Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Aliran Air Yang Dingin Namun Juga Hangat



Chapter 35: Aliran Air Yang Dingin Namun Juga Hangat


[1]


'Tsurui'


"Jadi Kamu Ikut Ya?"


'Chitose'


"Bukannya Aku Sudah Bilang Ya? Malahan Aku Kepikiran, Kaki Dan Tanganmu Sudah Enakan?"


'Tsurui'


"Bukannya Aku Sudah Bilang… Aku Sudah Melepas Alat Di Tangan Dan Kakiku, Asal Jangan Terlalu Agresif, Aku Bisa Menggerakannya Cukup Normal, Walaupun Agak Sakit…"


'Chitose'


"Aku Sebenarnya Agak Khawatir, Tapi Hati Hati Saat Ke Onsen Nanti…"


'Tsurui'


"Haik, Terimakasih…"


"Kaah! Ikeda-san Baik Sekali… Ugh, Ini Malam Natal Tapi Aku Harus Istirahat! Sialan!"


Obrolan Pribadi Lime Mereka Di Malam Natal, Berakhir.


[2]


*Jam 12 Siang, Selasa 25 Desember.


'Noru'


"jadwalnya Sudah Ditentukan"


'Waka'


"Kenapa Ini, Noru! Kau Jadi Terlihat Bersemangat"


'Noru'


"Apanya Yang Bersemangat… Mana Mungkin Kau Tau Ekspresiku Padahal Kau Ada Dirumahmu"


Yui Tertawa Saat Melihat Obrolan Di Grup "Sementara"


Ayano Melihat Obrolan Grup "Sementara" Dengan Serius.


Chitose Sedang Mandi…


Kyouko Sedang Tidur Di Kotatsu.


Kase Menonton TV Membiarkan Ponselnya Dimeja, Sambil Menguap.


Mizaki Mengobrol Dengan Ibunya Saat Makan…


Tawaka Kaget Sendiri Melihat Chat.


Noru Mengetik Diponselnya Dengan Wajah Datar.



'Waka'


"Nyatanya Kau Membalas Pesanku Lebih Cepat Dari Biasanya, Pasti Terjadi Sesuatu"



'Noru'


"Mengesampingkan Tawaka, Kita Nanti Berangkat Jam 10 Pagi, 26 Desember Nanti…… Perjalanannya Sekitar 5 Jam, Dan Kita Menginap 2 Hari 2 Malam,


Kalau ada Yang Keberatan, Bilang Saja, Aku Akan Mengaturnya"



'Waka'


"Haik! Tolong Mundurkan Jam Berangkatnya!"



'Kyouppi'


"Aku Setuju!"



'Noru'


"Itu Karna Salah Kalian Sendiri Karna Bangun Kesiangan, Atasi Sendiri… Yang Lainnya?"



'Semua Orang Selain Waka Dan Kyouppi'


"Tidak Ada!"



'Noru'


"Kalau Begitu Kumpulnya Di Stasiun Kereta ……"



Obrolan Berakhir Dengan Kata "Baik" Dari


Semua Anggota Setelah Noru Mengatakan Lokasi Pertemuannya.



\[3\]


Sore… Tanggal 25 Desember


"Ah, Naru-kun, Apa Kamu Mau Mencoba Sandwich Buatanku… Aku Tidak Terlalu Serius Buatnya Sih…"


"Um? Akhirnya Kamu Bicara Padaku Ya. MAU!"


"Nih"


Hagino Perlahan Bangun Dari Sofa Dan Mengambil 2 Sandwich Dari Satu Piring Dengan Satu Tangan Daru Chinatsu Yang Ada Di Tempat Masak.


(I-itu Karna Aku Cukup Tenang Setelah Tiba Tiba Diberi Hadiah… Ya Ini Bukan Ultahku Sih…)


Chinatsu Malu Malu Sendiri Didapur.


"Woh! Enak!"


