
Chapter 49: Kenaikan Kelas
[1]
(Orang Bernama Mizaki-san Yang Kemarin Di Resto Karaage, Menyampaikan Pesan Kepadaku Lewat Yui-chan, Dan Setelah Yui-chan Mengirim ID Lime Mizaki-san, Aku Malah Diberi ID Limenya Haruka-kun…… Uuhhh, Bagaimana Ini……)
Akari Melihat Ponsel Merahnya Di Meja, Dikamarnya Dengan Mata Bingung.
………
"Akarii!! Makan Malam!!"
"Uah!- Ha-haii^"
Melupakannya, Akari Pergi Ke Lantai Bawah
[2]
8 Februari…
Semua Anggota Klub Kesenangan, Berada Di Ruang Klubnya, Memainkan Sesuatu, Ntah Apa Itu, Walaupun Hanya Menghabiskan Waktu, Mereka Tetap Bersenang Senang.
~~
"Naahh, Disini Dingin Sekali…"
"Uh? Iya Kah? Aku Sih Biasa Biasa Saja…"
"Itumah Karna Yui Memang Suka Dingin, Padahal Dulu Suka Panas Panasan"
"Apa Maksudmu, Tidak Berhubungan Sekali……"
"Haahh, Rasanya Aku Jadi Ingin Beli Kotatsu Disini…"
"Kalau Itu, Susah. Karna Bangunan Ini Pun Kita Minjam, Kita Jadi Harus Hemat Listrik"
"Benar Lho, Kyouko-senpai, Kalau Mau Yang Hangat, Pelukan Saja Sama Akari!"
"Kok Aku!?!?"
Ini Hanya Keseharian Biasa Di Ruang Klub……
[3]
Di Suatu Sekolah Di Bagian Pinggir Kota Takaoka.
Lapangan Luas Dengan 2 Gawang Di Sisi Ujung. Ada 22 Orang
"Kanan!!!"
"TAROU!!"
Tarou Menerima Bola Dari Senpainya Dan Kemudian Menendang Bola, Karna Teknik Yang Ia Pelajari, Bola Tersebut Seperti Berbelok Secara Tajam, Lalu Melewati Goalkeeper Dan Masuk Ke Gawang.
"Yosshhaa!!!!!"
'3 : 2'
"Fuuhh!! Mantap Tarou!! Gimana? Ngelawan Sekolah Kitawara?"
"Rasanya Menantang!!"
"Yah, ini Bukan Makanan Sih, Tapi, SEMANGAT yang Bagus!!"
"Makasih!!!"
(Huhh, Tarou Jadi Kelihatan Semangat, Padahal Masih Musim Dingin, Rasanya Jadi Panas… Ya, Bagus Sih)
'Istirahat'
Tarou Meminum Air dari Botol, Dirinya Memakai Jaket Hitam Biru Cerah, Dan Celana Olahraga Hitam Biru Vertikal.
"Gaah"
Saat Menaruh Botol Di Meja, Suara Notifikasi Terdengar Dari Tas Gendong Tarou Dan Ia Mengeluarkan Ponselnya.
'Saku'
(Aku Tidak Mengetik Full Namanya Karna Dia Menyebalkan…… Padahal Seharusnya Sudah Ku Mute, Aplikasi Emailku Jadi Error Dan Tidak Mute Kiriman Dari Akun Ini…)
Tarou Menerima Email Dari Sakurako, Tarou Yang Wajahnya Cerah, Sekarang Cemberut Kesal Melihat Ponselnya Dengan Keji, Lalu Membalas.
"Jangan Ganggu Aku Dulu"
Tarou Mengirimnya
"(Geh! Tarou Mukanya Jadi Menyeramkan Lagi!! Ada Apa Ini, Pasti Terjadi Sesuatu, Padahal Tadi Mukanya Terlihat Semangat) Tarou, Jangan Pikirkan"
"Hai^……"
"(Tuhkan Dia Jadi Dingin!!)"
Senpainya Tarou Hanya Pasrah Melihat Perubahan Tadi…
[4]
Senin, 11 Februari, Di Kelas 2 - 5 Nanamori.
"Pagi Kyouko"
"Agi"
"Jangan Disingkat, Ok Ya, Apa Kau Sudah Mulai Belajar?"
"Uh? Belajar Untuk Apa?"
