Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Satu Hari



Chapter 19: Satu Hari


[1]


'Ne… Nanti Hari Sabtu Ada Urusan Tidak?


Kalau Tidak Ada, Maukah Kamu Datang Ke Rumahku? Yaahh, Walaupun Aku Bingung Mau Melakukan Apa…'


'Bagaimana Kalau Main Ke Luar, Karaoke Misalnya, Atau… Aku Juga Bingung Mau Kemana'


'Nah, YOSH, KITA NANTI KE TEMPAT KARAOKE… Kalau Begitu…… Dimana Tempatnya?'


'Di Dekat Perkotaan, Di **************,


Mungkin Maksimalnya sekitar 8 Orang'


'Delapan, Sepertinya Cukup, Tapi Mana Mungkin Hanya Perempuan.'


'Tentu Saja Aku Akan Mengajak Teman Temanku Juga, Jadi Kita Bawa 3 Masing Masing Teman Kita, 3 Dariku Dan 3 Darimu. Kalau Aku Datang Sendiri, Memang Tidak Mustahil Kalau Nanti Aku Jadi Harem'


'Baiklah, Tapi Bukannya Kau Sudah Memilikiku? Tidak Bersyukur Sekali'


'Baik Baik, Aku Akan Tetap Memilihmu, Jangan Marah'


(AAHH!! Ntah Kenapa Alurnya Jadi Ke Jalur Lain Gara Gara Aku Ngomong 'Harem!'. Huuuh…… Mungkin Aku Akan Mengajak…… Noru, Mizaki, Dan Kase… Mungkin, Tapi Bukannya Ishii Dekat Dengan Kase, Apa Dia Bisa Datang Ya?)


'Oy, Ishii, Apa Kau Mau Ikut Ke Karaoke Sabtu Nanti?'


'Sabtu Nanti Aku Ada Pekerjaan Sampingan, Maaf Aku Tidak Bisa Ikut'


'Begitu Ya, Baiklah'


Kashima Tawaka, Saat Ini Di Malam Hari, Selasa 30 Oktober, Sedang Duduk di Kasurnya Dan Memegang Ponsel Hitamnya, Dan Berchattingan Lewat Mail.


'Eh, Maaf Waka-kun, Sepertinya Kali Ini Tidak Bisa, Mungkin Lebih Baik Nanti'


'Begitu Ya, Yaaah…… Sebenarnya Aku Juga Cukup Ragu Untuk Awal November Nanti, Jadi Mungkin Kita Bisa Kesana waktu Liburan, Tentunya Berdua'


'Kalau Mau Mesum, Bilang Saja'


'Baiklah! Kita Bisa Melakukannya Di Rumahmu Hari Sabtu Ini'


'Eeehh!! Itu Terlalu Cepat Untukku, Jadi Tidak Usah Terburu Buru Melakukannya… Ya?'


'Hhhhmm…… Baiklah, Dimengerti Komandan!'


'Umu… Sekarang Tidur Lah!!'


'Ini Masih Jam 7, Aku Belum Mengantuk'


(Yaah, Sekali Kali Jujur Juga Tidak Apa Apa Lah)


Kashima Memasang Muka Lega Ketika Berpesan Dengan Pacarnya Yang Sikapnya Membingungkan.


Kashima Lalu Mencolokkan Suatu Kabel Ke Bagian Bawah Ponselnya Dan Menaruhnya Di Meja Dekat Kasurnya Lalu Menyelimuti Dirinya Dengan Selimut, Kemudian Berusaha Tidur Karna Perintah Dari Komandannya, Toshinou Kyouko.


[2]


"Jadi… Kenapa Malah Kau Yang Datang Ke Rumahku?"


Kashima Berbicara Di Depan Pintu Rumahnya Pada Seorang Gadis Berambut Pirang, Memakai Baju Dalam Abu Abu Gelap Dan Jaket Merah Muda, Lalu Rok Coklat Terang Dengan Kaus Kaki Panjang Se Lutut, lalu Tas Selendang Merah Sedang. Pada Siang Hari Tanggal 3 November


"Bukannya Selasa Kemarin Aku Sudah Bilang Ya?"