"Baguslah, Tapi Aku Belum Menggunakan Kemampuan Penuhku"


"Heeh… Aku Tunggu Kemampuan Penuhmu Sebagai… Juri Naru"


"Apaan Itu… Yah, Nanti Akan Ku Buatkan Lagi, Kupastikan Akan SANGAT ENAK!!"


"Haik Haik… Akan Ku Bantu Buatkan Makan Malam"


"Makasih ^\_^"


Hagino Pergi Bagian Dapur Dan Membantu Chinatsu Memasak.


(Aku Harus Menyimpan Kemampuanku Untuk Naru-kun Nanti, Padahal Aku Ingin Membuat Masakan Untuk Yui-senpai…)



"Oh, iya, Akhir Akhir Ini, Aku Kenal Dengan Beberapa Senpaiku Disekolah…"


"Ada Apa Ini… Mau Bercerita Ya?"


"Tentu… Aku Dengar Kalau Beberapa Senpaiku Akan Pergi Ke Onsen… Mungkin Kalau Aku Punya Uang Yang Cukup, Kita Sekeluarga Bisa Pergi Ke Onsen Juga…"


"Onsen…… Uumm… Sepertinya Nanti Kita Bisa… Yah, Aku Tidak Bekerja Sih… Semangat Mengumpulkan Uangnya… Naru-kun!"


"Haik, Terimakasih Semangatnya……"


"Tapi Soal Onsen…… Kalau Tidak Salah, Senpaiku Juga Pernah Seperti Keceplosan Soal Onsen… Apa Jangan Jangan……"


"Apanya?"


"Tidak Tidak Tidak, Itu Tidak Mungkin…"


"Haah……"


(Aku Malah Berpikir Kalau Senpai Ku Dan Senpainya Naru-kun Akan Ke Onsen Bersama… Yaa, Itu Mustahil sih…)


Chinatsu Menggelengkan Kepalanya Dan Lanjut Makan Menunggu Pulang Ayah Ibu Dan Kakaknya.


[4]


Pagi-Siang Rabu 26 Desember.


(Mumpung Libur)


"Akari!! Bisa Bantu Ibu Disini?"


"Haik!!"


Akari Yang Memakai Kimono Merah, Mendatangi Ibunya Di Dapur Dirumah Dari Neneknya.


"ah, Bolehkah Aku Mengganti Bajuku Dulu?"


"Boleh!"


"Haaik"


Akari Masuk Ke Suatu Ruangan Dan Membuka Tasnya.


Akari Keluar Dari Rumah Setelah Membantu Ibunya Didapur… ia Menggunakan Baju Belang Merah Putih Seperti Lolipop, Dan Jaket Biru yang Hanya Di Resletingkan Sedikit Keatas. Dan Rok Hijau Selutut, Agar Tidak Kedinginan Ia Juga Memakai Kaus Kaki Hitam Panjang Di Sandal Coklatnya.


"Apa Aku Boleh Main Ke Luar?!"


"Boleh Saja! (Tapi akari Kan Tidak Banyak Kenal Orang Disini? Mau Main Sama Siapa?)"


Ibu Akari Bingung Sendiri…



Akari Meninggalkan Rumah Bergaya Jepang Tersebut Dan Berjalan Keluar Tanpa Arah, Dengan Beberapa Ladang Sawah Dan Kebun Penuh Tanaman.


Dengan Suasana Yang Belum Terlalu Dingin Seperti Di Takaoka,


Akari Berjalan Jalan Melewati Jalan Di Sawah, Melewati Berpetak Petak Ladang Dan Menghirup Udara Yang Cukup Dingin.


"Oh…"


Setelah Melewati Sawah, Ia Menuruni Sebuah Turunan Dan Melihat Sungai Dengan Bebatuan Dipinggirnya.


"Woh…"


Melihat Air, Akaripun Mendekati Tepinya, Melepas Sandal Coklat Dari Kaki Kanannya, Dan Mencoba Menyentuh Air Mengalirnya Dengan Kakinya.


(Dingin!!)


