Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Ulang Tahun



Chapter 50: Ulang Tahun


[1]


8 April.


"Naah, China, Ibu Sedang Memikirkan Hadiah"


"Um? Hadiah? Untuk Siapa?"


"Hadiah Ulang Tahun Untuk Naru"


"Ah! Ibu, Kapan Naru-kun Ulang Tahun?"


"Uhh? Sebentar Lagi, 14 April"


"hhhh, Hari Minggu Ya… Aku Baru Tau, Kalau Begitu Aku Harus Serius Memikirkannya!"


"Ahaha, Semangat Sekali Yaa"


Chinatsu Kemudian Memikirkan Segala Hal Yang Terpikirkan Olehnya.


Lalu.


Kamis, 11 April.


"Naru-kun Itu Bukan Saudaraku"


Di Klub Kesenangan, Mereka Seperti Biasa Hanya Berkumpul, Karna Obrolan Sedang Buntu Barusan, Chinatsu Langsung Mengatakannya.


"Nama Lengkapnya Hagino Naru, Dia Itu Anak Dari Teman Baiknya Ayah Dan Ibuku. Beberapa Bulan Yang Lalu, Ayah Dan Ibunya Kecelakaan Dan Meninggalkannya Sendirian, Lalu Ayahku Membawanya Kemari Dan Kami Tinggal Bersama… Se-seperti Itu…"


"Begitu Ya, Aku Turut Berduka Cita Padanya, Chinatsu-chan"


"Aku Tidak Kenal Tapi Aku Kasihan…"


Akari Jadi Murung…


"Sou Kah… Kondisi Dari Calon Asistenku Ternyata Begitu Yaa, Tapi Kenapa Chinatsu-chan Membicarakan Itu"


"Se-sebemarnya, Hari Minggu Nanti Naru-kun Mau Ulang Tahun, Sejujurnya Aku Bingung Sekali Memikirkan Hadiah Apa Yang Cocok Untuk Dia, Jadi… Aku Ingin Menanyakannya Pada Kalian"


"Aahh, Begitu Ya, Mmm, Mungkin Bisa Ku Tanyakan Pada Kano-san Nanti, Mungkin Saja Kano-san Mengenal Hagino-san Dan Dapat Memberitahumu Nanti"


"Etto, Kano-san Itu, Aika-san Kan?"


"Um^ Nama Panggilan"


"(Ugh! Orang Kurang Ajar Ini Malah Membantuku, Aku Jadi Sulit Menerimanya, Tapi Kalau Aku Menolak Ide Yui-senpai, Dia Mungkin Akan Membenciku, Apa Boleh Buat! Kali Ini Akan Ku Izinkan Dia Membantuku!) Terimakasih, Yui-senpai, Aku Sayang!! Padamu!"


"Eheh ^\_^"


"Mungkin Aku Juga Akan Menanyakannya Pada Waka-kun Nanti"


"Makasih"


"A-akari Akan Coba Menanyakannya Pada Onee-chan, Dia Sudah Dewasa, Jadi Pastinya Dia Kenal Beberapa Laki Laki!"


"Makasih Banyak, Akari-chan"


"Hehe~ ^…^"



Ikatan Mereka Sulit Dipisahkan.



\*Pada Satu Saat…


Yui Merasakan Dan Melihat Sekilas… Suatu Kilauan Kecil Dari Suatu Rambut.



\[2\]


'Chitose'


"Kamu Naik Kelas Kah?"



'Tsurui'


"Ya Iyalah, Mana Mungkin Tidak, Aku Tidak Sebodoh Itu"



"Ahaha~ ^\_^



'Chitose'


"Haha, Canda Kok"



'Tsurui'


"Geh… Ah, Omong Omong, Haruka Sudah Besar Lhoo!"



'Chitose'


"Haruka? Adik Kelas Yang Ngasih Kita Tiket Film Romance Itu, Apanya Coba, Kitakan Bukan Orang Tua Nya…"



'Tsurui'


"Guh, Dia Waktu ulang Tahun Dipertemukan Dengan Aika-senpainya, Dan Dia Terlihat Senang Sekali"



"Chatku Tidak Dibaca Ya?"


