Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Beranjak Dewasa



Chapter 57: Pemikiran Yang Mulai Matang


[1]


"Aku Sulit Menerimanya Karna Chinatsu-chanku Akan Jadi Milik Orang Lain, Tapi Kalau Chinatsu-channya Bahagia, Aku Perbolehkan"


"Memangnya Kau Ibunya Hah.Tapi Memang Benar, Yang Penting Chinatsu-chan Senang ^_^"


"Ma…Makasih, Yui-senpai, Kyouko-senpai"


"………"


Klub Kesenangan Sedang Dalam Masa Serius Karna Salah Satu Anggotanya, Bagaikan Rapat Disuatu Perusahaan, Mereka Cukup Fokus Untuk Memberikan Saran Saran Kecil Untuk Salah satu Anggotanya Yang Sedang Dalam Dilema.


Akari Hanya Diam Mendengarkan Teman Temannya Membantu Teman Sekelasnya Ini…


Akari Kemudian Bangun Dan Tanpa Berbicara Apapun, Ia Pergi Ke Luar…


"A…Aku Akan… Be-Berusaha!! Maafkan Aku Yui-senpai, Aku Tidak Bisa Bersamamu Lagi"


"Eh? (Kok Rasanya, Aku Malah Ditolak… Y-Ya, Sudahlah) Tidak Apa, Chinatsu-chan^_^"


"Ja-jaa, A-aku Mau Pulang Duluan! PE-PERMISI!!"


Chinatsu Bangun Dengan Wajah Merah, Membawa Tas Kotaknya Dan Pergi Kepintu Depan Dengan Cepat, Ia Menggeser Pintunya Dan Berbalik Ke Dalam Lagi.


"A-Ano!! Kumohon Ra-rahasiakan Ini!!"


"SIAP LAKSANAKAN!!"


"Rahasiamu Aman Dikami, Chinatsu-chan"


"Kalau Begitu! (Nde Wa)"


Chinatsu Langsung Menutup Pintunya Dan Pergi…


20 Detik Setelah Pintu Ditutup Rapat.


Pintu Terbuka Kembali Dan Akari Terlihat.


"Are? Dimana Chinatsu-chan?"


"Sudah Pulang, Mungkin Mau Langsung Memberi Jawaban"


"Eh? Memangnya Chinatsu-chan Harus Jawab Sekarang Ya?"


"Begitu Yaa, A-akari Merasa Kalau Akari Tidak Terlalu Banyak Membantu… "_"…"


"Tidak Lhoo Akari! Chinatsu-chan Pasti Banyak Terbantu! Sama Aku!!"


"Oi, Jangan Buat Semangat Akari Menghilang"


Selama Satu Jam Kedepan Tanpa 1 Anggotanya, Mereka Kembali Seperti Biasa…


[2]


"Kenapa Mukamu Serius Begitu?"


"Aku…… Menembak Anak Dari Orang Yang Menjagaku Sekarang"


"APAA!!!!! A-apa Polisi Sedang Mencarimu Sekarang?!?"


"Ah, Salah"


"Eh!? Terus Apa?!"


"Senpai Terlalu Berlebihan… A-aku Hanya Mengakui Perasaan Sukaku Pada……"


"Alah~ Seperti Ituu Yaa~"


"Lagian, Kenapa Senpai Malah Ada Disini"


Hagino Tengah Duduk Di Pinggir Kelas Di Tempat Duduknya, Ketika Souki Mangkir Di Meja Hagino Yang Ada Di Ujung Kanan Belakang Dari Kelasnya Didekat Pintu Masuk Belakang.


"Aku Hanya Mampir"


"Guh… Aku Berkata Dengan Beraninya Saat Berangkat Sekolah Tadi, Dan Aku Meminta Agar Dia Menjawabnya Saat Pulang Sekolah"


"geh! Kau Terlalu Cepat! Dasar Hakim Pengadilan"


"Aku Tau! Aku Tidak Memberinya Banyak Waktu Memikirkannya, Ini Salahku"


"SALAH SEKALI!!! Aku Yang Sudah Mendekati Chizuru-san Selama 5 Bulan Ini, Belum Pernah Diberi Senyum Olehnya, APA KAU BISA PIKIRKAN PERASAANK- OI!! Buka Pintunya!!"


Seharusnya Kita Mengetahui Apa Yang Terjadi Pada Souki Setelah Dia Bilang Begitu.


