
Chapter 30: Hanya Satu Sikap
[1]
"*Huuuufffff… Aku Mulai Pesimis……"
"Uuh? Kenapa Chinatsu-chan"
"Aku Berpikir Aku Tidak Akan Bisa Bersama Yui-senpai…… INI SEMUA SALAH SI TETANGGA BAJINGAN ITUUUU"
"Eeh!!! Te-tenang Dulu Chinatsu-chan……"
Akari Memberi Pose Stop Ke Chinatsu Yang Menggebrak Meja Dengan Wajah Menyeramkan.
"Tapi, Bukannya Tetangganya Yui-chan, Aika-san Itu Baik?"
"Kenapa Akari-chan Berpikir Seperti Itu?"
"Dia Pernah Menolongku Saat……"
Akari Menceritakan Kejadiannya,
"~~ Begitu"
"Hmmm… Aku Tidak Terlalu Yakin Dengan Sikapnya, Dia Seperti Sedang Mencari Perhatian Akari-chan"
"Be-begitu Ya………"
"Kyouko-chan Sudah Datang Lhoo!!!!"
"Maaf Menunggu"
Pintu Terbuka Dengan Suara Kerasnya Lalu Kyouko Dan Yui Terlihat.
(Sebenarnya, Aku Menyembunyikan Sesuatu Dari Mereka, Walaupun Aku Berniat Memberitahu Mereka Kalau Mereka Mampir Ke Rumahku, Tapi Saat Mereka Datang, Dia Malah Tidak Ada… Yah, Biarlah)
6 Minggu Yang Lalu.
(Ibuku Berkata Bahwa Rumah Keluarga Yoshikawa Akan Kedatangan Orang Baru, Tepatnya, Anak Dari Teman Dekat Ayahku Dan Ibuku. Beberapa Hari Yang Lalu, Orang Tuanya Kecelakaan Dan Meninggalkan Dirinya Seorang, Kata Ibuku, Dia Anak Laki Laki Yang Seumuran Denganku, Keluarga Kami Membawanya Kesini Karna Ayahku Dan Ayahnya Sangat Dekat, Aku Sendiri Tidak Pernah Bertemu Dengannya)
"Chinatsu, Aku Pulang"
"Haaiiik"
Chinatsu Keluar Dari Ruang Tengah Dan Menghampiri Pintu Depan, Ia Mengenakan Baju Kemeja Putih Dengan Pita Biru Cerah Dan Rok Pendek Dengan Warna Yang Sama Dengan Pitanya. Saat Melihatnya Ke Pintu Depan, Ia Melihat Kakaknya Dengan Seorang Lelaki Yang Agak Pendek Dibawahnya Menarik Sebuah Koper Hitam Dan Tas Gendong Merah Yang Cukup Berisi.
Baju Kaos Merah Dan Celana Hitam Ia Kenakan, Dengan Mata Hijau Gelap Dan Rambut Hitam Dengan Beberapa Helai Yang Terlihat Berwarna Hijau Yang Dilihat Chinatsu, Ia Pun Memasang Wajah Senyum, Melupakan Penampilan Lelaki Ini.
"ini Dia, Mulai Sekarang Dia Akan Tinggal Disini, Akrablah Dengannya~"
"Yoshikawa Chinatsu Desu, Yoroshiku"
"\*Uhum, Hagino Naru… Desu, Mohon Bantuannya Selama Disini"
"Haik ^\_^"
~~
Chinatsu Mengantarkan Hagino Ke Satu Kamar Di Lantai Atas, Tepat Disebelah Kamar Chinatsu.
"Etto… Apa Aku Boleh Panggil Naru-kun?"
"Um^ Tidak Apa"
"Kamu Juga Boleh Memanggilku Chinatsu. Kalau Pakai Nama Keluarga, Akan Sedikit Susah"
"Um… Baiklah"
"Ini Kamarnya"
Chinatsu Membuka Pintu Diujung Lorong Dan Memperlihatkannya Pada Hagino.
Sebuah Ruangan Yang Cukup Luas Ini Diisi Dengan Satu Kasur, Meja Sekaligus Kursi, Lemari Kayu Umum Dan Beberapa Laci Yang Ditempelkan Ke Dinding.
