Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Wisata Ini Hanya Milik Kita Berdua [K]



Chapter 24: Wisata Ini Hanya Milik Kita Berdua [3]


[1]


(Tadi Pas Pagi Pagi, Tawaka-kun Mengatakan Padaku Kalau… Sekolahku Dan Sekolahnya Melakukan Kerja Sama Kan? Tapi Dia Bilang Jangan Bilang Siapa Siapa, Dan Hanya Orang Orang Terpilih Yang Boleh Diberitahu. Rasanya ketat sekali, Dan Juga Aku Masih Mual Karna Muntah Tadi, Sebaiknya Aku Diam Dulu)


Kyouko Duduk Dalam Diam Melihat Pemandangan Jalan, Setelah Muntah Di Ke Kantong Bermotif Singa Memakan Kelinci




[Gambar Ini Diambil Dari Video 360P, Alasannya Karna Males Download Dan Kaget, Kenapa Bayangan Dada Kyouko Se**** Itu, Oh Iya, Alasan Kenapa Author Bikin Cerita Ini Karna, 1. Funami Yui Yang Tiada Tara, Dan 2. Paha Toshinou Kyouko Yang *Thicc!]


Karna Makan Sekaligus Memperlihatkan Peralatan Membangunnya Pada Yui Di Bus.


(Uumm Apa Aku Perlu Menghubunginya Sekarang Ya? Tapi Sebentar Lagi Juga, Kita Akan Bertemu)


Di Pikiran Orang Lain.


(Ntah Kenapa Rasanya Sunyi Kalau Kyouko Tenang Seperti Ini, Tapi Baguslah)


Balik Ke Pikirannya Sendiri.


(Mmm……… Aku Hubungi Saja Lah)


Kyouko Memasukkan Tangannya Ke Saku Rok Kanannya Dan Mengeluarkan Ponsel Pintar Hitam Lalu Menyalakan Layarnya.


Yui Tidak Memperhatikan Kyouko Dan Fokus Membawa Brosur.


Kyouko Mengusap Usap Layarnya Dan Mengetik Dengan 2 Jempolnya.


'Dimana Kita Akan Bertemu? Dan Juga Kenapa Tidak Boleh Diberitahu Pada Yang Lain, Yui Misalnya'


Kyouko Mengirim Mail Tersebut Ke Nama Kontak Bernama Tawaka [Emote Senyum] Dan Menunggu Beberapa Saat.


*Cling!


"Uh Oh"


Suara Dan Getaran Terasa Dari Ponsel Yang Kyouko Taruh Di Pahanya, Ia Menyalakan Ponselnya Dan Melihat Kotak Mail.


Nama Tawaka [Emote Senyum] Muncul Dan Kyouko Memencetnya.


'Di Dekat Kiyomizu, Tepatnya Dibagian Belakangnya, Mungkin Aku Akan Ada Disana Waktu Jam Bebas, Kalau Soal Ditanya Kenapa, Tidak Tahu Juga Sih, Tapi Aku Merasa Kalau Itu Harus Dirahasiakan, Jadi Silahkan Saja Kalau Mau Memberi Tahu Funami-san… Sampai Jumpa Disana, Kyouko!"


Mail Diakhiri Dengan Nama Penerimanya, Hal Itu Membuat Kyouko Ntah Kenapa Tersenyum Ke Layarnya Dan Tinggal Menunggu Sampai Ke Tujuan.


[1.5]


'Eh… Kok Alasannya Nggak Boleh Diberitahunya Nggak Jelas Sih…'


'Yah Namanya Juga Pemikiranku Seorang, Aku Menanyakan Pada Seorang Guru Yang Bisa Memberi Tahu Apapun Kalau Dikasih Makanan, Dan Dia Memberi Tahu Apa Yang Dibicarakan Di Rapat Guru waktu Itu'


'Penyuapan Ya… Bukannya Itu Melanggar Hukum Ya?'


'Biarlah, Lagian Tidak Ada Keuntungannya Juga Kalau Tahu Sekolah Kita Bekerja Sama, Malahan Aku Yang Rugi Karna Kehilangan 100 Yen Karna Makanan'


'Haik Haik, Kerja Bagus, Akan Ku Beri Hadiah Dengan Tidur Di Pahaku [Emote Jempol]'


'Benarkah, Aku Akan Menantikannya, Yaah… Sudah Dulu Ya, Nanti Aku Hubungi Lagi, Sekian Laporannya, Komandan Kyouko!!'


