
Chapter 68: Kebodohan Dari Obrolan
[0.0001]
Tsurugi Duduk Di Kasur Putih…
Chitose… Berada Di Sampingnya…
Mengesampingkan Chizuru, Yang Berada Di Lantai Bawah Sedang Memasak…
"Omong Omong Tsuru-kun…"
"Uh?"
"Apa Kamu… Sudah Siap?"
"SI-!!!!"
"Bukan Yang 'Itu' Tapi Ingatlah Janji Kita"
"Jan…… Ah…"
Tsurugi Di Minta Mengingat… Saat Ketika Pulang Dari Onsen… Janji Yang Mereka Buat, Ketika Tsurugi Belum Siap.
"Uh^, Aku Ingat Itu"
"Lalu……?"
"Huuff… Aku Sudah Siap… Maah, Ini Bukan Balapan Sih"
"Ehehe… Kamu Bisa Mulai Kapan Saja… Aku Juga Sudah Siap Kapanpun Untuk 'Itu'"
"Uh… Rasanya Perkataanmu Agak… Ya Sudahlah"
"Makanannya Sudah Siap!"
Chizuru Agak Berteriak...
\*\*\*\*
\[1\]
Minggu… 5 Mei,
"Yosh!"
"Akhirnya…"
"KEBELI JUGAAAA!!!!!"
"KEBELI JUGAAAA!!!!!"
Dua Orang Berteriak Dengan Semangatnya!!
Mereka Mengangkat, Sebuah Tongkat Bulat Seperti Pedang, Dengan Pegangan Hitam Bulat Dan Bagian Pisaunya, Yang Seharusnya Tajam, Tapi Ini Malah Bulat Panjang Putih.
"Aku Sudah Lama Mencari Cari Ini"
"Aku Rasa, kamu Salah Mengartikannya, Kyouko"
"Tidak Tidak"
"Benar, Bukan Begitu Yui-san"
Tawaka Dan Kyouko Menolak Pernyataan Yui…
Mereka Berada Di Suatu Kamar…
Untuk Beberapa Alasan, Ini Bukanlah Kamar Yang Sering Digunakan Mereka Untuk Berkumpul, Terlihat Dari Interior Dan Luas Ruangan Tersebut, Ruangan Ini Memiliki Dinding Putih, Dengan Poster Poster Karakter Anime, Lebih Tepatnya Mirakurun, Meja Di Pojok Ruangan Yang Dipenuhi Lembaran Kertas, Coretan Coretan Dari Suatu Komik Yang Belum Selesai Atau Gagal.
Sudah Terlihat Jelas Ini Adalah Kamar Kyouko
"Mungkin Maksud Mereka, Mereka Membuat Diri Mereka Lupa Ingatan Kalau Mereka Memesan Ini, Dan Menganggap Kalau Paket Yang Datang Ini Hanyalah Kiriman Biasa, Bukan Pembelian Online"
"A-aah… Begitu… Aku Anggap Begitu Saja Lah"
"omong Omong, Yui, Aku Juga Beli Untukku Dan Untukmu"
"Hueh!! Kenapa Kamu Juga Beli…… Haahh… Yasudahlah, Makasih"
"\*Angguk"
Mereka Duduk Memutari Meja Kotak, Di Atas Meja, Terdapat 2 Kotak Kardus yang Di Tumpuk, Mereka Berempat Mengeluarkan Pedang Tersebut Dari Dalamnya, Noru Memberikan Pedangnya Pada Yui.
Masing Masing Dari Mereka Sudah Memegang Pedangnya.
"Memangnya, Kau Mau Apa Sampai Beli Light Saber Begini… Gunanya Hampir Mirip Dengan Bokuto Kan?…"
"Jangan Bilang Begitu, Yui"
"Benar, Yui-san! LightSaber Ini Adalah Pedang Untuk Menjadi Pemandu Sorak Di Suatu Konser!!"