"Woh (Aku Merasa Tinggal Di Penginapan)"
"Kamu Boleh Gunakan Kamar Ini Untuk Apapun"
"Terimakasih Banyak Chinatsu, Sudah Membolehkan Aku Tinggal Disini"
"A, Iyeh (Tidak Apa Apa)(Rasanya Cukup Malu Juga Bila Langsung Dipanggil Dengan Nama Belakang)…… Kalau Ada Masalah, Tanyakan Saja Padaku, Aku Ada Di Kamar Sebelah"
"Um^"
Hagino Masuk Ke Kamarnya Dan Menutup Pintunya, Chinatsu Kemudian Pergi Kekamarnya, Tepat Saat Jam Sore
"Ah, Sudah Jam Segini Ya… Makan Malam……"
*drttt
(Ugh, Daritadi Di Kamar Sebelah Terdengar Berisik, Apa Yang Dia Lakukan)
Chinatsu Pergi Ke Lorong Dan Mendekati Pintu Diujung, ia Mengetuk Pintunya.
*Tok Tok
"Naru-kun! Makan Malam Lho"
"…… Haik"
Pintu Dibuka Oleh Hagino. Sekilas, Chinatsu Melihat Ke Dalam Sedikit Dan Melihat Ruangan Dengan Tata-annya Yang Berbeda
"Eh?"
"Wah! Kenapa Asal Buka!"
Dengan Lantai Kayu Coklat Tanah Dan Dinding Putih, Chinatsu Cukup Kagum Pada Orang Baru Dirumahnya Yang Membuat Perubahan Pada Kamar Cadangan Dalam Waktu 2 Jam
(A-apa Dia Merubah Semua Tata Letaknya?!? Sejak Dia Datang)
"Ugh"
"Hebat……"
"Uhh… Sudah, Kita Makan Malam Dulu!"
Hagino Mendorong Punggung Chinatsu Dan Ikut Keluar Dari Kamar Lalu Pergi Ke Ruang Makan.
"\*Uhum, Aku Hanya Ingin Membuat Tempatnya Nyaman"
"Begitu Ya, Ya Sudahlah"
"A-apa Aku Memang Boleh…… I-ikut Makan Malam Disini?"
"Uh…… Tidak Apa, Kami Sudah Menerimamu Sebagai Keluarga Disini, Anggap Saja Aku Saudarimu!"
Chinatsu Memasang Senyum Pada Hagino Dan Itu Membuatnya Sedikit Malu.
Chinatsu Kemudian Membuka Pintu Dan Melihat Ibu Dan Kakaknya Dimeja Makan Dari Kejauhan.
Setelah Menikmati Makanan Pertamanya Disini, Hagino Dengan Santainya Bangun Dari Kursi Dan Mengambil Piring Piring Yang Sudah Kosong Dari Atas Meja Makan Dan Membawanya Ke Wastafel
"Ara, Naru-kun, Tidak Perlu, Biar Tante Saja"
"Tidak Apa…… Aku Akan Sering Membantu Pekerjaan Rumah Bila Ada Waktu Luang"
"Uhh…… Begitu Ya… Yah, Terimakasih Ya"
"Um^ Aku Juga, Terimakasih"
Ibu Chinatsu Meninggalkan Hagino Yang Mencuci Piring, Sedangkan Chinatsu Melihatnya Sebentar, Lalu Ikut Membantu.
\*Pagi Harinya
"Naru-kun Bakal Sekolah Disini Kan?"
"Ya Iyalah, Mana Mungkin Aku Sekolah Ke Sekolahku Yang Lama, Dengan Jarak 12 Kilometer Itu……"
"Ehehe, Maaf, Jadi Dimana Sekolahnya?"
"Kata Ibumu Sih, Sei…Seiri Chuugaku…? Kan?"
"Ah, Smp Seiri Ya"
"Um^ Hari Ini Aku Belum Bisa Berangkat Karna masih Mengurus Perpindahan"
"Heehh……… Kalau Begitu, Aku Berangkat"
"Hati Hati Dijalan"
Chinatsu Membuka Pintu Dan Pergi Keluar Sambil Melambaikan Tangannya Tanpa Melihat Kebelakang, Meninggalkan Hagino Dirumah.
