Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Terlalu Tiba Tiba



Chapter 63: Terlalu Tiba Tiba


[1]


Jum'at 26 April…


Pintu Terbuka Dan Seorang Lelaki Tinggi… Yang Memakai Masker Hitam… Dan Seragam Dari Suatu Sekolah Keluar…


Ia Membawa Tas Kotak, Dan Menutup Pintunya… Menuju Ke Luar Dan Melihat Suasana Perumahan Dipagi Hari, Dengan Banyaknya Pohon Dan Semak Semak Yang Tertata Rapih… Ia Mulai Berjalan… Dan Melihat Kesebrang Jalan Yang Berjarak 10 Meter…


2 Orang Gadis Memakai Seragan Putih Diluar Dan Merah Dibagian Dalam Roknya, Berjalan Bersama Ke Arah Kanan… Satunya Berambut Pirang Gelap Bergelombang Satunya Lagi Berambut Biru Gelap… Dan… Berdada Besar… Hal Itulah Yang Terlihat Dimata Si Lelaki Yang Menatapnya Dengan Datar…


Lelaki Tersebut Tidak Memikirkannya Dan Berjalan Lewat Trotoar Ke Kiri.


***


"Guh…"


"uh? Kau Kenapa? Himawari?"


"Aku Khawatir Padamu… (Semalam, Ia Mengerjakan Tugasnya Dari Guru Dengan Benar, Memang Sih, Dia Mengerjakannya Dengan Lambat Tapi dia Menyelesaikannya Sambil Bertanya Tanya Tentang Cara Menyelesaikannya Padaku, Bukan Hanya Padaku, Tapi Juga Pada Nadeshiko-san Yang Sudah SMA… Aku Jadi Ragu Kalau Ini Adalah Sakurako Yang Asli…)"


"Apa Maksudmu? Khawatir Padaku Tentang Apa?"


"Guh… Aku Khawatir Kalau Kamu Punya Kepribadian Ganda"


"Haah??"


"NAH! Itu!! Harusnya Saat Aku Bilang Begitu, Kamu Marah! Tapi Kau Hanya Bingung!! Ini Benar Benar Aneh!!"


"Kenapa Aku Harus Marah Karna Kau Khawatir Padaku… Maah, Kau Khawatir Pada Hal Aneh Tapi Terimakasih"


"Guh, Benar Benar Aneh"


"JANGAN BILANG ANEH TERUS!!! Aku Bosan MENDENGARNYA!!!"


"NAH!!! Seharusnya Begitu!!"


Karna Tidak Dapat Menahannya, Sakurako Melepas Amarahnya Karna Dibilang aneh Terus Menerus.


Setelah Memukul Mukul Punggung Himawari Yang Kemudian Dihalangi Oleh Lengannya Karna Tidak Mau Sakit, Sakurako Menenangkan Dirinya…


"Fuuh, Aku Mau Berubah Dulu…"


"………"


Himawari Memasang Wajah Bingung, Dan Sakurako Ntah Kenapa Pipinya Terlihat Sedikit Merah Dimata Himawari, Himawari Fokus Mendengarkan.


"Berubah……"


"Maksudmu Berubah Seperti Di Tokusats-"


Sakurako Melempar Tasnya Pada Oppai Himawari Dan Membuatnya Terguncang, Dan Mengambil Tasnya Yang Terbang Keatas Sambil Melompat.


"Bukan Bodoh!!, Aku Mau Merubah Sikapku Dulu!"


"Sakit Laa, Ja-jadi Kau Mau Merubah Sikapmu? Mau Seperti Apa? (Waktu Diingat Ingat Lagi, Sakurako Terlihat Seperti Menahan Rasa Kesal Pada Suatu Hal Yang Seharusnya Membuatnya Marah… Mmm, Aku Harus Tenang Dulu Agar Bisa Memahami Ini)"


"Guh… A-ada Deh, Untuk Apa Aku Memberitahumu"


"Begitu Ya… (Dia Jadi seperti Ini Saat Setelah Baikkan Dengan Sawamatsu-san, Dan Dia Terlihat Sering Chat-tan Dengan Seseorang Saat Malam Malam, Siapa Kira Kira Yang Bisa Merubah Sakurako Sampai Begini…) Huff, Tapi Aku Menyukai Sikapmu Yang Ini"


"Tentu!!! Kau Harus Hormat Padaku!!!"


