Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Obrolan Panjang



Chapter 41: Obrolan Panjang [1]


[1]


"Pada Akhirnya, Kita Tidak Dapat Satupun Keberuntungan Kita Benar Benar Rendah Kali Ini"


"Mau Bagaimana Lagi… Ini Bukan Rendah Lagi, Tapi Kita Tidak Punya Keberuntungan Kali Ini"


Tawaka Membalas Keluhan Kyouko Yang Memasukkan Tangannya Ke Saku Jaket, Sedangkan Tawakanya Sendiri Membawa Pancingan.


"Ugh… (Aku Sebenarnya Dapat Satu, TapiPas Ku Lihat Yang Lain, Mereka Belum Dapat, Makanya Aku Jatuhkan Lagi… Semoga Saja Ikeda-san Bisa Merahasiakannya)"


Mizaki Diam Diam Saja.


\*Setelah Menyimpan Peralatan.


\*Jam 14:56.


Di Tempat Berkumpul Lantai 2, Sofa Di Geser Di Pinggir, Lalu Meja Pendek Di Pojok Ruangan Di Bawa Ke Tengah Oleh Para Lelaki.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1618158619511.jpg)



"Mau Ngapain Lagi Kita Sekarang?"


"Ntahlah…"


Noru Dan Yui Lagi Lagi Berpikir Di Ruang Berkumpul, Dengan Yang Lainnya Yang Juga Berkumpul.


"Uuh… Rasanya Kita Agak Seenaknya Di Penginapan Dan Pemandian Ini…"


"Kalau Untuk Itu, Salahkan KyouWaka"


"KENAPA KAMI DISALAHKAN?!?!?"


"KENAPA KAMI DISALAHKAN?!?!?"


Menanggapi Omongan Noru, Mereka Berteriak…



"Kalau Tidak Salah, Di Bagian Resepsionis Ada Suvenir Dari Daerah Sini!"


"Apa Maksudmu Suvenir, Palingan Kau Hanya Beli Pedang Kayu"


"BENAR!!!"


"Pedang Kayu Ya… Bukannya Pedang Kayu Hanya Akan Dipakai Buat Pajangan Dikamarmu?"


"Mmmm… Kalau Dipikir Pikir, Benar Juga… Tidak Ada Yang Tau, Kapan Kau Akan Menggunakan Pedang Kayu Disaat Rumahmu Kerampokan"


"Oy, Jangan Bicara Seperti Itu!"


Kyouko Pergi Ke Luar Bersama Tawaka Setelah Bilang Kalau Ada Barang Suvenir Di Resepsionis.


Mereka Mencapai Lantai 1, Lalu Mendekati Resepsionis Yang Dijaga Wanita Muda Dengan Kimono Oren.


(Rasanya, Dia Bisa Banyak Hal Ya… Wanita Ini)


Kyouko Berpikir Aneh…


"Permisi, Apa Disini Ada Suvenirnya?"


"Aku Pikir Kau Sudah Tau……"


"Ara~, Tentu…"


"Fiuh, Untung Saja Ada…"


"Oy… Jangan Beri Info Yang Belum Tentu Pada Mereka… Dasar Tukang Sebar Hoax"


"Berisik! Aku Mau Jam LabaLaba Ini!"


"Haik~…"


Kyouko Masuk Ke Bagian Resepsionis Dan Memilih Jam Bulat Dengan Warna putih Hitam…


~


"Kenapa Waka-kun?"


Kyouko Melontarkan Pertanyaan Pada Tawaka Yang Sedang Memilih Milih Barang Dibagian Dinding


"Mmm… Aku Niat Beli Gelang Kecil… Biar So Keren Aja Sih…"


"Hhmm… Gelang Ya… Bagaimana Kalau Yang Ini?"


"Mana?"


Kyouko Mengambil Gelang Kain Hitam, Dengan Tali Putih Kecil.


"Uuhh… Menurutku Cukup Bagus…… Tapi Rasanya Ada Yang Kurang"


"Hhmm… Benar Juga… Omong Omong Kita Daritadi Uhh Hmmm Mmm… Tapi Memang Ada Yang Kurang"


Tawaka Membayangkan, Sebuah Gelang Dengan Warna Kulit Kyouko Dan Warna Rambut Kyouko, Lalu Wajah Kyouko Di Tengahnya.


