
Chapter 43: Tahun Baru Pertama Mereka
[1]
Pagi Hari, Sabtu, 29 Desember.
(Aku Jadi Benar Benar Tidak Ada Kerjaan Di Akhir Tahun Begini…… Aku Pulang Kerumah Saja Lah)
Noru… Yang Daritadi Merebahkan Dirinya Di Kasur, Bangun Dan Mengeluarkan Tas Dari Lemari Yang Ada Di Sisi Ruangan…
Ia Memasukkan Beberapa Baju Dan Jaketnya Ke Tas Gendong Hitam.
"Aku Berangkat"
Noru Menutup Pintu Kamarnya Dan Menguncinya, Kuncinya Pun Dimasukan Di Tas Di Saku Yang Kecil.
Ia Mengenakan Parka Hijau Gelap Panjang Se Pahan Dengan Bulu Hitam.
Dan Celana Hitam, Baju \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Juha Warna Putih, Ia Juga Mengenakan Syal Biru Gelap…
Ia Berjalan Pergi Ke Tangga Diujung Lorong Dengan Memasukkan Tangannya Ke Saku Jaket
\[2\]
Noru Turun Di Halte Bus, Dan Langsung Berjalan Ke Kanan, Lalu Sampai Disebuah Rumah Dengan dinding Abu Abu Se Dada Noru, Rumah 3 Tingkat, Garasi Yang Di Atapi Dengan Lantai 2 Dan Lantai 3 Yang Luasnya Lebih Sedikit, Noru Membuka Pintu Pagar Besi Di Bagian Depan, Lalu Mendekati Pintu Depan

Ia Pun Menekan Bell Di Samping Pintu.
"……"
"Haaiiik"
Suara Gadis Kecil Dan Pintu Terbuka.
"Ah, Onii-san…"
"Aku Pulang"
"Selamat Datang Kembali"
"Uh…^"
Noru Kemudian Masuk Ke Dalam, Sambil Mengelus Rambut Coklat Gelap Miki Yang Diikat Twin Tail, Miki Mengenakan Baju Set Katak Berwarna Kuning Cerah Dan Kuning Gelap.
Miki Mengikuti Noru Dari Belakang Ke Ruang Tengah.
"Ayah Dan Ibu Dimana?"
"Ibu Ada Di Lantai 3, Sedang Mencari Barang Kenang Kenangan, Kalo Ayah Tadi Sedang Nonton TV"
Noru Membuka Pintunya, Dan Melihat Ayahnya Yang Menahan Tawa melihat Layar TV Besar, Penampilan Ayahnya Terlihat Di Umur 35\+ Namun, Tidak Ada Keriput Diwajahnya… Postur Badannya Cukup Terlihat Atletis. Rambut Ayahnya Sendiri, Masih Cukup Hitam Mengingat Umurnya, Dia Mengenakan Baju Hijau Dan Celana Coklat.

"Aku Pulang"
"Hahaha"
Noru Mengabaikan Ayahnya Yang Masih Tertawa, Tak Mendengar Salam Anaknya.
"Ayah, Umurmu Dan Sikapmu Tidak Sinkron"
"Aduh, Tak Sopan Sekali Kamu Miki… Hatiku Hancur Lho"
"Jangan Membuat Drama, Onii-san Sudah Pulang"
"Oh, Selamat Datang Kembali Noru-kun"
"Haik, Aku Pulang, Lagian Aku Sudah Bilang Barusan"
Noru Menaruh Tasnya Di Sofa, Dan Pergi Ke Bagian Dapur, Membuka Kulkas Hitam Mengkilap Dan Mengambil Botol Air Oren.
"Aku Juga Mau"
"Tunggu"
Noru Meneguknya, Lalu Memberikan Botolnya Pada Miki.
Inilah Suasana Di Rumah Keluarga Aika.
\[3\]
31 Desember, Jam 8 Malam.
"…… Kenapa Kau Disini?!"
