
Chapter 20: Kehangatan Dari Salju
[1]
(Sudah 3 Minggu-an Setelah Kejadian…… Aika-san Yang… Tiba Tiba Melakukan Itu Padaku, Memang Mengagetkan, Tapi Aku Bisa Menjaga Sikapku Dengan Normal Pada Hari Hari Berikutnya, Tentu Saja Aika-san Juga Berusaha Melakukan Hal Itu. Ujian Juga Sudah Beres Minggu Lalu, Aku Jadi Bertanya Tanya Kemana Kyouko Pergi Saat Hari Sabtu Kemarin, Dirumahnya Juga Tidak Ada)
Di Hari Bebas Sekolah, 12 November, Senin.
(Rasanya Sekarang Jadi Makin Dingin, Mungkin Aku Nanti Harus Memakai Pakaian Yang Lebih… Hangat…)
Dipikirannya, Yui, Saat Ini Sedang Mengingat Kehangatan Yang Ia Rasakan 3 Minggu Yang Lalu Dari Teman Laki lakinya.
(uuhh…)
Muka Yui Memerah Sendiri Saat Ia Sedang Dalam Perjalanan Ke Bangunan Klub Teh Di Hutan Kecil Sekolah
"Ah, Yui-senpai!"
"Uh? Ahh… Chinatsu-chan"
Chinatsu Mendekati Yui Yang Berada Tepat Di Depan Pintu Klub.
"Sekarang Mulai Dingin Ya"
"Iya yah, Chinatsu-chan Harus Pake Pakaian Hangat Biar Tidak Demam Ya!"
"Huh!… Ha-Haik (Yui-Senpai Perhatian Sekali!)"
"Omong Omong, Akari Dimana?"
"Ah, Dia Ada Urusan Di Ruang Guru, Jadinya Akan Terlambat, Kalau Kyouko-senpai?"
"Kyouko Tadi Dipanggil Guru Karna PRnya, Tidak Usah Dipikirkan"
"Benar Juga Sih"
Mereka Mengobrol Sambil Masuk Ke Ruangan Klub Sampai Duduk Disamping Meja.
[2]
"Maaf Menunggu!!"
Kyouko Datang Dengan Bersemangat Sambil Menggebrak Pintu Dengan Kencang Lalu Berlari Kecil Untuk Duduk Disebelah Yui Yang Memegang Buku, Sendirian.
"Fuwahh! Dingin Sekali Diluar!!"
"Uh… Sou Da Ne (Benar Ya)"
"……… Cuman Sendiri, Tadi Aku Liat Ada 2 Pasang Sepatu Didepan…"
"Um………… Chinatsu-chan Lagi Ke Kamar Mandi Tepat Sebelum Kau Datang, Dan akari Ada Urusan Sebentar"
Yui Mengatakannya Tanpa Mengalihkan Pandangan Dari Bukunya.
Beberapa Saat Kemudian,
Yui Kemudian Menutup Bukunya Setelah Mengatur Penanda Dan Memasukkannya Ke Tas Di Sampingnya.
Kyouko Hanya Tergeletak Dan Memainkan Baju Olahraganya Dan Bantal Duduk.
Yui Menempelkan Telinga Kanannya Ke Meja Dan Diam, Sambil Memperhatikan Kyouko Yang Main Main Sendiri.
"Kyouko-Kyouko-Kyouko-Kyoppin!!!!!
hAlo, nAmAkU wAjAh DaTAr-sAn"
"*Buhuk!!"
Yui Menutup Mulutnya Yang Mau Tertawa Karna Kata Kata Kyouko Yang Asal Suara Dari Besar Dan Kecilnya.
Kyouko Tidak Menyadarinya Dan Melanjutkan Permainannya Sendiri Walaupun Yui Benar Benar Menahan Tawa Dari Kelakuannya yang Garing.
Lalu Suara Pintu Terbuka, Terdengar Oleh Telinga Yui.