"Sepertinya……"


Dengan Semangatnya, Kyouko Langsung Melompat Ke Punggung Tawaka Dan Memeluknya Dari Belakang. Tanpa Alasan Yang Jelas


"Wooh!"


"Waka-Kun!!"


"Haha, Kenapa Tiba Tiba?"


"Hehe…Tidak, Mmm… Rasanya Seperti Sudah Lama Kita Tidak Begini…"


"Eh? Tidak Lama Apanya? Bukannya Waktu Natal 3 Hari Yang Lalu, Kita Juga Begini?"


"Terimakasih~"


"Um^ Saa! Kita Kembali!!"


"Oooo!!!!!"


Kyouko Berjalan Dengan Membawa Kantong Putih Kecil.


"Pada Akhirnya, Aku Tidak Beli apa Apa"


"Maa Maa… Nanti Juga Dapat…"


"Guh…"



\[2\]


"Mizaki-san Itu… Kelasnya Sama Dengan Kano-san Dan Kashima-san Kan?"


"Uh^ Yang Paling Disayangkan Disini Adalah Kelasnya Kase Yang Beda"


Lalu… Kase Diberi Tatapan Kasihan Oleh Semua Orang Di Ruang Berkumpul.


"Ooyy!! Jangan Seperti Itu! Jangan Kasihani Aku!!!"


"Te-tenang Saja, Kase-kun, Ada Aku Disini… (Aduh, Aku Salah Pilih Kata Kata… Gaw-)"


"Sugiura-san… Kau Bagai Malaikat!!"


Kase Membayangkan Ayano, Yang Memakai Baju Putih Bersih Dengan Sayap Yang Terbentang Dan Cahaya Terang Di Atas Kepalanya. Kase Menyembah Dengan Membuka tangannya Dan Dogeza Di Lantai Pada Ayano.


………


Pukulan Mendar- Tidak… Seseorang Didorong.


"Kase… Aku Kepikiran Dari Lama… Kalau… Kau Ini Masokis Ya?"


"HEEH!!??!!??"


Ayano Yang Cukup Dekat Dengan Kase Terkaget.


"Tidak Sopan Sekali!!! Aku Ini Orang Pendiam Yang Kalem Dan Pintar, Atletis, Seniman, Koki, Ikut Kompetisi Lalu Juara 1! Populer Di Kalangan Gadis Gadis, Selalu Menjawab Pertanyaan Dari Guru, Menghapus papan Tulis, Piket Setiap Hari, Membersihkan Lapangan Dengan Pel, Rajin Ikut kelas Tambahan Dari tiap Pelajaran …(Dan Lain Lain)"


Semuanya Berpikir Hal Yang Sama Dengan Tatapan Datar Pada Kase.


(Dia Pasti Bohong)


"Oh Ya… Omong Omong Soal Populer, Ishii Dan Souki Pernah Membicarakannya…"


"Ishii Dan Souki?"


Chitose Bertanya Pada Mizaki-sensei…


"Ishii Yuichi, Teman Sekelas Kase, Lalu Souki Rejima, Teman Sekelas Kami… Souki Dan Ishii Bilang, Waktu Pelajaran Olahraga Beberapa Minggu Yang Lalu, Waktu Pelajaran Voli, Kase Mencetak 9 Score Dalam Satu Set, Dia Melakukan Spike Terus Terusan…"


"Woh…………"


Semuanya Memberi Suara Kagum Kecil…


"Dan Juga katanya, Ada Beberapa Gadis Yang Menyorakinya "Kyaa!! KASE-KUN HEBAATT!!"


Mizaki Menirukan Suara Perempuan Dengan Nada Tinggi Suaranya…


"…………"


"…………"


"…… E… Ehehe…"


"…………"


Semuanya Terdiam Setelah Mendengar Penjelasan Mizaki, Dan Tawa Malu Kase Yang Menggaruk Kepalanya.


(A-aku Tidak Menyangka Kase-kun Ternyata Hebat! Dia Bukan Otaku Biasa!!!)


