
Chapter 32: Lebih Baik Untuk Saat Ini
[1]
(Sudah Satu Mingguan Setelah Hari Hari Yang Diisi Dengan Banyaknya Teman Temanku Yang Menjenguk Saat Aku Sakit, Saat Hari Libur, Ikeda-san Terkadang Datang Untuk Menemaniku, Walaupun Aku Tidak Tau Apa Alasannya)
*Minggu 16 Desember.
'Omong Omong, Aku Sekarang Sudah Bisa Pulang, Keluargaku Juga Sudah Menjemput'
'Yakin Sudah Lebih Baik?'
'Sudah, Terimakasih Ikeda-san, Mulai Besok Aku Sudah Bisa Sekolah, Yah, Walaupun Aku Tidak Terlalu Bisa Mengikuti Pelajaran Olahraga Nanti'
'Begitu Ya… Semoga Kamu Sehat Sehat Saja'
'Terimakasih, Nanti Kita Lanjutkan Lagi!'
'Haaik'
Mizaki Mematikan Ponselnya Dan Memasukkannya Ke Saku Celana Coklatnya, Dengan Suasana Yang Semakin Dingin Didalam Mobil Taksi Karna AC Nya.
[2]
Senin, 17 Desember.
"eh, Tsurugi, Bukannya Masalahmu Hanya Ditangan ? Kenapa Kau Pake Itu?"
"Ah, Maaf, Aku Tidak Memberi Tahu Kalian, Sebenarnya Kakiku Juga Sedikit Bermasalah"
Mizaki Datang Ke Sekolah Dengan Penyangga Ditangan Kirinya, Dan Suatu Alat Dibagian Mata Kaki Kirinya.
Aika Diam Melihatnya, Sedangkan Kashima Melihat Lihat Seluruh Badan Mizaki Dengan Gerakan Seperti Pemeriksa Bandara.
"…Padahal Aku Bisa Dipercaya Lho, Tsurugi"
"Maaf Aika, Mungkin Nanti Aku Akan Memberitahumu"
"Tidak Apa……… Ah! Mungkin Ini Kabar Baik Untuk Kalian…"
"Apa Maksudnya, Noru?"
"Waktu Kemarin Aku Jalan Jalan Dikota Sendirian (Aku Kesana Karna Bosan, Setelah Mencetak Foto Didekat Kota) Aku Mampir Ke Tempat Undian, Karna Aku Terkadang Sering Kesana Waktu Tidak Ada Kerjaan, Dan Aku Dapat Hadiah Kedua……"
"No-noru… (NORU BANYAK BICARA!!)"
"Heehhh, Selamat… Hadiah Keduanya Memang Apa?"
"Ke Pemandian Air Panas…"
"…………"
"…………"
"…………"
Mizaki Saling Tatap Menatap Aika Dengan Mata Kosongnya.
"*He-HEBAT!!!!! JA-JA-JAA! KITA BERANGKAT WAKTU LIBURAN!!!!!"
Murid Murid Lain Yang Sedang Mengobrol, Berbalik Ke Kashima, Lalu Lanjut Mengobrol, Melupakan Kebiasaan Kashima.
"Tenang Dulu Tawaka. Aku Berniat Menjadikan Ini Sebagai……"
"Perayaan Kesembuhan Mizaki Kan!!!"
"Uh… Benar Ya, Baiklah, Ini Mungkin Akan Menjadi Perayaan Untuk Kesembuhan Mizaki"
"E-eh, Ti-tidak Perlu Seperti Itu Padaku, Kau Gunakan Saja Kesempatan Itu Untuk Menyantaikan Dirimu, Aika"
"Aku Sekarang Masih Punya Tiket Khususnya, Dan Juga Tiketnya Ada Delapan, Kata Penjaganya Sih Ini Dimaksudkan Untuk Sekeluarga, Tapi Tidak Salahkan? Menggunakannya Bersama Teman?"
"No-NORU BANYAK OMONG!"
"………"
"………"
Kashima Ditatap Kosong Oleh Aika Dan Mizaki, Karna Sikap Tak Jelasnya, Ia Pun Langsung Duduk Di Tempat Duduknya, Meninggalkan Aika Dan Mizaki Yang Didekat Pintu Masuk Kelas Di Dekat Tempat Duduk Aika.
