
Chapter 44: Ketakutan Singkat
[1]
Rabu, 2 Januari, Jam 9 Pagi.
'Yui'
"Kamu Tidak Hatsumode Sekarang?"
'Noru'
"Tidak, Menurutku Sekarang Lebih Dingin… Kamu Sendiri?"
'Yui'
"Yaah, Aku Juga Tidak Sih"
'Noru'
"Kalau Kamu Sendiri Tidak, Ya Jangan Nanya Lah"
'Yui'
"Ah, Maaf"
"Aduh, Rasanya Kano-san Marah Padaku… Yah, Salahku Juga Sih"
Yui Merasa Bersalah, Ketika Chattingan Dengan Noru, Dirumah Keluarganya.
"Kenapa Yui, Seperti Ada Masalah Saja"
"Ti-tidak"
'Noru'
"Oh Ya, Alamat Rumah Keluargamu Dimana?"
'Yui'
"Di…"
"*Fiuh, (Untung Kano-san Orangnya Tau Meredakan Suasana… Memang Hebat… yaahh Dia Jarang Ngomong Sih……)
Yui Memberitahukan Alamat Rumah Yang Ia Tempati Saat Ini Pada Noru.
'Noru'
"Hooohh, Lebih Jauh Dari Sekolah Ya, Apa Karna Lebih Dekat?"
'Yui'
"Itu Juga Alasannya, Tapi Karna Ingin Mulai Lebih Cepat Saja… Kano-san Sendiri Sekarang DiRumah?"
'Noru'
"Di Kotatsu, Dirumah Keluargaku, Di…"
Noru Memberitahukan Alamatnya
'Noru'
"Kamu bisa Mampir, Bisa Kukatakan Kalau Ayah Dan Ibuku Selalu Menghilang"
'Yui'
"Kok Menghilang Sih, Yaah, Mungkin Kalau Boleh, Aku Nanti Mampir"
'Noru'
"Aku Tunggu Di Depan Pintu"
'Yui'
"Tidak Perlu Seperti Itu Juga Sih"
'Noru'
"Hoohh…"
Chat Mereka Berakhir
[2]
Rabu, 2 Januari, 11 Pagi.
"A"
"Ah"
"Katanya Kamu Tidak Akan Hatsumode Sekarang…"
"Bukannya Kamu Juga Ya!"
Noru Dan Yui Saling Menyalahkan… Tidak Biasanya.
"Tapi, Aku Tidak Menyangka Kamu Akan Ada Disini Sekarang"
"Jangan Bilang Begitu Padaku, Seolah Seolah Aku Benar Benar Orang Malas. (Yah, Aku Memang Malas Sih)"
"(Bukannya Kamu Memang Malas Ya?)"
Yui Memberi Tatapan Datar Pada Noru Yang Memalingkan Wajahnya Dari Yui.
Mereka Berdua Mengantri Untuk Berdoa.
Sampai Saat Di Depan
~
Mereka Merapatkan Tangan Didepan Kuil, Dan Berdoa.
Dipikiran Noru…
(Aku Berharap, Aku Mempunyai Keberanian Untuk Mengakui Perasaanku… Dan Katanya Aku Mukanya Terlalu Datar… Aku Ingin Tetap Begitu)
Mereka Berdua Kemudian Pergi Dari Barisan Depan Dan Pergi Ke Belakang.
"Tadi Kamu Berdoa Apa? Kano-san?"
"Uhh… Aku Ingin Wajahku Tetap Seperti Ini"
"Eh? Maksudnya… Yaa… Sudahlah, Setelah Ini Mau Kemana… Aku Niatnya Mau Makan Dulu"
"Aku Ikut Saja…"
Mereka Berdua Menuruni Tangga Dari Kuil…
"Ah… Aku Pernah Bilang Kan?, Aku Ini Cukup Tahan Dingin?"