"Hagino-kun, Maaf Kemarin Aku Malah Lupa Untuk Pergi Kerumahmu"


"Tidak Apa Juga Sih… Sepertinya Kau Jadi Senang Setelah Ngobrol Dengan… Siapa Tadi Tuh? Anari?"


"Akari-san Lhoo, Jauh"


"Akari?…… (Ah, Akari-san Ini Yang Terkadang Dibicarakan Oleh Chinatsu……) Ternyata Bisa Sampai Ada Kebetulan Begitu Ya"


"Uh? Apa Maksudmu?"


"Tidak Perlu Tau"


"Heh!??"


"(Aku Merasa Shigasawa Ini Jadi Berubah, Beda Dengan Saat Aku Berbicara Dengannya, Dulu Dia Sangat Gugup Tapi Sekarang Dia Malah Mirip Okishima)



\*\*\*


"Perkenalkan, Namaku Hagino Naru, Aku Baru Pindah Dari Shiojiri, Nagano Ke Sini Karna… Masalah Keluargaku, Salam Kenal Semuanya"


Hagino Agak Membungkukkan Badan Didepan 23 Orang Yang Duduk Di Kursi Meja, Laki Laki Dan Perempuan Tercampur…


"Ada Meja Kosong Di Pojok Sana, Tenang Saja Hagino-kun, Kau Tidak Akan DiBully, Murid Murid Kelasku Pada Baik"


"Kamu Terlalu Jujur, Sensei"


Hagino Berjalan Melewati Orang Orang Yang Duduk Memperhatikannya Dan Kemudian Duduk Di pojok.



*Istirahat.


"Ha-ha-ha-ha"


"Uh? Ada Apa Ya? (Ni Orang Mau Ngetawain?)


Hagino Didekati Oleh Haruka Yang Masih Gugup…


"Ha-hagino-kun, Mau Ke Kantin, Akan Ku Antar, Sekalian Saja!"


"Ah, Ma-makasih, Aku Ikut"


Haruka Menjelaskan Denah Sekolah Ini Mulai Dari Gedung Utama Sampai Ke Bagian Kantin.


(Namanya… Shigasawa Kan? Dia Jadi Mirip Tour Guide)



Hagino Membawa Mangkuk Berisi Nasi Putih, Dengan Mangkuk Lainnya Yang Berisi Sup.


Dan Haruka Membawa Semangkuk Udon.


"Terimakasih, Shigasawa"


"Ah^"


"Oi, Anak Baru, Shigasawa"


"Ah, Sawamatsu-kun"


"Jangan Panggil Aku Anak Baru… Yah, Memang Benar Sih……"


Tarou Mendekati Mereka Dan Ikut Duduk Di Samping Shigasawa… Di Meja panjang…


"………"


"………"


"……… Sawamatsu Tarou"


"Hagino Naru"


(I-ini Obrolan Yang Cukup Cepat, Aku Tidak Terlalu Mengerti)


Haruka Memperhatikan Mereka Berdua Dengan Bingung Dan Ragu, Apa Yang Dipikirkan Mereka…



Selama 2 Minggu Pun, Hagino Sudah Bisa Beradaptasi Dengan Lingkungan Dan Sekolah Barunya.



\*\*~~~\*\*


"Oi Hagino, Kau Dapat Remedial Test"


"Ap- Guh, Kapan?"


"Abis Pulang Sekolah"


"Ah, Sialan, Yasudahlah"


(Aku Akan Telat Kali Ini)


Tadinya, Dia Mau Menunggu Jawaban, Tapi, Dia Malah Menjadi Pihak Yang Harus Di Tunggu…



\[3\]


Tiga Orang Laki laki Tengah Berjalan Di Dekat Gerbang Suatu Sekolah, Yang Pasti, SMP Seiri…


Mereka Hanya Mengobrol, Lalu, Seorang Yang Di Pinggir Kiri, Melihat Seekor Kucing Yang Duduk Di Atas Dinding Pinggir Sekolah…


Dia Berhenti, Dan 2 Orang Yang Ada Disamping Kanannya Ikut Berhenti Sambil Melihatnya



Orang Tersebut Diam Memperhatikan Kucing Abu Abu Tersebut… Mungkin Merasa Terganggu, Kucing Tersebut Bangun Dan Langsung!



"ITTE!!!!!"


"Bu- GAHAAHAHAHAHAHA!!!!!"


"\*BUHUK!!!!"


Orang Dibelakang Tertawa Lepas Dan Satunya Menahan Mulutnya.