"Tapi Bukannya Itu Terlalu Banyak?"
"Aku Tidak Menolak Hadiahnya, Dari Pada Hangus?"
"Uh, Baiklah……"
Mizaki Menundukkan Kepalanya…
"Nah Nah… Aku Baru Kepikiran Kalau Kita Mungkin Harus Mengajak Ikeda-sa-"
"AYO!!!"
Mizaki Yang Tadinya Menunduk, Langsung Memandang Aika Dengan Semangat Kemudian Agak Kesakitan Ditangan Kirinya Yang Berada Di Penyangga.
"Horra! Kelas Mau Mulai Lho!"
"Haik!"
Keduanya Masuk Ke Kelas Dengan Aika Yang Sedikit Menbantu Mizaki Berjalan Sambil Membawakan Tasnya, Lalu Guru Pun Masuk Ke Kelas 2 - D
"Mizaki-kun Sudah Sanggup Ya, Syukurlah"
"Haik, Maafkan Aku Karna Tidak Mengikuti Pelajaran Selama 3 Minggu Ini, Aku Akan Meminta Catatan Pada Temanku Nanti"
"Haik, Baguslah Kalau Begitu, Kerjakanlah Secara Santai"
"(Sensei Yakin Bicara Seperti Itu?)
\[3\]
"Oy Kase…"
"Yo, Kenapa, Aika…"
"Nanti Setelah Libur Natal. Kita Bakalan Pergi Ke Pemandian Air Panas, Mau Ikut?"
"Um…… Tunggu Sebentar!"
"Wakatta (baiklah)"
Kase Masuk Ke Kelas 2 - A Dan Mendekati Seorang Lelaki Dengan Kacamata Yang Menulis Sesuatu Dibuku.
Aika Melihat Kase Yang Berbicara Dengan Ishii, Ia Mengangguk Angguk Lalu Terlihat agak Kecewa, Iapun Melihat Kase Yang Mendatanginya Lagi.
"Aku Ikut Saja, Sayang Sekali Ishii Tidak Bisa Karna Ada Pekerjaan"
"Um, Baiklah… Ah… \*Sini"
Aika Berbisik Pada Kase Dan Mendekatkan Mulutnya Ke Telinganya.
"\*Ajaklah Sugiura-san, Aku Yakin Dia Bakalan Mau Ikut"
"Ke-ke-kenapa… Kau Tau Itu?"
Kase Menatap Kaget Pada Aika, Sambil Mundur.
"Sudah Sudah, Kau Bilang Mau Ikut, Jadi Sekarang Aku Mau Kembali, Keputusannya Terserahmu Saja… Ah, Ini Juga Sebagai Perayaan Kesembuhannya Tsurugi"
"A-aika Banyak Omong!!
(Sepertinya Aku Tidak Dianggap Sebagai Orang Disini, Daritadi Dipanggil Banyak Omong, Apa Aku Memang Jarang Ngomong Ya?)
\*Tidak Sadar Diri.
"Aku Pergi… Sampai Jumpa…"
"U-um^"
Aika Pergi Meninggalkan Kase Dan Pergi Kekelasnya.
\[4\]
'Ikeda-san, Tadi Aku Mendengar, Kalau Aika Dapat Hadiah Kedua Ditempat Undian'
(19:23)
'Woh, Hebat, Mungkin Nanti Aku katakan Selamat Kalau Sekiranya Bertemu, Dia Dapat Apa?'
(19:24)
'Ini Cukup Mengejutkan Untukku, Dia Dapat Tiket Khusus Untuk Pergi Ke Pemandian Air Panas, Harusnya Sih Gratis'
(19:25)
'Woh!! Hebat!! Apa Kamu Ikut?'
(19:25)
(Ah Sialan, Aku Terlalu Gugup, Mau Mengajaknya Atau Tidak, Tapi Dia Baik Sekali Karna Sering Mengunjungiku Waktu Sakit Dan Juga Membantuku Berjalan Beberapa Kali…)
Mizaki Menggaruk Garuk Kepalanya, Secara Kesal, Lalu Mengetik Di Ponselnya.