Ayano Terkejut.


Saat Yang Lain Masih Terkejut Bahwa Fakta Kase Populer Itu Bukan Hanya mimpi.


"…… (Aku Cukup Kaget Soal Kase yang Ternyata Disukai Para Gadis Disekolah… Tapi Aku Juga Terkejut Dengan Tsurugi Yang Menirukan Suara Perempuan Seperti Itu…) Cukup Mengejutkan Untukku"


"…… Bagaimana Ya… (Aku Jadi Bingung Mau Ngomentarin Siapa… Kase-san Atau Mizaki-san…) Aku Juga Agak Terkejut"


"Mizaki-kun… Orang Orang Terkejut Karna Kamu Menirukan Suara Perempuan Lho"


"A-aku Sudah Menduga Itu…"


Mizaki Yang Mendengar Ucapan Chitose, Berbalik Ke Belakang Sambil Menutupi Wajahnya.


"(Pikiranku Teralihkan Karna Nama Souki Rejima Ini… Kalau Tidak Salah… Beberapa Hari Yang Lalu Setelah Aku Mandi, Aku Melihat Ponsel Chizuru Menyala di Kasur, Saat Kulihat Layarnya, Ada Mail Dari Akun Bernama SouReji Dan Diberi Nama Kontak Souki Rejima Di Ponselnya Chizuru… Kebetulan Yang Cukup… Mengejutkan Menurutku… Aku Niatnya Membicarakannya Dengan Yang Lain Tapi Aku Merasa Tidak Nyaman) Souki Rejima Ini Orangnya seperti Apa? (Eh?)"


"Uh?"


"Huh?"


"(Aduh… Aku Keceplosan)"


Semuanya Berbalik Ke Chitose, Kecuali Noru Yang Bertopang Dagu Sambil Menutup Matanya.


Mereka Memberi Wajah Bingung, Karna Hening, Noru Menjawab Pertanyaannya…


"Souki Itu Orangnya Bodoh, Dia Terlihat Nakal, Tapi Tidak… , Lalu Terkadang Dia Terlihat Keren Dan Pintar Dimataku, Itulah Menurut Pandanganku"


"……… Oy, Noru, Kau Yakin Bilang Begitu?"


"Yakin…"


"Kenapa, Chitose? Langsung Penasaran Seperti Itu? Apa kamu Tertarik Pada Orang Ini?"


"Ti-tidak"


Chitose Melambaikan Tangannya, Menolak Pernyataan Ayano Soal Dirinya.


"Tapi Aku Kepikiran Soal, Apakah Souki Rejima Ini Orang Yang Sama Dengan Souki Rejima Yang Mail-lan Sama Chizuru"


"Chizuru-san? A-a-apa Jangan Jangan…"


"Yaah… Nanti Aku Tanyakan Saja, Tidak Usah Terlalu Dipikirkan…… Kalau Benar Sih, Itu Kebetulan Yang Cukup Mengejutkan Untukku"


"Souki Biasanya Keluyuran Kemana Mana Waktu Libur Sekolah, Jadi Harusnya Dia Punya Banyak Kenalan Di Kota"


Orang Orang Mulai Merasa Kalau Noru Adalah Seorang Informan Yang Tau Banyak Hal…



\[<\>\]


\*Chizuru Bersin Di Rumah.


(Belakangan Ini, Aku Merahasiakan Sesuatu Dari Kakak, Beberapa Minggu Lalu, Waktu Aku Pergi Ke Taman…)


\*\*\*


Chizuru Duduk Di Sebuah Kursi Didalam Taman. Dengan Beberapa Anak Yang Sedang Bermain Prosotan.


Dengan Daun Daun Orange Dan Merahnya, Yang Berada Di Sudut Taman… Menandakan Ini Masih Di Musim Gugur.


Chizuru Membaca Sebuah Buku dengan Sampul Bentuk Kucing Dibagian Tengah, Tapi Bukan Gambar Kucing.


Saat Sedang Membacanya, Seorang Gadis Kecil Berambut biru Gelap, Dan Baju Pink Panjang Mendatanginya, Lalu Menaiki Kursi Kayu Tersebut.


