Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Menunggu



Chapter 8: Menunggu(?)


[1]


Aika Makan Malam Sendiri Karna Kashima Datang Mengambil Barang Barangnya Dan Dia Memberi Aika Sesuatu Sebelum Pulang, dia Memberinya Seperti Membayar Uang Inap Satu Hari Dengan Tiket Film Anime Misteri Dan Horror, Dan Dibumbui Komedy.


(Aku...Sudah Menonton Film Ini Minggu Kemarin)


Aika Baru Selesai Mandi Dan Segera Memakai Baju Dan Celana Olahraga Lalu Jaket Tudung Warna Hitam Agar Tidak Kedinginan


Aika Menonton TV Sambil Duduk Memakan Eskrim Dalam Wadah Bulat Kecil Dengan Memakai Sendok Plastik Kecil


"Malam Malam Makan Eskrim...Semoga Saja Aku Tidak Sakit"


Aika Terdiam Setelah Mengatakan Gumamannya Itu, Dia Dengan Cepat Menghabiskan Eskrim Yang Sisa Sedikit Tersebut Lalu Mengambil Buku Novel Ringan Yang Terakhir Kali Dia Baca Sudah 3/4 Jalan Dari Rak Buku Disamping TV


Aika Kemudian Berdiri Lalu Pergi Ke Balkon Sambil Membawa Buku. Duduk Di Kursi Balkon Sambil Membaca Buku Dengan Santainya


Aika Mengkerudungkan Jaketnya Dan rasa Dingin Mulai Menghangat Ditelinganya, Namun Rasa Dingin Menggelitik Kakinya....


Hari Ini Adalah Hari Selasa dipertengahan Musim Panas, Namun Aika Masih Menganggapnya Seperti Hari Minggu Dimalam Hari Padahal Besok Masih Sekolah


Aika Menunggu.....


Menunggu....


Menunggu.......


4 Hari Kemudian.


8 September.


"Rasanya Aku benar benar tidak ada kerjaan……"


Satu hal… Aika Adalah Orang Yang Sangat Tenang


Aika Berpikir banyak hal Diruangannya Di Hari Sabtu Malam, Kashima Tidak Mengunjunginya Pada Hari Libur Ini Karna Katanya Dia Ada Acara keluarga Pada Akhir Pekan


Aika Selama 4 Hari Berturut Turut.


"Pagi, Funami-san"


"Ah,Selamat Pagi, Aika-san"


Dia Hanya Mengatakan Itu Disaat Sebelum Funami Yui Berjalan Menjauhi Aika Setiap Paginya Untuk Berangkat Sekolah


Dia Hanya Memakai Baju Kaos Lengan Panjang Warna Hitam Dan Celana Olahraga Merah, Tidak Seperti Biasanya


"Pertama tama....Aku Harus Makan, Aku Kelaparan, belanja Nanti Saja Lah. Lagian, Bahaya Kalau Aku Keluar Saat Hujan Angin Seperti Ini"


Ya, Hujan Angin Membuat Aika Tidak Bisa Belanja Dan.....


Aika Berjalan Dengan Lemas Menuju Kulkas, KOSONG


Dia Menatap Kulkasnya Dengan Wajah Datar Yang Menandakan Dia Tidak Peduli Padahal Bahan Makanan Sudah Habis


Dia Membuka Laci DiDapurnya Dan Melihat Laci Kosong, Laci yang Dia Buka Adalah Tempat Dia Menyimpan Mie Instan Dan Sekarang, Kosong


(Sialan, Pasti Tawaka Mengambil Mie Instanku Kemarin)


Stock Mie Instannya Sudah Habis, Ini Merupakan Hal Buruk Bagi Seseorang Yang Tinggal Sendiri, Dia Masak Sendiri Beberapa Hari Terakhir Dan Menjauhi Laci Mie


Setelah Mengeluh Dalam Pikirannya,


Bel Kamar Aika Berbunyi Dan Yang Pasti Itu Bukan Kashima, Dia Melihat Kamera Yang Menunjukkan Gambar Seorang Gadis Ramping Membawa Nampan Berisi 5 Mangkuk Sup Daging Dengan 1 Tangan....


"Funami-san.... ada Apa Malam Malam??"


