
Chapter 27: Keseharian Biasa (?)
[1]
"*Kaahhh………"
"Sepertinya Kau Kecapean Sekali Ya"
"Yah, Tawaka-kun Memberiku Hukuman Habis Habisan Karna Aku Kalah Pertandingan, Aku Jadi Kecapean"
"Hukuman Apa Sampai Kau Kecapean Gitu!"
Yui Duduk Santai Di Kursi Bus Dengan Kyouko Yang Mengantuk, Diperjalanan Pulang Pada Hari Senin Sore.
"Kalau Yui Tadi Bagaimana?"
"Um? Aku Biasa Saja, Kami Jalan Jalan Cukup Jauh, Yah, Tersesat Sih Tapi Untungnya Kami Bisa Kembali Lalu Berpisah"
(Yah Walaupun Aika-san Waktu Itu Memelukku Dua Kali, Ntah Kenapa. Aku Jadi Malu Terus Jika Tiba Tiba Diberi Pelukan)
"Buh, Biasa Sekali"
"Namanya Juga Cari Makan, Dan Aku Juga Beli Gantungan Hp"
"Uh, Coba Lihat"
Yui Mengeluarkan Ponselnya Dan Menampilkannya Pada Kyouko,
Kyouko Melihat Ponsel Dengan Casing Putih Dan Bintik Bintik Merah Dan Hitam, Dan Gantungan Kunci Dengan Bentuk Kelelawar Coklat Kecil Dan Tali Hitam Di Bagian Bawah Kanan Ponselnya. [Check: Bat Minecraft Default, Mirip Gitu Lah]
"Casenya Juga Baru, Tapi Kenapa Harus Kelelawar?"
"Di Tokonya Sisa Ini, Dan Cuma Ada 2 Lagi Jadi Kami Memilihnya, Casenya Sih… Aika-san Juga Punya Tapi Warnanya Berkebalikan Dari Punyaku, Untung Saja Modelnya Ada"
"Ouh……… Aku Jadi Berpikir Kenapa Kalian Tidak Pacaran…"
"Eeh… Mungkin…… Um… Agak Berlebihan……"
"Ya Sudahlah, Aku Mau *Kahh"
"Cepet Banget Tidurnya…… Tapi Sepertinya Aku Juga Mau Tidur……"
Kyouko Tidur Duluan, Dan Yui Melihat Jalanan Sekilas Lalu Membuat Duduknya Nyaman Dan Tidur.
[1.5]
*Sore Hari Di Smp Nanamori.
"Ternyata Disini Jadi Sepi Kalau Tidak Ada Kyouko-chan Dan Yui-chan"
"Sou Desu Ne (Iya Yah), Tapi Bukannya Seharusnya Mereka Pulang Hari Ini?"
"Ah Iya, Mmmm…"
Akari Dan Chinatsu Meminum Teh Di Ruang Klub.
"Uh, Akari Mau Ke Toilet Dulu"
"Haik"
Ia Bangun Dan Meninggalkan Chinatsu Di Dekat Meja
"*Huuufff, Sepertinya Aku Mau Beli Sesuatu Dulu"
Chinatsu Pergi Keluar.
Beberapa Saat Kemudian, Akari Kembali…
"Arere!! Kemana Chinatsu-chan Pergi!!!???!!"
[2]
Yui Menaiki Tangga Di Apartemennya Pada Malam Hari, Dengan Tas Putih Yang Dari Awal Dia Bawa Dan Kantong Plastik Putih.
(Tak Kusangka Akan Sampai Jam Segini, Kakiku Juga Cukup Pegal, Aku Benar Benar Harus Istirahat)
Yui Berjalan Di Lorong Dengan Pintu Dibagian Kanannya Dan Jendela Kaca Di Kirinya Yang Berjajaran, Ia Kemudian Mengeluarkan Ponselnya Dan Melihat Gantungan Kelelawar,
Lalu Sedikit Tertawa Dengan Pipi Pink Lalu Membuka Kunci Kamarnya.
(Ugh, Aku Mungkin Makan Dulu Habis Itu Mandi, Atau Sebaliknya Ya?)