"Rasanya, Aku Tidak Setuju, Waka-kun"
"HUEH!! Padahal Kau Sendiri Yang Bilang Begitu!"
"Benarkah?"
"IYYAAA!!!!"
"AAAPAAA!!!!!"
"Kenapa kalian Malah Ribut"
"~\_~"
Mereka Berdua Memegang Telapak Lawan, Lalu Mendorong Dorongnya, Pertandingan Ini Menguntungkan Peserta Tawaka, Karna Dirinya Yang 'Tidak Bodoh' Dan Punya Tenaga Yang Besar Sebagai Lelaki, Sedangkan Peserta Kyouko Yang Dirugikan Karna dirinya Yang 'Bodoh' Dan Tidak Mempunyai Banyak Tenaga Dalam Hal Fisik Namun Ntah Kenapa Bisa kuat Bergadang Sampai Pagi, Dia juga Diketahui Adalah Yang Terlemah Dari Karakter karakter Kelas 3 Nanamori Saat Ini, Dibuktikan Dari Pertandingan Panco Tahun Lalu.
"nnggg!!"
"Nnngg!! (Aku Mengalah Saja Lah, Kasian)"
Tawaka Kemudian Melemaskan Dirinya, Dan Masih Belum Kalah.
(SELEMAH INIKAH PACARKU!!??!!??)
Tawaka Kemudian Sepenuhnya Menghilangkan Tenaga Di Tangannya, Membuat Kyouko Mendorong Udara Lalu Jatuh Ke badan Tawaka, Tawaka Ikut Terjatuh karna Dorongan Kyouko, Dibelakangnya Ada Kasur Putih Dan Mereka Jatuh Disana.
"Uwoohh!!"
"………"
"~\_~……"
Di Samping Itu, Noru Kemudian Bangun, Memegang Light Saber Lalu Pergi Ke Dekat Pintu, Terdapat Saklar Dan Ia Mematikannya.
"UWA! Gelap!"
"Mmh Mmhh, Mungkin Noru Ingin Kita Berdua Gelap Gelapan, Kyouko"
"Tawaka-san, Mau Ku Hajar?"
"Ma-maaf"
Noru Hanya Mendengarkan, Kemudian, Dia Memencet Switch Di Light Sabernya.
Segaris Lampu Neon Biru Gelap, Menyala, Noru Menggerak Gerakannya Kekiri Kanan Dan Memutar Mutarnya, Yui Yang Masih Duduk Terlihat Kagum Didalam Kegelapan Karna Korden Ruangan ini Ditutup Dan Hanya Ada Sedikit Cahaya Yang Masuk dari Luar.
"Hooh, Kano-san Hebat"
"Benarkah? Yui Juga Coba Lah"
"Mau Sekarang Saja Kah?"
"Ma-mau"
Mendengar Percakapan Di Belakangnya, Yui Langsung Menyalakan Light Sabernya, Lampu Neon Merah Menyala, Lalu Langsung Di Arahnya Ke Kepala Tawaka.
"aduh"
Yui Mengabaikannya, Lalu Memainkan Pedangnya…
"Heeh, Jadi Cahayanya Seperti Tersisa Ditempat Begitu Ya…"
"Mungkin Kita Bisa Coba Ke Balkon Trus Mutar Mutar Light Saber Ini, Siapa Tau Ada Yang Merespon Pake Light Saber Juga"
"Yakin Mau Coba?"
"\*Angguk"
"…… (Apa Yang Dipikirkan Kano-san… Yasudahlah, Aku ikut Saja)"
Noru Dan Yui Bangun, Melewati Kasur Disampingnya, Lalu Membuka Korden Dan Membuka Jendela Kamar Kyouko.
"Uh, Mau Apa?"
"Kano-san Mau Mencoba Sesuatu"
"??"
Noru Dan Yui Kemudian Pergi Ke Balkon Di Malam Hari Ini… Menyalakan Light Sabernya, Lalu Melambai Lambaikan Light Sabernya Di Atas.