(Sepertinya…… Aku Tidak Boleh, Terlalu Lama Tinggal Disini…)
\[2\]
(Aku Sepertinya Tidak Harus Mengkhawatirkannya, Ntah Kenapa Aku Seperti Menjadi Kakak Kalau Bersamanya. Dia Juga Sudah Seperti Keluargaku Saat Ini)
"Chinatsu-chan?"
"Eh? Ah, Yui-senpai… maaf, Tadi Aku Agak Melamun"
"LUPAKAN HAL ITU, AKU PUNYA BERITA PENTING!!!!!"
Kyouko Berdiri Dengan Semangat, Menunjuk Ke Atas Tanpa Alasan Dan Berteriak.
Beberapa Menit Setelahnya, Kyouko Menghilang Ntah Kemana Dan Ketiga Anggota Lainnya, Hanya Tenang Minum Teh.
\[3\]
"Ah, Okaeri, Chinatsu!"
"Ah, Tadaima, Naru-kun"
(Aku Juga Sudah Terbiasa Dipanggil Begitu, Tapi… Aku Jadi Ragu Memanggilnya Adik Kalau Tiap Pulang Dia Sedang Menyapu Rumah)
Chinatsu Melepas Sepatunya Dan Berjalan Perlahan Ke Ruang Utama, Melewati Naru Yang Memakai Pakaian Santainya Dan Memegang Sapu
Chinatsu Membuka Kulkas Dan Membawa Dua botol Kecil Plastik Dengan Warna Oren Yang Menandakan Rasa Jeruk, Ia Kemudian Keluar Dari Ruang Utama.
"Nih, Naru-kun"
"Ah, Terimakasih"
Chinatsu Dengan Pelannya Melempar Satu Botol Ke Arah Naru Dan Berjalan Melewatinya Lalu Menaiki Tangga.
Karna Kakinya Yang Agak Basah, Secara Tiba Tiba, Chinatsu Tergelincir Dan Badannya Jatuh Kebawah Setelah Menaiki 4 Anak Tangga.
"Wah!!!"
"…!!!!"
Dengan Tangannya Yang Memegang Erat Botol, Mata Tertutup. Badannya Terjatuh, Saat Merasa Hampir Terbentur, Ia Mendengar Langkah Kaki Keras Dan Badannya Terhenti, Ia Merasakan Sebuah Tangan Di Bawah Leher Belakangnya Dan Tangan Di Lutut Belakangnya, Badannya Tertahan.
Perlahan Chinatsu Membuka Matanya, Ia Melihat, Hagino Yang Memangkunya Layaknya Putri \[Alay Bet\] Dengan Rambut Runcingnya Dan Wajahnya yang Putih Kecoklatan Karna Kepanasan.
"Ma…"
Hagino Berusaha Menenangkan Nafasnya, Secara Perlahan, Lalu, Ia Menurunkan Tangan Dari Lutut Chinatsu Dan Menurunkannya.
"Um…… Kau… Tidak… Apa Apa?"
Chinatsu Tertegun Melihat Kebawah, Tak Menjawab Pertanyaan Hagino, Sesaat Kemudian, Chinatsu Memeluk Badan Hagino, Kurang Lebih 2 Detik Kemudian, Ia Melepaskannya, Lalu Langsung Dengan Cepat Menaiki Tangga.
"…………\*\_\*"
Hagino Memasang Wajah Bingung Dan Malu Saat Ditinggal.
(………Ke……KENAPA AKU MELAKUKAN ITU!!!!!!!!!!!!!!!)
Chinatsu Berguling Guling Dikasurnya, Menutupi Wajahnya Dengan Bantal.
(*Hiks, Padahal Aku Ingin Menyimpan Pelukan Ini Untuk Yui-senpai Seorang……)
Begitu Lah, Hal Yang Membuat Chinatsu Menangis Selama Satu Jam Ini, Juga Membuat Hagino Kaget
[4]
Besoknya, 28 November, Rabu.
"*Huft, Kami Berangkat!"
"Ka-kami Berangkat"
Chinatsu Memakai Seragam Musim Dingin Nanamori Dan Hagino Memakai Seragam Musim Dingin Seiri Dengan Kemeja putih Didalam Dan Jas/Blazer Biru Gelap [Mirip Oregairu] Dan Celana Hitam Ke Abu abuan.