Dia Melihat Ke Arah Chizuru, Tepat Ke Rambut.


(Ada apa Ini…)


"Takut…"


(Uh? Dia Malah Ketakutan)


Sigadis Kecil Memperhatikan Rambut Chizuru Dari Dekat, Lalu, Menghempaskan Tangannya Ke Samping, Membuat Rambut Chizuru Terbawa Gerakan Seperti Menampar.


"Ey!"


"O!!"


Sigadis Melihat Ke Tanah Dari Atas.


"Kena"


"uh?"


Chizuru Melihat Ketanah Depan, Seekor Serangga kecil Berjalan…


"……(Ternyata hanya Serangga)"


"…… Ah, Maaf Karna Menghempaskan Rambutmu"


Sigadis Kecil Membungkuk Maaf.


"Tidak Apa"


Si Gadis Kecil Kemudian Duduk Di Samping Chizuru.


"Namaku Kaede, Kalau Onee-chan?"


"Chizuru, Ikeda Chizuru"


"Chizuru Onee-chan, Sedang Baca Apa?"


Chizuru Kemudian Menaruh Bukunya Di Samping Kanan, Ditempat Yang Tidak Terlihat Oleh Kaede.


"Rahasia"


"Eehh…"


"……\*Huh… Yasudahlah…… Nih"


Chizuru Memberikan Bukunya Ke Kaede.


Kaede Membukanya.


"Wo… Buku Kucing?"


"Um^ Aku Suka Kucing… mungkin Karna Lucu"


"Boleh Aku Lihat?"


"uh^"


Kaede Membuka Halaman Lainnya


~


"waah, Imut Sekali"


"ada Banyak Jenisnya, Ada yang Bulunya Panjang, atau Yang Ekornya Pendek"


"Heehh… Kalau Onee-chan Punya Kucing?"


"Tidak… Tapi"


Chizuru Tersenyum…


"Nanti Aku Ingin Punya satu"


"Wooh…… Tadi Onee-chan Tersenyum, Cantik Sekali!"


"eh? Aku Tersenyum?…"


"Ayolah… Senyum Lagi… Cantik Lho"


"(Kenapa dia Berbicara seperti Tukang Goda…… Tapi… Senyum Ya… Benar Juga, Sepertinya Disekolah, aku Tidak Pernah Tersenyum…) Maa… Akan Kuusahak-"


\*Kresk


Chizuru Dan Kaede Berbalik Ke Belakang Kursi, Melihat Semak Semak Yang Bergerak Gerak, Lalu Sebuah Kepala Laki Laki Muncul.


"WAAH!!"


"Uwah!!"


Chizuru Dan Kaede Terkejut. Karna Kepala Keluar Dari Bawah Semak Semak.


Kepala Laki Laki Berambut Hitam Pendek Yang Terlihat Berantakan


"Aah, Maaf Mengejutkan…"


Seorang Lelaki Keluar Dari Semak semak. Ia Merapikan Rambutnya Kemudian Berdiri Di Depan Kanan Chizuru Yang Mengenakan Baju Putih Panjang Dengan Jaket Kancing Hijau, Dan Celana Coklat Cerah Panjang.


"Woo, Adik Kakak Memang Akrab Ya?!"


"ah, Kaede Bukan Adiknya Chizuru Onee-chan"


"U-Uh^ (Siapa orang Ini, Tiba Tiba Muncul Disemak Semak, Mencurigakan)


"Aku Tau Kalau Kakak Yang Satu Ini Pasti Berpikir kalau Aku Mencurigakan"


"Geh! Kenapa kau Tau!?"


"HUH! Aku Ini Orang Yang Berpikir Logis…"


Lelaki Dengan Jaket Resleting Hitam Dan Dalaman Putih, dengan Celana Coklat Gelap Ini Berdecak Pinggang.


"Apa Maumu?"


"Maah, Maah, Santai Saja, Lihat, Kaede-chan…"


Lelaki Ini Menyesuaikan Tingginya dengan Kaede Yang Duduk Di Kursi Dengan Chizuru.


