Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Pendekatan Natal



Chapter 34: Romansa Natal [?]


[1]


"Yosh… Sudah Selesai"


Selama Beberapa Hari Terakhir, Yui Sering Berada Dikasur Yang Ada Diujung Ruangan Tengahnya, Ia Merajut Sesuatu, Dan Pada Tanggal 23 Desember Malam, Benda Yang Ia Buat, Selesai Dalam Waktu Kurang Lebih 12 Hari.


(Yosh…… um… Tapi Bagaimana Aku Memberikannya……??)


Yui Bingung Sendiri.


(Hari Minggu Ini, Kyouko Bermain Dan Niatnya Ingin Menginap, Tapi Saat Sore, Ia Ada Urusan Dadakan Dan Pulang, Ntah Karna Alasan Apa, Tapi Kalau Dia Ada Disini, Aku Jadi Tidak Bisa Menyelesaikan Ini Sebelum Besok…)


Yui Melipat 2 Benda Berwarna Merah Gelap Dan Warna Hitam.


Piyama Panda Dikenakan Yui… Ia Menyimpan 2 Benda Tersebut Ke Lemari Bajunya Di Tempat Paling Bawah Yang Masih Bersih Dan Kosong.


(Jaa… Tidur Lah……)


[2]


'Kyouppi'


"Natal Nanti Kita Mau Ngapain?"


"Kencan Atau Apapun Itu…"


'Waka'


"Aku Jadi Agak Ragu Soal Kencan, Soalnya Kemarin Kau Malah Ketiduran Di Photo Booth"


'Kyouppi'


"Ah, Aku Keterusan Baca Manga 17 Volume, Jadinya Aku Tidur Jam 2 Pagi"


'Waka'


"Kalau Kaunya Seperti Itu, Aku Tidak Mau Pergi Denganmu Dulu…"


'Kyouppi'


"Heh, Kenapa!?!?!"


'Waka'


"Minimal Minum Kopi, Agar Kau Tidak Perlu Tidur Sekalian, Jadinya Kan Aku Bisa Membawamu Pulang Kerumahku Dan Membuangmu Di Sungai"


'Kyouppi'


"KEJAM!"


"Jadi Mau Kemana?"


'Waka'


"…Aku Pikir Kita Bisa Ke Warnet Pribadi…"


'Kyouppi'


"Tidak Seperti Yang Ku Harapkan Sih, Tapi, Bodo Amat Lah, GAS NANTI PAS SIANG!!!"


'Waka'


"DIMENGERTI, KOMANDAN!!"


Mereka Mengobrol Di Obrolan Pribadi Lime, Di Malam Hari.


[3]


*Di Siang Hari, 24 Desember.


Bel Dirumah Yui Berbunyi, Ia Yang Sedang Main Game Console Didepan TV, Bangun Dan Melihat Kamera.


(Ah, Paket Ya)


Ia Melihat Pria Yang Memakai Seragam Merah Dan Membawa Boks Persegi Panjang.


"Terimakasih Banyak"


"^\_^"


Kurir Tersebut Tersenyum Dan Pergi, Meninggalkan Yui Yang Memegang Boks, Ia Tidak Terlihat Aneh Karna Ia Memakai Baju Kuning Panjang Dengan Suatu Logo Di Tengahnya, Dan Celana Coklat Panjang, Bukan Baju Piyama Panda.



"Kira Kira Apa Ini, Dari Saudara Ibuku Ya……"


Yui Menaruh Kotak Kardus Tersebut Di Mejanya Dan Membukanya Menggunakan Gunting


"Kenapa…… Wadahnya Sangat Besar, Tapi Isinya Cukup Kecil………"


Yui Melihat sebuah Kotak Persegi Panjang Berwarna Coklat Dan Bagian Atasnya Dapat Dibuka.


Ia Pun Membukanya Dan Melihat Isiannya.


"Woohh! Coklat Yah!"


Ia Melihat 3 Baris Coklat Dengan 7 Coklat Perbarisnya, Coklat Bulat Dengan Tempatnya.