Yui Masuk Ke Kamar Mandi Lalu Kembali Lagi, Ke Ruang Utama Dan Menaruh Tas Yang Baru Saja Kosong Dan Menaruh Ponselnya Di Atas Laci Dekat Kasurnya Di Ujung Ruangan.
"Gochisousama Deshita"
(Hhmm… Kira Kira Aika-san Sudah Pulang Atau Belum Ya… Aku Jadi Agak Khawatir, Tadi Dia Bilang Akan Naik Busnya Pada Jam 5, Dan Waktu Di Jalan Tadi Aku Lihat Ke Luar Seperti Akan Macet)
Yui Yang Baru Selesai Makan Mulai Menunjukkan Muka Khawatir, Iapun Memutuskan Untuk Menghubungi Aika Lalu Memgambil Ponselnya.
'Apa Kamu Sudah Pulang?, Aku Jadi Agak Khawatir'
Yui Menunggu Beberapa Menit, Lalu Ia Mendengar Suara Dari Ponselnya Yang Sedang Menonton TV Berita Tentang Salju.
'Aku Lagi Jalan Kaki Sekarang, Sebentar Lagi Juga Sampai, Kamu Tidak Perlu Mengkhawatirkanku ~\_~ Tapi Terimakasih Karna Telah Mengkhawatirkanku'
'Begitu Ya, Syukurlah…'
Dengan Perasaan Lega, Yui Menyimpan Ponselnya Di Meja Dan Melemaskan Tubuh Dan Kepalanya Ke Meja Dan Melihat Ke Samping.
Yui Yang Saat Ini Memakai Piyama Biru Gelap, Merasa Geli Dengan Gerakannya Dan Menyantaikannya Beberapa Menit, Setelah Merasa Tenang, Yui Pun Pergi Ke kamar Mandi, Kembali Dan Merebahkan Dirinya Di Kasur Lalu Tidur Dengan Senyum Dan Pipinya Yang Berwarna Semu Pink
\[3\]
"Ah, Itu Hanya Tetanggaku, Jalan Kesekolahnya Ada Yang Sama Jadi Aku Sering Bersamanya, Lagian Kenapa Menanyakannya?"
"Eehh!! Kalau Aika-kun Tau, Ada Rumor Yang Mengatakan Kau Itu Populer Karna Mukamu Yang Mengerikan"
"Kenapa Disambung Sambung Kan……… \*Huff, Terserah Kalian Saja, Palingan Ujung Ujungnya Aku akan Dituduh Jadi Raja Iblis"
Aika Pergi Meninggalkan 3 Gadis Di Kelasnya Lalu Pergi Ke Toilet.
(Maahhh… Aku Juga Tidak Bertemu Funami-san Tadi Pagi… Tapi Kenapa Rasanya Aku Belum Puas, Padahal Aku Sudah Bersamanya Selama 7 Jam. Ya Sudahlah)
"Wah!!"
"Otto!!"
Aika Menabrak Seorang Lelaki Yang Bisa Dikatakan Pendek Dan Mengeluarkan Suara Kecil.
"Ah, Maaf, Kau Baik Baik Saja?"
"Ah, Um^ Tidak Apa, Uumm Aku Per- Ah, Kukira Siapa, Ternyata Aika"
"Ah, Aku Sedang Melamun"
"Jarang Sekali aku Melihatmu Melamun"
"Yah, Aku Juga Manusia, Jaa… Tsurugi, Ah, Oh Iya, Sepertinya Pendekatanmu Dengan Ikeda-san Berjalan Lancar Ya, Berjuanglah"
"U^ Eh, KAU TAU DARI SIAPA!!!!"
Aika Mengabaikan Mizaki Dan Langsung Masuk Ke Toilet.
Aika Membasuh Wajahnya Dan Melihat Ke Cermin.
(Aahhh, Rasanya Aku Seperti Berubah Jadi Robot……)
Ia Melihat Wajah Datarnya Sendiri Lalu Pergi Keluar.
Saat Keluar Ke Lorong, Ia Ditabrak Oleh Seseorang Dibagian Kiri.
"Ah!"
"Woh!"