"Ya, Kamu Pernah Bilang Begitu"
"Nah, Karna Itulah, Aku Sebenarnya Bisa Bertahan Di Sini Walaupun Aku Melepas Jaket (Coat) ku Ini"
"Eh? Bukannya Itu Cukup Ekstrim…"
"Memang…"
"Jangan Coba Coba… Nanti Kamu Sakit"
"Senang Sekali Rasanya Bila Ada Yang Mengkhawatirkanku. (Aku Sengaja Bilang Begitu Biar Dia Khawatir Padaku Sih…)"
"Buh… Tentu Saja Aku Khawatir Padamu"
Yui Memalingkan Wajah Pinknya Dari Noru, Noru Juga Tersipu Mendengar Perkataan Yui.
"*Uhum… Omong Omong Kita Mau Makan Dimana?"
"Ah… Mmmm…… Mungkin Resto Sana Lagi"
"COCOdeS?"
"Ya…"
"Hooh…"
Mereka Pun Melewati Penyebrangan Di Daerah Pinggir Kota Dan Pergi Ke Restoran Sana…
"Oh, Aika… Untuk Berapa Orang?"
"2 Orang Saja, Dan Juga, Bersikaplah Seperti Professional"
"Ahaha~"
Yui Tertawa Gugup, Melihat Noru Yang Tengah Berbicara Dengan Ishii Yang Melayani.
Ishii Kemudian Mengantar Mereka Ke Meja Dibagian Dalam. Noru Duduk Di Sebrang Yui.
"Silahkan"
"Makasih…"
Ishii Pergi Ke Bagian Dapur.
Yui Melepas Syal Oren Gelapnya Dan Menaruhnya Di Sudut Meja, Noru Juga, Melepas Syal Merahnya, Yui Tidak Melepas Jaket Kancing Hitamnya, Tapi Noru Melepas Jaket Coat Abu Abunya.
"Uumm… Aku Mungkin Pesan…… Pancake… Kano-san?"
"Hamburg…"
"Hoohh… (Bicaranya Kano-san Tidak Selambat Dulu, Apa Dia Berlatih Ya?)"
Mereka Mengobrol Sebelum, Sedang, Dan Setelah Memesan Lalu Memakannya Hingga Bersih
Mereka Meninggalkan Restoran…
"Tadi Kamu Naruh Apa?"
"Surat Tahun Baru Untuk Para Pegawai Restoran…"
"Eh? Maah… (Mengingat Soal Surat Tahun Baru… Surat Yang Diberikan Oleh Chinatsu-chan… Sangat…)"
Yui Menggelengkan Kepalanya.
"Kenapa?"
"Tidak, Aku Baru Tahu Kalau Hal Itu Bisa Dilakukan, Dan Barusan, Aku Hanya Mengingat Sesuatu Yang…… Cukup Menarik"
"Heeh, Apa Itu?"
"A-Aku Tidak Bisa Memberitahumu"
"Guh, Aku Malah Penasaran"
"Sudahlah…"
Yui Terus Mengikuti Noru, Tanpa Ia Sadari.
[3]
"Sugiura-san, Bisa Beliin Pudding Di Minimarket Di Sana?"
"Seenaknya Sekali Kau Disini, Inikan Rumahku"
"Maah Maah, Mari Lupakan Soal Pudding Dan Fokus, Aku Punya Film, Kita Tonton Sekarang"
"Mou! Ini Sudah Malam! Kenapa Sih Kau Masih Disini!"
Malam Hari Di Tanggal 2 Januari, Kase Duduk Dilantai, Mengeluarkan Kaset Dengan Warna Gelap Dan Memperlihatkannya Pada Ayano Yang Baru Datang, Memakai Baju One Piece Putih Gradasi Biru Kebawahnya, Ia Juga Membawa Sebotol Air Kuning Cerah, Lalu Menaruhnya Di Meja.
10 Menit Yang Lalu.
Tepat Saat Ayano Mau Masuk Ke Rumahnya Setelah Membuang Sampah Didepan.
"Sugiura-san!"
"Uh? Kase-kun…"
"Aku Mau Mampir"
"Boleh"
"MANTAP!!"
(Aku Secara Tidak Sadar Langsung Membiarkannya Masuk Ke Kamarku, Yah, Aku Tidak Masalah Sih, Untung Saja Ayah Dan Ibuku Tidak Melihatnya Masuk)
**
"Jadi… Mau Berapa Lama Lagi Kau Disini"
"Sampai Kau Tidur"
"Ggh, Kau Berlebihan… Ya Tidak Apa Apa Sih"
"Wohh, Itulah Yang Namanya… MALAIKAT AYANO!!"