"(Sialan, Aku Teralihkan, Dia Ganti Kpribadian Lagi Ke Yang Dulu) Ggrr"


Ya Sudahlah


[2]


Tarou Menahan Mulutnya Yang Tertutup Masker… Terhentak 5 Kali, Dan Tetap Bermuka Santai, Hal Itu Dapat Diketahui Dari Matanya…


"Yo, Sawamatsu"


"Yo"


"Kenapa Kau Pakai Masker, Mau NgeBuff?"


"Tidak… aku Agak Batuk, Lagian Aku Memangnya Mau NgeBuff Untuk Apa"


"Mmm Mmm, Mungkin Saja Untuk Gadis Tetanggamu Itu"


"Nggak Lah… Sakurako Sudah Sering Melihatku"


"Sakitnya Hatiku Karna Ditinggal Oleh Temanku Inii~"


"Diam, Kau Bukannya Sudah Punya Pacar… Jangan Mengaku Ngaku Kalah Dariku, Lagian Aku Tidak Berniat Pacaran Dengan Sakurako"


"Berisik Laah, Aku Kan Sudah Bilang Kalau Kau Tidak Boleh Membicarakannya, Haru-chan Juga Ingin Merahasiakannya…"


(Orang Kurang Ajar Ini, Okishima Ini Sebenarnya Punya Pacar Dari Nanamori, Katanya Dia anak Kelas 3, Omong Omong, Okishima Ini Juga Anak Kelas 3 Dan Dia Membantuku Belajar, Bukan Dia Yang Belajar Dariku, Tapi Aku Sering Bersamanya)


"Namanya Koyama Haru Kan?"


"Uh-huh, Benar"


"Aku Agak Lupa Sejak Kapan Kau Pacaran Dengannya…… Kau Harus Setia Pada Gadis Itu, Kasihan Kalau Dia Jadi Korban PlayBoy"


"MANA MUNGKIN!!! Haru-chan Utu Orangnya Sangat BAAA-"


"Diam"


Okishima Langsung Diam Dan Seperti Melupakan Hal Barusan Lalu Berbicara Omong Kosong Seperti Biasa…


"Ah, Sawamatsu, Bisakah Aku Meminjam Catatan Minggu Lalu?"


"Tidak, Nih, Kembalikan Sebelum Pulang"


"(Ni Orang Niat Meminjamkan Atau Tidak Sih…) Ah, Ma-makasih"


Benar Benar Omong Kosong Dari Tarou Pada Teman Sekelasnya, Lebih Tepatnya Pada Naru…



\*~~\*~~\*


"Sawamatsu-kun, Ketua Osis Mencarimu"


"Uh? Baik"


Tarou Pergi Ke Luar Kelas, Mendekati Gadis Sekelasnya Yang Memegang Pintu Dari Luar…


Tarou Melihat Ketua Osis Berkacamata, Mendekatinya.


"………"


"………"


"Baiklah"


"HEH!!!! (Apa Ini Yang Namanya Telepati!!…)"


"Aku Belum Bilang Apa Apa, Tapi Kau Sudah Tau Kalau Aku Mau Membawamu Ke Ruang Osis, Kau Membaca Pikiran Kah?"


"Tidak, Aku Hanya Menebak"


"Terserahlah, Ikut Aku"


"Baik"


"HEH!!! (Ke-ketua Tidak Tau??!!??)"


(Kira Kira… Ada Apa Yaa… Aku Tadi Asal Bilang 'Baiklah')



\[3\]


"Dia Baik Baik Saja Atau Tidak Yaa…"


"Uh? Siapa?"