"*Hah, Akari-chan Juga Sudah Datang nih, Aku Akan Menyiapkan Teh… "
"Maaf Menunggu"
Yui Membalikkan Kepalanya dan Menempelkan Telinga Kirinya Ke Meja, Lalu Melihat Akari…
"Aah, Selamat Datang"
Kyouko Juga Menyapa Akari Dengan Tangannya Dan Lanjut Bermain Dengan Bantal Duduk Yang Dimasukkan Ke Dalam Baju Olahraganya.
"Are? Yui-chan? Kenapa Mukamu Seperti Itu?"
"…………"
"……Yui-chan?…"
"Ah, Maaf…… Aku Melamun"
"Begitu Ya, Uah, Aku Sepertinya Jarang Melihat Yui-chan Melamun Seperti Itu, Memangnya Kamu Memikirkan apa?"
Akari Berjalan Ke Depan Dan Duduk Di Dekat Meja Sambil Menaruh Tasnya.
"Hhhmmm…… Ntahlah, Aku Juga Bingung"
"Uumm??"
(Yui-chan Kenapa Ya, Tidak Biasanya Dia Bersikap Seperti Ini)
"Mungkin Tadi Aku Sedang Memikirkan Berita Yang Aku Tonton, Katanya Salju Turun Sekitar Akhir November"
"Ah, Sebentar Lagi Ya"
"Maaf Menunggu!!"
Chinatsu Datang Sambil Membawa Nampan Dengan 4 Gelas Isi Teh. Ia Membawanya Dan Menaruhnya Di Tengah Meja, Lalu Menaruhnya Di Depan Tempat Duduk Temannya, Kemudian Menarik Nampannya Lalu Menaruhnya Di Ujung Ruangan.
"Terimakasih, Chinatsu-chan"
"Iyeh (Tidak), Omong Omong, Tadi Akari-chan Ada Urusan Apa Di Ruang Guru…"
[3]
"Sebentar Lagi Turun Ya……"
Yui Bergumam Sambil Melihat Ke Langit Yang Mulai Menggelap Karna Hampir Ke Malam Hari Dan Mendung.
(Wah! Mendung Disaat Dingin Seperti Ini, Sepertinya Aku Harus Cepat Cepat! Bisa Bisa aku Membeku)
Tepat Saat Yui Berpikir Dan Menemui Sebuah Halte Bis Kecil, Sebuah Tangan Menepuk Bahu Kanannya.
Yui Kemudian Berbalik Ke kanan, Tapi Tidak Melihat Siapa Siapa, Lalu Saat Berbalik Lagi Ke Depan, Dia Melihat Wajah Yang Begitu Dekat Dengannya.
"Waah!!!"
"Waahh!!!"
"Uhh… Kamu Mengagetkanku, Aika-san"
"Ya… Aku Kaget Karna Kau Kaget… Jadi Anggap Saja Impas"
Yui Berbicara Pada Aika Yang Memakai Seragam Musim Dingin Seiri Dengan Jas Biru Gelap Yang Tidak Dikancingkan, Baju Kemeja putih Di dalam Dan Celana Hitam Ke Abu abuan, Sambil Membawa Payung Lipat Bermodel Hijau Pekat Ditangannya
"Mendung Y-"
*Byuurr
(Baru Saja Mau Dibicarakan…)
(Baru Saja Mau Dibicarakan…)
Keduanya Melihat Langit Dengan Datar Sambil Meneduhkan Diri Di Halte.
Dengan Harapan Mungkin Saja Langit Berkata 'Aduh, Maafkan Aku!'
Kedua Orang Ini Berdiri Diam Melihat Jalan Yang Dilewati Mobil Di Persimpangan Jalan.
"Uumm…… Pulang?"
"Eh? Aika-san Bisa Duluan Saja, Aku Bisa Menunggu Sampai Hujannya Reda"
Aika Mengatakannya Sambil Membuka Payung Dengan Model Hijau Pekat Dan Gambar Kodok Yang Ia Pegang Sejak Bertemu.