'Yah, Dia Mengajakku, Aku Membicarakan Ini… Karna Sebenarnya Aku Ingin Mengajakmu Ikut Juga, Apa Kamu Mau Ikut?'
(19:28)
'Hmm… aku Akan Menanyakannya Dulu Pada Adikku, Kalau Dia Tidak Masalah, Aku Pasti Ikut, Tapi Tidak Apa Aku Ikut?'
(19:30)
'Tidak Apa, Kamu Juga Sering Mengunjungiku Di RS, Aika Juga Mengizinkannya… Kalau Begitu Nanti Hubungi Aku Lagi Nanti Setelah Mengetahui Keputusanmu, Sampai Jumpa!'
(19:32)
'Baiklah, Sampai Jumpa'
(19:33)
Mizaki Bermuka Merah Cerah, Dengan Sedikit Uap Keluar Dari Telinganya karna Malu, Iapun Langsung Pergi Ke Kamar Mandi Untuk Membersihkan Diri.
\[5\]
Selasa, 18 Desember.
"………"
"Eh……"
Furutani Himawari, Duduk Diam Disuatu Cafe.
"Mmm… \*Uhum… Silahkan"
"… Ah Terimakasih"
Seorang Lelaki Berkacamata, Memundurkan Kursi Kayu Yang Terlihat Bagus, Memasukkan Badannya Ditengah Dan Duduk Disebrangnya, Dengan Meja Kotak Warna Coklat Gelap, Disisi Ruangan.
"…………"
"…………"
"Aku…"
"!!"
"Ah… Maaf Kalau Mengagetkanmu, Dan Juga, Kau Tidak Perlu Setakut Itu Padaku"
Himawari Mendengarkan Perkataan Di Kacamata Sambil Memeluk Dirinya Pelan Dan Agak Memundurkan Kursinya, Dan Tatapan Mencurigakan.
"Be-benarkah………"
"Kukira Kau Sudah Lupa Padaku, Ya… Aku Juga Hanya Orang Yang Dianggap Aneh Jika Langsung-"
"Tunggu Sebentar, ishii-san"
"Kau Masih Ingat Ya…"
"Uh… Salahku Sendiri Karna Langsung Mempersilahkanmu Duduk…"
Ishii Diam Saat Sedikit Mendengar Gumaman Himawari Soal Dirinya.
"Yah, Aku Bisa Pergi Sih, Tapi Aku Ingin Merileks-kan Diriku Dari Pekerjaan"
"…Aku Juga Begitu, Aku Kerepotan Mengajari Temanku Yang Keras Kepala, Dan Kepalaku Sudah Penuh… (Dengan Kata "KARNA OPPAI!!)"
"Begitu Kah… Yah, Mungkin Aku Bisa Menjadi Teman Ngobrolmu Bila Kau Mau, Aku Yakin Aku Bisa Diandalkan"
"Maah… Penampilan Ishii-san Sendiri Terlihat Seperti Orang Akrab Disatu Sisi"
Ishii Menggunakan Kemeja Kotak Kotak Merah Hijau Dan Celana Hitam.
"Sebenarnya, Berapa Banyak Sisi Yang Aku Punya…"
"Disisi Lain, Kamu Terlihat Seperti Orang Bejat"
"Se-sejauh Itukah…"
Ishii Yang Tadinya Bermuka Serius, Serasa Ditusuk Dibagian Badan Dengan Perkataan Himawari.
Himawari Membuka Buku Menu Dan Memilih Milih Minuman Di Sore Hari Ini, Dengan Suasana Cafe Yang Diisi 4-6 Orang, Dan Cukup Tenang.
"Ano, Aku Mau Memesan"
"Haik, Silahkan"
Pelayan Datang Menghampiri Meja Mereka.
"Aku Caffucino"
"Aku Lemon Tea, Yang Panas"
"Dimengerti, Mohon Tunggu"
Himawari Melihat Ishii, Yang Sedari Tadi Diam, Tidak Melakukan Apa Apa, Dengan Gerakan Mata ishii Yang Tidak Terlalu Jelas Karna Kacamata Tajamnya, Ia Jadi Penasaran, Apa Yang Sedang Dilihat Oleh Ishii.