"Sssttt!! Jangan Berisik! Nanti Ayah Ibuku Bangun!"
Jam Menunjukkan Pukul 7 Malam… Kase Keterlaluan.
"Ah… Maaf"
"Huff… Jadi Mau Nonton Apa?"
"Tunggu Saja"
Kase Dengan Seenaknya, Menyalakan Dvd Player, Lalu Memasukkan Suatu Kaset.
Ayano Menyadarinya, Lalu Menyalakan Tv Dengan Remote Di Meja.
Layar TV Yang Ada Di Pojok Atas Ruangan, Menyala Dan Menampilkan Gambar Mengerikan Dimata Ayano.
"Hiih!! A-apa Ini"
"Staarrt!!"
~~
"GAAHH!!!!!!!!"
"Ahaha"
"JANGAN KETAWA!!!"
Ayano Memegang Dan Memeluk Erat Lengan Kanan Kase, Dengan Wajah Ketakutannya.
(Gaah, Sensasi Ini… Ini Lebih Bagus Daripada Saat Dibioskop Kemarin… Tanganku Benar Benar Dipeluk, Bukan Di Cengkram Pembunuh Bayaran… Ahhh… Nikmat)
Kase Menikmati Pelukan Tangan Ayano Di Samping Kanannya…
Saat…
"mou…iyada…*Hiks" [Aku Tidak Mau…]
"E?"
Kase Melihat Ke Samping, Ke Ayano Yang Memeluk Tangan Kanannya Dengan Erah Dan Melihat Ke Bawah.
Dengan Suara Teriakan Dari TV Yang Ketakutan, Kase Juga Mendengar, Suara Ayano Yang Menahan Tangisan.
"Gaah!!! Ma-maaf!! Su-sugiura-san!!!"
"*Hiks… Iyadayo*Hiks…"
"Ma-maaf…"
Kase Bersuara Khawatir, Perlahan Melepas Pegangan Ayano Padanya Dan Menahan Kedua Pundak Ayano.
Kase Mulai Ragu, Melihat Ayano Perlahan Mengangkat Kepalanya…
(Dia… Menangis…)
Wajahnya Berlinang, Beberapa Tetes Air Mata Keluar.
Reflek Melihatnya… Kase Mendekatkan Wajahnya Pada Wajah Ayano Yang Memerah…
Kedua Bibirnya Bersentuhan
[4]
"Ah, Yui, Bisakah Kamu Menutup Matamu?"
"Uh? Boleh…??"
Yui Menutup matanya.
"………"
"……Lalu?"
"…… Rasanya Masih Kurang, Permisi"
Noru Kemudian Menyelinapkan Tangannya Ke Kepala Belakang Yui, Dan Menutup Pandangan Mata Yui.
"Uah! Tanganmu Dingin Sekali"
"Aku Tidak Pakai Sarung Tangan"
"Pantas saja…"
"Aku Menutupnya Karna Masih Tidak Yakin… Takutnya Kamu Mengintip"
"mou… Tidak Percayaan Sekali… (Oh Ya, Aku Baru Sadar, Dimana Kita Sekarang?!? Aku Tidak Memperhatikan Sekitar Karna Mengobrol Dengan Kano-san)"
"Tenang Saja, Aku Tidak Akan Melakukan Apa Apa, Cukup Ikuti Instruksiku"
"Ba-baiklah"
(Aku Yakin Yui Sedang Bingung, Karna Dia Hanya Fokus Pada Obrolan, Dia Juga Hanya Mengikutiku, Yah, Ini Salahku Juga Karna Tidak Menyadarinya Daritadi…… Aku Bawa Saja Lah Kerumah)
Yui Pun Dibawa Ke Depan Rumah Keluarga Aika.
"Se-sebenarnya, Kita ada Dimana?"
"Tidak Akan Kuberitahu"
"Ugh… Aku Punya Firasat Buruk"
"Tenang Saja Yui, Ini Bukan Pasar Gelap Yang Membeli Organ Tubuh Anak Anak"
"Jangan Mengatakan Hal Menyeramkan!!"