[Sama Kayak Celana Hitam Sekolahan Biasa, Tapi Ada Sedikit Warna Abu Di Bagian Kebawah, Tidak Terlalu Mencolok]
(Se-sepertinya Chinatsu Sudah Membiarkan Kejadian Itu Ya…… Fiuh, Syukurlah)
(Kenapa Dia Senyum Senyum Begitu………)
Mereka berdua Berjalan Bersama, Tanpa percakapan, Melewati Jalan Koson Dengan Hembusan Angin Sejuk Dipagi Hari, Dan Kabut Kecil Sehabis Hujan.
Saat Berada Dipersimpangan Yang Sering Mereka Lalui Saat Berpisah.
"Ch-Chinatsu!"
"Uh?"
Hagino Yang Baru Menjauh, Mendekati Chinatsu Kembali.
"Ma-maukah Ka-kamu Makan Diluar Bersamaku Na-nanti? Se-setelah Pulang Sekolah……"
"……!!"
Rasa Malu Kecil, Menyerang Chinatsu Dan Membuat Pipinya Sedikit Memerah Malu.
"U-ugh, Baiklah, Ini Untuk Kemarin, Aku Juga Minta Maaf, Kita Bisa Bertemu Di…"
Chinatsu Memberitahu Lokasi Pertemuan Dan Jam Setelah Pulang Sekolah.
"Um^…… Terimakasih"
"Iyeh, Jaa… Sampai Jumpa"
"Sampai Jumpa"
Mereka Berpisah Dengan Lambaian Tangan.
[Author Pas Bikin Ilustrasi sendiri Berkata "Amjng Gw Hebat Bet Buset!, Padahal Nyatanya cuman Tempel Tempel]
[5]
"Ah, Akari-chan, Aku Hari Ini Ada Urusan, Jadi Aku Mau Pulang Duluan"
"Eh?"
"Aku Memang Ingin Bertemu Yui-senpai Dan Bersamanya, Tapi Aku sudah Janji"
"Um…… Baiklah…… Jaa… Sampai Jumpa Besok!"
"Um^ Sampai Jumpa!"
Chinatsu Berlari Kecil Meninggalkan Akari Dan Keluar Dari Gerbang Sekolah Nanamori.
(Ah, Benar Juga, Bukannya Ibu Hanya Memberi Uang Padanya Saat Sekolah Dan Libur Beberapa Kali Ya? Bagaimana Dia Bisa Mengajakku Makan Dengan Uang Secukupnya itu?…… APA JANGAN JANGAN, DIA IKUT ALIRAN SES- Tidak Tidak, Aku Berlebihan)
Chinatsu Menggeleng Geleng Kepalanya Sambil Menghembuskan Nafasnya. Di Pinggir Kota, Iapun Memeriksa sekeliing Di Dekat Beberapa Bangunan Besar.
(Kalau Tidak Salah… Di Restoran… COCOdeS Ya?)
Melihat sekeliling Sambil Berjalan Pelan, Iapun Menemukan Restoran Dengan Nama Sama, lalu Mendekatinya
"ah Itu Dia"
Chinatsu Melihat Hagino Yang Duduk Bertopang Dagu Di Meja dekat Jendela melihat Keluar.
Ia Pun Masuk Ke Restoran, Saat Mencapai Keset Lantai, Seorang Lelaki Pelayan Mendatanginya.
"Untuk Berapa Orang?"
"Aku Kesini Mendatangi Temanku Disana"
"Silahkan"
Pelayan Memberi Gerakan Silahkan Sambil Sedikit Menunduk, Chinatsu Pun Melewatinya Dan Mendekati Hagino Yang Melamun Sambi Seperti Ingin Tidur.
"…………"
"*Huuufff"
Chinatsu Melihat Hagino Yang Menutup Matanya, Setengah Tidur.
(…… Ehehe)
Chinatsu Mengendap Mendekati Telinga Kiri Hagino, Perlahan, Membuat Mulut Dan Telinga Hagino Sedekat Mungkin.
Chinatsu Langsung Meniup Telinga Ini Dan Hagino Bangun Perlahan.
"Ah…… AH! Chinatsu…… Ugh"
"Ehe, Kenapa Harus tidur, Padahal Aku Tidak Terlalu Lama Lho…"
"Be-benarkah? Uh… Yaah… Maaf Saja"
"…… Ilermu Netes Lho"
"Eh!?!"