(Huuh… Jika Dilihat, Ini Terlihat Mahal… Aku Akan Menyimpannya Dulu…)


Yui Menutup Penutup Kotaknya Dan Membawanya Kedapur, Lalu Membersihkan Sampah Bekas Guntingan.



\[4\]


Kyouko Mendekati Kashima Yang Duduk Di Dekat Sebuah Taman Dengan Air Mancur Ditengahnya.


Ia Memainkan Ponselnya Dengan Layar Horizontal, Memainkan Game Kecil.


"Maaf Nunggu, Waka-kun"


"Uh, Ah, Ya, Kau Lama Sekali, Kyouko"


Menyadari Suara Kyouko, Kashima Menekan Tombol Bawah Diponselnya Dan Mematikan, Memasukkannya Ke Saku



"Eh, Memangnya SeKarang Jam Berapa?"


"Tadi Aku Liat, Jam 12:16"


"Bukannya Kita Janjian Jam 12:20-an Ya?"


"Begitu Juga Tidak Apa Kan… Tapi……Uwaahh… Natal Memang Kerasa Beda Sekarang…"


"Apa Maksudnya?"


"Aku Rasa Aku Jadi Makin Menyadari Kalau Banyak Pasangan Disini, Aku Mungkin Tadi Dianggap Jomblo Karna Duduk Sendirian Disini"


"Mmmmm, Jadi Kamu Tidak Mau Dianggap Sendirian… YA!!"


"Uwah!"


Kyouko Dan Kashima Berdiri, Dan Ketika Kashima Berbicara Dengan Nada Putus Asa, Ia Memeluk Tangan Kiri Kashima Yang Dibalut Jaket Coat Hijau Yang Agak Gelap.


Kashima Menenangkan Pikirannya, Ia Melihat Ke Kyouko Yang Memakai Baju Kuning Dengan Jaket Pink Yang Pernah Ia Tinggalkan. Dan Rok Coklat Pendek…



"Aku Tidak Akan Lama, Mukaku Juga Agak Dingin, Jadinya Aku Gosok Gosok Ke Tanganmu Agar Hangat"


"A-ah^ Begitu…… Jaa…… AYO!!!"


"Ohhhhh!!!!!!!!"


Beberapa Pasang Mata Melihat Ke Satu Pasangan Ini.


"Kita Makan Dulu!!"


"Eh, Bukannya Tadi Kita Mau Kewarnet Ya?"


"Nanti, Aku Lapar. Kau Boleh Pesan Sesukamu"


"Benarkah!!! Jaa… Aku Pesan Semua!!!"


"(Aku Kira Tadi Dia Akan Mengatakan 'Waka-kun, Aku Mencintaimu!!' Aku Pikir Akan Begitu, Tapi Kalau Begitu, Itu Bukanlah Kyouko Namanya) Yosh!!"


"Eh, Boleh?!?"


"Itu Tentu Saja…"


"BOLEH!!"


"Tidak…"



\[5\]


'Raa'


"Apa Tahun Ini Kau Sendirian Lagi?, Kasian Sekali……"



'Ayano'


"Seenaknya Sekali, Lagian Darimana Kamu Tau Kalau Aku Sendirian Tahun Lalu"



'Raa'


"Berarti Tebakanku Benarkan? Kau Sendirian Tahun Lalu"



"Ugh, Kase-kun Dasar!"


Ayano Geram Sendiri Dikamarnya



'Ayano'


"Kalau Begitu, Temanilah aku Kesini Agar Aku Tidak Sendiri… Itupun Kalau Kamu Berani"



Beberapa Saat Setelah Itu, Ayano Mendengar Pintu Depan Rumahnya Diketuk Padahal Ada Bell, Orang Rumah Tidak Membukanya Karna Ayah Dan Ibunya Sedang Bersenang Senang Dikota.


"PERMISI!!!!!!"


Ia Mendengar Suara Kase Yang agak Berteriak.


(Eh?! DI-DIA BENERAN DA-DATANG!!?!?!?)


Ayano Yang Kaget Langsung Menuruni Tangga Dan Membuka Pintu Depan, Lalu Melihat Kase Dengan Baju Merah Panjang Yang Agak Tebal, Namun Seperti Kaos Biasa, Dan Celana Olahraga Hitam Dengan Garis Oren Vertikal Di Pinggirnya.