Dia Menggerakkan Tangannya Kekiri Kanan, Tangannya kosong, Lalu, Ia Mengepalkan Tangan Kanannya, Dan membuka Lubang Dibagian atas, Diapun Mengodok Ke Dalam Dengan Tangan Kirinya, Dan menariknya, Lalu Sebuah Bunga Kuning Kecil Terlihat.


"Tada!!"


"Wwooah! Onii-chan Hebat!!"


"He-hebat"


"Hihi… Nih, Untukmu"


Lelaki Ini Memberikan Bunga Kuning Kecil Tersebut, Kehadapan Chizuru, Chizuru Menerimanya Dengan Ragu Malu.


"Ma-makasih"


"Eehh, Untuk Kaede Mana?"


"kalau Untuk Kaede-chan……"


Lelaki Ini Melakukan Trik Yang Sama, Tangannya Kosong, Ia Juga Tidak Terlihat Menyembunyikan Sesuatu Dari Yang Terlihat Di Mata Chizuru.


Ia Menarik Sesuatu Dari Dalam kepalan Tangan Kirinya Dan mengeluarkan 5 Buah Kotak Kecil Berisi Coklat.


"Nih, Coklat"


"Waah! Terimakasih"


"Sama Sama"


Chizuru Terdiam.


(Sebenarnya, Siapa Dia Ini, Tiba tiba melakukan Itu Pada kami…)


"Oh Ya… Aku Terkadang Pergi Ke Berbagai Tempat Dikota, Jadi Mungkin Saja Kalian Bisa Bertemu Denganku Lagi"


"……"


"Satu Hal lagi, Ini…"


Lelaki Ini Mengeluarkan SeLembar Kertas Kecil Dan Membiarkannya Terbang Jatuh Kearah Chizuru, Reflek, Chizuru Menangkap Kertas Jatuh Tersebut. saat Kaede dan Chizuru Fokus Melihat Ke Kertas, Mereka melihat ke depan Lagi, Dan Lelaki Tersebut Sudah menghilang…


"Uh^ Orang Yang Aneh…"



Chizuru Melihat Kertasnya.


'Rejima, Email: \*\*'


"Nee Nee, Chizuru Onee-chan, Siapa Onii-chan Yang Tadi?"


"…… Dikertas Ini Tertulis, Rejima. Mungkin Itu Namanya"


"Rejima Onii-chan, Hebaat! Dia Bisa Sulap"


"U-um^ Sepertinya Begitu"


(Yah, Mungkin Nanti Aku Coba Hubungi, Itupun Kalo Ingat)


Chizuru Memasukkan Kertas Kecil Tersebut Ke Saku Celananya.



\[\>-<\]



Setelah Obrolan Pendek Ini Selesai, Pintu Di Geser Dengan Cepat.


"Yoo!!! Aku Bawa Manju Lho!!"


Tawaka Dan Kyouko Kembali, Membawa Nampan Manju.



"Kenapa Bisa Dapat?"


"Mbak Pemimpin Memberikannya, Kita Sedang Beruntung"


"…Haah…"


"……hhhmmm, aku Baru Sadar… Kenapa Pengunjung Pemandian Ini Rasanya Sepi…"


"Di Tiket Yang Tertulis Dan Penjelasan Dari Mbak Pemilik Saat Berbicara Denganku, Katanya Pemandian Dan Penginapan Ini Disewakan Khusus Selama Ada Pemenang Undian"


"Wooh, Rasanya Kita Jadi Raja, Tidak… Ada Yang Mengatakan Kalau, 'Tamu Adalah Dewa, Dan Pelayan Adalah Raja'"


"apa Hubungannya coba…"


Noru Mengambil Satu Manju Dari Nampan Yang Dibawa Tawaka Dan Kyouko. Yang Lainnya Juga Mengambil Satu Dari 16 Manju Yang Ada.


"Tapi, Aika-san… Sepertinya keberuntunganmu Cukup Tinggi"


"Uh? Sepertinya Hanya Saat Itu Saja… Waktu Itu, Aku Benar Benar Berharap Dapat Tisu Karna Hidungku Ingusan"


"Ah, Maaf Karna Aku Bertanya"


Chitose Menahan Tawa Kecil Karna Perkataan Noru Yang Menjawab Pertanyaan Ayano.