"Heehh? Tidak Apa Lah, Aku Benar Benar Bosan Karna Himawari Sedang Tidak Ada…"
"Furutani-san Ya…aku Jadi Kasihan Padanya… Pasti Dia Kerepotan"
"Maah Maah, Jangan Pikirkan Himawari"
Tarou Duduk Diam Di Sebuah Restoran Bersama Sakurako, Ntah Karna Alasan Apa, Tapi…
\*Beberapa Saat Yang Lalu…
"Gah… Malam Tahun Baru Di Restoran Cepat Saji…… Kelihatannya cukup Tidak Ada Hubungannya…"
Tarou Membawa Nampan Dengan Burger, Kentang Goreng Dan Botol Plastik Merah Berisi Milkshake Vanilla.
"Woh! Bukannya itu Sarou!!"
Sakurako Yang Tengah Jalan Jalan Dimalam Tahun Baru Dan Berniat Terus Membuka Mata Sampai Pukul 00:00, Melihat Ke Dalam Jendela, Jendela Besar Dari Restoran Cepat Saji.
Ia Melihat Tarou Yang Memegang Burger Dengan Kedua Tangannya, Lalu Langsung Lari Masuk Ke Dalam.
Sakurako Datang Dengan Membawa Nampan Berisi Kentang Goreng Dan Botol Plastik Merah Berisi Cola.
Iapun Duduk Di Sebrang Tarou… Begitulah Situasi Ini Tercipta
*Saat Ini…
"Omong Omong, Kau Lagi Apa Disini?"
"…… Menenangkan Diriku Di Sini…"
"Heeh, Orang Serius Sepertimu Mau Tenang, Bup Bup, Kau Hanya So So an"
"Kau Keterlaluan Ya"
Tarou Memakan Burgernya. Ia Mengenakan Kemeja Hijau Dengan Dalaman Hitam, Lalu Celana Jeans Biru Panjang, Agar Tidak Kedinginan, Dia Memakai Syal Putih.
" Kau Sendiri Mau Apa Kesini?"
"Aku Tadinya Berniat Ke Kuil, Nunggu Tahun Baru Sambil Makan Makan, Tapi Saat Kesini Aku Melihatmu, Jadinya Makan Makannya Dipercepat"
"A Sou (Begitu) Aku Yakin Kalau Kau Akan Ketiduran Ketika Tahun Baru Di Kuil…"
"Buuh!! So Tau Sekali, Asal Kau Tau Saja, Aku Su-"
***
Di Kuil, 23:59.
"Tuh Kan Kau Tidur"
"*zzzz"
"………"
"*zzzz"
"…… (Aku Tadinya Mau Meninggalkannya, Tapi Kalau Aku Meninggalkannya, Pasti Aku Ditanya Tanya Sama Adik Kakaknya……)"
Tarou Membayangkan, Skenario Pertanyaan Yang Diberikan Adik Dan Kakak Sakurako
*Versi adik.
"………"
"………"
*Si Adik Tidak Bertanya
*Versi Kakak.
"Ah, Tarou-kun, Apa Kau Melihat Adikku Waktu Malam Tahun Baru?"
"Tidak Tuh"
"Uh…"
Dan Tarou Berpikir, (Nadeshiko-san Pasti Akan Berpikir 'Aku Memang Tidak Terlalu Peduli Padanya, Tapi Dia tetaplah Adikku, Sepertinya Aku Harus Mencari' takutnya Dia Bilang Begitu, Aku Jadi Kasihan…… Aku Bawa Saja Lah)
Tarou Terpaksa Ikut Karna Sakurako Memaksanya, Dengan Alasan 'Lebih Baik Bersamaku, Itupun Agar Kau Tidak Terlihat Jomblo' walaupun Pada Akhirnya, Sakurako Mengejek' DASAR JOMBLO!!!!'
Tarou Kemudian Menjongkokkan Dirinya, Ke Depan Badan Sakurako Yang Tertidur Di Kursi Umum Di Daerah Pinggiran Kuil.
Setelah Berusaha… Sakurako Akhirnya Naik Ke Gendongan Punggung Tarou, Jaket Kuning Cerah Sakurako Menempel, Dan Rok Putihnya Terbawa Angin.
"Sialan, Ni Anak Berat"
"*zzzz"
"Tidak Bangun Bangun… Merepotkan Saja"
Tarou Kemudian Membawanya Turun Dari Kuil, Membawanya Sampai Ke Rumah.
Selasa, 1 Januari, 00:43.
