Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Tempat Yang Hangat



Chapter 38: Tempat Yang Hangat


[1]


*Pagi Hari, Kamis 27 Desember.


"Akari!! Bangun… Sudah Pagi…"


"*zzzzz-…… Uah"


Akari Perlahan Membuka Matanya, Ia Tidur Di Futon Di Satu Ruangan Kosong Sendirian.


"Ah… Duh… Are… Apa Itu Semua Hanya Mimpi?"


Akari Terdiam, Dengan Piyama Anjing Coklatnya, Ia Bingung, Apakah Pertemuannya Dengan Seorang Lelaki Penyelamatnya Yang Bernama Shigasawa Haruka Itu Hanya Mimpi, Atau Bukan…


"Uh…"


Akari Menggelengkan Kepalanya.


"Jangan Dipikirkan Dulu… (Lebih Baik Sekarang Aku Makan Dan Mandi Dulu…)"


Akari Meyakinkan Dirinya Dan Bangun.


"Akari, Bisakah Kamu Belikan Ibu Bahan Makanan Buat Nanti Malam? Bahan Disini Sudah Agak Habis"


"Um^! Tunggu Sebentar"


Didepan Cermin, Akari… Melepas Odango (Rambut Bulat Akari) Dan Membuat Rambutnya Turun…


Akari Menyentuh Nyentuh Pipinya Dengan Kelima Jarinya, Lalu Memegang Megang Rambutnya.


(Uh… Begini Saja Mungkin…)


Akari, Kemudian Pergi Ke Ibunya Yang Sedang Mengobrol Dengan Neneknya.



Jam 10-11.


"Aku Berangkat…"


"Hati Hati…"


Akari Membuka Pintunya…


Kemeja Pink Dan Jaket Tipe Baju Putih Tebal, Dengan Bawahan Rok Merah Gelap Di Atas Lutut.


Akari Berjalan Dan Berbelok Ke Kiri, Mengikuti Jalan, Dari Sebuah Kertas Yang Diberikan Ibunya Sebagai Alamat Toko Lokal Paling Dekat Dari Sini, Karna Ini Masuk Ke Daerah Pedesaan.


"Etto… Disini Belok Kiri… Lalu Lurus Lewati Pertigaan Jalan, Terus Tokonya Ada Di Kanannya……"


Akari Terus Berjalan Tanpa Melihat Sekitar, Saat Memerika Sekitar…


"Are? Kenapa Disini Tidak Ada Jalan?……"


~~


Setelah Berlama Lama Menyusuri Jalan Selama 10 Menit.


"Ugh, Aku Malah Tersesat… Uh… Aku Jangan Cengeng, Aku Harus Menanyakan Jalan Pada Seseorang Terlebih Dahulu!"


Akari Melihat Sekitar… Lalu Melihat Sebuah Gubuk Seperti Tempat Istirahat Sambil Menunggu Bus Yang Hanya Lewat 1 Jam Sekali.


(Aku Istirahat Dulu Lah…)


Akari Mendekatinya Dan Melihatnya Dari Dekat. Saat Melihat Isinya…


"Ah…… (Dia Laki Laki Kemarin… Tapi Apa Benar Itu Kemarin, Arau Hanya Mimpi… Aku Jadi Bingung…… Pe-pertama Tama… Mungkin Aku Bisa Mendekatinya…)"


Akari Mendekatinya Perlahan Dan Melihat Lelaki Yang Memainkan Ponsel Hitam.


"a-ano… Bo-bolehkah Ak-"


"GAAAHH!!!!!!!!!"


"Eeeehhhh!!!!!!"


"Ahh!!! Ma-ma-maaf…"


"…u-uh^…"


"………"


"………"


"… Bo-bolehkah Aku Duduk Disini…"


"Te-tentu… Akari-san…"


"Ah…^ (Berarti Itu Kemarin Ya, Ternyata Bukan Mimpi…)


Akari Duduk Di Sisi Bagian Kanan, Di Samping Kanan Haruka.


Hening…


Hening Mengisi Keheningan DiGubuk Kecil Tersebut


[2]


Malam, 27 Desember, Di Rumah Keluarga Yoshikawa.