"Yo"


"ke-KENAPA KAU DATANG!!!!!!!!!!"


"\*Buh Ugh!"


Pukulan Mendarat Di Kiri Wajah Kase Dengan Teriakan Ayano Yang Cukup Keras



"Ma-masuk Saja…"


"Haik, Permisi!!"


Ayano Mempersilahkan Kase Masuk, Ayano Merasa Dingin Dengan Angin Yang Masuk Ke Rumahnya Karna Ia Hanya Menggunakan Baju Pink Pendek Dan Celana Biru Selutut.


Ayano Menutup Pintu Depan Setelah Kase Melepas Sepatu Merah Hitam Putihnya Dan Menunggu…


"Ja-jadi… Ada Urusan A-apa Kesini?"


"Uh? Main Game, Aku Bawa Versi Laki Lakinya, Sekalian Menemani Sugiura Ayano Yang Sendirian… Ugh, Rasanya Kasihan Sekali"


Sekali Lagi, Pukul Mendarat.


"Ugh, Ikuti Aku…"


"Ha-haik"


Ayano Naik Ke Lantai Dua Diikuti Oleh Kase Yang Memegang Kedua Pipinya.


Kase Bergumam.


"Bagaimana Ya Kamar Perempuan, Bagaimana Ya…… Bagaimana Ya……"


"Biasa Saja, Jangan Berharap Banyak"


"Eehhh, Aku Kira Kau Suka Idol Atau Seseorang Disekolahmu, Yuri Kan?"


"Ugh, Bisa Kukatakan Dulu Aku Begitu, Tapi Aku Sudah Tidak Terlalu Terobsesi Padanya"


"Eh, Tebakan Ku Benar?"


"Lupakanlah"


Ayano Membuka Pintu Kamarnya Dan Masuk Duluan Diikuti Kase.


Ruangan Dengan Dinding Biru Ini Terlihat Simpel Dimata Kase.


"Woh, Cukup Simpel Menurutku…"


"Haik, Makasih…"


"Uh, Ini Foto Toshinou-san Kan?"


"Uh? Ya… Aku Punya Beberapa Foto Teman Temanku Disekitar Sana"


Kase Yang Melihat Lihat, Mengambil Sebuah Bingkai Yang Ada Foto Kyouko, Dan Satu Binkainya Lagi Berisi Foto 8 Orang Dimusim Panas Saat Kamping.



"Heehh… Sepertinya Seru…"


"Uh^ Sangat Menyenangkan… Aku Jadi Ingin Kamping Lagi…"


"Hum Hum… Ya, Kita Kesampingkan Dulu, Kita Main Game Dulu! Sampai Malam"


"Itumah Berlebihan, Aku Buat Minuman Dulu"


"Haik, Terimakasih…"


Kase Duduk Dilantai Setelah Menaruh Meja Pendek Dari Ujung Ruangan.



\[6\]


Kashima Masuk Ke Sebuah Ruangan, Dengan Lorong Yang Mirip Seperti Tempat Karaoke Ini, Kyouko Ikut Masuk Ke Ruangan Yang Sama.


\*Sore hari.


"Ah, Akhirnya masuk Juga"


"Kita Mau Berapa Jam DiSini?"


"Aku Tadi Pesannya Yang 3 Jam, Jadi Saat Jam 7 Malam Nanti, Kita bisa Keluar Jam 6:30 an"


"Haiik, Tapi Kita Disini Mau Ngapain Sebenarnya?"


"Kau Bisa Baca Manga, Gratis Selama 3 Jam Itu"


"GAS!!!!!"



Kyouko Duduk DiLantai Dengan Beberapa Buku Dengan Judul sama, Sambil Menemani Kashima Yang Duduk Dikursi Memainkan Komputer.


Di Pojok Pandangan Kashima, ia Melihat Dan Mendengar Kyouko Yang Bangun, Ia Pun Berbalik Ke Kyouko Disamping Kirinya.


Kyouko Menaruh Kedua Tangannya Di Pundak Kashima Yang Membuat Ia Saling Berhadapan.


Kashima Yang Duduk, Kebingungan.


"Kenapa?"