"Ah, Nee-san, Aku Mau Belanja Sebentar, Mau Nitip Apa?"


"Tisu Sebungkus"


"Um^"


"Catatan Kebutuhan Barang, Ada Di Atas Laci"


"Baiklah"


"Makasih, Chizuru……"



'Chitose'


"Memangnya Kapan Dia Ulang Tahun?"



'Tsurui'


"6 Desember. Karna Aku Mengingatnya, Bisa Beritahu, Kapan Ulang Tahunmu?"



'Chitose'


"Heeh, Berarti Yang Tadi Hanya Taktik Ya……"



"Hahaha~ ^\_^"



"Tanggal 10 Maret, Sudah Terlewat"



'Tsurui'


"Gaahh! Maaf, Aku Tidak Memberimu Hadiah, Tapi, Selamat Ulang Tahun (Emote Senyum)"



'Chitose'


"Tidak Apa, Tapi Secara Tidak Kamu Sadari, Kamu Sudah Memberiku Hadiah Kok…"



"Uh? Apa Maksud…… Ah… Itu Ya, (Terimakasih, Chitose-chan… Karna Telah…… Menerima Perasaanku Padamu……)



'Tsurui'


"Begitu Ya… Mungkin, Terimakasih Banyak, Chitose-chan"



'Chitose'


"Aku Juga, Makasih~"



Pipi Chitose Memerah, Sambil Bertopang Dagu Di Kasur Di Malan Hari Memakai Piyama.



(Aku Mulai Kepikiran, Sejak Pulang Dari Onsen Di Akhir Tahun, Nee-san Jadi Sering Keluar Sama Mizaki-san)


Chizuru Mengetahui, Soal Mizaki, Dari Souki Yang Memang Sudah Dekat Dengannya.


Lalu, Chitose, Juga Mengetahui, Soal Souki Yang Ternyata Mulai Dekat Dengan Adik Kembarnya Ini, Chitose Mengizinkannya Mendekati Chizuru, Dengan Syarat…


'Chitose'


"Tolong, Buatlah Dia Jadi Lebih Sering Tersenyum Dan Buatlah Dia Jadi Senang"


'SouReji'


"SIAAP!!!! Onee-saan!!!"


"Ahaha, Souki-san Ini Ternyata Lucu Juga…"


"Eh? Nee-san Chat-tan Sama Siapa?"


"Tidak Kok~"


[3]


"GAAHH!!!!!! SUDAH 2 BULAN AKU MEMAILNYA!!! TIDAK ADA BALASA-"


"Sakurako Berisik!"


Himawari Melempar Sebuah Penghapus Ke Bawah Sakurako Dan Membuat Dirinya Jatuh Ke Kasur, Bukan Terpental, Tapi Karna Marah.


"Gaahh…"


"Sudah 3 Minggu Lebih Kau Seperti Itu, Untung Saja Kau Bisa Naik Kelas Kemarin"


"Geh, Diam Kau Dasar Oppai Besar Punya Pacar!"


"Apaan Sih, Aku Tidak Punya Pacar, Dan Jangan Bilang Oppai Mulu"


"Kenyataannya Kan Bener!! Kau Punya Pacar! Dia Ketua Osis Dari Sekolah Siere Kan!!??"


"Seiri… Lagian Ishii-san Itu Hanya Teman Santaiku, Kami Hanya Mengobrol Dengan Tenang Di Cafe"


"Itu Artinya Pacaran!!"


"Berarti Kita Ini Pacaran Kalau Kita Ngobrol Santai Di Kafe?"


"Tentu Saja, TIDAK! Mana Mungkin Aku Mau Pacaran Dengan Oppai Sepertimu"


"Haaah, Terserah Lah, Tugasmu Kerjain…"


"Gaah!!!! SAROU SIALAN!!!!!"


"BERISIK!!! Kau Ngulang Ngulang Saja Daritadi!!!"