Aika Menekan Tombol Suara Di Bawah Kamera Dan itu Mengirim Suara Keluar


"Ah, Aika-san, Selamat Malam...Aku Ingin Memberikan Ini Pada tetangga, Tentu Saja Kamu Juga Dapat, Aku Ingin Kalian Mencoba Rasanya"


"Begitu Kah??, Baiklah"


Dia Membuka Pintu Secara Perlahan Dan Melihat Sosok Wanita memakai Kemeja Merah Lengan Panjang Dan Rok Hitam Pendek Dengan Garis Garis Merah Yang Membawa Nampan Berisi 5 Mangkok Kecil Sup Dengan 1 Tangan


"Nih, Ambillah Ini, Aika-san. Aku Ingin Tau Pendapatmu Tentang Sup Ini, Kau Bisa Memakannya Nanti,maaf Ya Kalau Sedikit..."


"Benarkah??Wahh, Terima Kasih, Funami-san, Ini Pasti Enak"


"Tidak Seperti Itu, Kalau Begitu Aku Pergi Dulu Ya, Aku Mau Memberi Tetangga Yang Lain"


(Funami-dan Benar Benar Random……)


Aika Teringat Sesuatu


"Funami-san"


"Ada Apa??"


"Terimalah Ini, Temanku Memberikan 2 Tiket Film Anime MiRoDy(Mistery, Horror, Comedy)


Tapi Aku Sudah Menontonnya, Jadi Kamu Boleh Memilikinya, mungkin Kamu Bisa Menontonnya dengan Temanmu.Toshinou-san Mungkin??""


Aika Menjulurkan Tangannya Dengan 2 Tiket Digenggamannya Sambil Bersenyum Seperti Orang Baik....


"Eh, Aku Boleh Memilikinya??Uhu... Terimakasih Aika-san, Aku Terima...Maaf Aku Kurang Sopan."


"Tidak Apa apa"


Yui Menerima Tiketnya Dengan Satu Tangan Karna Satunya Lagi, Sedang Memegang Nampan


"Sekali Lagi, Terimakasih, Aika...........san, Selamat Malam..."


[San\=Mas/mba.Biasanya Pada Orang Seumuran Tapi Ingin Lebih Menghormati Atau Pada Orang Yang Lebih Tua.-Klus]


Ada jeda Diantara Mas Dengan Aika


Yui Tersenyum Pada Aika Dengan Lembutnya. Dia Berjalan Menjauhi Aika Dan Memberi Tetangga Lain Supnya


(Ntah Kenapa, Hatiku jadi Ribut Melihat Beberapa Hal Hari Ini… Mungkin Seperti……)


"Sup Ya.... Yah, Lebih Baik Daripada Mie Instan"


Aika Menunduk Melihat Mangkuk Kecil Berisi Sup


Matanya berkedut Secara Tiba Tiba


(Are? Sepertinya Aku Melupakan Sesuatu....??...Biarlah, Palingan Juga Tidak Penting Kalau Aku Sampai Melupakannya)


Begitulah, Kejadian 4 Hari Yang Lalu, Dilupakan Hanya Karna Semangkuk Sup Daging.....


[2]


(Sepertinya Aika-san Sudah Melupakan Hal Itu, Baguslah. Aku Harap Aku Bisa Akrab Dengannya Nanti)


Yui Tersenyum tulus Dengan Sendirinya Ketika Memikirkan Hal Itu. Perlu Diketahui, Bahwa Senyuman Tulus Yui Bisa Membuat Semua Laki Laki DiSuatu Kelas Menjadi Berkhayal Lalu Pingsan Dengan Darah Berceceran


Dia Memberikan Supnya Kepada Tetanga Lain, Lalu Pergi Masuk Ke Kamarnya.


(Semoga Saja Mereka Menyukainya, Aku Juga ingin Minimal Kenal Dengan Para Penghuni Lain Di Apart Ini, ehe)


Yui Menaruh Nampannya Di Dapur Dan Masuk Ke Ruang Utama, Yui Sudah Makan Terlebih Dahulu


"Film Ya?? Mungkin Besok Aku Akan Menontonnya Dengan Kyouko, Aku Mail Dulu. ............... Yosh"


Yui Menyimpan Tiket Film MiRoDy Yang Diberikan Tetangganya Dan Ponselnya Di Meja Ditengah Ruangan Utama


Jam Menunjukkan Pukul 7 Malam Dan Yui Sudah Tidak Punya Rencana Melakukan Sesuatu, Jadi Dia Langsung Tidur Dikeadaan Hujan Angin Yang Sedang Melanda Kawasannya


[3]


Aika Makan Sup Daging Yang Diberikan Oleh Tetangganya Itu Dengan Semangkuk Nasi...