"…………"


Kyouko Mendekati Kashima, Perlahan, Dan Menyentuhkan Bibirnya dengan Bibir Kashima, Kashima Dan Kyouko Menutup Matanya, Kyouko Perlahan Memegang Pipi Kirinya Dengan Tangan Kanannya, Kashima Juga Mulai Menjalarkan Tangannya Ke Punggung Kyouko Dan Ia Menariknya Agar Lebih Dekat Dengan Badannya. Kursi Dengan Roda Ini Mulai Mundur Karna Dorongan Kyouko, Dan Merapat Dengan Dinding.


(Kyouko Kenapa…… Yah Biarlah)


Kyouko Tetap Diam Dan Tidak Melepaskan Ciumannya, Dengan Suara…


Uh… Dari Kyouko Beberapa Kali.


*Chu *Chu.


Selama 10 Detik, Akhirnya Kyouko Melepaskan Ciumannya, Dan Bersandar Di Badan Kashima Perlahan…


Pipi Pinknya Pun Terlihat, Kashima Perlahan Mengelus Rambut Pirang Kyouko Yang Ada Bagian Dadanya


"Kenapa? Kyouko…"


"Aku…… Sedih…"


"Sedih Kenapa? Katakan Saja"


"Ka…"


"Ka?"


"KARAKTER DIMANGA TADI MATI!!!!!!"


"……………"


(Gitu Doang Ternyata……)


"Uwaahh!"


"Sudah Sudah, Kau Tidak Perlu Menangis"


Kyouko Menangis Dan Suaranya Memenuhi Ruangan Kecil Ini, Dan Semoga saja Tidak Bocor Keluar.


(Kenapa Pacarku Jadi Dramatis Begini…)


"Sudah, Kita Nonton Mirakurun Saja"


"AYO!!!"


(Langsung Ceria Ya…)


[7]


*Jam 6 Malam


"Jaa, Aku Berangkat"


"Haik, Hati Hati…"


Miki, Pergi Dari Bangunan Besar Apartemen.


Aika Noru, Kakaknya Melambaikan Tangannya Pada Miki Yang Menggendong Tas Merah Besar.


Aika Masuk Ke Apart Dan Naik Tangga Ke Lantai Dua, Berjalan Lalu Masuk Ke Kamar 7.


\*Jam 7 Malam


"Um… (Mungkin Aku Bisa Membagikan Coklat Ini Ke Aika-san…) Iya Yah…"


Yui Yang Sudah Mandi Dan Menggunakan Piyama Panda Ini Mengambil Kotak Hitam Persegi Panjang Dari Meja.


"Ah… (Aku Baru Ingat)"


Yui Menaruh Kotaknya ke Meja Lagi, lalu Membuka Lemari Baju Bawah Lalu Mengeluarkan Benda Yang Ia buat. Lalu Melipatnya agar Bisa Ditutupi Dengan Kotak Coklatnya.


Ia Menimpa Benda yang Cukup Lembut Itu Dengan Kotak Coklat.


Iapun Pergi Keluar Dan Pergi Keluar Lalu Pergi Ke Kamat Nomor 7.


Ia Menekan Bel…


Aika Membuka Pintunya Dan Melihat Panda…


"Ah, Panda-san, Silahkan Masuk"


"Ah… Ha-haik…"


Yui Menjawab Dengan Gugup, Dan Masuk Ke Kamar Aika.


"Permisi, Are? Miki-chan Mana?"


"Miki Mau Pulang Sampai Dia Naik Ke Smp"


"Benar Juga…"


Aika Memakai Baju Kaos Abu Abu Panjang Yang Cocok Untuk Musim Dingin, Dan Celana Olahraga Hitam.


"Ah, Aku Belum Bilang, Aku Mau Berbagi Ini, Bolehkah Aku mampir ke sini…?"


"Iyah, Boleh… Menginap Pun Tidak Apa…"


"Makasih…"


Aika Dan Yui Pergi Ke Ruang Tengah Dan Yui Menaruh Kotak Coklat Itu.


"Aku Bawa Minuman Dulu…"


"Um^"


Aika pergi Ke Dapur.


Dan Yui Membuka Tudung Dari Pandanya, Dan Memperlihatkan Rambut Pendeknya.