"Gah… Huuff, Haahh… Sialan… Aku Kecapean…"
Karna Hampir Mencapai Batas Kekuatannya, Tarou Kemudian Mencari Kursi Umum, Lalu Mendudukkan Sakurako Yang Masih Tertidur Pulas.
"(Sialan…… Harusnya Sebentar Lagi Sampai… aku Harus Bertahan, Punggungku Sudah Sakit, Aku Gendong Dari Depan Saja Ya?)
Bel Dari Rumah Keluarga Oomuro Ditekan, Beberapa Saat, Tidak Ada Respon… Ditekan Lagi Beberapa Kali, Dan Setelah 3 Menit Menunggu, Akhirnya Pintu Terbuka.
"haik… Siapa Ya-"
"Aku Mau Minta Tebusan Untuk Anak Menyebalkan Ini"
"Ah, Tarou-kun, Ok, Minta Berapa?"
"Sebotol Air Jernih"
"Ok, Masuk Saja Dulu"
Nadeshiko, Membiarkan Tarou Masuk, Tarou Menggendong Sakurako Bagai Penculik Di Pundaknya, Kepalanya Ada Dibelakang.
Nadeshiko Membawa Tarou Ke Ruang Tengah, Lalu Tarou Meletakkan Anak Yang Diculik Di Sofa Panjang, Tarou Juga Duduk Di Dekat Kepala Sakurako.
"Maaf, Dia Pasti Sangat Merepotkan, Dia So Soan Ingin Menunggu Tahun Baru DiKuil, Tapi Malah Ketiduran, Aku Benar Benar Minta Maaf"
"Aku Tidak Akan Bilang 'Tidak Apa', Dia Memang Merepotkan"
"Haha, Jujur Seperti Biasa… Aku Cukup Suka Orang Yang Jujur"
"Aku Juga Tidak Mau Nadeshiko-san Dianggap Shotacon Karna Aku, Jadi Kumohon Berhentilah"
"Kalau Itu, Mungkin Aku Harus Memukulmu Satu Kali, Aku Bawa Air Dulu"
"Huh^"
"(Cukup Menarik, Tarou-kun Ini, Dia Tidak Dapat Menahan Perkataannya)… Ini, Aku Sudah Bawa Sebo… Tol"
Nadeshiko Kembali Dari Dapur, Baru Mebgambil Sebotol Air Dingin, Lalu Melihat, Tarou Yang Duduk Ketiduran Di Sofa Dengan Sakurako Di Sampingnya Yang Terbaring Di Sofa…
"Huuhh……"
[4]
'Bagaimana Bagaimana? Apa Kau Tertarik? Yah, Bilang Saja Kalau Kau Tidak Dapat Menahan Ngantuk Dan Takut Ketiduran, Makanya kau Berniat Menolak Ajakanku'
'Kenapa Kau Selalu Tau!! Baiklah, Aku Terima Ajakanmu, Tempatnya di Bagian Bawah Kuil Di Sana'
'Haik! Terimakasih Banyak!!'
"Nee-san, Aku Mau Keluar"
"Uh? Kenapa? Ini Sudah Malam Lho… Apa Kamu Mau Ke Kuil?"
"Uh^ Boleh?"
"Tidak Apa Kok ^_^. Apa Disana Ada Temanmu?"
"Eh? A-ada, Kalau Begitu Aku Mau Siap Siap Dulu…"
Chizuru… Mengganti Baju Santainya, Dengan Baju Putih Yang Panjangnya Menutupi Paha, Jaket Kancing Biru Cerah Dan Celana Krem Panjang, Karna Sudah Semakin Dingin, Ia Memakai Syal Merah Gelap Dan Sarung Tangan Hitam, Dia Juga Membawa Tas Jinjing Coklat Gelap.
Chizuru Membuka Pintu Depan, Di Pukul 21:17.
"Uh? Yo Chizuru-san!"
"Ugh……"
Chizuru Mendekati Seorang Lelaki Yang Berdiri Didepan Tangga, Lelaki Tersebut Mengenakan Hoodie Abu Cerah Dan Celana Hitam, Saat Chizuru Mengeluarkan Suara Kesal… Tiba Tiba, Ada Yang Menyentuh Pundaknya.