'Yosh!! Kembali Ke Tempat! Hehe~'


"Rasanya Mail-lanku Jadi Sering Melenceng Akhir Akhir Ini…"


"Um? Kamu Bilang Apaan Tadi Kyouko?"


"Ah, Tidak Tidak"


Percakapan Singkat Kyouko Dan Tawaka [Emote Senyum] Lewat Email.


[2]


Kyouko Turun Dari Bus Sambil Sempoyongan Dengan Tas Coklat Yang Ia Gendong.


"Kau Baik Baik Saja Kah?"


"Eueueueueu………"


Ia Berusaha Menyeimbangkan Berat Badannya, Saat Menoleh Kiri Kanan, Ia Melihat Chizuru Yang Baru Turun Dari Bus.


"WAHH!! Ada Chizuru!!!"


"Sudah Jangan Diganggu"


"…… (Yaah… Aku Harus Mulai Bersikap Dewasanya…… Tidak Buruk Juga, Aku Harus Menjadi Wanita Menawan Untuk Tawaka-kun!) Baiklah"


"………"


Yui Yang Sedari Tadi Mengkhawatirkan Kyouko Menatapnya Dengan Mata Curiga Sekaligus Bingung.


"Kita Sudah Sampai Di Kiyomizu!!!"


\[Sebuah Kuil Di Kyoto\]


"Rasanya Ke- Kyotoan Sekali Ya"


"Toshinou Kyouko, Jangan Terlalu Menarik Perhatian"


Ayano Mendatangi Kyouko Dan Yui Yang Berada Di Tangga Bawah Di Kiyomizu. Bersama Chitose Yang Memasang Wajah Bingung Ragu


Kyouko Memeriksa Sekeliling Dan Memperhatian Ayano Yang Melihat Kiri Kanan Seperti Kucing Liar, Chitose Dan Yui.


"Ayano-chan Juga, Jangan Terlalu Liar Seperti Itu…… "Tapi Karna Sudah Lama Tidak Kesini, Aku Juga Jadi Lebih Bersemangat"


"Begitu ya, Chitose Kan Dari Kansa…"



Kyouko Memeriksa Keadaan, Saat Chitose Dan Yui Mengobrol, Dan Ayano Sedang Melihat Ke Sudut Lain.


Kyouko Berlari Menaiki Tangga Dengan Cepat Dan Langsung Bersembunyi Disuatu Sudut, Beberapa Saat Kemudian, Ia Langsung Pergi Ke Bagian Belakang Kiyomizu Dan Mencari Tempat Duduk Umum.


Kyouko Menemukan Kursi Kosong Dengan Pagar Bata Di Ujung Dan Mesin Minuman Lalu Mendekatinya Dan Duduk, Sambil Mengayun Ayunkan Kakinya, Kyouko Melihat Sekeliling Dengan Banyaknya Orang Yang Lewat, Dan Didepannya Ada Bangunan Besar Kiyomizu Dari Bagian Belakang.


"Permisi Nona, Bolehkan Aku Duduk Di Sebelahmu"


Ketika Kyouko Menunduk, Kyouko Melihat Sepatu Hitam Putih Dengan Celana Panjang Hitam Abu, Ia Mengangkat Pandangannya Dan Melihat Seorang Lelaki Yang Menatap Matanya Dengan Blazer Biru Gelap, Dan Tas Selendang Kotak Warna Hitam.


Kyouko Sedikit Tersenyum Dan Memberikan Gerakan Silahkan.


"Silahkan Tuan…"


Lelaki Tersebut Duduk Disamping Kanan Kyouko Dan Saat Ini Hanya Mereka Yang Duduk Di Kursi Umum Tersebut.



"Apa…… Kamu Menunggu?"


"Yeah, Tapi Tidak Terlalu Lama… Baru Saja"


"Kata Kata Yang Klise Sekali Menurutku…… Biasanya Orang Yang Mengatakan Hal Itu, Pasti Orang Yang Sudah Menunggu Lama……"


"Tidak…… Aku Mau Bilang Kalau aku Baru Saja kabur Dari Temanku Dan Datang Kesini"


"Begitu Ya, Maaf… Tunggu Sebentar"


Kedua Orang Ini Mengobrol Dengan Santainya Tanpa Mempedulikan Keadaan Sekitar Mereka Yang Cukup Bising, Si Lelaki Berdiri Dan Berjalan Ke Kiri Lalu Membeli Sesuatu Dari Mesin Minuman.