*


"Sepertinya Mereka Saling Begitu…"


"Sudah, Biarkan Saja……"


Hanako Dan Nadeshiko Hanya Duduk Di Sofa, Membiarkan Suara Berisik Di Lantai Atas.


[4]


"Heehh!! Ayano-san Jadi Ketua Osis!!??!!??"


Ayano Memakai Kacamata Tajam, Rambut Pony Tailnya Masihlah Sama, Tapi Ia Memakai Jas Hitam Dengan Kemeja Putih Dan Seperti Seragam Guru Formal, Dengan Muka Garang…


^Bayangan Kase Soal Ayano Versi Ketua Osis.


"Tidak Seperti Yang Kau Bayangkan, Lagian Memangnya Semua Ketua Osis Harus Begitu ya…"


"Tidak Sih, Tapi Mungkin Kamu Akan Terlihat…… Menggoda… *Buhuk!"


Kase Didorong Ke Kasurnya Dan Berbaring…


"Gaahh……"


"Pikiranmu Mulai Berlebihan, Sudahlah, Kerjakan Tugasmu"


"Ah! Aku Baru Ingat Kalau Kita Ini Sedang Mengerjakan PR!"


"Iya iya, Cepet Kerjain, Aku Bantu"


"Ajari Aku! Ayano-sensei"


"CEPAT!!!!"


"Ha-Hai^"


Kase Mulai Belajar Di Guru Kejam Ayano Dirumah Keluarga Kase. Di Lantai Bawah…


"Ranka Bawa Cewe? Berani Sekali Dia Haha"


"Bagus Kan, Daripada Kau Yang Tidak Bawa Cewe Selama 21 Tahun Ini"


"Geh, Akukan Sudah Nikah, Buat Apa Aku Bawa Lagi…"


"Hahahaha, Sudahlah, Pergi Sana"


"Kau Ini Ayahku Atau Bukan Sih…"


"Tentu Saja aku Ini Ayahmu"


Seorang Pria Tinggi Berambut Coklat Gelap Memakai Jas Hitam Dan Pergi Ke Pintu Depan Dan Pergi.


"Kalau Begitu, Dadah"


"Jumpa Nanti~"


"Apa Apaan Itu…"


Ayano Melambaikan Tangannya Pada Kase Yang Ada Di Pintu Depan, Lalu Pergi Ke Belokan Kiri…


(Aku… Baru Saja Keluar dari Kamar Laki Laki…… Geh, Itu Hanya Kamar Rakkun, Jadi Biar Lah…)


Ayano Tidak Terlalu Peduli.



\[5\]


Jum'at 12 April, 2019…


"Oh Ya, Aku Sudah Lama Ingin Menanyakan Ini"


"Apanya?"


"Kau Menindik Telingamu Dan Memasang Anting Ya?"


"Uh? Tindik Ini? KENAPA KAU MELIHATNYA?!?"


"Tidak, Rasanya Ada Silau Silau Kecil begitu Dari Telingamu Sedari Lama… Makanya Aku Bingung"


"Begitu Ya, \*Sini \*Sini"


Memahami Maksud Kyouko, Yui Mendekatkan Telinganya Pada Kyouko, Bicara Sembunyi Dari akari Dan Chinatsu.


"Apa?"


"Hadiah Ulang Tahun… Kemarin Waka-kun Memberikannya, Katanya Dia Meminta Saran Dari Ibunya Soal Aksesoris Wanita Muda, Kyyaahhh, Rasanya Malu Sekali Membicarakannya!"


Kyouko Malah Mengeluarkan Suara Normal Dan Ribut Sendiri Lagi…


"Heeh, Begitu Ya, Mmm, Aku Sudah Punya Ini Si-" (Aduh, Salah!)


"HAH!! Ternyata Benar! Yui! Sejak Kapan Kau Punya Kalung?!?"


Yui Tadi Dengan Refleknya Mengambil Kalung Silver Bulan Sabitnya Dan Memperhatikannya Dari Dekat.


"Uuhh, A-aku…"


"Heeh?!?!! Yui-senpai Punya Kalung?!"


"Sejak Kapan! Yui-chan?!"