"Tidak, Aku Hanya Bercanda"
Mereka mengobrol Kecil Saat Chinatsu Duduk Disebrangnya.
"…… Kamu Bisa Pesan Apa Saja… Aku Juga sudah Memberi Tahu Ibu Kalau Kita makan Diluar…"
"Eh, Benarkah…… Um… Berarti Kalau Kutolak, Aku Tidak Kebagian Makanan Ya……"
"Yah… Aku Juga Ragu Awalnya, Tapi Syukurlah Kamu mau"
"haik Haik, Tapi Aku Masih Bingung… Darimana kamu Dapat Uang? Bukannya Ibu Hanya Memberi Uang Mingguan Dan Kebutuhan Sekolah Ya?"
"Ah, Sepertinya Aku Memang Belum Memberitahumu, Aku Bekerja Paruh Waktu disini"
"Eh!?"
*3 Minggu Lalu.
"Ano, Ibu, A-apakah Aku Boleh Bekerja Paruh Waktu?"
"Bekerja? Kenapa? Apa Kamu Ingin Uang Lebih? Katakan Saja, ibu Akan Memberinya kok"
"Bu-bukan Begitu, Aku Tidak Ingin Menjadi Beban Dikeluarga Ini, Setidaknya Aku Ingin Mendapatkan Uang Sendiri, Aku Mohon!"
Hagino Menunduk Ke Arah Ibu Yoshikawa Yang Sedang Memasak Di Dapur Di Ruangan Tengah Yang Kosong Ini.
"Umm… Tapi Jangan Memaksakan Diri Ya?"
"W-wa… TERIMAKASIH BANYAK!!"
"Ara… Tidak Ada salahnya Mempersiapkan Diri Untuk Masa depan"
"HAIK! (Aku Tidak Mengira ibu Akan Mengatakan Kata kata Terakhir Itu)
"…Begitulah, Aku Kesini Waktu Jum'at Sore Dan Sabtu Minggu"
"Heeehh… Begitu Ya…"
"Apa Pesanannya Sudah Ditentukan"
"Ah, Kalau Begitu Aku Pesan……"
[6]
"Silahkan Datang Lagi"
Hagino Dan Chinatsu Keluar Dari Restoran COCOdeS Dengan Langit Oren Yang Mulai Menggelap Menuju Malam.
"Terimakasih Ya, Sudah Mengajakku Makan"
"Tidak… Kalau Mau, Kamu Bisa Bilang Lagi Padaku"
"A-ah… Rasanya Aku Seperti Diminta banyak Makan"
"Ahaha……"
Hagino Tertawa Ragu Sambil Menggaruk Kepalanya.
~~
"Hhhmm, Jadi Itu Ya alasannya Kamu Jarang Ada dirumah, Aku Pikir kamu Bermain Dengan Temanmu"
"Ugh……"
"Kenapa…… Apa Jangan Jangan, Kamu Tidak Punya Tem-"
"Hey! Aku Punya… Yaa, Walaupun Mereka hanya Beberapa, Tapi Mereka… Cukup Baik"
*Disatu Tempat.
"*Hachi!!!"
"WAH!! Kau Bersin Terlalu Keras!"
"Ah, Maaf, Sepertinya Aku Sedang Populer Sekarang…"
"Uh…… Orang Macam Kau Mana Mungkin Populer, Jangan Banyak Omong… Sudah Lanjut Latihan Sana!"
"Siip!"
Seorang Laki Laki Yang Bersin Dengan Keras Tadi Yang Mengenakan Topi Hitam, Mulai Menendang Nendang Bola Di Lapangan Dengan Banyak Orang lainnya.
**
"um… Aku…… Maaf"
"Um?"
"Tidak, Ma-maksudku, Aku Memangkumu Ke-kemarin"
"ah, Tidak, Aku Yang Salah Karna menyalahkanmu, Aku… Berterimakasih"
"…U-um^"
Mereka saling Memalingkan Wajah, Dengan Warna pink Di Pipi Mereka, Di Perjalanan Pulang Mereka. Dengan Sedikit Percakapan, Mereka Pun Mulai Mencairkan kecanggungan Sekejap Ini, Dan Lebih Mengenal Satu Sama Lain. Tentunya, Chinatsu Banyak Membicarakan Yui-senpainya.
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]