Terdengar Suara Kaleng Berisi Air Jatuh Dua kali, Satu Tangan Datang Ke Hadapan Kyouko Yang Menyandarkan Dirinya Dengan Tangan Yang Memegang bagian Belakang Kursi Tanpa Sandaran Itu.


Tangan Lelaki Tersebut Memegang Kaleng Kopi Susu Yang Bagian 'Susu'nya Dibuat Lebih Besar Dari Tulisan 'Kopi'nya.



(Apa Maksudnya Ini)


Kyouko Menatap Lelaki Yang Memberinya kopi SUSU Tersebut Dengan Tatapan Datar.


"………… \*Huft… Jangan Menatapku Seperti Itu… Ah, Aku Jadi Malu~^"


"Tawaka-kun……… Jijik!"


Kyouko Mengatakannya Dengan Suara Keji Sambil Memalingkan Wajahnya.


"Sudahlah, Kyouko-san, Aku Hanya Bercanda Lhoo……"


"……………"


"…… \*Huft, Sudahlah…"


Lelaki Dengan Nama Lengkap Kashima Tawaka Ini Membuka Tas kotaknya Dan Mengeluarkan Benda Pink.


Ia Membuka Benda pink Tersebut Dan Jaket Tipis Tebal Terlihat Di Beberkan Dengan Posisi Rendah.


Kyouko Masih Memalingkan Wajahnya Dan Menaruh Kalengnya Di Sambil Tangannya Yang Menyandar Kebelakang.


Lalu, Wajahnya Tertutupi Oleh Kain.


"Apa Ini……"



Saat Kepalanya Ditutupi Oleh Jaket Pink, Kashima Merendahkan Posisinya, Setengah Berjongkok. Dan Merangkul Kyouko Yang Masih Duduk Dari Depan


"Eeh?"


"Aku……… Rindu Sekali Padamu…"


"Kamu Terlalu Berlebihan, Dan Juga……… Bukannya ini Bisa Menarik Perhatian?"


"Waah!!!"


Kashima Langsung Melepas Rangkulan Di Leher Kyouko Dan Berdiri Tegak.


Kyouko Memegang Jaket Yang Menutupi Kepalanya Dan Menyimpannya Dipahanya Sambil Sedikit Melipatnya.


"Yosh…… Sebagai Hukuman!! Kau Harus Berdiri Disini Selama 5 Hari!!!"


"Tidak Komandan!! Saya Lebih Memilih Duduk Disamping Anda!"


"Yosh! A-"


Kashima yang Berdiri Tegak Sambil Bergaya Hormat Tentara Membuat Orang Orang Melihat Mereka Berdua.


"Eh, Maaf Maaf"


"Ka-kami Benar Benar Minta Maaf"


Keduanya Menundukkan Kepala, dan Kashima Duduk Disamping Kyouko Setelah Itu.


"Wah… Sebenarnya… Drama Apa Yang Kita Buat?"


"Bukannya Tawaka-kun Dulu Yang Memulainya! Kamu Tiba Tiba Datang Dan Mengatakan 'Permisi Nona', Memangnya ini Zaman Kerajaan Ya!?!"


"Ya sudah Sudah, Maaf…… Jadi… Apa Kamu Mengatakannya Pada Funami-san?"


"Mengatakan Apa?"


"Pelupa? Kau Sudah Tua ya?!?"


"Tidak Sopan Sekali! Mau Ku Hantam?"


"Soal Alasan Kenapa Kita Bisa Bertemu Saat Ini"


"Aahh! Aku Lupa Mengatakannya, Yah Tidak Apa Lah"


"Haik Haik, Um? Apa Kau……"


"……… Ehe~^ Tentu Saja Aku Juga…… Rindu Padamu^\_^"


"……… Yah, Baguslah…… Tapi Sepertinya Kita harus Cari Cara Lain Untuk Mengungkapkannya, Ntah Kenapa Aku Malah Jijik Mendengarnya"


"Ugh…… Benar Juga……… Ah! Mumpung Disini, Ayo Kita Jalan Jalan!"