(Kenapa Dia Memilih Itu?)
"Begitu Ya… Aku Duluan……"
"…………"
"Mana Mungkin Aku Bilang Begitu, Ayo Pulang"
"Eh? Tap-"
"-_-"
Aika Kemudian Menarik Yui Dari Kanan Dan Membuatnya Berada di Kirinya, Dengan Mobil Dibagian Kanan Mereka,
| |
| Mereka | Jalan
| Disini^ | Mobil
| Y - A |
Yui Hanya Terdiam Karna tiba Tiba Ditarik Oleh Aika.
Mereka Mulai Berjalan Dibawah Payung Dengan Hujan Yang Cukup Deras Di Cuaca Yang Dingin.
Untungnya, Hujan Ini Tidak Datang Bersama Temannya, Si Angin.
Aika Memegang Payungnya dengan Tangan Kiri Saja Dan Tangan Kanannya Dimasukkan Ke Saku Celananya, Bukan Untuk Bergaya, Tapi Karna Kedinginan.
Yui Berjalan Disamping Kiri Aika Dengan Pipi Merahnya Dan Kaki Dibagian Pahanya Mulai Kedinginan Dari Depan.
"Terimakasih…"
"……… Tidak Apa… Rumah Kita Kan Sama"
"…Ugh"
(Ka-kata Katanya Seperti Mengatakan Kalau Kita Tinggal Bersama)
"Sini Biar Aku Yang Pegang"
"Uh! Tidak Perlu, Membawa Payu-"
Tangan Yui Yang Datang Bersentuhan Dengan Tangan Aika Yang Dingin.
Saat Menyadarinya, Yui Terdiam Dan Belum Menggerakan Tangannya Tapi Ia Tetap Berjalan, Lalu Perlahan, Yui Memegang Bagian Atas Dari Bagian Yang Dipegang Aika. Dan Bersentuhan Dengan Tangannya Beberapa Kali.
Senyum Kecil Terlihat Di Bibir Yui Dengan Pipi Merahnya, Hanya Sekali Kali Melirik Aika Dengan Matanya, Sambil Sedikit Tersenyum.
[4]
"Yaahh… Kenapa Hujannya Malah Turun Sekarang, Rumahku Masih Jau-"
"WAAAA!!!!!"
Seseorang Sedang Berteriak Menerobos Hujan Deras Dan Sampai Disuatu Gubuk Dengan 1 Orang Didalamnya.
"Gila! Aku Basah Sekali… Um? Are Sugiura-san!"
"Eehh? Ke-ke-kenapa Kau Malah Ada disini!?!"
"Yaah… Jalan Yang Sering Kulewati Malah Ditutup Sementara, jadinya Aku Harus Memutar, Eh Malah Hujan"
"Be-begitu Ya"
Seorang Lelaki Memakai Jasnya Sebagai Penutup Bagian Atasnya.
Mereka Berdua Diam.
"…………"
"…………"
(A-aku Jarang Be-bertemu Dengan Kase-Kun Akhir Akhir Ini, Ya Itu Memang Karna Jalan Ke Sekolah Kami Juga Beda Jauh, Tapi…… KENAPA KITA MALAH TERJEBAK DITENGAH HUJAN SEPERTI INI!!!)
"Aahh… Sialan… Kenapa Kita Harus Terjebak Ditengah Hujan Seperti Ini!"
Kase, Memikirkan Cara Agar Bisa Pulang Secepatnya
(Aku Sebenarnya Tidak Apa Kalau Basah, Sakit Juga Tidak Apa Apa Karna Ujian Sudah Selesai, Tapi Aku Juga Harus Mem- Tunggu Sebentar…!!!!)
Kase Sedikit Terkejut Lalu Membuka Resleting Tas Kotaknya, Lalu Mengeluarkan Benda Terlarang.