Saat Memikirkan Itu, Akari Malah Memasukkan Kakinya sampai Ke Bagian Mata Kaki.


"Kyaah!!! Kenapa Siak Sekali!"


Akari Panik, Dan Secara tidak Sengaja Menjatuhkan Sandalnya.


"YAAAHH!!!!?"


Sandal Akari Terbawa Arus Air, Akari Bangun Dan Berlari Mengejar Sandalnya Ke Bagian Yang Lebih Rendah Lagi.


"MATTE!!!! MATTEE!! \*Haahh \*Haahh"


Akari Terengah Engah Dan Larinya Mulai Pelan, Sampai Dibagian Belokan, Ia Berbelok.


Saat sudah Berbelok, Ia Melihat Seorang Laki Laki Berambut Hitam Yang agak Kemerahan, Kulit Yang Cukup Seperti Kuning Langsat, Dan Mata Yang Cukup Besar, Dan Terlihat Tinggi Dimata Akari…


"Uh……"


(Aku Sepertinya… Pernah Melihatnya………


AH!! Dia Yang Membawa Uang Akari Yang Terbang! Kenapa Dia Ada disini……"


"……… HAH!!!!! Um… E-etoo… A-apa I-ini Punya M-mu?"


Lelaki Ini Memegang


"Ah, Ha-haik…… Umm… Te-terimakasih…"


Si Lelaki Dengan Gugupnya Mendekati Akari Dan Memberikan Sandal Coklatnya.


"Um…… A-apa Kita Pe-pernah Bertemu… Se-Sebelumnya?"


"(Ah, Dia Juga Ingat) Pe-pernah… Terimakasih Karna Telah Mengambil Uangku Yang Terba-"


Saat Menunduk Berterimakasij, Kaki Kiri Tanpa Sandal Akari Tergelincir Dan Membuat Badannya Miring Ke Kiri, Ke Sungai.


Sesaat Setelahnya, Badan Akari Mukai Terjatuh Namun Tangan Kanannya Ditarik Dan Itu Membuatnya Bangun Kembali, Ia Melihat Si Lelaki Yang Menariknya Ke kanan Dan Malah Melihat Silelakilah Yabg Terjatuh Ke Sungai.


"Uwah!!"


"Wa-"


Air Berhamburan, Cipratan Air Yang Cukup Besar Itu Membuat Bagian Kiri Dari Jaket Akari, Basah.


Ia Menutup Matanya Sekejap, Lalu Membuka Matanya Dan Melihat Si Lelaki Duduk Jatuh Di Air Sungai, Untung Saja, Airnya Hanya Sebatas Bagian Atas Dari Mata Kaki Dan Tidak Terlalu Dalam.



"Ah!! A-apa Kamu Baik Baik Saja?!?-


Waah!!!"


Saat Bangun, Ia Menjatuhkan Sendalnya Ke Bebatuan, Namun, Ia malah Terpleset Lagi Dan Jatuh Ke Badan Si Lelaki.


Badan Bagian Depan Akari, Basah, Dan Si Lelaki Menahan Badan Akari Dibagian Atas Lengannya, Disamping Pundak.


(Dingi- WAAH!!!!)


Saat Akari Tersadar Dari Kekagetannya, Ia Mulai Malu Dan Dengan Cepat Bangun, Untung Saja, Sandal Kananya Tidak Lepas.


"A-a-apa Kamu Baik Baik Saja?!?"


Akari Mengulurkan Tangannya Dengan Gugup.


Si Lelaki Dengan Mata Merahnya, Diam Melihat Uluran Tangan, Membiarkan Airnya Mengalir, Lalu Dengan Pelan Menerima Ulura. Tangan Akari… Dan Bangun.


Akari Menarik Berat Si Lelaki Dan Akhirnya Melihat Si Lelaki Berdiri Tegak Di Dalam Air, Dan Akari Melihatnya Agak Menegok Ke atas karna Perbedaan Tingginya.



