
Chapter 23: Wisata Ini Hanya Milik Kita Berdua [2]
[1]
"Iihh…… Kemana Perginya Toshinou Kyouko…?"
Ayano Berada Disisi Lain Kiyomizu
Melihat Ke Kiri Kanan Mencari Teman Sekelasnya Yang Lari Lari Ntah Kemana.
"Uumm…… Are? Kemana Chitose Pergi?"
Ayano Melihat Sekelilingnya Lagi Tapi Tidak Melihat Sahabatnya Didekatnya.
"Ugh……… Mou! Kemana Perginya Semua Orang!!"
"Aku Disini…"
Saat Ayano Membalikkan Badannya Sambil Berbicara Dengan Keras Sambil Menutuo Mata Karna Kesal.
"Eh?……"
Ia Mendengar Suara,
Yang Membuatnya Kaget Dan Merah Dipipinya Tanpa Alasan.
Perlahan, Ayano Membuka Matanya Dan Melihat Lelaki Tinggi Berambut Coklat Gelap Dihadapannya.
"Ka-ka-ka-ka-kase-kun!!!!!!! Ke-ke-ke-ke-kenapa kau ada disini!!!"
"Aahh, Jadi Kalian Belum Diberi Tahu Ya, Mmmm……"
"Eh?? (Kenapa Kase-kun Ada Disini!?!?!?! KENAPA!!!!?!?!?!?!)
Kepala ayano Mengeluarkan Asap Dan Ia Diabaikan Oleh Kase Yang Seperti Sedang Berpikir Dan Melamun.
"Tenanglah Sugiura-san! Akan Aku Jelaskan Situasinya!!!"
"Be-be-benarkah!?!"
"uh-hum, Jadi Kita Cari Tempat Duduk Dulu, Ayo!"
Kase Memegang Tangan Ayano Yang Tadinya Memegang Kepalanya Yang Pusing, Lalu Membawanya Menuruni Tangga Dan Mencari Tempat Duduk
[2]
"Nih, Pociro"
Kase Yang Memakai Seragam Musim Dingin Seiri Tanpa Jas/Blazernya Memberi Minuman Isotonic kepada Ayano.
"Te-terimakasih"
"Um"
Kase Kemudian Duduk Disamping Ayano. Sambil Membuka Botol Yang Sama Dengan Ayano, Lalu Meminumnya Seteguk.
"Fuah, Segar Sekali…… Guh, Akan Aku Jelaskan Apa Yang Terjadi"
"Ba-Baiklah"
"Pertama Tama! Siapa Anggota Osis Yang Kamu Kenal Di Nanamori?"
"Eh? A-Aku Anggota Osis… Memangnya Kenapa Ya?"
"Tidak Bohongkan?!?"
"NGGAK!! Lihat…… Aku Punya Ban Lengan (Arm Band) Osis Nanamori!!"
Ayano Tiba Tiba Mengeluarkan Ban Lengan Merah Gelap Dari Tas Pingnya Dan Menunjukkannya Pada Kase Sampai Menempel Nempelkannya Ke Mata Kase.
"BWAH!! Kamu Berlebihan Sugiura-san!!!"
"Wah!! Ma-Maaf!"
Ayano Melepas Tempelannya Dan Menaruh Ban Lengannya Ke Tasnya.
"Baik Baik, Aku Percaya…… Jadi Sugiura-san Anggota Osis Ya… Kalau Begitu Aku Bisa Bebas Menjelaskannya"
"Eh?…Ka-kau Mau Melakukan Apa Padaku!?!"
Wajah Kase Mendekati Wajah Ayano Sambil Menatap Matanya, Kase Terus Mendekat.
"Ap-Apa Yang Ingin Ku Lakukan!?!?!!!"
"B… ugh!!!!"
Kase Ditampar Dengan Keras Oleh Ayano Lalu Menatapnya Dengan Tatapan Ke Orang Mesum.
"Ke-kejam Sekali"
"ah! Ma-Maaf, Aku Panik!"