"Oh Iya, Naru-kun… Apa Disekolah Kamu Ikut Suatu Klub?"


"Umm… Untuk Sekarang Sih Tidak, Tapi Aku Berniat Masuk Klub Seni Nanti Kelas 2"


"Heeh? Klub Senu Ya… Apa Kamu Jago Menggambar?…"


"Menurutku Cukup Cocok Untuk Dapat Peringkat 10 Besar Di Kompetisi Prefektur"


"APAA!!!! Bukannya Itu Terlalu Jago…"


"Hmm… Benar Juga… Mungkin Juara 10 Di Kompetisi Di Kota Ini…"


"Turunnya Terlalu Jauh… Berarti Kamu Hebat Gambar Ya?"


"Mau Lihat? Coba Kamu Duduk Disini"


Naru Memberi Gerakan Kemari Ke Chinatsu Yang Sedang Main Ke Kamarnya Dan Duduk Dikasur, Dengan Piyama Putih Yang Dipakainya Dan Hagino Yang Duduk Di Meja Belajarnya Dengan Baju Kuning panjang Dan Celana Biru Gelap Panjang Yang Cocok Untuk Tidur.


Chinatsu Bangun Dan Duduk Menggantikan Hagino Yang Duduk Di Kursi Belajarnya Dan Menghadap Diam Ke Hagino Yang Barusan Mengambil Buku Catatannya Dan Duduk Di Kasur.


"Tunggu 2 Menitan…"


"Haik…"


Chinatsu Diam Mematung, Melihat Hagino Yang Menggambar Dengan Pensilnya Di Kasur Dengan Beberapa Kali Melihat Chinatsu Untuk Mencocokkan Gambarnya.


"Sudah…"



![](contribute/fiction/1742521/markdown/16426289/1617544522191.jpg)



Hagino Memperlihatkan Gambarannya, Sambil Chinatsu Mendekatinya Dan Duduk Disampingnya Di Kasur Putihnya.


"He-hebat! Padahal Cuman Sebentar"


"Bagus Lah, Tapi Terkadang Aku Ragu Untuk Masuk Klub Seni Sekarang, Karna Takutnya Aku Malah Dibully Karna Jago Gambar, Seperti Diskriminasi Pada Yang Hebat Di Anime Anime"


"Uumm… Ada Benarnya, Tapi Mungkin Kamu Harus Mencobanya Dulu, Kalau Suasananya Nyaman, Kau Bisa Tetap Berada Di Klub Seni"


"…… Benar Ya… Tapi Lebih Baik Kelas 2 Saja… Dengan Begitu Walaupun Aku Terlihat Hebat, Aku Bisa Bilang 'Aku Masih Belajar Kok' Pada Adik Kelasku Nanti"


"Ah, Sifat Jahatmu Keluar…"


"Aduh, Maaf Maaf…"


"Tapi! Aku Bisa membuat Yang Lebih Hebat Lagi!! Tapi Aku Juga Sedang Malas Menggambar Jadi Nanti Saja"


"Fu Fu, Aku Tunggu Gambaranmu"



Chinatsu Mengambil Buku Dengan Gambarnya, Melihatnya, Lalu Membaringkan Diri Di Kasur Hagino, Lalu Melepas Ikat Rambut Bolanya.



...SEPINTAS INFORMASI...


...Hagino Naru...


...Kelas: 1 - B...


...Klub: Seni Di kelas 2 Nanti....


...Tanggal Lahir: 14 Apr 200Y...


...\*Tinggal Dengan Keluarga Yoshikawa...


...Tinggi: 153 CM...


...Gol. Darah: A...


...Mata: Hijau Gelap...


...Rambut: Hitam Dengan Beberapa Helai Hijau Gelap...


...Referensi: Anak Baik Hati Yang Bisa Berbagai Hal, Terkadang Mudah Marah Pada Orang Yang Tidak Ia Sukai, Tapi Tidak Mudah Marah Dan Sangat Ramah Pada Orang Yang Ia Sukai....


...\*Ponsel Putih Case Oren...



"……"


"\*Uhh… 4 Hari Lagi… Tahun Baru Ya…"


"…… Itu Mengingatkanku, Nanti Mau Hatsumode Pertama Bersama?"


