Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Sudah Kah? [Q]



Chapter 54: Sudah Kah? [Q]


[1]


*** Sabtu, 20 April 2019.


"Jadi, Pada Akhirnya…… Mereka Sudah Ya"


"Sepertinya Begitu, Yaah, Aku Ntah Kenapa Bangga Pada Ayano-chan Yang Berani Mengatakannya"


"Memangnya Kamu Ibunya Ya, Haha… Maah, Kalau Ranka Sih, Sepertinya Memang Suka Terang Terangan…"


"Yah, Lagian Kita Juga Sudah Merekam Pengakuan Kase-san, Mungkin Nanti Bisa Kita Kirimkan Ke Grup"


"Ide Bagus!"


Hanya Membicarakan Temannya Di Belakang Dari Orang Yang Sedang Dibicarakan, Sambil Berjalan Di Sekitar Mall.


"Ah, Ranka, Kita Mau Kemana Jadinya?"


"Eh? A-a-aku-"


"(Segugup Itukah Kau, Kupikir Daritadi Kalian Sedang Ngobrol Ternyata Malah Saling Diam) Tenang Kanlah Dirimu, Katakanlah, Mau Kemana Kita Sampai Ke Mall?"


"Gah!! Aku Baru Ingat!! Ada 2 Volume Manga Yang Belum Aku Beli!!"


Ranka Langsung Berlari Meninggalkan Kelompoknya…


"ah!!"


Ayano Terkejut…


"(Aku Takut Kalau Sugiura-san Hatinya Tersakiti Gara Gara Tadi…) Mau Dikejar?"


"Ti-tidak Pe-perlu Lah, Ikuti Saja"


"Haaai^ Sugiura-sama"


"Mizaki-san, Hentikan"


"^_^"


Mereka Mengikutinya, Melewati Sebuah Restoran didalam Mall.


[2]


"huh? Aah!! Ichii!"


"Uh? Ah, Ranka, Kebetulan Sekali Bertemu Denganmu Disini…"


Sebelum Sampai Di Toko Yang Dituju Ranka, Ia Mendekati Sebuah Toko Kacamata Dan Mendekati… Ishii Yang Sedang Seperti Membayar Di Depan Kasir.


"Um! Kebetulan"


"Mau Apa Kau ke Mall? Biasanya Hanya Beli Manga Kan?"


"Memang! Ada Temanku Yang Lain"


"Heeh, Kalau Kau Bilangnya 'Temanku Yang Lain' berarti Aku Tidak Kenal Mereka Ya"


"Uh^, Yah, Bukan Teman Seperti Souki Yang Bisa Muncul Dibelakangmu Sih"


"Maksudmu Aku?"


"GAAH!!!!"


Suara Souki Terdengar Dari Belakang, Dan Ia Mencapai Pundak Ranka Yang Memakai Jaket Tanpa Tudung Warna Merah…


"Baru Saja Dibicarakan"


"Permisi, Total Harganya 8** Yen"


"Ah, Hai^"


Ishii Berbalik Ke Kasir, Membuka Tas Selempang Di Dadanya Dan Mengeluarkan Uang Pas


"Kau Sekarang Mau Kemana?"


"Mau Pulang"


"Pulang, Kenapa Nggak Kumpul Sama Kelompokku, Ada Tsurugi Juga Lho"


"Tidak, Aku Masih Sibuk Jadi Sampai Jumpa"


"Buhh, Yasudahlah"


Ishii Pergi Dengan Sebuah Kantong Plastik…


~


"Kalau Kau?"


"Mmm, Tadinya Aku Mau Mengajak Chizuru-san Jalan Jalan, Tapi Aku Ada Urusan, Jadi Aku Tidak Ikut Dulu"


"Huh? Chizuru Itu… Bukannya Dia Adik Ikeda Chitose?"


"Memang"


"Kakaknya Ada Disini Lho, Tuh"


Ranka Menunjuk Ke Belakang Souki, Menunjuk Ke Ayano, Chitose Dan Mizaki.


"Ah!! ONEE-SAMA!!!"


"Huh? Ah, Souki-san Yaa~, Terimakasih Karna Telah Menjaga Chizuru"


"Tidak Apa!! Sa-saya Akan Melakukan Yang Terbaik!!"