Ayano Melindungi Badannya Dengan Memeluk Dirinya Sendiri Lalu Mendekati Kase Yang Memegang Pipi Kirinya.
"Double Ya… Tadinya aku Mau Berbisik"
"E-Eeh!! Kenapa Harus Begitu…… Apa Ini……"
"Yeah, Ini Sangat Rahasia, Sangat Sangat Rahasia……… Yah Becanda Sih"
"Ugh……"
Kase Duduk Kembali Dengan Tenang Dan Muka Senyum Seperti Tidak Terjadi apa Apa, Lalu……
"Para Guru Merahasiakan Kerja Sama antar Sekolah Seiri Dan Nanamori, Hal Ini Diberitahukan Kepada Osis Seiri Setelah Menyuap Satu Guru Dengan Makanan Ringan Oleh Utusan Kelas 2 - D Berinisial K"
(Rasanya Ribet Sekali)
"E-enak Sekali Ya……… Jadi, Ada Kerja Sama Dibalik Layar Ya? ……Eh? Tunggu Dulu, Apa Kase-kun Anggota Osis?"
"Tidak, Aku Diberitahu Teman Baikku Dari Osis Dengan Memberinya 100 Yen"
"Diminta?"
"Ya, Dia Memintanya, Dia Ada Masalah Ekonomi Dikeluarganya Jadiny-"
"Stooopp! Tidak Perlu Dijelaskan… *Ehem… Jadi Hanya Anggota Osis Dan Beberapa Orang Luar Yang Tau Kerja Sama Ini Ya?"
"Benar, Yaa… Kira Kira Begitulah, Omong Omong Temanmu Pada kemana, Mana Mungkin Kamu Sendirian…… Apa kamu…… Tidak Punya Tem-"
"SHITSUREI NA!! (Tidak Sopan Ya!) Aku Terpisah Dengan Teman Temanku, Saat Aku Mencarinya, Aku Juga Bingung…"
"Eehh… Begitu Ya…"
Mereka Dengan Nyamannya Mengobrol Dengan Orang Orang Melewati Mereka.
Setelah Beberapa Saat, Kase Bangun Setelah Menghabiskan Minumannya Lalu Meregangkan Badannya.
"Uaah! Sekalian Saja, Ayo Kita Jalan Jalan Disekitar Sini"
"…… Sou Da Ne (Benar Juga ya) Ayo…"
(Are…… Kenapa Aku Menerima Ajakannya…… Dan Juga Kenapa Aku Tenang Sekali Mengobrol Dengan Kase-kun Saat Ini?)
"Hora Jangan Melamun, Ayo Pergi!"
Kase Memegang Tangan Ayano Yang Sedang Melamun Lalu Membawanya Ke Suatu Tempat.
[3]
Setelah Berlama lama Berkeliling Sambil Sedikit Mengobrol.
"Are… Mizaki?……"
"Um? Apa kase-kun?"
"Uh, Tidak, Uumm… Apa Itu Temanmu?"
Kase Menunjuk Ke Suatu Jembatan Kayu Besar Yang Disebrangnya Ada Bangunan Berkilau Seperti Emas.
"Waahh!! Indah Sekali…"
"Aah…… A-ano, Sugiura-san…"
"Ah, Maaf, A-ada Apa Ya?"
"Apa Itu Temanmu?"
Kase Menunjuk Ke Ujung Jembatan Dengan Muka Datar. Di Arah Yang Ia Tunjuk, Ayano Melihat Gadis Berambut Putih Yang Tertawa Kecil Dan Seorang Pria Yang Melemas Di Pinggir Jembatan.
"Haaahh!!! Chi-chitose!!?!?!?!?"
"Aah, Beneran Temanmu Ya"
"y-ya, Begitulah, Bisa Dikatakan Dia Sahabatku, Selain Itu… Siapa Lelaki Yang Bersama Chitose?"