"Omong Omong, Noru… Sedang Apa Kau Dikota Waktu Itu?"


"Cetak Foto (Bukannya Kau Sudah Berniat Menggunakan 'No-chan' Padaku Pagi Tadi… Dasar Pelupa)"


"Foto Apaan?"


"Foto Aku Dan Yu- ADUH!"


Menyadari Satu Hal, Yui Yang Mukanya memerah, Melempar Sesuatu Ke Kepala Noru, Noru Terkejut Dan Mengelus Elus Kepalanya, lalu Menyadarinya…


"Mencetak Foto Adikku Dan Temannya…"


"Geh! Kau SisCo-"


"Aku Bukan Siscon"


"Heehh… Rasanya Ada Yang Aneh…"


"Lupakanlah…"


Noru Berkata Datar Pada Tawaka yang Membaringkan Kepala Dan Tangannya Ke Meja.


"Jadi Watar-san Punya Adik Ya…"


"Uh^"


"Ada Fotonya?"


"Uh^"


Noru Mengeluarkan Ponselnya, Mencari Foto Foto Dari Galerinya Dan Memperlihatkan Foto.


Kyouko Diperlihatkan Sebuah Gambar, Gambar Seorang Gadis Dengan Rambut Coklat Gelap Panjang, Poni Yang Sejajar Dan Kepalanya Miring, Wajah Yang Terlihat Lucu Sedang Bergaya Piece Seperti Selfie.


"Woohh! Imut Sekali!!!"


Kyouko Mengambil Ponsel Noru. Lalu Yui Mengintip Ke layar Ponsel Noru Yang Dipegang Kyouko.


"Wooh, Miki-chan Memang Imut Kalau Bergaya Ya"


"ueh? Miki-chan? Namanya Miki?"


"Um^ Dia Terkadang Tinggal Di Apartemen"


"Heehh…… (Aku Jadi Bingung, Kenapa Yui Dan Watar-san Tidak Pacaran Saja…)"


Semuanya Juga Berpikiran Seperti Itu…


\*Jam 15:42.


\*Cklap


"Uh?"


Yui Merasakan Getaran Dan Suara Kecil Di Saku Celananya, Ia Mengeluarkan Ponselnya, Melihat Layar Yang Berisi Sebuah Mail Dari Chinatsu.


"Siapa?"


"Chinatsu-chan"


"Apa Apa! Apa Jangan Jangan Dia Rindu Pada Senpainya Ini?!?"


"Diamlah"


Yui Mengeluarkan Suara Kesal Pada youko.


"…… Chinatsu……… Mmm…"


"Kenapa, Kase-san?"


"Tidak… Rasanya Aku Pernah Mendengarnya……"


Yui Diam Dan Melihat Mail Yang Dikirim Chinatsu.


Kyouko Menatap Kase Dengan Serius.


"………"


"Haahh!!!!! YOSHIKAWA CHINATSU!!!"


"BENAARR!!!!! Anda Dapat Hadiah Satu Juta YE- Maaf~"


Kyouko Di Getok Tawaka Dibagian Kepala Dengan Pelan.


"Tapi Darimana Kau Tau Chinatsu-chan?"


"Adik Kelasku Pernah Membicarakannya, Naa Teman Teman, Apa Kalian Ingat Soal Anak Pindahan Dikelas 1? Dikelasnya Sawamatsu"


Semua laki Laki Mengangguk. Para gadis Hanya Memperhatikan Dan Mendengarkan Hubungan Chinatsu Dengan Orang Lain Ini.


"Ada Anak Pindahan Namanya……"


"Siapa?"


"Aku Lupa Dah…"


"Guh"


"Guh"


"Guh"


"Guh"


"Guh"


"(Siapa Ya, Aku Tidak Dapat Informasi Soal Ini……)


Sang Informan Juga Bingung


Tawaka Memikirkan Suatu Ide!


(Aku Akan Menguji Sejauh Mana Informasi Yang Ia Dapat Selama Ini!!)


"Pertanyaan Pertama!! Apa alasan Kita Yang Bertemu Saat Kita Wisata sekolah Dulu!!"