"Umm… Baiklah, AYOO!!"


"AYOO!!"


Pasangan Ini Kompak Mengangkat Satu Tangan Mereka Ke Langit Dan Pergi Berjalan Jalan.



\[3\]


"Ah! Yui! Dan Wajah Datar-san!"


"Ah, Kyouko-san…… Bisa tidak Kamu Mengingat Nama Temanmu Ini"


"Tidak Apa Tawaka, Aku Sudah Sering Mengatakannya, tapi Tetap Tidak Didengarkan"


Kyouko Dan Kashima Bertemu Aika Dan Yui Di Tangga Didekat Orang Orang Menaruh Permohonan Mereka Di Ema


"Kenapa Sampai Ada Kashima-san Juga Disini?"


"Aah! Funami-san Belum Tau Ya… Noru Juga Belum Tahu… Jadinya Akan Kukatakan Saja Langsung…"


"Um^"


"Uh-huh"


Yui Memegang Tas Putih Dengan Seragam Musim Dingin Nanamori Dan Aika Memakai Seragam Musim Dingin Seiri Dengan Tas Kotak Hitam Yang Bisa Dimasukan Apa Saja Seperti Kantong Shinobuemon.


"…… Apa Kalian Berdua Pacaran"


"Tidak (Mungkin Lebih Tepatnya, Aku Belum Menembaknya)"


"Ti-tidak"


"Hhmm… Jawaban Kalian Selaras Ya……… Ya Sudahlah… Omong Omong…… Perhatikan Pemirsa semua, Ini Adalah Fakta Dari 'Kenapa kita semua Bisa berkumpul Saat Ini' Silahkan Ditonton Acaranya setelah Yang Sa-"


"Sudahlah Cepat Katakan"


Aika Dengan Tenangkan Memberikan Sesuatu Ke Mulut Kashima dan Kashima Langsung Diam Sesaat.


"Kamu Memberikannya Apa Aika-san?"


"Obat Penghapus Omong Kosong"


"Memangnya ada Ya?"


"Yosh! Alasan Kita Semua Bisa berkumpul Adalah……… Jeng Jeng Jeng Jeng…… Haik, Giliran Kyouko-san!"


Kashima Masih Berlagak Seperti Orang Yang Menjadi Host Diacara Bacot Di TV Dan Mengalihkannya ke Kyouko Yang Diam Sambil Memegang Jaket Pink Yang Dilipat Ditangan Kanannya.


"Karna Guru Sekolah Kita bekerja Sama Di Suatu Hal Dan Merahasiakannya Dari Semua Murid Di Dua sekolah, Alasan Kami Mengetahui Hal Ini Karna Tawaka-kun Meny-"


"Haik!! Sudah Sampai Disitu!"


Kyouko Diberi Makan Sesuatu Oleh Kashima Dan Itu Membuatnya Diam Beberapa Saat.


"A-apa Yang Kau Berikan Pada kyouko, Kashima-san?"


"Obat Mengunci Mulut"


"Kalian Kenapa Sih?…… Heehh… Jadi Guu Kita Bekerja sama Ya…… Tapi…… Menurutku… Cukup Bagus"


Yui Yang Tadinya Kebingunan Atas Apa Yang Temannya lakukan, Mengatakan Hal Lainnya sambil Mengintip Ke Aika Yang Tetap Tenang.



"Wwoohh Emanya banyak Sekali!!!"


"Um……"


Yui Melupakan Hal Barusan Dan Mendekati Kyouko Yang Berada Di Tempat Ema.


"Ah, Apa Nanti Kita Juga Mau Buat?"


"Buat Buat!!!"


Kyouko Dengan Semangatnya Melihat Lihat Beberapa Ema Yang Sudah Digantung.


"… Aku Ingin Berteman Dengannya…… Aku Ingin Anjingku Sehat… Aku Ingin Beli Kamera… Semoga Operasiku Lancar………………… (Semoga Semua Permintaan mereka terkabulkan…)"


"Apa Yang Kau Lakukan?"


"Ah Tidak…… Ah!! Apa Itu?!?"


