Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Hanya Sebentar



Chapter 26: Sebentar?


[1]


Langit Malam Menyelimuti Kyoto, Disuatu Hotel Diantara Kinkaku-ji Dan Kuil Kiyomizu Kyoto, Ada Suatu Ruangan, 4 Perempuan… Berkumpul Menggunakan Yukata Biru Gelap.


"Uh………"


"Uh………??"


"Uh………"


"^_^………"


2 Dari Mereka Bermuka Serius, 1 Dari Mereka Bingung Apa Yang Mereka Lakukan, Dan Satunya Lagi Tersenyum Sopan.


"Yaahh… Aku Tidak Menyangka Guru Menyembunyikan Hal Itu Dari Kita Semua, Osis Juga Sampai Tidak Tahu"


"…………"


"…………"


"…^_^…"


"…… Kok Pada Diem Sih…… Kalau Begitu Aku Mau Ke Pemandian Dulu"


Gadis Dengan Rambut Pirang Yang Tadinya Bermuka Bingung, Bangun Lalu Keluar Dari Ruangan Bergaya Jepang Tersebut.


Ruangan Masih Sunyi Tanpa Suara.


Namun, Mereka Akhirnya Bereaksi.


"Ayano… Chitose… Kalian Sudah Dengar Kan?"


"Ye-yeah"


"Begitulah…"


Ayano Yang Bermuka Serius Barusan, Langsung Menjadi Murung, Ntah Kenapa.


Dan Chitose Masih Tersenyum, Ibadah.


"Sebenarnya… Ini Hanya Sesuatu Yang Masih Diragukan, Jadi Kita Harus Menanyakannya Secara Langsung Pada Si Korban"


"Funami-san, Rasanya Kamu Jadi Makin Ngawur"


"Ah, Maaf………… Aku Akan Mengikutinya, Sekaligus Mandi Juga, Kalau Kalian??"


"Ah, Aku…… Ikut Juga"


"Aku Ikut…"


Gadis Bernama Funami Yui Bangun Dan Keluar Dari Kamar Bergaya Jepang, Diikuti Oleh Ayano Tail Dan Chitose Bleed.


[2]


Seorang Gadis Tinggi Dengan Rambut Coklat Gelap Sebahu Dibagian Belakang Dan Pendek Di Depan… Menggeser Pintu Dan Masuk Ke Pemandian Yang Luas, Hanya Memakai Handuk Putih Untuk Menutupi Tubuhnya.


"Ah! Yu-"


Kyouko, Dari Kejauhan, Melihat Yui Di Pintu, Ntah Apa Yang Ia Lihat Tapi Dia Langsung Terdiam.


"Um? Kau Kenapa Kyouko?"


"………… Yui… Nggak Bisa Dianggap Enteng Ya, Ayano, Chitose"


"Yeah"


"Iya yah ^_^"


Tiba Tiba, Ayano Dan Chitose Ada Disamping Kyouko, Yui Yang Heran Apa Yang Mereka Lihat, Memeriksa Pandangan Mata Mereka.


"Oy… Kalian… Apa Yang Kalian Li- APA YANG KALIAN LIHAAAAAT!!"


Saat Yui Merasa Mereka Bertiga Melihat Dadanya, Yui Langsung Menutupi Dadanya Dengan Handuk


"A-apaan Sih…… *Uhum"


Yui Pun Berusaha Tenang Dan Mendekati Shower Dan Duduk Didepannya Sambil Melihat Cermin Di Samping Kyouko.


"Ugh"


Yui Yang Menutupi Seluruh Badannya Menatap Balik Kyouko Yang Menatap Badannya.


Ayano Dan Chitose Ikut Duduk Disamping Kyouko


| Chitose | Ayano | Kyouko | Yui |


"Omong Omong Kyouko… Aku Rasa Kamu Harus Memberi Tahu Kashima-san, Kalau………"


"Um? Tawaka-kun Kenapa?"


"Tidak… Maksudku… Jangan Melakukan Itu Ditempat Umum"


"A-A-A-APA KAU MELIHATNYA!!!"