Souki Langsung Membungkukkan Badannya 90\* Dan Berbicara Sesopan Mungkin.


"Tidak Perlu Sesopan Itu Kok"


"Ha-hai^"


"Oi Souki, Kenapa Kau Malah Gugup Seperti Itu"


"Ah, Maaf, Bukan Seperti Diriku Ya… \*Uhum, Kegugupan Ini Adalah Karna Bertemu Calon Kakak Ipar!!"


"^\_^… Maah, Aku Tidak Masalah Sih"


(TUNGGU DULU!!!!!! Kalau Souki Mau… Sama Chizuru-san, Be-berarti, Souki Akan Menjadi Suami Dari Adik Iparku!! Guh, Aku Berpikir Berlebihan, Aku Tidak Boleh Berpikir Terlalu Jauh, Aku Masih Anak SMP!!)


"Ah, Karna Aku Ada Urusan, Aku Mau Pamit, Sampai Jumpa Semuanya!!"


Souki, Langsung Menghilang Dan Di Ujung Mata Chitose, Ia Melihat Souki Di Ujung Matanya Sedang Berlari.


Reaksi Ayano Dan Chitose Cukup Terkejut Karna Souki…


"A-apa Apaan Itu!"


"jadi Ini Yang Dibilang Sama Chizuru"


"Huh Huh! Aku Juga Bisa Lhoo~, Ayano-san, Coba Pukul Aku!"


"Huh!! A- Ke-kenapa Tiba Tiba?"


"Sudahlah"


"Perhatikanlah, Chitose-chan"


"Uh… Baiklah"


Chitose Menurut Dan Memperhatikan Ranka.


Ayano, Dengan Gugup Memasang Kuda Kuda, Dan Saat Sudah Mengangkat Tangannya, Pukulan Mendarat Di Wajah Ranka Dan Membuatnya Terjatuh Ke Lantai, Dan Diperhatikan Orang Orang.


"GUHUK!!- ke-KENAPA MALAH KAU YANG MUKUL!!!"


"Um Um, Kau Masih Terlalu Lengah, Souki Akan Memarahimu Bila Melihatnya"


Terlihat Mizaki Mengepalkan Tangannya Di Depan Ranka yang Duduk Di Lantai.


Mizaki Mengulurkan Tangannya, Dan Membantu Ranka Bangun.


"Uah, Yaah, maaf Lah, Lagian, Aku Meminta Ayano-san Memukulku Agar Aku Bisa Menyombongkan Diri!"


"Weeh, Gitu Ya~, Sugiura-san, Ayo Coba Lagi"


"U-Um!^"


Mizaki Mundur Kembali Dan Memperhatikan Ranka.


Ayano Mengangkat Tangannya Dengan Gugup, Lalu Mendaratkannya Pada Pundak Ranka, Mengenai Udara…


Ranka Berpindah Tempat Dengan Lambat Tapi Gerakannya Bisa Melewati Kecepatan Pukulan Ayano Yang Cukup Cepat.


"Hah!"


"Hum Hum, Aku Juga Bisa, Yah Hanya Untuk Main Main Sih"


"A-apa Apaan Gerakan Itu"


Omong Omong, Ayano Masih Memakai Pola Ponytailnya Karna Terlalu Malu Bila Memakai Pola Rambut Yang Di Ikatkan Oleh Chitose, Dan Juga Bisa Menarik Perhatian…



"Yosh, Jaa Kalian Bisa Menungguku Atau Ikut Denganku"


"Ah, Aku Ikut Sebentar"


"Jaa Aku Dan Chitose Akan Menunggu, Tidak apa Kan?"


"Tidak Apa Apa Kok ^_^"


Mizaki Dan Ranka Masuk Ke Toko Buku, Kebanyakan Manga Dan Light Novel.


"Mmmm… Selamat Ya… Ayano-chan"


"he-Eh? Ke-kenapa Tiba Tiba?"


"Yaah, Rasanya, Aku Hanya Ingin Bilang Begitu, Dan Juga… Aku Turut Senang"


"Gu-uh… Ma-Makasih"


Ayano Berkata Dengan Pelan.


"(Ayano-chan Terlihat Senang Dimataku, Yaah, Dia Malu Malu Juga Sih) Aku Tadinya Ingin Merekamnya, Tapi Itu Sangat Tidak Sopan. Apa Kamu Mau Merahasiakannya?"