Kyouko Berlari Melewati Aika Dan Yui Dan Menarik Kashima yang Tadi Mengobrol Dengan Aika,


"TaiNai Meguri?"


"Ah, Ini Kalau Tidak Salah Artinya……… Jalan Jalan DiLorong Gelap"


"Heh, Aika-san Tau Banyak Ya"


"Aku Mencari Tahu Dulu Sebelum Berangkat Tadi"


Aika Memasang Wajah Tenang Dengan Pipi Pink Karna mendapat Pujian Dari Seorang Perempuan, Hal Yang Jarang Ia Perlihatkan.


"Heehh! Aku Kurang Ngerti Sih, Tapi Ayo Kita Coba!!! Tawaka-kun! Bayarin!"


"Se-seenaknya Sekali!"


Mereka Mengikuti Antrian Pendek Karna Harus Mengikuti Keinginan Tuan Ratu Kyouko



\[4\]


"Langsung Saja Ber Jalan Jalan!"


Kyouko Jalan Didepan Dan Menuruni Tangga Kayu Dengan Lubang Yang Ditutupi Suatu Kain Hitam Sambil Memegang Kertas Tiket. Diikuti Dengan Kashima Yang Memasang Muka Murung.


"Kenapa Aku Harus Mengalami Ini~~ Ah, Kyouko Tunggu!!"


Kyouko Masuk Duluan Dan Kashima Mengikutinya Meninggalkan Aika Dan Yui.



Kashima Membuka kain Dan Melihat Ruangan Gelap Tanpa Cahaya Sedikitpun.


"Ah, Tawaka-kun"


"Fiuh, Aku Takut Sialan!"


"Wwihh! Jadi Tawaka-kun Takut Ya, Tidak Apa Tawaka-kun, Kamu Boleh Berpegangan Padaku"


"Ha-haik"


(Sialan, Harga Diriku Merasa Turun Karna Aku Takut Didepan Pacarku Sendiri)



Kashima Memegang Tangan Tangan Kanan Kyouko Dengan Tangan Kanannya.


"Gelap Sekali Rasanya, Bukannya Lantainya Terasa Aneh?"


"Ah, Mungkin Saja Ini Dibuat Dengan Kulit Gurita"


"Ma-ma-MANA MUNGKIN KAMPRET!"


"Hahahahaha~^ Aku Becanda… Mana Ada Hal Seperti Itu, Mungkin Hanya Diberi Air Saja"


"Be-benarkah"


"Jangan Takut Begitu Tawaka-kun, Remas Saja \*\*\*\* ku Kalau Kamu Takut"


"Jaa……"


Kashima melepas Pegangannya Lalu Memegang Pundak Kyouko Dari Belakang.


(Dia melakukannya Seperti Mau Mencekikku!)


Perlahan Tangan Kashima Mengelilingi Leher Kyouko.


"Mana Mungkin Aku Melakukan Hal Itu… Mungkin…… Tidak Sekarang Sih"


"\*Huft… Haik Haik, Aku Juga Tidak Akan Melarangmu Melakukannya, Tapi Minimal Minta Izin Dulu…"


"Um"


"Ah, ada cairan Lengket Yang Jatuh Dari Atas"


"WAAAHHH!!!!!!!"


Kashima melepas pelukannya Dan Berlari Sekuat Tenaga Menuju Jalan Keluar Walaupun Gelap


"Woy!! Tunggu!!"


Kyouko Kemudian Berlari Menyusulnya



"Huah *Huft Ke- Kenapa Harus Lari Segala *Huft ?"


"Karna Kau Mengatakan Sesuatu Yang Menakutkan!! Siala-"


"Yosh Yosh… Tidak apa"


Di Pintu Keluar Yang Diberi Kain Hitam, Kyouko Dan Kashima Terengah Engah Kecapean, Disaat Kashima Mengeluh, Kepalanya Ditarik Oleh Kyouko Dan Kyouko Memeluk Kepala Kashima Di Dadanya.


"…………………"


"…………… Sudah Enakan?"


"…Um^"


"Baguslah……"


Kashima Menarik Kepalanya Dan Melihat Kyouko Yang Diam.


"…… Kupikir Kamu Akan Lebih Liar Sambil Menangis Dan Meraba Raba Dadaku"


"kan Kubilang, Tidak Sekarang… Dan Juga Memangnya Itu Penting Ya?…………… Kita Pergi Saja Yu? Noru Dan Funami-san Pasti Baik Baik Saja"


"Mmmm… Benar Juga, Ayo!"