Noru Dengan Kedua Tangannya Yang Menahan Penglihatan Yui, Memutar Dirinya Dan Mendorong Pagar Besi Pendek Di Depan Rumahnya Agar Terbuka.
(Suara Pagar?)
Noru Kemudian Memutar Dirinya Kembali, Dan Membuat Yui Berjalan Duluan.
"Ada Tangga, Angkat Kakimu Lebih Tinggi"
"Hai^"
Yui Mengikuti Instruksi Pak Noru, Lalu, Pandangannya Dibuka, Dan Ia Melihat Dengan Pandangan Yang Masih Belum Terbiasa Dengan Cahaya.
Noru Berjalan Duluan, Membuka Pintu Dan Menarik Tangan Yui Masuk.
"Aku Pulang"
"Aku… Pulang?? EEHH?!!?! Dimana Kita?!?!"
"Dirumahku…"
"Eeh!?!! Kenapa Tiba Tiba Aku Kesini??!?"
"Kamu Mengikutiku Kesini, Ya Aku Bawa Saja…"
"Ugh……"
"Ara Noru-san, Selamat Datang Kembali"
Pandangan Yui Dengan Cepat, Terbiasa Dengan Cahaya, Dan Melihat Ruangan Kayu, Didepannya, Ada Seorang Wanita Yang Terlihat Masih Muda, Memakai Apron Biru Dengan Baju Pink Dan Celana Biru Ketat.
Tubuhnya Begitu Ramping, Mungkin Masih Bisa Dibandingkan Dengan Anak SMA Yang Pernah Dilihat Yui.
"(Kakaknya… Kano-san? Aku Masih Bingung Soal Tempat Ini Dan Muncul Hal Lain!!) *U-Uhum… Ma-maaf Mengganggu"
"Iyeh, Aku Senang Melihat Noru-san Membawa Gadis Kemari… Kawaii"
"Eh? A-Arigatou"
"Kita kelantai Atas"
"U-um^"
Yui Kemudian Mengikuti Noru Ke Lantai Atas.
~~
"Wooh…"
"Ge! Ini Terlalu Bersih…"
Mereka sampai Di Kamar Noru, Kamar Dengan Warna Coklat Kayu Ini Begitu Bersih.
"A-apa Ini Kamarmu?"
"Eh^, Duduk Saja Dikasur, Aku Mau Bawa Minum Dulu, Jus Jeruk Tidak Apa Kan?"
"U-um^ Makasih, Dan Maaf Merepotkan"
"~_~"
Noru Melepas Jaketnya Dan Melemparnya Ke Meja Kosong, Ia Mengenakan Baju Putih Panjang… Lalu Meninggalkan Yui Dikamarnya, Yui Duduk Dikasur Biru, Menaruh Tas Selempang Kecil Di Kasur, Lalu Melihat Sekitar Kamar. Kamar Tinggi Dengan AC Yang Ada Di Atas Pintu Masuk, Beberapa Buku Di Rak Yang Terlihat Sulit Dipahami, Dan Pemandangan Keluar Dari Jendela Disampingnya.
"……………"
*
(HEEEHH!!!!! A-ada Angin Badai!!!! Ughhh…… Kalau Diingat Ingat, Waktu Aku Nonton Prakiraan Cuaca, Katanya Akan Ada Angin Badai Siang Nanti, Aku Benar Benar Lupa!!)
Yui Menghembuskan Nafas Berat… Lalu Membaringkan Badannya Dikasur.
(Bau Pewangi… Yah, Aku Bukan Orang Mesum… Uh? Buku?)
Noru Berjalan Menaiki Tangga Dengan Botol Besar Dan 2 Gelas Yang Dipegang Rapat Di Tangannya Dari atas, Ia Ber Belok Belok Dan Membuka Pintu Kamarnya.
"Ah!"