"U-um, Tentu, Karna, Aku Ketua Osis Nanamori Saat Ini"


"Ahaha~ Tenang Saja Ayano-chan, Sekolah Tidak akan Memarahi Kita Bila Kita Punya Kesenangan Pribadi, Kalau Sekolah Marah, mungkin Aku Sudah Lama Putus Sekolah"


"Gu- ahahaha! Apasih yang kamu bicarakan Haha, Haahh, Makasih Chitose, Karna… Telah Bersamaku Selama Ini"


"^_^ Aku Juga, Makasih, Ayano-chan"


Hati Mereka Berdua Merasa Senang Dan Juga Tenang.


[3]


"Mmmm, Uenaak~~"


"Nah, Aku Minta"


"Boleh!"


Tawaka Menusukkan Garpu Ke Pancake Coklat Didepan Kyouko.


Dan Memakannya.


"Huuhh, Cukup Enak, Lebih Enak Dari Buatan Noru"


"Ya Iyalah Bodoh, Aku Tidak Sehebat Itu Dalam Memasak"


"Ahaha"


Yui Tertawa Gugup.


"Mmm, Yui, Apa Kamu Bisa membuatnya, Aku Jadi Ingin Memakannya Di Rumah Nanti"


"Ahaha, Aku Tidak Terlalu Yakin, Kali Kali, Kau Sendiri Harus Coba Masak Lah, Kyouko"


"Iya iya, Mempersiapkan Masa Depan, Kan!?"


"Uh^"


Uuuhhh, Saran Dari Yui Diterima.


(Mempersiapkan, Masa Depan Yaa~ Yosh, Nanti Aku Harus Belajar, Membantu Ibu Contohnya!!……… Yah, nanti Saja Lah)


Ternyata Tidak. T_T.


[***]


"ah, Yui, Kita Pergi Belanja Bentar yu"


"Aah, Benar Juga Ya, Semalam Kita Membicarakannya"


"Bicarakan Apa?"


"Jangan Masuk ke Mode Bodohmu, Tawaka, Kau Tidak Perlu Tau"


"Kalau Begitu, Aku Dan Yui Mau Pergi Belanja Sebentar, Kalian Bisa Pergi Ke Kyoto Dulu Lalu Kita Bertemu Di Sana"


Kyouko Menunjuk Ke Ujung Ruangan Besar Kotak Ini Ke 4 Kursi Di Sudut.


"Baiklah, Jam 3 Nanti, Kami Akan Ada disana"


"Jaa, Langsung Saja!!"


Kyouko Langsung Berjalan Dengan Semangat Ke Bagian Pakaian Dari Mall, Diikuti Oleh Yui Yang Melambaikan Tangan Ke Noru Dan Tawaka.


"Kita Ke Toko Buku"


"Apa~~?"


"Ada Sedikit Majalah Tentang Anime Terbaru"


"GAS!!!"


Mereka berkumpul Kembali Ditempat Barusan.


"Yosh, Aku Mau Beli Manga Dulu, Jadi Tidak Perlu Menungguku!!!"


"Aku Ikuuutt!!!!"


Tawaka Mengikuti Kyouko Yang Berlari Ke Dalam Mall.


"Huff, Biarlah"


"Ahaha, Mungkin Lebih Baik Begitu, Jaa, Mau Pulang Saja?"


"…… Ya, Aku Sedang Malas"


"Guh… Jaa, Ayo"


Noru Dan Yui Pergi Ke Jalan Keluar.



"Ah, Aika"


"Aahh, Ketua"


"Selamat Sore, Ishii-san"


"Sore"


"Kebetulan Sekali Bertemu Denganmu Disini…"


"Mungkin Benar……"


"Ada Apa Memangnya?"


Noru Dan Yui Bertemu Ishii Di Gerbang Depan…


(Sebentar? Ketua? Ishii-san Ketua Dalam Hal Apa?)


"Aku Hanya Membenarkan Kacamataku"


"Heehh"


"Omong Omong, Ishii-san Itu Ketua Dalam Hal Apa?"


"Ketua Osis, Dan Kuberitahukan Saja… Aika Adalah Orang Penting Di Osis Makanya Dia harus sopan Pad-"


"Stop"


"Heeh, Ketua Osis Yaa"


"Omong Omong, Sugiura-san Itu Ketua Osis Kan?"