Kashima Berjalan Duluan Meninggalkan Tainai Meguri Dan Kyouko Berjalan Disisinya, Sikap Acak Mereka Masih Menempel Sampai Sekarang.


[5]


(Aku Jadi Kepikiran, Kemana Chitose Dan Ayano Pergi, Yasudahlah, Mereka Pastinya bisa menjaga Diri Mereka)


Pemikiran Kyouko Yang Berjalan Sambil Mengeluarkan Jaket Pink Dari Tasnya.


Kashima Melihatnya Dan Kyouko Pun Membeberkannya,


"…………"


"…… Makasih"


"…… Palingan Kau Sengaja kan"


"Yah, Begitulah, Tapi… Kamu Senang Kan?"


Kyouko Memeluk Jaketnya Dan Memberi Senyum Senang Kepada Kashima Dan Itu Membuatnya memasang Wajah Malu.


"Ugh"


"Hehe~^"


"…… *Huft… Sudahlah Kyouko, Tuh Kita Sampai…"


"Uh? Ohhh, Ini Tepat Dibawah Kiyomizu-dera ya?"


Kyouko Melihat Ke Atas.


"Kita nggak Bakal Mati Kan Kalau Jatuh?"


"Tapi Duri Duri Kayunya bisa bikin Mati"


"Hhhmm… Sepertinya harus Butuh Banyak Persiapan Kalau Mau Lompat Dari Kiyomizu Dera"


"Mau Ngapain Lompat Segala… Tapi………"


"Anginnya sejuk Dingin"


Kashima Menemani Kyouko Menuntun Dan Mengikutinya ke Berbagai Tempat.


"Ah, Air Terjun Itu……… Otowa No Taki Ya (Air terjun Otowa)"


"Kenapa Orang Orang Minum Disini?"


"Mungkin Karna Ada Rumor Yang Mengatakan Kalau Yang Meminumnya Bisa…… Apalah Itu"


"Wooh! Sepertinya Seru, Kita Ikutan!"


Kyouko Dan Kashima Mengantri Di Sebuah Bangunan Dengan Air terjun Kecil.


Kyouko Mengambil Segayung Air Dengan Gayung Panjang Kecil Dan Meminumnya.


"Woh! Segar Sekali Rasanya… Nih Cobain!"


Kyouko Memberikan Gayungnya ke Kashima, Lalu Iapun Mengambil Setengah gayung Dari Air penampungannya Dan Meminumnya.


Setelah Meminumnya.


"Yah, segar Tapi Aku Lebih Khawatir Dengan Kata Ciuman Tidak Langsung Ini"


"Yah, Tidak Apa Kan, Tawaka-kun Juga Pasti Pernah Ciuman tidak Langsung Dengan Wajah Datar-san"


"Aku Tidak Mau Mengakuinya Tapi Sepertinya Benar, Ya, aku Tidak Bangga Sih………"


"……………"


"Ne…… Mau Melakukannya secara Langsung?"


[6]


Kashima Melakukan Kabedon Disuatu Sudut Bangunan Sepi Kepada Kyouko. Kyouko Menatap Matanya, Tanpa Rasa takut Dan Ragu, Maupun Malu.


"Aku… Punya Gadis Imut bersamaku"


"……………"


"……… Aku…… Mencintaimu"


"… Aku Juga… Mencintaimu… Tawaka-kun"


Sesaat Ketika Kashima dengan Mata Fokusnya, Ia mendekatkan Wajahnya perlahan Ke Wajah Kyouko, Mengabaikan Kebisingan Dari Luar. Bibir Mereka Bersentuhan.


Itu Adalah Hal Yang Di Khayalkan Kashima Saat Mengatakan Hal Ini.


"Ne…… Mau Melakukannya secara Langsung?"