"Hufff, Aku Harusnya Sudah Tau, Sekarang Kita Ada Ujian"
"………"
"Sekarang Kita Ada Ujian…"
"………"
Suara Dari 'Sekarang Kita Ada Ujian' dari Yui, Terngiang Ngiang Ditelinga Kyouko Yang Ditempelkan Ke Meja…
(Gawat!! Kalau Aku Tidak Lulus Dengan Yui, Maka Aku Tidak Akan Bisa Sekolah Dengan Waka-kun Hingga Tahun Depan Lagi!! Aku Harus Belajar!)
Kyouko Dengan Cepat Melihat Ke Kiri Kanan Dengan Agresif, Seperti Hewan Liar.
"Kenapa Lagi…"
"Pinjam Buku Materi Dong?"
"Nih"
"Makasih, Yui-nyan!!"
"Cepat Belajar Sana"
*Dibelakang Mereka.
"Sepertinya Toshinou-san Punya Alasan, Soal Kenapa Dia Jadi Mau Belajar Untuk Ujian"
"Sepertinya Benar, Haha, Aku Ternyata Dulu Menyukai Orang Seperti Itu, Yaahh… (Aku Juga Punya Pilihanku Sendiri)"
"Kase-san Kan?"
"Apa Apaan Itu, Haha, Dia Hanya Tukang Ribut"
"(Ayano-chan Terlihat Senang Sekali, Aku Juga Jadi Turut Senang)"
\*1 Minggu Kemudian…
Senin 18 Februari, Dikelas 2 - 5.
"Haai^ kalau Begitu, Ibu Akan Bagikan Hasilnya, Ibu Kasih Tau Saja, Ada Satu Yang Gagal"
"GAAHH!!!!"
"Toshinou, Berisik. Ibu Akan Mengabsen"
Guru Wali Kelas 2 - 5 Mulai Menyebutkan Nama Nama Murid, Lalu Para Murid Maju Satu Persatu Mengambil Hasil Nilai.
Kyouko Bersujud Di Mejanya Dan Berdoa Dalam Hati Terus Menerus.
(HARUS LULUS HARUS LULUS HARUS LULUS HARUS LULUS HARUS LULUS)
"Toshinou Kyouko!"
"Wah!"
Kyouko Yang Kaget Dipanggil, Keluar Dari Mejanya Dan Maju Ke Depan, Mendekati Guru Berambut Hitam Panjang, yang Menodorkan Selembar Kertas.
"Selamat Toshinou Kyouko, Kau Lulus"
"TIIIIDAAAAA EH? A-aku Lulus?"
"Yah, Ibu Tadi Hanya Bercanda"
"JANGAN BUAT KAMI KHAWATIR BU!!!!!!!"
Seisi Kelas Mengamuk.
"Yoosshhaa!! Heheh!"
"Bangga Sekali Rasanya Ya"
"Ya Iyalah… Kalau Aku Tidak Lulus, Aku Mungkin Akan Sekelas Dengan Akari Dan Tidak Dapat Bersama Waka-kun Lebih Cepat!"
"Hai Hai^ Yah, Selamat"
Mereka Berdua Berjalan Di Jalan Setapak Tanah Dengan Banyak Pohon, Dan Menuju Ke Bangunan Kecil Yang Dipakai Untuk Klub Mereka.
*
(Uh, Rasanya Nilaiku Jadi Lebih Bagus Dari Sebelumnya… Mungkin Karna Kemarin Aku Minta Bantuan Kano-san, Yah, Dia Sendiri Yang Minta Belajar Bersama Sih, Jadi Aku Tidak Menolaknya)
Yui Tersenyum Kecil…
~
"Kyouko-chan, Omedeto! (Selamat!)"
"Syukurlah Ya, Kyouko-senpai"
"Yaah, Aku Jadi Malu"
Kyouko Malu Malu, Tapi Sambil Bangga.
"Kalau Kalian Gimana?"
"Ah, Akari sih Masuk Ke Bagian Aman, Jadi Baik Baik Saja"
"Aku Juga, Tapi Aku Nggak Tau Kenapa Pelajaran Seniku Agak Rendah"
"Aahh, Itu……"
Ketika Chinatsu Mengungkitnya, Akari, Kyouko Dan Yui Teringat Cerita Gambar Buatan Chinatsu Di Akhir Musim Semi Kemarin.
"Yah, Tidak Perlu Dipikirkan"
"Benar Ya, *Huff… Aku Jadi Iri Sama Naru-kun…"
"??"
"??"
"? Ah! Memangnya Dia Bisa Apa?"
Kyouko Teringat Bertemu Dengan Lelaki Yang Bersama Chinatsu Saat Hatsumode.