"Kan Katamu Sendiri Nggak Jadi, Lagian Aku Yang Bilang Kalau 'Aku Yang Pergi Ke Rumahmu' Bukan Kamu Yang Datang Kerumahku"


"Eehh, Sudahlah, Kenapa mempermasalahkan Hal Itu?"


"Satu Hal Lagi, Dari mana Kamu Dapat Alamatku?!"


"Aku Menanyakannya Pada Si Wajah Datar-San"


"Noru Ya, Baiklah…"


"…… Uh?"


"……… YOSHAAA!!!! CEPAT MASUK!!!"


"Eeehhh!! Kenapa Kamu Jadi Semangat!!!"


"Soalnya…… Yang Penting Kan Ada…… OPPAA- Ugh!!!"


Kashima Di Pukul Di Bagian Perut Dan Langsung Meringkuk Memegangi Perutnya Di Lantai.


"…… Nah Nah, Ayo Masuk…"


Kyouko…… Melewati Kashima Si Pemilik Rumah Saat Ini Yang Sedang Meringkuk Menahan Sakit Lalu Langsung Naik Ke Tangga Yang Terlihat Dari Pintu Depan


"Oy…… Ba- Bantu Aku Dulu"


Kashima Dengan Wajah Mengenaskan Melihat Kyouko Dengan Seenaknya Naik Ke Lantai Dua.


[3]


"Nih……"


"Wwooh, Makasih…"


Kashima Datang Ke Kamarnya Dengan Membawa Jus Jeruk Di 2 Gelas Dan Menaruhnya Di Laci Dengan Bagian Atas Yang Cukup Lebar Di Dekat Kasur


"Kenapa Malah Aku Yang Jadi Babu!"


"Uh? Akukan Tidak Memintamu"


Kyouko Duduk Di Kasur Kashima Yang Berada Di Samping Jendela, Kyouko Dengan Nyamannya Masuk Ke Ruangan Yang Bisa Dikatakan Pas Dengan Kasur Untuk Seorang, Dan Lemari Baju Yang Menempel Di Dinding.


Dengan Laci Yang Bagian Atasnya Lebar Dan di Taruh Ponsel Pintar Yang Sedang Di Charge. Dan Poster Dari Anime Shounen.


"Uuuuhhhh…… Eh, Darimana Kamu Tau Kalau Ini Kamarku? Seenaknya Sekali Kau Masuk Duluan…"


"Uhhhmm… Aku Membuka Semua Pintu Dan Melihat Ruangan Penuh Poster Ini, Lalu Memyimpulkan Kalau Ini Kamarmu"


Kyouko Menaruh Gelas Minumnya Ke Atas Laci Lebar Dan Membiarkan Badannya Terjatuh Ke Kasur Biru Cerah Tersebut.


"Uh, Simpel Sekali… Karna Hal Itu…"


"……Uh?"


Kyouko Bangun Dan duduk.


"Hehe…… HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!"


"Eh, Kenapa??!!!?! Ada Apa Ini!!?!?"


"KAAU!! KAU AKAN MENDAPAT HUKUMAN!!!! Mwehehehe-, Ehem Ehem, Maaf Aku Bercanda"


"…………………"


"…………… Oy! Aku Beneran Bercanda, Jangan Melihatku Dengan Mata Kesal Seperti Itu"


"………………"


Kyouko Tetap Menatap Kashima Dengan Tatapan Datar.


"Hhhhmmmm…… Coba…"


Kashima Mendekati Kyouko Yang Tengah Duduk Diam Dikasurnya Lalu Berjongkok Di Depan Kyouko.


"……………"


"……………"


"……………"


"………uh~…"


Kyouko Tiba Tiba Mengeluarkan Desahan Kecil Saat Melakukan Lomba Tatap Mata Dengan Kashima Yang Berjongkok Didepannya, Kyouko Memasang Wajah Dengan Pipi Merah Lalu Memalingkan Pandangannya Ke Lemari Dikanannya,


(Anak Ini… Uuummm…… Sepertinya Memang Mau Dihukum Ya)


Kashima Kemudian Bangun, Lalu Duduk Di Samping Kiri Kyouko Yang Masih Memalingkan Wajahnya.