"Yeah, Tanpa Pemilihan, Karna Chitose Menolak Pemilihannya"


"Sugiura Dan Chitose…… Sugiura Ayano Itu Pacarnya Ranka Dan Ikeda Chitose Itu Sedang Dirumorkan Orang Yang Sering Jalan Dengan Mizaki"


"Tadi Aku Bertemu Ranka, Aku Bukan Peramal Seperti Sang Informan Di Samping Kita ini"


"Ah! Ka-kano-san, Memang Informan Ya… Ketua Osis Seiri Juga Bilang Begitu"


"Mengesampingkan Itu, Aku Harus Cepat Pulang, jadi Aku Duluan"


"Ah^"


Ishii Berbalik Dan Pergi Menjauhi Noru Dan Yui Berdua.


"Sikap Kalian Cukup Mirip Menurutku"


"Benarkah? Aku Merasa Dia Bisa Dikatakan 'Lebih Baik' Dariku"


"Hhhmm, Begitu Kah? Aku Rasa…… Kamu…"


"Yah, Tidak Perlu Dibandingkan, Aku Adalah Aku, Ketua Adalah Ketua"


"U… Uh^"


(Mungkin, Itulah Yang Kusukai Darimu…… Kano-san……)


Mereka Lanjut Ke Perjalanan Pulang Mereka…


[4]


"Oya! Ayano!"


"Uh? Toshinou-san"


"^_^ Selamat Siang"


"Oohhh, Ciss, Sugiura-san, Ikeda-san!"


"Kenapa Kalian Berdua Ada Disini?"


"Yah, Kami Lalu Watar-kun Dan Yui Sudah Nonton Film Horror Lanjutan Dari Film Yang Membuat Aku Dan Waka-kun Pingsan"


"Film Horror? Sepertinya…… Se… Ru (Aku Malah Trauma Soal Film Horror Yang Kutonton Dengan Rakkun Waktu Natal Itu, Guh, Itu Sungguh Menakutkan… Tapi Yaah, Mungkin Film Yang Membuatku Menangis Ketakutan Adalah Ketakutan Terburukku… Dan…… Ano… Kiss…)


Ayano Menyentuh Bibinya Sendiri… Ia Juga Tidak Mengetahui Bahwa Film Yang Di Tonton Oleh Kyouko Dan Tawaka Adalah Film Yang Ia Tonton Juga…


"Hoohh… Sudah Kuduga, Ayano… Kamu Pernah Ciuman Ya?"


"eh?"


"Huh?"


"Uuh? ^_^"


Kejutan…


[5]


"Kopi?"


"Mmm, Jus Rasa Lemon Saja"


"Baiklah"


Noru, Mendekati Mesim Minuman Dan Memasukkan Selembar Uang Ke Lubang Persegi Panjang Tipis Di Pinggir…


*Ditekanlah 2 Tombol Yang Berbeda.


Noru Mengambil Dua Kaleng Dari Lubang Dibawah Dan Mengambil Uang Koin Dari Atas.


Noru Menumpuk Kalengnya Setelah Memasukkan Uang Koin Ke saku Baju Dalamnya.


"Nih"


"Uwah! Eh, Makasih"


Noru Melempar Kaleng Hijau Cerah, Dan Membuka Kaleng Coklat Putih.


"Berapa Hargan-"


"Tidak Perlu Lah, Tidak Perlu Sungkan Padaku Begitu, Ini Hanya Hal Kecil"


"Uuh… Begitu Ya, Maa, Makasih"


Senyum Kecil Berada Di Wajah Yui, Noru Melihatnya Dengan Datar, Namun Pipinya Agak Memerah…


Lalu


Saat Berjalan Melewati Trotoar, sebuah Batu Kecil, Ada didepan Kaki Noru, Lalu, Kaki Noru Tersangkut, Menyebabkan Ia Yang Sedang Meminum, Memegang Erat Kalengnya, Dan Badannya Mulai Terjatuh Kedepan Karna gerakan Langkahnya, Namun.


(GAWAT!!! AKU TIDAK FOKUS!!)