"Ti-tidak, Tapi Ada Orang Dikelas Kita Yang… Melihatmu…… Melakukan Itu… Sekejap Mata"


"Ugh… Hancur Sudah Reputasiku Disekolah"


"\*Uhum, Kenapa Kau Malah Mikirin Reputasi, Tapi……… Aku Tidak Sadar, Ternyata Kau Sudah Dewasa Ya, Kyouko"


"Emangnya Kau Ibu Ku Hah! ……… Ta-tapi Mungkin Aku Akan Memberi Tahunya Nanti"


"Ah- Um^"


(Umm… Aika-san Harusnya Sudah Tau Apa Yang Mereka Berdua Lakukan… Tapi Aku Jadi Ragu Mengatakannya Kalau Kashima-san Melakukannya Pada Kyouko)


"Tapi, Apa Kau Tidak Kesal, Pengalaman Pertamamu Diambil Oleh Kashima-san…"


"Uh^, Tidak Apa…"


"Begitu Ya"


(Ya, Walaupun Aku Cukup Ragu Akan Hal Itu)



"Mau Bagaimana Sekarang? Ayano-chan"


"Uh…… Aku Akan Membiarkannya, Itu Sudah Tidak Bisa Dipungkiri"


"Ara? Apa Mungkin…… Ayano-chan Sudah Menyerahkan Toshinou-san?"


"Mmmm…… Sepertinya Begitu"


"………… ^_^, Lakukanlah Apa Yang Kamu Mau, Ayano-chan!"


"Yeah, Makasih Chitose"


Mereka Mengobrol Sembari Membersihkan Badan Dan Membilas Rambut Mereka.


"Kita Ke Pemandian Terbuka!"


"Oy Toshinou Kyouko! Tutupi Badanmu"


"Heheh!! Aku Mau Mempamerkan Badan Indahku Ini!!"


"Sudah Masuk Saja, Kyouko!"


Kyouko Masuk Perlahan Sambil Diberi Handuk Oleh Yui.


Kyouko Menaruhnya Di Kepalanya



~~


"Huaahh… Nyaman Sekali……"


"……… Ne, Yui-nyan, Ada Apa~ Tubuhmu Ini"


"Hah!!! Eh, Hentikan!"


Kyouko Perlahan Bergerak ke Belakang Yui Dan Menyergapnya Sambil Memegang Dada Yui Dari Belakang.


Kyouko Memgabaikan Kata Kata Yui Dan Berusaha Menikmati Kelembutannya Secara langsung.


"………… Sudah Kuduga"


"A-apaan Sih!"


"Aku Yakin Laki Laki Akan Menyukainya"


"Ugh, Sudahlah Hentikan!"


Yui Melepas Paksa Tangan Kyouko Dan Maju Kedepan Agar Terlepas Dari Pegangan Kyouko.


"Kenapa Kau Melakukan Itu, Bukannya Punyamu Juga sama"


"Kalau Dikatakan, Punya Yui Itu B Cup Ya…… Sedangkan Punyaku…… A Sepertinya"


"Haik Haik… GAH!!!!! Chitose!!!!!"


Yui Baru Ingat Dan Melihat Chitose Yang Ntah Sejak Kapan Sudah Dalam Lumuran Darah.



\[3\]


Mereka Berempat Memasuki Kamar Mereka Dan Memakai Yukata Sambil Duduk Di Dekat Meja.


"Jadi Karna Itu Ya Kalian Jadi Murung"


"Um… Ayano Dan Aku Agak Khawatir, Kalau Chitose Sih Senyam Senyum Saja"


"Yaah… Mungkin Itu Karna Dari Awal Datang, Kita Langsung Berpisah, Siapa Yang Pertama Pisah?"


"Ugh"


Pertanyaan Dari Chitose Membuat Kyouko Kaget, Perlahan, Kyouko Membuka Pintu.


"Oy! Jangan Kabur!!"


"Ugh… Maaf… Aku Kabur Karna Sudah Punya Janji Dengan Tawaka-kun"


"Eh, Kalian Sudah Tau Kan? Ayano, Chitose?"


"Um^"


"Yeah ^\_^"


"Heeh… Waktu Aku Bersama Ai-"


\*Bbbzzzzzrrttt


Yui Yang Sedang bicara Mendengar Suara Notifikasi Didekatnya Dari Dalam Tasnya


"Um?"


Yui Mendekati Tas Putihnya Dan Mengeluarkan Ponsel Putihnya.


"………… Ah"


"Um? Dari Siapa Yui?"


"Um? Ti-tidak Kok, Bukan Apa Apa"


"Buh, Malah Bikin Penasaran, Liat Lah!!"


"Eh, Jang-"


Kyouko Merebut Ponsel Yui Dengan Cepat Dan Langsung Melihat Layarnya.