Kashima Perlahan Mencapai Pundak Kyouko Dan Perlahan Menarik Melepas Jaket Merah Muda Kyouko.


Saat Merasa Jaketnya Menurun, Kyouko Kemudian Mencapai Tangan Kanan Kashima Dengan Tangan Kanannya Dan Membuatnya Melepas Pegangan Dari Jaketnya Lalu Menaruhnya Ke Kasur.


(Uh? Kenapa Ini?)


Kyouko Kemudian Kembali Melihat Ke Depan, Bukan Ke Kashima Yang Berada Di Kirinya.


Ia Melepas Jaket Pinknya Tersebut Lalu Membiarkannya Di Kasur


"……………"


"………… ano… Kyouko-san, Kamu Kenapa??"


"………… HAHAHAHAHAHA!!!!! Kena Kau Tawaka-kun!!!"


"Tidak, Apa Maksudmu Kena?"


"HAHAHAHAHA- Mari Kita Lupakan Kejadian 2 Menit Yang Lalu… Lagian Apa Yang Kau Harapkan Dari…"


Kyouko Tertawa Terbahak Bahak Dengan Wajah Puas, Tapi Kemudian Wajahnya Berubah Ke Wajah Biasa Seperti Tidak Terjadi Apa Apa. Saat Ini, Kyouko Terlihat Hanya Memakai Baju Kaos Pendek Abu Abu Gelap Yang Terdapat 2 Kancing Di Bagian Leher Yang Tidak Dikancingkan


"Dada Se… Gini"


Kyouko Bergaya Seperti Merapatkan Tangannya Dari Depan Bawah Dan Menekan Dadanya Supaya Lebih Terlihat Sambil Menundukkan Badannya Kedepan.


Lalu Bergaya Seperti Meraba raba Dadanya Dari Bawah Dan Seperti Mengangkat Angkatnya


"Ugh……… Aku… Malah Menghina Diriku Sendiri"


"……"


Kyouko Langsung Berlutut Tersedih Sambil Memeluk Dirinya Sendiri.


"Mm… Kyouko… Menurutku……"


"Uh? a-apa Ini Sudah Cukup!?!?!?"


"Tidak Cukup, tapi Gaya Tadi…… Sungguh Menggoda!!"


Kyouko Melihat Kashima Yang Masih Duduk Dan Memberi Ibu Jari Pada Dirinya, Sementara Darah Mengalir Secara perlahan Dari Hidungnya.


"Eh, Aduh"


Saat Kashima Menyadarinya, Dia Langsung Menadah Tetesannya Dengan Tangan Kirinya Dan Tidak Melihat Kyouko.


Lalu, Kyouko Mendekati Kashima Dengan Beberapa Lembar Tisu Dari Laci Lebar Dan Memberikannya Ke Tangan Kanan Kashima Yang Masih Panik.


(Harus Kah Aku Memintanya Untuk Membersihkan Hidungku?)


"aku Katakan Saja, Aku Tidak Mau Membersihkan Hidungmu, Ntah Kenapa, Menjijikan"


"Kejam Sekali! Padahal aku belum mengatakannya!"


"Haaaahhh…… Keluargamu Pada kemana? Kita Ribut Begini, Tidak Ada yang Menegur?"


"Ah, Ayahku Bekerja, Dan Ibuku Ada Acara Dengan Tetangga"


"Waaaww…… Kondisi Yang Sempurna untuk Datang"


"Apa Yang Kau Katakan!"


"Huh, Padahal Aku Hanya Diam (Bohong Sih)…… Yah, Apa Disini Ada Sesuatu Untuk Dimainkan?"



"Kenapa Kita malah Main Ini!?!?"


"Yah, Bukannya kau Sendiri Yang Mengajakku, Kan Kamu Sendiri Yang Bawa!"


"Ugh"


"Lagian Untuk Apa juga Kita Kumpul Kebo Tidak ada Kerjaan Dirumahku! Kita Malah Main Kartu Pula! Permainan Ini Tidak Bisa Dimainkan Dua Orang! Kau Tau!?!?"