NAMUN!! Tidak Ada Respon Setelah 30 Detik Melambaikannya…
Karna Ragu, Yui Menghentikannya, Noru Juga…
"……… Aku Mau Coba Lagi"
"…… Baiklah (Yaudahlah… Tapi Sejak Kapan Kano-san Jadi Begini, Biasanya Dia Paling Tidak Mau Melakukan Hal Seperti Ini…)
Mereka Melambai Lambaikannya Lagi, Lalu… Terdapat Garis Cahaya di Suatu Rumah, Jauh Dari Sini.
"!!"
"Oh! Ada Yang Respon"
"ah^… Coba Aku Tanya, Matikan Dulu"
"??"
Kemudian, Noru Mematikan Light Sabernya, Yui Juga, Lalu Dia Mengangkat Satu, miliknya Yang Bercahaya Biru Gelap, Dia Menyalakannya, Lalu Mematikannya, Kemudian Menyalakannya Lagi, 5 Kali Dengan Interval Waktu Yang Sama, Dan…
Melakukan Hal Hal Lainnya, Seperti Memberi Kode Kepada Orang Yang Merespon Barusan Yang Berada Jauh Dari Sini…
Yui Duduk Bertopang Dagu Di Bagian Atas Dinding Pendek Yang Menjadi Pembatas Balkon, Memperhatikan Noru Yang Sedang Serius, Lalu, Masuk Meninggalkannya, Dan Kembali Lagi Dengan 3 Lembar Tisu Di Tangannya.
Ia Lalu Melihat Noru Yang Duduk, Agak Kecapean.
"Kerja Bagus… Tapi Aku Bingung Kamu Ngapain Tadi…"
"Ah… Tidak Perlu Dipikirkan, Makasih"
Noru Di beri Tisu, untuk Menyeka Keringatnya Yang Keluar…
"Harusnya… Sebentar Lagi"
"Uh? Sebentar Lagi?"
\*Titt!!
Suara Terdengar, Dari Paha Noru, Noru Yang Menggunakan Celana Panjang Hitam Biasa, Mengeluarkannya Dan Melihat… Sebuah Notifikasi…
'Ranka'
"Kau Yakin Sekali Yaa, Susah Susah aku Lihat Gugel Ternyata Noru Yang Ngasih Kodenya"
'Noru'
"Mati sana"
Noru Memperhatikan Chatnya, Yui Melihatnya dengan Senyum Ragu Lalu, Noru Melempar Ponselnya Ke Kasur Kyouko, Selagi Pemiliknya Bertarung Menggunakan Pedang Di Ruangan Kosong Di Sudut Lain…
"Sialan…"
"a-ahaha, Maah, Itu Lebih Bagus Dari Pada Tidak Ada Respon, Tapi Apa Yang Kamu Lakukan Tadi?"
"Aku Memberi Kode Morse Pada Orang Yang Merespon Tadi, Aku Memberitahunya Nomor keduaku, Tapi Ternyata Ranka Lah Yang Merespon"
"Aahh… Kode Morse Yaa… Biasanya Dipakai Untuk Keadaan Darurat Kan? Aku Belum Terlalu Hafal…"
"Aku Hanya Tau Angkanya, Kalau Huruf Sih… Ya Belum…"
"^\_^…"
"Uh?"
Noru Memiringkan Kepalanya, Dengan Bingung.
"Tidak… Ini Sudah Jam 8, Kita Harus Segera Pulang"
"Ahh… Benar Juga, Tidak Baik Kalau……"
"………"
Noru Dan Yui Masuk Kembali Ke Kamar, Sambil Membawa Light Sabernya Yang Dimatikan.
Lalu… Melihat Kyouko Dan Tawaka Yang Sedang Bertarung Dengan Sengit.
\*Diimajinasi Mereka.
Kyouko Menggunakan Jubah Putih Dengan Rambutnya Yang Diikat Bulat Dibelakang, Tapi Pitanya Masih Terpasang, Memegang Sebuah Tongkat Pendek, Memasang Kuda Kuda bertarung…
Kyouko Menekan Tombol Di Tongkat Tersebut, Lalu, Cahaya Panas Berwarna Putih Keluar Dan Membentuknya Layaknya Pedang.