*Saat Pagi Hari
"Ah, Ranka, Di Perkiraan Cuaca, Katanya Nanti Bakalan Hujan, jadi Bawa Payung Lipat Ini!"
"Ah, Baiklah"
*Saat Ini
Ayano Melihat Kase Yang Mengeluarkan Payung Lipat Lalu Melemparnya ke Bagian Dalam Gubuk.
"Sialan!!!! Kenapa Aku Sampai Lupa!!"
(Ternyata Dia Bawa…)
Ayano Mengeluarkan Ekspresi 'Apa Yang Kau Lakukan' Pada Kase Yang Mengambil Kembali Payung Lipat Hitam Tersebut.
"Ah, Ayo, Sugiura-san"
"Eh?!?! Ke-kemana!?"
"Ya Pulang Lah, Lagian Tidak ada Payung Lain"
"Ba-baiklah… Ja-jangan Salah Paham Dulu Ya!! Aku Ikut Karna kau Memaksaku!!"
"Uhhh…… Ha~~i^"
Ayano Kemudian Mendekati Kase Yang Berada Diluar gubuk Sambil Menggunakan Payung Dan Berjalan Disampingnya Sampai Kerumah.
[5]
"Waah! Hujannya sangat Deras, Apalagi Cuacanya Juga Dingin Akhir akhir Ini"
"Benar Ya, Mungkin Pakaian Kita Nanti Harus Tebal Tebal"
Aika Dan Yui Masuk Ke Ruangan Utama Dari Apartemen Mereka Di Lantai Bawah, Yang Baru Melewati Hujan Deras.
Aika Menggeleng Geleng Kepalanya Dengan Cepat Di Pojok Ruangan, Begitu Juga Dengan Yui, Tapi Yui Tidak Terlalu Intens Dan Hanya Sedikit Sedikit Dan Menunggu Aika.
Saat Menunggu, Yui Melihat Pundak Kanan Aika, Yang Cukup Basah.
(…… Kenapa Kamu Tidak Mengatakannya, Kitakan Bisa sedikit Merapat Lagi Agar Kau Tidak Kehujanan)
Yui Kesal Pada dirinya Sendiri Dan Langsung Menenangkan Diri.
"Sudah?"
"Yah, Begitu lah"
"Uuumm…… Tanganku Sepertinya Dingin Sekali"
"Sou Da Ne… Mungkin Kita Memang Har-"
"Eit"
Aika Yang Baru Selesai Merapikan Payungnya, Merasakan Dua Tangan Kecil Di Pipinya.
"Tsumetai? (Dingin?)"
"Maa… Sugoku Tsumetai (Yah, Sangat Dingin)"
Yui Menempelkan Kedua Tangannya Ke Pipi Aika Dengan Tenang, Lalu Aika, Secara Perlahan Mengangkat Tangannya Dan Satu Tangannya Juga Sampai Di Pipi Kiri Yui.
Saat Yui Menyadarinya, Yui Mendiamkannya Sekejap Lalu Dengan Cepat Melepasnya.
"Uah!"
"Uh…"
"I-itu Agak Memalukan"
"Kamu Pikir Aku Tidak Malu Ya"
"Eh?"
Yui Yang Tadinya Membalikkan Badannya, langsung Melihat Ke Aika Lagi Yang Berjalan Mendekati Tangga.
"Tunggu…"
Yui Kemudian Berlari Kecil Mengejar Aika.
[6]
"Te-terimakasih, Kase-kun"
"uh? Uh-huh… Hebat Hebat!"
Ayano Yang Malu Malu Mengatakannya tiba tiba Dielus Dibagian Kepala Oleh Kase Dengan Santainya.
"Me-… MENYINGKIRLAH DARI KUU!!!!!"
"*Buhuk!!"
Ayano Menampar Kase Sampai Berputar lalu Berlari Masuk Ke rumah Tanpa minta maaf.
Untungnya, Kase Tidak Jatuh Ke genangan Air.