Karna Ketidak Tahuan, Akari Dan Yui Hanya Diam Memperhatikan, Akari Jujur Memperhatikan, Tapi Yui Pura Pura Minum Teh Sambil Memperhatikan.
Dipikiran Keduanya (Siapa Naru-kun Ini?)
"Naru-kun Itu Hebat Di Gambarannya, Waktu Aku Main Ke Kamarnya, Aku Diminta Duduk Selama 5 Menit, Tapi Sketsa Gambaranku Langsung Selesai Dalam 2 Menit"
"APAA!!!! Grehh!!! Aku Jadi Ingin Merekrutnya Jadi Asistenku Saat Bikin Doujin"
(Main Ke Kamarnya, Eh? Ja-jaa, Bisa Kusimpulkan Kalau Chinatsu-chan Dan Naru-kun Ini Tinggal Serumah, Tapi Waktu Aku Main Kerumahnya, Aku Tidak Melihat Orang Lain Selain Ibu Dan Kakaknya……)
Yui Bingung Sendiri.
"Mungkin Dia Bisa Kalau Dianya Mau"
"BENARKAH!?!"
"Tidak Tau, Nanti Ku Tanyaka- GAH!! (A-aku Malah Membicarakan Naru-kun Didepan Yui-senpai!! Ga-GAWATT!!! Ka-kalau Begini, Yui-senpai Pasti Akan Membenciku Kalau Aku Berpali- TIDAK!! Aku Tidak Berpaling Sedikitpun Dari Yui-senpai! Yui-senpai Adalah Pangeran Seja- 'Apakah Kau Ingin Aku Agar Lebih Menyayangimu?' Ky-) KYAH!!!"
"Eh!?! Ke-kenapa Chinatsu-chan"
"Ma-maaf, Aku Ketoilet Dulu"
Setelah Ditanya Oleh Yui-senpainya Dan Kabur Ke Toilet, Chinatsu Langsung Memfokuskan Dirinya, Lalu Masuk Ke Mode
'Putri Chinatsu Untuk Pangeran Yui'
Lalu Kembali Ke Ruang Tengah Klub.
Akari Masihlah Bingung, Namun Untuk Yui, Ia Sudah Menyimpulkannya.
[5]
Senin, 25 Februari.
Suhu Dingin Mulai Naik, Hawa dan Suasana Di Kota Ini Menjadi Lebih Hangat, Daun Daun Dipohon Mulai Tumbuh Kembali Dan Kehangatan Tersebut Dirasakan Banyak Orang.
***
Di Sebuah Gedung Olahraga, Ada 12 Orang Gadis, Yang Berdiri Disatu Kotak Dan Dibagi 2 Oleh Jaring Panjang Vertikal, Dengan Sebuah Bola Yang Melewati Lewatinya.
Ya, Ini Adalah Voli.
(Aku Sudah Mempelajari Tekniknya, Bahkan Sampai Mempraktekkannya Dengan Chitose Saat Kelas lain Sudah Selesai Saat Istirahat, Aku Harus Bisa Mengimbangi, Rakkun!!)
Ayano Melompat Tinggi, Dan Memukul Bola Yang Sedang Terjatuh Di Atasnya. Bola Tersebut Melesat Dengan Cepat Ke Lapangan Lawan Dan Ayano Mencetak Skor.
"\*Huuff, Masih Belum (Masih ada-
\[Mari Kita Lewati Bagian Ini, Karna Ini Bukanlah Cerita Sport, Anggap Saja Ayano Berhasil Mencetak Skor Dengan Melakukan 7 Kali Spike Yang Diberikan Temannya, Dan, Timnya Kalah, Untung Saja Ini Masih Latihan\]
(Author, Aku Ini Sedang Bicara Dihati, Bisa tidak Jangan Mengganggu?)
\[Pokoknya, Kita Lewat Saja\]
~
"Kerja Bagus, Ayano"
"ah, Kerja Bagus, Funami-san"
"Kamu Seperti Sudah Melatih Tekniknya saja Saat Aku Melihatnya"
"Eh? Tidak Kok, Aku Hanya Mengikuti Caranya Dibuku, Tapi Darimana Perasaan Itu Muncul?"