Disisi Lainnya, Tawaka Mengenakan Pakaian Dan Coat Serba Hitam, Menyalakan Light Saber Birunya.
Mereka Berada Di Latar Hitam, Dengan Titik Titik Butih Bertaburan, Dan… Mereka Meminjakkan Kakinya Di Suatu Kapal Angkasa yang Seharusnya ada Di Tahun 2100 Lebih… Lupakan Saja.
Mereka Melompat Mendekati, Memajukan Light Sabernya, Lalu Mendorongnya Dengan Tenaga, Membuat Sedikit Percikan Api Didepannya.
"Kau Kira kau Bisa mengalahkanku HAAH!!!"
"Heh! Pertarungan Ini… Sudah Berakhir!"
"Apa!"
Kyouko Mendorong Tawaka Menuju Kasur, Lalu Menimpa Tawaka, Kemudian… Rasa Sakit Mendarat Di Kepala Kyouko.
"Oi, Kita Harus Segera Pulang"
Kyouko Ditebas Dengan Light Saber Oleh Sersan Yui.
"Ah, Benar Juga Ya… Buh, Padahal Lagi Seru Serunya"
"Nanti Kami Mampir lagi, Besok Masih Sekolah Jadi Kita Harus Tidur Cukup"
"Buh, Baiklah"
~~
"Pai Jumpaa~"
Kyouko Melambai Lambaikan Tangannya Ke Arah 3 Orang Temannya Didepan Yang Sudah Berjalan 6 Meter.
"Aku Tunggu Tantanganmu!"
"Siapa Takut! Hehe"
"…………"
Noru Hanya Memberi Lambaian Tanpa Bicara, Ia Masih Memegang Light Sabernya Yang Tidak Dinyalakan, Yui Dan Tawaka Juga.
~
"Jaa Kami Kesini"
"Yui-san, Hati Hati Diserang"
"A-ahaha, Tidak Akan Kok"
"Buh, Optimis Sekali, Ya Sudahlah, Pai Jumpa kalian berdua"
"… Dah"
"Sampai Jumpa, Tawaka-san"
Tawaka Berpisah… Lalu…
Noru Mengeluarkan Ponselnya Yang Masih Terpasang Gantungan Kelelawarnya Yang Sama Seperti Yui, Setelah Mendengar Suara Notifikasi, Ia Menyalakan Layarnya dan Melihat…
Ekspresinya terlihat Agak Kaget…
Tapi Tetep Tenang…
"Uh? Kenapa?"
"Tidak… Hanya Saudara jauhku…"
"aah… Yang Begitu Ya… (Maah, Semua Orang Pasti Punya Saudara, Walaupun Jauh……) Aku Tidak Akan Menanyakan Hal yang Tidak Perlu……"
"…… Ah^"
"\*Senyum"
Tanpa Alasan Muncul Di Wajah Yui.
~
(Begitu Yaa… Besok Saja Lah…)
Mereka Berdua Pulang Ke Apartemennya…
\[3\]
Senin, 6 Mei.
"Aika-senpai"
"Huh? Ngapa?"
Noru Berbalik Ketika Berjalan Di Lorong Dipagi Hari… Senin.
Ia Melihat Naru, Memakai Topi Biru Dan Masih Memakai Seragam Musim Panas Seiri.
Kemeja Putih Dengan Celana Hitam Abunya…
"………"
"……… Etto…"
"………"
Naru Bermuka Ragu… Lalu Dia…
"Ano! Kalau Boleh Tau, Apa Seri LN Yang Senpai baca Belakangan Ini?"
"Light Novel?… Hhmm… Ada Deh"
"Hoohh…"
"Kenapa Kau Nanya Begitu?"