"KUCING SIALAAAN!!!!!"


"AHAHAHAHAHA"


"\*GUH!! Ahahaha"


"DIAAM!!!"



"Ahahaha, Noru Sampai Tertawa Lepas Begitu, Kau Hebat Tawaka, Damagenya Pasti Tinggi Tuh"


"DIAM Brengsek!"


Tawaka Memegang Siku Bagian Dalamnya, Terlihat Ada 2 Garisan Yang agak Merah Dibagian Kulitnya Dan Ia Memegang Megangnya…


"Haahh… Tawaka, Ku Bilang Saja, Kami Menolongmu Setelah Tertawa Itu Artinya Tanda Pertemanan Kita"


"Guh…"


Noru Kemudian Diam… seperti Biasa.


~


"Guh, Aku Mau Ke Uks Dulu, Minimal Di Kasih Obat lah"


"Benar Juga, Mungkin Saja Kucing Tersebut Bawa Bakteri Kanker"


"Jangan Bilang Yang Seram, Tsurugi!!"


"~_~, Sudahlah, Pergi Sana"


Tawaka Kemudian Pergi Berlari Ke Gedung Di Bagian Kiri…


"Tanda Pertemanan Yaa~~"


"Omong Omong, Kenapa Kita Malah Jalan Jalan Disini?"


"Kata Tawaka Tadi, Dia Menemukan Pedagang Keliling Di Luar Sekolah, Dan Mengajak Kita"


"Guh, Nyatanya Tidak Ada yaa, Kita Balik Ke Kelas Saja…, Aku Kehausan"


"Sama~"


Mereka Melewati Gedung Besar Di Kiri Dan Pergi Ke Gedung Kelas…


~


"Aku Kepikiran"


"Apanya?"


"Mungkin Tawaka Tiba tiba Bertemu Seorang Gadis Yang Akan Merawatnya Di Uks, Aku Jadi Khawatir Sama Toshinou-san Bila Begitu"


"Aahh, Benar Juga, Kalau Beneran Terjadi, Bisa Gawat"


"Hooh, Noru Berpikir Lebih Cepat Dan Ngomongnya 0,25 Detik Lebih Cepat!"


"Sedetail Itu?…… Ah, Aku Juga Jadi Teringat Sesuatu…"


"soal?"


"Kau, Mengincar Ikeda Chitose-kan?"


"Ah^"


"(Jujur Sekali Kau, Tsurugi) Apakah Kau Sudah Mendapatkannya?"


"mmmm… Untuk Apa Aku Memberitahumu, Rahasia Laaaah~"


"Tidak Diberitahu Yaa, Yasudahlah… (Akan Coba ku Tanyakan Ke Ikeda-san Nanti Waktu Pulang) Ah"


"Napa?"


"Aku Mau Cari Souki Dulu"


"Gitu yaa~ Itterasaai!!"


Noru Meninggalkan Tsurugi Sendiri Saat Berjalan Bersama Di Lorong Gedung Kelas, Melewati Para Gerombolan Gadis Yang Ada di Pinggiran Lorong…


~


"Nah, Apa Senpai Lihat Souki?"


"Maaf aku Sudah Punya Pa- Ah, Aika-kun, Maaf, Aku Tidak Melihatnya (GAWAT!!! Aika-kun Barusan Hampir Mendengar Rahasia Yang Ku Simpan Selama 3 Tahun DiSMP Ini!!)


Noru Bertanya Ke Anak Kelas 3 Yang Diam Sendiri Di Jendela…


~


"Oi Hagino, Kau Liat Souki?"


"Aika-senpai… Kalau Souki-senpai Tadi Aku Melihatnya Ke Uks"


"Makasih"


"Tidak Apa Apa" (Hoh!!)


~~


"Uh? Ah, Aika, Ciss"


"Uhhm, Noru, Cis"


Noru Menggeser Pintu Pintu Putih, melihat Ke Dalam Ruang Uks Yang Terdapat, Tawaka Yang Sedang Di Beri Obat Alkohol Oleh Souki Yang Ntah Kenapa Ada disini…


Noru Berjalan Perlahan Mendekati Mereka Berdua.


"Aku Mau Menanyakan Sesuatu, Tawaka, Pergi Sana"


"Geh!! Aku Diusir!!"


"Oi, Ini Bukan Tempat Ngumpul Lhoo"


"Ah, Permisi Bu, Kami Akan Segera Keluar"


Noru Berbicara Pada Penjaga Uks Dan Pergi Keluar.