"Uh? Mmm… \*\*\*- (Eh! Tunggu Dulu!! Aku Ragu Lagi Karna Barusan Aku Mengingat Soal Tadi Malam!!! Di-dia I-ingin Lebih Me-me-menyayangi Ku!?!?!?!?!?)"


"……… Jadi?"


"\*Uhum, Bo-boleh Lah…"


Chinatsu Gugup, Lalu Perlahan Menjatuhkan Buku Merah Hagino Ke Perutnya Dan Menahannya.


Ia Mulai Mengedipkan Matanya Pelan Pelan.


Semakin Pelan Dengan Interval Waktu Yang Semakin Panjang, Semakin Lama Menutup Mata, Dan Semakin Lamban Gerakan Kelopaknya Menutup, Iapun Tertidur.


Hagino Yang Diam Memperhatikannya… Menghembuskan Nafasnya, Lalu Bangun Dan Meletakkan Futon Dari Lemari Baju Dibagian Bawahnya.


Sebelum Masuk Ke Futon, Ia Memindahkan Chinatsu Ke Bagian Atas Kasurnya, Mengambil Bukunya, Menaruhnya Dan Menyelimuti Chinatsu Dengan Selimut Biru.


"Selamat Tidur…"


"\*zzzz……"


Hagino Pun Masuk Ke Futonnya Dan Tidur.



"Oy…… oy, Chinatsu…"


Chinatsu Membuka Matanya Perlahan, Dan Melihat Hagino Mengguncangkan Badannya.


"Hhnngg… Uh?"


"Udah Siang… Dasar Kebo…"


"Uh… Haiik"


Chinatsu Pun Duduk, Rambutnya Yabg Tanoa Ikat Rambutnya Terjatuh Ke Bawah. Sambil Menggosok Matanya, Lalu Membuka Matanya Sepenuhnya Walaupun Matanya Masih Berat.


"Ahh…… Naru-kun… Pagi…"


"Pagi… Pala Kau… Menurutku Ini Sudah Siang"


"……Ah… A-AAHHH!!!!!!!!!!!!"


[3]


"………"


"………"


"Bolehkah Aku Lebih Terbuka Saat Ini?"


"……Bo-boleh"


(Di-dia Mengatakan Hal Yang Sama Seperti Kemarin, Kenapa?)


"A…apa Kamu Tidak Demam Saat Kemarin?"


"Untungnya Aku Tidak Demam, Terimakasih Karna Telah Mengantarku"


"…Uh^ Tidak Apa… Syukurlah"


"…………"


"…………"


"A-ano… Apa Kamu Tahu Toko Kecil Didekat Sini?"


"Toko Kecil… Ah, Aku Bisa Mengantarmu, Rumahku Saat Ini Didekat Sana, Gimana?"


"Haik, Mohon Bantuannya"


Akari Bangun Dan Membungkukkan Badannya Pada Haruka Yang Baru Bangun Dengan Jaket Bagian Biru Terang Di Badan, Dan Belang Hitam Putih Di Bagian Lengan, Celana Hitamnya pun Terayun Karna Gerakannya.


Haruka Dengan Wajah Gugupnya, Berjalan Duluan Diikuti Oleh Akari Yang Juga Gugup.


"Di-disana"


"Ah, Benar Ya… Terimakasih…"


Akari Membungkukkan Badannya, Lalu Berbalik Dan Berjalan Menjauhi Haruka.


"………"



"Terimakasih, Gadis Kecil…"


"Haik, Terimakasih Juga"


Akari Keluar Dengan Kantong Plastik Kecil Dan Bawang Yang Keluar Dari Kantongnya.


Akari Keluar Dari Toko Kecil Yang Dijaga Seorang Wanita Yang Cukup Berumur Tapi Masih Terlihat Muda.


(Ah, Tadi Rumah Haruka Di Kanan Sini Ya…)


Akari Melihat Kertas Gambaran Ibunya Agar Mengetahui Jalan Pulang, Tepat Setelah Itu, Ia Melihat Rumah Bergaya Jepang Lainnya Yang Dianggap Rumah Haruka Saat Ini.