"Kejamnya…… Uhu Uhu, Tapi… Mirip Karakter Galge yang Ku Mainkan Kemarin"
[7]
"Uh, Aku Kan Bilang Tunggu"
"Padahal Aku Tidak Kemana mana…"
Yui Berjalan Disamping Aika Di Lorong Lantai 2 Apartemennya, Melewati Pintu Pintu Dari Nomor 3-6.
Saat Hampir Sampai… Pintu Nomor 7 Terbuka dan Gadis Kecil Dengan Baju Putih Bermotif Seperti Bercak Biru Dan Celana Tidur Coklat.
Keluar.
"Ah, Onii-chan, Onee-chan"
(Kami Berdua Seperti Adik Kakak Ya?)
(……… Saudara kah…)
"Maaf Aku Agak Telat, Miki"
"Yaah…… Hujan Sih, Jadi Tidak Apa Apa, Selain Itu… Kita Makan Apa Malam Ini?"
"Makan Malam Ya…… Kalau Hotpot, Nabe bagaimana? Apa Kamu Mau Ikut, Funami-san?"
"Humm…… Maaf, Hari Ini Aku Tidak Bisa, mungkin Lain Kali, Tentu Saja… Bertiga"
"Begitu Ya, Kalau Begitu Nanti Kalau Sudah Dimasak, Kau Boleh Mampir Kesini"
"Terimakasih, Aku Duluan"
"Uh^"
"Da-dah!"
Yui Pergi Meninggalkan Adik Kaka Tersebut Dan Membuka Pintu Nomor 8.
"Nabe Ya…… Yah, Aku Diajak Sih, Tapi Sekarang……"
Yui Mengingat Tentang Payung, lalu Mukanya Memerah Malu Dan Langsung Pergi Ke Ruang Utama.
[8]
(Huumm…… Baju One Piece ya…… Aku Pikir Aku Tidak Terlalu Cocok Memakai Baju Seperti Itu, Tapi Ntah Kenapa Aku Jadi Kepikiran Saat Sedang Mandi Tadi, mengingat Chitose Memakai Baju One piece)
Yui Keluar Dari Kamar Mandi Dengan Handuk Yang Menutupi Badannya, Iapun Pergi Ke Ruang Utama dan membuka Lemari Baju.
(Kira Kira… Bagaimana Pendapatnya Bila Aku Memakai Baju Itu…… Huuuhh…… Aku Jadi Bingung)
Yui Membuang Nafas Besar Sambil Memakai Baju Dalamnya Dan……
Yui Kemudian Mengeluarkan Baju Model Panda Dari Lemari Dan Memakainya.
(Sepertinya Aku Sudah Terbiasa Memakai Ini…)
[9]
2 Hari Kemudian.
(Sekolah Sudah, Tapi Seingatku Ada Remedial Di Awal Desember… Huuft, Sebentar Lagi Aku Kelas 3 Ya… Sepertinya aku Juga Harus Mulai Memikirkan Kemana Nanti Aku SMA)
Yui Berjalan Jalan Di Daerah Kota, Dengan Suasana Dingin Dan Salju, yang Turun Sedikit Demi Sedikit.
Ia Memakai Baju Kemeja Hitam Dan Coat Warna Coklat Cerah Yang Menutupi Badannya, Dengan Rok Pendek Dan Stocking Ke Paha.
(Hhhmm… Baju Musim Dinginku Sudah Mulai Kecil ya… Apalagi Dibagian Dada… Ugh…)
Yui Menyentuh Nyentuh Dadanya, Mengabaikan Hal Tersebut, Yui Masuk Ke Sebuah Mall.
(Mungkin Yang Bahannya Halus Dan…… Nyaman Digunakan… Dan Yang Imut… Mungkin?)
Yui Bingung Sendiri Saat Sedang Memilah Baju Dan Mengeluarkannya dari Barisan.
Setelah Berlama lama, Yui Menemukan Satu Baju Turtleneck Putih Dengan Garis garis Vertikal Abu Abu Cerah.
(Hmm… Mungkin Ini Saja Dulu… Atau Aku Coba Saja Ya…)
Yui Kemudian Pergi Ke Pojok Ruangan Ke Ruang Ganti Untuk Mencoba Baju Tersebut.
Saat Hampir Sampai.
"Uh, Funami-san?"
"Uh?? Aika-san, Kebetulan Sekali"
"Sou Ne (Iya Sih) Yaah… Mungkin Takdir"
(Seperti Biasa, Penampilan Funami-san………)
Aika Menyapa Yui Yang Hendak Masuk Ke dalam Ruang Ganti, Ia Memakai Baju Dalam Putih Dan Jaket Parka Hijau Gelap Dengan Bagian Atasnya yang Diberi Bulu Halus putih Abu. Dan Celana Hitam Panjang, Sepatu Merah Putih.
"Ehehe… Aika-san Sedang Apa Disini?"
"Yah, Sekedar Jalan Jalan Saja, Aku Tidak Ada pekerjaan Dirumah, Miki Juga Sedang Menginap Dirumah Temannya Dari Kemarin"
"Begitu Ya……Uuumm……"
"…… Mau Kutemani, Mungkin Aku Bisa Beri Saran, Yaah, Hanya Pendapatku Saja, (Walaupun Aku Juga Ingin Menilainya dari Sudut Pandang Laki Lakiku Ini)"
"Eh, Tidak Apa Apa?"
"Tidak Apa, Itu?"
"Uh, Tunggu Sebentar, aku Mau Mencobanya"
"Uh-huh"
Tirai Dibuka Lalu Ditutup Lagi, Aika mendengar Suara Suara Resleting Dibuka Dan Menunggu Seorang Gadis Yang Sedang Berganti Baju.
50 Detik…
(Aku Rasa Menemani Seorang Gadis itu… tidak Ada salahnya, yah, Diriku Yang Satunya lagi Pasti Ingin Punya seseorang Disampingku)
Setelah Menunggu, tirai Dibuka Dan Itu Menyadarkan Aika Dari Lamunannya yang Memainkan Kakinya…
"Maaf Menunggu…"
"Uh, Tidak Apa-"
Aika Terkejut, Ia melihat Yui Dengan Baju Yang Terlihat Lembut Dan Rok Pendek Serta stocking Hitam Se paha,
Baju Yang Cukup Longgar Dengan Kerah Sampai Menutupi Leher, Dan Tangan Yang Tenggelam Oleh Panjangnya.
"Sepertinya aku Salah Ukuran"
"……………"
Aika Melihat dari ujung Rambut Sampai Ke Ujung Kaki Yui.
(Sudah Kuduga, Funami-san…… Sangat… Bagaimana Ya… Perempuan Sekali, Kalau Blak Blakkan Sih… Sangat Simpel Dan lucu)
Ia melihat Muka Tenang Yui Yang Memakai Bajunya dengan Gaya Feminim,
(Ah, Sialan… Aku Tidak Fokus… Tenangkan Dirimu, Noru)
Suatu Hal ……
[10]
"Bagaimana?"
"uuumm…… Untuk Salah Ukurannya…… Menurutku Tidak perlu Diganti, Itu Sudah… Sempurna Menurutku"
"Begitu Ya, Apa Ini Cocok?"
"Benar Juga ya… Kalau Pendapat Pribadiku, Uh-huh, Kore Wa Sugoku Kawaii (Ini Benar Benar Imut)"
"E-eehh! Ja-jangan Bilang Begitu!"
Yui Berbalik Menghadap Ke Dalam Ruangan Ganti, Menghadap Kaca.
Aika Dengan Pikirannya yang Berusaha Tenang, Mendekati Dan Memegang Pundak Yui Dari Belakang Dan Berbisik.
"Ku Katakan Saja, Kamu Benar Benar Kawaii… Yui"
"………… (A-A-APA YANG AIKA-SAN KATAKAN!!)"
"…………"
"Ba-baiklah… Aku Akan Membeli Yang Ini…… *Huuuft… Terimakasih Aika-san, Aku Mungkin Akan Mencari Yang Lain Dulu, Mau Tetap Ikut? Kalau Mau Kemana Mana saja juga Boleh, Aku Disini Dulu"
"Tidak, aku Akan Bersamamu Dulu, Tidak Perlu Khawatir. Tentu Saja, Jangan Ragukan Pendapatku"
"Ahaha^, Kamu Jangan Terlalu Sering Begitu, Aku Jadi Malu"
"*Huuft, Asal Kamu Tau Saja, aku Juga malu Mengatakannya Secara Langsung"
"Eh…………"
"……………"
Aika Membalikkan Badannya Saat Berbicara, Dan Berjalan Mendekati Mesin Minuman Didekat Toko Baju Ini.
Yui Memberikan Senyuman Hangat Saat Aika Tidak Melihatnya, lalu Pergi Berjalan Jalan Mencari Baju Lagi.
[11]
"Ouh… Kau Beli Cukup Banyak ya"
"Tidak Apa kan, Namanya juga Perempuan"
Yui Mendatangi Aika yang Menunggunya Membayar, Dan ia membawa Satu Kotak Yang Cukup Besar Tapi Tidak Berat.
"Yah, Benar Sih, Sekarang Mau Kemana??"
"Aku Cukup Lapar, Mungkin Kita Bisa Makan Sesuatu Dulu Di Diluar"
"Sou Kah (Begitu Ya), Sini ku Bawakan"
"Uhh…"
"Sudahlah……"
"Eheh^~ Makasih…"
Mereka Berdua Mengobrol Di Siang Hari Yang Dingin Ini Sambil Berjalan Keluar Mall Dan Mencari Restoran.
[12]
"Selamat Datang, Untuk 2 Orang Saja?"
"Haik"
"Silahkan Ikuti Saya"
Yui Dan Aika Mengikuti Wanita Pelayan dengan Baju Hitam Putih Ini Ke Meja.
Pelayan Berhenti Dan Memberikan Tanda ini Lah Mejanya Lalu Mereka berdua duduk Di Kursi Panjang Hijau Yang Cukup Nyaman, Sambil Berhadapan Di Meja Dengan Tumbuhan Di samping Jendela.
Yui Duduk sambil Menaruh Tas bajunya di Kursi Kanannya Dan Membawa Buku Menu Di Tengah Meja.
Wanita Pelayan Pergi.
"Omong Omong, Kenapa Aika-san Menyarankan Restoran Ini?"
"Temanku Ada Yang bekerja Paruh Waktu Disini, Karna Ia ada Masalah Keuangan. Jadinya Aku Sekaligus Memberinya Semangat, Aku Tidak Akan mengatakan 'Mana diskon Untuk teman?' kok"
Yui Membuka Buku Menu Saat Mendengarkan Aika
"Ahaha^ Baik Sekali, Jadi……Uumm…… Mungkin Aku Pesan 2 Sandwich 3 Lapis Campur Ya… Kalau Aika-san?"
"Lebih Baik Cari Aman Saja. Hamburger Normal Saja"
(Eh, Apa yang Dimaksid Aika-san Dengan Kata 'Cari Aman'?)
"Be-begitu Ya, Jaa"
Yui Menekan Bel Di tengah Meja Dan wanita pelayan Yang Berbeda, Datang.
"Haik, Apa Pesanannya sudah Ditentukan?"
"Haik, Etto… Aku Hamburger Daging Ukuran Normal Dan Cola"
"Dimengerti, Kanojo-san Wa? (Pacar-sannya?)"
"Ah, Aku Ingin 2 Sandwich 3 Lapis Campur Dan Jus Jeruk"
"Dimengerti, Mohon DiTunggu Pesanannya"
Pelayan wanita pergi Ke Dapur dengan Catatan Kecil.