Saat Melihatnya, Aika Melihat Seorang Gadis Kecil Yang Memegang 20 Lembar Kertas. Seragam Seiri Dan Rambut Hitam Twin Pendek
"Ah, Kau Baik Baik Saja?"
"Ugh, KALAU JALAN TUH LIHAT LIHAT DONG!!!"
"………………"
"KENAPA KAU DIAM SAJA!!!"
"………………"
Aika Menatap Datar Gadis Kecil Ini Dan Langsung Meninggalkannya Yang Masih Memgoceh Di Depan Toilet
"Um? Kenapa Noru?"
"Tidak… Anggap Saj-"
"WWOOOYYYY!!!!"
Si Gadis Kecil Barusan Membuka Pintu Yang Tepat Di Tempat Duduk Aika, Berteriak Ke Arah Aika Dan Kashima.
"KAU HARUS TANGGUNG JAWAB"
"……………"
"……………"
"KENAPA KALIAN BERDUA DIAM!!!"
"……………"
"……………"
\*Bel Berbunyi Dengan Nyaring Dan Si Gadis Kecil Langsung Mengebret Pintu Lalu Pergi.
"Tolong Lupakan Lah Hal Itu, Tawaka…"
"Santai Saja…… Ya, Aku Juga Ntah Kenapa Jadi Kesal"
Kelas Ini Adalah Tipe Kelas 'Tidak Ikut Campur' Makanya Murid Lain Dikelas Mengabaikan Teriakan Dari Suara Nyaring Tersebut.
\[4\]
3 Hari Terlewati,
23 November, Jum at.
"……………"
Selama Tiga Hari, Aika Terus Menerus Di Beri TERIAKAN Tidak Jelas Oleh Si Gadis Kecil, Yang Identitasnya Baru DiKetahui Kemarin
\*Kemarin
"Namanya Hasou Maru, Kelas 1 - C Namanya Mirip Nama Laki Laki Tapi Dia Katanya Memang Suka Mengganggu Orang Lain"
"Aahhh………… Sialan"
\*Saat Ini.
"HAHA!!! AKHIRNYA KAU MAU BERTANGGUNG JAWAB"
(Aku Menghadapinya Dengan Niatan Mau Balik Berteriak Padanya, Tapi Aku Hari ini Lemas Sekali, Sepertinya Aku Ber-)
"SEKARANG!! JADILAH HEWAN PELIHARAANK-"
"DIAM SEBENTAR ANAK GILAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!"
Seisi Lorong Hening, Teriakan Si Gadis Kecil Sudah Sering Terdengar Karna Dia Memang Anak Menyebalkan, Jadinya Orang Orang Mengabaikannya. Tapi Ini Teriakan Dari Seseorang Bernama Aika Noru, Dia Terlihat Selalu Santai, Tapi Saat Ini, Dia Memasang muka Santai, Namun Ia Mengeluarkan Teriakan Keras Yang Masih Di Bawah Level Ketika Suatu Impiannya Terwujud
\*Dulu
Aika Melepas Pelukan Yang Memeluk Kepala Seorang Gadis Berambut Pendek Secara Perlahan, Ia Kemudian Berjalan Dengan Kakunya Ke Kamar Mandi, Pergi Ke Wastafel Dan Mencuci Mukanya.
Ia Mengeringkan Mukanya……
"WWAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!"
Aika Berteriak Dengan Kencang
\*Sekarang
Tanpa muka Ragu, Aika Berbicara Setelah Membersihkan Tenggorokannya Yang Kesakitan Karna Jarang Berteriak Dan Habis suara
"\*Uhum, Jadi, Apa Salahku?"
"………\*Hiks"
"Nangis Ya… Sudahlah, \*Nah"
Aika Melihat Si Gadis Kecil Duduk Dilantai, Dan Mengeluarkan Suara Tangis an.
Saat Melihatnya Dengan wajah Datar, Aika Mengeluarkan Uang 1000 Yen Lalu Membiarkannya Melayang Ke Bawah Menuju Si Gadis, Lalu Meninggalkannya.
"Bisa?"
"Begitu Lah"
"Sepertinya Kau Jadi Optimis Ya"
"Apanya?"