"Kenapa Kalian Malah Ribut, Ini Kalung Biasa Kok"


"Heehh, Dan Yui Biasanya Tidak Pakai Apa apa, Sejak Ke Onsen Kemarin Pun, Aku Melihatnya Saat Kamu Masuk Duluan Ke Onsen"


"Dasar, Lihat Lihat Barang Orang Tanpa Izin…"


"Sudahlah! Jelaskan!!"


"Uuh… Kan…… Karna Aku Mendapatkan Hadiah Uang Di Tempat Undian, aku Membelikannya Untuk Kalung!"


…………


…………


…………


"Bohong Sekali Kamu Yui, Itu Pemberian Watar-san Kan?"


Yui Memasukkan Kalungnya Dan Menggantungnya Di Atas Lipatan Dadanya.


"Iyaahh… Ini Pemberian Kano-san"


"(GAAHH!!!!!! A-AKU HARUS MEMBUATKAN SESUATU UNTUK YUI-SENPAI!! Ta-tapi, Kalau Ini Ada Hubungannya Dengan Aika-sialan Itu, Yui-senpai Pasti Marah… Dan Tadi Pagi Yui-senpai Juga Sudah Menanyakannya Pada Aika-Sialan Dan Langsung Memberitahuku, Kalau Naru-kun Itu Ingin Jam Tangan…… Uhh, Aku…… Mulai Merasakan Hubunganku Yang Sudah Terurai Dengan Yui-senpai…… Apa…… Aku Harus…… Merelakannya?……) Ah, Aku Tidak Apa Apa ……"


"Guuhh, Ntah Kenapa Akari Juga Ingin Sesuatu"


"A-ahaha, Maaf Akari, Nanti Aku Berikan Sesuatu"


"Makasih! Yui-nyan!"


"Bukan Padamu, Tapi Ke Akari"


Kyouko Memeluk Yui Dengan Semangat.


"Ti-tidak Perlu, Yui-chan, Aku Tidak Mau Jadi Manja Lagi! Jadi, Aku Tidak Perlu Hadiah"


"Ah, Begitu Ya, Dewasa Sekali, Akari…"


"Hehe~"



"Sip!"


"Uh? Mau Kemana, Chinatsu?"


"Mau Ke Kota Dulu Sebentar, Tidak Lama Kok"


"Begitu Ya, Tidak Akan Ku Antar, jadi Jangan Berharap"


Hagino Langsung Masuk Ke Ruang Tengah.


"AKU TIDAK BERHARAP!"


Chinatsu Kemudian Pergi Ke Luar, Melihat Depan Rumahnya Yang Terpapar Sinar Matahari Pagi Dan Awan Awan Yang Menutupi Langit…


"Haahh, Musim Semi Memang Hebat, Udaranya Juga Enak"


Chinatsu Menggendong Tas Hitam Kecil, Ia Memakai Baju Pink Panjang Dan Rok Kuning Pendek. Ia Pun Pergi Ke Kota Sendirian…


[6]


"Ayano-san, Mungkin Waktu Libur Nanti. Kita Bisa Pergi Ke Akihabara"


"Heeh? Mau Ngapain? Tokyo Kan Jauh"


"Cuman 3-4 Jam-an"


"Iya, tapi Mau Apa?"


"Cari Cari Barang, Game Misalnya!!"


"Kita Tinggal Beli Online"


"Lalu, Figure Nendo Tarara-chan Yang MESUM!"


"Mau Ku Laporkan?"


"Maaf, Tapi Bukannya Kita Bisa Pergi Nanti, Cuman Sehari…"


"Memangnya Kamu Punya Modalnya?"


"Tidak"


"Ya Nanti Saja"


"Geehh"


Berjalan Di Suatu Jalan Selebar Mobil…


"Inikan Juga Untuk Hadiah Ulang Tahunmu"


"Uh?"


"Ah, Ayano-san, Mau Hadiah Ulang Tahunmu Sekarang Tidak?"