"………"
Noru Melihat Ke Yui, Yang Ada Di Depan Meja Kosong Dengan Buku Ditangannya…
(Ahh, Aku Baru Ingat, Di Buku Itu Seharusnya Ada Uang… Beruntungnya Aku)
"Ah, Maaf, Aku Seenaknya"
"Tidak Apa"
Noru Menaruh Botol Dan Gelas Di Samping Pintu Masuk Dan Mendekati Yui, Lalu Mengambil Buku Biru Polos Dengan Judulnya Yang Kecil.
Ia Kemudian Membuka Halaman Tengah, Dan Menemukan Uang, Lalu Mengambilnya Dan Memasukkannya Ke Saku Celana.
Yui Yang Melihatnya Bingung.
"Eh? Kenapa Ada Uang Di Sana?"
"Menabung Itu Indah"
"Ugh, (Kenapa Dia Menabung Di Buku?)"
"Aku Yakin Sekarang Kamu Sedang Bingung, Tenang Saja, Ini Hanya Uang Cadangan Bila Sewaktu Waktu Aku Kehabisan Uang, Kalo Rumahnya Kebakaran Sih, Sia Sia Saja"
"Oy, Jangan Bicarakan Kemungkinan Yang Buruk"
"Yah, Karna Sedang Ada Angin Besar Dan Pastinya Berbahaya Bila Kamu Pulang Sekarang, Kita Turun Dibawah…"
"U-uh^"
(Ah, Dibawah Hanya Ada Miki… Dan Ini Masih Jam 2 Siang, Sepertinya Yui Harus Menginap Disini… Aku Senang Sih…)
Noru Kembali Membawa Botol Besar Dengan Tangan Kanan, Dan Membawa 2 Gelas Dengan Tangan Kiri, Lalu Pergi Ke Lantai Bawah Bersama Yui.
~
Ketika Ditangga.
(Ahh, Aku Baru Ingat Situasi Ini, Kalau Saja Sekarang, Aku Sedang Menaiki Tangga Dan Didepanku Ada Perempuan, Aku Sering Terus Melihat Kedepan Dam Sering Disangka Melihat Pantsu Mereka… Untung Saja Yui Ada Dibelakang……)
Noru Membuka Pintu Dengan Kepalanya Dan Sampai Di Ruang Tengah.
(Padahal Aku Bisa Bantu Bawakan Gelas Atau Botolnya)
Yui Mengikuti Noru Dan Melihat Miki Yang Ada Di Meja Makan, Menempatkan Dagunya Di Meja Dan Terlihat Malas.
"ah, Onee-chan…"
"Miki-chan! Selamat Siang"
"Apa Onii-san Menculikmu?"
"E-eh? Kenapa Kamu Berpikiran Seperti Itu"
"Rasanya Aneh Bila Melihat Onii-san Membawa Gadis Dengan Cara diajak, Makanya Aku Mengasumsikan Bahwa Dia Membawanya Dengan Cara Diculik"
"(Adiknya Juga Rinci Dalam Menjelaskan Sesuatu Ya…… Haha~) *Fuuh, Tenang Saja"
Miki Yang Barusan Malas, Langsung Mendekati Yui, Dan Dapat Elusan Dirambutnya Dan Membuatnya Senang.
Yui Kemudian Pergi Ke Sofa Yang Didekati Noru Tadi, Lalu Duduk Di Samping Kirinya.
"………"
"………"
TV: BLABLABLABLA.
"Oh Ya, Ayah Dimana?"
"Ayah Sedang Kerja"
"Sedang Badai Begini, Dia Kerja?"
"Benar Lho, Huuh… Padahal Sinyal Wifi Biasanya Jadi Buruk Bila Badai Begini…"
"Wifi?"
Noru Mengobrol Dengan Wanita Di Bagian Dapur, Sedang Menunggu Sesuatu…
Yui Sedang Menuangkan Jus Jeruk Ke 2 Gelas Di Bagian Meja Tengah.
"Nih, Kano-san"
"Ah, Makasih…"
Dengan Cepat, Wanita Barusan Langsung Berjalan Cepat Ke Sofa Dan Duduk Disebrang Mereka, Apron Birunya Belum Juga Dilepas.
"…… Jadi… Sudah Sampai Sejauh Mana?"
Noru Yang Masih Belum Meminum Jusnya, Menaruhnya Kembali.
Dan Yui Tersedak.