\*Dari Perspektif Ishii Sendiri
(Sikapnya Mirip Seperti Kakakku, Aku Jadi Terkagum Karna Kesannya Seperti Wanita Dewasa, Ibuku?)
"Etto…… Apa Yang Sebenarnya Kita lakukan Disini…?"
"……Tadi Kita Berniat Ngobrol Ngobrol, Rasanya Memang Agak Canggung Bila Membicarakan Sesuatu Dengan Seseorang Yang Belum Terlalu DiKenal"
"E-eh^… Ah, I-ishii-san, Bolehkah Aku Meminta saran?"
"Saran Apa?"
"Cara Mengajari Orang Lain, Lebih Tepatnya Mengajarinya Belajar Dan Agar Dia Fokus!"
Himawari Dengan Pelan Menggebrak Meja Dan Melihat Ishii Yang Meniup Lemontea Panas Digelasnya, Yang Membuat Kacamatanya Berembun.
Mengabaikan Kacamatanya Yang Berembun, Dia Tidak Membersihkannya Terlebih Dahulu.
"begitu Ya… Oke, Pertama Tama……"
Ishii Pun Memberitahu Hal Hal Agar Seseorang Bisa Diajari Dengan Benar Dan Fokus, Pada Himawari Yang Penasaran.
Saat Itu, Sebuah Pulpen Sedang Berputar Putar Dijari Ishii, Tanpa Himawari Sadari.
Di Tengah tengah Penjelasan Ishii, Pikiran Himawari Selalu Teralihkan, Karna Sedari Tadi Mendengarkan Ishii Dan Melihat Kacamatanya yang Belum Dibersihkan, Setelah Beberapa Menit Membiarkan Kacamatanya, Embunpun Mulai Menghilang Dan Mata Ishii Mulai Terlihat Kembali, Secara Tidak Disadari Himawari Sendiri, Suasana Dicafe Ini Mulai Hening Dan Hanya Ada 4 Orang Lagi Termasuk Mereka Didalamnya.
~~
Ishii Selesai Memberikan Saran Sarannya.
"Kurang Lebih Begitu, Memang Cukup Rumit Tapi Kau Bisa Mencobanya Pada Temanmu Yang Susah Belajar Itu"
"Haik! Ishii-sensei"
"Hentikan Itu, Ah, Sudah Cukup Larut, Aku Mau Kembali Sekarang"
"Ouh, Haik, Terimakasih"
"Sama Sama"
Ishii Bangun Dan Menaruh Uang Di Bawah Samping Sampingnya, Saat Melihat Ishii Keluar, Himawari Memeriksa Mejanya Dan Melihat Sebuah Kertas, Ia membawanya, Dan Melihat Tulisannya.
(Ini… Emailnya Dan Nomornya, Uh… Aku Bawa Saja Lah)
Himawaru Memasukkan Kertas Kecil Tersebut Ke Saku Rok Biru Panjangnya, Ia Pun Bangun Dari Kursi Dan Memakai Sarung Tangannya, Seluruh Tangannya kini Tertutupi Oleh Baju Putih Panjang Yang Dimasukkan Didalam Rok, Ia pun Membayar Minumannya dan Pulang Kerumah
\[6\]
Rabu 19 Desember.
\*cklak
Aika Menutup Pintunya, Ia Membiarkan Miki Berjalan Duluan Didepan, Saat Baru Sebentar Berjalan, Seseorang Memanggilnya.
"Aika-san!"
"……"
Ia Memutar 45\* Derajat Kepalanya ke kanan Dan Mengintip Dari Matanya, walaupun Aika Sudah Tau Pasti Bahwa Yang Memanggilnya Adalah Funami Yui.
"Pagi…"
"Pagi ~\_~"
"Um? Miki-chan Kemana?"
"Dia Sudah Duluan, Tidak Perlu Mengkhawatirkan Dia"
"Sou Kah……"
"………"
"………"
Mereka Menuruni Tangga, Lalu Sampai Dilantai Satu, Aika Membuka Pintu Utama Dan Yui Mengikutinya.
"Ah, Aku Baru Ingat…… Funami-san……"
"Um? Apa?"