"Eh? Ti-tidak Perlu Kok, aku Tidak Perlu Hadiah, Ucapan Selamat Saja Sudah Cukup >_<"


"Mmm"


Ayano Panik Sendiri, Sambil Membawa Kantong Putih Berisi Bahan Makanan, Bersama Kase Yang Juga bawa Kantong Belanjaan…


"Memangnya, Kamu Mau Ngasih Apa Sekarang? Kamu Juga Tidak Beli Hal Lain Selain Bahan Makanan"


"Iya yah, aku Juga Bingung, Tapi Mungkin"


"……… Mungkin Apa?"


"Mungkin Saja Kamu Mau Mengingat Soal Sensasi Yang Kamu Rasakan Saat Nonton Film Horror Waktu Itu"


"Eehh!!! A-a-apa, Kamu… Ingin Melakukannya… Disini?"


Ayano Menunduk. Sambil Berjalan, Kase Menepuk Pundak Kiri Ayano. Dan Berjalan Memutari Ayano Ke Kanan Lewat Belakang, Lalu Merapatkan Kedua Pundaknya.


"Tentu Saja"


"Ti-tidak Kan?"


"Tidak Lah, Aku Tidak Akan Memaksamu, Tadinya Aku Hanya Ingin Memberimu Hadiah Biasa, Pelemb-"


"Stop"


"Maksudku, Seperti Jepit Rambut, Atau Aksesoris Lain, Ah, Ayano-san, Bisa Coba Lepas Dulu Ikatan Rambutmu?"


"Uh?"


Ayano Memberikan Kantong Putihnya Pada kase, Lalu Melepas Ikatan Rambut Pony Tailnya, Rambut Pony Tail Ayano Menjadi Bebas, Dan Menutupi Punggung Sampai Atas Pinggulnya.


"Woohh, Cukup Imut Juga!"


"Be-benarkah, Makasih, Coba Kau Pakai"


"Eh? Rambutku Pendek Begini, mana Mungkin Bisa"


"I-Iya yah, (Bodohnya Aku…)"


"Mungkin, Nanti Aku Akan Belikan Sesuatu Untukmu, Kalau Kecil Jangan Protes Ya"


"Hadiah Besar Kecil Itu Tidak Masalah, Terimakasih, Rakkun"


(Gaahh!!! Ayano-san MEMANG HEBAT!!!)


Mereka Pulang, Dengan Harapan Akan Suatu Hal.


[7]


"Aku Pulang~"


Chinatsu Pulang Di Jam 3 Sore


"Okaeri, Sebentar Apanya, kau Kesana 4 Jam…"


"Sudahlah, Mungkin Sebentar Yang Naru-kun Maksud Dan Yang Aku Maksud Itu Berbeda…"


"Jadi, Sebentar Menurutmu Adalah 6 Jam Kebawah, Sedangkan Menurutku Itu 2 Jam Kebawah…"


"Kita Ngobrol, Tidak Penting Sekali"


"Ya yah…"


Naru Dan Chinatsu Masuk Ke Ruang Tengah Dan Duduk Duduk DiSofa.


~


(Aku Kebingungan Mencari Jam Tangannya Jadinya Aku Tanya Tanya Ke Senpai, Dan Aku Dapat Jawaban Bagus Dari Ikeda-senpai, Katanya 'Jam Tangan Untuk Laki Laki Itu Biasanya Suka Warna Gelap, Hitam, Hijau Gelap, Biru Gelap, Atau Semacamnya, jangan Yang Berwarna Warni Seperti Pink Atau Putih Terang. Dan Pilihlah Yang Jenisnya Kasual, Tergantung Dari Orangnya, Jika Suka Olahraga, Pilih Yang Sport, Kalau Tidak, Mungkin Yang Paling Cocok Memang Kasual Yang Aman, Hanya Itu Yang Bisa Kuberi Tahu, semoga Membantu' Begitu, Panjang, Tapi Sangat Membantu, Makasih! Ikeda-senpai!)


"Ah, Naru-kun, Bisa Ambilin Susu Di Kulkas?"


"Uh? Aah^"


Naru Yang Baru Keluar Dari Toilet, Masuk Ke Bagian Dapur Dan Membuka Kulkas Lalu Memgambil Sekotak Susu Tinggi Dan 1 Gelas.