"Eh? (EH?! Mau Bicarain Apa Ini?!)"
"Kenapa Aku Harus Memberitahumu…"
"Eehh~ dingin Sekali, Noru-san"
"Eh? A-ano, O-onee-san, Kita Bicarain Apa?"
"Onee-san, Dia Bukan Onee-san Lagi, Dia Sudah Umur 30"
"Arama, Aku Rindu Sekali Dengan Panggilan Itu… Maah, Sekarang Sudah Punya 2 Anak Sih, Jadinya Masuk ke Kategori Ibu Ibu"
"Dua Anak!!??"
"Uh? Benar, Noru-san Dan Miki-chan"
Wanita Menyebutnya Sambil Seperti Menghitung Dengan Tangannya.
"Eh!? Ja-jadi, A-anda Itu Ibunya Kano-san Dan Miki-chan?!"
"Benar…"
"Eehh… *Uhum, Aku Pikir Anda Itu Kakaknya Kano-san, Soalnya Terlihat Muda Sekali, Seperti Anak SMA"
"Benarkan? Mungkin Saja Waktu Aku Lahir Aku Juga Bilang, 'Kenapa Kau Muda Sekali' Ibuku Punya Mantra Dari Dukun Untuk Jadi Awet Muda, Mengerikan"
"Ara Ara, Noru-san, Mau Dicoret Dari Kartu Keluarga?"
"Maaf…"
"Ehehe~"
Yui Tertawa Gugup…
[5]
5 Detik Terlewati… Kase Menjauhkan Wajahnya Dari Wajah Ayano Yang Berkilau Air Mata di Bagian Pipinya.
"………"
"a…Apa Yang Kau Lakukan…"
"Uuh… Kau Tidak Akan Tenang… Bila Aku Tidak Melakukannya…"
Ayano menundukkan kepalanya.
Lalu Memeluk Badan Kase Dari Depan…
"uh…"
"……… Ma…Makasih…"
"Uh^ Tidak Apa……"
"………"
"Rasanya Menjijikan Bila Mendengarnya Tapi, Tidak Apa!"
Pukulan Mendarat!
"Kenapa!! Padahal Lagi Romantis!!"
"Kau Sendiri Kenapa Bilang Begitu!! Nnnnggghhh!! Cepat Pergi Dari Sini!!!"
"WAAH!!!!"
Kase Didorong Setelah Ayano Melempar Tas Kecil Kase Dan Dibawa Pergi Ke Pintu Depan lalu diusir…
Diluar…
(Gawat… Aku Sepertinya Berlebihan… GAWATT!!! Aku Mengambil Ciuman Pertama Sugiura-san!! GAWAT GAWAT!! Aku Pasti DiTelpon POLISI!!!)
Ayano Kembali Kekamarnya Setelah Mengusir Kase, Saat Membuka Pintunya Dan Melihat TV, Ia Melihat Wajah Putih, Rambut Panjang Yang Menutupi Matanya Dan Memperhatikan Ayano Dalam Diam.
"GAAHH!!!!!!!"
Ternyata, TV Masih Memutar Film Yang Dibawa Kase…
Setelah Mematikan TV Dengan Panik, Ayano Duduk Di Kasurnya… Terdiam… Dan Menyentuh Bibirnya.
(Dia Tadi…… Hah!! DIA TADI MENGAMBIL CIUMAN PERTAMAKU!!!!!!!!!!!!!!)
Ayano Memegang Wajahnya, Berteriak Dalam Hati Dan Menyesal Sekaligus Malu Secara Bersamaan.
(AKU TIDAK AKAN BERANI BERTEMU DENGANNYA!!!!!)
\[6\]
"Oh Ya, Namamu?"