"Ah, Dia Mizaki Tsurugi, Aku Cukup Mengenalnya Walaupun Kami Beda 3 Kelas"
(Mizaki……… Ah, teman Mail-an Chitose Yang Pernah DiBicarakannya…… Sepertinya Mereka Sedang Asyik Mengobrol, Aku Jadi Tidak Nyaman Mengganggunya.
"Kita Pergi Ke Tempat Lain Saja, Soalnya Aku Tidak Mau Mengganggu"
"Uum… Baiklah… Kalau Begitu, Mau Kemana? Aku Kurang Tau Soal Kyoto…"
"Sa-sama……… Yosh, Internet Pasti Membantu"
"OK!!!"
Mereka Berdua Mengeluarkan Ponsel Pintar Mereka Dan Membuka Ke Internet,Dan Bertindak Seperti Berdiskusi, Mereka Merunding.
Ayano Mengintip Ponsel Biru Kase Dan Melihat Wallpaper Hitan Dengan Bintik Putih.
"Uh? Wallpapermu Lucu Ya"
"Eh?!?"
Kase Mengintip Layar Ponsel Ayano Dan Langsung Fokue Ke Ponselnya Lagi Lalu Membuka Internet.
(Ke-kenapa Dia Bilang Begitu!)
"A…… A… An-"
"Oh Ya, Sugiura-san, Bisakah Aku Meminta Alamat Emailmu?"
"Baik-"
(Di-…… Di-di-di-Dia Meminta Email Ku!?!?!?!?!)
Kase Yang Berdiri Sambil Berfokus Ke Ponselnya Dengan Santai Melihat Ayano Yang Melamun Lalu Memanggil Manggil Namanya Dan Melambaikan Tangannya Di Depan Mata Ayano.
"Su-gi-u-ra-san…………"
"Wah! Maaf Aku Melamun,…… Pake… Infra Merah Kan?"
"Ah, Um^"
(Akhirnya…… Email Milik Perempuan Pertama Di Ponselku…… Uguh Uguh*, Aku Senang Sekali)
Ayano Mengabaikan Kase Yang Menangis Tersedu Sambil Melihat Ponselnya Dan Fokus Ke Layarnya.
(Email…… Laki Laki… Di Ponselku… Aku…… Senang Sekali Rasanya…)
Ayano Membuang Nafas, Lalu Tiba Tiba Bersemangat.
"Horrah!! Kase-kun, Kita Akan Pergi Ketempat Selanjutnya!!"
"Uh… *Hiks *Hiks…… Benar Ya… AYO!!!"
Setelah Melap Air Matanya, Kase Ikut Bersemangat Dan Mengikuti Ayano yang Jalan Duluan
[4]
"Otowa…… No Ta……ki Kan?"
"Otowa No Taki, Kase-kun Belajar Kanji Atau Tidak Sih? Lama…"
"Yah, Bahasa Jepangku Memang Kurang Karna Aku Sering Main Game Bahasa Inggris, Jadinya Aku Sering Lihat Alphabet Dirumah"
"Bahasa Inggris…… Hhmm… Kalau Bahasa Inggrisnya 'Apa Nama Tempat Itu?'"
"What's The name Of That Place"
"Ka-kalau 'Darimana Kamu Mengetahui Tentang Hal Ini?'"
"Where did you know about this?"
"Uumm… kalau 'Apakah Kau Mengenal Orang Itu?'"
"Do You Know That Person?"
"Ka-kalau……… Etto… 'Apakah Aku I-i-i-imut?'"
"am I Cu-cu-cu-Cute?"
(Nggak Perlu Disamain Juga kali)
"He-hebat!"
"Amazing!"
"Sudah Cukup, Tes Bahasa Inggrisnya Sudah Cukup!!"
"That's Enough!, The English Test Its Enou-"
"Ih!"
Ayano Dengan Muka Yang Awalnya Ragu Dengan Keahlian Kase, Mulai Kesal Dan Langsung Menutup Mulut Kase Dengan Tangannya Didepan Otowa No Taki.