Mengesampingkan Rumah Haruka, Akari Berusaha Melupakannya Dahulu Dan Berniat Pulang. Untungnya, Akari Menanyakan Pada Orang Disekitarnya Tentabg Rumahnya.


Namun, Saat Merasa Lega.


"…Are… Arere!! Aku Malah Tersesat Lagi"


"Kenapa Ini"


Akari Mendengar Suara, Dan Ia berbalik,


Akari Melihat Seorang Gadis Berkulit Cerah Dengan Rambut Panjang Yang Di Cat Biru Hanya Dibagian Ujung Yang Memakai Coat Hitam Selutut Dan Rok Biru Gelap Panjang.


Ia terlihat Anggun Dimata Akari.


"Kamu Tersesat Ya, Akari-chan?"


"Eh? Kenapa Kamu Tau Namaku?"


"Ahaha, Tentu Saja Aku Tau, Akukan Tinggal Disebelah Rumah Nenekmu"


"Ayo Pulang, Percaya Saja padaku"


"Ha-haik"


Akari Mengikuti Wanita Anggun Ini, Tanpa Mengetahui Namanya.


[4]


*Pagi Hari, Kamis 27 Desember.


"Na Onee-chan, Apa Nama Keluarga Dari Tetangga Disebrang?"


"Uh? Jarang Jarang Kau Tertarik Pada Hal Seperti Itu, Tidak, Kau Seharusnya Tidak Pernah Tertarik Pada Hal Seperti Itu…"


Sakurako Yang Berbaring Di Sofa Dengan Piyama Kuning Gelapnya, di Tatap Datar Oleh Kakaknya, Nadeshiko Yang Memakai Baju Kaos Panjang Biru Gelap Dan Celana Putih Pendek.


"Sudahlah! Jawab Saja!"


"Keluarga Sawamatsu… Kita Jarang Berinteraksi Dengan Keluarga Itu Tapi Aku Hanya Kenal Putra Mereka"


"Uh? Siapa Namanya?"


"Bukannya Waktu Kemarin Kemarin Malam, Kau Pernah Diantar Pulang Dengannya?"


"Benarkah? Aku Lupa Tuh…"


"*Huh… Namanya Tarou, Dia Kelihatannya Anak Yang Masuk Klub Sepak Bola Dan Anak Paling Jujur Yang Aku Tau Dan Bisa Dika-"


"AH Sudah!! Aku Jadi Tidak Mengerti Apa Yang Kakak Bicarakan Bila Ngomongnya Banyak Begitu!"


"………"


(Padahal Aku Baru Bilang Sedikit, Belum Banyak… Hah, Dasar Adik Bodoh)


Nadeshiko Pergi Meninggalkan Sakurako ke Dapur.


"Ah… Jadi Namanya Sarou Kah, Kayak Pernah Dengar…"


Sakurako Bingung Sendiri.


(Ah! Ntah Kenapa Aku Merasa Pengap Disini, Padahal Ini Masih Pagi… aku Coba Jalan Jalan Lah…)


Kelakuan Random Sakurako Membuat Ia Pergi Ke Luar Rumah Dengan Piyamanya.


Ia Memakai Sandalnya Dan Membuka Pintu.


Tepat Ketika Berjalan Selangkah, Ia Melihat Rumah Disebrang Jalan Yang Pintu Depannta Terbuka Dan Seorang Lelaki Dengan Jaket Olahraga Oren Dan Celana Oraga Hitam, Keluar Dari Rumah.


(Ah… Itu Sarou-kun Yang Dibicarakan)


Tarou Tersebut Bersiap Lari Pagi, Tepat Saat Berniat Untuk Berlari, Sakurako…


"Ooyy!! Sarou-kun!"


"Uh?……"


Sakurako Berlari Mendekati Tarou Perlahan, Tapi Tarou Malah Lari Mengikuti Jalan Ke Kanan.


"Wooyy!!!!"


"\*Huff, \*Huff"


Sakurako Mengejar Tarou Yang Lari Pagi, Dengan Sepenuh Tenaga, Sakurako Akhirnya Berhasil Mengejarnya Dan Memegang Tangan Kanan Tarou.


"Geh… Haahh, Haahh, Haahh, Tunggu Dulu"


"Ah, Jadi Yang Kau Maksud Itu, Aku Ya?"