Hagino Menuangkannya Sambil Berdiri, Lalu Meminumnya.


"Wahh, Enak Seperti Biasa, Rasanya Seperti Dionsen, Walaupun Susunya Dingin Sih…"


"Ayolah…"


Chinatsu Menaruh Tas Gendongnya Di Bawah. Hagino Kemudian Menaruh Susu Dan Gelasnya, Lalu Menuangkannya…


"Nih"


"Makasi- (INI!! Ci-ciu-ciuman Ti-)


"Jangan Khawatirkan Ciuman Tidak Langsung, Kalau Mau, Kita Bisa Melakukannya Secara Langsung"


"A-APA YANG KAU BICARAKAN! A-aku Tidak Khawatir Soal Itu Kok!"


Chinatsu Langsung Meminumnya Dalan Sekali Teguk Dan Langsung Menaruh Gelas Kosongnya Dimeja.


"Guh!"


"Hahaha~ Jangan Marah Begitu, Ntar Cepet Tua Lho…"


"Berisik"


Hagino Kemudian Pergi Ke Luar Dan Naik Ke Lantai 2.


"Ah, Ibu, Apa Ibu Punya Kunci Cadangan Untuk Kamarnya Naru-kun?"


"Punya…"


"Aku Mau Pinjam"



~~


Jam 23:49.


(Naru-kun Seharusnya Sudah Tidur Jam Segini, Aku Akan Menaruh Box Jam Tangannya Di Mejanya Jadi Aku harus Pelan Pelan…)


Chinatsu, Memakai Piyama Birunya, Perlahan Memutar Kunci Di Kamar Hagino Dengan Sekotak Kardus Kecil Ditangannya


\*Ck…lak


Bunyi Suaranya Begitu Pelan, Lalu, Chinatsu Menarik Pegangan Pintu Dan Mendorongnya Dan Membuka Pintunya, Ruangan Dengan Lampu Mati, Dan Di Ujung, Hagino Memakai Selimut Putih, Tertidur Menghadap Ke Dinding Sana.


(Yosh!)


Chinatu Mendekati Meja Belajar Yang Ada DiDekat Kasur, Perlahan, tanpa Suara, Namun…


"DAAARRR!!!!!"


"UGYAA!!!!!!"


Hagino Dengan Cepat Bangun Dan Membuat Suara Dadakan Yang Membuat Chinatsu Melompat Kaget, Olahraga Jantung.


"Gaahh!! Haahh!!! Hufff!! Haahh!! Hufff! Ke-kenap- Waah!!!"


Chinatsu Langsung Ditarik Oleh Hagino Kekasurnya, Dan Hagino Terlihat Seperti Sedang Membuat Chinatsu Berbaring Disampingnya…


"Eh? (A-a-a-apa Ini?!? Ke-kenapa Aku Dipaksa Tidur Disini?)


"Sudahlah…"


"Mo-mou, Ka-kali ini Sajalah…"


Mereka Berada di Ranjang Yang Sama, Chinatsu Berbaring Menghadap Ke Punggung Hagino Yang Melihat Tembok.


Lalu.


"A-aku Pikir, Kamu Sudah Tidur…"


"Maa Nah…"


Hagino Memutar Badannya dan Menghadap Ke Chinatsu Yang Menyembunyikan Tangannya Di Bawah, Memegang Kotak…


"Hah! A-apa…"


Muka Chinatsu Memerah… Sangat…


Lalu…


(Gaahh! Ada Apa ini? Apa ini? Kenapa Chinatsu Datang Kesini? Tadi Aku Belum Tidur Dan Sedang Berusaha Tidur, tapi Aku Dengar Pintu Dan Langsung Mengagetkannya, mmm Gas Saja Lah…)


"Uh Uh, Ini Seperti Scene Dewasa, 18 Tahun, Walaupun Kita masih Sekitar 14"


"Uh, Jangan Mengungkitnya, Sekarang Jam Berapa?"


Hagino Mengambil Ponselnya Di Atas Laci Di Belakang Kasur.