"Kau Menyuap Guru Dengan Makanan Agar Mengetahui Hasil Rapat Soal Kerja Sama Antar Sekolah!"


"Guh! Padahal Aku Tidak Memberitahumu, OK!! Pertanyaan Kedua!! Nama Doujin Yang aku Sembunyikan Disekolah!!"


"Cerita Tentang Gadis SMA Di Gedung Olahraga"


"Sial! Benar Lagi… Pertanyaan Ketiga! Apa Nama Game Mesum Yang Di Beli KASE!!!"


"NekoDise Seri Ke 3 Dengan Sensor"


"OOOYY!!!!"


Para gadis, Terutama Ayano Melihat Kase Yang Merinding Dengan Tatapan Merah.


Mizaki Yang Ada Di Sampingnya… Hanya Tersenyum Gugup…


dan Kase Bermuka Pucat, Lalu Di…


*Pukulan Mendarat!


~


"SIALAN!! Lagian Darimana Kau Tau itu!!"


~


"Benar!! Pertanyaan Ke empat! Apa Nama Merek Ikat Rambut Gadis Dibelakangmu Dikelas!!!"


"Sit-rue"


"Pertanyaan Terakhir!! Berapa Ukuran Baju Yang Dibeli Ishii Untuk Menghemat Uangnya!!!"


"L, Dengan Sabuk Agar Terlihat Pas"


"SEMUANYA BENAARR!!!!!! Penjelasan… Darimana Anda Dapat Semua Informasi Tersebut, Tuan Noru?"


"Pertama, Ishii Memberitahuku, Kedua, Aku Melihatmu Memasukkannya Ke Loker Sepatu Dan Aku Mengambilnya, Ketiga,……… Karna Aku Melihatnya Di Suatu Toko Dikota, Membelinya, Ke Empat, Ikat Rambutnya Lepas, lalu Aku Mengambilkannya, Kelima, Ishii Sendiri Yang Bilang Waktu Aku Mengobrol Dengannya…… Sialan Aku Cape Ngomong"


Noru Kebanyakan Bicara, Ia Bangun Dan mengambil Sebotol Air dari Kulkas Di Sisi Ruangan.


Ia Membuka Tutupnya Dan Duduk Kembali Di Samping Tawaka.


Semuanya Berpikiran Sama.


(Aika Noru Ternyata Memang Seorang Informan)


Lalu Dipikiran Yui…


(Tunggu… Kano-san… Pertanyaan Ketiga Itu Game Mesum Kan? dia Bilang… Dia… MembeliNYAA!!!!!!! Huff, Buarlah, Kano-san Juga Laki Laki……)


[3]


*Jam 16:18.


"Rasanya Obrolan Kita Jadi Makin Dalam… Fuuh… Sepertinya Aku Mau Mandi Dulu… Siapa Yang Mau Ikut?"


"Aku Ikut!"


Kyouko Mengangkat Tangan.


"Aku juga^_^"


"Aku Juga"


Ayano Dan Chitose Berdiri.


"Aku Ikut Sama kalian!"


Tawaka Dipukul Yui


"Jaa, kami Duluan…"


Para Gadis Pergi Keluar, Meninggalkan Para lelaki Di Ruang Berkumpul Duduk Duduk.



"Omong Omong, Ruangan Ini Ada Penghangatnya Sendiri Kan?"


"Uh… Yaah… Pake Listrik, Karna Bangunan Ini Juga Dibuat Bergaya jepang, Makanya Tidak Pakai Penghangat Kayu Bakar"


"Kalau Pake Kayu Bakar…"


Semua Lelaki Membayang, Berdasarkan Pemikiran Tawaka Dan Mizaki.



Sebuah Bangunan Bergaya Jepang, terbuat Dari kayu, Dengan Cerobong Asap, Orang Orangnya sedang Berjalan Di Dalam, Dilantai Dua, ada Orang Orang Yang Duduk Mengobrol Didekat Api Yang Berkobar Setinggi 1.5 Meter Dan Asap Tebal Menutupi Ruangan.


"Aduh, Rasanya Asapnya Agak Menghalangi"


"Bukannya Ini…



"Bukannya ini Jadi Kebakaran Ya?"