"ah, Aku Sedang Ingin Mengisi Rak Buku Di Kamarku Nanti, Karna Aku Juga Bosan Bila Hanya Duduk Menonton TV Di Rumah. Aku Berniat Untuk Mengisinya Dengan Berbagai Buku Dan Aku Merasa Light Novel Itu Terlihat Seru Dan Bisa digunakan Untuk Mengasah Imajinasi. Makanya aku Berniat Memulainya dari Light Novel"
"Kau Seperti Pidato Ya, Maah, kalau Mau Liat Liat Buku Di Rumahku, Datang Saja, Sekedar Main Saja, Aku Tidak Melarangmu"
"Benarkah?"
"……Ah^ " Dia Ini Memakai Topi buat apa…)"
"Ma-makasih! Senpai"
"…………"
Kemudian, Suara Bel Masuk Terdengar Dengan Nyaring, Para Murid Yang Berada di Lorong, Mulai Berjalan Ke arah Kelasnya masing Masing, Mereka berdua berpisah Disini Dan Pergi Ke Kelasnya.
~~
"Oi Noru, Mau Pulang Kah?"
"…… Tidak Juga Sih, Aku Dipanggil Guru Olahraga tadi, Dan Aku Sekarang Mau Ke Kerabatku Dulu"
"Kerabat? Memangnya Kau Punya kerabat?"
"Hanya Saudara Jauh Dari Ibuku… Dah"
"Uh…"
Noru Pergi Menjauh Dari Tawaka Yang Berada di Gerbang Sekolah, Noru Yang Biasanya Belok Kanan Setelah Keluar Dari Gerbang, Sekarang Berbelok Kekiri.
Tawaka Tidak Memperdulikannya Dan Langsung Pergi Ke Kanan, Omong Omong, Rumah Tawaka Berada Di Jalan Yang Sama yang Digunakan Noru Untuk Berangkat Dan Pulang Sekolah Ke apartemennya, 50% Lebih Dekat Dari Apart Noru.
\[4\]
Senin, 6 Mei.
"Aika-san, Mau Ke Kantin?"
"Uh^, Bareng?"
"Um^ Tunggu Sebentar"
Miki, Di Hari Senin Ini, Berada Di Lorong Gedung Sekolah Seiri, Berdiri Di Samping Pintu Masuk Kelas Bertanda 1 - C, Menunggu Seorang Gadis Yang Di Anggap Sebagai Temannya, Atau Gadis Tersebut Memang, Temannya.
Gadis Tersebut Membuka Pintu Dan Menghampiri Miki Yang Memakai Pakaian Pelaut Dengan Warna Putih Dan Bagian Sisi Sisi Lainnya Seperti Kerahnya Berwarna Biru Gelap, Rok Pendeknya Juga Berwarna Biru Gelap, Gadis Tersebut Memakai Pakaian Serupa, Dia Memakai Gaya Rambut Lurus Seperti Miki Di Rambut Coklat Berkilaunya, Wajah Lucu Dan Mata Hitam, Namun… Dia Lebih Pendek Dari Miki, Dia Setinggi Alis Miki Yang Sering Jatuh Kebawah Karna Mengedipkan Mata Lebih Lama.
"Lama sekali…"
"Belum Juga 1 Menit, Aku Hanya Menaruh Buku Dan Pulpenku"
"Yasudah, Ayo"
"Ayo"
Mereka Terlihat Cukup Akrab, Mereka Masuk Ke Kelompok Yang Terpisah Dengan Kelompok Lain, Karna kebanyakan Orang Disekolah Ini Mempunyai Kelompok Ngobrolnya Masing Masing, Meskipun Ada Yang Tidak Masuk Kelompok Manapun Dan Tetap Akrab Dengan Yang Lain, Mereka Hanya berdua Kali Ini…
~
"Oh, Aika-saan! Sini!"
"… Ogawa-san, Mau Kesana Saja?"
"Baiklah, Maah, aku Ikut Saja"
"Jaa Kita Beli Makanan Saja Dulu"
"Kondou-san!! Kami Beli Makan Dulu!!"