"Selamat Makan"


Aika Memindahkan Kuah Berwarna Kuning Bening yang Berisi Wortel Dan Daging Daging Kecil Dalam Jumlah Banyak Ke Mangkuknya


Aika Memasukan Sendok Berisi Nasi Dan Daging Ke Mulutnya


"enak....."


Hanya Kata Itu Yang Keluar Dari Mulutnya....


(Ini Mirip..... Seperti…)


Aika Lanjut Memakan Nasi Dengan Sup Daging Tersebut Dengan Lahap Dan Pada Akhirnya Habis


"Terima Kasih Untuk Makanannya..."


Aika Mengambil Mangkuk bekas Makan Tersebut ke Wastafel Dan Segera Mencucinya Dengan Sabun


"Korega Yosh, Sudah Bersih. Mungkin Aku Kembalikannya besok Saja......"


Ntah Kenapa Rasa Keinginan Aika Mempunyai Seorang Pasangan Yang Bisa Memasak Malah Muncul Dibenaknya,


"Kekasih Ya.............Apa Aku......Semoga Saja Lah...."


Aika Malu Sendiri.


(Aku Tidak Terlalu Akrab Dengan Para Gadis Di Kelasku. Yahhh, Yang Penting Mereka Mengenalku, Apa Karna aku Lebih Sering Memakai Poker Face ya?..)


Aika Sendiri Memang Selalu Mengaktifkan Mode Datar Ketika Mengobrol Dengan Orang Lain, Dia Sendiri Sadar Kalau Dirinya Agak Menyebalkan Saat Berbicara Dengan Orang Lain Karna Ekspresinya…


"ternyata Lumayan Ngantuk Kalo Sudah Makan......Tidur Lah, Mumpung Besok Libur, Aku Besok Harus Belanja Bahan Bahan, Tawaka Sialan, Asal Ambil Mie Instanku"


Aika Melemparkan Tubuhnya Ke Kasur Empuk Lalu Tidur Dengan Lelapnya........


[4]


Alarm Berbunyi Dengan Nyaring Dipagi Hari.


Matahari Dengan Cahayanya Memperlihatkan Dirinya Secara Perlahan.


Funami Yui, Terbangun Dengan Lambat Lalu Mematikan Alarm Rumahnya Setelah Sedikit Menggeliat Seperti Kucing-Nyaa


Dia Turun Dari Kasur Dan Membuka Tirai Dari Pintu Kaca Yang Didepannya Ada Balkon Yang Menghadap Kebarat, Tentu saja Tidak Terang Karna Matahari Terbit Dari Timur. Kalau Dari Barat, Mungkin Sudah Ada Malaikat Yang Meniup Terompet


Yui Pergi Ke Dapur lalu Ke Toilet Untuk Cuci Muka Dan Urusan Lain Ditoilet......


Yui Keluar Dari Toilet Dengan Muka Yang Sedikit Memerah ,Jam Menunjukkan Pukul 07:33 Pagi.


Tentunya Itu Masih Pagi Untuk Sekolah. Tapi, Ini Adalah Hari Minggu, Hari Bersenang Senang Untuk Kebanyakan Orang.


Yui Masuk Ke Dapur Sambil Memegang Kepalanya Dengan Lemaa


"Kepalaku.... Agak Pusing. Mah, Pokoknya Aku Harus Makan Dulu....."


Yui Mengambil Piring Dengan Omurice Yang Ditutup Pelastik Dari Kulkas Lalu Memasukkannya Ke Oven Untuk Dihangatkan


Setelah Menunggu Beberapa Menit, Yui Mengambil Piring Yang Sudah Hangat Tersebut Dari Oven Lalu Mengambil Sendok Untuk Memakannya Di Ruang Utama


"Selamat.....makan...."


Yui Dengan Lambat Menghancurkan Lapisan Telur Dan Mengambil Sesendok Nasi Dan Memakan Omuricenya Dengan Sedikit Keringat Yang Melewati Pipinya Serta Dengan Mukanya Yang Mulai Memerah


Dalam 1 Tahun, Yui Jarang Terkena Penyakit Apapun, Dia Selalu Sehat Karna Dia Mengatur Pola Makannya Dan Memakai Pakaian Yang Sesuai Dengan Kondisi Lingkungannya, Dan Olahraga Yang Teratur Disetiap Akhir Pekan Bila Sempat


___________


"Terimakasih....Makanannya..."


Yui Berdiri Dengan Pelan Sambil Membawa Piring Bekas Makannya menuju Wastafel.