Chizuru Berbalik Ke Belakang Dan Melihat Lelaki Yang Barusan ia lihat Didepan, Sudah Ada Dibelakang…
"Hah!!!!"
(Ba-bagaimana Dia Bisa?!?!)
"Santai Saja Chizuru-san, Aku Ini Cukup Ahli Trik Ilusi Lh-"
Karna Kesal, Chizuru Mengepalkan Tangannya, Dan Mengarahkan Pukulannya, Namun, Tepat Saat Ia Berkedip, Pundaknya Disentuh Kembali.
Chizuru Berbalik Dengan Cepat, Dan Melihat Lelaki Yang Tadinya Ingin Dia Pukul, Ada Dibelakangnya Tiba Tiba.
"Cih cih cih, Tidak Bisa… Horrah, Jangan Marah Dan Ayo Pergi Ke Atas…"
"Geh, Dasar Tukang Sulap"
"Ahahaha, Jangan Memujiku Begitu~"
"Aku Tidak Memujimu!!"
Chizuru Melewati Kerumunan Kecil Orang Bersama Lelaki Bernama Souki Tersebut.
Mereka Berada Di Pinggir, Setelah Membeli Sesuatu Dari Kios Di Sekitar Kuil.
"Nih… Apel"
"……"
"Tidak Mau, Kalau begitu Aku Buang Saja"
Souki Memegang Sebuah Permen Apel Dengan Tusukan, Menanggapi Reaksi Chizuru Yang Diam Kesal, Ia Menjatuhkannya.
Chizuru Menyadarinya, Dan Langsung Berniat Menangkapnya Di Bawah, Namun. Secara tiba Tiba, Permen Apelnya Masih Berada Di Tangan Souki.
(HEEH??!!, Sumpah, Bagaimana Dia Bisa Melakukan Hal Itu?!)
"Ayolah, Ini!"
"Uh!"
Chizuru Mengambil Permen Apel Dari Tangan Souki…… Ia Menatap Permen Apel Merah Dengan Ragu… Lalu Ia juga, Dengan Ragu Memakannya.
(Oh, Ini Enak…)
Chizuru Lanjut Memakannya Dengan Lahap, namun Juga Sembunyi Sembunyi Dari Souki Karna Tidak Mau Dia Tau, Kalau Ia Menyukai Permen Apel Pemberiannya.
"woh, Souki, Kau Datang Ya!"
"Wooh, Kalian Juga Datang, Dasar, Kupikir Kalian Hanya Akan Tidur Di Kasur"
"Wo, Ada Pacarmu, Kami Tidak Akan Mengganggu Jadi Nikmati Waktu Kalian…"
"OK! Aku Yakin Dia Juga Pasti Meni-"
Chizuru Yang Berdiri Dibelakang Souki Yang Sedang Mengobrol Dengan Temannya, Chizuru Langsung Memukul Punggungnya, Namun Saat Memejamkan Mata, dia Ternyata Hanya Memukul Udara Dan Souki Ada Di Arah Lain…
(Guh! Aku Gagal Lagi)
"Seperti Biasa, Teknikmu Gila sekali Ya… Kalau Begitu Kami Duluan…"
"Oh^"
Teman Teman Souki Pergi…
"……"
"Mah… Tenang… Jangan Dibawa Serius, Dan Juga, Aku Masih Bingung Kau Marah Karna Apa……"
"…… Bagaimana Kau Bisa Menghindar Begitu, Padahal Aku Sudah Yakin Tepat Sasaran…"
"Waahh, Bagaimana Ya… Mungkin, Hanya Keluargaku Saja Yang Tau, Itupun Hanya untuk Menghibur Orang Lain Dan Membela Diri Bila Di Cegat Kang Copet"
"………"
"………"
"………"
*22:00
"Bisa kau Sebut Namaku?"
"Uh? Ogah…"
"Ayolah, Sekali Saja…"
"Tidak…"
"Buh…"
"Souki Rejima…"
Tepat Setelah Chizuru Mengatakan Namanya, Chizuru Merasa Kedua Pipinya Di Sentuh.
"Salah, Sebutlah Namaku Sambil Tersenyum"
Wajah Chizuru Memerah… Lalu Dengan Kesal, Chizuru Menepis Tangan Souki Yang Menyentuh Pipinya.