"Kau Tetap Pada Funami-san, Aku Diberitahu Kyouko Kalau Kalian Punya Gantungan HP Yang Sepasang…… Waahhh, Romantis Sekali Rasanya"
"Iya Iya, Aku Mau Pulang"
"Um^"
"Jaa…"
Aika Meninggalkan Kashima Dengan Murid Lain Yang Masih ada Dikelas Dan Pulang Ke Apartemennya
(Uumm… Aku Harus Menanyakan Soal Miki, Dia Mau Tetap Di Rumah Atau KeRumahku)
Aika Menaiki Tangga Dan Sampai Di Lorong, Lalu Ia Melihat Gadis Dengan Seragam Nanamori Yang Juga Berjalan Didepannya.
"Uh? Ah, Aika-san, Selamat Sore"
"Um^ Sore, Funami-san"
"Uhm~^, Aku Jadi Jarang Melihatmu Akhir Akhir ini"
"hhm, Sama, Aku Juga"
"…… Aahh~ Aika-san Mau Makan Malam Bareng? Aku Mau Buat Omurice Malam Ini"
"Benarkah? Kalau Begitu Aku Terima Tawarannya, Mie Instanku Juga Hampir Habis"
"Um^, Tapi Bukannya Aku Sudah Bilang Jangan Makan Mie Instan Terus, Mendingan Nanti Kamu Minta Saja Makan Ke Kamarku"
"Yah, Aku Juga Cukup Malu, Datang Datang Langsung Minta makan…
*Bayangan Yui
*BRUK!!
"WOY!! SIAPIN MAKANAN"
"Ha-haik, A-Aika-sama!!!"
*Bayangan Aika.
"Um, Bolehkan Aku Meminta Makanan?"
"Ah, Haik"
Aika Melihat Yui Yang Memakai Apron Dengan Pakaian Dalamnya.
"Sepertinya aku Sudah Kenyang"
"Haik"
*Realita.
"Menurutku Cukup Menakutkan"
"Mungkin Aku Akan Langsung Kenyang, Bahkan Sebelum Makan"
"*Ehem, Jaa… Ikou Kah (Ayo)"
"*Um^"
Aika Dan Yui Melupakan Bayangannya dan Pergi Ke Ruang Utama, Saat Mengingatnya.
"Aku Mau Menyimpan Tasku Dulu… Apa Aku Boleh Mandi Dulu?"
"uuhh… Baiklah, Aku Juga mau Mandi Dulu"
"Nanti Aku Akan Datang"
"Ah, Aku Juga bantu Lah"
"Ah, Um^, ^\_^"
(Ah, Sialan)
Pikiran Aika Berkata Seperti Itu, Aika memakai Baju Kaos Hitam PanjangDengan Putih Dibagian Lengan, Dan Celana Olahraga Merah Panjang, Dengan Pipi Pinknya Dan Tangannya Yang Mengocok 3 Butir Telur Dengan Adukan.
Yui Memotong Motong Daun Bawang Dengan Ukuran Sangat Kecil Dan Menyimpannya.
Ia Memakai Baju Hitam Tebal Panjang Dengan Garis Jahitan Putih Agar Tidak Terlalu Polos, Dan Rok Hijau PendekDengan Cukup Banyak Lipatan Vertikal.
Yui Berjalan Kebelakang Aika dan Mengambil Kotak Transparan Dengan Bubuk Putih Didalamnya. Ia Membukanya Dan Mwncicipinya sedikit.
"Geh, Kok Gula Sih"
(Salahnya Jauh Sekali Sih, Funami-san)
"Nah, Ini Baru Benar"
(…………)
\[5\]
'Apa Omurice Buatan Funami-san, Enak?'
'Kalau Menurutku Sih, Bisa Dikatakan Terbaik, Waktu Kelas 4 SD Dulu, Dia Membuatnya Seperti Buatan Ibunya, Jadi Kalau Sekarang Mungkin Lebih Enak Lagi, Aku Jamin'
'Kau Memang Informan Hebat, Terimakasih Toshinou-san'
'Sejak Kapan Aku Jadi Informan'
"Kamu Menghubungi Siapa?"
"Arigatou"
Aika Memasukkan Ponselnya Ke Saku Celana Olahraganya.