"Kano-san, Tadi Pagi Dia Bilang Kalau Dia Agak Demam, Aku Takut Terjadi Sesuatu Padanya"


"…… Heheh, Yui-chan Selalu Memperhatikan Aika-san Ya"


"Eh! Ti-tidak, Bu-bukan Seperti Itu Kok, A-aku Hanya Agak Khawatir \*Uhum (Tenangkanlah Dirimu Yui) Mungkin Karna Dia Tidur Tanpa Selimut"


"Ahaha"


"Uhh, Akari, Kamu Terlihat Senang, Ada Apa?"


"uuhh, (Aku Ceritakan Saja Lah) Semalam, Teman Yang Kukenal Dari Desa Mengajakku Makan Setelah Pulang Sekolah, Horah, Yang Pernah Kuceritakan Dulu"


"Mmm, Shigasawa Haruka Ya, Yang… Pernah Dimarahin Di Resto Dulu"


Yui Mengalihkan Pandangan Matanya Ke Pinggir, Menghindari Tatapan Akari Karna Ragu.


"Hah!! Lu-lupakan Soal Itu!! Mou!"


Yui Kemudian Membalikkan Pandangannya Ke Akari Yang Sebel.


"Ahaha, Baiklah, Akan Ku Lupakan… Tapi, Akari"


"Uh?"


"^\_^, Ternyata Kamu Sudah Besar Ya"


"\*Malu…… Makasih, Yui-chan! ^\_^"


Elusan Di Odango Akari…


"Rasanya, Kamu Salah Sasaran, Yui-chan"


"Ah!"


Yui Malah Tersipu Karna Kesalahan Kecilnya…



Sementara Itu, Chinatsu Sedang Membuat Teh… Memikirkan Hal Lain Dan Tidak Terlalu fokus pada Teh Yang Dia buat.



\[4\]


"Gahah!, Noru, Mau NgeBuff?"


"Diam"


"Baik Baik, Apa Kau Kemarin Melakukan Sesuatu?"


"mmm, Aku Hanya Sedikit Kehujanan, Agak Panas Sih Tapi Tidak Apa"


"Yakin Tuh?"


"Tidak… Mungkin Kalau Waktu Istirahat Pertama Aku Makin Parah, Aku Mau Izin Pulang"


"Mmm Benar Juga"


"Uh? Kenapa? Aika-kun Agak Sakit?"


Miyami… Seorang Gadis Yang Duduk Di Belakang Noru… Ikutan Karna Baru Masuk Dari Pintu depan.


"Ah^"


"Noru Katanya Abis Basah Basahan Sama Cew-"


Noru Melempar Benda Kecil Ke Mulut Tawaka Dan Membuatnya Menelannya… tawaka Langsung Diam.


"mmm, Jagalah Kesehatanmu Aika-kun, Aku Yakin Akan Ada Seseorang Yang Khawatir Kan?"


"Miyami-san… Sejak Kapan Kau Jadi Peduli Begitu? Apakah Karna Anak Kelas 3 - G Waktu Itu Mengajakmu Jalan Dan Sekarang Keseluruhan Sikapmu Jadi Berubah?"


"Diamlah, Aku Hanya Sekedar Memberimu Nasihat! Bukan Aku Khawatir Padamu, Bodoh"


"(Suara Yang Ia keluarkan Benar Benar Tidak Khawatir Padaku Yaa Baguslah… Miyami Yuuka, Setelah Acara Yang Dibuat Oleh Tawaka Kemarin Kemarin, Dia Jadi Lebih Galak Dari Biasanya Karna Diajak Jalan Oleh Anak Kelas 3-G Yang Kata Spuki Ekspress, Mereka saling Menyukai……) Maah, Bersikaplah Padaku Seperti Biasa"


"Fuh, Baiklah"


"Miyami-san Jadi Lebih Galak, Ya kan? Noru?"