"Ah, Funami… Yui Desu"
"begitu Yaa, Yui Yaa……Namaku, Momoharu… Panggil Saja Aku Momo"
"Uh… Momo… San…Ya, Kawaii Namae (Nama Yang Lucu)"
"Aduh, Tidak Deh, Aku Jadi Malu, Yah, Karna Lagi Ada Angin Besar Begini, Lebih Baik Kamu Menginap Ya…"
"Eh? Um (Benar Juga, Kalau Aku Paksakan Pulang…)"
"Aku Juga Khawatir Kalau Yui Terbawa Angin, Jadi Menginap Saja…"
"Uh~ Baiklah, Terimakasih Banyak"
"Iyeh (Tidak Apa), Kalau Begitu, Nikmati Waktumu…"
Momo Pergi Dari Sofa Dan Kembali Ke Dapur…
Sebagai Ganti, Miki Mendekati Sofa Dan Duduk Di Samping Kiri Yui…
"Kalau Tidak Ada Kerjaan Begini, Enaknya Sih Tidur…"
"uh? Kalau Begitu, Kenapa Miki-chan Tidak Tidur saja"
"Tidak… Takutnya Aku Nanti Jadi Sapi…"
"…… Benar Juga, Hehe… Ah, Aku Mau Memberitahu ibuku Dulu…"
Yui Bangun Dari Sofa Dan Pergi Ke Pintu Masuk Ruang Tengah, Menghubungi Ibunya…
'Kamu Ada Dimana Sekarang Yui?"
"Aku Ada Dirumah Temanku, Tenang Saja. Mungkin Aku Akan Menginap Disini Dulu Semalam, Jadi Aku Tidak Akan Pulang Dulu…"
'Begitu ya, Syukurlah, Kalau Begitu, Hati Hati"
"Um^ Sudah (Uh? Hati Hati?)"
Yui Menutup Telponnya
Noru Tidak Memperhatikan Obrolannya, Dan Sekarang Sedang Fokus Ke Ponselnya.
Dia Sedang Men Chat…
'Noru'
"Souki, Apa Teknik Tekniknya Bisa Di Bicarakan Lewat Chat?"
'SouReji'
"Tidak"
"Begitu Ya… Fuuh, Aku Datang Kerumahmu Besok Jam 11/12"
"Ok"
Noru Mematikan Dan MemaSukkan Ponselnya Ke Saku Celananya, Dan Meminum Jusnya.
"Ah, Onee-chan, Bisakah Kamu Membantuku Dengan PR Sekolah?"
"Um^, Oh Ya, Miki-chan, Nanti Smp Mau Kemana?"
"…… Seiri…"
"(Ah, Perasaan Aku Sudah Menanyakannya) Aduh, Maaf Aku Lupa…"
"Tidak… Kalau Begitu, Kita Bisa Pergi Ke Kamarku DiAtas"
"Uh^ Ayo…, Kano-san…"
"Tidak apa… Silahkan Saja"
Yui Dan Miki Pergi ke Lantai Atas, Meninggalkan Noru Yang Meminum Jus 2 Gelas…
"………"
"……Hhmmm Hhmmn Hhmmm…"
"……Ah, Ibu, Apa Ibu Punya Baju Ganti Untuk Yui?"
"HHmm~ Uh-huh, Nanti Aku Siapkan Bila Yui-san Mau Mandi"
"Ah^……"
"Kamu Sudah Dekat Dengan dia Ya, Noru-san…"
"Uh… Sepertinya Baru Sedikit, Aku Baru Mengenalnya Sekitar 4 Bulan yang Lalu"
"Hoh Hoh!! Sepertinya anakku Sudah Dewasa Saja"
"Terimakasih Pujiannya"
"Kano-san… Bolehkah aku Membaca Buku Buku Ini?"
Yui Mendekati Noru Yang Membaca Buku Dikamarnya
"uh? Boleh…"
"Makasih…"
Yui Kemudian Pergi Ke Luar Kembali Dan Masuk Ke kamar Miki.
(Jadi, Yui Mau Membaca Buku Itu, Novel Buatan Tadawara Kousuke-sensei, Ceritanya Masuk Ke Cerita Misteri Sih, Sepertinya Dia Suka)
\*Jam 4 Sore…
"Miki, Yui, Mandi…"
"Uh? Hai^ Etto… Onee-chan Saja Dulu"
"Eh? Kenapa? Miki-chan saja…"
"Tidak, Onee-chan Kan Tamu, Jadi Silahkan Pakai Duluan"
"Uuh… Baiklah, Terimakasih"
Yui Kemudian Pergi Ke Tengah Lantai Dua, Ke Tempat Noru Mengintip Ke Kamar Miki.