Saat Berada di Kemiringan 15 Derajat, ia Melihat Badan Wanita yang Terlihat Cukup Dewasa… Disekilas Matanya… Noru Melihat Seorang Gadis Berkulit Cerah Dengan Rambut Panjang Yang Di Cat Biru Hanya Dibagian Ujung Yang Memakai Kemeja Kancing Hitam Dan Rok Merah Gelap Panjang.


Ia terlihat Anggun Dimata Yui Yang Ada Di Samping Noru Yang Sedang Terjatuh.


Karna Reflek Hebatnya, Noru Langsung Menghentakkan Kaki Kirinya yang Masih Berpijak Ke Belakang Dan Membuat Dirinya Terjatuh ke Depan Sambil Menutup Lubang Minumnya.


"Ugh!"


"Ah!"


Yui Agak Kaget Dan Berjongkok Mendekati Noru.


"Kamu Tidak Apa Apa?"


"Tidak Apa, Aku Tidak Sebodoh Itu Untuk Menyakiti Diriku"


"Maaf, kau Baik Baik Saja?!"


Orang Yang Dihindari Noru, Ikut Berjongkok Dan Melihat Keadaan Noru Yang Sedang Bangun Sambil Membersihkan Pantatnya.


"Tidak Apa"


"Maaf Yah"


Yui Dan Wanita Tersebut Membungkukkan Badan, Saat Melihatnya, Yui Melihat Sebuah Kartu Nama Di Dada Kirinya, Nama…


(Minawa…… Napha? Aku Seperti Pernah Melihatnya)


Wanita Bernama Minawa Napha Tersebut Berjalan Memutari Yui Dan Noru.


"Jaa, Lanjut Saja, Aku Tidak Pendarahan"


"Yaah, Aku Tidak Sekhawatir Itu, Mana Mungkin Kamu Pendarahan Gara gara Jatuh Saja"


"Bagus, pemikiranmu Jadi Cepat, Yui"


"Ngejek Ya?"


"Tidak"


Percakapan Cepat Itu Hanyalah Penyegaran Dari Obrolannya


[6]


"Ayano-chan…… Ciuman?"


"Uh? Memangnya kenapa?"


Tawaka Malah Masuk Ke Mode Bodohnya.


"Geh! Aku Khawatir karna Takutnya Ayano Tidak Mendapat Momen Romantis Saat Ciuman!!"


"JANGAN KATAKAN LAGIII!!!!!!"


Tamparan di Pundak Kyouko Cukup Keras.


~~


"I-itu Me-Memalukan"


"Tidak Apa Ayano-chan, Aku Ntah Bagaimana, Malah Bangga"


"Jangan Malah Bangga!"


"Hoohh, Sugiura-san Sudah Yaa, Kalau Dipikir pikir lagi, Waktu Aku Pertama Kali Sama Kyouko, Situasinya Cukup… Ahaha"


"Benar Juga, Kau Tiba Tiba Melakukan It-"


"SUDAHLAH!! JANGAN DIBICARAKAN LAGI!!!"


"Jaa, aku Masuk Kedalam Dulu"


"baiklah ^\_^ Sampai Jumpa"


"Guh, Sa-sampai Jumpa"


Tawaka Dan Kyouko Masuk Ke Toko Manga, Meninggalkan Chitose Dan Ayano Diluar.



~~


"Yo, Kami Kembali"


"Oh, Tadi Kami Lihat Toshinou-san Dan Tawaka"


"Ah^ Kami Juga Sempat Ngobrol Dengan Mereka ^\_^"


"………"


"uh? Ayano-san?"


Ayano, Menunduk Lalu Mendekati Ranka Yang Membawa Tas Gendong Hitam Kecil, Ayano Mendekati Samping Kiri, lalu…


Ayano Mulai Memukuli Pundak Belakang Ranka Dengan Pelan.


"Adududududuh"


"Moumoumou! Ini Salahmu!"


"Hueeehh??"


Chitose Dan Mizaki hanya Melihat Mereka Dengan Mata Yang Sepertinya Sedang Liburan, menikmati Pemandangan Indah Kecil Yaitu Sepasang Kekasih Yang Masih Bermain Main…



\[7\]


"Mmmm"


"Kenapa?"