"Baaiik!!"
Miki Dan Gadis Barusan Yang Dipanggil Ogawa, Pergi Ke Penjaga Kantin Untuk Membeli Makanan Setelah Ogawa Berteriak Pada Gadis Lainnya Yang Disebut Kondou, Berada Di Meja di Sudut Meja Yang Kosong.
~~
"Oh Ya Aika-san, Kau Itu Punya kakak Disini Kan?"
"Uh? Ah^, Lalu?"
"mmm, \*Am"
Ogawa Mengambil Dan Memakan Onigiri Dari Dalam Bungkus Makanan Plastik Yang Panjang Berisi 3 Onigiri, Dan Dia Sedang Memakan Yang Kedua.
Sedangkan Miki Sedang Memakan Mie Udon Di Mangkuk Yang Agak Kecil Dari Biasanya, Mungkin Karna Dia Memesan Yang Porsi Kecil.
"Orang Seperti Apa Dia?"
"……… Dia Pemalas, Mukanya Datar Dan Menyebalkan Dan Bisa Di Andalkan"
"Kok Yang Terakhir Jauh Sekali……"
Ogawa Kemudian Memikirkan, Seorang Lelaki Gendut Dengan Wajah Menyebalkan Dan Sedang Membawa Tas dari Seorang Nenek Yang Berjalan Melewati Penyebrangan Jalan.
"Kayaknya Dia Nggak Ganteng"
"…… Menurutku Pribadi, Kalau dari Luar Saja, Dia Terlihat Cukup Tampan"
"Weh!? Yakin Itu?"
"Kuberitahukan Saja, Kakakku Udah Punya"
"Guh… Kau Langsung Menolaknya Mentah Mentah… Maah, Aku Tidak Akan Begitu Kok, Tapi… \*Am… Tidwak Mau Yang Lebuih Mudha Yaa, Mhungkin Akhu Akan Chari Pachar Yang Lebuih Muda"
"\*Slurp, Aku Tidak Akan Berkomentar… Selain Itu, bukannya kamu Juga Punya Onii-san Di Kelas 3 Sama seperti Kakakku?"
"Benar, Dia Katanya Lagi Ngedeketin Seseorang Yang Dia Suka Sejak kelas 1. Maah, Aku Tidak Memikirkan dia sih"
"…………"
"……… Seru Sekali Kalian Mengobrol… Apa Aku Diabaikan?"
Kondou Yang Duduk Disamping Ogawa, Berbicara Dengan nada sedih.
(Ka-kami Benar Benar Lupa Kalau Ada Kondou-san Disini…)
Itu Hanya Obrolan Pendek Dari Para Gadis Kecil Yang Mau Menjadi Lebih dewasa.
Lalu… Mereka Tidak hanya berdua… Sekarang, Mereka Kelompok 3 Orang.
\[5\]
Diruangan Yang Berisi Lembaran Kertas Di Atas 4 Meja Yang Disatukan, Dan Satu Meja Di Sisi Ujung, Seseorang Tengah Berpikir.
"(Waktu Ku Pikir Pikir… Dulu, aku Merasa kalau Rakkun Itu Orangnya… Keren Dari Luar… Maah Aku Juga Pernah bilang Padanya Kalau 'Penampilan Seseorang Pada awalnya Akan Membuat Imej Yang Sesuai Dengan Pemikiran saat Pertama kali Bertemu' Dan Aku Mengira Awalnya Dia Orang Yang Keren, Dan Setelah Sering Bersama…… Ternyata dia Seorang Otaku Yang Suka Sama Figure LOLI!!) AAHHH~~"
"WAH! Se-senpai, Jangan Mengagetkan Begitu…"
"Ah, Maaf, Furutani-san (Tapi… Aku Cukup Senang Waktu Aku Mengetahui Kalau Dirinya Ternyata Cukup Membuka Dirinya Padaku… Dan… Haha, Ternyata Aku juga Searah Dengannya, Maah, Tidak Se Parah Dia Sih…) \*Fuuh…"
"Me-memangnya, Senpai Sedang Memikirkan Apa?…"
"Fuuh… Aku Sedang Banyak pikiran Soal Pacarku…"
"……"
"……… Ah!! AA-! (Aku Malah Bilang Pacar!!??!!??)"