Setelah Menaruh Piring Di Wastafel, Bell Rumah Yui Berbunyi....


[5]


Aika Terbangun Dengan Malasnya Dijam 7 Pagi Karna Alarm Yang Dia Atur Sendiri


Aika Bangun Dengan Menggaruk Garuk Kepalanya Lalu Pergi Ke Wastafel Hanya untuk Membasahi Muka Dan Rambut


Dia Berjalan Menuju Kulkas Dan Membukanya, Dia melihat Kulkas Kosong Lalu Cemberut Kesal Karna Melupakan Hal Itu


(Benar Juga, Kemarin Aku Dikasih Sup, jadinya Aku Tidak Masak, Mie Instan Ku Sudah Habis Karna Tawaka Sialan.....)


"Sepertinya Ini Waktunya Belanja...."


Dia mengambil Dompet DiCelananya Dan Melihat Kedalamnya.


"2000 Yen Mungkin Cukup"(Rp.200.000 Kurang Lebih Dikali 100)


Dia Berbalik ke Arah Pintu Depan, Membuka kuncinya, Lalu Mendorongnya Ke depan Untuk Pergi Ke Supermarket(?)



Aika Kembali Kerumahnya Dengan Membawa Kantong Pelastik Besar Yang Berisi Bahan Makanan Seperti Daging Sapi Dan Ikan, Bumbu, Dan Sedikit Buah Buahan Agar Lebih Seimbang Walaupun Aika Sendiri Tidak Tau Banyak Manfaat Makan Buah (Jangan Ditiru)



"Agak Berat… Berjalan 15 Menitan Sambil Membawa Barang Seperti Ini… Pasti Menyusahkan"


Itu Adalah Gumaman Seorang Anak Smp Yang Pergi Berbelanja Pada jam 7 Pagi Dengan Memakai Baju Kaos Lengan Panjang Longgar Dan Celana Olahraga



Dia Berjalan Ke supermarket Sekitar 15 menit-an Dan Belanja Setengah Jam, jadi Sekarang Sekitar Jam 8 Pagi



Dia Menyimpan Kantong Beratnya di Lantai Di Depan Pintu Rumahnya, Memasukkan Kunci Ke pintunya Lalu Membuka dan Menyeret Kantong Berat Tersebut Ke kamarnya



Aika menarik Lalu Mengangkatnya Ke Meja Dapur Yang Dingin.Dia Memasukkan Barang Barang Yang Dibelinya Ke Kulkasnya dengan Rapi


"Korega Yoshi "(Ini Sudah Beres)



Dia Melihat Ke Meja Dapur Dan Melihat Barang Yang Bukan Miliknya....



(Mangkuk Ini.....Milik Funami-san.....Aku Harus Mengembalikannya...Hal Itu Tentu Saja Untuk Menjadi Tetangga Yang Baik...Dan Juga itu Wajib....)



Aika mencuci Mangkuk Kecil Itu Dengan Sabun Dan Mengeringkannya, Aika Kemudian Pergi Ke Luar Dan Berjalan Menuju Kamar Sebelah Kanannya



Dia Menekan Bell Rumah Tetangganya Yang Bernama Funami Yui Dengan Muka Santai



\[6\]


"Siapa Itu? .....?"


"Aika-san ,Ya? Selamat Pagi.Baik, Tunggu sebentar"


Yui Berkata Pada Kamera.



Yui Berjalan Dengan Lambat Sambil Memegang Kepalanya, Memutar Kunci Lalu Membuka Pintu Dan Melihat Sosok Laki Laki Yang Sedang Memegang Mangkuk



"Nih, Funami-san. Supnya enak Sekali, Aku Jadi Ingin Mencobanya Lagi"


Aika Mengatakan Hal Itu Dengan Santai.


"Terimakasih, Aku Senang Kau Menyukainya. Omong Omong, Aika-san, Apa Kamu Punya obat Sakit Kepala?, Kepalaku Agak Sakit"


"Obat Sakit Kepala??, Aku Ada, Tunggu Sebentar, Aku Akan Membawanya.."


"Terimakasih...."


Aika Meninggalkan Yui Yang Memegang Pelipisnya…



\[7\]


Setelah Mendengar Permintaan Dari Tetangganya, Aika Masuk Ke Kamarnya Dan Mencari Kotak Obat



"Ah, Ketemu Juga"


Aika Membuka kotaknya, Mencari Obat Sakit Kepala Dan Demam Untuk Jaga jaga



Aika Kemudian Pergi Keluar Lagi Untuk Memberikan Obat Sakit Kepala dan Demam Pada Tetangganya


Aika membuka Pintu Kamar Funami Yui



"Funami-san....Ini Obat......nya"



Aika Melihat, Yui Yang Tidur Menyandarkan Diri Di Bagian Dapur… Memegang Lututnya.