"Iyalah… Haahh, Haahh, Sarou Bego"


"Sarou Siapa?"


"Eh? Kau Becanda Ya? Bukannya Itu Namamu?"


"Tidak, Namaku Tarou…"


"………"


"Jadi……"


"Eeh, boong Lah, Namamu Sarou…"


Sakurako Memasang Wajah Ragu Yang Menyebalkan Dimata Tarou


"Tarou"


"Sarou"


"Tarou!"


"Sarou!"


"Tarou!!"


"Sarou!!


"!!"


"!!!!"


"TAROOUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!"


Saro-Tarou Yang Kesal Memegang Pundak Sakurako, Dan Meneriakkan Namanya Ke Bawah.


Sakurako Yang Ntah Kenapa Malu Akan Perbuatannya, Memerah.


Merasa Kehabisan Suaranya Dipagi Hari, Tarou Berbalik Lanjut Lari Lagi, meninggalkan Sakurako dijalan Sendirian.


(A-a-Apa Yang Dia Lakukan Sih…)


"Guh…… Sarou Dasar, Padahal Aku Hanya Ingin Menyapa)


Sakurako Kembali Ke Rumahnya Dengan Wajah Pink Dan Ekspresi Kesal.



\[5\]


Malam Hari, 26 Desember.


(Hari Ini Sakurako Tidak Berkunjung, Baguslah, Aku Juga Ingin Mencoba Sesuatu)


Himawari, Dimalam Hari Menggunakan Piyama Kelinci Abunya.


Ia Mengambil Ponsel Birugelapnya Dan Juga Mengambil Kertas Kecil Dari Meja Belajarnya.



Ia Seperti Mencoba Mengetik Ngetik Menyalin Tulisan Dikertas Kecil Tersebut


Ia Pun Menaruh Kertasnya Dimeja Dan Fokus Ke Ponselnya.


(Etto… Ishii Yuichi…… Yosh… Coba Aku Mail Dulu…)


'Ini Furutani Himawari…Apa Benar Ini Orang Aneh?' (20:01)


(Aduh, Sepertinya Malah Sengaja Ngetik, Ya-yah… Se-seharusnya Dia Mengerti, Aku Juga Merasa Dia agak Aneh Saat Pertama Kali Bertemu Dengannya)



45 Menit Kemudian…


(Duh… Rasanya Aku Salah Karna Bilang Begitu, Aku Hapus saja Ya?…… Tidak, Aku Harus Menunggu Lagi, Mungkin Dia Agak Sibuk)


(Tapi Bukannya Seharusnya Dia Sudah Istirahat Ya kalau Jam Segini…… Ah, Biarlah, Aku Tunggu Saja……)



25 Menit Kemudian.


'Maaf Aku Lama, Ishii Yuichi… Aku Tadi Agak Sibuk, Dan Terimakasih Karna Telah Menghubungiku Malam Ini' (21:13)


'Ah, Maaf' (21:15)


'aku Sarankan Kau Install Lime Untuk Menghubungiku, Ini ID Ku : FT\*\*\*\*\*\*'


(21:17)


'Lime Ya… Baiklah, Nanti Aku Install'


(21:18)


Mail Mereka Berakhir.


(Ternyata Dia Cukup Normal di Mail, yah… Coba aku Install Dulu)



'Himawari'


"Met Malam…"


'IsYu'


"Yah, Ini Lebih Mudah Dipakai, Dan Juga Lebih Cepat'


'Himawari'


"Kenapa Kau Bersikap Seperti Tukang Promosi"


'IsYu'


"Yah, Karna Aku Juga Pernah Bekerja jadi Tukang Promosi"


'Himawari'


"Sepertinya Kau Memang Banyak Bekerja Ya… Sebagai Kenalanmu, Mungkin Aku Bisa Bilang , Berjuanglah Bekerjanya, Ini Sudah malam, Jadinya, Selamat Malam"


'IsYu'


"Terimakasih Dukungannya, Selamat Malam"


(Uh… Aku Malah Menyemangatinya… Yah, Mungkin Dia Bisa Berjuang Lebih Keras lagi, Walaupun Aku Tetap Heran Kenapa Aku Menyemangatinya)


Himawari Mencharge Ponsel, Dan Masuk Ke Tempat Tidurnya.