Urat Kemarahan Miyami Muncul Begitu Saja…


"……… (Tidak Akan Kujawab)"


Miyami Kemudian Duduk, Mengabaikan Tawaka…



Kelas 3 - D, Di Pelajaran Kedua… Dan Saat Guru Menjelaskan, Guru Menyilangi Penjelasannya Dengan Suatu Kalimat…


"Nah, di Bagian Sini, Ku Beritahukan Saja, Ini Tidak Ada Di Ujian Jadi Kalian Tidak Perlu Fokus Disini"


Para Murid Satu Kelas Berpikiran Sama.


(Datang!! Ini Adalah Kalimat Yang Digunakan Guru Bahasa Inggris Untuk Mengatakan Kalau 'Bagian Ini Akan Ada di Ujian Nanti'!!)


Sayangnya Satu Murid Sedang Memikirkan Hal Lain…


(Uh… Aku Mulai Tidak Enak… Aku Ke Uks Saja Lah)


Noru Melepas Maskernya… Dan Meremesnya jadi Kecil Lalu Menyimpannya di Saku Jasnya…


Lalu… Mengangkat Satu Tangan Sambil Bicara.


"Sensei, Aku Kurang Enak Badan, Jadi Bisakah Aku Ke Uks Dulu?"


"Uh? Aah, Kurang Enak Yaa………"


"………"


"………"


"………"


Seluruh Kelas Malah Hening… Kosong… Dan Juga Guru Bahasa inggris Ini Malah Ikutan Diam… tapi, Dia Kemudian Bergerak… Pergi Ke Meja Guru Di Ujung… Membuka Tasnya Dan Mengambil Sesuatu Seperti Pistol Berwarna Hitam, Para Murid Terkejut…… Lalu Guru Tersebut Mendekati Noru Yang Duduk Di Ujung.


Guru Laki Laki Tersebut Berambut Pendek, Dan Memakai Kemeja Putih Celana Biru Gelap… Ia Mendekati Noru Dan Menodongkan Pistol Hitam Tersebut Ke Jidatnya… Dan…


*DOOR!!!!!


Suara Tembakan Terdengar… Lalu… Noru Terlihat Melemaskan Badannya Ke Kursi…


Si Guru Melihat Pistolnya… Dan…


"Mmm, Ah, Suhumu 38.3, Baiklah, Pergi Ke Uks Sana"


"Baik^"


Semuanya, Termasuk Noru, Berpikiran Sama…(Kenapa Suara Tanda Pengukurannya Harus Diganti Dengan Suara Tembakan!? Dan Juga Kenapa Bentuknya Juga Harus diganti Dengan Bentuk Pistol!)


Pemikiran lanjutan Para Laki Laki Berkata (Kenapa Harus Pistol Eagle!?!)


Noru Bangun Dari Tempat Duduknya Dan Pergi Ke Pintu Depan Yang Hanya 50 Cm Dari Tempat Duduknya…


Ia Membukanya Lalu Berbalik Ke Kelas.


"Hai! Siap Bos!"


Para gadis Berpikir… (Jadi Kashima-kun Itu Anak Buahnya ya)


"Jaa, Shitsureishimasu" (Permisi)


Noru Mundur Dan Menggeser Pintunya Agar Tertutup… Pelajaran Berlanjut…


~~


Noru Melewati Lorong Kosong… Melewati Kelas Kelas… Saat Melewati Kelas… Ada beberapa Dari Murid Didalam Kelas Tersebut Melihat Noru Dari Jendela…


Noru Hanya Tidak Memperdulikannya… Lalu… Saat Sudah Sampai Didekat Kantin… Ia melihat Ruangan Dengan Tanda nama UKS Di Tempat Masuk Sebelum Kantin…


Noru Mendekatinya Dan Membuka Pintunya…


"Permisi"


"Uh? Kenapa Nak?"