"Aah~ Tiidaak~~~"
Chizuru Melewati Kerumunan Orang, Menuju Ke Tangga Turun, Namun Dikerumunan Tersebut, Souki Muncul.
"Um Um… Kau Tidak Bisa lolos"
"*HMPH!"
Chizuru Mendaratkan Pukulannya Di Wajah, Ia Memukul Angin Dan Souki Ada Dibelakangnya, Memegang pundaknya.
"Terimalah Aku Bersamamu…"
Chizuru Mendengar Perkataan Lembut Dari Suara souki Dibelakang, Saat Berbalik, Souki Menghilang.
Chizuru Kebingungan Atas apa Yang Ia Dengar…
(Apa… Maksudnya Itu??……)
Chizuru Melihat Kerumunan Disekitarnya, Dirinya Tidak Menemukan Keberadaan Souki Dimanapun, Karna Tidak Mau Ambil Pusing,
Akhirnya, Chizuru Benar Benar Pulang.
(Pada Akhirnya, Aku Malah Bingung Karna Dia… Ah Sudahlah…)
Chizuru Berusaha Melupakan Kata kata Terakhir Yang Diberikan Souki Pada Tahun Ini, Namun, Ia Tidak Dapat Melupakannya.
"Are? Kenapa Sudah Pulang?"
"Temanku Menyebalkan"
"Waduh, Apa Kamu Bertengkar?"
"Dia Punya Kekuatan Aneh"
"aneh? Kekuatan?… Yaah, Pokoknya jangan Marah Marahan Ya"
"uh^"
(Aku Penasaran, Chizuru Jalan Sama siapa Tadi……)
Chizuru Kembali Pada Jam 23:12
\[5\]
Rabu, 2 Januari, Pagi Hari.
"Ooyy, Chinatsu… Mau Hatsumode Tidak…"
"Ah, Maaf… Aku Kedinginan…"
"(Katanya Mau Hatsumode Kemarin Kemarin…… Aku Boong Saja lah) Ah… Aku Mengajak Teman Perempuan, Jadi Mungkin Kami Hanya Akan Berdu-"
"AKU IKUUUTT!!!!"
Chinatsu Langsung Bangun Dari Kotatsu Dan Mengganti Bajunya.
"Dasar Tukang Boong"
"Karna Aku Ingin Bersamamu…… Mungkin?"
"Haik, Kejujuran Yang Hebat, Aku Juga jadi Menyukainya"
"Woh, Jadi Kau Sudah Jujur Ya… Aku Juga Menyukaimu"
"AP- KAU INI BILANG APA!!!!!"
Chinatsu Memeluk Jaket Kancing Ungu Gelap, Takut Pada Jujurnya Hagino.
"JANGAN JUJUR SEPERTI ITU!!!!!"
"eehh?!?! Terus aku Harus Bagaimana?!?!"
"Ya jangan Terang terangan!!"
Beberapa Orang Melihat Mereka Di Tangga Bawah Kuil.
\*Setelah Berdoa Di Kuil…
(Aku Berharap… Mungkin Kalau Langsung, Lebih Mudah Dipahami… Aku Berharap Chinatsu Lebih Terbuka Padaku… Tentu Saja, hal Yang Paling Ku Inginkan adalah Dapat Uang Banyak Supaya Tidak Merepotkan Keluarga Yoshikawa Lagi Dan Tinggal Sendiri Seperti Aika-senpai Yang Terkenal Itu)
Hagino Ntah kenapa, Bangga Pada dirinya Sendiri Karna Tujuannya, Coat Putihnya Tergerak Karna Hagino Yang Berjalan menuju Chinatsu, yang Sedang Mencoba Keberuntungan.
"Naru-kun Mau?"
"Coba"
"Na-naru-kun Dapat Apa?"
"Cukup Beruntung, Kamu?"
"Cu-cukup Beruntung…"
Hagino Mengintip Ke Kertas Yang Dipegang Chinatsu, Dan Melihat…
Lalu Ia memegang Kedua pundak Chinatsu Dari belakang.
"Jangan Terlalu Dipikirka-"
"JANGAN KASIHANI AKU!!!"