"Sabtu Kemarin, Aku Melihat Pertandingan Voli Di TV Sama Kano-san, Dia Memberitahuku Beberapa Saat Soal Postur Tubuh Dan Gerakan Saat Spike Ja-"
\[Mari Kita- Author Bacot!\]
"…saat Spike Jadi Aku Bisa Tau"
"Heeh, Aika-san Terdengar Bisa Semua Hal (Waktu Ke Onsen Juga, Kata Funami-san, Aika-san Itu Jago Lari, Aku Malahan Selalu Berpikir kalau Aika-san Itu Sering Dikejar Anjing, Tapi… Funami-san Dan Aika-san Sepertinya Sangat Dekat, Dia Bilang Kalau 'Nonton TV Sama Kano-san' Berarti Mereka Sekamar? Uuhh…)"
"Aku Juga Berpikiran Seperti Itu…"
"Nah, Yui, Ayano! Liat!"
Yui Dan Ayano Melihat Ke Ayano, Dengan \*\* Bulat BESAR! Seperti Ukuran Bola Voli Yang Barusan Dimainkan.
"Bajumu Nanti Melebar Lho"
"Dasar, Main Main Mulu"
"Ahaha ^\_^"
"Funami, Sugiura, Boleh Kalau Mau Latihan, Tapi Bisa Tolong Bereskan Bolanya, Lalu Kunci Kalau Sudah Dipakai"
"Ah, Giliran Kita ya, Kalian Duluan Saja"
"Haaii^"
"Oh Ya Ayano, Apa Kamu Berniat Jadi Ketua Osis?"
"Um^ Dan Juga Aku Mau Melanjutkan Tanggung Jawab Ri-senpai"
"(Hooh, Nama Panggilan Ketua Osis Itu Ya) Heeh, Begitu Ya, Semoga Berhasil"
"Um^ Ri-senpai Sudah Mau Lulus, Aku Berasa mau Ditinggal Ke Luar Negri"
Mereka Membawa bawa Bola Dari Sudut Dan Ujung Ujung Ruangan olahraga Yang Besar, Dan Membawanya Masuk Ke Ruang Penyimpanan.
"Ahaha. Ah, Itu Mengingatkanku, Kemana Ketua Osis Akan Lanjut SMA?"
"Sma Seiri, Sebenarnya Aku Juga Ke Seiri, Jadinya Kami Hanya akan Berpisah Satu Tahun"
"Huhuh, Rasanya Kamu Jadi Terlihat Dekat Dengan Ketua Osis"
"Benarkan, Aku Benar Benar Tidak Menyangka Ini"
"Apanya?"
"Ri-senpai Bicara Dengan Jelas, Lalu Suaranya Enak Didengar"
"Eh, Benarkah?! Aku Jadi Penasaran"
[5.5]
Sementara Itu.
"Sensei, Bisa Minta Air Minumnya?"
"Hoohh, Akhirnya Suaramu Lantang"
"Aku Juga Baru Menyadarinya"
"Eh? Apa Maksudnya?"
(Saat Itu, Aku Mulai Berusaha Berbicara Dengan Benar Dan Terdengar Jelas, Itu Juga Agar Kei-kun Tidak Perlu Mendekatkan Telinganya, Walaupun Terkadang Suaraku Habis Dan Aku Bicara Normal {Tidak Terdengar Lagi})
"*Uhuk *Uhuk………" {Aku Kehabisan Suaraku}"
"Ah, Begitu Ya…"
***
"Uh? Funami-san………(Dia…… Tumbuh Lagi…) *Menatap Dadanya Sendiri…"
"Uh?"
Di Ruang Ganti.
Di Klub Kesenangan.
"Akari Sudah Naik Saja Ke kelas 2"
"Benar Ya Akari-chan, Untung Saja Kita Bisa Naik Kelas bersama"
"Um^!"
Seperti Biasanya…
"Kita Sudah Hampir Satu Tahun Ya…"
"Rasanya Terlalu Cepat Menurutku"
"Woh, Tahun Ini Aku Punya Banyak Kenalan, Etto…… Waka-kun, Watar-san, Kase-chan, Mizaki-kun, Souki-sensei, Lalu Hagino-Kun"
"Hagino-kun?"