Seorang Wanita Memakai Jas Dokter Yang Sepertinya Juga Digunakan Sebagai Jas lab Ipa…


Wanita Tersebut Terlihat Dewasa, Berdada Besar Dengan Wajah Menawan, Rambutnya Coklat Gelap Panjang Tanpa Ikat Rambut…


"Aku… Mau Istirahat Sebentar… Badanku Agak Panas"


"Demam Kah? Kemari"


"*Angguk"


Setelah Melewati Pemeriksaan, Noru Terbaring Di Kasur UKS…


… Dan…


Di Jam Pelajaran ke 4… Noru Kembali Ke Kelasnya… Menggeserkan Pintunya Disaat Teman Temannya Tidak Ada Dikelas… Lalu… Ia mengambil Tasnya Yang Ada Di Dekat Pintu Dan pergi Meninggalkan Kelas…


Disaat Melewati Ruang Praktek… Lebih Tepatnya Untuk Memasak… Ia melihat Teman Temannya Yang Memakai Apron Putih Dan Belajar Memasak…… dan… Tawaka, Melihat Noru Lalu Mendekati Pintu Masuk Belakang…


'Ddrrttt.


"oi Noru, Mau Kemana?"


"Udah 2 Jam Pelajaran Tapi Panasnya Nggak Turun Turun, Jadi Aku Disuruh Pulang Oleh Penjaga Uks"


"mmmm, Begitu Yaa, …… Baiklah, Hati Hati Dijalan Dan Jaga Kesehatan!"


Tawaka Yang Mengintip dari Pintu, Menutupnya Lagi…


(Kata kata Bijak Dari Siapa Itu…)


~


Siang Hari…


Noru Berjalan Melalui Bayangan Bayangan Pohon Dan Bangunan… Dengan Lebih Lemas Dari Biasanya, Ia Berjalan Dengan matahari Yang Agak Tertutup Awan… Dan……


(Sialan… Harusnya Aku Menerima Ajakan Ibu Penjaga Untuk Di Antarkan Ke Apart…)


~


Noru Membuka Pintu Kamarnya Dan mengambil Kunci Dari Pintunya… Ia Ngos Ngosan Karna Badannya Yang Panas, Padahal Dia Tidak Lari…


Noru Melonggarkan Kancingnya Lehernya Lalu Segera masuk Ke Ruang Tengah Dan Membaringkan Diri Di Kasur……


[5]


(Guh, Aku Punya Firasat Buruk Sekarang)


"FUNAMI-SAN!! Awas!!"


"Uh? WAAH!!! *Huk!!"


Suatu Bola Berwarna Kuning Biru Menghantam Kepala Yui… Menyebabkan Guncangan DiSeluruh Badannya dan Membuatnya Goyah Dan Jatuh Ke Belakang Lalu Duduk…


Yui Mengelus Kepalanya…


"Aduh"


"Duh Maaf Funami-san"


"ti-tidak Apa (U-untung Saja Melamun Saat Bagian Servis, Kalau Ditengah Pertandingan, Aku Mungkin Akan Pingsan Kaget Dan Sakit)"


Ayano Melewati Net Dari Suatu Lapangan Dan Mendekati Yui, Mengkhawatirkannya Karna Ayanolah Yang Melakukan Servis Bawah Saat Pertengahan Latihan Voli…


"Uah, Salahku Sendiri, Aku Agak melamun"


"Uuh, Ku Bantu"


Ayano Mengulurkan Tangannya Ketika Para gadis Lain Mendekati… Termasuk Tsubasa-sensei.


"Tidak Apa apa Kan? Mau Ke Uks?"


"Ah, Tidak Perlu, Aku Baik Baik Saja"


"Begitu Ya, Kalau Begitu Kita Lanjutkan Saja ya!"


"Hai^"


Yui Bangun Kembali Dan Para gadis Lainnya Menjawab Lalu Mengikuti Pelajaran Kembali.


"…… mm"


"Yui, ayo Ke Klub!"


"Mmmm, Maaf, Hari Ini Aku Mau Pulang Duluan"


"Uh? Kenapa?"