"A-akaza Akari… Desu… Ma-maaf Karna Merepotkan…"


"Ti-tidak… A-aku Mau Mengeringkan Bajuku Du-dulu…"


"Ha-haik…"



Akari Dan Lelaki Tak Dikenal Ini, Melepas Bagian Terluar Bajunya, Jaket Akari Diletakkan Dibawah Sinar Matahari Di Atas Bebatuan Sungai.


Didekat Jaket Biru Akari, Ada Baju Coklat Panjang, Yang Sama Sama Dikeringkan Walaupun Tidak Terlalu Panas…


Akari Dan Lelaki Ini Duduk Di Pohon, Akari Mengenakan Baju Belang Merah Putih Pendek, Dan Duduk Disatu Sisi Pohon, Dan Si Lelaki Dudum Disisi Kirinya, Menghadap Ke Sungai.



"……… Aku…"


"!!"


"Um… Na-namaku… Shigasawa…… Haru-ka…"


"Um… Etto…… Jaa… Haruka-kun?"


"U-um… Etto… Akari-san… Kan?"


"Ah, Haik…"


"Ke-kenapa Kamu Ada Di Si-sini?"


"…*Uhum, Akari Berkunjung Ke Rumah Nenek Disini… Dan Disini Juga Nyaman Sekali, Kalau Haruka-kun Sendiri?"


"Um…… Sebelum Itu…… Bolehkah Aku…… Lebih Terbuka Padamu?"


"Eh? Bo-boleh…"


Akari Menjawab Dengan Gugup, dan Heran, Dengan Apa Yang Dibicarakan Oleh Lelaki Bernama Haruka Ini.


"*Huff… Aku Di Ajak Saudara Ku Kesini… Sudah Mau Tahun Baru Juga… dan Salju Di Takaoka Juga Sudah Banyak… Tapi Disini Masih Sangat Sedikit, Hanya Udara Dan Airnya Saja Yang Dingin"


"(Tadi Dia Terlihat Gugup Sekali… Tapi Sekarang Setelah Ia Mengatakan Kalau Mau Terbuka… Dia Jadi Lebih Seperti… Lebih Percaya Diri…)…… Akari Rasa Juga Begitu, Disini Nyaman Dan Juga Sejuk"


"Be-benarkan…"


"(Ternyata Dugaanku Tidak Benar……) Hum^!!"


Akari Dengan Semangat… Menjawabnya.


Beberapa Saat Setelah Akari Menjawab… Percakapan Mereka Terputus… Haruka Terdiam, Bisa Dikatakan Dia Menikmati Angin Dingin Yang Berhembus, Disebrang Sungai Yang Terdapat Sedikit Tanjakan Dan Kebun Kebun Setelahnya, Angin Memgerakkan Daun Daunnya, Dan Haruka Hanya Terdiam Dengan Mata mengantuk.


Saat Sadar Bahwa Dirinya Sudah Mengantuk, Dia Berbalik Ke Kanannya, Dan Melihat Akari Yang Tertidur.


"…………"


"\*Haahh…… \*Huuffff……"


"……… Akari-san?……"


"\*Haahh…… \*Huuffff……"


"……… Ano…"


"\*Haahh…… \*Huuffff……"


"…… Ugh…


(Ba-ba-ba-bagaimana Ini!!! Ummm…… A-apa Aku Harus Membawanya Pulang?!?!)


"…………"



"*Haahh…… *Huuffff……"


"*_*"


Akari… Perlahan Membuka Matanya… Ia Melihat Jalan Dari Tanah Yang Kering, dan Rumput Rumput… Dan Ia melihatnya Bergerak, Ia Baru Bangun Karna Ketiduran, Tapi Kenapa ia Bergerak?


[5]


"Ntah Kenapa Aku Dapat Firasat Buruk Barusan… Apa Naru-kun Tau?