"aku Mungkin akan Belajar Bela diri"


"Kenapa tiba Tiba Ingin Belajar"


"Sesuai Namanya, Mungkin Saja Nanti Rumah ini Kemalingan Dan Aku Harus Menangkapnya Disini Sekarang Juga, Jadi! Aku Akan Minta Bantuan Senpai Ku!!"


"Huff, Semangat Sekali, Boleh, tapi Jangan Terlalu Berisik, jadi Latihannya Diluar Rumah Saja"


"Siap!!"


(Naru-kun, Sekarang Terlihat Semangat Lagi…… Huff, aku Pikir Dia Marah Karna Aku Menginap dirumah Akari-chan Tadi, Tapi Untungnya Tidak… Mengingat Dia Yang Belum Mendapat Jawaban Dari Perkataannya Padaku Dikasur…… Aku Benar Benar Masih Bingung…… Apakah Aku Mencintai Naru-kun…… Atau Tidak)



'Reji'


"Hooh, jadi kau Meminta Bantuanku Untuk Belajar Beladiri Yaa… OK!! Besok Aku Akan Datang Jam 9 Pagi, TEPAT!"


'Naru'


"Terimakasih Banyak, Souki-senpai"


'Reji'


"Dirumah Keluarga Yoshikawa Kan?"


'Naru'


"Hai^, apa senpai Tau Alamatnya?"


'Reji'


"Tentu Saja aku Tau… Yang Di………"


'Naru'


"Baguslah Kalau Senpai Tau, Kalau Begitu Aku Tunggu Besok"


"Yosh!! Chinatsu, mau Ikutan?"


"Mana Mungkin Aku Mau, Aku Mungkin Hanya Lihat Lihat Saja untuk Belajar"


"itu Juga bagus, Persiapan Adalah Hal Yang Bagus"


"Kenapa Kamu Malah Kayak Tukang Promosi Di Gym"


"Ah, Senpaiku Itu Orangnya Cukup Aneh, Dan Juga, mungkin Saja, Toshinou-senpai Kenalanmu Itu Bisa Melakukan Teleportasi Apel Dari senpaiku"


"Heh? Memangnya Ada hubungannya Ya?"


"Mungkin Saja"


(Yah, bisa kupikirkan Nanti)


[8]


"Mereka Kapan Pulangnyaaaa?"


"Iya Yah, Ini Sudah Jam 4 Sore"


"Rasanya, Kita Seperti Orang Tua Yang Sedang Menunggu Kedua Anaknya Yang Sedang Mengembara (Tabi) Ke Ujung Dunia"


"Ahaha, Yaah, Mungkin Ini Wajar Saja"


"Haahh……"


"………"


"………"


"…… Mau Kutelpon Saja?"


"Tidak, Kita… Nikmati Dulu… Kebersamaan Kita Berdua……"


"…………"


"…… (Aku Jadi Agak Malu Bilang Begitu…… Tahan Saja, Noru)"


"………*"


Yui Agak Memalingkan wajahnya dari Noru Yang Berbaring Di Kasur, Ia sedang Duduk Dikursi Belajar.


(Kenapa Kamu Malah Begitu, Aku Jadi Agak Gugup……)


"…………"


"…………"


"Tidak Perlu Gugup Seperti Itu……"


"…Guuh… Datte (Tapi Kan)"


"Aku Juga Gugup, Tapi Aku Yang Menang"


"Ugh… Jadi, Kita Akan Memulai Pertandingan Yaa~"


"(Ok… Yui Sudah Tidak Gugup Lagi)


"Ah^, aku Tidak Akan Menjelaskan Apa aturan Menang Dan Apa Permainannya, Kalau Ada Suatu Hal Yang Bisa Dimenangkan, Katakan Atau Lakukan Hal Yang bisa Membuat Kamu Menang"


"Aku Kurang Lebih, Cukup Mengerti"


"Nah, Palingan Kita akan Melupakan Hal ini 5 Hari Kemudian"


"Tidak, Mungkin Saja Kita akan Terus Mengingatnya"


"Maa, Itu Tergantung Seberapa Sering Kita bertanding Dan Kemampuan Ingatan Kita"


"Ahaha, Obrolan Ini Jadi jauh Dari Pembicaraan Di Awal"


"Sudahlah"



"KAMI PULAAANNGG!!!!"


Kepulangan Dari Anak anak Yang Baru Pulang Berpetualang.



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]