"Funami-san!"


Aika Mendekati Yui Dengan Muka Yang Agak Panik, Aika Mengguncang Guncang Bahu Yui Dan Tangannya mengenai Leher Yui


(Lehernya Panas)


.Dia Mengangkat 1 Tangan Yui Lalu Menaruhnya di Bahu,


"\*Yoi Sho...."


Dengan Beberapa Cara…


Aika membawa Yui Ke Kasurnya Dan Membuatnya berbaring Lalu Menutupi Badannya dengan Selimut



Muka Yui Merah Dan Dia Menghembuskan Nafasnya Dengan Cepat, Aika Bingung Harus Melakukan apa, Sekilas Dia Teringat Makanan...



"(Fuuh, Tenangkanlah Dirimu, Noru… Tidak Seperti Dirimu Saja Kau Ini……) Funami-san, Kamu Sudah Makan??"


"Uh? Sudah…"


"Kalau Begitu Segera makan Obat Ini, Dan Aku Harap Kau Tidak Bersuara seperti Orang Sekarat"


"Maaf maaf, Ehehe"


Yui Sedikit tersenyum Dan tertawa Saat Berbaring Sambil Memegang kepalanya, dia berusaha untuk Duduk Agar Bisa Meminum Obat Dengan Benar



Aika Menempelkan Telapak Tangannya Di Dahi Yui, Dia Tidak Melakukannya dari Dahi Ke Dahi Karna Itu Akan Membuat Salah Paham Dan Masalah Yang Lebih Rumit



"Kau Panas....Ada Termometer??"


"Disana, Maaf Membuatmu Repot, Sejak Pagi Aku Merasa Pusing..."


"In Da(Tidak apa Apa)"



Aika mencari Ke Laci DiDekat Lemari Di Depan Kasur, Dan Mengambil Termometer Dari Kotak Obat


"Nah....Mau DiKetiak Atau Dimulut"


"Te-tentu saja Dimulut, mana Mungkin Aku Mau Diketiak!"


"ah, Maaf. Kalau Begitu, Nih"



Aika memberikan Termometernya Ke Yui Dan Yui Pun Memasukkannya ke Mulutnya jaga jaga Untuk Suhu Tubuhnya, bila Melebihi Batas Demam Biasa, Yui Harus Dibawa Kedokter



Aika berjalan Ke dapur Untuk Membawa Air Selagi Yui Mengukur Suhu Tubuhnya


Beberapa Saat Kemudian...


\*Tiiit


Suara Nyaring Tersebut Menandakan Termometer Sudah Menetapkan Suhu Tubuh Yang Diukur, Yui Mengeluarkan Termometer Dari Mulutnya



Aika mengintip Untuk Melihat Hasil Termometer


"Aalah…, 38,5 Celcius. Ini Agak Bahaya, Aku Beli Obat Lain Du-"


"Tunggu, Aika-san....Kalau Bisa, aku Ingin Kamu Untuk Disini Dulu Sementara.Kepala Ku Juga Sedikit Sakit..., Tidak Papa kan??"



Yui Meminta Itu Sambil Melihat Muka Aika Dengan Wajah Merahnya


"……...Baiklah, Aku Akan Di Sini Dulu Sampai Kau Tidur, Istirahat Saja dulu, Aku Akan Mengerjakan Pekerjaan Rumah"


"Arigatou, Aika-san"


(Terimakasih, Aika-san)



Aika Tersenyum Kecil Lalu Pergi Ke Dapur Untuk Mengerjakan Pekerjaan Rumah



Yui Berbaring Dengan Lemas Dan Berusaha Untuk Istirahat Sementara Sakit Dikepalanya Semakin Menjadi, namun. Dia Menahannya agar Tidak Terlalu Merepotkan Tetangganya itu Yang hanya ingin Mengembalikan Mangkuk



(Itai Naa… (Sakit Lah…).....)


Yui Kemudian Tertidur karna Panas Ditubuhnya



\[8\]


Yui Terbangun Karna Benda Dingin Yang Tiba tiba Mendarat DiDahinya



Mata Yui Terbuka secara Perlahan Bersamaan dengan Sedikit Cairan Dingin Yang Melewati Pelipis Kepalanya



Dia melihat Sosok Laki Laki Yang Sedang Memeras Handuk Basah Diatas Wadah Berisi Air.