"Tadi Kamu Berdoa Apa?"
Hagino Berbicara Sambil Memegang Pipi Kirinya Yang Merah, Kesakitan.
"Aku… Ingin Dekat Dengan Senpaiku Disekolah!"
" (Ternyata Chinatsu Tipe Seperti Itu…… Aku Harus Mengusahakan Untuk Merubahnya Jadi Seperti Anak SMP Biasa)… Heehh…"
"Kenapa Kamu Terdengar Tidak Tertarik?"
"Karna aku Memang Tidak Tertarik…"
"Heehh……"
Mereka Pergi Ke Tangga Bawah, ditengah jalan Sebelum Tangga…
"Wooh, Aku Baru Sadar…"
"soal Apa?"
"Senpaiku Daritadi Ada didepanku…"
"Senpai? Uh…… Haah! Kyouko-senpai!?"
\[5\]
"\*Fuuhh, (Hari Kedua Juga Masih Cukup Ramai Disini)"
"Uoh, Kase-chan"
"Uh? Oh… Toshinou-san, Selamat Tahun Baru"
"Selamat Tahun Baru"
"Met Tahun Baru"
Kase Bertemu dengan kyouko, Yang Sendirian.
"Sendirian Saja?"
"Um^ Tadinya aku Mengajak Waka-kun, Tapi Dia Tidak Mau, Karna Dingin"
"Ahh… Itusih Sudah Pasti… Apa kau Sudah Berdoa?"
"Belom, Kalau Begitu Bareng Saja, Yo?"
"OK"
Kyouko Dan Kase pergi Ke Depan Kuil.
*Sesudah Berdoa…
"Setelah Ini, Mau Kemana?"
"Aku Tidak Lama Sih Disini, Jadi Mau Pulang Sekarang"
"begitu Ya, Oh, Bisakah Kau Memberitahu Alamatmu, Hanya Ingin Tahu Saja"
"Boleh, Ada Di…"
Kyouko Memberitahukan Alamat Rumahnya Ke Kase Yang Mengetik Di Catatan Di ponselnya.
~
"Sudah…"
"Uh… Kita Turun Saja…"
"Uh^ (Hoohh, Toshinou-san Ternyata Orangnya Akrab Sekali, Aku Jarang Bicara Padanya Sih… Pantas Saja Tawaka Menyukainya)"
Kyouko Dan Kase Berada Di Jalan, Menuju Tangga turun Bukit Pendek Ini…
Saat Mau turun…
"Kase-senpai!"
"Uh?… Woh, Hagino, Ciss"
Kase Berbalik Dan Melihat Hagino Memberi lambaian, Mereka Pergi Ke Bagian Pinggir.
"ah, Selamat Tahun Baru, Senpai"
"Aahh, Rasanya Senang Sekali Dipanggil Senpai… Selamat tahun Baru… Kau Sendirian Saja?"
"Tidak, Aku Bersama…"
Saat Hagino Bingung, Kyouko Muncul Dari Belakang Kase, memakai Jaket Non Hoodie Hijau Dengan Syal Biru, Lalu Rok Hitam.
"Uh? Chinatsu-chan? CHINATSU-CHAANN!!!!!"
Kyouko Berlari Ke chinatsu yang ada di belakang Hagino Dan Memeluk Meluknya.
"Kenapa Senpai Ada disini!?!"
"Yaah, Hatsumode Tidak Ada Salahnya Kan"
"Guh, Uh? Apa itu Pacar Senpai Yang Sering Senpai bicarakan"
"Uh? Aah, Bukan, Ini Hanya Teman, Kita Pernah Ke onsen Rame Rame Lho"
"EEH?!!"
"EEH?!!"
Hagino Dan Chinatsu Terkaget.
\*Ditengah Tengah Kejutan
"Ah, Hagino Naru-desu, Aku… Tinggal Di Rumah Chinatsu"
"Apaa!! Yah mungkin Karna ada Alasannya, aku Akan mengijinkanmu Untuk Ditinggal Dirumah Chinatsu-chan! Omong omong, Namaku Toshinou Kyouko, Calon Idol Dimasa Depan!!"