Aika Mengambil Nampan Dengan 2 Piring Omurice Dan Membawanya Ke Ruang Utama Dengan Yui Yang Sudah Melepas Apronnya.
Aika Menempatkan Piring Di Dua Sisi, Lalu Duduk Di Satu Sisi Dengan OmuRice Bertuliskan Kanji 'Makan?' Dengan Saus Di Atas Lapisan Kuningnya.
Dan Yui Duduk Didepan Omurice Dengan Tulisan Kanji 'Kenyang' Di Lapisan Kuningnya.
"Jaa… Itadakimasu!"
"Itadakimasu!"
Aika Menghancurkan Lapisan Kuning Dan Membawa Sesendok Nasi Dari Dalam,
Lalu Memakannya.
"Um… Enak Sekali"
"Iya yah, Umm… Aku Juga Kepikiran Untuk Membuat Yang Lain"
"Ide Bagus, Aku Mungkin Akan Menemanimu"
"Terimakasih… Mau Coba Punyaku?"
"eh, Bukannya Sama Ya?"
"Aku Memasukkan Sesuatu Saat Kamu Memainkan Ponselmu"
"Begitu Ya…… Jaa…"
"Aaaaammm"
"A-aammm"
Yui Menodorkan Sesendok Nasi Goreng Dan Memasukannya Ke Mulut Aika.
Setelah Masuk, Yui Mengeluarkannya Sendoknya Yang Sudah Bersih Dan Melihat Aika Yang Mengunyahnya, Sambil Sedikit Tersenyum.
(Aku…… Jadi Merasa Senang Saat Melihatnya)
"\*Glek, Rasanya Seperti Lebih Enak, Ntah Kenapa Aku Seperti Merasa Dicurangi, Kamu Memasukkan apa?"
"Ehe~^\_^, Ra-ha-si-a"
"\*Huuuuft, Begitu Ya, Baiklah"
(Sebenarnya, Aku Tidak Memasukkan Apapun, aku Hanya, Memberi Suapan Itu…… Perasaanku… Tapi Kenapa Aika-san Percaya)
Mereka Berdua Lanjut Memakan Omuricenya, Dan Sesekali Bersuapan Satu Sama Lain.
Sampai Saat Selesai Dan Yui Membereskan Piring Lalu Membawanya ke Wastafel Dapur, Ia Mendengar Suara Keras.
\[6\]
'Padahal Kamu Bisa Menyimpann Jaketnya Lebih Lama Lagi'
'Kukatakan Saja Komandan Kyouko… JAKET YANG BARU DICUCI ITU TIDAK BERHARGA!! Tapi, Jaket Yang Baru Saja Digunakan Wanita, Adalah Yang Terbaik, Kalau Ada Sih Pantsu'
'Ugh, Kalau Mau Mengambilnya, Datang Saja Kerumahku, Walaupun Nggak Bakal Ku Kasih'
'Sebegitunya, Komandan…'
"Ah"
"A?"
Kyouko Dan Kashima Bertemu Didepan Pintu Suatu Bangunan, Dan Chat Mereka Hari IniPun Berakhir.
"Tadi Aku Sudah Mengetik, Aku Akan Memberikannya' Seperti Itu"
"BENARKAH!!!!"
"Akan Kuberikan Punya Ayahku"
"…………"
Kyouko Memakai Jaket Kuning Panjang, Dalaman Baju Putih Dan Rok Hitam Pendek Dengan kaus Kaki Hitam Panjang, Dan Tas Gendong Coklat Kecil
Dan Kashima Memakai Kemeja Putih Panjang Dan Celana Merah Gelap Panjang.
Kashima Berdiam Ketika Berjalan Disamping Kyouko Di Tangga, Lalu…
"Setidaknya kalau Begitu, Perlihatkanlah Yang Kau pakai Sekarang"
"E-eeh! Sebegitunya Pingin Lihat??!"
"HAHAHA!!! TENTU SAJA!!!"
"Ugh"
Wajah Pink Kyouko Langsung Berbalik Membelakangi Kashima Yang Memegang Tas Kotak Hitam Yang Cukup Besar Dengan satu Tangannya.