"Aika...san?"


"Ah, Maaf. Aku Membangunkan Mu Ya, Aku Ingin Mengkompres Agar Kepalamu Lebih Dingin....Maaf Aku Tidak Memberitahumu Dulu"



Yui Berusaha Tersenyum Pada Aika Dengan Lembut


"Arigatou, Omong Omong, Sekarang Jam Berapa?"


"Eh, Etto....Jam....11 Siang, Aku Sudah Berulang Kali Memeras Handuknya, Apakah Kau Sudah Enakan??"


Yui Mencoba Duduk Dikasur Sambil Terus Memakai Selimutnya


"Mungkin Sudah Agak Enakan.."


"\*Huft...Syukurlah, Aku Khawatir Karna Saat Sedang Tidur Tadi, Kau Bernafas Dengan Cepat, Kalau Kepalamu??"


"Uh, Sudah Lebih Baik"


Aika Selama Ini Hanya Duduk Disamping Kasur Yui Dengan Menduduki Kursi Belajar Milik Yui Setelah Menyeretnya



Bell Rumah Yui Berbunyi Beberapa Kali Dengan Cepat, Aika Dan Yui Terkaget



"Aku Akan Membukanya, Funami-san Tunggu Saja, mungkin Saja Itu Temanmu"


"uh-uh"


Yui Mengangguk Menuruti Permintaan Tetangga Yang Menjaganya Berjam Jam Tersebut



\[9\]


Aika melihat Keluar Dengan Kamera yang Terletak Di Dinding Sebelah Pintu Menuju Dapur Di Ruang Utama



"Toshinou-san Ya?"


Aika Hanya melihat 3 Orang Gadis, Salah Satunya Kyouko.Dia hanya Melihatnya, Tapi Tidak Berbicara Dengan Penyambung Suara apart



Aika Berjalan Menuju Pintu Keluar Lalu Membuka Pintunya.


"Haiikk"


"Are?? Kenapa Wajah Datar-san Ada Dikamar Yui?"


2 Orang Gadis Lainnya hanya Melihat Aika dengan Tatapan Curiga Dimatanya


"Sebenarnya....Funami-san sedang Sakit. Tapi, Sepertinya Dia Sudah Enakan, Jadi Silahkan Masuk....Walaupun Ini Bukan Kamarku"


"Yui Sakit, Kenapa Kau Tidak Memberi Kabar Padaku!!"


"Yah, Aku Tidak Punya Email Mu, Dan Juga Aku Tidak Mau Asal Membuka Hp Funami-san Ketika Dia sedang Sakit"



Salah Satu Gadis Berbicara Pada Kyouko


"Kyouko-chan, Ini Siapa?"


"Ohh, Ini Watar-san, Dia Tetangga Yui Disini. Tuh Disebelah"


"namaku Sepertinya makin Rumit…"


Kyouko Menunjuk Pintu Kamar Aika Dengan Telunjukknya Lalu Berdecak Pinggang Seperti Orang Benar


"Ehh, Begitu Ya, Salam Kenal, Watar-san, Aku Akaza Akari, Kami Berteman Dekat Sejak Kecil"


"Salah…, Namaku Aika Noru, Salam Kenal, Akaza-san"



Akari Sedikit Kaget Mendengar Perkataan, Suara Dan Ekspresi Muka Aika


(Auranya Mirip Seperti Yui-chan, Dewasa....)



Aika Kemudian Melihat Ke Gadis Lain Yang Membeku Tepat Setelah Aika Membuka Pintu Dari Awal



"Ah, Ini Adalah Yoshikawa Chinatsu-chan, Dia Adik Kelasku Yang Mirip Mirakurun"


"Yoshikawa-san Ya.Aika Noru, Salam Kenal"



Aika Terkadang Memasang Muka Lemas Setiap Kali Dia Mengakhiri Kalimat Perkenalan.


Chinatsu Hanya Terdiam Membeku Melihat Seorang Laki Laki yang Masuk Ke kamar Senpai Tercintanya


"Yui-Senpai Pasti Di Apa Apain Sama Cowo Brengsek Ini!!!!!"



Chinatsu Menghancurkan Es Dalam Dirinya, Melempar Tas Kecilnya tepat Dikepala Aika Sampai membuat Aika tak Sadarkan diri Dan berbicara terang Terangan Dengan Pemikirannya yang Tanpa dasar


"Dasar Mesum"



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama.Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]