Yui Melihat Aika yang Membuka Resleting Tasnya Dan Melihat kedalam, Dan Mengambil Sesuatu.
"Nih, Aku Bikin 3, 2 Ukuran Pas Dan 1 Ukuran Kecil"
Aika mengeluarkan Sebuah Wadah Plastik Kecil Yang Berisi 3 Foto Sama, Dengan 1 Ukuran Kecil Yang Berbeda.
Yui Spontan Memasang Wajah Senang Dan Pipi Pink, Lalu Menerima Plastik Tersebut.
"Uah, Terimakasih………"
"……"
"…^\_^…"
Yui Tersenyum Kecil Pada Aika, Aika Sendiri Cukup Bisa Menahan Serangan Ini Dengan Tetap Melihat Ke Yui, Senyum Kecil… Walaupun Pipinya Sedikit Pink Dan Rasa Malu Yang Menyerang Dirinya.
(Aku, Akan Menjaga Foto Ini……)
(Ugh, Rasanya Tetap Saja Malu Bila Ada Orang Lain Yang Melihatku Disuatu Foto, Untung Saja Waktu Itu Aku Tidak Memasang Wajah Untuk Kartu Pengenal Sekolah)
Aika Menutup Resletingnya Dan Yui Juga Memasukkan Plastik Isi Gambar Tersebut Ke Sela Sela Bukunya Ditas.
"Ah, Fu-Funami-san, \*Uhum, Kemarin Kemarin, Aku Pergi Ke Kota untuk Mencetak Foto Itu, Karna Aku Luang Dan Miki Pun Tidak Masalah, Aku Pergi Ke Mall Dan Mampir Ke Tempat Undian \[Yang Muter muter itu Lho\]"
"Hooh, Lalu?"
"Aku Menang Hadiah Keduanya, Dan Hadiahnya Itu, ke Pemandian Air Panas"
"Heehh, Selamat… ^\_^"
"Mau Ikut?"
"Eh?"
"………"
Aika Jadi Berwajah Datar… Wajah tanpa Ekspresi Ini Hanya Diam.
"A-apa Maksudnya?"
"Aku Bilang, apa Kamu Mau Ikut Ke pemandian Air Panas Nanti, Aku Bawa 8 Tiket, Satu Orang, Satu Tiket"
"Eh! Kalau Mendadak begitu…… Um…"
"yah, Acaranya Ini Juga Untuk Merayakan Kembalinya Tsurugi Ke Sekolah.
Berangkatnya Setelah Natal Sih…"
"Uumm… Aku Pikir Pikir Dulu, Nanti Sepulang Sekolah Mungkin Aku akan Menjawabnya…"
"Begitu Ya, Yah, Santai Saja, Aku Pisah Disini, Sampai Jumpa!"
"Eh^ Sampai Jumpa!"
Aika Berbelok Ke Kiri Dan Meninggalkan Yui Diperempatan Jalan.
(Are, 8 Orang…… Siapa Saja Yang Aika-san Ajak?)
Yui Bingung Sendiri Memikirkannyq, Walaupun Dia Yakin Kalau Dia Mengajak Temannya atau Keluarganya
\[7\]
"Nah Yui! Mau Ikut Ke Onsen!!??"
"Eh, Onsen?! Um… Kau Diajak Dari Siapa?"
"Waka-kun…"
"Ah, Jadi Aika-san Mengajak Kashima-san Dan Kashima-san Mengajakmu Ya"
"Mungkin…… Begitu Kah?"
"Iya, Tadi Pagi Aku Diajak Aika-san, Aku Bingung Mau Ikut Atau Tidak, Tapi Kalau Kau Ikut… Sepertinya Aku Juga Ikut……"
"Sou Sou, Ini Jadi Seperti, Cerita Komedi Romantis Yang Klise!"
"Apa maksudmu…"
Kyouko Ribut Ribut Dimeja Yui, Pagi Hari.
Para Murid Masuk Kekelasnya, Saat Mereka Berdua Mengobrol, Chitose Dan Ayano Masuk.
"Selamat Pagi…"
"Pagi… ^\_^"
Ayano dan Chitose Menyimpan Tasnya Digantungan Meja
"Ah, Selamat Pagi"
"…agi!"