"itu Kamar Mandinya, Bajunya Sudah Disiapkan Ibuku"
"Eh? Uumm… Aku Harus Bilang Makasih Nanti…"
"Tenang Saja, Aku Tidak akan Mengintip"
"Waktu Kamu Bilang Begitu, Aku Malah Khawatir, hehe~"
Yui Kemudian Pergi Ke Kamar Mandi Luar Di Lantai 2.
Membuka Jaket Kancing Hitamnya, Melepas Baju Merahnya Dan Juga Melepas Rok Kremnya Dan Menaruhnya Di Keranjang.
Yui Berendam…
"………"
"Yui! Handuknya Disini…"
"Ah! Ma-makasih"
"~_~"
Yui Keluar, Dengan Hoodie Putih Yang Begitu Bersih, Dengan Tulisan 'Not Flat' Di Bagian Pinggir Dada Kirinya, walaupun… Dada Yui Tidaklah Datar dan Rok Abu Cerah Di Antara Paha, Dan Kaus kaki Hitam Yang Tadi Ia pakai. Ia Mengeringkan Rambutnya.
(Cukup Simpel Menurutku, Baguslah, Aku Tidak Mau Merepotkan Keluarga Ini)
"ah, Onee-chan Sudah ya…………"
"Um^…… Uh? Kenapa?"
"Onee-chan Kawaii… (Dan Jaket Itu…)"
"Benarkah?… Katanya Ini Jaket Momo-san, Roknya Juga, Baju Kaos (Biru) Dibagian dalamnya Juga"
"Benarkah? Cocok Sekali Kelihatannya" (Semoga Saja Yui Nee-chan Diberi Set Ini…)
"Makasih, Ah, Silahkan"
Miki Masuk Ke Kamar Mandi.
Noru Keluar Dari Kamarnya, Melihat Yui Yang memakai Jaket Not Flat Tanpa di Resletingkan…
Baju Birunya Terlihat
"Ah, Yui… Bagaimana Jaketnya? Tidak Kekecilan kan?"
"Uh? Tidak… Memangnya Kenapa?"
"Uh-huh… Aku Pikir Jaketku Itu Akan Cukup Sempit, Untung Saja Kalau Tidak. Kamu Cocok Memakai Set itu"
"Eh? Jadi Ini Jaketmu?"
"Ah^"
"Eehh… (Sejujurnya, aku Cukup Kaget, Karna… Tulisan Di Jaket Ini Cukup Membuatku Berpikir Kalau Ini Punyanya Momo-san…) uumm… Tapi Terimakasih Karna Telah Meminjamkannya Padaku, Nyaman"
"Mmm… Aku Pikir, Ity Buatmu Saja, Ibuku Juga Seharusnya Tidak Apa apa Bila Diberikan Padamu"
"Eh? Beneran… Uum… Jaa, Aku… Terima… Makasih"
"Uh^"
Yui Mengatakannya dengan Senyum Manis pada Noru, Dan Sambil Memasangkan Hoodie Dari Jaketnya, Menutupi Rambut Dan Kepalanya.
Sampai Di Jam Malam…
Momoharu Menyiapkan Makanan, Yui Juga Di Ajak Makan malam, Dengan Ragu Yui Menerimanya Dan Membaur Seperti Keluarga Dirumah Ini…
Di Jam tidur, Momoharu Memberikan 2 Futon Ke Kamar Miki, Karna Tau, Kalau miki Ingin Tidur Bersama Yui Difuton.
(Aku Masih Berpikir… Kenapa aku Tidak Dipinjamkan Piyama Saja…)
*Penampilan yui Di Chapter ini…
Syal Oren gelap.
Jaket Kancing Hitam.
Baju Panjang Merah.
Rok Krem Pendek.
Kaus kaki Hitam Dibawah lutut.
Tas Hijau Selempang Kecil
Sepatu Tinggi
Jaket Putih Panjang Not Flat.
Baju Biru Pendek.
Rok Abu Abu Cerah yang Menutupi Paha.
Kaus Kaki hitam Dibawah Lutut.
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]