Ayano Melepaskan Kase Dan Mulutnya, Lalu Melapkan Tangannya Ke Baju Kase Dibagian Punggung.
(Semoga Saja Tidak Tahu, Aku Juga Masih Jijik Dengan Air Liur orang Lain)
"Sudah Tenang Dulu, Ayo Kita Coba Minum!"
"Bu-*Buhuk… Bukannya Kamu Yang Seharusnya Tenang Dulu, Aku Hampir mati"
"Tidak Akan, Kamu Bisa Bernafas Lewat Hidungmu, Bukan Hanya Mulutmu"
"Ah Benar Juga Ya"
Kase Yang Tadinya Batuk Batuk Sambil Berlutut Tiba tiba langsung Berdiri Dengan wajah Yang Biasa Saja Dan Langsung Berjalan Duluan Ke Antrian Otowa no Taki.
"ayo"
"Dih, Malah Ninggalin…… Tunggu"
"Haik Haik"
Mereka Mengikuti Antrian Otowa No Taki Beberapa Saat.
Kase Sampai Dibagian Paling Depan, Laly Memegang Dan Memgambil Sedikit Air Dengan Gayung Panjang Kayu.
Ia Meminumnya Dan Berdiam Sekejap. Lalu Menaruh Gayung Panjang Kecilnya Ke Tempat Semula.
"Wah, Enak Sekali Lah, Mungkin Aku Bisa Minum Sampai Satu Galon Air Ini"
"Itumah Berlebihan…… Yah, aku Juga Coba-"
(Tu-tunggu… Bu-bukannya Ini Artinya Ci-ci-ciuman Ti-tidak Langsung!?!?!?!?!…… Ugh… Aku Harus membersikah Sudutnya Dulu…… Tapi…… Apa…… Salahnya??)
Ayano Memikirkannya sambil Mengambil Setengah gayung Air Dan Meminumnya Ditempat Bekas Mulut Kase Ditempatkan Sambil Melamun.
Sesaat Kemudian Ayano Menaruh Kembali Gayungnya ke tempat Asal Dan Berjalan Pergi Dan Mendekati Kase.
"Eh, Sudah…… Bagaimana Rasanya"
"Ntah Kenapa… Rasanya… Manis…"
"Uh? Ahh… Mungkin Karna Aku Makan Permen Coklat Dari Tadi, Jadi rasanya Menempel Di Gayung, Aku Jadi Tenang Kalau Sugiura-san Yang Menerimanya"
"A-aahh!!!! A-a-apa Yang Kau Bicarakan!?!?!…"
"Ah Tidak, Tapi Aku Takutnya Malah Orang Lain Yang Tidak Merasakan Segarnya Air tadi…… Dan Juga… Terimakasih Karna telah Menerimanya"
"A……… Apa… Maksudmu……"
(Apa Mungkin Maksudnya… Dia Ingin Aku Menerima Ci-ciuman Tidak Langsung Itu!?!?!?! WAAHH!!!! Malu Sekali!!!!)
Kase Dengan Senyum Lebarnya Mendekati Mesin Minuman Otomatis Dan Membeli Sesuatu, Meninggalkan Ayano Dengan Muka Merah Meledaknya Lalu Mencari Tempat Duduk.
[5]
"Nih, Rasa jeruk"
"Ma-makasih, Kok Rasanya Kita Minum Mulu Sih?"
"Yah, Tidak Apa Apalah, Daripada Dehidrasi, Kan bahaya"
"Ya-yaah, Benar Juga Sih"
(Aku Tidak Menyangka Kase-san Orangnya sepeka Itu…… Keren…… Tenang… Dan Juga… Peka… Apa Aku Boleh Berjalan Jalan Dengannya?)
"uum? Kenapa Sugiura-san, Mukamu Jadi Agak Pucat Lho"
"…………"
Kase Menunduk Melihat Wajah Ayano Yang Menunduk Memerah Sambil Menyembunyikannya.
"Kyah! Ja-jangan Ngintip!!"
"*Buhuk!!"