"Horrah, Saudaranya Chinatsu-chan"
"eh? Yang Namanya Naru? (Huh? Tunggu, Jadi Nama Mereka berbeda? Kalau Hagino Itu Nama Keluarga, Berarti Naru Itu Nama Aslinya, Jadii…… Mereka Hanya Tinggal Bersama? Mmm, Mungkin Saja Mereka Saudara jauh……)"
"Uh^! Woooh, Kebanyakan Laki Laki Yaa"
"(Aku Pikirkan Nanti Saja lah)Tidak, Bukan Kebanyakan Lagi, Tapi, Semuanya Memang Laki Laki"
"Benar Juga, Uuhh, Aku Jadi Ingin Punya Teman Perempuan Lagi"
"Banyak Sekali Maumu"
"Buuhh…"
Chinatsu Pura pura tidak Dengar Saat Ada Kata Naru.
\[6\]
\*Wisuda
Daun Daun Yang Kedinginan, kini Mendapatkan Kehangatan Dan Membagi Kehangatannya Dengan Menumbuhkan Daun Daun Lainnya…
\*\*\*
"Aahh, Aku Tidak Terlalu Kenal Banyak Dengan Anak Kelas 3"
"Aku Juga"
"Aku Juga"
"HIDUP PKR!!!"
"HIDUP PKR!!!"
"HIDUP PKR!!!"
"HIDUP PKR!!!"
Di Kelas 2 - D, Empat Orang Ribut, Dan Ada satu Orang Yang Muncul, Menghilang, Muncul, Menghilang…
"Ahaha, Souki Seperti Biasa ya"
"Hebat Maksudnya"
"Ya, Dulu Aku Pernah Mau Memukulnya, Tapi Tidak pernah Kena, Mungkin Karna Uangku Di Palak Orang, Makanya aku Juga Malak Orang"
"Gahahaha!! Kau Tol-"
Pukulan Mendarat Di Bahu Dari Seseorang.
*Semua Murid, Datang Lah Ke Gedung Olahraga, Ulangi, Semua Murid, Datang…
"Ah, Tawaka, Tsurugi, Souki, Bisa Angkat Aku?"
"Uh? Ngapain?"
"……… Tidak Jadi Dah"
Hal Konyol Yang Dipikirkan Noru, Ternyata Memang Konyol.
[7]
3 April.
"Uh? Yui, Perasaanku Saja, Atau Pipimu Jadi Merah Begini, Ada Apa?"
Kyouko Mencubit Kedua Pipinya Dengan Satu Tangannya Dan Merapatkan Ke Tengah Mulut Sambil Memperlihatkannya Pada Yui Yang Berjalan Disampingnya Di Lorong.
"uh? Be-benarkah…… Ahhh, Aku Tau Penyebabnya Sih"
"Eh… Apa Ada Yang Menyiksamu, WATAR-SAN MENYIKSA M-!!!"
"NGGAK LAH!!!!"
Getokan Kepala…
~
"Kano-san Hanya Memainkan Pipiku Semalam, Tadi Pagi Juga"
"Geh, Watar-san Ternyata Mesum Sekali"
"Ti-tidak Lah! Kami Berdua tidak Melakukan Hal Seperti Itu!"
[7.5]
***Sebenarnya.
"Aku Sepertinya Jadi Terlalu Sering Main Kesini"
"Tidak Apa, Aku Senang Kamu Disini, Aku Sadar Kalau Aku Kesepian"
"Ju-jujur Sekali"
"Uh?"
Noru Melihat Panda Dengan Datar, Lalu Mata polosnya Melihat Ke Wajah Yui.
"Huh? Kenapa?"
Noru Kemudian Perlahan Menggerakkan Tangan Kanannya, Dan Mencapai Pipi Kiri Yui Yang Duduk Di Samping Kiri Meja.
"Uuh"
Pipi Yui Memerah Dan Noru Mencubitnya Pelan, Lalu Menarik Nariknya.
Noru Membuka Matanya Lebar Dan…
"*Terlihat Senang"
"(Uuhh, Dia Malah Memainkan Pipiku) Ke~Nap~waa… Kwaa~ Noo~ Shan~??"
"Woohh"
Noru Kemudian Memegang Pipi Kanan Yui Dengan Tangan Kirinya, Dan Menariknya.
"Woohh- Ah! Maaf, Aku Berlebihan"
"Ughh, Pipiku Agak Sakit…"
"Aah…"
Yui Dengan Perlahan, Mencapai Pipi Kiri Noru Dan Mencubitnya Perlahan Sambil Menarik Nariknya.
"Hoohhh…"
"……… (Aku Pantas Mendapatkan Ini……)
"Enak Sekali Rasanya, Mungkin Ini Karna Aku Jarang Menarik Narik Pipi"
"Kamwu~ Sendiri~ Malwah~ Ikutyan~"
"Ah, Maaf, Tapi Kamu Pantas Mendapatkannya"
"Benar Juga"
Yui Melepasnya, Dan Melipat Tangannya Di Meja.