Kashima Bangun Dari Kasur Sambil Melempar Tumpukan Kartu Ke Kasur, Kyouko Duduk Dengan Santainya Dikasur Dan Memegang Beberapa Kartu Dan Tumpukan Kartu Lain Di Kasur


"Ah, Iya! Aku Baru Ingat Tujuan Lainku Datang Kesini!"


"Terus Apa Tujuan Utamamu?!?"


"Aku Ingin Belajar, Karna Tenggak Waktunya Hari Senin Nanti, Dan Teman Temanku Tidak Mau Membantu!"


Kyouko Mengeluarkan Buku Daru Tasnya Dan Memperlihatkan, Soal Soal Didalamnya.


"BELAJAR, LAH BEGO!!!………… *Huft"


"………*Hiks *Hiks, Kejam!"


"Baiklah, Akan Ku Bantu"


"YOSSSHHAAAA!!!!!!!"


"………………… (Sumpah, sebenernya Mau Ngapain Sih Kesini!?!?)"


[4]


"Oh Iya, Waka-kun, Bukannya Kau Selalu Semangat Di Depan Si Wajah Datar-san, Tapi Kenapa Didepanku, Sikapmu Malah Ganti?"


"Sikapku Padamu Itu Akan Berbeda, Karna Kamu Itu Istimewa Bagiku……"


"Uuh………"


Kyouko Menatap Kashima Yang Duduk Di Kursi Dari Meja Belajar Di Pojok Ruangan Dengan Muka Malu.


"Tadinya aku Ingin Bilang Begitu, Tapi Sepertinya Tidak Jadi"


"……Aahh, begitu Ya…"


"Uum? Maksudnya??"


"Tawaka-kun, Suka BL Ya?"


"…………"


"Itte!! (Aduh!)"


Kashima Membawa Buku Tulis Didekatnya dan Langsung Melemparnya Ke Arah Pacarnya Yang Masih Diam Dengan Tangannya Yang Menunjuk Ke Atas dan Wajah Senyum Hehe.


~


Kyouko Langsung Membaringkan Badannya di Kasur Yang Kurang Empuk Ini Dengan Kakinya yang Masih Dibawah.


"Uuhhh…… Bosan Sekali Ya……"


"Uh-huh, Benar…… Padahal Tadi Lagi Belajar, Belum Juga 2 Menit, Sudah Bosan…"


Kashima Menatap Kyouko Dari Pojok Dengan Mata Datar Yang Jarang Ia Gunakan, Ia melihat Kyouko Menaruh Lengannya Di Bagian Mata Agar Sinar Matahari Tidak Melintas.


Ruangan ini Sunyi Beberapa Saat, Dengan Suara Dari angin Sejuk Yang Melewati Jendela Yang Sedikit Terbuka, Dan Pemandangan Yang Diinginkan Kashima, yaitu… Pantsu


(Setidaknya, Aku Ingin Bisa Melihat Warnanya, Kumohon!!)


Kyouko Kemudian Mengangkat Kakinya Ke Atas Kasur Dan Mencari Dan Menarik Bantal Dari Ujung Kasur.


(Yaah~~ Padahal Itu Sebent-)


Kashima Bergaya Seperti Orang Menyesal, Namun Saat Dirinya Melihat Pacarnya sedang Berbaring Dengan Mata Tertutup, Membuat Dirinya Membeku.


(Dia…… Tidur?)


Kashima Mendekati Memperhatikan Kyouko


Dari Dekat, Sambil Mencoba Duduk Di Samping Bagian Muka Kyouko.


(……… Kawaii Na…… [Imut Ya……], Tak Kusangka Aku Punya Gadis Se Imut Ini Didekatku Saat Ini……… Walaupun Dia Bodoh Sih)


Kyouko Berpose Seperti Bayi, Dengan Rambut Panjangnya Yang Menutupi Mata, Kashima Dengan Pipi Merah, Perlahan Membukanya, Dan Melihat Setengah Wajah Kyouko Yang Tertidur Sambil Bernafas Dengan Tenangnya.


(……… Ugh…)


Kashima Melihat Dari Ujung Rambut Sampai Ke ujung Kakinya


(Ramping, Tidak Kurus Dan Tidak Gemuk… Boleh Kukatakan… Sempurna… Kan?)