~~


"Mmm, Chitose-san Yaa, Jujur Saja Aku Tidak Terlalu Tau, Lagian, Kau Yang Informan Saja Tidak Tau, Apalagi Aku"


"…………"


"Tapi, Akan Kuberitahu Apa yang Ku Tau"


"*Angguk"


"Mizaki Itu Memanggil Chitose-san Dengan


'-chan' Kan?"


"*Angguk"


"Lalu, Dari Kabar Yang Terkadang Diberitahukan Chizuru-san Akhir Akhir Ini, Katanya Chitose-san Sering Keluar Jalan Jalan Sama Orang Namanya Mizaki Yang dipanggil Tsuru-kun"


"Hooh… Lalu?"


"Mereka Pacaran"


"(Kesimpulannya Terlalu Gampang… Yasudahlah…) Makasih, Informan"


"Kau Informannya, Yasudahlah"


Mereka Yang Sedang Berdua Berjalan Di Lorong, Tawaka Ntah Pergi Kemana…


[4]


(Wajahnya Terlihat Lebih Datar Dari Biasanya, Sebenarnya Aku Juga Bingung Kenapa Aku Berpikiran Seperti Itu, Karna Wajah Datar Ya hanya Datar Tanpa Ekspresi… Mukanya Juga akhir Akhir ini Jadi Terlihat Lebih Banyak Berpikir, Seperti Melamun, Tapi Kalau Aku Memanggilnya, Dia Masih Cepat Tanggap…)


Yui Berjalan Di Trotoar Jalan, Memakai Seragam Musim Panas nanamori Dan Membawa Tasnya…


Ia Berjalan di Jalan Yang Diisi Semak Semak Yang Sudah Dipotong Dengan Rapi, Mobil Mobil Dan Motor Melaju Dengan Cepatnya, Menyebabkan Angin Yang Menghempaskan Bagian Roknya Ke Atas, Tentu saja, ia Menahannya Agar Tidak Terbuka Dan Tidak Terlihat Oleh Orang Disekitarnya…


"Buh!"


"HUH!! *Balik!, *Huuff, Yah, Seharusnya Aku Sudah Tau"


"Rasanya Sakit Bila Trikmu Sudah Diketahui Sejak Awal"


"Kamu Melakukannya Hampir Setiap Hari"


"Memang"


"Fuh…"


Noru Datang Dengan Memberi Suara Kejutan Kecil Di Belakang Telinga Yui, Membuat Pipinya Merah Dan Agak Kaget Walaupun Ia Tau Kalau Itu Pasti Noru…


Mereka Kemudian Menyamakan Kecepatan Jalan Mereka Dan Sejajar…


"Bolehkah Aku Menanyakan Sesuatu?"


"Boleh……~_~ (Aahh, Aku Benar Benar Malas Berpikir Sekarang…… Dan, Bosan……)"


"(Wajah Itu… Dia Pasti Sedang Malas Akan Sesuatu, Yaah, Tidak Bisa Kutebak Sih)


Noru Menutup Matanya Dan Terkadang Membuka Matanya Sekejap, Bagaikan Membalik Waktu Membuka Mata dan Berkedip.


Yui Memperhatikannya Sebentar, Melihat Bulu Mata Noru… Mata Biru Gelapnya Yang Terkesan Sangat Dingin, Nyatanya, Noru Adalah Orang Yang Akrab Bila Lawan Bicaranya Berniatan Untuk Akrab Dengannya Juga…


Rambut Pendeknya Tersebut Secara Perlahan Terjatuh Ke Dahinya Ketika Angin Dari Sebuah Mobil Menghampar…


"Aku Memikirkan Ini Dari Kemarin, Apa Kamu Sedang Memikirkan Sesuatu? Rasanya Akhir Akhir Ini Kamu Terus Terlihat Berpikir"


"Tidak, Aku Hanya Masih Merasa Bersalah Karna Tidak Memberimu Coklat Tepat Waktu Saat White Day Kemarin, Padahal Kamu Membuatnya Untukku Waktu Valentine"


"Uh~"


Yui Menanggapinya Dengan Suara Kecil Dan Wajahnya Agak Memerah…


(Di-dia Masih Memikirkan Hal Ini? Guh)


"*Uhum, Tidak Apa Apa Kok, Kan Kamunya Sendiri Cukup Sibuk Waktu Itu, Lagian, kamu Memberiku Coklat Besoknya Jadi Tidak Apa"