"…"
"Uh…"
"…… Pacar Kaah…"
"(GAAAAA- Eh? Fu-furutani-san Tidak Kaget?…) Ke-kenapa?"
"…… Aku Hanya Terpikirkan Soal Ishii-san Barusan…"
"(Tanda!! Aku Yakin Ini, Ta-tapi, Apa mungkin Furutani-san Memang Tertarik Pada Ketua osis Seiri Itu?)……"
"Maah… Tidak Terlalu Penting Sih… Tapi Disamping Itu"
"…? (Dia tidak Mau Membicarakannya?)"
"Selamat Karna sudah Punya Pacar, Ayano-Senpai"
Ayano Merasakan Malu Yang Barusan Terhambat.
"…!, Uh… \*Huff… Makasih, Himawari-san ^\_^"
"Uoh!……\*Fuh, ^\_^"
Senyuman Keakraban Dari Seseorang Yang Sudah Merasa Dekat, Walaupun Hal ini Terjadi Dengan Singkat… Dibelakang Semua Itu, Para anak kelas 1 Hanya Sedang Menagih Nagih Tugas untuk Nilai Harian.
Ketika Jam Pulang Sekolah, Di Jam 5 Sore…
Himawari Dan Sakurako, Melewati Jalan Yang Selalu Dilalui Mereka untuk Berangkat Dan Pulang Sekolah.
Himawari Memegang Dagunya, Seperti Sedang Berpikir, Dan Sakurako Hanya Melihatnya dengan Bingung.
"Uuh…"
"Uh? Nanda Himawari? [Kenapa]"
"Dia Belum Mengembalikannya…"
"…… Aah, Rantang Yang Kau Kirim Ke Pacarmu Itu Yaa…"
"…… Iya (Dia Bakalan Cerewet kalau Aku Menolaknya, Biar Cepet Saja, aku 'Iya' Kan)"
"(Hooh, Himawari Tidak Menentangnya…) Sebenarnya, Dia Memberikan Rantangnya Padaku Saat Aku Makan Di Restoran Itu"
"Eh? Benarkah? (Umm… Aku Tidak Tau Itu…) Jaa, Kenapa Kau Tidak Memberinya Padaku?"
"Aku Agak Lupa"
"Yasudahlah, Aku Tidak Akan Mempermasalahkannya, Nanti Berikan Padaku (Kenapa Dia Tidak Memberikannya Langsung Padaku… Uum, Sepertinya Dia Agak Sibuk"
"Baik!"
"(Tapi, Sakurako Merubah Sikapnya lagi… Tidak Se Sopan Kemarin Kemarin, Dia Agak Bebas Seperti Dulu Tapi Tetap Jadi Baik… Baguslah…) ^_^"
Sakurako Kemudian Tanpa Alasan Menampar Oppai Himawari Tanpa Sebab Dan Ditampar Balik Di Bahunya…
Ternyata, Kepribadian Baiknya Hanya Ada Beberapa saat Tertentu…
Kata Kata Lainnya Namun Dari Novel Yang Berbeda.
"Mengumpulkan Kepercayaan Adalah Cara Terlicik Untuk Menipu Seseorang Bila Orang Yang Melakukannya Sengaja Melakukannya"
Itu Hanyalah Kata kata dari Suatu Novel Misteri Pembunuhan Yang Sangat Umum, Namun, Penulis Cerita Tersebut Membuatnya Terlihat Berbeda, Namun Perbedaannya Tak Dapat Diketahui Dan Orang Orang Menyimpulkan Bahwa Dicerita yang Ditulisnya, Tidak Ada perbedaan.
Kemudian… Namanya Muncul…