalau Mau Tenang, kau Harus Mengigit Lidahmu Dan… Singkirkan pikiran Kotormu, Walaupun Tadi Aku Agak Kelepasan Menyentuh Ping-)


Untung Saja Noru Mempersiapkan Semuanya… Kecuali…



\*\*\*


(A-aku Disentuh!!! Cukup Geli Pas Pertama Kali Di Pegang Pegang Begitu… Aku Jadi Meragukan Kesucian Diriku)


Maah, Kyouko Sendiri Ternyata Tidak Terlalu Mempermasalahkannya, Karna Yaa… Sudah Terlanjur.


(Mau Bagaimana lagi)


Kyouko Juga Setuju…



\[Y\]


13 Maret…


Noru Membaca Buku Light Novel Di Kamarnya… Duduk Dilantai Menyandarkan Dirinya Ke kasur…


Matanya Agak Mengantuk… Ia Membuka Buka Halaman Setelah 5 Menit membaca 2 Halaman… Dan…



\*Swirl… Tik!


Suara Angin Kencang Dan Suara \*tik Terdengar Dari Kasur, Noru Kemudian Melemaskan Kepalanya Ke Kasur Dan Mengambil… Ponselnya, membiarkan Gantungan Kelelawarnya Jatuh Menggantung…


Ia Melihat Layar… Dan…


(APA!)


Noru Langsung Bangun, Melempar Ponselnya, Dan Membuka Tas Dari Lemarinya…


Ia Terkejut Akan Sesuatu, Tapi Dia Tidak Terlalu Panik… Ia Mengambil Baju Baju dari Lemari Dan Memasukkannya ke tas Gendong… Lalu… Pergi Ke Pintu Depan.



~\*~


Yui, berjalan Di Lorong Menuju Ke Ujung, Melewati Kamar No 4,5 Dan 6 Lalu Berada di Depan Pintu Nomor 7, Ia Memperhatikannya Beberapa Saat, Sesaat Kemudian Ia Mendengar Suara gaduh Dari Dalam Dan… Pintu Di Buka… Noru Terlihat Memakai Jaket Hoodie Hitam dan Celana Merah Panjang, Membawa tas…


"Ah, Yui"


"Uh? Ada apa? Kano-san, Kamu Terlihat Buru Buru"


"Ah, Aku Harus…"


Noru Kemudian Melihat Ponsel Ditangannya, Lalu… Terlihat Terkejut lagi.


"A-aku Harus Cepat Cepat! Yui Maaf, Aku duluan!!"


"Ah! Baiklah, Hati Hati!!"


"\*Sip"


Noru Melambaikan Tangannya Dan Langsung Berlari Meninggalkan Yui, Dengan Pose Oke Di tangannya…


"Mmm, Kira kira Ada Apa Ya, aku Jarang Melihat Kano-san Buru Buru Begitu"



2 Hari Kemudian…


\*\*\*


"Noru Tidak masuk Lagi?"


"Sepertinya Begitu"



\*\*\*\*\*


Sore Hari… Noru Berjalan Dengan Lemasnya… Di Lorong Apartemennya Untuk Masuk Ke Kamar Nomor 7…


Saat Didepannya… Noru Melihat Pintu Di Ujung Terbuka… dan Yui Terlihat, Membawa Sekantong Plastik Putih Besar…


"ah, Kano-san"


Yui Mendekati Noru, berlari Kecil Setelah Menaruh Kantong Besar Di Lantai…


"Yah, Yui"


"Akhirnya Kamu Pulang"


"ya, Aku Agak Sibuk Kemarin, maaf"


"Tidak Perlu Minta maaf, Kamu Tidak Punya Salah"


"……, Ah!, Oh Ya Yui"


"Kenapa?"


Noru Memutar Tasnya Ke Depan… Dan Mengambil Sebuah Bungkusan Persegi Panjang… Dengan Warna putih Yang Diisi Banyak Tulisan Hitam


Noru Membukanya… Dan Sebuah Coklat Putih Kotak… Dengan Tulisan 'Aku' Di Atasnya…


"Nih"


"Ini……"


"Agak Telat Tapi, Ini Untuk White day… Terimalah"


"U-Um^, \*Fuh, Makasih"


"Tidak Apa"


Noru Tanpa Alasan, Mengelus Rambut Yui… Lalu Memutari Kepala Yui Dengan Tangannya, Dan Menarik Yui Ke Pelukan Satu Tangannya Di Bahu Noru…


"(Apa Ini……) Umph!"


"…… Nah, Aku Kecapean, Jadi Mau Masuk Dulu"


"Ba-baiklah, \*Haaff, Fuuh… Aku Mau Membuang Sampah Sih"


":\, Dah"


Noru Membuka Kunci Pintu Yang ada Di Tangan Kanannya, Dan Masuk ke Kamarnya…



Yui Memegang Sebatang Coklat Tersebut… Lalu Perlahan Memakannya Satu Bagian Kotak…


(Enak… Walaupun Dia Membeli Ini… Kano-san Benar Benar Tau Seleraku…)


Senyum Senang Yui…



White Day Yang Terbalaskan…