"…………"
"…………"
"…… Kamu Tidak keberatan Ya?"
"Tidak… Maah, Aku Pasti Akan Bilang Begitu Kalau aku Jadi Pelayan"
"………"
"Uh, tidak, Lupakan Saja"
Yui Dan Aika Lanjut Mengobrol Dan Melupakan Hal Canggung Barusan.
[13]
"Terimakasih Telah Menunggu"
Pelayan Dengan seragam Sama, Tapi ini Seorang Pria Tinggi Dengan kacamata Tajam.
Membawa Nampan Besar Dengan 1 Piring Sandwich Dan Hamburger, Termasuk Gelas tinggi Dengan Cola dan jus jeruk, lalu Menaruhnya Di Meja Aika dan Yui.
"Yo"
"ouh, Aika, Sudah Lama sejak terakhir kali Kau Kesini, Dan Kau Kesini…… Bersama……"
"Heh?!"
Yui Terkejut Dari Gerakannya.
Aika Langsung Mengerti…
"Uh-huh, Sayangnya…"
Aika Mendekatkan Mulutnya ke Telinga pelayan Yang Bersikap Seperti Teman Aika Tersebut Dan…
"Aku Belum Mendapatkannya"
"Ouh… Begitu Ya…"
"Yah…… Namanya-"
Yui Mengangkat Satu Tangannya Dengan Pose tangan Stop Ke Aika, Aika Menanggapinya Dan Memberikan Gerakan 'Silahkan'
Si Pelayan Juga Mengerti.
"Namaku Funami Yui, Aku Tetangganya Aika-san Di Apartemen"
"Aku Ishii Yuichi, Maafkan Temanku Yang Perilakunya Tidak Sopan Ini"
"Malahan Kau Sendiri Yang tidak Sopan"
Aika Memberikan Tatapan Datar Ke Ishii Dan Yui Hanya Bisa Tersenyum Gugup Dengan Suasananya.
"Yah, Salam Kenal, Aku Mohon Jagalah Temanku Ini, Dia Anak yang Baik Kok"
"Uh-huh, Baiklah"
"Kenapa Aku Merasa Diriku Menjadi Anak Anak Lagi…"
"Yah, Begitulah… *Ehem, Silahkan Nikmati Waktunya"
Ishii Merubah Dirinya menjadi Pelayan lalu Membungkukkan badannya sedikit, Lalu Pergi.
"Sepertinya Ishii-san itu Orang Yang Bekerja keras…"
"Yah, Ishii Memang Pekerja Keras, Dia Berusaha Belajar Mati Matian Agar Dapat bea…"
Mereka menikmati Obrolan Sampai Ke Malam Hari Di Restoran Bernama COCOdeS Ini.
[14]
Satu pasang Laki laki Dan perempuan, keluar Dari Restoran.
Si Gadis Memandang Langit Lalu Salju Perlahan turun Di Hidungnya,
"Sepertinya Besok Bakalan Jadi Banyak"
"Iya Yah"
Si Gadis mengatakannya Sambil Melap Hidungnya, Si Pria Memegang Kantong Kotak Hitam yang Cukup Besar Di Tangan Kirinya, Dan Berjalan Duluan.
"Ikou… (Ayo)"
"Uh-huh"
Gadis Dengan Coat Coklat Terang Dan Rok Hitam pendek, Berlari Mendekati Si Pria dan berjalan Si Samping kanannya
(Aku Mengatakannya pada ishii…… Kalau aku Belum Mendapatkan Hatinya…… Mungkin… Perasaan Yang berkata padaku… Kalau Aku…… Menyukai Gadis bernama Funami Yui, Gadis yang Ada disampingku Saat Ini)
Si Gadis Berjalan Dengan Pipi Pink Dan Senyum Kecil Ke Si Pria. Sedangkan Si pria Menatap Langit Dengan Senyuman Kecil Dan Muka Lega Ntah Kenapa…
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]