"Maaf Nunggu Lama…"


"LAMA!"


"Horra, Funami-san, Kau Becanda Berlebihan…"


"Maaf… Tadi Aku Sudah Makan 1, aku Jamin Tidak Ada Racunnya…"


"Jadi Ada kemungkinannya Ya?"


"Mungkin"


(Sepertinya Sikap Funami-san Juga Agak Mirip Denganku, Sikapnya Jadi Random Kalau Lagi Becanda)


"Aku Juga mau Coba"


Aika Duduk di Samping Meja, Dan Membuka Kotaknya Lalu Mengambil Sebulat Coklat Dan Membuka Lapisan Plastik Transparan Coklatnya.


Aika Perlahan Memasukkan Coklatnya Bulat Bulat, Dan Mulai Memakannya.


(Uh? Rasanya Ada Yang Aneh…… Apa Ini?


Ya biarlah, Funami-san Juga bilang Kalau Ini Tidak Ada Racun…)


"Are…… Ke… Kepalaku Jadi Agak…… Pu…Sing…Ugh"


Yui Tiba Tiba Berbicara Sambil Memegang Kepalanya Dan Tiba Tiba Menjatuhkan Kepalanya ke meja, Tepat Sebelum Itu, Aika Menyalipkan Tangannya DiMeja Agar Kepalanya Tidak Terbentur Saat Mendarat Tiba Tiba.


"Otto…"


(Dia… Ketiduran?…… Sebenarnya, Setelah Makan Ini Beberapa… Kepalaku Juga Agak Sakit… Apa Komposisinya……)


Aika Melihat Ke pinggir Kotak Dan Melihat Ada…


(Alkohol? Ah, Pantas Saja)


Ia Pun Mendekati Yui Dan Mengangkatnya Dan Menggendongnya Didepan Lalu Membawanya Ke Kasur Putih Dan Menidurkannya


(Uh… Sepertinya Aku Harus Memberinya Minum Air Dulu…)


Aika pergi Ke dapur, Lalu Kembali Dengan Setengah gelas Air Putih (Jernih), Lalu Mendekati Yui Yang Mukanya agak Merah Dan Terlihat Tidak Nyaman.


Ia Menyalipkan Tangannya Kebawah Badan Yui Dan Mengangkatnya agak Bisa Duduk, lalu Menyandarkannya Pada Dinding Kasur.


"Funami-san……"


"………"


"…… Funami-san……"


(Mmmm… Mungkin Dia masih Agak Pusing Dan Sakit Kepala…)


Karna Tidak Ada jawaban,


Iapun Membuka sedikit Mulut Yui Dan Memasukan Air Dengan Gelasnya.


Air Setengah Dari Gelas Sudah Menjadi Seperempat Gelas Dan Aika Menyimpan Gelasnya Di Bagian Atas Belakang Kasur.


"…………"


"…… (Harusnya sekarang Sudah Lebih Baik…)"


Saat Berpikir, Ia Melihat Kelopak Mata Yui Bergerak Perlahan dan Mata Yui Terlihat…


"………"


"………"


"aika………san"


"……kenapa?"


Yui Berbicara seperti Berbisik, Suaranya Pelan Seperti Orang Sekarat Padahal Dia Hanya Pusing Dan Sakit Kepala Karna Kandungan Alkohol Di Coklatnya.


Aika Memperhatikan Yui Yang Sepertinya masih Sakit Kepalanya, lalu Perlahan Menutup Matanya lagi Dan Menarik Selimut Milik Aika.


(Masih Sakit Ya… Harusnya ini Bisa Sembuh Kalau Dia Istirahat Semalaman…)


Beberapa Saat Ketika Aika Menonton TVnya dan Membiarkan Yui Tidur Dikasurnya, Ia Teringat Sesuatu, lalu Pergi Keluar Kamar Dan Mencoba Membuka Pintu Dari Kamar Nomor 8, Milik Yui…


(Sepertinya Terkunci… Baguslah…)


Ia pun Kembali Ke Kamarnya Dan Mengunci Pintu… Masuk Ke Kamar Mandi Dan Membersihkan Giginya, Ia kembali Ke Ruang Utama Dan Melihat Yui Yang Sepertinya Sudah Tertidur Nyenyak Sedari Tadi…


Setelah Melihat Jam Dinding Yang Memperlihatkan Jam 10 Malam, Ia pun Mematikan Televisinya, Menyiapkan Futon Dari Pinggir Ruangan, Mematikan Lampu, Dan Pergi Tidur Dilantai Dengan Bisikan Kecil "Selamat Tidur" Pada Yui


[8]


*Jam 6 Malam.


Mau Sampai Kapan Ia disini, Sudah 3 Jam Aku Bersamanya, Aku Mulai Khawatir)


Ayano Sedang Memainkan Game Bernama 'LoveBe?' Bersama Kase, Game Date Yang Difokuskan Pada Perspektif Laki Laki.


Terkadang, Kase Menanyakan Soal Jawaban Mana yang Harus Dipilih Jika ada Hubungannya dengan Perasaan Dari Gadis Dalam Game.


Kali Ini, Ayano Yang Memainkan Game Dengan Sudut Pandang Laki Laki Sebagai Protagonisnya. Dan Ayano Memilih Rute Gadis Yang Bersemangat.


"Woh…"


"Ke-kenapa Huh?"


"Menurutku Ini Rute Paling Susah, atau Akunya yang Kurang Peka Ya?"


"Itumah Kaunya Kurang Peka… Tipe Gadis Seperti Ini Harus Diperhatikan, Tapi Kalau Terlalu Diperhatikan, dia akan Menjauhimu"


"Sugiura-san…… Apa Ini Tipe Gadis Kesukaanmu?"


"A-Apa?! Ti-tidak… Hanya saja aku Suka Sikapnya dan Penampilannya"


"Huh… Hmm… Apa yang Sugiura-san Utamakan Terlebih Dahulu… Sikap Atau Penampilannya?"


"Um… Sikapnya… Tapi Setahuku, Otak Seseorang Akan Otomatis Mengolah Banyak Informasi Ketika Pertama Kali Bertemu Dan Bertatap Wajah, Gampangnya Melihat Penampilannya… Jika Saat Pertama kali Bertemu, Wajah lawan Itu Marah, Maka Otak Kita akan Langsung Membuat Kita Berpikir Kalau Lawan Itu Pemarah…"


"Heehh… Jadi Penampilan Atau Kesan Pertama Itu Juga Penting Ya, Sugiura-sensei?"


"Sou!… Eh?! Kenapa kau Memanggilku Begitu…"


Kase Duduk Dogeza Diam Mendengarkan Ayano Yang Menerangkan, Lalu Bangun Setelah Mendengar Penjelasan Dari Guru.


"Sugiura-san Itu Orangnya Kelihatan Canggung Untukku… Jadi Aku Berharap Kau Lebih Merileksan Dirimu Dan Jangan Terlalu Banyak Berpikiran……"


"…Eh… Kase…"


Kase Duduk Kembali Dan Memegang Pundak Kanan Ayano, Dan bermuka Tenang, Tidak seperti Biasanya.


"Nah… Sugiura-san…"


"A-apa…"


Ayano Tergugup.


"Aku……"


(Di-dia Mau Melakukan Apa Padaku!!)


"A-ada Apa Ini?"


"Aku…… Ingin Ke Toilet, Bisakah Kau Mengantarku?"


"………"


Pukulan Mendarat…



"Yah, Sepertinya Karna tadi Kebanyakan Minum Air, Ini Salah Sugiura-san Sendiri"


"Kenapa Kau Malah Menyalahkanku! Kau Sendiri Yang Minta minum!, Lagian, mau Sampai Kapan Kau Mau Disini!?"


"Um… Jam 23:59… Mungkin?"


"PULANG SANA!!!!"


Pukulan Mendarat…


Ketika Kase Dan Ayano Menaiki Tangga.


"Ah, Bolehkah Aku Meminjam Versi Laki lakinya? Yang Versi Perempuannya Sudah Kutamatkan dan Semua Rutenya Juga Beres"


"APA!!! He-hebat… Sepertinya aku Punya Teman Otaku Baru…"


"Ugh, Sudahlah, mana Disc Nya?"