Ayano Yang Meluruskan Tangannya Langsung Memukul Kase Dibagian Jidat.
"Wah, ma-maaf! Aku Malah Melamun"
"Ah, Tidak Tidak…… Omong Omong, Kamu Daritadi Memikirkan Apa?"
"Uumm………"
"Apa Mungkin Temanmu Yang Masih Belum Ketemu?"
"Haah!! Benar Juga!! Te-te-terimakasih Banyak Kase-kun, A-aku Mau Mencari Temanku Dulu!!!"
"Okk!! Kalau Tersesat, Mail Saja aku!!!"
"Ha-haik"
Ayano Bangun Dan Berjalan Menjauhi Kase Yang Duduk Dengan Santainya Di Kursi Umum.
(Haaahhhh… Oh Iya… Sekarang Jam……… Jam 15:48 an Ya, Mungkin Aku Pergi Saja Ke Hotel, Chitose Dan Yang Lain Pasti Sudah Ada Disana Kalau Jam 16 An)
Sesaat Membuka Ponselnya Lalu Menutupnya lagi, Ayano Berjalan Jalan Dahulu Sebelum Sampai Ke Hotel.
[6]
"*Huft …… *Haahhh…… Rasanya Berat Sekali Menanggung Rasa Malu Ini……"
Kase Menyandarkan Badannya Dan Menatap Ke langit Cerah Dengan Warna Biru Dan Putih Yang Tidak Beraturan.
"Yaahh…… Setidaknya Aku Sudah Bisa Melakukan Itu Kepadanya………… Sudah Kuduga……"
Kase Bangun Dari Duduknya Dan Pergi Ke Suatu Tempat.
"Mendekati Perempuan Dengan Teknik Game VN Memang Hebat!!!"
Kase Langsung Berlari Ntah Kemana.
[7]
"Kenapa Kita malah Bertemu Lagi"
"Ntahlah, Mungkin…… Kamunya Tersesat"
"M-MANA ADA AKU TERSESAT, AKU HANYA SEDANG MENCARI TEMANKU YANG MENGHILANG SEJAK 2 JAM YANG LALU"
"Te-tenanglah Sugiura-san…"
"Lagian, Bukannya Seharusnya Kase-kun Sudah Kembali, kenapa Kamu Masih Ada disini!?!"
"Itu Karna…"
Disuatu Pojok, Ayano Dan Kase Berdiri Berhadapan dan Ayano Menunjuk Nunjuk Kase Dengan Nada tinggi Tapi Tidak Menarik Perhatian.
Kase Mendekati Ayano, Namun…
"Ma-mau Apa Kamu……"
"…………"
Ayano Muncur Dan Merasakan Tembok Dipunggungnya, Ia Tidak Bisa kabur Kemana Mana.
Kase Yang Hanya Memakai Kemeja Putihnya Dan Celana panjang Hitam Abunya Menghalangi Jalan Kabur Ayano Di Kanan Dan Dikirinya ada tembok,
Sambil Mendekatkan Wajahnya, Kase melihat Wajah Merah Ayano Yang Kebingungan Dan Malu.
"Sayang Sekali Sugiura-san…… Tenang Saja…… Aku Tidak Akan Melakukan Hal Itu …… Untuk Saat Ini Sih"
Kase Melepas Kabedonnya Dan Membalikkan Wajahnya.
(A-apa yang Dia Katakan Di Akhir……'Untuk Saat Ini'? A-a-apa Jangan Jangan, Dia Akan Melakukannya lagi!!!!!!)
"Kalau Begitu Aku Mau pergi Lagi, Jam Bebasku Sudah habis, Sampai Jumpa, Sugiura-san"
"Sa-sampai Jumpa Lagi…… Kase-kun"
Kase Menjauhi Ayano Dengan Pipi Pingnya Dan Ayano Terdiam Menahan Malu Di Pojokan Tempat Yang Terdapat Banyak Orang Ini.
(Aku Tidak Akan Membiarkanmu Kabur… Sugiura-san!)
[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini]