Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Lembaran Pertama Di Bagian Kedua



Chapter 51: Lembaran Pertama Di Bagian Kedua


[1]


Akari, Duduk Dikasurnya, Dan Memegang Handphone Merahnya Melihat Dengan Wajah Ragu…


(hhhhh, Aku Bingung Selama 2 Hari Ini, Aku Langsung Chat Saja Atau Tidak…… Nnnggg, AH!! Chat Saja Lah!)


Akari Menantang Dirinya Sendiri


'Akari'


"Selamat Malam"


"Apa Ini Haruka-kun?" (18:09)


***


"Haruka, Mau Sandwichnya?"


"Uh, Tidak Perlu, Aku Tidak Terlalu Ingin Sekarang…"


*Ctang


Haruka Yang Duduk Di Sofa Menonton TV, Mendengar Notifikasi Di Handphone Di Mejanya, Dan Mengambilnya.


(Siapa Kira Kir-!!)


"Eeh!! A-a-a-aka-a-akar-a"


Haruka Mencek Kontak Akari Dengan ID Nya GH*****, Lalu…


"TENANG GBLK!!"


"Aduh!"


Haruka Ditampar Di Kepala Oleh Seorang Gadis Yang Seperti Kakaknya, Ia Pun Menahan Sakit Sambil Memegang Atas Kepalanya Yang Sudah Di Tampar Oleh Gadis Yang Baru Keluar Dari Dapur Dan Mengintip Ke Isi Ponsel Haruka…


"Aduh, Da-dari Mana Akari-san Dapat ID Lime Ku…… Guh, Pokoknya Aku Balas Dulu Saja"


Haruka Mengetik Dengan Pelan, Hanya Karna Pelan, Bukan Karna Belum Terbiasa Mengetik Di Handphonenya.


'Haruka'


"Ya, Dari Mana Akari-san Tau Ini ID Ku" (18:12)


*


"Ah! Akhirnya Dibalas, Yah, Baru 3 Menitan Sih…"


'Akari'


"Akari Diberi IDnya Oleh Orang Bernama Mizaki, Dia Temannya Temanku"


*


(MAKASIH BANYAK MIZAKI-SENPAAII!!!!!!)


***


"Gaah!! Aku Rasa! Haruka Sedang Memuji Ku"


"Berisik, Kau Hanya Geer Saja"


"Ehh, Benar Juga Ya…"


"Selesaikan Duluan, Aku Mau Ambil Minum"


"Haai^ Ah, Ranka, Aku Ingin Susu"


"Beli Sendiri lah!"


***


'Haruka'


"Begitu Ya, Mungkin Nanti Aku Harus Berterimakasih Pada Senpai"


**


(Berterimakasih?…… Lupakan Lah, Aku Balas Dulu)


"Duh… Etto……"


'Akari'


"Aku Sebenarnya Hanya Mau Memastikan, Tapi Mungkin Kita Bisa Ngobrol Ngobrol Disini, Karna Kita Juga Tidak Tau Kapan Akan Bertemu Di Kota, Jadi, Mohon Bantuannya!" (18:14)


*


"Eh? Mohon… Bantuannya??"


'Haruka'


"Aku Juga, Mohon Bantuannya"


*


Akari Pergi Ke Ruang Tengah Di Lantai 1 Dan Duduk Di Meja Makan, Walaupun Tidak Punya Niatan Makan.


Lalu, Akari Mendapat Chat Lain.


'ElFS"


"Haruka Itu Orangnya Canggung Dan Pemalu Bila Awal Ketemu, Jika Sering Mengobrol Dengannya, Dia Akan Berkata 'Bolehkah Aku Lebih Terbuka Padamu' Tiga kali, Maka Dia Akan Seperti Anak Laki Laki Biasa, Tidak Terlalu Pemalu. Tolong Jagalah Dia, Akari-san"


(Heeh!! Si-siapa Ini!??!)


Akari Kaget Sendiri Ketika Memakan Sebuah Apel Merah Dari Tengah Meja Makan, Saat Masih Bingung…


"Ara, Ada Apa, Aka- Heh!! Ke-kenapa Kamu Chat-tan Dengannya?"


"Eh? A-apa Onee-chan Kenal Dengan Kontak Ini?"


Akane, Mengambil Handphone Akari, Dan Melihat Foto Profil Bertuliskan O Neon Biru, Dan Nama ElFS. 'ELFS'


"I-ini, Salah Satu Teman Kakak Di Kampus, Namanya Shiga…… Ah, Tidak Perlu Dipikirkan, Uuggh, Aku Sedang Pusing, Mungkin Nanti Aku Akan Memeriksanya Lagi"


"Ah~ Hai^ Cepat Sembuh, Onee-chan"


"Hai^ Makasih"


Akari Kemudian Mengetik Dengan Ragu Tapi Pasti, Gimana Sih!


'Akari'


"Baiklah, Aku Mengerti"


'ElFS'


"Bagus, Kalau Begitu Aku Akan Memblock Kontakmu"


Akari Tidak Bisa Menchat Lagi Orang Ini.


(Siapa Ya, Ah! Haruka-kun!)


'Akari'


"Haruka-kun, Mungkin Nanti, Kalau Kamu Melihatku Dijalan, Sapa Aku Ya!"


'Haruka'


"Baiklah, Akan Ku Lakukan, Akari-san Juga"


"Yosh!"


Rencana Akari Sedang Dilakukan.


[2]


Jum'at 19 April, Sore Hari.


Bell Suatu Kamar Dibunyikan.


Noru, Memakai Baju Putih Dan Celana Biru Pendek, Membuka Pintu.


"Sore, Aku Mampir Lagi"


"Yah, Tadi Padahal Aku Yang Mau Mampir Ke Tempatmu"


"Ahaha, Mungkin Nanti"


(Selama Beberapa Bulan Ini, Aku Terkadang Mampir Ke Kamarnya Kano-san, Terkadang sih… Mungkin Sekitar 2 Kali Seminggu, Itu Sudah Cukup Sering, Dan Terkadang Aku Masak Disini. Waktu Dipikir Pikir Lagi… AKU BENAR BENAR MIRIP IBU RUMAH TANGGA!!!!)


"*Haahh"


"Jarang Sekali Kamu Menguap…"


"Bukan Menguap"


Yui Masuk, Noru Menutup Pintu Dan Mengantar Yui Ke Ruang Tengah.


"Bosan…"


"Bosan Ya…"


"Bosan……"


"Bosan Ya…"


"Bos- Apa Kamu Bisa Memikirkan Suatu Hal Yang Menarik, Yui?"


"Hhhnn, Ntahlah, Aku Juga Bingung, Beberapa Hari Terakhir Kita Hanya Main Game…"


"Iya Kan… Sebenarnya Aku Ada Niatan Pergi Ke Taman Hiburan Lagi, Karna Aku Juga Sudah Membaca 4 Buku Light Novel, Aku Juga Punya Cukup Uang…"


"Hoohh, Taman Hiburan Yaa, Mungkin Kita Bisa Ke Taman Hiburan Yang Ada Di Daerah Kota, Tapi Yaahh…"


"Nnngg, Rencana Ke Taman Hiburan, Aku Tolak"


"Bukannya Kamu Sendiri yang Mengajukannya?"


"Memang…… Mmm, Mengesampingkan Hal Itu, Aku Hanya Ingin Pergi Menghabiskan Waktu Saja, Yang Penting Tidak Dirumah"


(Kalau Dirumah Terus, Aku Bisa Bisa Malah Kehabisan Ide Dan Tidak Bisa Mendekati Funami-san, DEATH FLAG Yang Sebenarnya Adalah Saat Seseorang Yang Terus Memepetmu, Akan Langsung Menjauh Dan Meninggalkanmu, Itulah Kondisiku Kali Ini)



"Mmm, Ah, Aku Sebenarnya Ingin Menonton Film Yang Baru Keluar Kemarin"


"Film? Apa Genre Nya?"


"Etto, Kalau Tidak Salah, Comedy Parody"


"Eh, Kamu Ingin Menonton Film Komedi? (Aku Tidak Bisa Membayangkan, Bagaimana Bila Yui Tertawa Lepas Begitu)


Mereka Duduk Di Meja Seperti Biasanya.


Yui Memakai Rok Merah Pendek Dan Baju Kaos Putih Panjang, Yang Sepertinya Agak Longgar Dipakainya.


"Um^ Yaah, Mungkin Aku Akan Tertawa Lepas Bila Ada Leluc- \*Buhuk!"


(Kenapa? Kenapa Aku Malah Mengingat Mizaki-san Yang Bilang 'KYAAHH KASE-KUN HEBAATT!!' aku Jadi Mau Tertawa Begini)


"\*Uhum, Yaah, Sepertinya Begitu"


"Mmm, Mau Pergi Berdua Saja, Atau Ajak Kyouwaka?"


"Hhhmm, Mungkin Kita Bisa Mengajaknya…"


………


\*\*\*


Di Satu Tempat


"Ah, Kyouko!"


"Uh? Ah! Waka-kun!"


"WAAII!!!"


"WAAII!!!"


Mereka High Five Di Depan Pintu.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1620315820399.jpg)



~~


"Mau Nginep?"


"Yaah, Rasanya Bosan Bila Dirumah Terus, Makanya Main Ke Rumah Yui"


"Hooh Hooh, Mungkin Ini Saatnya Untuk Bagian Menginap Bersama!!"


"Gas!!"


Ternyata Didepan Apartemen Yui Dan Noru…



Kyouko Dan Tawaka Berada Didepan Pintu Nomor 7. Lalu Tawaka Menekan Bel.


*Bell……


1 Kali


*Bell…


2 Kali


*Bell…


3 Kali


"Mmmm, Sepertinya Dia mengabaikannya, Kita Langsung Masuk Saja Lah"


"Trobos!"


Tawaka Membuka Pintu, Dan Mendekati Pintu Ruang Utama, Diikuti Oleh Kyouko.


Tawaka Membuka Pintu tengah Dan Melihat…


Yui Yang Berdiri Dibelakang Noru Yang Duduk Di Depan Meja. Di Tengah Meja… Ada…


"Jadi, Kamu Masih Takut Laba Laba Ya…"


"Ugh, Hai^ Sudahlah Jangan Nanya Nanya lagi, Cepat Buang"


"Heehh, Jadi Kau Takut Laba laba Ya… Hehe"


"uh? Kano… san?"


Yui Mundur Dan Duduk Dikasurnya.


Lalu Noru, Mengambil Laba Laba Yang Berjalan Maju Di Meja, Dan Membiarkan Si Laba Laba Menaiki Tangannya.


(Yah, Jail Sedikit, Tidak apa Lah…)


Noru Kemudian Menutup Tangannya, Dan Berbalik Ke Yui.


"Hehe ^_^"


Noru Mendekati Kasur, Mendekati Yui Yang Sudah Bersandar Didinding.


"Ja-jangan Tersenyum Seperti Itu!- GAAAHHH!!!!!!"


"Halo!! Polisi!!! Saya mau Melaporkan-"


"Heh?"


"-AAHH!! Eh?"


Noru Dan Yui Berbalik Ke Pintu Masuk, Melihat Tawaka Yang Sedang Menempelkan HPnya Ke Telinga Dan Berbicara.


"TINDAK PELECEHAN SEKSUAL DI APARTEME- ADUH!!"


"TEMEN SIALAN!!"


Noru Melempar Sebuah Bantal Putih, Setelah Melihat Bantalnya Jatuh, Ia Juga Melempar Laba Laba Yang Ada Ditangannya, Dan Sampai Ke Tawaka, Di Wajah.


"GAAHH!!!!!"


"Eh? Apa Apa? Sepertinya Ser-KIIIIHHHH!!!!!!!!"


Tawaka Yang Berusaha Melepas Pegangan Laba Laba, Meng HEAD BANG Kepalanya Dan Laba Labanya Malah Pindah, terbang Ke Kyouko Yang Ada Dibelakangnya.


"Am-ampuni Aku"


"Ok, Aku Maafkan, Lagian Ini Memang Salahmu"


"Ha-Hai^ Noru-sama"


"Padahal Seharusnya Hanya Ada Satu Suara Teriakan Dari Yui Yang Ku Takut Takuti Pake Laba Laba, Tapi Kau Malah Menambahnya"


"Hai^"


"Kalau Kau Tidak Pura Pura Menelpon Polisi Barusan, Mungkin Langsung Selesai, Yui Juga Tidak Keberatan Aku Takut Takuti"


"Sejak Kapan Aku Memperbolehkanmu Menakutiku"


"Yah, Aku Hanya Melebih Lebihkan Masalah Ini, Jadi Pengadilan, Selesai!"


Noru Memukul Meja Dengan Sebuah Sendok Tiga Kali, Di Depannya Ada Tawaka Yang Duduk Dogeza, Yui Di Samping Kanannya, Dan Kyouko Sedang Berbaring Dikasur.


"Mou, Nanti Jangan Melakukan Itu Lagi, Kano-san"


"Kalau Kamu Bilang Begitu, Aku Akan Melakukannya Lagi"


"Uugh, Yasudahlah"


Tawaka Bangun, Dan Mendekati Kyouko Yang


Berbaring Di Kasur, Sambil Memeluk Meluk Bantal


"Gek, Dia Sudah Sadar, Dia Hanya Tidur"


"Uh?!! Apa? Aku Tidak Tidur Kok"


"WAH!! Sialan, Jangan Mengagetkan, Jantungku Jadi Olahraga"


"Woh, Kata Yang Menarik, Jantung… Olahraga…"


\*Sebuah Jantung, Tanpa Jaringan Lain, Mempunyai Kaki Dan Tangan, Kakinya Memakai Kaus Kaki, Dan Sepatu Lalu Berlari Lari Di Tread Mill.


\*


Tawaka Kemudian ikut Duduk Di Kasur, Lalu Menyandarkan Diri Di Dinding.


"Uah, Kau Takut Laba Laba"


"Tidak, Tadi aku Hanya Kaget"


"Omong Omong, berapa Beratmu?"


"KEJAM!! Membicarakan Berat Kepada Perempuan!"


"Sudahlah"


" Se\*\*\*\*\*"


"mmmm, Aku \*\*\*\*"



\*\*


"Bicara Apa Mereka?"


"Ntahlah, Mumpung Mereka ada disini, Mungkin Besok Kita Berangkat"


"Eh? Mmm, ah, Benar Juga, Mereka kan Mau Menginap -\_-"


"Jangan Datar Begitu, Apa Di Ritube Ada Trailer Ya?"


"Ada… Mana Handphonemu?"


"Nih"


Noru Memberikan HPnya Dari Saku, Ke Yui Yang Duduk Di Samping Kanan Meja.


Saat Mengetik Di Pencarian Ritube…


"Ahh, Ini Mengingatkanku, Aku Jadi Ingin Pergi Solo Camp Nanti, Yaah, Memang Nggak Terlalu Paham Sih, Tapi Rasanya Menyenangkan"


Yui Masih Lanjut Mengetik, Noru Bertopang Dagu Dengan Tangan Kiri Dan Memperhatikan Wajah Yui Dengan Wajah Datar…


"…… Kenapa Tiba Tiba?"


"Aku Melihatnya Di Rekomendasi Ritube Kemarin Kemarin"


"Heeh, Mungkin Saat Musim Panas Nanti, Kita bisa Kemping Bersama Dulu, Lalu Saat Kemping, Kita akan Berpencar Dan Tersesat Bersama Dihutan"


"Iyaah, Jangan Seperti Itu Juga Sih, Mmm, Mungkin Bisa Seperti Itu, Kita Berpencar Saat Sudah Sampai Lalu Bisa Memilih Mau Solo Camp Atau Bersama"


"Mungkin…"


"Ah, Ini Videonya (Aku Sadar! Aku Sadar Kalau Aku Daritadi Diperhatikan, A-apa Ada Sesuatu Diwajahku?)"


Yui Menaruh HP Noru Di Tengah Dan Membuatnya Bisa dilihat Oleh Noru dan Yui.



\*\*\*


Obrolan Kyouwaka.


"Uh? Ah… Tentu Saja, Mmm Mungkin Aku Akan Memakainya Sampai……"


"Uh?…… Sampai…"


"Mungkin… sampai Mati"


"…… Haha, Itu Bisa Saja, Terimakasih"


"Uh^ Ah!! Kapan Waka-kun Ulang Tahun? Mungkin Nanti Aku Bisa Memberikan Hadiah…"


"Nmm, Aku Baru Saja Ulang Tahun, Sudah Lama Sih, Tapi 5 Desember"


"Aahh, Masih Lama Ya, Tunggu Saja!! Aku Akan Memberikan Hadiah Yang LUAR BIASA!! Hehe~"


"Ahaha"


Kyouko Masihlah Semangat, Dan Tawaka Mengikuti Alur Kesemangatan Kyouko.



\*\*~~~\*\*


"HohHoh, Sepertinya cukup Seru"


"Uh, Rasanya Kamu Tidak Tertawa Sama Sekali"


\*Pas Sedang Nonton Trailer.


Yui Menahan mulutnya Agar Tidak Tertawa, Lalu Noru Melipat Tangan Didada, Dengan Wajah Datar…


(Haha, Sialan, Padahal Ini Masih Trailer…)


\*


"Kano-san, Kamu Punya Selera Humor Yang Tinggi Ya"


"Uh? Benarkah, Yaah, Aku Mungkin Akan Tertawa…"


"tertawa?"


"Tertawa Bila Melihat Hewan Imut Di…"


"Di?"


"Dibunuh Dengan Sadis"


"Guh… A-aku Tidak Jadi… Mengajakmu Nonton Film Lah…"


"Ah! Maaf, Aku Bercanda, mana Mungkin Aku Segila Itu, Mukaku Memang Datar Tapi Hatiku Ini Sering Tertawa Dan Lembut Seperti Awan"


"…(Omong Omong Soal Kumo (Awan) aku Jadi Mengingat Soal Kumonya Akari (Laba labanya Akari…) Guh, Itu Benar Benar Khayalan Yang Menakutkan) ……… Gaah… Yasudahlah, Oi, Kyouko, Kashima-san"


"Ah, Panggil Saja Aku Tawaka, Kitakan Sudah Kenal Lama"


"Ah, Uh^ Besok Kita mau ke Bioskop Di Kota, Mau Ikut?"


"IKUUTT!!!"


"IKUUTT!!!"


"Yosh"


"Hai! Jendral Yui! Kami Mengusulkan Untuk Tinggal Di Tempat Jendral Noru SATU MALAM"


"SETUJU!!"


Kapten Kyouko Mengajukan Usulan…


Dan Prajurit Tawaka Setuju.


"Aku Menyetujuinya"


"Eh? Tidak Apa Kah? Kano-san"


"Jendral… Aku Menyetujuinya Agar Tidak Memperpanjang Masalah, apa… Kau Keberatan Dengan Keputusanku!?"


"Ti-TIDAK!^ Jendral Senior Nor- Sudahlah Hentikan"



"Mmm, Siapa Yang Mau Masak"


"Hai! Idol Kita Semua Mau Masak"


"Emm, Kalau Begitu Aku Akan Menemaninya, Kalian Berdua Disini Saja"


Yui Dan Kyouko Pergi Ke Dapur Noru.


"Ah, Bahan Bahannya Pakai Saja, Kata Kano-san, Kalau Ada banyak Orang, Boleh Dipakai Saja, Dia Tidak Keberatan"


"Hoohh, Dermawan Sekali Watar-san"


"Yaah, Aku Akan Membawa Bahan dari Kamarku Juga, Jadi Jangan Menghabiskan Bahan Disini…"


"Haai^"


***


"Nah Tawaka…"


"Ngapa?"


"Apa… Kau Pernah Melihat Toshi- ah, Kyouko-san Memakai Apron (Celemek)?"


"Mmm, Selama Ini, Belum"


"Mau Lihat"


"Ya Mau Lah"


"Lihat Saja Sendiri…"


"Eh? Kau Sendiri, Sudah Melihat Yui-san Memakai Apron Belum?"


"Tentu Saja Sudah, Aku Bilang Saja, Aku Belum Menembaknya"


"Heeh, Sudah Ya, Lagian, Kau Tidak Punya Senjata Api Kan?"


"Mengakui Perasaan, Bodoh. Dan Untuk Apronnya…… Gila, Aku Melihatnya Cukup Sering, Dia…… Terlihat Seperti…"


"Seperti…"


"Istri Ideal, Kata Kataku Cukup Hebat Kan"


"benar, Yah, Aku Tidak Bisa Membayangkan , Kyouko Memakai Apron Dan Memasak Secara Normal"


"Jadi, Kau Berpikir Kalau Kyouko-san Akan Memasak secara Kacau?"


"Yah"


"mm, Siapa Yang Tahu?"


"Um^ Siapa Yang Tahu"


[***


"HAAHH!! Kau Berpikir Seperti Itu Tentangku, Buuh, Padahal Aku Bisa Masak Secara Normal"


"Yah, Apa Boleh Buat Kan, Dulu Aku kira Kamu Itu Hanya Tukang Gosong, Tapi! Sekarang Masakanmu Sangat Enak, Haha! Benar Benar Istri Ideal Ya!?"


"Benar Kan! Hehe"


Kyouko, Tinggi… Dengan Rambut Seatas pinggul ,Memakai Apron Di Dapur Bersama Tawaka Yang Cukup Tumbuh Lebih Tinggi… Mencuci Piring… Di Suatu Rumah.


***]


"Mau Coba Ngintip?"


"Buat Apa Ngintip, Mereka Tidak Akan Marah, Bilang Saja"


"Haai^ Aku Lihat Dulu, Sekalian Ketoilet"


"Itterasaai…"


Noru Memainkan Game Console Dan Berbaring Di Lantai…


Dan Tawaka Berjalan Mendekati Pintu Masuk…


Pintu Dibuka, Tawaka Melihat Yui Yang Memakai Apron Krem Cerah Dan Kyouko Yang Memakai Apron Merah Gelap Di Baju Kaos Putih Pendek, Dan Celana Coklat Pendek Se Paha.


"etto, Ladanya Di Belakang atas, Ada Namanya Kok"


"Haai^ Ah, Lada, Nih"


"Makasih, Uh? Ada apa Tawaka-san"


"Ah! Aku Mau Ketoilet Sebentar, Tapi… Gaahh, Pasti Noru Senang Sekali Yaa"


"Uh? Kano-san Senang?"


"Tidak, Bukan Apa Apa, Berjuanglaah~"


"Hooii!"


Tawaka Kemudian Pergi Ke bagian Toilet.


[2]


"ah, Ayano-san, Mau Ke Ranka?"


"Ah, Hai^ Permisi"


"Silahkan"


Ayano Menaiki Tangga Di Kanan Dari Pintu Masuk, Lalu Mengetuk Ke Kamar Dengan Nama Ran.


"Haai^"


"Rakkun, Aku Bawa Prp… Nya Nih…"


Ayano Melihat Kase Yang Membuka Pintu Dan Didalam ada Mizaki Yang Sedang Berbaring Memainkan Ponsel.


"Uh? Ah, Sugiura-san, Wis"


"Si-siang, *Uhum, A-aku Tidak Akan Lama Lama, Jadi, Aku Pulang Dulu"


"Heeh, Cepat Sekali, 'DISINI SAJA DULU!!' Tadinya Aku Mau Bilang Begitu, tapi Ya, Apa Boleh Buat, Nanti Datanglah Menginap!"


"Maaf Ya, nanti Aku Temani Kok, Jaa Sampai Jumpa"


"Mata Nee!" (Aku Tunggu Yaa~)


Ayano Turun Kembali…


(Hohhh, Apa Aku Terlalu Se Enaknya ya Disini… Ugh, Sepertinya Aku Tidak Harus sering Kesini…)


***


"Sejak Kapan Kau Memanggil Sugiura-san Dengan Nama Belakangnya? Dan Kenapa dia Memanggilmu Rakkun? Agak ……"


"Huh Huh!! Aku Ini Sudah Membuat Progres Yang Begitu Maju!! Inilah Kekuatan Cinta Kami!!"


"…Heehh, Jadi, Sejak Kapan?"


"Mmmm, Awal Tahun… Mungkin?"


"Heehh, (Tidak Jauh Beda Denganky Ternyata)"


"Lagian, Kenapa kau Penasaran Begitu?"


"Aku Hanya mau Membandingkannya Dengan Hubunganku Dan Dia"


"Dia… HEH!! DIA?!?!?"


"Berisik, kau Mulai Tidak Jelas lagi"


"Aduh, aku Kelebihan…"


[3]


'Himawari'


"Apa Dirumah, kau Selalu Sendirian?"


'IsYu'


"Aku Tidak Selalu Sendirian, Aku Bersama Saudariku… Terkadang Setiap 1 Minggu Sekali, Ayah Ibuku Pulang, Tentu Ada saat Dimana mereka Pulang Dan Tinggal Dirumah Selama 2 Minggu, Tapi Setelah 2 Bulan Yang Lalu, Mereka Pasti Pulang Tiap Jam 6 Malam Dan Berangkat Jam 7 Pagi"


'Himawari'


"Mungkin… Syukurlah?… Memangnya Kau Tinggal Dimana?"


'IsYu'


"Di Daerah FFF"


"Huh? Bukannya Daerah FFF Itu Sekitar 300 Meteran dari Sini Ya?"


'Himawari'


"Hooh, Kalau Aku Didaerah XxX, Cukup Dekat Kan? Kau Boleh Mampir, tapi Harus Ada alasan Yang Jelas"


'IsYu'


"Yah, Itu Berarti, aku Tidak Bisa mampir Karna tidak Punya Alasan, Lagian, Dari Awal Juga, Apa Hubungan Kita Ini?"


'Himawari'


"Mungkin Kita Hanya Teman, Dan, Bukannya Kau Ya? Yang Pertama Kali Mengajakku Bicara Waktu Selesai Kerja Dulu?"


'IsYu'


"Tidak, Kau Yang Pertama Mulai"


'Himawari'


"Aku Menolak Keras, Kau Yang Pertama Mulai!"


'IsYu'


"Bagus, Ternyata Ingatanmu Cukup Bagus"


"Guh, Aku Malah Di Uji…"


"Hima-Onee-chan, Makan malam"


Pintu Di Geser Oleh Gadis kecil, Kaede§, Lalu Himawari bangun.


'Himawari'


"Aku Mau Makan Malam Dulu, Kita Sudahi Saja Hari Ini, Selamat Malam"


'IsYu'


"Malam"


*


Ishii Mematikan Data Seluler HPnya.


***


Himawari Mencharge HPnya Dan Pergi Mendekati Kaede…


[4]


Jum'at, 19 April 2019.


'SouReji ---> Reji'


'Reji'


"Hooh Hooh, Jadi Mizaki Mulai Mempepet Chitose-san Ya… Aku Mengerti"


'Chizuru'


"Apa Maksudmu Mengerti… Aku Hanya Ingin Bicara"


'Reji'


"Santai Saja Chizuru-san, Aku Ini Orangnya Selalu Menepati Janji, Kalau Kamu Bilang Jangan Beritahu Yang Lain, Aku Tidak Akan memberitahu Yang Lain, Mungkin Aku Disebut Dewa Perjanjian"


"Haahhh, Terserahlah"


'Chizuru'


"Bisakah Kau Memberitahuku"


'Reji'


"Apa?"


"Gaah!! (Aku Benar Benar Tidak Sanggup Menanyakan Ini!)


"Ooh? (Chizuru Kenapa Ya?)"


'Chizuru'


"Cara Mendapatkan Teman dan Lebih Bisa Tersenyum"


Chizuru Berwajah Serius


(Aku, sudah Berjanji Pada Kaede-chan Soal Ini, Setelah Dia Pergi Waktu Itu… Kaede-chan Memaksaku untuk Berjanji, Untuk Berusaha lebih Banyak Tersenyum)


'Reji'


"Sejujurnya, Aku Tidak Dapat Banyak Membantu Dalam Hal Ini. Ada yang Bilang, Tersenyumlah Setiap Saat, Ada Yang Bilang Tersenyumlah Sesekali, Tentunya Chizuru-san Bebas Memilih Hal Itu Tapi… Tersenyumlah dengan Hatimu, Jangan Terlalu Memaksakan Diri Dan Tenangkanlah dirimu, Hanya Itu yang Bisa kukatakan"


'Chizuru'


"Kalau Yang Lainnya?"


Sayangnya, Chizuru Tidak Mendapat Balasan Selama 2 Hari Kedepan… Dia Tidak Dapat Marah Pada Souki Karna ini Adalah masalahnya, Karna Menganggap Souki Akan Mulai Membalasnya Nanti, Chizuru Mengingat Perkataan Souki Dan Berusaha memahaminya…


[5]


"NIKUJAGANYA SUDAH JADI LHOO!!!!"


Kyouko Masuk Ke Ruang Tengah Membawa 3 Mangkuk Kecil, Dan Satu Piring Besar Dibawah.


Lalu, Yui Dibelakang Membawa Panci Ukuran Sedang.


"Oi, Kau Mau Makan Seberapa Banyak?"


"Hehe!"


"Haah, Maaf Kano-san, Kami Menggunakan Bahan Bahanmu"


"Kalau Untuk Makan Bersama, Aku Tidak akan Keberatan, Tentu Itupun Kalau Hanya Kita Berdua"


"Eheh ^_^"


Meja kayu Disiapkan Di Tengah Ruangan, Kyouko Meletakkan Mangkuk Di Setiap Sisi Meja, Dan Piring Di Depannya.


"Yosh"


"Yosh Apanya, Ganti Mangkuk Sana"


"Buuh, Haai^"


Dengan Cemberut, Kyouko Masuk Kedapur Dan Kembali Dengan Mangkuk Putih Garis Biru Seperti Yang lainnya.


"ah, Mau Ditambah Nasi Tidak?"


Noru Yang membagikan Isi Dari Panci Ke Tiap mangkuk.


"MAU!!"


"Kalau begitu-"


"Dari Tempatku Saja, Kebetulan, aku Menanak nasi Kebanyakan, Jadi Aku Ambil Dulu"


"Hooh, Mau Kubantu?


"Makasih, Tapi Tidak Perlu, kalau Begitu Aku Ambil Dulu"


"Ok… Oi, kalian, Jangan makan Duluan Lah"


Yui Pergi Keluar…



"Nih, Nasinya"


"WOOHH!!! Sasuga Yui! Ini pasti Bakalan cocok!!"


"Yaah, Jangan makan Kebanyakanlah"



"Hahah! Makanya Beratmu Segitu"


"Seenaknya saja, aku Tidak Serakus Itu"


"Kalian Belum Juga Makan, Kenapa Ribut Sih"



Malam Ini Diisi Dengan Banyak percakapan dan Tawa Para anak Smp Yang Masih Tumbuh…



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]



\[Rasanya, Ilustrasi Di Chapter Ini Keren Banget, Yaaa… Agak Susah Dikit Sih Tapi Masih Ke Urutan Gampang Dibikin\]