Kedua Orang Ini Diam, Memikirkan Hal Serupa…
(Untung Saja Sikap Kami Bisa Mencairkan Suasana Canggung Barusan Dengan Mudah)
Mereka Sudah Sangat Terbiasa Dengan Suasana Hening Yang Tenang, Dengan Percakapan Minim Pun, Mereka Menikmati Suasananya…
"Pagi, Yui"
"Met Pagi… Ah! Aku Teringat, Bagaimana Miki-chan?"
"Uhh… Miki Sepertinya Cukup Senang, Mungkin Ini Soal Seragam Pelaut Di Sekolah Kami"
"Aahh, Begitu Ya"
"………… Ah, Miki Sudah Dapet Ponsel, Dan Aku Membuatkannya Email Dan Lime, Nanti Kukirim"
"Sudah~ lah~ Jangan~ Menarhik~ Pipwy~ ku Laagii~~"
Yui Membalasnya Lagi.
\*\*\*
Muka Yui Memerah Ketika Ia Duduk Di Mejanya.
"Jadi, Kalian Melakukan Apa Saja Semalam Selain Hal Mesum?"
"Kami Tidak Melakukannya, kami Hanya Makan Malam"
"Woohh, Malam Malam, Makan Malam Bersama, Aku Dan Waka-kun Padahal Belum Sejauh Itu"
"kaliankan Jauh, Kalau Kamu Tinggal Di Apartemen Kami, Baru Kamu Bisa Makan Malam Bersama"
"Ugh, Waktu Kamu Bilang Begitu, Pikiran Tentang Tinggal Sendiri Di Apartemen Muncul"
"Huuh, Kamu Mungkin Harus Mulai Mempersiapkannya, Mungkin Saja 4 Atau 5 Tahun lagi, kamu Akan Tinggal Sendiri"
\*\*\*
"Yaahh, Siapa Yang Tau, Mungkin Nanti Aku Mengurus Rumah"
"Ahh, Benar Juga, Di Angket Masa Depan, Kamu Menulis Jadi Ibu Rumah Tangga Ya… yaah, Semoga Berhasil"
"Jangan Bilang Begitu, Yui Juga Begitu Kan?"
"Apanya?"
"Yui Bakalan Mengurus Keluarga, Sama Watar-san"
"Uuhh, Siapa Yang Tau"
Yui Memerah Kembali…
"Ah, Oh Ya, Kyouko Mau masuk Ke Seiri Kan?"
"Uuhh^ Kyouko-chan Ini Mau Satu Sekolah Dengan Waka-kyuunnya"
"Ahaha, Mungkin Memang Benar, Kalian Sepertinya Sangat Serasi, Semoga Lama"
"BUKAN LAMA! Tapi Sampai Mati, Tapi Yaah, siapa yang Tau…"
Siapa Yang Tau?.
\[8\]
8 April.
Nanamori, Kelas 3 - 5.
"Kita Sepertinya Memang Tidak Terpisahkan"
"Ini Biasa, Lagian Kita dari Kelas 1 Juga Sudah Bareng"
"Ya Juga benar Siih"
Kyouko Duduk Dimejanya Di Tengah Dari Ruangan Di Sisi Pintu Masuk Kelas 3 - 5.
"Ayano-chan, Kata Guru, Kita harus Ke Ruang Guru, Katanya Untuk Persiapan Ketua Osis nanti"
"Eh? Kamu Tidak Mencalon Kan Diri?"
"Tentu, Yang Akan Jadi Ketua Osis nanti Kan Ayano-chan, Siapa lagi?"
"Uh, Makasih, Chitose…"
Tanpa Anak Kelas 1 Baru Sadari, ketua Osis Sudah dipilih Tanpa Sepengetahuan Mereka Sebelum Masuk Pertengahan Semester satu…
\[9\]
"Ah, Se-senpai Yang Itu, Terlihat Jahat"
"Ah^ dia Seperti Mau Malak Kalau Kita Di Tempat Sepi"
Hagino, Tarou Dan Haruka Sedang Duduk Di Meja Kantin, Di Sebrang Kiri jauh, Ada para Murid Baru.
"Itu Pasti Karnamu, Sawamatsu"
"Berisik, Aku Hanya makan"
"A-ahaha"
Haruka hanya Tertawa Gugup.
Saat Melihat Sekitar Sambil Memakan Udonnya.
"Ah, Mizaki-senpai"
"Uh? Aah, Haruka, Aahhh, Sialan, Ternyata Kau Sudah Besar Yaa"
"Mizaki-senpai Itu Bukan Ayahnya Shigasawa Kan?"
"Tentu Saja Bukan, Omong Omong Tarou, Katanya Kemarin kemarin, Kau Terlihat Semangat Waktu Tanding, Sepertinya kau Sedang semangat Yaa"
"Ah, Hai^… (Sakurako Sialan)"
Mizaki Ikut Duduk, Disebrang Tiga anak Kelas 2.
"Tawaka! Noru! Sini"
"Uh…"
~~
Noru Duduk Disamping Kanan mizaki, Memakan Sebuah Roti Kotak Isi Coklat, Lalu Tawaka ada disampingnya, Tidak Membawa Apa apa.
"………"
"Kenapa ini? Noru Bicaralah"
"Aku Sedang Berpikir, Tadi Pagi Aku Melakukan Sesuatu"
"Maksudmu Mastu-"
"Bukan Bodoh, Ke Yui"
"Maksudmu Kau Melakukan 'Itu' Ke Funami-san?"
"Ya… Uh? Memangnya Kau tau Apa Artinya 'Itu'?"
"Itu Kan Mastur-"
"Kau Diam Saja, Gblk"
Noru Melempar Sebuah Obat Kecil ke Mulut Tawaka yang Membuatnya Diam, Tapi Efeknya Tidak Lama.
"Jangan dibicarakan. Omong Omong ,
*…*Bagaimana Perasaan Kalian Menjadi Pihak Pertengahan?"
"Mmm, Rasanya Seperti Punya Atasan Dan Punya Bawahan, Namanya juga Kelas 2"
Mungkin, Hagino Berpikir
(Jadi Orang Bernama Yui Ini Tetangganya Aika-Senpai Ya…)
"(A-aika-Senpai Terlihat Hebat!) Aah!!! Aku Baru Ingat, Aku Harus pergi Ke Osis! Takutnya Ketua Memarahiku!"
Haruka Dengan Cepat Menghabiskan Udonnya Dan Membawanya Ke Bu Kantin Lalu Membayar, dengan Cepat Pergi Ke Bangunan Utama.
"Huh Huh!! Ishii Sepertinya Bisa Menjaganya^! Huhuhu!"
(Aku Yakin Tsurugi sedang Membanggakan diri, Bodo Amat Lah)
Dua Senpai Berpikiran sama, Dan Melakukan Hal yang Sama.
"Aku Cukup Ragu, Apakah Klub Ruangan Bakalan Dapet Anggotanya Sedikit, pasti Banyak"
Tawaka berkata Dengan Malasnya…
"Uh^ Jadi Sepertinya Anggota PKR Bakalan makin Banyak"
Mizaki Meminum Colanya.
"Uhh, senpai, Kupikir Orang Orang Jangan Sampai Masuk Ke Klub PKR"
Tarou… Minum Kuahnya Mie Cupnya
"Aku Juga Merasa begitu, lagian, Ini Hanya Klub Yang Otomatis Dibuat"
"Yah, Aku Yang Membuat Peresmiannya"
Membalas Perkataan Mizaki, Noru Membuka Rotinya Dan Menjilat Coklat Didalamnya.
"Menurutku Itu Normal, Mungkin Ini Hanyalah Kumpulan Orang Yang tidak punya Klub"
"bukan Mungkin Lagi, Tapi Memang"
Noru Mulai Menggigit Ujung Roti…
"Maaf, Tapi Aku Ikut Klub Sepak Bola"
"Yaahh, Berusahalah, Tarou, Tawaka-senpai {Yang Sudah Punya pacar} Ini, Akan Mendukungmu"
(Kami Barusan Mendengar Kata kata……)
"Uh? Apa Mungkin, Pacarnya Kashima-senpai Itu, Yang Waktu Itu Hatsumode sama Kase-Senpai??"
"Uh? AAPAAA!!!!!! Yaah, Niatnya Aku Mau Begitu, Tapi Kyouko Dan Ranka Sudah Memberitahuku, Makasiih…"
"Haahh……"
Obrolan anak kelas 2 Dan Senpainya masihlah berlanjut.
[10]
10 April.
"Nee Nee, Itu Orang yang Bisu Itukan? Apakah Kelas ini Akan Tetap baik Baik Saja"
"Kita Abaikan saja Dia, Padahal Kita Ini Mau Menikmati Masa Sma Dengan Senang"
Rise Duduk Bertopang Dagu Di Kantin Sma Seiri, Lebih Tepatnya Di daerah Pojok, Menghabiskan Waktu.
Lalu, Seseorang Duduk Disampingnya. Menaruh Sepiring Ikan Goreng Dan nasi…
"Uh?"
"Siang, Matsumoto-san, Kamu tidak Lupa Padaku Kan?"
"Uh^ Okazaki Maeni, Kan?"
Gadis Tanpa Jas Hitamnya, dan memakai Kemeja Putih Dengan Rok Kotak kotak Hitam Putih, Bernama Okazaki Maeni, Di Pandangan pertama, Dia Terlihat Manis, Berkulit Kuning Langsat, Mata Besar Dengan Warna Kuning, Rambut SeBahu Pony Tail yang Sepertinya Baru Dicat Dibagian Ujung Berwarna Biru, Kebanyakan Masih Berwarna Hitam. (Tunggu, Author… Kenapa aku Tidak Mengisi Biodataku Sendiri {Karna aku Yakin Akan panjang, Sudah Jangan Protes} Geh, Pelit Sekali)
"!!…… Ma-matsumoto-san bi-bicara?"
"Kenapa? Aku Memang Suka Berbicara"
"Ti-tidak, Aku Cukup Kaget, Soalnya Kamu Itu BiCaranya Cukup Pelan, makanya Orang Orang Tidak Dengar"
"Huuhh, Begi………"{tu Ya}
"Uh? Apa?"
"………" {Suaraku Habis}
"eh? Memangnya Bisa Seperti Itu Ya? Eh? Kok, Aku Bisa Mengerti?"
"………" {Mungkin Kalau sudah Terbiasa, Kamu akan Bisa Berbicara Denganku Seperti Ini}
**
"Heh! Siapa, Apa itu Senpai!?!"
"Dia mendekati Sibisu!"
**
"Wo, Rise-chan, Siaang…"
"………" {Ah, Kei-kun, Siang}
"!! Si-siapa Pria tampan ini?"
"………" {Kelas 2}
"Yahallo… Temannya Rise-chan? Kenalkan, Okuro Kei Desu"
"A- O-okazaki… Maeni Desu"
"Hooh, Nama Yang Menarik, Salam kenal, Okazaki-san"
"Sa-salam Kenal, Oku…… (Huh? Ya… Hallo? Yahallo?! Eh?! Bu-bukannya Itu! Kata Kata dari Karakter anime Yang Ditolak? Apa Ini? Apakah aku Barusaja ditolak? Guuh, Sepertinya Begitu… Mungkin, Okuro-san Ini Sudah Punya Pacar……) Ro-san"
[^Dipikirkan Selama 0.5 Detik]
"Huh Huh, Semoga Kalian Senang Sekolah Disini, Omong Omong, Kalian berdua Sudah Memutuskan? Untuk masuk Klub Apa?"
"Aah, Aku Klub Seni"
"………" {Mau Masuk Osis}
"(Hah!! Aku Barusan mengerti Lagi, Apa ini? Apakah aku Sudah dapat Skill 'Mengerti Tanpa Didengar'??) Mau masuk Osis lagi?"
"………" {Uh^}
"Begitu Yaa, Semangat, Matsumoto-san"
"Heehh, Osis Ya, Kalau Begitu, Nanti Tambahkan Uang Kas Klub Musik Ya"
"………" {Maunya Saja, tidak akan}
"Heehh, Sebegitunya……"
"Okuro-san, kau Masuk Klub Musik?"
"Uh^ Aku Hebat Lhoo, Yah, Setelah Lulus Sma, Mau Berhenti Main Sih"
"Heeh, Hebat, Apa Pernah Menang Kompetisi?"
"………" {Pernah, Waktu Itu Di Kelas 2 Smp, menang Juara Satu Se Kota, Tapi Dia malah menolak lanjut Ke Lomba Prefektur}
"Heeh, Eh! (a-apa Mereka Berdua ini Pacaran? Padahal baru Sebentar Bertemu, Aku Memang Hebat Bisa Langsung Memutuskan Hal Ini, Tapi Okuro-san Menolakku Barusan, Jadi Ada kemungkinannya!)
Okazaki Mulai Kelebihan Pikiran. Untungnya, Kehidupan Sekolah Rise, Tidak Dijauhi Teman temannya, Saat Terkadang Suara Rise Muncul, Orang orang Sering Mengobrol Dengannya, Dan akhirnya, Seluruh Murid Kelas 1 - A, Mengerti Apapun Yang diucapkan Rise dengan jelas…
*Mari Kita mulai Cerita di Lembaran Baru
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]