"Mana Mungkin… Aku Tadi Mau Bilang 'Kau Bodoh Ya!' Tapi Untungnya Aku Tidak Begitu"


"Kau Sudah Mengatakannya!!( Hubunganku Dengan Naru-kun Tidak Terlalu Banyak Berubah Sejak Itu… Walaupun Baru 2 Hari Sih…)"


"Mmmm… Aku Kepikir-"


"TAHAN DULU!!! Naru-kun Terlalu Banyak Berpikir, Minimal Kau Harus Menenangkan Dirimu Dulu"


Chinatsu Menggebrak Sofa Ditempat Hagino. Duduk, Dan Mendekatinya.


"Aku Pikir aku Cukup Tenang, Apa Kau Mau Aku Jadi Lebih Agresif Padamu? Atau Ingin Agar Aku Lebih Menyayangimu??"


Hagino Berkata Dengan Percaya Dirinya.


"Me-menyayangiku?!?"


"……Hum^"


Hagino Yang Ada Didekat Chinatsu, Diam, Dan Perlahan Mendekati Chinatsu Yang Terpojok Di Ujung Sofa.


(Apa… Apa yang Mau Dia Lakukan)


Merasa panik, Chinatsu Menahan pundak Hagino Dengan Kedua Tangannya, Namun Naru Menarik Tangannya Dan Menjatuhkan Tangannya Ke Permukaan Sofa.


"A…… Apa Yang Kamu Lakukan…"


"……"


Wajah Mereka Mulau Dekat… Dan Kening Mereka Bersentuhan… Mata Mereka Saling Memandang Dalam Diam Saat Orang Orang Rumah Sudah Tidur


(De-dek-DEKAT SEKALI!)


Muka Chinatsu Sangat Merah, Namun Naru Tetap Tenang Tapi Pipinya Pink.


Hidung Mereka Bersentuhan, Kepala Chinatsu Mulai Panas, Tangan Mereka Berpegangan Dibawah, Dengan Rambut Mereka sendiri Yang Menutupi Pandangan Mereka Dan Terasa Gelap.


Lalu, Naru Memundurkan Kepalanya, Melepas Tangan Chinatsu Dan Menjalarkan Tangannya Menuju Pipi Chinatsu Lalu Bangun, Dan Pergi Ke Kamar Atas.


Chinatsu Sangat Merah… Dan Kepalanya Sangat Panas…


"A-a-a-a-a-Aoa Yang Dia Lakukan!!!! Haahh!!! Memalukan!!!!"


Chinafsu Menutupi Wajahnya Secata panik.


[6]


Akari Membuka Mata sepenuhnya, Dan Melihat Punggung Dengan Rambut Hitam Kemerahan.


"Ah……E- EHHHH!!!!!!"


"GAAHHH!!!!"


Akari Digendong Oleh Haruka, Dan Ntah Sejak Kapan Tertidur.


"Uh, Jangan Mengagetkanku… Akari-san…"


"Ha-Haruka-kun… Kenapa?!"


"*Uhum… Ka-Kamu Ketiduran Didekat Sungai…"


"A-akari Ketiduran?"


Akari Terkejut Sendiri… Tau Tau, Ia Sudah Memakai Jakey Birunya yang Tadi Basah.


Setelah Itu, Haruka Menjelaskan Hal Hal Lain Saat Akari Ketiduran.


"U-um^ Maaf Merepotkan…"


"Ti-tidak… Sebentar Lagi Kita Sampai. Aku Tau Tempatnya"


Haruka Masih Menggendong Akari Yang Baru Bangun, Dan Mengantarkannya Sampai Rumah Neneknya


[7]


"Ibu! Aku Pergi Keluar Ya!!"


"Haik, Jangan Sampai Malam Ya"


"Haaikk! Aku Berangkat!"


Akari Keluar Dengan Semangat, Ntah Apa Yang Ia Ingin Lakukan.


[8]


Pada Malam Hari, Sakurako, berjalan Sendirian Di Sebuah Jalan Yang Cukup Jauh Dari Rumahnya. Dengan Baju Biru Gelap Dengan belang Biru Cerah, Syal Abu Dan Celana Selutut Dengan Kaus Kaki Hitam.