Kashima memperhatikan Kepala Belakang Kyouko, Lalu Melihat…
Kyouko Perlahan Menurunkan Tangannya, Lalu Dengan Lambannya Mengangkat Roknya Dan Memperlihatkan Pantsunya
Kemudian Kyouko Langsung Menutupinya dan Berbalik, Dengan Pose Sombong Dan Membuka kakinya Dan Memegang Pinggangnya.
"APA KAU SUDAH MELIHATNYA!!?! Anak Muda!!!"
Kyouko Melihat Kashima yang Menutupi Hidungnya Dan Melihat Cairan Merah Yang Agak Kental Keluar Dari Sela sela.
"aahhh!!!!!! Ta-tawaka-kun!!"
"A-aahh…… Saikou Na…… Selanjutnya… Berikanlah Itu Pada…… Ku"
"TAWAKA-KUUUUNNNNNN!!!!!!!!!"
Kyouko Memeluk Kashima Yang Sudah Tergeletak, Dengan Teriakannya yang Menyebar Melalui Lorong, Kyouko Mendengar Teriakan Lain.
"KALIAN BERISIK!! CEPATLAH KESINI!!"
"Ah, Maaf Yui"
"Aku Juga Maaf, Funami-san"
"Wah!! Tawaka-kun!!"
Yui Mengintip Dari Pintu Dan Melihat Drama yang Dimainkan Kyouko Dan Kashima, Dengan Pose orang Sedih Yang Memegangi Orang Sekarat Dipangkuannya.
Kashima Dengan Hidung Berdarahnya Bangun Dari Pangkuan Badan Kyouko Dan Berdiri Tegak.
"Terimakasih Untuk Pelukannya tapi, aku Tidak mau Bajumu Kotor, Ayo"
"ah, Um^"
Kyouko Melupakan Drama yang Ia Lakukan dan Berlari Mendekati Yui
"oh? Ada Tamu?"
"Aika-san Ada didalam, Ini Tisu, Kashima-san"
"Ah, Terimakasih Funami-san"
Yui Memberikan 3 Lembar Tisu pada Kashima, lalu Kashima Memakainya Dan Menutupi Hidung Dengan Tetap Memeganginya.
"Hm Hm… Sepertinya Kita Telah Mengganggu Malam Berdua Mereka, Tawaka-kun!"
"Ugh, Sou Desu ne (Iya yah) Apa Kita Perlu Pergi? Komandan Kyouko?"
"Apa Yang Kalian Lakukan, Ayo Masuk Saja"
"Aku Lapar, Yui!!"
"Aku Juga!"
"Seenaknya Sekali Kalian, Aahh… Aku Baru Selesai Makan, dan Hanya ada Mie Cup, Seduh Lah!"
"Haik!! Kolonel Yui!"
"Terimakasih Banyak, Kolonel Yui!!"
"Sudahlah Hentikan!"
Yui Memarahi Pasangan Yang Sedang Duduk Pose Dogeza Lalu Mendengar…
"Ada Mereka ya, Apa Tidak Apa Apa? Kami Mengganggu?"
"ah, Tidak Apa, Aika-san, Kita Tunggu Saja Di Ruang tengah"
Yui Melihat Aika yang Mengintip Dari Pintu Depan Dan Mendekatinya Sambil Berbicara, Meninggalkan Kashima Dan Kyouko Yang Sedang memanaskan Mie Cup
"Sepertinya Tawaka Mau Menginap Hari Ini"
"Hhhmm… Kalau Tau Begini, Seharusnya Kita Buat Nabe Party Saja"
"Haahh…… Iya Yah, Uh? Aku Jadi Kepikiran Soal Kapan Mereka Jadi Sedekat Itu"
"Kalau Dipikir pikir, Iya Juga"
Yui Dan Aika sama sama Heran. Pintu Utama Terbuka, Kyouko Dan Kashima Masuk Dengan Wadah Tabung Kecing Mie Di Satu Tangan Mereka.
"Uh? Bicarain Apa??"