"……… Benar Ya… (Coklat Buatan Yui Kemarin Sangat Enak, Aku Jadi Merasa Bersalah Karna Tidak Memberinya Coklat Buatanku Melainkan Coklat Seharga ¥700 Di Mall Dan Terlihat Enak Dimataku) Bukan Diriku Sekali Kalau Aku Memikirkan hal Ini…"


"Memang Benar, Kamu Terlalu Memikirkannya, Tidak Seperti Dirimu Saja, Hehe"


"(……Rasanya… Yui Jadi Terlihat Kawaii Akhir Akhir Ini, Mungkin Karna Memang Terlihat Begitu… Atau Karna…… Aku Menyukainya) Kawaii Naa"


"Uh!?"


"Maksudku Kamu"


"Heh?!? Ke-kenapa Tiba Tiba?"


"Aku Juga Bingung Kenapa Aku Tiba Tiba, Aku Hanya… Merasa Begitu"


"…Makasih (Mungkin… Aku Memang Merasa…… Mmm)


Yui Menggelengkan Kepalanya, menolak Pemikirannya Sekejap.


Noru Tidak Terlalu Memperdulikannya, Dan Hanya melihat Ke Sebrang Jalan Kanan Sambil Berjalan Dengan Yui.


(Bukan Merasa… Mungkin…… Aku Memang Seharusnya Sudah Menyadari Ini…… Tapi…Aku Memang…… Menyukai… Kano-san Dari Lama……)


Yui Tersenyum Kecil Melihat Ke Kano-sannya, Yang Perlahan Memutar Kepalanya Ke Hadapan Dirinya, Dengan Wajah Mengantuk…


"^_^"


"………~_~, Ngantuk Sekali Rasanya"


"…… Akan kubuatkan Kopi Nanti"


Yui… Menyadarinya…


[5]


Chinatsu Berjalan Di Jalan Kosong Sambil Agak Menunduk…


"Memikirkan Perasaanku… Yaa~"


(Aku Tunggu Saja Lah…)


Dia…


"aku Pulaang"


"Okaeri"


Chinatsu Memakai Piyama Kucing, Warna Abu Gelap, Lalu……


Ia Membuka Pintu Kamar Dan Berjalan Mendekati Kasur lalu Mendudukinya.


………



(LAMAA!!!! Dia Lama Sekali!!!)


Chinatsu Memukul Mukul Bantal Putih.


[6]


"GAAH!!!! Sudah Jam 5!!!!!!!"


"Ooii!!! Jangan Lari Di Lorong!!"


Hagino Berlari Di Lorong, Diteriaki Oleh Seseorang Dari Ruang Bertuliskan Osis Menggantung…


Hagino Membuka Pintu Depan Rumah Keluarga Dengan Lemasnya…


"Guah! Aku Pulaang~~"


"Uh? Okaeri, Kenapa Naru-kun, Ngos Ngosan Begitu"


"Tidak, Huff Haahh, Aku Hanya Lari Tadi"


"Heuhh? Bukannya Sekolahmu Itu Jauh? Nekad Sekali"


"Tidak Apa bu, Aku Mau Mandi Dulu"


Naru Kemudian Melepas Sepatunya, Dan Berjalan Ke Kiri Menaiki Tangga…


~


Hagino membuka Pintu Kamarnya, Lalu, Melihat Ke Sudut, Ke Kasurnya, Terlihat Chinatsu Yang Berbaring Menutup Wajahnya Dengan Bantal Putih Di Kasur Birunya, Memakai Baju Satuan Dengan Telinga Kucing Warna Abu Gelap.


Chinatsu Mendengarnya… Pintu Yang Terbuka, Ia pun Melepas Tutupan Wajahnya Dan Melihat Ke Pinggir…


"Naru…… Kun… AH! Kamu Lama Sekali!!"


"Ah! Maaf !! Aku Dapat Remedial Ujian"


"Guuh!!"


Hagino Merapatkan Tangannya lalu Mendekati Kasur Setelah Menaruh Tasnya Di Gantungan Baju, Dan Duduk Disamping Chinatsu.


(De-dekat Sek- LEBAY SEKALI KAU CHINATSU, Aku Sudah Sering Duduk Dekat Dengan Naru-kun!! Kau Lebay Sekali!!!)


"Ja-jadi? (Sial, Aku Harus Tenang! Aku Harus Keren!! Nggak Juga Sih, Tapi aku Sudah Memutuskan Untuk Lebih Tenang Bila Dengan Chinatsu)"


"Ah!…… A-aku"


"……………"


Chinatsu Mulai Menghembuskan Nafasnya Dengan Pelan Dan menenangkan Dirinya


"\*Huuff……… Suasananya Agak Berat Tapi…… Aku… Mau… Dan JUGA, AKU INGIN JADI PACARMU!!!"


Ternyata Dia Tidak Tenang…


"…… Begitu Ya…"


"Be-begitulah"


Chinatsu Gugup Lagi…


Chinatsu Kemudian bangun, Mengepalkan Tangannya Didada dan Berbalik Ke Hagino.


"Tapi… Ada satu Hal… Yang Perlu Kamu Lakukan"


"……… (……… Eh? A-aku Harus Apa Dulu? Eh? Di-dia Menerima Ajakanku Kan?! Yo-YOSHA!! Ta-tapi Tadi Dia Bilang Ada yang Perlu Aku Lakukan………… Ah…) Ah^"


Hagino, Membuka Tangannya, Dan Berwajah Senang Dan Tenang, Ke arah Chinatsu.


"Sini! ^\_^"


"AH! \*\_\* U-um^"


Chinatsu, Berjalan Perlahan Dan Langsung Dipeluk Erat Oleh Hagino Naru…


"Aku… Suka Padamu……"


"……… Aku Juga… Bahagia karna Bisa Menyukaimu"


(Aku… Mengatakannya Yaa)


Pelukan ini… Terjadi Begitu Cepat…


Naru Kemudian Membaringkan Badannya, Membuat Chinatsu Menimpanya.


"Ah! Na-naru-kun! Kita Masih Terlalu Cepat Untuk Melakukan Itu!"


"aku Tau… Kalau Begitu, Untuk Merayakannya! Kita Makan Okinomiyaki!!!"


"Heh!! Beneran?!? Ayo!"


Keduanya Sama Sama senang, Dan… Tetap Tidak Tenang…



"A-aku, Jadi Pacarnya Dulu…"


"Huaahh!! Chinatsu-chan, Selamat!!"


"Selamat Yoshikawa-san"


"heh? Kenapa Kenapa?"


Chinatsu Dengan Wajah Malu, Agak menunduk, Di Beri Selamat Oleh Akari Dengan semangat, Dengan Tenang Oleh Himawari Dan Diberi Pertanyaan Oleh Sakurako.


"Tapi, Ahaha, setelah Itu, Naru-kun Mentraktirku Okinomiyaki Di Daerah Kota, Makanya aku Agak Mengantuk"


"Heeh, Pantas Saja Ada Kerutan Di Matamu, Chinatsu-chan"


"Aha, Jangan Dibilangin Juga Lah, Akari-chan- GAH!! (A-aku Malah Bilang Itu Didepan Himawari-chan) Himawari-chan, Bisa Tolong Rahasiakan Ini? Kumohon!"


"Eh? Ti-tidak Apa, Tapi Kenapa?"


"Ugh, Tidak Apa sih Tapi Jangan Beritahu Saja…… OOOOKKEEEEEEE!!!!!!"


"HIIHH!!!! (Mukanya SEREM) BA-Baik!"


Himawari Langsung Murung Setelah Ini…


"Hoi! Ada apa Ini!! Kok Kalian Tidak Bilang Padaku!!"


"Guh (Me-menakutkan)"


"Nee Himawari, Apa Yang Kalian Bicarakan!"


"Sakurako Berisik, Kau Tidak Tau Apa Yang Aku Rasakan"


"(HIIHH!!!!!!) MUKAMU NYEREMIN!!"


"Apa!"


Mereka Seperti Biasa…


tapi, Ada Yang Terlihat Aneh Dari Perkataan Sakurako…


*~*


(Akari Kapan Bisa Punya Pacar Yaa! Rasanya Dewasa sekali, Kyouko-chan Sudah Punya Kashima-san, Chinatsu-chan Punya Hagino-san, Lalu Yui-chan Sepertinya Sudah Punya Juga… Haahhh~~)


Hembusan Nafas Akari Begitu Berat…



(Waktu Okinomiyaki Kemarin, Naru-kun Bilang Aku Tidak Perlu Merahasiakannya, tapi Aku Tetap Malu Memberitahukannya, Mungkin Akan aku Beritahukan pada Yui-senpai dan Kyouko-senpai…… Guh… Naru-kun Dasar!)



Kemarahan Dari Kebaikan Lainnya……



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]