"aku Punya Firasat Buruk Dirumah, Takutnya Ada Sesuatu Jadi…"


"Mmmm, Baiklah, Nanti Ku Kasih Tau Akari dan Chinatsu-chan"


"Um^ Makasih"


"Jumpa Nanti"


Kyouko Melambaikan Tangannya Ke Yui Yang Berada di Luar Kelasnya… Di Lorong Dan Berjalan Berpisah.



Yui Berjalan Melewati Trotoar Dengan Hutan Kecil Dikirinya… Lalu, Melewati Gedung Dengan Lebar Pendek Dan Berbelok Ke kiri…


Melewati Jendela Jendela Dari Gedung Yang Ia Tinggali Ini…


"Ah, Selamat Sore, Napha-san"


Saat Mau Menaiki Tangga, Yui Melihat Ke Kiri, Ke Depan Pintu dari Kamar Pemilik… Melihat Minawa Napha Yang Memakai Kemeja Putih Dengan Rok Kotak kotak Hitam Putih, Seragam SMA seiri.


"Met Sore Funami-shaan"


(Ah… Napha-san Memang Begini…)


Yui Kemudian Menundukkan Badannya Dan Naik Ke tangga, Meninggalkan Napha Dan Napha pergi Ke luar Gedung ini…



\*~\*


Yui Kembali Dari Kamarnya, Masih Memakai Seragam Smp Nanamori, Dan Pergi Ke Lorong Lagi…


(Aku… Mungkin Hanya Berlebihan… Fuuh…)


Yui Kemudian pergi Ke Kamar Nomor 7, Dan langsung Membuka Pintu.


"Uh… Ya Sudahlah"


Ia menutup Pintu…


Yui Masuk Ke Dapur… Kemudian Maju Lalu Membuka Pintu Ruang Tengah, Dan Melihat Kasur Putih Yang Di Tiduri Oleh Noru Yang Menyelimuti Seluruh Badannya Sampai Leher…


"Uh… (Dia Tidur… Aku Jarang Melihatnya Tidur yaa… Lagian, apa dia Tidur Pakai Selimut sampai Leher? Aku Baru Tau)"


Yui Mendekati kasur, Dan Melihat Noru Yang Tidur Menyamping, Ke Arah Lantai Luas, Bukan ke arah Dinding…


(Dia… Bukannya Dia Terlihat Agak Merah?)


Yui Kemudian… Menyentuh Dahi Noru…


"!! (Panas! Ini- apa Kano-san Demam?!)


"Mmmh"


Yui Terlihat Seperti Mengatur Nafasnya dan Menenangkan Dirinya.


(Tapi Dia Sudah Lelap Tidur, Mungkin… bisa Ku Dinginkan Pake Air…)"


Yui Kemudian Pergi Ke Dapur… Menyiapkan Handuk Dan Air Dingin…



\*\*


(Mm, aku Harus Membuat Kano-san Tidur Menghadap Atas……)


Yui Kemudian Berusaha… Memutar Badan Noru Ke atas Tanpa membangunkannya…


Ia Mendorong Bahu Noru Yang Diselimuti Kain Tebal Ini, Dan Membuatnya Jatuh Perlahan Ke Permukaan Kasur… Kepala Noru Ikut Berbalik Ke Atas…



Yui Duduk Di Kursi Belajar Milik Noru Yang Dipindahkan Ke samping Kasur.


(Mmm… Dulu Juga Pernah yaa, Maah, Aku Sih Yang Dijaga… Mungkin……)


Yui Mengangkat Handuk Putih Dari Kepala Noru… Lalu Memerasnya Ke Satu Wadah Dan Memasukkannya Ke Wadah Air Lain…


Saat Merendamnya…


Ia Melihat Di Ujung Matanya, Mata Noru Yang Tadinya Tertutup, Terbuka, Dan Mata Biru Gelapnya terlihat.


"Ah, Kamu Sudah Bangun Ya… (Syukurlah)"


"………, Ah^"


"… Ah Iya, Apa kamu Sudah Makan?"