"Tidak Ajak Ajak yaa"
"Kau Jangan Seenaknya Makan, Tawaka. Maaf Funami-san, nanti Aku Ganti"
"Tidak Apa Aika-san"
Aika Melemaskan Badannya Ke Meja dan Meleleh, Lalu Kashima Dan Kyouko Duduk Di Sisi Lain Sambil Menaruh Wadah Mie.
Yui
Aika |_Meja_| Kyouko
Kashima
"Uhh…… Funami-san, Silahkan Tanyakan"
"Uumm… Baiklah, Nee Kalian Berdua!"
"U? Apa?"
"*Slurp"
Kashima Dan Kyouko Melihat Ke Yui Ketika Sedang Menyeruput Mie.
"Sejak Kapan Kalian Berdua Dekat?"
"……… *Am Nyam"
"…… *Glek, aahhh…… Kami Mulai Dekat Waktu Di Taman Hiburan, Waktu Itu…"
Kashima Menceritakan Alurnya kepada Yui Yang Bertopang Dagu Dengan Tangan Kanannya Sambil Menaruh Wadah Mienya Di Meja Dan Kepada Aika Yang Menempelkan Dahinya Pada Meja dan Mendengarkan.
"Heehh, Sudah Cukup Lama Ya……"
"Ya Begit- Woy!!!"
Kashima Melihat Ke Meja Dan Melihat Kyouko Yang Sedang Lanjut Makan Mie Milik Kashima.
Membiarkan Kashima Dan Kyouko Yang Ribut Memperebutkan Mie, Yui Melihat Aika Yang Sedang Melamun, Dari Yang Tadinya Menempelkan Dahinya Dan Diam, sekarang Dia Melipat Tangannya Di Meja Dan Menempelkan Kepalanya.
"Um? Aika-san?"
"……………"
"Uh? Eh, Dia Tidur??"
Yui Mengintip Ke Arah Aika Menempelkan Bagian Telinganya, Dan Melihat Aika Yang Sudah Menutup Matanya Pada Jam 8 Malam.
"Eh, Noru Tidur…… Uh, Sepertinya Aku Tidak Boleh Berisik"
"Uuuhh… Bagaimana Ini??…"
"Bangunkan??"
"Maaf, Tadi Aku Sedang Fokus Berpikir, Aku Tidak Tidur"
Aika bangun Perlahan Dan Melepas lipatan Tangannya Lalu Melihat Yui Yang Ada di Kirinya.
"Aku Kira tidur, Kalau Tidurpun Tidak Apa Sih, Dekat Juga"
"Maahh… Kalau Tau Begitu, Aku Daritadi Tidur Saja………"
"Uh? ii Yo (Tidak Apa apa Kok)"
"Benarkah…… Jaa… Selamat…… Tidur"
Aika Melemaskan badannya Lagi Dan Melipat Tangannya Ke meja Dan Membiarkan Kepalanya Menempatinya.
"Eh, Mau Tidur Sekarang?"
"……………"
"Aku Tidak Akan Selemah Itu, Malahan Terkadang Aku Meminum Kopi Malam Malam Hanya untuk Begadang Tidak Jelas Membaca buku"
Aika Menjelaskan Kemungkinan Dirinya Terlalu Mengantuk Hingga bisa Tidur Dimana saja.
"Oooohhh, Begitu Ya, Um… Kalau… Disini mau?"
"Uh?"
Mengabaikan Keributan Kyouko Dan Kashima.
Aika Melihat Tangan Yui Yang Sedang Berada Di Pahanya Dan Seperti Menawarkan Bantal Paha.
"E-eh!…… Um… *Uhum, Jaa… Aku… Terima… Tawarannya"
"U-um^"
Aika Menggeserkan Badannya Lalu Menghadap Ke Yui Yang Masih Berekspresi Biasa Tanpa Ragu.
Aika Memegang Lantai Lalu Menurunkan Kepalanya Perlahan, Saat Sampai Ke bagian Rendah, Aika Merasakan Sentuhan Lembut Di Rambut dan Telinganya, Dan Pada akhirnya Merasakan Rasa Empuk Pada Bagian kiri Kepalanya Ketika Dijatuhkan.