Namun. Kashima Saat Ini Terfokus Ke Satu Titik.


Dia Melihat Dada Kyouko, Yang Saat Ini Dilihat Dari Samping. Dia Terus Memperhatikannya…… Lalu… Niat Jahatnya Keluar.


Kashima Mengangkat Lengannya Dan Melewati Tangan Kyouko, Dia Mulai Mencapai Bagian Dada, Dan Menghentikan Gerakannya.


(Tidak… Aku… Tidak Boleh Melakukannya… Untuk Saat Ini Sih)


Kashima Menarik Niatnya Lalu Bangun Dan Duduk Di Meja Belajar Dipojok Ruangan. Lalu Membuat Tangannya Menjadi Bantal Sambil Memperhatikan Kyouko Yang Tertidur.


[5]


"…ngun Tawaka-kun… Oy!"


Sebuah Buku Yang DiGulung Melayang Ke kepala Kashima.


"OOOYY!! Mau Seberapa Lama Kau Tidur!! CEPAT!!! Ada pertempuran!!!"


"Uh- AH, HAAIKK!!! Komandan!!"


Kashima Langsung Bangun Dan Berdiri Tegak Sambil Hormat Tentara Di Depan Seorang Gadis Yang Memikul Buku Tulis Yang Digulung.


Sesaat Kemudian, Kaki Kashima Melemas Dan Kashima langsung Duduk Dilantai Dengan Muka lemas.


"Aaahhh~~~"


"Eh?"


Kyouko Mendekati Kashima Yang Duduk Seperti Dalam Pose Dogeza (Sujud).


"Hora, Ini Minum Dulu!"


"Ah, haik, Terimakasih"


Kyouko Memberikan Segelas air Dengan Warna oren Pada Kashima.


"Uhh…"


Kashima Duduk Lesehan Dengan Kyouko Yang Menaruh Buku Dimeja Belajar.


"Huh? Jam Berapa Sekarang??"


"Jam 4 Sore"


"Eeehhh!!!! Bukannya Kalau Begitu Ibuku Sudah Pulang!!?!?!"


"Ya-yaaah, Sudah Pulang Sih, Tadi Dia Belum Kesini, Jadi Aku Mau Pamit Pulang, Maaf Juga Karna Tiba tiba Tidur Disini"


"Aah, Tidak Apa……… Yaah, walaupun Aku Juga kaget, Waktu Melihatnya (Kau Imut Sekali!)"


"Begitu Ya, Uh-huh"


Kyouko Kemudian Membawa Tasnya, Dan Membuka pintu, Lalu Kashima Mendekatinya Lalu Memimpin Jalan.


Menuruni Tangga, dan Sampai Di Pintu Depan.


"Yaahh, Walaupun Kita Tidak Melakukan Apapun, Mungkin Nanti Kita Bisa Jalan Jalan"


"Uh-huh, aku Akan Menunggu"


"……Hup"


Kyouko Yang Baru Memakai Sepatu, Berbalik, Lalu Melompat Ke Arah Kashima Sekaligus Memeluknya Sebentar Lalu Melepaskannya Lagi.


"Jaa, Dadah!"


"uh, Sampai Jumpa!"


Kyouko Membuka Pintu Dan Keluar lalu Menutupnya.


(Eeh…… Perasaan Tadi Dia Memakai Jaket…… Eh, Ketinggalan!!?!)


Kashima Langsung Berlari Ke Lantai Atas Dan masuk Ke kamarnya, lalu Melihat Lihat Di Kasur Dan Menemukan, jaket Pink Yang Dipakai Pacarnya dan Langsung Keluar Lagi.


Kashima Membuka Pintu Lalu.


"OY!! Kyouko!! Ini Jaket………mu"


Ia Tidak Melihat Kyouko Yang Barusan Pergi.


[6]


Sesaat Setelah Kyouko Menutup Pintu, Ia Langsung Berlari Secepatnya Menjauhi Tempat Itu, Lalu Bersembunyi Di Suatu Sudut.


(Mungkin…… Itu… Cukup…Kan?)


Kyouko Memikirkannya dengan Pipinya Yang Merah Dan Muka Puas Dan Bahagia


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]