
Chapter 2: Disisi Lain Pihak Pertama
[1]
Biodata Dari Seorang Lelaki.
Ia Bernama Aika Noru, Seorang Pelajar Dari SMP Seiri Yang Bersifat Gender Campuran Berbeda Dengan Nanamori Yang Khusus. Ia Berada Di Kelas 2 - D Dan Tidak Masuk Ke Klub Apapun.
Ia Dari Kecil Sering Tidak Menampilkan Banyak Ekspresi, Ia Banyak Memperlihatkannya Pada Keluarganya Tapi Tidak Pada Temannya, Hanya Beberapa Kali Dan Terbilang Langka.
Bisa Dibilang Malas, Bisa Dibilang Rajin, Namun, Dia Hanya Orang Malas Yang Bisa Rajin Kapan Saja, Tapi Tetap Lemas.
Di Kisah Lainnya, Ia Mempunya Sebuah Impian Kecil Yang Ingin Dia Wujudkan, Atau Bisa Disebut Sebuah Harapan. Yaitu Disaat Ia Pulang Kerumah.
"Aku Pulang..." [Tadaima]
"Selamat Datang Kembali." [Okaeri]
Dia Mengharapkan Seseorang Menjawab Salamnya, Bukan Ibunya, Bukan Keluarganya, Melainkan Seorang Gadis Yang Di Takdirkan Bersamanya
Aika Sudah Tinggal Cukup Lama Di Apartemen Dan Sendirian, Yang Terkadang Teman Temannya Ada Yang Datang Menginap Sekedar Seru Seruan.
Di Hari Minggu Yang Panas Terik Yang Tidak Terlalu Cocok Dengan Orang Yang Diceritakan Ini, Aika Duduk Disuatu Kursi Taman Yang Kosong Tanpa Adanya Anak Anak Yang bermain, Ia Duduk Sambil Menunduk Membaca Buku Novel Ringan Yang Dibuat Dengan Banyaknya Ilustrasi.
(Ceritanya Sih Biasa Saja… Tapi Aku Hanya Penasaran Bagaimana Akhirnya, Makanya Aku Beli Serinya… Aku Juga Banyak Berpikir Soal Gambaran Kejadiannya, Berat Juga Ternyata. Yah Sekaligus nabung Sih)
Ia Memakai Baju Biru Gelap Dan Celana Jeans Coklat Pendek, Karna Kepanasan, Ia Hanya Bergeser Sekali Kali Ubtuk Menghindari Panas.
(Panas Kali Ini Cukup Berlebihan……)
Sesaat Setelah Aika Membaca Bukunya, Dia Sadar Bahwa Di Sudah Cukup Dipertengahan Buku. Dari Total 180 Halaman Ia Mengeluarkan Dompet Hitam Dan Mengambil Uang 1000 Yen Lembar, Dan Menaruhnya Di Sekitar Halaman 90, Lalu Lanjut Membaca, Ini Hanyalah Cara Aika Menabung Dalam Jumlah Besar Karna Uang Kiriman Orang Tuanya Memang Cukup Besar.
Beberapa Puluh Menit Setelah Memasukkan Uangnya, Dia Mulai Terlihat Bosan Dan Malas Membaca, Hal Itu Dapat Diketahui Karna Gerakan Matanya Yang Lebih Seperti Mengantuk.
Namun, Saat Masih Memaksakan Membaca…
Ia Mendengar Suara
"ano…"
Seorang Gadis, Yang Sepertinya Sendirian Membawa Tas Yang Agak Besar, Dan Aika Melihatnya Memegang Sebuah Kertas.
(Orang Nyasar?)
"…… Butuh Bantuan?…"
"Ah, Hai^, Bolehkah Aku Menanyakan Letak Alamat Apartemen Ini…"
"Bisa Aku Lihat?"
Gadis Tersebut Memberikan Kertasnya Kepada Aika Yang Duduk Santai. Aika Membacanya Dalam Hati.
(Ini Alamat Apartemenku, Kemarin Sih Aku Mendengar Gaduh Gaduh Di Kamar Kosong Disebelah, Apa Dia Ya Orang Barunya?)
Lalu Menatap Gadis Itu Kembali Setelah Membuat Kesimpulan.
(………)
"… Kalau Boleh Tau, Kau Mau Pindah Kan?"
"eh, Ha-haik…??"
"maksudku, Alamat Apartemen Ini Sama Dengan Apartemenku, Dan Juga Kemarin cukup Ribut Karna Ada Barang Barang Yang Dikirimkan Ke Kamar Sebelah"
Aika Berwajah Tenang, Namun Matanya Seperti Agak Mengantuk.