Ayano Mendekati Yui Dan Kyouko Yang Menaruh Dagunya Dimeja Yui.
"Ada Apa ini, Sepertinya Asik…"
"Kami Mau Pergi Ke Onsen, Kalau Tidak Salah, Setelah Natal Kan?"
"Benarkah, Aku Tidak Tahu Tuh"
"Palingan Dia Tidak Memberi Tahumu Kan?"
"…… \*Tehe!"
Kyouko Berwajah Tehe Ini Dipukul Pelan Oleh Yui.
"Onsen! Enak Sekali, aku Jadi Iri……"
"E-em, Sepertinya… Maaf Ya"
Muka Agak Kecewa Ayano Terlihat, Chitose yang Ada Dibelakangnya, Maju Dan Ikut Berkumpul.
"Nee Ayano-chan, Aku Ingin Kamu Bersabar Sebentar, Mungkin Nanti Kamu Bisa Ikut"
"Uh? Chitose, kamu Mengatakannya Seperti Akan Ke Onsen Juga Ya!?"
"Aku Juga Ikut…"
"Eh?"
Suasana hening, Semakin Terasa Dipagi Hari Yang Agak Dingin Ini, Dengan Syal Merah Gelap Yui, Syal Hitam kyouko, Syal Hijau Chitose Dan Syal Putih Ayano Yang Masih Melilit Dileher.
"Jaa Ayano-chan, Selamat Tinggal lagi~"
"Ayano, Selamat Tinggal"
"SELAMAT TINGGAL!! SUGIURA AYANO!!!!!!"
Mereka bertiga Pergi Kesuatu Cahaya menyilaukan, Meninggalkan Ayano Sendirian.
*Itu Bayangan Ayano.
"Jadi Begitu Ya…"
"Tenang Tenang, Ayano-chan, Aku Yakin ada Satu Orang Yang Akan Mengajakmu, PASTI!"
Chitose Memberi Ibu Jarinya Pada Ayano Yang Sudah Tau Keadaannya, Dengan Niatan Menyemangati.
"Ugh, Rasanya Seperti Ditinggal Sendiri…"
\[8\]
"Huff… Ternyata begini Rasanya…"
Ayano Membaringkan Dirinya Dikasurnya pada Malam Hari, Menatap Langit Langit Kamarnya Yang Berwarna Biru Langit, Dengan Baju Piyama Domba Putih Dengan Tanduknya, Dia mulai Menutup Mata…
Sesaat Ingin Terlelap, Ia Mendengar Suara Notifikasi Ponselnya.
Iapun Duduk Dikasur Dan Mengambil Ponsel Ungu, Menyalakan Dan Mengusap Usap Layar.
(Kase-kun……)
"Ugh, Apa Jangan Jangan, Undangan Ikut Ke Pemandian Air Panas?"
'Malam, Sugiura-san, Langsung Saja, Apa kamu Mau Pergi Ke Onsen Diakhir Tahun Nanti? Kalau Mau, Bilang Saja, Temanku Dapat Tiket Khusus Onsen Disuatu Tempat'
"Gah! Sudah Kuduga!! Tapi, Rasanya Chitose seperti Sudah Mengetahui Kalau Ini Akan Terjadi…"
\[9\]
"Aika-san, Aku Sudah Memutuskan… Aku Ikut…"
"Begitu Ya… \*Fiuh… Baguslah"
"Um? Yah… Omong omong, Siapa saja Yang Kamu Ajak?"
Mereka Mengobrol Di Depan Pintu Dari Kamar Mereka.
Jam 8 Malam, Rabu , 19 Desember
'Funami-san, Bisakah Kau Meminta Teman Temanmu Untuk Menginstal Lime Di HP Mereka, aku Niatnya Bikin Grup Dulu'
'Lime Ya, Hmm… Rasanya Juga Cukup Ribet Bila pakai Mail Ya, Baiklah, Aku Akan Meminta Mereka Menginstal Lime Nanti'
'Osu, Aku Tunggu'
Beberapa Jam Kemudian,
Pada Jam 10 Malam, Rabu 19 Desember Ini, Grup Lime Berisi 8 Orang, Terbentuk.
\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]