[6]


"A-ano…"


"Ah, Namaku Minawa Napha, Aku Baru 17 Tahun Lho!"


"Eeh!!" (Ja-jadi Dia Masih SMA Ya)


"Gimana? Aku Terlihat Hebat Kan!?"


"Ha-haik… Aku Kira… Onee-san Itu Seperti Anak Kuliahan"


"hhmm Hmm… Omong Omong, Panggil Saja Aku Napha"


"Um^ Napha Nee-san"


"Iiaa… Agak Malu Juga ternyata Kalau Dipanggil Onee-san, Yaa, aku Tetep Senang Sih, Tuh, Kita Sudah Sampai"


"Ah, Benar… Terimakasih Karna Telah Mengantarku"


"Haiik Kamu Bisa Mampir Ke Rumahku Kapan Kapan Lho Selama disini"


"Um^ Jaa, sampai Jumpa, Sampai Jumpa"


Akari Yang Tanpa Odango Ini Melambaikan Tangannya Dengan Senang Dan Pergi Ke Rumahnya.


[7]


"Ooyy… Chinatsu… Buka Pintunya"


Hagino Menggedor Gedor Pintu.


"Tidak!! Kau Pasti Melakukan Sesuatu Padaku Saat Tidur!!!"


"Tidak! Aku Tidak Melakukan Apapun!!"


Tepat Setelah Berbicara Begitu, Seseorang Menaiki Tangga, terdengar.


"Naru-kun, Chinatsu, Sarapan, Eh, Kenapa Naru-kun Disana?"


"Ah, Tidak Apa Nee-san, Nanti Aku Dan Chinatsu Akan Pergi Kebawah"


"Haik"


Tomoko Turun Dari Lantai Dua.


"Oy… Chinatsu… Sarapan Lho…"


"Bohong!!"


"Pala Kau Bohong, Sarapan Hey…"


"Ah, Sara- Tidak!"


"Kalau Tidak Mau Keluar, Aku Akan Menguncimu"


"ah, Jangan!!!"


Chinatsu Keluar Dari Kamarnya Dengan Rambutnya Yang Sudah Diikat Dengan Wajah Pinknya.


"………gggrrrr"


"Apa… Apa Kamu Mau Aku Apa Apain Sekarang?"


"Ba-bajingan"


"Ugh… Jangan Bilang Begitu, Kenapa Kamu Tidak Mau Mengakui Kesalahanmu Sendiri Yang Tidur Sendiri Di Kamarku"


"Uh… Benar Juga… A-aku Salah Deh"


"Kamu Memang Salah!"


"Be-berisik!"


"Ah, Haik"


"………"


"Tadi Malam Itu Kamu Ketiduran Waktu Berbaring, Aku Sudah Jujur, Aku Langsung Tidur Ketika Kau Tidur, Kalau Tetap Ragu Padaku, Aku Akan Menjadi Orang Menyebalkan Bagimu Nantinya"


"Ugh… Ha-haik"


(Aku Jadi Pusing, Aku Sepertinya Tidak Bisa Menikah… Tapi Kalau Aku Mengubgkitnya lagi, Naru-kun Akan Marah Padaku…… Aku Terpaksa Harus Melupakan Hal Tadi Malam… \*Huuff)



*Sesudah Sarapan.


"Ah, Naru-kun, Bisa Bantu Aku"


"Baik"


Hagino Bangun Dari Kursi Makan Dan mendatangi Chinatsu, Dengan Wajah Biasanya.


"Kamu Sudah Tenang, Naru-kun…"


"Kamulah Yang Harus Tenang…"


"Ahaha, Benar Ya, Maaf…"


"Tidak apa"


Hagino Pun Membantu Chinatsu Yang Sudah Sama sama Tenang.


Di Ke Empat Tempat Dan Empat Tempat Berbeda ini, Mereka Saling…… Menghangatkan Hati Mereka… Walau Tidak Bertemu, Walau Sedikit Bertengkar… Hati Mereka, Tanpa mereka Sadari, Menjadi Lebih Hangat.


[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]