"Tunggu Sebentar…… Nih"


"Makasih… Nanti Aku Kembalikan Kerumahmu…"


"Benarkah? Yah, Terimakasih…… Jaa, aku Pulang Ya… Sampai Jumpa…"


"Um^ Sampai Jumpa!"


Kase Mengeluarkan Kase "LoveBe?" dan Bertukar Kaset Dengan Ayano.


Lalu Berpisah Dengan Lambaian Hangat Dari Tangan Ayano.


(HAH!!! Ntah Kenapa Aku Malah Malu Sendiri…… Uh… Sepertinya aku Harus Makan malam Dan Mandi…)



\[9\]


"Omong Omong… Apa jam 7 Begini, Bioskop Masih Buka?"


"Bioskop? Ntahlah"


"Um…… Aku Sebenarnya Punya Tiket Film Horror dari Mizaki, Tapi Karna Kakinya Bermasalah, Dia Memberikannya Padaku"


"Uh… Rasanya Sayang Sekali Kalau Tidak Dipakai… Tapi Sekarang Biasanya Sudah tutup… Mungkin Bisa Kita pakai Besok Besok…"


"Um… Benar Juga… TAPI!!! Karna kita Belum Tau, Bioskop Masih Buka Atau Tidak, Kita harus memastikannya, AYO!!!!!"


"AYO!!!!!!"


Kyouko Dan kashima Pergi Ke Kota Lagi Setelah Billing Mereka di Warnet Pribadi, Habis.



\[10\]


"Ugh…… Kepalaku Sakit… Uh? Eh?!? AIKA-SA- Aduh… Sakitnya Nusuk!"


Yui Bangun Dikasur Sambil Memegangi Kepalanya Dan Melihat Samping, Ke Aika Yang Bertopang Dagu, Menonton TV Dipagi Hari Dengan Baju Putih Garis Hitam horizontal Dan Celana olahraga Merah…


(Ah… Kalau Kuingat Ingat… Aku Membawa Coklat Disini… Dan Memakannya Bersama aika-san…… Setelah Itu…… AH!!! Aku Tidak Ingat Jelas!!!)


"Ah, Funami-san Sudah bangun?… Syukurlah"


"eh? Syu-syukurlah?"


"Tadi Kamu Ketiduran, Aku Tidak Bisa Membawamu Ke Kamarmu Jadinya Aku Biarkan kau Tidur Disini"


"Eh!? Ke-kenapa? \*Uhum, Kenapa Aika-san Tidak Membangunkanku?"


"Apa Kepalamu Agak Sakit?"


"U-Um^"


"Kamu Mabuk Dan Ketiduran, Dan Kamu Juga pusing, Jadinya Susah Dibangunkan, Aku Hanya Memindahkanmu Ke Kasur, aku Bersumpah Aku Tidak Melakukan Apapun Padamu Yang Sedang Tidur"


perkataan Panjang Dari Aika Yang Masih Tenang Menjelaskan…


"Ri-rinci Seperti Biasa… Maaf, Dan Terimakasih Karna telah Menjagaku, Aika-san"


"Tidak Apa…"


Aika Duduk Dikasur Ketika Mengobrol Dengan Yui, Dengan Pipinya Yang Agak Pink… yang Membuat Yui Bingung, Apa Yang Terjadi pada Aika.


"Di Coklat Yang Kau bawa, ada Komposisi Alkoholnya, Memang Tidak Terlalu Terasa Tapi Efeknya Masih Ada… Aku Masih Bangun Karna aku Sepertinya Kuat Dengan Alkohol"


"Alkohol?! Um… Aku Sepertinya Tidak Memperhatikan Itu, Itu Salahku"


"Tidak… Ah, Kalau Kau masih Tidak Enak Badan, kau Bisa Tiduran Dulu Disini"


Yui perlahan Melepas Selimutnya Dan Menjatuhkan Kakinya Ke Lantai.


"Bolehkah?"


"Tidak Apa… Nanti Aku Buatkan Sarapan, Funami-san Istirahat saja…"


"Uh… Maaf Karna Aku Merepotkan"


"………"


Saat Menyadari Tidak Ada respon Dari Aika, Yui Membalikkan Kepalanya Ke Kiri Dan Melihat Aika Yang Mendekatinya Lalu Memeluknya Dari Kiri.