"… Belum…"


(Kalau diliat Liat, Kano-san Masih Pake Seragam Ya, guh… a-aku Malah Kepikiran Untuk Mengganti Bajunya… Ugh…)


"Mmm…"


"Ugh"


Noru Kemudian… Bangun Dan Duduk Di Kasurnya dengan Wajah Yang Terlihat Lebih Mendingan Dari Sebelumnya.


"ah, Ini Obat, Aku Tadi Bawa"


"Ah, Makasih… Ini… Obat Sebelum Makan ya…?"


"Eh^"


Noru Kemudian diberi Segelas Air Putih Dan Obat Pil Dari Yui.


Ia Meminumnya, Dan Memberikannya kembali Ke Yui.


"…… Makasih"


"uh-huh, Tidak apa Apa, Nanti Ku Buatkan Makanan"


"…… Ah^"


Yui Kemudian Bangun, Membawa wadah Air Termasuk Handuknya Dan Pergi Ke Dapur.


Noru Menutup Wajahnya Dengan Ujung Bawah Kemejanya Dan Menekannya, Lalu Melepasnya, Dan Melihat Sekitar……


Ia melihat Jam…


(Jam 6 Ya, Aku Tidur Cukup Lama…)


Ia Kemudian Dengan Lemasnya… Bangun Keluar Dari Kasur Dan berjalan Mendekati Lemari…


***


(Mmm, Kira kira Aku Harus Buat Apa Ya…)


Yui Tengah Membersihkan Wadah Barusan… Lalu, Ketika Memikirkannya… Ia Berjalan Masuk Kembali Ke Ruang Tengah…


"Kano-sa-"


"……Ah?"


Yui Membuka Pintu Dan Melihat Ke Dekat Lemari… Melihat Noru Yang Memakai Celana Pendek Hitam Dan… Belum Memakai Baju, Ia Sedang Memasukkan Kepalanya ke Lubang Kepala Dari Baju Merah Panjang Yang Baru Ia Keluarkan dari Lemari.


Yui Langsung… Spontan Menutup Matanya.


Dan saat Noru Memasukkan Kepalanya, Ia Melihat Yui Yang Menutup Kedua matanya Dengan Telapak tangannya… Ia Malah Melanjutkannya Sampai Selesai Lalu Membawa Seragam Sekolahnya Yang Ada Dilantai.


"Aku Sudah Ganti"


"(Ugh, Kano-san, Peka Sekali) Ah, Um^"


Yui Melepas tutupannya, dan melihat Noru Yang Membuka Pintu Dapur Lalu Masuk… Yui Mengikutinya tapi Yui Pergi Ke Dapur, Sedangkan Noru Pergi Ke bagian Kamar Mandi.


~*~


Saat Memeriksa Kulkas, Yui Melihat Noru yang Baru Keluar Dari Kamar Mandi…


"ah, Kano-san, Kamu Mau Makan Apa?"


"……… Nasi Goreng Saja"


"Nasi Goreng Yaa, Aku Tambar Sayur, Tidak Apa kan?"


"Tentu… Maaf Merepotkan"


"Tidak Perlu Begitu, Kamu Juga…"


Yui, mendekati Noru, Lalu… Mengangkat tangannya Ke atas Dan… Mengelus Rambut Noru Yang Sudah Agak Panjang…


"Aku… Tidak Apa apa kalau Direpotkan Olehmu… Kano…san…"


Pipi Pink Noru Muncul… Sedikit rasa Malu Muncul Di Perasaannya, Mengingat Tentang dulu Pernah Melakukan Hal ini Pada Yui, Sekarang Gilirannya.


Yui menjatuhkan Tangannya Ke Telinga, Lalu Ke Pipi Noru…


Kedipan Matanya Masihlah Tenang… Keduanya Sedang Memikirkan… Kalau Hal Yang Saat Ini Sedang Mereka Lakukan… Cukup Memalukan… Namun Mereka belum Berhenti…


(Masih… Agak Panas…)


(Tangannya… Cukup Dingin)


Perlahan…


Tangan Di Angkat Maju Ke Atas…