"Ah, Haik, Aku Tunggu Debut Idolmu, Toshinou-san"
"Ugh, Baru Kali Ini Aku Dapat Fans"
~~
"Ja-ja-jadi… Yu-yui-Senpai Ju-juga Ikut?"
"Ah^ Disana ada Pemandian Campurannya juga!"
"Ca-ca-ca, CAMPURAN!?!?!? Ja-ja…"
Chinatsu Panik Sendiri, lalu Hagino Memegang Pundak Kanan Chinatsu…
"Ah, Aku Kakak Kelasnya Hagino Disekolah, kase Ranka"
"Yoshikawa…… Chinatsu… Desu, Salam Kenal"
"Hiihh!!"
Kase Ditatap Horror Oleh Chinatsu… Karna Chinatsu Memikirkan…
(Ini Adalah Bayaran Bagi Orang Yang Melihat Tubuh Menawan Yui-senpai!!!)
Hagino Mengguncangkan Pundak Chinatsu Lagi.
"Tenang Dulu, …Jadi Senpai Kita Itu Saling Mengenal Dan Pergi Ke Onsen Kemarin Kemarin ya?"
"Benar! Yaah, Itu Karna Di Bayarin Aika Sih"
"Wooh, Aika-senpai Ya… Sudah Kuduga dia orang yang Hebat"
"Kau yakin Bilang Begitu Soal Aika?"
Chinatsu Terdengar Bergumam, Lalu Hagino Mendekatkan Telinganya Ke Mulut.
"Bunuh Aika Bunuh Aika Bunuh Aika Bunuh Aika Bunuh Aika Bunuh Aika"
*Sementara Itu…
Noru Duduk Disofa Dengan Santai, Dan Mukanya Seperti Ingin Bersin.
"ha… Ha… Hhaahh! Sialan, aku Tidak Jadi Bersin, Menyebalkan Sekali"
~
'Noru'
'Nah Souki, aku Punya Firasat Buruk Akhir akhir ini, Jadi Bisakah aku Mempelajari Teknik Menghindar Dari Keluargamu?'
'
'Tentu! Kalau Teknik Ini Berguna untuk Menjaga keselamatanmu, tentu Saja Aku Dengan senang Hati Menerimanya'
'Kalau Begitu, Kamis nanti, Aku Akan kerumahmu'
'Ok'
"Maaf Ya Chinatsu-chan, Kami Tidak Memberitahumu, Sebagai Gantinya Kamu Boleh Menciumku"
"Tidak Terimakasih"
"Cium Bibir"
"TI- Eh? Kalau cium Bibir Sih Cukup Berlebihan, Aku Sayang Saja Bila Ciuman Pertamaku Diambil Kyouko-senpai"
"Yah, ini Bukan ciuman pertamaku Sih"
"Eh? Apakah Artinya Kyouko Senpai Sudah pernah ciuman, itu Pasti Cuman Berca-"
"Sudah, Yah Itu Agak Memalukan Sih Kalau Dibicarakan… Karna Sudah Begini, aku Mau pulang Sampai Jumpa Chinatsu-chan!"
Chinatsu Terdiam, Hagino Mengguncangkan Pundak Chinatsu Dengan Pelan.
Lalu, Chinatsu Tersadar.
"aah, Dimana Kyouko-senpai??"
"Dah pulang, Kalau begitu Kita Juga"
"U-uh^…mm Rasanya aku Melupakan Sesuatu Yang penting… Nnnggggh!!"
"Otakmu Tidak Akan Sanggup"
"Sudah kubilang jangan Jujur Begitu!!"
\[7\]
Selasa, 1 Januari, Jam 10 Pagi.
'Yui'
"Selamat Tahun Baru, Semuanya"(10:10)
'Tsurui'
"Selamat tahun Baru" (10:11)
'Waka'
"Selamat Tahun BARUU!" (10:12)
'Ayano'
"Selamat Tahun Baru" (10:12)
'Noru'
"Selamat Tahun Baru" (10:13)
'Kyouppi'
"Tahun Baru!!" (10:13)
'Chitose'
"Selamat Tahun Baru" (10:13)
'Raa'
'Selamat Tahun Baru~~" (10:13)
Ada Banyak Dari Mereka, yang Berada Dirumah, Pada Awal Tahun Baru