Ia Mengatakan Perkataan Panjangnya Sambil Menodorkan Kertas Barusan Gadis Tersebut.
"Begitu ya… Jadi Anta (Kau) Juga Tinggal Disana Ya…"
"Begitu Lah… Omong Omong… Namaku Aika Noru… Kalau Kau Sendiri?"
"…Ah, Aku Funami Yui, Salam Kenal, Aika-san"
"Ah, Salam Kenal… Apa Kau Mau Kesana Sekarang?"
"Um^ Kalau Bisa, Sekarang"
"Baiklah, Ikuti Aku, Memang Agak Jauh Dari Sini, Tapi Kau Tidak Perlu Takut Seperti Itu, Aku Tidak Akan Menculikmu"
Yui Menatap Aika Dengan Tatapan Curiga Dari Jauh. Setelah Itu, Aika Memimpin Jalan Sambil Memegang Buku, Dan Yui Mengikutinya.
Aika Dengan Kata Menuntunnya, Diikuti Gadis Bernama Yui.
"Ah…"
Aika Berbalik Ke Yui Dan Diam Sekejap,
Ia Melihat Yui Yang Melihat Sebuah Bangunan 2 Tingkat Yang TerLihat Kokoh Didepannya, Yang Juga Merupakan Rumah Aika Saat ini. Mengetahui Hal Itu, Aika Maju Duluan Dan Masuk, Ditengah 2 Pintu Itu, Ia Berkata.
"Ah, Kalau Mau Ambil Kunci Kamar, Datanglah Ke Kamar Kiri Itu… Pemiliknya Akan Memberi Kunci Setelah Mengkonfirmasinya… Sampai Jumpa"
"Ah, Haik! Terimakasih, Sampai Jumpa^"
Aika Langsung Masuk Diikuti Oleh Yui, Tapi Yui Tidak Mengikutinya Ke Lantai Atas.
Ia Justru Berbalik Ke Kiri Dan Meminta Kunci Kamarnya.
Aika Meninggalkannya Dibawah.
(Rasanya Sopan Sekali… Berbeda Dengan Sikap Para Gadis Dikelasku…)
\[3\]
Aika Keluar Dari Kamar Mandi Dengan Baju Putih Polos dan Celana Olahraga Merah Gelap. Ia Menggosokkan Handuk Ke Rambutnya, Lalu Membuka Kamar Mandi Dan Melempar Handuk, Kemudian Menutupnya Kembali.
Ia Melihat Jam Setelah Masuk Ke Ruang Tengah/Utama, Pukul 18:48.
"………"
(Masak Makan Dulu…… Mungkin)
Ia Kemudian Masuk Kembali Ke Dapur.

Dan Memakan Sebuah Eskrim Dengan Wadah Dari Freezer Kulkasnya.
Ia Masuk Ke Ruang Utama Dan Menonton TV, Menghabiskan Waktunya.
"Eh… Ah… Sudah Jam 7 Ya… (Bahan Makanan DiRumah Cukup Habis… Aku Sepertinya Harus Beli Lagi)
Aika Bangun, Melempar Wadah Kotor Eskrim Ke Tongsampah Diujung Ruangan, Dan Mengambil Jaket Ungu Gelap Dari Lemarinya, Lalu Mengambil Dompet Hitamnya Dari Atas Kasur.
Ia Pergi Kepintu Depan, Lalu Pergi Keluar Setelah Memakai Sandalnya.
Tanpa Menguncinya.
Saat Berbalik Ke Tangga.
Ia Mendengar Suara
"Selamat Malam, Aika-san…"
"Uh? Ah, Malam, Funami-san… Mau Kemana?"
"Ah, Aku Mau Pergi Belanja, Yaah, Namanya Juga Baru Pindah…"
"Aah, Begitu Ya… Omong Omong, Aku Sudah Cukup Lama Tinggal Disini, Kamarnya Luas Dan Tempatnya Nyaman, Asal Bisa Menjaganya, Ini Sudah Memenuhi Syarat Bisa Ditinggali… (Sepertinya Aku Terlalu Banyak Bicara… aku Yakin Dia Tidak Mengerti)"
"…… Haah…^"
"Kalau Kau Ada Masalah, Kau Bisa Memanggilku, Itupun Kalau Aku Ada… Mohon Kerjasamanya"
"Yeah^ Makasih, Mohon Kerja Samanya, Aku Duluan…"
"Iyeah…"
Yui Berjalan Melewati Aika Sambil Agak Berlari.
(Omong Omong, Umur Berapa Dia? Yang Pasti Bukan SD… Tapi Dia Terlihat Dewasa Dimataku…)
Aika Berjalan Mendekati Tangga Yang Sedang Dituruni Yui.
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]