Dilayar Yang Ia Lihat, Kyouko Melihat Sebuah Foto Dimana Aika Yang Sedikit Tersenyum Berada Dibagian Kanan Dan Dikirinya Ada Yui Yang Juga Tersenyum Manis.


Yui Pun Merebut Ponselnya Kembali…


"Ugh!! Jangan SeEnaknya Liat!"


"…………"


Kyouko Dengan Mata Kosongnya Terdiam Lalu Melihat Ke Yui Yang Pipinya pink.


Kyouko Pun Memegang Dan Menggenggam Tangan Yui Perlahan.


"Yui… Selamat!"


"Apanya!!!"


"Um, Lihat Apa Funami-san"


"Um^ Funami-san Sampai Teriak Begitu"


"Bu-bukan Apa Apa Kok"


"Sepertinya Kita Berdua Harus Menyerah Ayano-chan, Jangan Membuat Funami-san Kesal"


"Sepertinya Begitu"



"Apa Kau Akan Menjadikannya Wallaper?"


"*Uhum, Ntahlah, Mungkin……… Iya"


"Pokoknya Selamat Ya"


"Apaan Sih"


Kyouko Menepuk Nepuk Bahu Yui


"Sudahlah Kyouko, Horrah, Aku Mau Ke Tempat Makan"


Yui Kemudian Meletakkan Futon Dan Membiarkannha


Kyouko, Ayano Dan Chitose Pun Juga Menaruh Futonnya Lalu Mengikuti Yui Yang Pergi Ke Tempat Makan


[4]


Yui Dan Yui Kembali Ke Kamar Pada Jam 9 Setelah Makan Dan Mendengar Instruksi Guru.


"Kau Makan Kebanyakan Kyouko"


"Ueueueueue…………"


Kyouko Berbaring DiFutonnya Dengan Perut Besar Seperti Hamil.


"Nih, Obat"


"Ha-hai-*Blurg!"


Kyouko Menahan Mulutnya Dan Langsung Lari Ke Toilet.


"Uweeeeeeeeee"


"Ah, Muntah Ya"


Beberapa saat Kemudian Ayano Dan Chitose Masuk Ke Kamar Dan Melihat Yui Yang Berbaring Tengkurap Sambil Memeluk Bantal.


"Ah, Funami-san"


"okaeri, Ayano, Chitose"


"dimana Toshinou-san?"


"Dia Ada Di Toilet, Muntah"


"Ahahaha ~ ^_^, Kebanyakan Makan Sih"


"Toshinou Kyouko Dasar! Untunglah Aku Tidak Menghabiskan Nasi Yang Ia berikan"



"Ahahaha, Mmmm… Aku Mungkin Mau Tidur Lebih Cepat, Yaah… Memang Masih Jam 9 Sih, Mungkin Sebentar lagi"


"Um? Katanya Mau Tidur, Tapi Kok Ngetik Di Ponsel Sih"


"I-ini Karna seseorang Menghubungiku, Tentu Saja Aku Harus Menjawabnya"


"Aha~^_^, Kawaii Na Funami-san"


"ugh… Selamat Tidur"


Yui Merespon Chitose Dengan Suara Gugup Dan Muka Pink.


"Haik, Oyasumi"


"Makan Jangan Banyak Banyak, Toshinou Kyouko!"


Yui Menyelimuti Dirinya Sambil Tengkurap Dan Memegang Ponselnya. Dan Tidak Melihat Kyouko Yang Baru Kembali.


Dia Mengetik Setelah Mendapat Mail.


'Bagaimana Fotonya? Apa Mau KuCetak?"


'Mmmmm, Mungkin Aku Mau 2, Tolong Ya'


'Baiklah, Padahal Kalau Tau Begitu, Kita Harusnya Foto Lebih Banyak, Walaupun Aku Kurang Tau Gaya'


'Mungkin Kita Bisa Melakukannya Lagi… Di Mana Gitu. Besok Aku Ada Pengajaran Dari Sekolah, Kalau Aika-san Sendiri?'


'Besok Sama Denganmu, Pengajaran Juga Tapi Mungkin Tempatnya Berbeda'


'Omong Omong, Pihak Sekolah Kita Ini Kerja Sama Dalam Hal Apa? Kamu Tau?'


'Ntahlah, Aku Tanyakan Dulu Ke Tawaka'


"*Buhuk"


Sesaat Ketika Yui Membacanya, Ada suatu Hantaman Benda Lembut Mendarat Ke Wajahnya Dengan keras


"Ah!, Maaf Yui, Sakit Tidak?"


"ah, Tidak… Aku Baik Baik Saja"


"Syukurlah, Kalau Begitu…"


Kyouko Kemudian Lanjut Bermain Lempar Bantal Dengan Ayano Dan Chitose.


'Tawaka Tidak Mengetahuinya, Anggota Osis Juga Tidak Tahu, Malahan, Anggota Osis Diberitahu Oleh Tawaka, Jadi Tawakalah Akarnya, Ya Mungkin Hanya Masalah Finansial'


'Heeeh… Begitu Ya… Aku Jadi Teringat Lagi Soal Kaarage Yang Kita Makan, Apa Aika-san Tau Toko Karaage Didekat Apartemen'


'Kalau Tidak Salah Sih Ada 2, Satunya Ke Barat Sekitar 400 Meteran Lah, Satunya Lagi Yang Ke Selatan, Jaraknya Cukup Sama Tapi Untuk Variant Rasanya Lebih Banyak Di Selatan, Kalau Mau Kesana, Beritahu Aku, Aku Akan Mengantarmu'


'Heehh… Mungkin Aku Mau Beli Nanti, Terimakasih…… Mmm… Ini Sudah Cukup Larut, Jadi Aku Akhiri Disini'


'Baiklah'


Yui Sudah Menempelkan Pipinya ke Lantai, Sikunya lelah Karna Menahan Badannya dan Kyouko, Chitose, Ayano Sudah Terkapar Dengan Posisi Acak Acakan.


Yui Kemudian Dengan Santainya Membuka Kontak Dan Menelfon Aika.


Ia Menempelkan Ponselnya Ke Telinga Kanan Dan Menunggu…… Lalu Panggilan Di Angkat.


'Haik…'


"Aika-san……"


'Um?'


"Terimakasih…… Selamat Tidur"


'……… Yeah, Selamat Tidur'


Yui Mengeluarkan Suara Lembut, Pipinya Memerah Dan Senyum Di Bibirnya Terukir Dengan Sendirinya.


Panggilan Diakhiri, Dan Yui Memasukkan ponselnya Ke tas Yang Ada Didekatnya Lalu Tidur Dengan Perasaan Lega Dan Bahagia


[5]


"*Huft… Selamat Tidur Ya…"


"Bagaimana Responnya Noru?"


"Biasa Saja, Dia Tidak Terlalu Memikirkannya Mungkin"


"Heeehhh…"


Aika Duduk Di Pojok Ruangan Memakai Yukata Hitam Bintik Bintik Putih Dengan 3 Temannya.


"Tadi Siapa Aika?"


"mmm Tidak Akan Diberi Tau, Pokoknya Dia Perempuan"


"Heeehhh… Apa Boleh Buat, Aku Hanya Bisa Menyerah Bila Kau Berbicara Begitu……"


Satu Teman Aika Berbicara Dengan Suara Pasrah Lalu Bangun Dan Pergi Keluar.


Saat Orang Tersebut Berada Di Pintu, Dia Berbalik Ke Kashima.


"Ah, Kashima, Selamat, Aku Tadi Melihatmu Mencium Seorang Perempuan… Menurutku Itu Cukup Berani"


"Haahh!!!!! KA-KAU MELIHATNYA… YOSH!! WAKTUNYA PEMBUNGKAMAN!!!!!!!!!"


"Hah? WAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!"


Kashima Bangun Dan Langsung Mengejar Seorang Pria Bernama Souki Rejima Dan Iapun Langsung Berlarian.


"…………"


"…………"


"……… Kau Kenapa Tsurugi?"


"Ugh… Ah Kalau Saja Aku Mendengarkan Penjelasan Guru, aku Bisa Bersama Dengannya Lebih Lama"


"Maksudmu Dengan Ikeda-san Kan?…… Ah, Waktu Ujian Kemarin, Aku Pernah Diberitahu Oleh Temanku Yang Sekolah Di Nanamori, Kalau Ikeda-san Itu Punya Adik Kembar"


"Heh, Benarkah? Uumm…… Terimakasih Untuk Infonya, Aika"


"……… Rasanya Kau Jadi Makin Berubah Akhir Akhir Ini, Tapi Kau Juga Jadi Lebih Terlihat Bahagia, Jadi Aku Senang Senang saja"


"Begitu Ya… Mungkin Karna Ikeda-san Juga"


"…… Jaa, Aku Mau Tidur duluan……"


"Uh~? Baiklah"


[6]


Hari Kedua Telah Terlewati, Dengan Pengajaran Dari Guru Dan Perjalanan Yang Cukup Panjang, Namun Terasa Sebentar.


Di Hari Ketiga, Kedua Sekolah Membebaskan Semua Muridnya Dari Jam 6 Pagi Sampai Ke Jam 2 Siang.


18 November, Minggu. Jam 8 Pagi.


"YOSSHHAA!! Karna Sudah Masuk Masa Bebas, Aku Pergi Duluan!! Sampai Jumpa!"


"Mau Kemana Coba…"


"Dasar"


"Haha~ ^_^"


Kyouko Keluar Dengan Seragam Nanamori Dan Stocking Hitam Lalu Langsung Berlari Meninggalkan Yui, Ayano Dan Chitose.


"Kira kira Dia pergi Kemana, Funami-san?"


"Mmmmm… Kemungkinan Besar Dia Bersama Kashima-san, jadi Kita tidak Perlu Khawatir"


"Sou"


"Aah, Begitu Ya… ^_^"


"Kalau Kaliam Berdua mau Kemana, Mumpung Bebas Juga, kalau Aku…… Yah Mungkin Cari Cari makanan Dengan


Aika-san"


"Uwah, Rapat Sekali Kalian Ya"


"Um^ Um^"


Chitose hanya Mengangguk Setuju Pada Ayano Saat Yui Berkata Kata sambil Duduk Meminum Teh.


"Ah, Tidak Kok, Tadi Malam Aika-san Mengatakan Tempat Bagus Dan Memgajakku.


"Are? Bukannya Itu Kencan?"


"Um^ Um^"


"Eh! A- Mmm…… Maa… Sepertinya…… Begitu"


(Funami-san Kawaii)


(Funami-san Kawaii Na…… Kalau Aku Laki Laki Mungkin Aku Sudah Membawanya ke Pelaminan)


Pemikiran Selaras ayano Dan Chitose Membuat Mereka Ingin Melakukan sesuatu Pada Yui Yang Malu Malu Menyatakannya.


"Um? Ah, Aku Harus Berangkat Sekarang"


"Eh^, Hati Hati, Jangan Sampai Diserang, Funami-san"


"^_^"


"Apa yang Kau Katakan… Jaa… Sampai Jumpa"


...[Informasi Kecil(?)]...


...Um Atau Eh Dengan Tanda ^....


...Adalah Kata Iya, Rasanya kurang Cocok Kalau Ngebaca kata yeah, Kayak Orang Gaul Ae....


Yui Bangun, Membawa Tas Putihnya Dan Pergi Keluar Sambil Melambaikan Tangannya pada Ayano Dan Chitose yang Masih Duduk Meminum Teh.


Pintu Ditutup.


Suasana Tenang Dengan Keramaian Di Luar Tapi Tidak Terdengar Sampai Ke Kamar Ayano Dan Chitose saat Ini.


"Ayano-chan…… Pas hari Pertama, Kamu Memarahi Laki Laki Dari Seiri Kan?"


"Eh!! Ti-tidak, Bu-bukan Itu Maksudku, Tapi Kenapa Kamu Tiba tiba Menanyakannya!?!"


"Haha~ Tapi Mukamu Berkata iya, Kan"


"Ugh… *Ehem, Ya-Iya"


"Namanya?"


"Namanya Kase Ranka, Um… Dia Tetanggaku (Walaupun Aku Tidak Melihatnya Masuk Ke Rumahnya Sendiri)"


"Arama…… Mirip Dengan Funami-san Ya…, Ehe ^_^"


"Chitose Sendiri, Kamu Jalan Jalan Dengan Mizaki Tsurugi Kan!"


"Yah, Waktu Turun Dari Bus Di Hari Pertama, Aku Seperti Melihat Seragam Seiri Di Ujung Mataku, Aku Langsung Mencarinya Dan Bertemu dengan Mizaki-kun…… Mungkin Ini Yang Namanya Takdir"


"Senang Sekali Ya"


"Ya Begitulah"


Ayano Memasang Wajah Datar Lalu Merasakan Getaran Dan Suara Dari Tasnya.


Ia mengeluarkan Ponsel Ungunya Dan Melihat layar.


"Kase-kun…"


"Kenapa?"


"…… Eh… Eehhh!!!!!! Ka-Ka-Kase-kun Me-mengirimkanku Ma-Mail!!"


"Haha^ Tenang Dulu Ayano-chan"


"*Ehem. Di-dia Bilang 'Mail Pertama Mungkin Kita bisa Sedikit Mengobrol Disuatu Tempat Daerah Sini, Bagaimana?'……… Aku Harus Bagaimana??"


"Itu Tergantung Ayano-chan Sendiri… Saranku Sih Terima Saja"


"Uh… Ba-baiklah, Ka-kalau Begitu Aku Berangkat"


"Um^, Hati Hati Diserang"


"Uh… Makasih Chitose…"


Ayano Bangun Membawa Tasnya Dan Pergi Keluar Kamar.


"Haaahhh… Sendirian Ya… Aku Jadi Bingung Mau Ngapain Sekarang"


Chitose Hanya Duduk Minum teh Dipagi Hari, menunggu Suatu Hal Terjadi Di Sekitarnya.


[7]


Yui Sedikit Berlari Mendekati Seorang Laki Laki Yang Memakai Kemeja putih Dan Celana Hitam Abu, Dan Membawa tas kotak Hitam Shinobuemon


"Maaf Menunggu"


"……………"


"… Uh? Kenapa Aik-"


Yui Dipeluk Dengan Lembut, Pelahan, Selama 5 Detik Dengan Beberapa Orang Yang Melihatnya Dan Melewatinya.


"…… Kumohon, Sebentar Lagi"


"………, Um^ Aku Mengerti…"


(Hangat, Dan Juga dingin, Lagian… Kenapa Aika-san Memelukku, Tapi… Aku Juga jadi Senang)


Aika Noru, Perlahan Melepas Pelukannya Terhadap Yui.


"*Uhum, Maaf Tiba Tiba, Aku…… Mungkin Hanya ingin Mengingat Sensasinya…"


"*Ehem, Tidak Apa… Y-yah, Walaupun Aku Tetap Malu Melakukannya… Ugh, aku Katakan saja… Jangan melakukannya Ditempat Umum, Malah Kita Berdua yang Malu, Jadi Lebih Baik Kalau Mau Melakukannya… Katakan Saja"


"Ma-Maaf, Baiklah… Aku… pasti Akan Mengatakannya"


"… ^_^ Ehe~…… Jaa, Ikou Kah? (Ayo)"


"Um^"


Mereka Berjalan Pergi, Ke Suatu Tempat Sekaligus mencari Makan.


[8]


"YOOOO!!!!"


"UWAAAAH!"


Kyouko Menepuk Punggung Seseorang Yang Sedang Duduk Dengan Cukup Keras.


"Aduh, Kayaknya Terlalu Keras"


"Ugh, Iya, Terlalu Keras, aku Bisa Saja Telpon polisi"


"Ehh, Kau Berlebihan"


Kyouko Bersikap Seperti Tidak Melihat Dan Tidak Melakukan Kekerasan Barusan. Lelaki Yang Tepuk Keras, Bangun Dan Duduk didekat Kyouko.


"Hehe~, Pagi!"


"…… *Huh, Pagi"


"Jadi, Rencananya Mau Kemana??"


"Ntahlah, Aku Tidak Terlalu Yakin, Tapi Kita… HARUS BERSENANG SENANG!!!!"


"OOOOHHHHH!!!!!!!"


Mereka Berdua Mengangkat Satu Tangannya Dengan Semangat Dan Teriakan Di Pagi Hari.


[9]


Ayano Melihat Ke Kiri Kanan, Mencari Orang Yang Barusan Mengajaknya.


"Kemana Dia, Padahal Dia Sendiri Yang Mengajakku… Ah, Kase-kun!!"


"Ah, Maaf… Malah Aku Yang Terlambat, Padahal Aku Yang Mengajak…… Bukannya Sugiura-san Yang Harusnya Terlambat?"


"Kenapa kita Butuh Skenario Seperti Itu, Jadi… Kita Mau Apa?"


"Ah, ada Cafe Didekat Disini, jadi Ayo Kesana…"


"Begitu…… Baiklah"


(Ugh, Aku Ingin Sekali Memegang Tangannya, Dan Juga sepertinya Sugiura-san Memberikan umpan, tapi Aku Tidak Menyadarinya… Sialan)


[10]


Tanpa mereka Ber Enam Sadari, Waktu Berlalu Dengan Cepat, Waktu Mereka Bersama, Hubungannya Satu Sama, Mulai Tererat, Namun Perasaan yang Semakin Tertutup, Tentu saja Kecuali Kyouko Dan Kashima


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]