"Jam 00:04"


"Jaa"


Chinatsu Duduk Dikasurnya, Hagino Menyadarinya dan Ikut Duduk.


"Hai^ Selamat… Ulang Tahun"


"…C…"



"Ba-bagaimana, Chinatsu-chan?!"


"SUKSES BESAAR!!!"


"WAAIIII!!!!!"


"WAAIIII!!!!!"


Akari Dan Chinatsu Bertepuk Tangan!!


***


"Chinatsu…"


"Aku Membelikanmu Jam Tangan, Jangan Sampai Lupa Waktu Ya!"


"Uh-huh, Maka… SIIHH!!!! Ka-ka-kau Dapat Dari Mana ini!!??!!"


"Di Kota Tadi…"


"WOOHHH!!!!!!!!!!!!!"


"Se-segitu nya?"


Hagino Menaruh Box Dengan Plastik Transparan di Atas, Memperlihatkan Jamnya Dan Langsung Menaruhnya Di Laci Atas, Belakang Kasur, Menyembahnya.


"Tuhaan~"


"??"


"Makasih Chinatsu!! Aku Mencintaimu!!!"


"Kyah!!"


Hagino Yang Duduk Dogeza, Langsung Memeluk Chinatsu Dari Depan dan Membawanya Berbaring Di Kasur, Hagino di Bawah Dan Chinatsu Di Atas.


"Ah! *-*"


"Mmmm, mmm, mmm, Aku Mencintaimu"


(A-aku Harus Bagaimana!!?!!?!! Pe-pertama tama, Aku Harus Tenang Dulu, Lalu Aku Harus Mencintai Balik Naru-ku- GAAHH!!!! Bukan Itu! Mmm, A-aku Harus Tenang, Dan Membiarkan Naru-kun Tidur…


"……… Nah, Chinatsu… Apa Kau… Masih Tidak Dapat Membalas… Perasaanku?"


AKU TAKUTNYA NARU-KUN BILANG BEGITU!! Aku Belum Siap!!)


Chinatsu Dirapatkan Ke Badan Hagino Dengan Pelukannya, Yang Mulai Melonggar…


Chinatsu Masih Ada Di Atas Hagino, Dan Mulai Mengedipkan mata Dengan Pelan.


(Eh… Tapi Ini… Nyaman Juga…)


Chinatsu Kemudian Menempelkan Kepalanya Ke Dada Hagino, Dan… Mulai Terlelap.


"-Natsu… Chinatsu"


Hagino Mengguncangkan Pundak Chinatsu, Karna Ia Tidak bangun Bangun, Hagino Mendapat Ide Bodoh.


Hagino Berbaring Kembali, Lalu, Menarik Badan Chinatsu Yang Ada Membelakangi Dinding, menghadap Ke Hagino.


Hagino Menarik Badan Chinatsu Dan Mengangkatnya, Chinatsu Akhirnya menempel Pada Dirinya…


"(Chinatsu Ternyata Cukup Ringan…)"


Hagino Kemudian Duduk Sambil Menahan Chinatsu, Dan Membuat Chinatsu Duduk.


"\*Huuffff…" CHINATSU!!!! KEBAKARAN!!!!!!!"


"HAAHH!!!!!!! GAWAT!! Gaw-"


\*Plak


Tamparan Wajah Hagino.



"Kenapa Tidak Membangunkanku Secara Normal?"


"Kau Mirip Sapi"


"Gek, Mou… ('Aku Mencintaimu!!!)"


Chinatsu Langsung Berjongkok, Menutup Wajahnya Yang Merah, Dan berlari Keluar Dari Kamar Hagino.



"(Aku tidak Sanggup Bertemu Naru-kun Sekarang…) Yah, Dia Sangat Senang, Sampai Memeluk Meluk-"


"Hoohh, Rasanya, Romantis Sekali, Chinatsu-chan!"


Akari Malah Semangat…



Hadiah Ulang Tahun Ini, Tidak Harus Benda…


Kasih Sayang Pada seseorang Juga Merupakan Hadiah…


Semua Hadiah kali Ini, terkirimkan…



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]