(Jujur saja Aku Tidak Bisa Berkomentar…… Ini Nyaman Sekali…)
Aika Melihat ke Bagian Bawah Meja, Melihat Kaki Kyouko Dan Kashima. Yang Sudah Diam Ditempat.
Ia Kemudian Melihat Ke Atas, Melihat Yui Yang Melihat Pada Dirinya.
"…… Bagaimana??…"
"……… Nyaman…"
"Sou…… Yokatta…… (Begitu… Syukurlah)"
(Rasanya, Hatiku Jadi Lebih Tenang, Walaupun Tempat Ini Ribut, Aika-san…… Membuat Tempat Ini Menjadi Dingin, Begitulah Menurutku)
Yui Menundukkan Kepalanya, Melihat Fokus Aika dengan Pipi Merahnya.
Pemandangan Yang Saat Ini Dilihat Aika, Adalah Tonjolan Di Dua Bagian Dan Wajah Yui Yang Saat ini Terlihat Lembut DiMata Aika, Dengan Rambut Pendeknya Yang Terbawa Oleh Gravitasi, Dan Semakin Menunduk Memperhatikan Aika Dari Dekat.
"Funami-san……"
"…………"
"…… Funami-san… Kamu… Cantik ya…"
"*Ehe^, Terimakasih ^_^"
" :\…… Sepertinya Semakin Ribut, Bolehkah Aku Bangun Dulu??"
"Um^ Boleh"
"NORUUUUHUHUHU!!!!"
Yui Berwajah Merah… Menerima Permintaan Aika Dan Membiarkannya Duduk Lalu Melihat Kashima Yang Menangis Dan menuduh Nuduh Kyouko Yang Masih Mengunyah Mie.
"MI-MIE KU DI AMBIIIILLL!!!!!!!! HUAAAAAA!!!! Itte!!"
Sudah!! Kita Pindah, Kami Mau Pulang, Funami-san, Toshinou-san…"
"Um^ Sampai Jumpa"
"Uh-huh, Ayo Tawaka"
Aika Bangun Lalu Menyeret Kashima Keluar. Tapi Sebelum Itu.
"*Ehem, Kyouko, Sampai Jumpa"
"Eh^, Mata (Sampai Jumpa)"
Kyouko Melambaikan Tangannya Pada Kashima yang Masih Diseret Di Pintu Utama Dan Bertukar Pandangan.
[7]
"Gara Gara Kau………"
"Uh? Kenapa?"
"……… Tidak Apa…"
Aika Masuk Ke Kamar Mandi Lalu Mencuci Mukanya, Di Cermin, Dia Melihat Wajahnya Yang Pipinya Pink, Lalu Mengeringkan Wajahnya Dengan Handuk Biru Lalu Kembali.
"Ugh, Aku Mau Tidur Duluan, Pintunya Sudah Dikunci, Kalau Nonton TV, Nanti Matikan, Fuah!"
"Wakatta!!"
Aika Masuk Ke Kasurnya Membiarkan Kashima Yang Duduk DiMeja Menonton TV.
(Padahal Tadi Aku Mau Melakukannya…… *Huuuufffff, Sialan…………)
Aika Tertidur Sambil Menutupi Wajah Merah Malunya Lalu Terlelap Di Jam 8.
[8]
"Uuhh? Kamu Kenapa Yui? Mukamu Merah Lho"
"…… Ehh! Aaaaa tidak Kenapa Napa Kok"
"Hhhmm…… Tadi Aku Lihat Kalian Mesra Sekali Ya…"
"Eh!! Kau melihatnya Ya?…… *Uhum Yaa… Itu Memang Memalukan Sih"
"Maa Maa, Aku Akan Menunggu, Mungkin, Kami Berdua Akan Menunggu"
Yui Mengabaikan Kyouko Yang Semangat Ntah Kenapa Dan Pergi Ke Dapur.
(Uwah…… Itu Membuatku Malu Sekali… Rasanya……)
Yui Kemudian Mengeluarkan Nafas Lalu Masuk Kembali Ke Ruang Utama Dengan Wajah Biasa
"Aku Sudah Bawa Game Horror!!"
"Ah, Haik Haik"
Mereka Memainkan Game Tersebut Selama 2 Jam Secara Bergantian
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]