Mizaki Memperjelas…


"Bukannya itu Sudah jelas, Kenapa Obrolan Kita Jadi Buntu Seperti Ini Sih…"


"Ntahlah… Mungkin Karna Para gadis Sedang Pergi……"


Kase Juga Memperjelas…


"………"


"………"


"………"


"………"


Semuanya, Menempatkan Dagu Mereka di Permukaan Meja Dan Terdiam, Dengan Lemas Dan Lesunya Tapi Juga Berwajah Sok Serius


"Kita… Pulang Besok Sore Kan?"


"Ya…"


"Ok… Aku Beri Pertanyaan, Bagaimana Kemajuan Kalian…"


Tawaka Memberi Pertanyaan Yang Cukup… Mengejutkan Bagi Yang Lain.


Mereka masih Melelehkan Wajahnya, Dan Bicara Bergiliran…


"Hubunganku Dengan Yui…… Aku Tidak Mau Bilang…"


"Hubunganku Dengan Sugiura-san…… Kemungkinan Kami Bisa Main Game Bersama Semalaman"


(Bukannya Itu Cukup Gawat, Kami Sepertinya Harus Memperingati Sugiura-san Soal Ini…)


Mizaki, Noru, Dan Tawaka Memikirkan Hal yang Sama Sekilas…


"Kalau Aku Dengan Ikeda-san…… Mungkin Bisa Dikatakan kalau Aku Sudah Cukup Dekat Dengannya"


"Kalau Itu Cukup Bagus menurutku…"


"Kau Sendiri, Bagaimana Tawaka?"


"Aku… \*\*\*\*\*\*"


"…………"


"…………"


"…………"


"………… Maaf, Aku Boong, aku Hanya Lebih Ke Sering Chuu"


"Sudah Berapa Kali, Seingatmu Saja"


"… Lima Kali… Kurang Lebih"


"Menurutku Kau Cukup Nekat, Agak Bahaya"


"…… Mmm, French Kiss?"


"…Bisakah Kita hentikan Pembicaraan Ini… Rasanya ini Terlalu Dewasa Untuk Kita"


Noru Menghentikan Pembicaraan.


"Sebagai Sesama Lelaki, Bisakah Kita Saling Memanggil Nama Asli?"


"Boleh"


"Boleh"


"Boleh"


"Jadi… Tsurugi, Noru, Tawaka"


"Noru, Tawaka, Ranka"


"Tawaka, Ranka, Tsurugi"


"Ranka, Trusugi, Noru"


"………"


"………"


"………"


"………"


Keheningan Berlangsung.


[4]


*Jam 16:23.


Ayano Berada di Kamar Perempuan Sendirian, Melepas Syalnya, Teman Temannya Yang lain Sedang Dilantai Bawah, Berjalan ke Pemandian.


Saat Ia Keluar Dan melewati Ruang Berkumpul.


(Uh? Sedang Ngobrol Apa Mereka…)


Ayano Menempelkan Telinganya Ke Dinding.


"…aku Tidak Mau Bilang…"


"Hubunganku Dengan Sugiura-san…… Kemungkinan Kami Bisa Main Game Bersama Semalaman"


(Ap… A-A-APA YANG MEREKA BICARAKAN…)


Setelah Mendengar Sekilas, Ayano Dengan Wajah Merahnya, Berjalan Perlahan Untuk Turun.


(Pura pura Tidak Dengar Saja…)


Yui, Chitose Dan Kyouko Menggosok Rambut Dengan Busa Busa Putih Wangy.


"Ayano Kok Agak Lama?"


"Ntahlah…"


Saat Itu, Ayano Membuka Pintu Pemandian Dan Menutupi Bagian Bawahnya Dengan Handuk, Dan ikut Duduk.


Dan… Chitose Yang Ada Di Samping Kiri Ayano, Mendengar gumaman.


"Aku Tidak dengar apa apa…Aku Tidak dengar apa apa…Aku Tidak dengar apa apa…"


"………"



"Kita Sepertinya Juga Harus Mandi"


"Mau Mandi? Aku Ikut"


"Aku Ikut"


"Aku Terpaksa Ikut"


Mereka Semua Mandi


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]