Yui Terdiam… Aika Juga… Lalu… Aika Berkata Dengan Pelan Ditelinga Kiri Yui.


"Aku Akan Menjagamu Selama Mungkin, Jadi Kamu Tidak Perlu Bilang Kalau Kamu Merepotkanku…… Yui"


Aika Melepas Pelukannya, lalu Bangun Dan Menghadap Ke Depan Yui Dengan Tenang Sambil Menyamakan Ketinggian Matanya.


"Jadi… Bolehkah Aku Memanggilmu… Yui, Dari Sekarang?"


"………… Um^…… Kano-san…"


Yui Tersenyum Kebawah Sambil Mengatakannya.



(Agak Malu Sih Di Panggil Dengan Nama Sendiri… Tapi, Aku Tidak Boleh Mempermasalahkannya, Ini Untuk Mempererat Saja…)


"Yui, Bukannya Nasinya Bisa Gosong?"


"Um? WAAH!!!!"


Noru Dan Yui Memasak Bersama ketika Ayah Dan ibu Mereka Masing Masing, Merasa kalau Telinga mereka Agak panas.


Dan Yui Yang Lebih Mempink Pipinya Karna Nama Belakangnya Disebut Oleh Noru.


(Aku… Membuat Kemajuan…)


(Aku Juga… Merasa Lebih Dekat Dengan Aika- Tidak… Kano-san)



"Ah, Aku Baru Ingat"


"Uh? Napa?"


"Aku… Punya, hadiah Natal UntukMu"


"Hum?"


Yui Pergi Ke Ruang Tengah Dan mengambil Benda Dari Bawah Kotak Coklat Yang Ditutup.


"Nih…"


Yui Kembali Dengan 2 Syal Ditangannya, Dengan Warna Hitam Sebagai Warna Utamanya.


Yui Perlahan Mengalungkan Dan Memasangkan Syal Hitam Yang Tebal dan Hangat pada leher Noru Yang Memakai Baju Putih.


Noru Hanya Diam, Membiarkan Yui Memasangkannya.


Dan Melihat Yui Yang memasangkan Syal Hitamnya Sendiri.


"Aku… Membuatnya Sendiri…… Bagaimana…"


"Hangat… Dan Juga… Nyaman menurutku, Terimakasih……"


"Ehe, Sama Sama…"


(Kano-san Tidak Mengetahui, bahwa Aku Juga Membuat Namaku Di Syal Tersebut)


"Aku Juga Punya… Hadiah Natal Untukmu…"


"Eh?"


Noru Pergi ke Ruang Tengah, Dan Beberapa Saat Kemudian, Dia Kembali Dengan Sebuah Wajah Merah Dibawah Dan Penutup Kaca Diatasnya.


"Kalung… Bagus Sekali…"


"Benarkah?…… Aku Memesannya Beberapa Minggu Yang Lalu…"


Noru Membuka Penutup Kacanya, Menaruh Wadahnya Dan Mengambil Kalung Abu Abu Tersebut.


Ia Kemudian Memasangkannya Pada Leher Yui Setelah Yui Melepas Syalnya Ketika Sadar Bahwa Akan Dipasangkan.


Noru Memutari Yui Dan Mengaitkannya Dibelakang.


Yui Merasa Kalungnya Sudah Terpasang, Dengan Suhu Dingin Dari Kalungnya, Ia Melihat Bagian Yang Menggantung Tepat Di Atas Dadanya.



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1616941327614.jpg)



"Bulan Sabit… Uh…"


"Aku Harap Kamu Menjaganya, Yui"


"……Um^, Jagalah Juga Syal Itu"


"Tentu………… Jaa… Lanjut Masak"


"Um^"


Mereka Lanjut Memasak Setelah Noru Mengelus Kepala Yui Sebentar……



\[11\] \[Ext\]


Sementara Itu.


"WAAAHH!!!!!!!!!!!!"


"WAAAHH!!!!!!!!!!!!"


Tawaka dan Kyouko Berteriak Didalam Bioskop Yang Menayangkan Fil Horror, Bersama Dengan Beberapa Pasangan Lainnya Di Malam Natal.



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]