Ia Berjalan Jalan Tanpa Tujuan, sambil Bersiul.


"*Fuh *Fuh *Fuh…… Are?"


Sakurako Melihat Sekeliling, Tidak Ada orang Lain, Jalanan Kosong dan Hanya ada Dirinya.


"Aku…… Sendirian…… Dimana ini??"


Ia memasang Wajah Kebingungan, Bukan Wajah Panik Karna sudah Malam, dengan beberapa Lampu Jalan, Ia Melihat Seseorang Yang Memakai Pakaian Olahraga, Dengan Campuran Warna Putih, Biru Cerah, dan Biru Gelap, Diujung Jalan.


"Ada Orang… OOOYY!!!!!"


"…………"


Orang Yang Memegang Tas Tersebut, melihat Sekeliling, Kiri Dan Kanan, Dan Pada Akhirnya Ia Menunjuk Kedirinya Sendiri Dengan Wajah Bingung Dan Agak Kesal.


"OYY!!! Orangraga!!"


Menyadari dirinya Dipanggil Orang Olahraga Dimalam Hari, Ia Mendekati Sakurako.


"Ada Apa? (Ni Orang……)


"Aku Tersesat…"


"Jadi…"


"Bisa bantu Aku?"


"Tidak"


"KEJAM!!"


Orangraga Kejam Ini Meninggalkan Sakurako, Namun Sakurako Berbalik Ke Arahnya Dengan Wajah Serius.


Lalu Melompat Ke Arahnya Dan Memegang Kakinya.


"TOLONGLAH!!! Aku Tersesat!!!!"


"Tidak"


"TOLONGLAH!! Aku Yakin Tidak Jauh!!!"


"Kalau Kau Tersesat, Kenapa Kau Tau Kalau Tempatmu Dekat?!"


"DI DEKAT PERUMAHAN ****"


"Uh?"


"Eh?"


Mereka Berdua Diam.


"Bilang Dulu… Anak Tersesat Itu Pertama tama harus Mengatakan Tujuannya"


"Aku Bukan Anak Anak!! Aku Anak SMP!!"


"…… Kebetulan aku Tinggal Didekat Sana, Jadi Kau Harusnya Tau……"


"Buh… Nyebelin"


"Mau Kutinggalkan?"


"Aku Mohon Jangan…"


Mereka Berjalan.



"Oh ya, Namamu Siapa?"


"Sawamatsu Tarou, Dari Smp Seiri Kelas 1 - B Dari Klub Sepak Bola Dan Tinggal Didekat Perumahan ***"


"…Eh…… Jadi Namamu… Sawamatsu Seiri Ya"


"Pikiranmu Lambat Juga… Sawamatsu Ta-Rou"


"Ah, Sawamatsu Tarou Ya… Um Um^, Aku Oomuro Sakurako! Salam Kenal…"


"Ah… (Sudah Kuduga…) … Sudah Sampai Tuh, Yang Itu Kan?"


Tarou Menunjuk Ke Bangunan Yang Cukup Dekat.


"Jaa, Mata (Sampai jumpa)"


Tarou Membuka Gerbang Kecil Dari Besi Dan Masuk Kebagian Rumahnya, ia Memperhatikan Sakurako Dari Pintu Depan, dan, Tepat Didepannya, Sakurako Masuk Ke Rumah Yang Ada disebrang Jalan Dari Rumah Sawamatsu Tarou.


(Oomuro Sakurako, Anak Terbodoh Dari Kakak Dan Adiknya… Malahan Adiknya Yang Masih Kelas 4 Sd Lebih Pibtar Dari Dia……)


[9]


"Ah, Selamat Pagi…"


"Pagi, Naru-kun…"


(Aku Benar Benar Berusaha Keras Untuk Melupakan Tentang Tadi Malam, NARU-KUN DASAR!!!!)


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]