Sayangnya, Khayalannya Tersebut Hancur Dahulu Karna…


"Mmm… Mungkin Nanti… Tapi kalau Mau Ciuman Tidak Langsung 100 Kali, Mungkin Aku Masih Mau"


"Kuh, Ba-baiklah, *Huuuuuft, Yosh, Kita pergi Lagi Lah"


"Yosh! Kita Berang-"


Suara Kyouko Terhenti, Mulut Kyouko Terhalangi Karna Sebuah Wajah Yang Menempel, Ia Merasakan Satu Hal Lembut Dibibirnya, Yang Dengan Cepat Terasa Namun Langsung Menghilang, Dua Bibir yang Bersentuhan Ini Hanya Terasa Sekian Detik Tanpa Kyouko Sadari.


(Eh? A-a-a-apa Yang Barusan Terjadi!?!?! Ta-ta-Tawaka-kun…… Me-menciumku? Bukannya aku Sud-)


Kyouko Yang Masih Tertegun Malu, Merasakan Suatu Tangan Memegang Tangan Kanannya, Dan Ia DiTarik.


"Ayo… Kyouko ^_^"


"……… Yeah ^_^"


Mereka Lanjut berkeliling, Dengan Perasaan bahagia Dan Tangan Yang Saat Ini Sering Bersentuhan.


[7]


"Kenapa Kamu Melakukannya Tadi?"


"Mungkin karna…… Jaga jaga?"


"Kok Malah Nanya Sih, Ah, Jam Bebas Tawaka-kun Nyampe Jam Berapa?"


"Ah… Kalau Tidak Salah…… Jam 5"


"Mmm… Karna Waktunya Sebentar Lagi… Bagaimana Kalau Kita Kembali Ke Gerbang Awal Kiyomizu? Aku Cukup Lelah"


"Benat Ya, Ayo"


"Ay- Ja-jangan Melakukan Hal Itu Lagi Tiba tiba!! Y-ya, aku Juga tidak Akan Melarangmu Sih Tapi……"


"Haik! Aku Tidak Akan Melakukannya Tiba tiba"


"YOSH!!! Ayo Pergi Wahai Prajuritku!"


"Dimengerti, Komandan Kyouko!"


Lagi Lagi, Mereka Menarik Perhatian Orang Orang Sekitarnya Karna sikap Acak Mereka yang Berubah Ubah.



"Waahh!! Capek Sekali Rasanya, kakiku Pegal Pegal! HEY PRAJURIT! Pijak Kakiku!"


"Tidak Akan, Bau"


"Tidak Sopan Sekali!"


Kyouko Duduk Di Kursi Umum Tanpa sandaran Dan Kashima Berjongkok Membenarkan Tali Sepatunya.


"Mau Minum Apa?"


"Susu!"


"Haaaaik!"


Kashima mendekati Mesin Minuman Disebrang Mereka, Saat Kashima membeli Minuman, kyouko Melihat Kebelakang Dan Melihat Chitose yang Duduk Dibagian Bawah Low ground Di Tempat Istirahat.


(Sepertinya aku Tidak Perlu Khawatir.


"Nih"


"Uwah!"


Kyouko Merasakan Benda dingin Di Pipinya Dan Terkaget.


"Ah, Makasih"


"170 Yen!"


"Haik"


"Tidak Perlu, aku Hanya becanda"


"Uh, Haik"


"………… Eah, Waktu Bebasku Sudah Habis, Aku Harus Segera kembali"


"Baiklah, Dadah!^"


"Da-"


Kyouko Yang Tadinya Duduk, Langsung Berdiri Yang Mengecup Pipi Kiri Kashima dengan Cepat Saat Kashima berbicara, Kyoukopun Melambaikan tangannya Dan Berjalan Ke Arah Yang Berbeda.


"Da…… Dah"


(Aku Tidak Pernah Menyangka Akan Semulus Dan Sebahagia Ini… Ah! Sialan… Ini Yang Terbaik!!!)


Kashima Kembali Ke Hotelnya Dengan Sorak Sorak Yang Ia buat Sendiri!



\[8\]


(Kashima Tawaka…… Dia… Mengambil Ciuman pertamaku…… Ugh, Perasaan Ini…)


Kyouko Berjalan Ke Hotelnya Sambil Menutupi Wajah Merahnya Dan Teriakan kecilnya.


(Aku…… Mencintainya…)



\[9\]


(Aku… Mencintainya)


"Senang Sekali Muka mu Yah"


"…… Yah Begitulah"


Perkataan Singkat Dari Aika, Membuat Kashima Tersadar Betapa Bahagianya Hidupnya saat Ini.



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]